Lucky I was born: Ponyo

Sahabatku Eka bertanya padaku waktu aku menulis “Ponyo” sebagai status di YM,    “Mbak EM, ponyo itu penyu ya?. Lalu saya jawab bahwa Ponyo adalah nama karakter di sebuah film kartun karya Studio Ghibli, yang saya tonton hari Minggu yang lalu di rumah mertua dari DVD.  Dan saya berjanji untuk menuliskan tentang film ini.

Judul film yang lengkap adalah “Gake no Ue no Ponyo” atau terjemahan resmi bahasa Inggrisnya Ponyo on the Cliff by the Sea.  Ponyo di atas bukit. Well, Ponyo yang menjadi primadona cerita ini adalah seekor ikan, yang kalau dilihat ya seperti ikan mas koki.

Ponyo, anak ikan yang terdampar dan berkenalan dengan Sosuke, anak berusia 5 tahun

Ponyo, anak ikan yang terdampar dan berkenalan dengan Sosuke, anak berusia 5 tahun

Nah, si Ponyo ini terdampar di pantai di bawah rumah Sosuke, seorang anak laki-laki berusia 5 tahun. Sosuke ini tinggal di sebuah rumah di atas bukit bersama Risa, ibunya dan Kouichi, ayahnya. Ayahnya seorang pelaut sedangkan ibunya, Risa bekerja sebagai perawat/ pramu rukti untuk panti jompo.

Waktu Sosuke menemukan Ponyo, anak ikan ini berada dalam tabung gelas, sehingga Sosuke harus memecahkannya supaya dapat memindahkan Ponyo ke dalam ember. Saat itu Sosuke terluka dan dijilat oleh Ponyo. Ini kemudian yang membuat Ponyo bisa berubah menjadi manusia.

Sosuke, bocah laki-laki berusia 5 tahun yang menolong Ponyo

Sosuke, bocah laki-laki berusia 5 tahun yang menolong Ponyo

Sosuke menamakan ikan yang dia temukan dengan Ponyo, dan berjanji melindungi Ponyo. Karena dia harus pergi ke Penitipan waktu ibunya bekerja, dia juga harus membawa Ponyo bersamanya. Setiap kali ibunya bekerja di Panti Jompo, maka Sosuke pergi ke penitipan yang berada di dekatnya. Yang mengherankan memang anak seusia 5 tahun itu turun di tempat kerja ibunya, lalu pergi ke penitipan sendiri. Kalau dalam kenyataan tentu tidak bisa.

Sebetulnya Ponyo bernama “Brunhilda”, anak dari Manusia Jejadian bernama Fujimoto dengan Dewi Laut Granmammare yang amat cantik. Tapi Ponyo setelah bertemu dengan Sosuke, ingin menjadi manusia. Dengan kemauan yang kuat, dia bisa memunculkan kaki dan tangan seperti manusia. Memang Ponyo sebenarnya mempunyai kekuatan magis. Dia juga memecahkan sumur berisi “air kehidupan” yang akhirnya menimbulkan tsunami di dunia.

Granmammare, sang dewi laut, ibu dari Ponyo

Granmammare, sang dewi laut, ibu dari Ponyo

Di tengah-tengah badai besar yang terjadi, Ponyo telah berubah menjadi gadis kecil seusia Sosuke, berlari di atas air mencari Sosuke. Sosuke langsung mengenali Ponyo yang sudah berubah menjadi anak perempuan itu. Maka untuk malam itu, Ponyo tinggal bersama Sosuke di rumah atas bukit. Mereka tinggal berdua karena ibu Sosuke, Risa kembali ke panti jompo karena mengkhawatirkan kondisi para nenek di sana.

Sosuke dan Ponyo terbangun di pagi hari dan melihat sekeliling mereka sudah tergenang air. Melalui pengalaman-pengalaman menakjubkan seperti menaiki perahu Sosuke yang menjadi besar guna mencari ibu Sosuke, beberapa kali Ponyo berubah menjadi setengah ikan setengah manusia. Ini merupakan ujian yang diberikan oleh ibu Ponyo, yang bersedia mengabulkan keinginan Ponyo untuk menjadi manusia… jika Sosuke bersedia menerima Ponyo apa adanya. Dan memang akhirnya Sosuke menjawab, dia menyukai Ponyo dalam bentuk ikan, setengah ikan setengah manusia dan bentuk manusia. Endingnya memang seperti dipaksakan mengikuti cerita Disney yaitu Sosuke harus mencium Ponyo supaya “sihir” bisa dimusnahkan.

gambar poster film Ponyo

gambar poster film Ponyo

Menonton karya Ghibli buat saya, merupakan salah satu hiburan yang bisa didapat dengan murah. Warna-warna yang dipakai amat sangat berbeda dengan animasi disney atau pixar. Warna-warnanya lebih kaya dan lembut. Saya selalu menyukai film animasi dari Ghibli ini, meskipun untuk film Ponyo ini, saya merasa anti klimaks dari sudut ceritanya. Warna tetap bagus, demikian juga dengan gerak dari ikan-ikan, laut benar-benar seperti kita berada di dalam air. Ponyo sendiri merupakan karya Miyazaki Hayao yang ke delapan, dan muncul setelah 4 tahun vakum setelah menghasilkan karya spektakuler, “Howl the Moving Castle”, yang mendapat pengakuan dunia. (Saya belum pernah tulis tentang Howl ya? padahal ini film yang paling saya suka… nanti deh kapan-kapan). Film ini dirilis musim panas tahun 2008 (Aku senang di Jepang setiap musim panas pasti ada film anak-anak yang dirilis), dan mendapat julukan Animation of the Year of 2008 selain penghargaan lain. Untuk lengkapnya dapat dibaca di Wikipedia berbahasa Inggris.

Yang pasti tema song dari film ini sudah merasuk ke anak-anak seluruh negeri, dan merupakan lagu yang pasti dinyanyikan dalam acara-acara anak-anak. Rikupun sudah hafal lagu ini yang katanya juga akan dinyanyikan dalam acara “Pertemuan Musik” awal Desember yang akan datang. Jika mau mendengar lagunya silakan putar Youtube di bawah ini.

Ada beberapa catch phrase/catch copy (ini adalah bahasa Japlish untuk “advertising slogan”) yang dipakai bersumber dari film Ponyo ini, antara lain:

“生まれてきてよかったUmaretekite yokatta” Lucky I was born” .… amat senang dilahirkan ke dunia.

”子供のころの約束は永遠に忘れない Kodomonokoro no yakusoku wa eien ni wasurenai” “Janji waktu kecil tidak akan pernah dilupakan seumur hidup”… “A promise is a promise”…well something like that deh. (Aku ada janji waktu kecil ngga ya? Kayaknya ngga ada deh….)

gambar diambil dari website resmi Ponyo

34 gagasan untuk “Lucky I was born: Ponyo

  1. narpen

    Ah, tante sudah pernah berkunjung ke studio Ghibli ?
    Katanya bagus?
    Teman saya cerita, katanya harus pesan kira2 sebulan sebelumnya..
    Jujur saya sering mendengar tentang Ghibli ini tapi belum ada satu pun dong yg saya tonton, ehehehe..
    .-= narpen´s last blog ..Chocolate Fondue di Café du Chocolat =-.

    Studio Ghibli museumnya yang di Mitaka sudah pernah. Bagus!
    Dekat rumah sih letaknya, naik bus kira-kira 30 menit.
    Ya untuk berkunjung harus pesan lama sebelumnya. HTM nya kalau tidak salah 1000 yen. Kapan ke rumah? sebelumnya kita ke Ghibli dulu hehheeh

    EM

    Balas
  2. Nesta

    Ponyo ponyo sakana no ko, aoi umi kara yatte kita…(^_^)
    Saya juga suka & uda hafal lagunya, hehehe..
    Nanti video Riku kun yang lagi nyanyiin OST Ponyo di Pertemuan Musik diupload juga dong mba^^
    Baru tau kalo di Jepang setiap musim panas pasti ada film anak-anak yang dirilis…
    Hmm jadi gak sabar nungguin musim panas…

    (kedinginan mode on**)

    Ya hampir setiap musim panas ada film bioskop yang dirilis. Sudah pernah nonton “Arashi no yoru ni”? Cerita tentang pertemanan srigala dan kambing. Nanti aku tulis deh. Kalau film anak-anak aku suka nonton heheheh
    EM

    Balas
  3. Eka Situmorang-Sir

    WHoooaaaaaaaaaaaaaa thanks mbak EM 🙂
    ini pengetahuan baru buatku…
    asli baru tau pilem ini (hahha ketahuan gue kuper :p)

    tapi warnanya emang lembut2 ya mbak (kalo liat disini)
    aku lagi download lagunya.. jadi lom bisa komen soal soundtracknya…

    Tapi ujian untuk ponyo jadi manusia itu mungkin menggambarkan ujian dalam kehidupan juga mbak 🙂 no pain no gain gitu hehehe

    Soal ending yg dipaksain.. ya biar laku mbak 😛 hehehe
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Mau Ngetop? =-.

    Balas
  4. AtA chan


    Wuih 69 ying yang nih.. 😀

    Kalo animasi terakhir ku nonton ice age -dawn of the dinosaurs- 20th century fox sama up-3d bikinan disney…

    Kalo paling favorit wall-e disney..

    Bikinan ghibli yg terkenal apa aja sih mbak..?
    ..

    Balas
    1. Eka Situmorang-Sir

      Yang paling aku suka dari pilem kartun tuh ya bioasanya mereka ada moral value yang bisa diambil. Up juga salah satu faveku 😉
      tapi ya itu tdai baru sadar kontras warnanya memang beda ya sama si ponyo ini 🙂 hehehe

      Balas
  5. herru

    setuju sama Mbak Edratna.

    Ponyo itu dalam bahas sunda artinya lahap. Makanya ada rumah makan Ponyo, ditanggung lahap kalau makan di situ. Kirain tadinya mau review restoran sunda di jepang heuheuheu
    .-= herru´s last blog ..apa yang baru? =-.

    Balas
  6. wita

    Wah, karya terbarunya Ghibli yaa…
    film2 karya ghibli emang menyentuh hati banget….tapi dari semua karya animasinya, aku paling suka banget sm Totoro….critanya sederhana bgt…aku smp klo dengerin soundtracknya yg dibuat sm Hisashi Joe itu “Path of Wind” jadi inget Riku n Kai terus…hihihi soalnya lagu ini selalu aku puter dlm otw ke rumah neechan, pas natsu yasumi di jkt kmrn…

    Lagu itu jd soundtrack summer kmrn deh….jd terkenang….:)
    .-= wita´s last blog ..Waktu =-.

    Balas
  7. Clara

    wah, studio Ghibli emang setau saya selalu memberi film yang tampilannya sederhana
    tapi ceritanya bagus”
    banyak yg suka sama anime dari sana.
    jadi penasaran sama ponyo ^^

    btw, aku follow ya mbak ^^
    .-= Clara´s last blog ..You’re Beautiful =-.

    Balas
  8. Bro Neo

    wah kalo di sini sangat jarang ada film anak-anak.. emang film animasi dari jepang banyak banget yach.. juga komik-komiknya, mulai dari anak-anak sampai yg rate XXX he..he..he…
    .-= Bro Neo´s last blog ..Skripsi =-.

    Balas
  9. Ria

    jepang memang top masalah animasi mbak!! sampai2 katanya manga mereka itu terkenal sampai Belanda. Ini info kudapat dari kerabat jauh yg berlibur ke indonesia…kerjanya di indo dia nyariin boneka2 tokoh2 animasi itu.

    lucu ya filmnya warnanya bagus2…
    .-= Ria´s last blog ..Koala Baruku =-.

    Balas
  10. Didien™

    sebetulnya saya kurang suka dg film animasi, cuma setelah baca artikel ini membuat saya tertarik buat menonton hehehehe :mrgreen:
    pakabar bun??

    salam, ^_^
    .-= Didien™´s last blog ..Jiwaku yang Sakit ?? =-.

    Balas
  11. vizon

    hmmm menarik nih…
    kalau di indonesia, di mana ya kita bisa mendapatkan dvd serial animasi jepang kayak gitu nechan? fantastic four pasti suka deh dengan yang beginian… 😀

    Balas
  12. wita

    Ponyo…ponyo..ponyo…sakana no ko..aoi umi kara yatte kitaaa~
    Bukan cuma anak-anak aja neechan…aku td sebelum brangkat kantor bru sempet play video lagunya ponyo…n sepanjang jalan…nyanyiin lagu ini terus hihihih sudah merasuk ke otak nih lagunya si ponyo…hbs riang bgt sih…bisa bayangin klo Riku n anak2 lainnya nyanyiin lagu2 ini pasti lucu deeh ^^
    .-= wita´s last blog ..Waktu =-.

    Balas
  13. olvy

    gambarnya bagus banget emi chan ^^
    btw dvd-nya ada translate bahasa Indonesia-nya ga? ato min. bahasa Inggris??
    aku kan ga bsa bahasa jepang hehehe…kalo ada aku mw dong dikirimin ^^ *maunyaaa…*

    Balas
  14. Tuti Nonka

    Mbak, ternyata cerita rakyat di Indonesia dan di Jepang (mungkin juga di negara-negara Asia lainnya) memiliki kesamaan, yaitu seringnya muncul tokoh baik yang dikutuk menjadi binatang, dan akan kembali ke wujud manusia jika bertemu dengan orang yang baik budi dan mau mencintai dia apa adanya …
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Di Radio, Aku Dengar … =-.

    Balas
  15. Ping-balik: Ponyo On The Cliff By The Sea [2008] « Movies and Subtitles

  16. Tiara Putri

    emang bagus ya 😀 warna-warninya memanjakan mata 😀
    soal Sosuke manggil kedua orangtuanya (Risa dan Koichi itu orangtuanya kan) menggunakan nama, bukannya agak kurang lazim ya Tante di Jepang sana, bener gg tuh ?

    Balas
  17. krismariana

    aku harus nonton nih! oni punya filmnya kalau nggak salah. tapi yg aku suka sebel, nonton film Ghibli tuh membuatku mewek. haha. payah deh. tapi buatan Ghibli bagus-bagus sih. suka bangeeet! aku baru nonton Totoro sama apa tuh yang orangnya kerdil (?). lupa euy!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *