o.b.a.k.e

Tadi dini hari, Kai terbangun menangis dan mencari aku di kamar studioku. Begitu bertemu denganku, dia langsung berkata…..”obake….”
Aku menentramkan hatinya, “Tidak ada obake, yang ada mama”.
Entah sudah beberapa hari ini dia sibuk dengan kata “obake”. Pasti dia dengar di penitipan, karena kami tidak pernah mengatakan hal itu.Dan waktu Kai mengatakan “Obake”, Riku pasti mengatakan “Obake tidak ada!” (karena….dia juga takut …hihihi)

Obake adalah setan atau hantu… Dan terus terang saya tidak suka cerita setan/hantu di Jepang karena mereka banyak bermain dengan penggalan kepala berdarah-darah, tangan juga terpotong, wajah hancur. Mungkin ini disebabkan karena cara bunuh diri di Jepang itu lebih memakai pedang yang merobek perut. Atau terjun dari gedung tinggi. Jarang yang memakai cara bunuh diri yang “manis” seperti minum baygon, atau gantung diri.

aku bukannya ngeri karena hantunya, tapi malah eneg liat darah-darahnya

aku bukannya ngeri karena hantunya, tapi malah eneg liat darah-darahnya

Satu lagi yang perlu saya informasikan, kalau di Disneyland atau atraksi rumah hantu lainnya (dulu sekali pernah masuk di Dufan, sekarang masih ada ngga ya?)  kita menaiki kendaraan, lalu dibawa masuk melewati course yang ada. Nah, kebanyakan atraksi rumah hantu di Jepang itu kita harus BERJALAN sendiri dalam gelap. Jadi kalau terpaku tidak bisa bergerak, ya tidak maju-maju. Karena itu cocok sekali sebagai tempat nge-datenya pasangan-pasangan remaja (asal yang cowonya berani aja, kalo ngga ya …malu-maluin hahahaha)

Nah kembali ke Kai…. ternyata dia cukup takut dengan obake, dan tidak mau dibacakan sebuah buku Picture Book, yang paling terkenal di Jepang, yang menceritakan tentang obake. Judulnya “Nenai ko dareda”, “Mana anak yang tidak tidur?”… jadi ceritanya kalau tidak tidur, anak-anak akan dibawa pergi oleh obake…. yang lucu sih gambarnya hehehe.

Nenai ko wa dareda..... dibaca dengan suara bergetar, di tempat tidur, sambil matikan lampu hihihihi, yang ada anak-anak malah tidak bisa tidur :-)

Nenai ko wa dareda….. dibaca dengan suara bergetar, di tempat tidur, sambil matikan lampu hihihihi, yang ada anak-anak malah tidak bisa tidur 🙂

Jam berdentang…. dong…dong…dong….

Siapa yang masih bangun jam segini?

Burung Hantu?

Kucing hitam?

Tikus yang nakal?

Atau… pencuri?

Bukan….bukan…. tengah malam adalah waktunya HANTU

Ehh… ada yang masih bermain tengah malam begini?

Jadilah hantu

dan terbang ke dunia hantu….

Dulu Riku waktu kecil juga tidak mau membaca buku ini, tapi begitu berumur 4 tahun, dia justru mau menunjukkan keberaniannya dengan minta dibacakan.

(Terus terang aku juga suka takut kalau anak-anak, terutama balita bilang, “obake”, karena konon mereka masih murni sehingga bisa melihat apa yang tidak kita lihat…. Seperti keponakanku yang berkata, “Ma, itu om kok duduk di kamar tamu terus sih….?” hiiiiiiiiiiiiiiiii)

Kamu takut hantu? Ibuku selalu berkata, “Jangan takut pada orang yang sudah mati, justru kita harus takut pada mereka yang hidup, karena yang hidup lebih jahat…. bisa berbuat apa saja”. Dan… Ibuku termasuk yang bisa melihat hihihihi.

di Jepang perayaan halloween tidak semeriah di Amerika/Eropa

BTW, ada ngga ya Picture Book, atau cerita tentang hantu untuk anak-anak dalam bahasa Indonesia?

25 gagasan untuk “o.b.a.k.e

  1. nanaharmanto

    Mbak Imel sendiri merasa merinding nggak?
    Kata orang sih, kalau ada anak kecil bilang hantu, besar kemungkinan memang dia melihat sesuatu yang menakutkan, yang orang dewasa lain nggak bisa lihat. Kalau orang lain itu merinding, mungkin saja memang ada….
    Tapi kalau orang lain nggak merinding, si anak hanya bermimpi buruk.
    Aku juga pernah nulis semacam ini. Keponakanku bilang “hece” untuk “hexe” (jerman) sambil lari nubruk aku trus gelendotan terus nggak mau turun, sambil peluk aku kuat-kuat. Aku sih merinding banget, meskipun aku belum tau maksud dan arti kata itu. jujur, aku takut waktu itu…tapi untuk menenangkan keponakanku, ya sok-sok tegar aja hihi…

    Anak kecil memang jujur dan polos ya? mereka mengungkapkan apa yang mereka lihat meski belum bisa membedakan antara beneran atau mimpi.
    Trus Kai gimana? mau masuk kamar lagi?
    Biasanya sih, kalau masih ada, anak akan menolak masuk kamar itu lagi/tetep nangis.
    Ah, semoga Kai cuma mimpi ya?
    Mungkin momen semacam ini malah bisa dijadikan saat untuk ngajarin/ngajak anak balita berdoa….

    Eh, komenku panjang bgt yak…

    Balas
  2. nh18

    Dua Hal …
    #1.
    “Jangan takut pada orang yang sudah mati, justru kita harus takut pada mereka yang hidup, karena yang hidup lebih jahat…. bisa berbuat apa saja”
    Saya suka sekali nasehat ini … dan ini bener sangat

    #2
    Kalau KAI takut hantu … coba mulai dengan nonton “Casper deh EM … maybe menolong …
    bahwa hantu itu tidak perlu ditakuti …

    Salam saya

    Balas
  3. oni

    mbak imel.
    kalau di kampungku, hantu dan dunia gaib adalah bagian dari realitas. di kampungku ada dua kepala kampung, satu kepala kampung manusia, yaitu kepala desa, dan juga dukun kampung, yang menjadi mediator antara manusia dan dunia halus. dunia gaib dan dunia manusia hidup berdampingan. jadi kalau kita mau mengadakan hajatan, mesti minta ijin ke kepada desa dan juga dukun kampung.

    Balas
  4. aurora

    jadi malu nih, soalnya aku walaupun udah SMA, masih takut sama hantu….
    tapi aku suka hantunya jepang, soalnya darahnya itu lho, eksotis….
    daripada hantu indo, cara mati emang manis, cuma tetap aja sangat menakutkan….
    .-= aurora´s last blog ..Kawan, cita-citamu, sungguh…. =-.

    Balas
  5. budies

    saya lama gak silahturahmi ke sini… hiii datang-datang disuguhi hantu… ngeri juga ya. saya juga sering bingung gimana menceritakan/menjelaskan hantu pada anak-anak. seandainya tidak kita jelaskan mereka malah kdakpat infkormasi dkari yang lain
    .-= budies´s last blog ..MENULIS HANACARAKA DI WORD =-.

    Balas
  6. azaxs

    ngeri juga mbak.. hantu jepang atau indonesia sama2 ngerinya…

    ouw lagi halloween ya.. selamat merayaknnya 😉
    .-= azaxs´s last blog ..Dukungan Kepada KPK Terus Mengalir =-.

    Balas
  7. masnur

    Selamat malam Mbak Imel….lama sekali saya nggak kesini (mungkin malah dah lupa yg punya blog).

    Kalau soal hantu beberapa kali saya melihat langsung. Tak sengaja sih, terjadi begitu saja meskipun saat melihat tak merasakan apa-apa. Tapi begitu sadar dan hantunya pergi langsung merinding da berhari-hari kepikiran terus. Sampai sekarang juga masih ngeri kalau lagi teringat.

    Banayk berdoa saja Mbak sambil meluk Kai, karen ada kemungkinan memang lihat beneran.

    Balas
  8. Catra

    Saya jadi penasaran nih mbak, Hantu2 di luar negeri seperti apa ya? hehehe

    pasti mereka di luar sana gak mengenal apa itu kuntilanak, pocong dkk. Hantu khas indonesia khususnya. apalagi tuyul :mrgreen:

    Eh, tapi soal tuyul kayaknya ada loh…. waktu itu di Kyoto aku pernah baca. Nanti tanya Gen dulu deh, soalnya waktu itu pergi bareng.
    EM

    Balas
  9. Henny

    PB tentang hantu dlm B.I.? Ada dong… Kalo mbak Imel ingat, yang ngarang Tatang S. Komik tipis dengan tokoh Petruk – Gareng itu banyak bgt cerita tentang hantu. Orang jualan bakso, yang beli cewek cakep, seksi, bahenol…tapi kakinya gak napak di jalan hehehe, termasuk PB kah?

    Dulu waktu kecil, aku juga suka mimpi buruk dan terjaga sambil nangis2. Kalo siangnya bercanda/tertawa/capek kelewat batas juga bisa mimpi seram…

    Beda negara, beda bahasa, beda makanan, beda pula hantunya hehehe… Salam buat Riku; Peluk & cipika/ki buat adek Kai! Thanks mbak!

    Hmmmm komik tidak sama dengan Picture Book Henny…
    EM

    Balas
  10. vizon

    aku paling males nonton film soal hantu-hantuan nechan… bukan karena takut, tapi lebih kepada jijik. males melihat darah yang berceceran gak karuan… 😀

    afif punya novel anak-anak yang bercerita tentang hantu. awalnya ku pikir itu beneran, eh ternyata itu adalah cerita soal hantu yang dibuat oleh teman-teman sekolah, alias hantu gadungan, hehehe… bukannya takut malah lucu… 😀

    Balas
  11. wita

    disini mah, picture book kagak ada lucu2nya neechan…anak dijejelin sm crita2 mistis sih….
    tapi aku waktu itu liat sih di gramed satu buku yang rasanya pengen aku bakar saat itu juga. Lupa judulnya apa, tapi itu isinya semacam ensiklopedia hantu, nama-nam hantu, tempat bercokol, dna kebiasaannya, serta kampung halaman si hantu. Dilengkapi gambar lho (jadi picture book bukan ya?)

    Pas baca aku mikir, “ini penulisnya kurang kerjaan banget apa ya?”

    nggak pentiiiiinng hihihihi

    piss ah (^^)v
    .-= wita´s last blog ..Tentang Servis =-.

    Picture Book itu, kata-katanya sedikit, bahkan kalau bisa tanpa kata-kata supaya anak-anak berimaginasi.
    Hmmm definisi Picture Book pada belum tahu kali ya? Ntar aku cari deh.
    PB tidak sama dengan KOMIK, atau kamus hantu seperti yang kamu bilang.
    EM

    Balas
  12. Ria

    aku paling gak suka dengan film2 hantu asal jepang dan korea…idihhh beneran serem…kasihan kai pasti dia denger dari beberapa temennya.

    biasanya dulu aku klo selesai nonton film hantu bakalan nonton film komedi mbak biar balance…hehehehe…mungkin kai juga harus di bawah berkeliling dan main2 biar lupa sama hantu2 itu…;) rendezvous lagi???
    .-= Ria´s last blog ..Opsss…. =-.

    Balas
  13. Eka Situmorang-Sir

    Ya mbaaaak
    jangankan Kai, aku juga ngeri sama hantu!
    tapi omongannya mama mbak EM bener bgt kayak omongan mamaku hehehe…

    picture book di Indonesia belum ngtrend banget mbak, tapi nanti kalo ke toko buku ada, aku kabarin ya 🙂
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Change for Better Indonesia =-.

    Balas
  14. edratna

    Dulu saya takut dengan hantu, namun dengan makin berjalannya waktu, apalagi saat punya bayi yang setiap kali membangunkan kita di malam hari, lama-lama menjadi berani. Tuntutan pekerjaan yang sering ke berbagai tempat, yang kadang penginapannya sangat sederhana atau kalau tak bisa dibilang kurang memadai, membuat saya makin bisa menyesuaikan diri.

    Kadang si mbak atau lingkungan sering menakuti anak kecil dengan hantu agar tak nakal, cara yang amat sangat salah.
    .-= edratna´s last blog ..PCSM =-.

    Balas
  15. Ade

    Aku juga takut baca2 buku serem mba.. nonton film horor juga bisa diitung dengan jari hehehe.. takut ga bisa tidur abis nonton soalnya 🙂
    .-= Ade´s last blog ..Bedanya.. =-.

    Balas
  16. days of dee tresna

    obake – kowai desu ne, tapi obake pada picture book jadi kawai
    terus pada saat OBONG, menurut kepercayaan orang jepang, para roh-roh turun ke bumi mengunjungi keluarga mereka. itu termasuk obake kah???

    Balas
  17. Dewi Afriani Lubis

    kalo ak malah penasaran sama cerita dari buku “nenai ko dareda”……….semoga di indonesia ada yg jual,,,ak pingin bngt beli…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *