my journey from dawn to dusk

Archive for Oktober, 2013

Mata Dekat

“Mata dekat” merupakan terjemahan harafiah dari kin-gan 近眼 myopia atau kalau di Indonesia disebut dengan rabun jauh (kacamata minus). Dan ternyata kata dokter mata tadi, orang yang rabun jauh(kacamata minus) lebih beruntung daripada yang tidak, jika dia mau tetap bisa membaca dan menulis atau bermain komputer sampai tua, sekitar umur 80 tahun. Karena itu aku disarankan …

Read More

Sekolah Tertua di Jepang

Sebelum pulang ke Jakarta musim panas lalu, deMiyashita sempat pergi jalan-jalan ke Tochigi, tentu dengan maksud melengkapi buku cap 100 castle. Tapi sebagai bonus kami bisa mengunjungi sebuah sekolah tertua di Jepang yang sudah ditetapkan menjadi peninggalan resmi oleh negara pada tahun 1921 dan sekarang sedang didaftarkan untuk menjadi “Warisan Dunia” World Heritage.
Nama sekolah itu …

Read More

Sharing dan Sewa Sepeda 

Tadi sore aku mengambil pos dalam kotak pos apartemenku. Suratnya cuma satu tapi ada 5 lembar kertas promosi. Memang selain surat seringkali orang mengisi kertas-kertas promosi atau pamflet dalam kotak surat di rumah-rumah. Yang membagikan tentu pekerja part time yang memang bertugas untuk membagikan kertas-kertas tersebut. Mengganggu memang kalau sambil bertumpuk banyak, tapi terkadang dari …

Read More

Bakso Buah Bunga

Sejak hari Sabtu aku sudah merasa kurang enak badan. Sepulang kerja Sabtu kemarin itu, Gen juga merasakan keanehan pada tenggorokan dan hidung. Hmmm mulai deh keluarga kami masuk angin karena udara memang mulai mendingin, selain dari waktu istirahat yang kurang. Karena itu hari Minggunya kami sama sekali tidak keluar rumah, pakai untuk dara-dara (santai-santai di …

Read More

Rasa Bangga

Rasa bangga tentu bisa bermacam-macam. Bangga sebagai seorang ibu misalnya, aku bangga waktu bertemu dengan tetangga sebelah apartemenku yang mengatakan, “Anak lelakimu yang besar amat sopan ya. Anda sudah berhasil mendidiknya”. Dan memang meskipun Riku tidak cemerlang di bidang pelajaran, selama ini bagus perilakunya, dan semoga terus demikian.
Sebagai orang Indonesia yang tinggal di Jepang, aku …

Read More

Ada Mutu Ada Harga

Tadinya aku mau menulis judul “Ada Rupa Ada Harga” seperti yang sering alm. mama katakan. Kalau mau bagus ya mestinya mau bayar mahal. Tapi rasanya itu bagaimana kita menilai barang, sedangkan yang ingin aku tuliskan di sini adalah lebih tentang jasa.
Ada seorang eksekutif Jepang yang akan pergi ke Indonesia. Tentu dia harus mengambil Visa on …

Read More

Gembel

Dalam tulisanku di Menggenapi 21 tahun di Edo Castle, banyak yang merasa heran, memangnya di Tokyo ada gembel? Dan ya, di setiap negara, di mana saja di dunia ini sebetulnya ada gembel, gelandangan, atau yang disebut homeless di Jepang. Masalahnya terlihat atau tidak, atau lebih dalam lagi apakah kita mau melihat atau tidak.
Homeless adalah mereka yang …

Read More

Perangko Meteran?

Bisa membayangkan perangko meteran? Perangko yang panjaaaang sekali? Sebetulnya namanya Meter Stamp. Aku cari nama ini cukup lama, dan akhirnya ketemu.
Selain perangko yang biasa kita lihat, kadang ada seperti kertas tempelan dengan harga, nama negara, tanggal-bulan-tahun dan kadang kalau dari Jepang ada sedikit ilustrasi, dan capnya biasanya berwarna merah. Nah, kertas pengganti inilah yang disebut …

Read More

Telepati

Percayakah akan telepati? Telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi atau saling menukarkan informasi dengan orang lain tanpa menggunakan indera. Aku sendiri lebih condong percaya 🙂
Seperti yang pernah kutulis di “Senangnya diingat“, aku melihat sebuah foto di reklame kereta yang mirip dengan teman DJku Luis Sartor dan  teringat dia, eh malamnya aku dihubungi produserku bahwa dia akan …

Read More