Bagi mereka yang tinggal/pernah tinggal di luar negeri pasti pernah merasakan kerinduan kampung halaman yang amat sangat. Ada salah satu cara menghilangkan rasa rindu, yaitu dengan “Aroma Terapi” yang sudah pernah saya tulis di sini. Tapi memang yang paling gampang lewat perut, langsung saja makan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu atau kampung halaman. Tidak usah “bau”nya saja hehehe.
Hari Rabu yang lalu, aku mendapat suatu “obat rindu” yang cespleng, padahal aku tidka sedang sakit rindu. Tapi entah kenapa, begitu aku membelainya, mengupasnya, dan… menggigitnya, memori langsung berhamburan.
Bukaaaan, bukan memori dengan pacar atau apa, tapi…memori di rumah di Jakarta. Sepiring bengkuang, jambu air, mangga, kedondong, dengan sambal rujak! Huh… sambil menuliskan ini saja kutahan air liur supaya jangan ngeces. Asal teman-teman tahu, kecuali mangga (ada dari Mexico dan Philipina) bahan-bahan rujak itu tidak ada di Jepang…hiks (kasiaaaan yah ….) . Yang paling banter bisa kubeli di sini hanya nangka/nangka muda kaleng, rambutan (tidak akan kubeli kalau untuk diri sendiri, karena aku alergi rambutan). Kolang-kaling, kelapa muda…yey itu mah bahan es teler, bukan rujak. So…. saya tidak pernah bisa makan rujak di Tokyo.
Temanku Akemi san, tinggal di Tokorozawa, Saitama dan dia menyewa sebidang tanah untuk ditanami. Dia memang hobi berkebun, padahal orangtua di kampung halamannya di Hokkaido sana adalah peternak sapi. Nah, Akemi san selalu memasokku dengan cabe rawit dan labu siam pada musim gugur. Kacang tanah (pernah kutulis di sini) dan kentang pada musim panas.
Tapi tahun ini, dia membawa susuatu yang istimewa, yaitu BENGKUANG, saudara-saudara. B-E-N-G-K-U-A-N-G! Nama Jepangnya YAMU IMO. Sayang cuma satu…. hihihi (masih mending dibagi ah mel… harus bersyukur!)
Saling senangnya menerima oleh-oleh dari Akemi san, aku cuci kacang tanah dan rebus, lalu aku cuci bengkuang yang masih penuh tanah itu. Kupas dan gigit sedikit….. AAaaaaaaahhhhh enaknya! Ngga akan keburu kalau mau buat sambal rujak, lagian bengkuangnya cuma satu. Jadi aku ambil gula pasir + kecap manis + cabe….. colek dikit…. hmmm yummy…. (Aku cuma kasih sepotong kecil pada Akemi san, karena rupanya dia belum coba hasil panennya sendiri hihihi) Dan …Akemi san berjanji untuk membawakan lagi… cihuyyy.
Untung kali ini Akemi san tidak membawa satu kardus labu siam (hayato uri), kalau tidak aku bisa mabok mikirin mau masak apa dengan sekian banyak labu siam. Memang orang Jepang tidak biasa memasak labu siam, tapi sebenarnya semua masakan yang memakai daikon (lobak) bisa digantikan dengan labu siam.
Jadi malam itu menu makan malam untuk Gen adalah, labu siam dengan ayam potong + santan sedikit. Dibuat sedikit pedas, taruh di atas nasi panas mengebul…. dan Gen makan banyak deh hihihi.
Jadi teringat aku mau memesan bahan makanan + kalengan + indomie di Bumbu-ya (bumbuya@yahoo.co.jp) , toko yang menjual bahan makanan Indonesia di daerah Musashi Sakai. Pemiliknya Kato Yumiko, sebelum menikah dengan Rusly, adalah mantan murid bahasa Indonesiaku. Yang membutuhkan file daftar barang + ongkos bisa menghubungi saya lewat email.
Hmmm semoga bau-bau masakan Indonesia selama bulan November dan Desember bisa mengurangi homesick karena tidak bisa bernatalan bersama ortu di Jakarta.
30 Comments to “Obat Rindu”
Add Comments (+)-
wah dikulkas saya sering nemu yamu imo bu tapi ngga berani saya cuil ,ekslusif milik mamanya ZIa

tapi kalau hayato uri, saya jelas dibagi ..
kalau saya ceritain aja, isi kulkas saya apa bisa jadi obat rindu bu .. hehehe
(sedang berupaya mengejar chance 4 bulan belajar ke Jpn nih, tapi syaratnya mesti bisa bahasa jpn dulu .. doain ya bu)
mascayo´s last blog ..No Posting No Blogwalking
[Reply]
-
Hihi terakhir aku bikin rujak kapan ya….biasanya sih selama nemu nanas suamiku bikin rujak…yang aku sempet pengen banget sebenernya jambu air, cuma ngga ada….kalo bengkoang kadang ada di toko asia….
[Reply]
-
hmmm saat ini aku lagi rindu gudeg, disini gak ada euy..
besok waktu pulkam cari gudeg ah…
Bro Neo´s last blog ..Apa yang Kamu Pelajari?
[Reply]
-
Itu namanya pucuk dicinta bengkuwang tiba … hahaha … Jangankan di Jepang, di sini saja saya jarang lho lihat, mungkin karena nggak pernah ngerujak ya?, kayaknya bengkuang cuma untuk dirujak … (ya iyalah mosok mau dibikin kolak …)
Oemar Bakrie´s last blog ..(sedikit) wisata kuliner di Perth
[Reply]
-
Bukan cuma di luar negeri kita merasakan kerinduan akan masakan dari negeri asal nechan… Aku juga mengalaminya di Jogja. Aku rindu sekali dengan masakan yang hanya ada di kampung halaman. Meskipun ada banyak restoran Padang, tapi rasa yang diberikan tidak sama seperti yang ada di daerah asal… Jadi, ketika ada kesempatan pulang kemarin, aku puas-puasin deh makannya. Akibatnya, balik ke Jogja, timbanganku nambah buanyaaak, hahaha….
Oya, dalam bahasa Minang, labu siam itu disebut JAPAN. sampai sekarang aku bingung kenapa kok disebut itu ya? apakah karena sayuran itu asalnya dari Jepang?
[Reply]
-
Aduuu….hhh….. Kasihan banget dech, mbakku ini. Udah jauh di rantau orang, rindu kampung pulak. Di sini enak lho mbak..! Kacangnya itu, crunchy banget. Gula merahnya itu, asli dari payakumbuh. Dan buahnya itu, segerr banget.
NB : Semoga bisa membuat mbak Imel iri….
[Reply]
-
Mbak, masih pengen rujak? Titip aku aja gimana? Biasanya kalau siang suka lewat tuh tukang rujak di depan rumah hahaha!
)Mbak, selama aku di Jakarta, aku juga suka kangen makanan yg bisa kunikmati dg leluasa kalau di Jogja atau Madiun: pecel (entah kenapa menurutku pecel Madiun rasanya beda banget…), mi jowo, gudeg, dawet suronatan, soto lamongan, dll … Ih, jadi pengen cepet Desember, cepet pulang, cepet makan… hahaha
)[Reply]
-
Waw …
Bukan main …There’s no such place like home
There’s no such “smell” like home
There’s no such dishes like homeSaya bisa mengerti … sebagai orang yang telah bertahun-tahun merantau di negeri orang … hal kecil seperti ini … bukan main efeknya …
Salam saya EM
(BTW … kok sama ya postingan saya tentang Obat juga … : tentang Obat Nyamuk …)
hehehe
nh18´s last blog ..OBAT NYAMUKIya mas, kok bisa sama -sama soal obat sih? Meskipun aku obat kehidupan, mas obat kematian (untuk nyamuk). Pasti mas nyontek ya? hihihi
EM
[Reply]
-
kalo saya menyukai rujak buah yang terdiri dari buah apel, pir, nanas, pepaya muda. Saran saja, kalo rindu mo makan rujak, pakai saja buah2an yang ada di Jepang mbak
[Reply]
-
Jiahahhaa… aku pikri obat rindu itu apaaaaa gitu… mhhhh tahu tahu ternyata hanya beberapa bongkah. Umbi dan Labuh toooh… eh salah nggak yah?
[Reply]
-
A-ha! Ketemu bengkoang sebiji kayak nemu harta karun, bahagia bgt! Kok gak doyan rambutan mbak? aku waktu hamil kmrn ngabisin 2kg rambutn sendiri hehehe sampe sekarang tetap doyan! Selera beda-beda ya!
Soalnya aku alergi rambutan, durian dan manggis. Jadi gatal mulut dan lehernya. Meskipun yang kalengan juga sama.
EM[Reply]
henny
Reply:
November 3rd, 2009 at 7:47 pmOuuw, maaf -aku baru tau soal alergi rambutan!
henny´s last blog ..Kue Sus… nyummy!
[Reply]
-
Weeeeeeee….. Ngileeeeeeeeerrrrrrr…. Aku kirimin krupuk mau Mbak? Krupuk ikan hehehe…
Kika´s last blog ..Tatkala teman baik susah di cari
[Reply]
-
Ngeliat labu siam + ayam potong + santannya jadi laper mbaa…Mendung+sejuk kaya gini
kayanya enak banget tuh pake nasi panas…ngeces mode on**
Oya, bulan lalu saya ke Bumbu-ya & ketemu sama suami istri yang empunya toko. Lumayan lengkap, jadi ga perlu jauh-jauh ke Ueno lagi tuk hunting `obat kangen` itu hihihihi..[Reply]
-
wah kalo saya kangen rumah mah sekarang gampang
tinggal naik mobil cepet2 n sampeee dehhh*manas2in.com*
Si Afdhal belum pernah ditimpuk Bagea ya?
EM[Reply]
-
Aih…sudah lama sekali nggak makan rujak. Ibuku jagonya bikin rujak di kompleks tempat tinggalnya. Hmm…mungkin ini saatnya mengirimkan wish list untuk lebaran haji ntar…hehehe
anderson´s last blog ..Hikayat Rentenirlebaran haji tuh kapan ya? kalo tahun depan, minta kirim ke Jakarta boleh? hihihi
EM
[Reply]
-
Tak terbayang kalo di luar negeri, baru di dalam negeri, terpisah pulau aja, rindunya sudah nggak ketulungan. Sayang, istriku tak bisa memasak masakan Banjar, jadi obat rinduku blm dapat kunikmati.
[Reply]
-
Jangankan mbak yg tinggal di jepang, aku aja dah lama banget ga ngerujak. Aku paling suka timun dan bengkuangnya.
Fanda´s last blog ..Hasil Kerja Keras 3 Tahun
[Reply]
-
mangga muda, kedondong, jambu, pepaya muda, bangkuang, ubi merah sambal kacang…..hhhmmmm… yummy… jadi kepengen ngerujak. Tapi gampang tante tinggal manggil aja. Bang…. rujak…. hehehehehe*bikin iri tante*
[Reply]
-
Bengkoang bisa bikin Mbak Imel ngeces …. hihihi …. Di pasar dekat rumah, bengkoang bertimbun-timbun Mbak, dan nggak bikin saya ngeces
Saya belum pernah tinggal lama di luar kampung halaman saya, jadi nggak bisa merasakan bagaimana kalau lagi home sick. Yang pernah saya rasakan adalah kangen setengah mati pada seseorang, sampai nangis deh (sambil membisikkan namanya) … hihihi … lebay …
Tuti Nonka´s last blog ..Wisata Pintar di TMII
[Reply]
-
Yaaaaaaaaaaaaaaaa sedih baca kalimat terakhirnya….

Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Personal Change To Be A Better Person
[Reply]






Met pagi mba imel…hihihi,,rekor nih comment pertama,,hahahaha
wadu..sambil baca aku ngeces juga nih..bengkoang nya pasti manissssss banget yaaa..(ces..ces..ces..!!)
Kayaknya makanan yg paling bisa ngobatin rindu deh mba,,hehe (dasar tukang makan!!)
By the way,,kalo dapat labu siam seKARDUS..tinggal sms aku mba..hahahahhaah (ngarep.com)
Have a nice monday ya bu,,
Lumayan dingin hari ini katanya,,
Whitaaaaaaaaa… waktu ketemu kamu aku lupa bawa labu siamnya… kan satu-dua cukup tuh. Buru-buru sih. gomenne.
Iya nih udah musti keluarin coat. Katanya tgl 3 bisa min 7 derajat ya hihihihi
EM
[Reply]
whita K
Reply:
November 2nd, 2009 at 7:41 am
ie daijoubu yo mba e..hihihi..
Biasanya labu siam aku ganti pake kabu,,lumayan nyerempet rasanya..haha
hahhhh 7 derajat..!! brrrrrr..Mudah2an matahari bersinar terangggggg,so anget2 kuku,,hehehe
[Reply]