Puisiku

14 Jul

Hei….. aku belum pernah menulis puisi ya di sini. Kadang aku menulis puisi yang aku simpan untuk diriku saja. Sebagai intermezzo di blog ini aku pasang puisi yang pernah aku tulis beberapa tahun yang lalu.

Air Mata
tetes air mata
tanda rindu
menghias pipiku malam ini

tetes air mata
tanda cemburu
juga mengusik pikiranku

tetes air mata
tanda keangkuhan
atas usaha mengenyahkan hadirmu

berapa tetes air mata kuhabiskan
untuk hal-hal yang bodoh
tapi itulah hati seorang wanita
tak dapat kusangkal lagi

(ternyata aku masih wanita —– and trying to write something sweet)

**imelda**

13 Replies to “Puisiku

  1. saya kasih komen deh..
    modelnya cantik banget ya, hidungnya mancung banget..

    hidung saya juga mancung loh hihihi

  2. Kalo saya bikin puisi apa kata dunia ya? masak di depan anak buah nanti pake bahasa yg puitis.. hilang dong ke-sangaran GNW 🙂

    kan untuk konsumsi pribadi and your girlfriend, jadi ngga pengaruh pada kesangaran kamu dong.

  3. Ah.. suka berpuisi juga tho… 🙂
    Ntar aku juga nulis puisi di blog ah…
    *eh, gimana kalo Abang dan Om juga berpuisi ria???*
    *dijamin, pembaca Om dan Abang pada melongo semuaaaa… wekekekekeke*
    *sambil mikir: “mau nulis puisi apaan yah?* 🙂

    heheheh… aku ngga bisa nulis novel la, paling mentok puisi.

  4. Hah …
    Aku berpuisi …
    hhmmm … mungkin tidak …

    karena sesungguhnya semua kata-kata yang aku ucapkan adalah puisi …
    sebuah kombinasi dari logika nalar dan perasaan …

    (kadang nalar lebih kuat … kadang perasaan yang lebih kuat …)

    secara ike pemusik gitu weiceh …
    (komentar puisi … dari si trainer yang agak ganjen ituh )

    hehehe

    cieeee (bukan jieeee loh) . but emang kata-katanya mas trainer ini bisa memikat semua yang bertandang ke sana kan? buktinya banyak tuh pelanggannya.

  5. tetes air mata..
    tanda perih..
    saat aku mengiris perlahan
    kulit bawang..

    begitulah puisi seorang koko.

  6. cup…cup…jangan nangis bunda imel 😀
    ntar bu guru kasi permen n coklat ples es krim ya.. 😛
    *puisinya kok sedih* 🙁

    asyik….tapi coklatnya yang bitter, dan es krimnya jangan yang manis ya bu guru.

  7. Puisi?
    Ya ya ya….
    Aku nggak bakat deh….
    Pass….
    Nyerah….
    Bisa sih bisa….tapi nggak enjoy dan kasihan orang yang membacanya…
    Kasih kesempatan aja ke Bos Nh.
    Kayaknya doi lumayan deh…

    heheheh Puisi Bang Hery kan cuman untuk istri tercinta jadi ngga boleh dibaca sama kita-kita.

  8. Ternyata… emiko-san menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari makhluk Venus.

    ‘1 Day to Kai’s birth date’
    Happ.. *eh belum yah*

Comments are closed.