Hari Pertama 2012

Hari Pertama 2012

Aku mendapat sebuah pertanyaan “siapa sich pencetus ide pertama kali perayaan tahun baru ??… Jepang menetapkan tanggal 1 Januari sebagai hari permulaan tahun dan menjadi hari libur nasional sejak tahun 1948 bulan Juli yang tertuang dalam UU Libur Nasional. Sebenarnya Jepang mengikuti kalender Cina (tentu saja) Tapi sejak restorasi Meiji 1873, Jepang menjadikan kalender gregorian (kalender barat skr) sebagai acuan kehidupan. Karena itu Eto (Shio) Jepang mulai berbeda dengan Shio China yang dimulai waktu Imlek (Tahun Baru China) seperti yang sudah kutulis di sini juga.

Nengajo Kartu tahun baru deMiyashita tahun 2012

Tutup tahun 2011 deMiyashita, seperti dua tahun yang lalu dilewatkan di Yokohama, di rumah ibu dan bapak mertua. Setelah aku flashback kembali, ternyata tahun lalu kami tidak melewati tahun baru bersama mereka. Dan kemudian ada kejadian gempa bumi, meskipun aku tidak mau menghubung-hubungkan kebiasaan keluarga dengan sebuah musibah, tapi aku memang selalu mementingkan keluarga dan sedapat mungkin melewati hari-hari bersama. Biasanya orang Jepang (ibu-ibu) malas melewatkan tahun baru bersama keluarga, karena harus masak-masak makanan khusus tahun baru. Atau menantu tidak mau melewatkan tahun baru di rumah mertua, karena hubungan mereka yang tidak harmonis, takut dicela masakannya tidak enak bla bla bla… Untung saja ibu mertuaku memang baik dari sononya, jauh sebelum kami menikah. Cocok deh sifatku dengan sifat ibu mertuaku ini. Sama-sama…. tomboy 😀

So, kami berangkat dari Nerima sekitar pukul 2:30 siang membawa masakan osechi, masakan tahun baru yang kubuat (dengan susah payah asal-asalan hihihi) , dan sashimi yang sempat kubeli di toko pagi harinya. Karena ikan mentah harus beli yang sesegar mungkin dan dimakan dalam hari itu juga, jadi aku beli pukul 11 siangnya. Kami sampai pukul 4 sore, dan aku bersama Achan (sebutan untuk ibu mertuaku) mempersiapkan makan malam. Tahun ini diawali dengan sashimi + sake tentunya, dan diakhiri dengan yakiniku.  Karena capai berhari-hari menyiapkan tahun baru (bebersih dan masak) aku dan Achan langsung teler dan tertidur pukul 9:30 malam, sedangkan 3 boys nonton TV terus. Tapi anehnya aku terbangun persis pukul 12:02, melihat jam dan melihat ada email masuk dari Jakarta. Jadilah aku dan Kai (yang terus terbangun) skype-an dengan keluarga di Jakarta sampai pukul 1: 00 (mustinya tunggu sampai jam 2 sih supaya Jakarta pas jam 12 ya)

sashimi

Hari pertama ngapain aja? Seperti biasa sarapan jam 9:30 diawali dengan ritual memberikan sesajen/sake baru di kamidana (altar Shinto) dan  butsudan (altar Buddha), serta menyalakan dupa. Kami mulai sarapan dengan minum Otoso, sebuah ramuan herbal dicampur sake atau mirin. Ramuan herbal itu sekarang sudah praktis hampir sama seperti teh celup, yang dimasukkan dalam “ceret” khusus berisi sake/mirin panas. Anggota keluarga (bapak mertua) minum pertama, lalu dilanjutkan oleh Gen, ibu mertua, lalu aku, dan terakhir Riku, sebagai cucu/anak tertua. Kata Riku : pahit! Namanya juga obat hehehe.

Otoso, minuman pertama di tahun baru untuk mencegah penyakit

Otoso ini diyakini dapat menangkal penyakit yang datang pada anggota keluarga. Semacam pencegah bibit penyakit yang mungkin menyerang, dan merupakan tradisi dari China. Aku sih menikmati ceret dan sakazuki (cawan untuk sake) kepunyaan ibu mertua yang antik dan berwarna emas. Meskipun sudah moderat sekali, keluarga mertuaku masih taat menjalankan kebudayaan Jepang. (Dan aku belajar untuk melanjutkannya…tentu saja)

osechi

Kami makan osechi ryori, masakan khusus tahun baru, yang kebanyakan rebusan yang manis-asin. Setiap masakan tentu mempunyai artinya masing-masing yang bisa dibaca di sini. Setelah itu kami pergi ke jinja (kuil Shinto) untuk hatsumode (berdoa pertama) sambil mengajak Dai, anjing mertua untuk jalan-jalan. Aku menunggu di luar kompleks jinja bersama Dai, karena kami tidak mau membawa anjing ke dalam antrian yang panjang itu. Memang ada beberapa orang yang antri bersama anjingnya, tapi kami tidak mau mengganggu orang di sekitar kami. Sementara Gen, Riku dan Kai antri untuk berdoa, aku menunggu di gerbang keluar Jinja itu. NAH, persis saat itu pukul 2:28 aku merasakan lonjakan tanah di depanku, karena aku berada di bawah tangga batu. Gempa! dan cukup lama. Tapi seperti biasa, orang Jepang tidak ada satupun yang berlarian panik…dan mungkin juga tidak sadar hehehe. Setelah pulang ke rumah baru tahu bahwa gempa yang terjadi tadi itu setara dengan 7 SR. Wah hari pertama sudah mengalami gempa pertama.

Jinja waktu gempa dan omikuji (ramalan) Riku tahun ini: daikichi (Untung besar)

Bagaimana hari pertamamu? Aku sih pokoknya selama di rumah mertua benar-benar bisa istirahat, kucchane (makan dan tidur terus) dan …sama sekali tidak ada semangat untuk menulis blog 😀 Jadi tulisan pertama ini aku tulis setelah kami kembali ke rumah kami di Nerima.

Selamat Tahun Baru ya….

santai di hari tahun baru

 

26 Comments

selamat tahun baru ya mbak!!!
aduh itu sashimi nya menarik banget… 😀

di supermarket jepang disini juga terima pesenan2 makanan2 buat taun baru gitu. paketan. sempet tertarik pengen nyobain, tapi mahal2. jadi gak jadi deh. hahaha.

btw saya ada ngirim xmas card, nyampe gak ya mbak?

mbak, sashimi dan menu masakan lain itu menggoda banget. nggak ada fotonya Dai ya? 😀 😀 aku tahun baru ke rumah temannya oni yg tinggal di jepang. (bisa nebak kan? hehehe). jadi dapat cerita2 ttg jepang. dan makan di rumahnya. masakan ibunya enaaaak… 😀

Ramalan untuk Riku untung besar? Pastilah, sesuai postur orangnya juga kan hehehe

menyenangkan ya mba, makan tidur makan tidur, bener2 istirahat, jauh dari rutinitas,
klo aku? tetep sih kerja, cuma beberapa jam saja menghabiskan waktu dengan bapa.

saya salut sama mba Imelda yang bersemangat meneruskan tradisi keluarga, sementara di Indonesia sudah semakin banyak orang yang meninggalkan tradisi yang dianggap bertentangan dengan agama 🙂 padahal unik kan yaaa …

MET TAHUN BARU ya mba,s alam buat Riku, Kai dan mas Gen 🙂

Suka sekali aku dengan cerita ini; tentang kebersamaan keluarga; tentang tradisi leluhur yang terus dilestarikan meski sudah hidup di jaman modern, dan terutama tentang tekad Nechan untuk tetap melanjutkan tradisi tersebut. Bagiku, ini luar biasa…

Selamat tahun baru nechan…
Hari pertamaku di tahun baru? Bikin postingan baru dong, hehe.. 🙂

Ahhh saya suka sekali melihat Riku pakai Batik …
Semakin cakep anak itu …

Menjawab pertanyaan kamu mengenai hari pertama ?

Kalau saya … sekitar 70 – 80 % leyeh-leyeh … tidur-tiduran dirumah …

lalu sisanya yang 20 – 30% … itu untuk mandi … dan … makan … hahaha

Singkat kata … tidak ada acara khusus di rumah saya …

salam saya EM

Saya belum pernah makan sashimi, tapi makanan kedua itu yang berudang-udang sungguh menggoda iman 😀

Met tahun baru, BuEm, sukses dan sehat selalu yaa….

Memang sangat menyenangkan menghabiskan malam tahun baru bersama keluarga. Tahun lalu saya BBQ dengan ortu dan kakak adik. Tahun ini dengan mertua dan ipar hehehehe….gantian 😀

selamat tahun baru mbak!!!

wishing you & family a very happy & prosperous new year 😀

Hari pertama saya? Tewang di tempat tidur sampe jam 9 pagi gara-gara new year’s eve celebration, hahahahahahahah. Abis itu gowes perdana 2012 deh…& tidur nungging pertama di 2012 karena pantatnya kebas, kelamaan gak sepedaan, hihihihihihi

wah itu makan makannya mantabbb…

saya hari pertama selain tidur.. ya cuci mobil. hihihi..

karena tahun baru rasanya sama dengan hari biasa..

beda di kembang apinya saja.. #hiks..

Kebersamaan yang menyenangkan ya mbak EM,( bbrp waktu lalu sy coba ulang email dan cc ke alamat satunya, smoga jalur email lancar), Salam tuk Kai dan Riku yang sedang aktif2nya masa pertumnbuhan ya mbak

tak heran ibu2 malas masak osechi, variasinya itu banyak banget he..he…
hari pertama 2012 .. silaturahmi.. ngumpul di rumah kakak ipar…dan makaaaan he..he..

selamat tahun baru untuk de Miyashita..

Senang membaca ceritamu mbak, ternyata di Jepang masih banyak yang mementingkan berkumpul bersama keluarga… Jago masak pula mbak EM ini….
Mbak aku baru sekali makan sashimi… agak aneh sih karena mentah hehehee…

selamat tahun baru buat mbak dan keluarga ya. serem juga ya gempanya gede gitu, pas tahun baru lagi.
saya di sini tahun baruan cuman di rumah, ga da acara apa2. ditemani buku 😀

Pengen deh mba punya Omikuji, seru kyknya ya hihihii…
hari pertamaku jg di rumah mamah, kucchane jg, secara hujan terus seharian, pokonya pulang2 tambah ndut 😀

Satu hal yang bisa kita manfaatkan adalah kita gunakan momen ini sebagai saat yg tepat untuk mengevaluasi segala apa yg sudah kita lakukan selama 2011 yg lalu. Dan tak lupa membuat mimpi baru tahun 2012…

Selamat tahun baru Mbak, semoga tambah sukses…

wah,,, ramalan untuk riku, bagus sekali,, semoga terkabul ya mbak.. 🙂
aku juga hari pertama MaTi mbak, alias Makan Tidur.. haha..

Selamat tahun baru mbak Em
semoga keberkahan, keberuntungan dan kesehatan menyertai perjalanan di tahun ini…
sukses dan bahagia selalu… 🙂

waaddduuhhh makanannya sepertinya enak-enak bener mbak *laper* hehehe..

waaahhh 7 SR aja udah gak terasa yak? Kalau aku 1 SR pun pasti panik, soalnya gak pernah merain gempa di pontianak.. Mudah2an emang gak pernah sama sekali deh >.,

あけましておめでとう!
saya juga makan osechi ryori, mochi, dan dapet otoshidama dari kluarga tante disini..
kebetulan sedang sekolah bahasa di jepang..

Bacanya telat nih Imel…
Masakannya enak banget kayaknya…

Imel nggak bisa masak? Bagaimana pula dengan saya?
Untung ibu mertua baik, jadi saya dulu nggak masalah…sayangnya ibu mertua tak panjang umur, jadi saya cuma sempat ketemu selama 1, 5 tahun setelah menikah. Ibu mertua memberikan beberapa resep makanan kesukaan anaknya (suamiku), yang sekarang jarang dimasak lagi karena suami harus diet.

Iya, saat itu saya baca ada gempa di Tokyo….tapi melihat Imel masih menulis blog, saya asumsikan keadaan baik-baik saja. Agak sulit bw akhir-akhir ini, seringnya cuma baca sepintas dan tak sempat komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :