Kerja Bakti

Kerja Bakti

Sebetulnya Oosoji bukan kerja bakti, tapi artinya Pembersihan Besar-besaran. Biasa dilakukan di rumah atau kantor/sekolah setiap akhir tahun. Ceritanya mau membersihkan kotoran selama satu tahun itu untuk menghadapi tahun yang baru. Tapi hari ini ada Oosoji di TKnya Riku karena penutupan kwartal 2 menghadapi liburan musim panas. Jadi Kerja Bakti deh…. Masing-masing orang tua pegang lap basah, dan bersihkan apa saja yang bisa dibersihkan. Ada yang bersihkan blok mainan, ada yang bersihkan kursi, kaca jendela, loker anak-anak, gantungan hand towel dll. Dalam sekejap semua bersih (dari semula sebetulnya sudah bersih sih).Coba kegiatan seperti ini dilakukan di sekolah Indonesia ya…..

Setelah kerja bakti itu, kita ibu-ibu disuruh duduk dan mendengarkan pengumuman-pengumuman ttg kegiatan yang akan dilakukan selama liburan musim panas dan kwartal ke tiga nanti. Yang pasti banyak pengumuman untuk acara Otomari-kai (menginap semalam bersama teman-teman. pertama kali anak-anak berpisah dengan ortunya dan menginap bersama) yang akan diadakan akhir Agustus nanti. Riku dapat kamar dengan 8 temannya yang lain, laki-perempuan campur dan guru pembimbingnya adalah Maiko sensei, guru dia waktu di TK 2. Maiko sensei ini cantik tapi disiplin banget. I like her and respect her, meskipun dia masih 24 tahun saja.  Untung deh Riku dapat gurunya dia.

Selain acara menginap bersama itu, kita membicarakan kegiatan hari olah raga di bulan oktober dan acara perpisahan nantinya (bulan Maret). Ihhh ngga terasa udah ngomongin wisuda-an TK… TK aja ada wisuda-an. (Ngga mau kalah sama anaknya mas trainer)

Selesai pertemuan PTA itu, kami pulang jalan kaki. Tadi pagi juga jalan kaki. Jarak dari rumah ke sekolah sebetulnya tidak jauh. 10 menit untuk orang Jepang biasa. 15 menit berjalan sambil dorong kereta bayi dan 20 menit jika tambah Riku. Tapi tadi pagi Riku lupa bawa baju renangnya, jadi aku terpaksa pulang ambil baju renang, dan kembali lagi ke TK nya antar baju renang itu. So hari ini aku 4×20 menit +2×15 menit jalan kaki deh….bisa ngurangin kadar lemak di badan ngga ya????

percakapan antara aku dan riku:

“Mama, aku boleh makan salad (potatoes) ini?”

“Boleh dong”

“Kan salada bagus untuk kesehatan ya”

“Tentu”

“Nanti Riku bisa jadi lebih pintar dari Mama”

“Memangnya mama pintar?”

“Iya dong. Kan mama sensei.”

“Hmmm iya ya Kalau senseinya ngga pintar, muridnya tidak jadi pintar ya”

*********************************:

Riku telpon Tante Mariko:

“Tante, kalau di depan orang yang kita suka, biasanya berdebar-debar ya.”

“Iya…itu wajar ”

(wah anakku udah curhat ke orang lain nih…..)

4 Comments

Makanya, EmiChan, sebelum keluar rumah harus timbang berat badan, terus setiap pulang timbang badan juga. Biar kerasa: hari ini naik apa turun berat badannya… *iki kurang kerjaan banget tho.. hehe*

Kayaknya sih kurusan deh..
Manisan deh…
Cantik deh… *biar ditraktir pas kopdar nanti.. wekekeke*

btw
kegiatan ibu-ibunya okey juga tuh ditiru.. selama ini kan yang kerja bakti biasanya anak-anaknya.. ibu-ibu ngegosip sambil ngemil pisang goreng dan ngegelar dagangan.. *hehehe, hiperbolis sekali ya…*

iya deh nanti aku timbang dulu sebelum pergi hehehe. Hey, kamu ngga bilang aku cantik juga aku traktir…. hehehe Starbuck yah….(Ada Tully’s Coffee ngga ya…itu lebih enak)

Hahaha… Dasar Riku, masa menyangsikan kepintaran mamanya. *Untung ga dijitak*

Kata Ade Rai, 30 menit jalan kaki (apa lari yah?) bisa membakar lemak (maap Bang Ade kalau saya salah ngutip 😆 )

hehhehe masalahnya kan lemak yang HARUS dibakar itu loh berapa banyak.

kalo dilakukan di Indonesia? ya gak bakalan bersih2 dong, soalnya pasti pada ngegosip semua..
..”10 menit untuk orang jepang biasa”.. emang ada orang Jepang yang luar biasa mbak ? 🙂

kita juga sambil ngegosip tapi tangan jalan terus loh. Sorry maksud saya 10 menit dengan jalan biasa. kalau dnegan jalan cepat mungkin 5-7 menit. FYI orang Jepang cepat jalannya. Orang Jepang jalan biasa 10 menit, orang Indonesia 15-20 menit loh. Ngga percaya? nanti liat cara jalan saya di mall hehehhee.

Jadi kepingin lomba jalan dengan Ime-chan di mall.
Nanti akan kubuktikan, meskipun aku tidak tinggi tapi bisa mengalahkan jalannya orang Jepun…
Hi hi…jadi semangat gini….

apa hubungannya tinggi badan dengan kecepatan jalan bang? orang Jepang kan juga tidak tinggi-tinggi lohh. Asal ngga ada Riku dan Kai, pasti aku lebih cepet (biarpun kayak gajah lari)….taruhan? heheheh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :