Menjadi Seorang Ibu

Dulu, aku tak pernah membayangkan diriku mempunyai anak. Suka anak-anak? well, suka tapi tidak terlalu, meskipun tidak bisa dibilang benci anak-anak. Aku tidak pernah memimpikan diriku menjadi seorang ibu, karena aku takut melahirkan. Tapi itu dulu.

Takut sakit melahirkan? Ya mungkin itu penyebabnya, meskipun aku bisa menahan sakit usus buntu yang hampir pecah, yang katanya semestinya sakit tak tertahankan. Tapi selain itu mungkin aku tidak pernah bermimpi akan mendidik anakku seperti apa.

Gen berkata, “Aku tidak mau punya anak. Kasihan anak-anak itu hanyalah makhluk yang tidak berdosa yang harus menuruti kehendak ayah-ibunya dan tidak pernah punya kebebasan. Menderita selalu!” Dan dia tidak mau membuat anaknya menjadi sama dengan dia.

Namun Tuhan jugalah yang menentukan sehingga akhirnya kami punya dua anak laki-laki yang ….. baik …dan nakal.
“Apa konsep kamu mendidik anak?” katanya.
“Haruskah membuat manual?”kataku. “Aku tak punya konsep, akan kutiru apa yang diajarkan ibuku ketika kecil, dan tapi akan kuajarkan juga sesuatu yang kurang diajarkan ibuku padaku waktu kecil, yaitu percaya diri dan keberanian untuk bertindak”

Tidak jarang Riku berkata pada ayahnya, “Kita tanya saja petugasnya dimana letak binatang itu”…. dan dengan santainya dia menghampiri petugas kebun binatang dan bertanya, dan menemukan jawaban bahkan diberi hadiah. Sementara papanya melongo di kejauhan.

Atau Kai yang mengambil kain pel dari tanganku dan mengepel lantai basah seakan pekerjaan itu sudah biasa. Atau meminta aku membukakan plastik kue, tapi yang diambil bukan hanya kuenya saja, tapi juga plastiknya… pergi dan membuang plastik itu di tempat sampah. Meninggalkanku dengan mata berkaca-kaca.

“Papa, anone…. hari minggu kan hari ibu… Riku nanti mau beli coklat untuk mama. Dan tulis kartu untuk mama. Papa mau beli apa untuk mama? Ini rahasia loh …jangan sampai mama tahu.” –sebuah percakapan di kamar mandi—

“Mama… aku mau pergi ke Murata (toko kelontong) sebentar ya?”
“Ngga boleh… kamu itu buang uang terus untuk beli makanan, jus dsb”
“Aku kan mau beli untuk mama…. juga (sambil ngedumel : ahhh hampir ketahuan)”.  Dia pergi dan kembali setengah jam berikutnya.
“Aku pergi ke Murata ya Ma”
“Ya sudah pergi sana… cepat kembali ya” Sambil pura-pura tidak tahu, dan tidak tanya.

Begitu pulang, dia langsung sembunyikan coklatnya di laci, dan mengambil kertas untuk menggambar. Aku sengaja tidak mendekati dia. Sampai temannya datang ke rumah.
“Eh kamu… udah beli apa untuk ibu kamu?”
“Hmmm belum… tapi di TK buat gambar”
“Aku dong… udah beli coklat untuk mamaku” Diucapkan di kamar seeblah kamarku…. Oi Nak.. ada mama nih di sini.

Dan betapa marahnya dia, waktu Kai menemukan coklat itu di laci, dan membawanya padaku minta dibukakan. Aku ingin tertawa dan menangis bersamaan melihat kotak coklat yang bertuliskan dengan spidol “Mama… terima kasih….” Sambil berkata pada Kai…. “Ini punya kakak!”
“Rikuuuuu…. ini Kai ambil barang kamu loh” sambil pura-pura tidak baca. Kai mengejar Riku keluar kamar, dan di luar Riku memarahi adiknya, “Kai… INI KAN AKU BELI UNTUK MAMA….. JANGAN AMBIL” (Dalam bahasa Indonesia). Dan terpaksa aku mengambil stock es krim di lemari es untuk menghibur dua bouya-ku, yang satu sedang marah, satunya lagi menangis.

Coklat dan gambar dari Riku

Ahhh setiap hari aku sering harus bertengkar mulut, menyuruh ini itu, melarang ini itu, mengurut dada melihat kenakalan mereka memporakporandakan rumah……. tapi setiap kali kusadari mereka itu anak-anak yang “melihat” ibu – bapaknya dan meniru kami.

Aku selalu tertawa setiap kali melihat Kai yang terdiam dari tangis kelaparannya jika melihat makanan. Persis ibunya. Dan selalu melihat sosok papanya pada Riku yang menunduk diam setelah dimarahi, dan berusaha mencairkan suasana dengan membuatkan sesuatu atau mengambilkan sesuatu untuk mamanya.  Meskipun setelah itu Riku akan datang padaku dan memelukku, “Mama, maaf ya. Mama tahu di dunia ini yang aku sayangi hanya mama seorang”. CARA INI KHAS RIKU.

Ah…. mempunyai dua anak sangat menyenangkan. Apakah dulu mamaku juga merasa demikian? Ketika membesarkan kami empat anak di sebuah rumah besar di Jakarta, yang kerap tak ada pembantu? Apakah mama juga pernah merasa bahagia memiliki aku, anak tertuanya, yang dengan kehamilanku membuatnya tak bisa bekerja lagi? Yang harus menangis ngidam mie ayam tapi tak bisa beli karena tidak ada uang?  Yang.. yang… yang… lainnya?

Ya mama… di hari ulang tahunmu hari ini aku ingin bertanya, “Apakah mama bahagia selama ini?” Apakah anakmu yang dulu sering berteriak, “Mama minta tambah ayamnya” padahal maksudnya bayam… sudah bisa membuatmu bahagia?

Kartu Mothers Day dari Kai yang dibuat di penitipan

Kartu Mother's Day dari Kai yang dibuat di penitipan

Betapa aku merindukanmu hari ini Mama.  Sayang aku tak bisa ikut pergi ke misa pagi, misa syukur hari ulang tahun yang merupakan kebiasaan keluarga kita selama bertahun-tahun jika ada yang berulang tahun. Tapi yang pasti aku berdoa di sini, agar engkau tetap sehat dan menikmati hari-harimu di Jakarta. Selamat menyambut usia 71 tahun dengan ceria, dikelilingi anak-anakmu dan cucu-cucumu di sana, dan di sini. Dan kita semua bisa sama-sama berdoa, hari ini, “Terima kasih Tuhan atas semua anugerahmu kepada kami, setiap detik kehidupan kami. AMIN”

Imelda usia 6 bulan di Bantaeng, Sulsel

NB:  Dan ntah bagaimana hari ini adalah hari Perawat …sedangkan mamaku adalah mantan perawat. Aku juga ingin berdoa bagi semua Perawat di dunia, semoga mereka bisa membantu penderita sakit melewati hari-hari suramnya.

62 gagasan untuk “Menjadi Seorang Ibu

  1. Blogger Senayan

    apa kabar mbak imelda
    menjadi ibu memang kodrati wanita,
    kebahagiaan memang terkadang datang belakangan….
    memang manusia harus terus belajar tentang kodrat dan misteri kebahagiaan
    met menjadi ibu yang top markotob, heheheh

    Blogger Senayan´s last blog post..Namaku Septi ….Tanpa Tank

    Makasih banyak shalimow…
    EM

    Balas
  2. Miko P

    Slamat ulang tahun juga buat Oma Riku dan Kai, waduh dua jagoan sudah bisa dibanggakan ya. Selamat segalanya deh……

    Terima kasih,
    Miko ngga ada blog ya? Terima kasih loh atas kunjungannya selalu.
    Really appreciate
    EM

    Balas
  3. marshmallow

    walaupun terlambat dua hari, saya mengucapkan selamat hari ibu buat mbak imel dan seluruh ibu yang membaca tulisan ini.
    mbak, anak adalah cerminan orang tua, cmiiw. riku dan kai yang cerdas dan kritis tak lepas dari peranan orang tua, yakni mbak imel dan kak gen.
    salut pada kalian berdua.

    marshmallow´s last blog post..Berbisiklah…

    Terima kasih banyak bu dok….
    I am a happy mother
    EM

    Balas
  4. marshmallow

    walaupun terlambat dua hari, saya mengucapkan selamat hari ibu buat mbak imel dan seluruh ibu yang membaca tulisan ini.
    mbak, anak adalah cerminan orang tua, cmiiw. riku dan kai yang cerdas dan kritis tak lepas dari peranan orang tua, yakni mbak imel dan kak gen.
    salut pada kalian berdua.

    Balas
  5. marshmallow

    lha, komentarku kok dua kali hilang mulu ya?
    what happens aya naon ya, mbak?
    dimoderasi?
    ya, pokoknya happy belated mother’s day deh, mbak.
    riku dan kai betul-betul mutiara hati mbak imel dankak gen deh.

    marshmallow´s last blog post..Berbisiklah…

    Balas
  6. AFDHAL

    so sweet…
    berbahagialah mempunyai anak yang pinter2…
    mudah2an anak2ku nanti seperti mereka.
    Aminn

    (kapan yo??) 🙂

    AFDHAL´s last blog post..Hallooo

    soon Dhal…. soon ….
    semoga lancar semua persiapannya

    EM

    Balas
  7. racheedus

    Ketakutan saat sakit melahirkan dan betapa repotnya saat mengasuh anak, memang sering menjadi pilihan alasan sebagian wanita untuk tidak “memiliki” anak dan menjalani hidup hanya berdua dengan sang pasangan. Namun ketakutan itu ternyata lebih merupakan sesuatu bayangan yang ada dalam kepala mereka. Saat dijalani, semuanya tak seburuk yang dibayangkan, kan Bu? Justru kebahagiaan sebagai ibu tak bisa diukur dengan apapun.

    racheedus´s last blog post..Tak Punya Uang

    Karena Tuhan sudah menyediakan apa yang cocok dan layak buat kita ya pak. Terima kasih loh atas kedatangannya.

    EM

    Balas
  8. achoey

    Aku salut padamu Bu
    Salut atas peranmu yg tulus dan hebat itu

    Kau adalah ibu pilihan
    Selamat

    Wah Aa…. soal tulus atau hebat saya tak bisa bicara apa-apa, tapi yang saya tahu hanya menjalankan apa yang sudah diberikan Tuhan.
    Masih terus berusaha dan belajar menjadi ibu yang baik.

    EM

    Balas
  9. piepiet

    hello mbk imel.. 🙂
    jadi ibu seru bngt ya…
    hhhmmm….
    aq nanti kalo jd ibu gimana ya… 🙂

    buat semua ibu yg ada di dunia..
    *termasuk mbk imel dan ibu ku*
    teteplah semangat menjaga dan mendidik anak2 mu 🙂

    piepiet´s last blog post..Big Hug 4 My Mother 🙂

    Semua pasti bisa menjadi ibu piet. Asal tulus dan tidak egois….
    dan aku yakin kok teman-temanku semua bisa.
    EM

    Balas
  10. Harjo

    Karena sedari kecil dekat dengan nenek, jadinya enggak tahu 🙁

    Harjo´s last blog post..Facebook: ketika masa lalu tak lagi jauh

    Iya Harjo, ada kalanya kita memang tidak bisa hidup bersmaa ibu kita. Tapi kita bisa anggap semua orang yang mau merawat dan membesarkan kita adalah ibu kita…. betapa besar jasanya.
    EM

    Balas
  11. Lala

    Aku belum tahu bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu; apalagi seorang Ibu seperti Sis Imel yang tidak dibantu asisten sama sekali. Mudah-mudahan aku bisa menjadi ibu sehebat Sis, sehebat Mami, dan sehebat ibu-ibu yang lain…

    Salamku buat Oma, ya, Sis…
    Semoga selalu dilimpahi kesehatan…

    Makasih la, udah aku sampaikan
    EM

    Balas
  12. hilda

    postingannya mengharukan sekali..

    saya terkesan dengan kalimat ini :
    tapi setiap kali kusadari mereka itu anak-anak yang “melihat” ibu – bapaknya dan meniru kami.

    hilda´s last blog post..Selamat Ulang Tahun

    Ya hilda, karena itu kita harus hati-hati dalam bertindak
    EM

    Balas
  13. nh18

    EM …
    Believe Me … dia pasti bahagia melihat anak-anaknya …
    SO do not worry too much …
    Doakan saja dari jauh …
    Call Her …
    Say Hi …
    It is more than enough for her …

    BTW :
    “Ini kan aku beli untuk Mama ” … (dalam bahasa Indonesia )
    Saya terharu sekali EM membaca ini …
    Karena :
    #1. dia sangat menyayangi mamanya … (dia tau walaupun suka dimarahi … Mamanya sangat menyayangi dia )(anak itu punya indera ke 6 untuk merasakannya)

    #2. dia berkata dengan bahasa Indonesia … bahasa Ibunya … wow ini kelihatannya simple tapi … sangat dalam artinya lho EM …

    Eniwei … Berbahagialah EM menjadi seorang ibu dari “jewels” yang luarbiasa itu … Riku dan Kai …

    Salam saya

    nh18´s last blog post..THE BIGGEST LOOSER

    Ya mas…. aku bahagia punya jewels yang luar biasa. Dan soal bahasa itu, aku memang amat sangat bahagia mendengarnya. Dan mas bisa mengerti. Aku sudah telepon Oma, dan waktu aku bilang, Selamat ultah ke 71, dia bilang…..”71??? orang aku ultah ke 17…sweet seventen.”
    EM

    Balas
  14. vizon

    wah, sorry telat nih…
    selamat hari ibu buat bagi seluruh perempuan di muka bumi ini… kalian memang patut untuk dimuliakan…

    selamat ulangtahun juga buat omanya riku dan kai… semoga senantiasa diberi kesehatan dan kebahagiaan…

    vizon´s last blog post..pilihan

    Balas
  15. Tuti Nonka

    Waktu umur 17 tahun (32 tahun yang lalu, saya suka sekali nonton film “Little House in The Prairie” yang ditulis oleh Laura Ingalls Wilder dan diputar sebagai film serial di TVRI. Saya beli semua novelnya yang diterbitkan oleh BPK. Saya simpan, karena saya ingin anak-anak saya kelak membaca novel yang sangat indah itu. Ternyata, dua (calon) anak saya diambil kembali oleh Yang Maha Kuasa ketika masih dalam kandungan. Tapi novel-novel Laura Ingalls sampai sekarang masih saya simpan.

    Begitulah jalan hidup manusia …

    Selamat menjadi ibu, Mbak Imel. Sungguh karunia yang luar biasa memiliki dua anak lelaki yang cerdas, tampan, dan lucu seperti Riku dan Kai. Mereka adalah permata-permata kehidupan yang tak ternilai harganya.

    Selamat ulang tahun buat Mama, semoga Mama selalu dikaruniai kesehatan dan usia panjang sehingga bisa melihat cucu-cucunya besar, membelai dan mengelilingi beliau dengan cinta kasih yang tulus.

    Tuti Nonka´s last blog post..Ultah Koalisi

    Balas
  16. edratna

    Imel, mempunyai anak membuat kita tegar menghadapi sesuatu. Di saat kita lelah bekerja atau sepulang kantor, kelelahan itu langsung hilang melihat kenakalan dan kelucuan anak-anak.

    Dan kedekatan anak-anak ini bisa berlanjut sampai dewasa, saya paling suka memeluk si bungsu sambil mendengarkan dia cerita, atau juga mendengarkan cerita si sulung. Yang dulu katanya, setelah anak-anak besar, kita menjadi agak jauh, ternyata tak berlaku buatku. Dan karena merekalah aku kuat menghadapi segala rintangan didepanku.

    Selamat Ulang tahun buat mama nya Imel, saya percaya mama pasti bangga pada Imel.

    edratna´s last blog post..Pengalaman selalu menyisakan pembelajaran

    Balas
  17. aurora

    halo mbak(ato manggil kakak ya?) salam kenal…
    aku tau blog ini dari bang imoe.. katanya dia punya temen…

    kapan kapan mapir dong

    Balas
  18. kimiyo

    Selamat ulang tahun Mama !!!
    Aku juga dari pagi udah bayangin mungkin pada keluarga pergi misa SELAMAT ULANG TAHUNnya Mama seperti dulu aku ikut di Jakarta. Kangen juga mama. Tolong sampaikan salam manis dari kimiyo coutrier sama Mama yaa ! ^^

    Balas
  19. marsudiyanto

    Saya bersyukur, saat menulis ini saya masih bisa bersama Ibuk saya dan Ibuk mertua saya, dua “momongan” yg kini mengisi hari2 saya.
    Ibuk saya 73 tahun, saat ini ada di rumah saya (walau mulai nggak krasan karena udara panas dan mulai minta di antar pulang), lalu Ibuk mertua saya yg saya nggak tau umurnya, tapi masih bisa pulang pergi sendiri ke tempat saya, walau nggak mau menginap di rumah saya karena selalu teringat ayam dan bebeknya…
    Selamat buat keluarga Bu EM, semoga sehat selalu!!!

    Balas
  20. mang kumlod

    Selamat ulang taun Mamanya Imelda. Senengnya banyak temen yg berulang taun di bulan May… 😛 (Mei-Juni-Juli, banyak bgt yg ulang taun)

    Riku-chan, melankolis banget sih kamu…

    Balas
  21. Muzda

    Menjadi Ibu ??
    Aku sepertinya lebih takut membesarkan dan mendidik dari pada melahirkan ..

    Pernah, waktu Kakakku lagi bukaan pas mau melahirkan, di tengah erangan dia teriak,, “Muzda, cuma kamu yang belum rasain sakitnya ini..”

    Gubrak !!
    Aku langsung diusir sama suster, katanya yang belom nikah gak boleh di dalam

    *aku juga berpiir begitu, apakah Mama bahagia punya anak kaya’ aku ?*
    Ya, dia pasti bahagia, tapi apa dia bahagia melihatku begini ??*

    Muzda´s last blog post..Untuknya Kenangan Ini Kutuliskan

    Balas
  22. olvy

    speechless…

    aku amat sangat terharu membaca postingan ini *sambil ngelus perut*
    mendidik anak emang ga mudah tapi memang sudah tugas orangtua untuk menyiapkan generasi selanjutnya dengan sebaik-baiknya.
    setuju dengan emy chan deh ^^

    olvy´s last blog post..Lelaki itu…

    Balas
  23. budi

    aku jadi pingin juga bertanya pada ibuku dengan pertanyaan yang sama….
    saya membaca postingan ini merupakan suatu nasihat untuk saya, beberapa hari ini aku gak nelpon ibu di jawa
    makasih

    budi´s last blog post..HUJAN ASAM

    Balas
  24. -moRis-

    mmm…Miss mom jadinya,
    jd pengen tanya,”Mom..are u happy because of me?”

    I love child..!
    Pngen jd Mom yang baik, walaupun blon siap..
    hehe…
    Anaknya cakep” kk…:)

    Balas
  25. Kombor

    Selamat ulang tahun untuk nenek Riku dan Kai.

    Hmm… saya tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu 🙂

    Kombor´s last blog post..Koalisi Partai Demokrat Koalisi Timun Wungkuk

    Balas
  26. elindasari

    Mbak Imelda, senang membaca tulisan2 mbak Imelda seputar keluarga, anak-anak dan kesibukan lainnya. Hem…begitulah anak-anak, terkadang mereka menyebalkan karena kenakalan mereka, tetapi terkadang sekaligus menyenangkan bahkan sering mengharukan kita, bila mereka dapat melakukan hal-hal diluar dugaan kita…sesungguhnya mereka adalah anak-anak yang pintar dan lucu dan semoga nantinya anak-nak kita bisa jadi sosok yang mandiri dan senantiasa berbakti kepada kedua orangtuanya. (Wah jadi panjang ceritanya mbak…saya juga sudah punya 2 orang jagoaan seperti mbak Imelda lho, masing2 berusia 9,5 thn dan 2,5 thn).

    Oyach mbak Imelda “Happy Birthday” dan salam buat sang bundanya yach, semoga diberkahi kesehatan & umur panjang juga kebahagiaan. Amien.

    Ok, mbak Imelda sampai jumpa, peluk dan cium buat Riku dan Kai yang lucu yach…muuuahhhh 🙂 🙂 🙂

    Best regard,
    Bintang

    elindasari´s last blog post..ENJOY YOUR DAYS…every days in your life !

    Balas
  27. DV

    Selamat ulang tahun buat ibumu, Imel.
    Ia sungguh wanita berbahagia karena punya anak seenerjik kamu dan cucu-cucu yang menggemaskan 🙂

    *selamat hari ibu nya udah di postingan sebelumnya hehehe*

    DV´s last blog post..Upil

    Balas
  28. p u a k

    Seneng aku baca tulisan ini.
    Kalau Riku seperti papanya, Kai seperti mamanya..
    Anakku Flo, wajahnya mirip suamiku,… kelakuannya persis sepertiku dulu.

    Selamat ultah untuk mamanya Mbak Imel..
    Selamat hari ibu juga..

    (p.s. kayaknya dah lama gak liat mbak Imel di blogku.., apa khabar, buuuk.. 🙂 )

    p u a k´s last blog post..mmm….

    Balas
  29. suryaden

    cerita yang membuatku terheran-heran, betapa teman saya ada yang sembilan tahun merindukan memiliki anak, hingga hidupnya serasa ditusuk jarum ketika teman lamanya bertanya “sudah punya momongan berapa?’, wow, memang persepsi dan penghargaan kita akan kehidupan dan kemanusiaan memiliki kacamata dan ketakutan yang sangat beragam ya…

    Balas
  30. Eka Situmorang-Sir

    Nitip salam ULANG TAHUN mbak untuk ibunda.
    Heeem… mendengar cerita mbak soal menjadi ibu..
    sepertinya indah (tersentuh oleh kelakuan Riku dan Kai)
    But keknya mesti posting lebih byk lagi biar saya berubah pikiran untuk mau punya anak ahhahhaa.
    Skr masih pengen bebas 😉
    mungkin kalau sudah waktunya ya.. kayak mbak EM 🙂

    Balas
  31. prameswari

    Bersama mama selalu membahagiakan
    Bersama mama selalu nyaman dan aman
    Bersama mama selalu terasa lengkap

    membaca postingan mbak Imel jadi berpikir juga ; sesuatu yang belum pernah kutanyakan sama mama; apakah anaknya ini sudah bisa membahagiakan beliau…..jadi kangen…..

    Selamat Ultah buat mama mbak Imel ya… semoga selalu dikasih sehat dan panjang umur

    prameswari´s last blog post..Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"

    Balas
  32. Ria

    Jadi kangen sama mama
    jadi pengen jadi seorang mama…
    ahhh mbak imel betapa beruntungnya dirimu 😀

    btw…mbak imel pernah tinggal di SULSEL???
    itu kan kampungku…hehehehe

    Ria´s last blog post..Jadi IT Project Manager Gadungan

    Balas
  33. Retie

    aku cuma bisa menangis terharu baca cerita tante tentang Riku.
    kapan ya aku bisa jadi seorang ibu??

    Meskipun telat, met hari ibu ya tante. Titip salam untuk Omanya Riku juga selamat ulang tahun. 2 nenekku juga mantan perawat 🙂

    Balas
  34. Ozan

    Selamat hari ibu…
    Oya Bu… Saya selalu bertanya-tanya, dan sering bertanya sama kawan bahkan yg sudah tua, “Bagaimana rasanya punya anak?” Seberapa besar sayang sama anak?
    Sering kita melihat, pertengkaran suami-isteri hingga cerai jalan keluarnya tak masalah, yang masalah “Aku yg berhak atas anak-anak ku” kata suami atau isteri.
    Entah karena seperti yg ibu bilang, “Suka anak-anak? well, suka tapi tidak terlalu, meskipun tidak bisa dibilang benci anak-anak”,
    Anehnya ketika aku pulang ke kampung, dan setelah salaman sama mamak, aku langsung berkata, si Adek mana? Setelah menyerahkan sedikit oleh-oleh, cipika-cipiki,aku langsung mengajaknya jalan2 pakek motor. Apakah ini rasa sayang?
    Yg jadi penasaran saya, Kok aku ngak kangen ya ketika sudah balik ke habitat aku. Kadang, kawanku bilang, Ia kangen keluarga? Ciye… Dah lama ngak jumpa itu, sama istri biasa! “AKU KANGEN SAMA ANAKKU” DAN &$@*(&*%&%@*
    Hehehe… maa Bu Imel, kepanjangan curhatnya…

    Ozan´s last blog post..Perahu Agung Pengantin Baru

    Balas
  35. Ozan

    Ada yg tinggal si ‘Adek’ itu ponakan pertama saya…

    Ozan´s last blog post..Perahu Agung Pengantin Baru

    Balas
  36. mancing gembira

    mbak, aku terharu baca tulisan ini
    tiap hari aku teringat mama dan papaku yang belum setahun pergi meninggalkan aku dan adikku untuk selamanya.
    menyesal rasanya belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku.
    kebayang betapa beratnya membesarkan aku dan adiku. aku dan adikku nakal banget, sementara mamaku harus bekerja dari pagi hingga tengah malam untuk membantu papaku yang penghasilannya pas-pasan. :((
    terbayang masa2 indah bersama mereka.

    Btw, mbak pernah tinggal di sulsel juga yah?

    Balas
  37. Kiki

    setdah kak.. karna baru kemarin aku nemu site kk ini lagi,sekarang mumpung anak2 lagi maen di park halaman sekolah ,aku random iseng baca2 tulisan kk, eh ini bacaan ke dua untuk hari ini,bawaannya kok melowwww gini sih kakak?? tulisannya dalem banget, bener2 ketinggalan kereta aku untuk tulisan2 kk, hampir 2 thn aku ga ada waktu untuk rilex baca2 posting2 seperti ini kak,,, mungkin kalau strugle sudah lewat akhirnya hatipun jd perasa yah kak? akhir2 ini aku cepat terharu (sampe kadang ga bisa napas) walau untuk kebahagiaan kecil, cerita melas dikit.. apa aku masih waras kak?

    Balas
  38. vee

    whewwww…..its such a lovely story. senengnya punya anak yg sayang sama mamanya. aku ibu satu anak yg belum genap satu tahun, skarang hobinya browsing, nyari2 ilmu tentang cara terbaik membesarkan anak…:D. i’m really wanna be a good mom or dying to try too. jadi ibu emang ga ada sekolahnya ya mbak :D. kapan-kapan boleh dunk berbagi tips tentang membesarkan anak.

    Balas
  39. marvy yunita

    terharu dan sempat berlinang air mata. jd ingat ibu yg sudah meninggalkan kami 18 th yll waktu kami masih butuh2 nya ibu. sekarang aku dah jadi ibu seorang putri yang sangat aku nikmati. Seneng, bahagia, sebel, susah, jengkel dan kejutan2 lain-lain waktu berlalu mendidik anak. sabar, ikhlas, doa dan harapan penguatnya. Ibu yang kuat akan dapat mengantarkan anak menjadi sukses. Salut buat semua ibu ….

    Balas
  40. narpen

    ampun deh tante..
    *berkaca2 di lab*

    mengharukan sekali…
    manisnyaa…
    huhuhuhu…
    huhuhuhu…
    -speechless-

    semoga Ibuku jg bahagia memiliki aku..
    huhuhu…
    .-= narpen´s last blog ..Senyum untuk Ibu =-.

    Balas
  41. Herfina

    Mbak Imelda, aku sampe nangis loh pas baca bagian ttg Kai yg nemu coklatnya Riku trus minta Mbak bukain, hehe.. Senang ya punya anak, jadi pengen juga ;p

    Balas
  42. NRifa

    *aku boleh kan tersenyum dulu ya..setelah membaca diatas*

    Aku mengharapkan bisa seperti mamiku, juga seperti mbak Imelda, dan juga pertanyaan yg sama untuk mami ku, apakah mamiku sudah bahagia dengan apa yang telah aku berikan selama ini..

    Thanks ya mbak untuk postingan ini dan sekalian, maaf baru sempat baca baca dan akan baca terus dan terus 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *