Ingin begini Ingin begitu

31 Jan

Lagu Doraemon versi bahasa Indonesianya memang seperti ini

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini Ingin itu banyak sekali~~~~

Padahal bahasa Jepangnya
こんなこといいなできたらいいな
こんな夢あんな夢いっぱいあるけど

yang terjemahan langsungnya menjadi
Kalau bisa begini bagus ya
Mimpi ini mimpi itu, banyak sekali

Memang kita harus punya banyak mimpi, karena mungkin saja suatu waktu kelak mimpi kita bisa terwujud.

Sejak kemarin, TV Jepang meliput tentang pengumuman bahwa telah ditemukan teknologi baru yaitu sel punca baru yang diberi nama STAP saibou (Stimulus-Triggered Acquisition of Pluripotency cells). Kalau sebelumnya Prof Yamanaka Shinya telah menemukan iPS Saibou dan menerima Nobel, kali ini yang menemukan STAP Saibou adalah seorang wanita berusia 30 tahun yang bernama Haruko Obokata. Kalau kesan ilmuwan itu orangnya suram, tidak menarik, maka Ms. Obokata itu jauh dari kesan itu. Dia seorang wanita yang cantik dan pandai berdandan. Berita dalam bahasa Indonesianya bisa baca di sini.

Ms Obokata yang kawaiiiiii (ambil dari yomiuri.jp)

Aku ikut bangga mendengar bahwa dia merupakan lulusan Jurusan Kimia Terapan Fakultas Sains dan Teknik Lanjutan Universitas Waseda, meskipun tentu bidangnya lain sekali. Yang dia temukan ini berasal dari penelitian bertahun-tahun dan secara mudahnya : bagian sel limpa diberi rangsangan cairan asam, maka dalam jangka dua-3 hari akan terlihat perkembangan sel yang mempunyai fungsi seperti jantung dan berkembang. Memang baru dicoba pada tikus, tapi jika penelitian selanjutnya berhasil, bisa jadi ibu-ibu yang tidak bisa mempunyai anak karena sakit atau  hal lain sehingga rahimnya tidak bisa menghasilkan sel telur, dengan cara ini bisa mempunyai anak. Jadi mengubah pandangan bahwa anak hanya bisa dibuat dari sel telur. Memang mimpi Haruko Obokata ini untuk membantu reproduksi manusia secara klinis. 

Bagan perbandingan STAP cell dengan iPS cell.(sumber mainichi.jp)

Membaca berita ini aku merasa kagum pada Ms Obokata. Sudah cantik, pintar dan masih muda lagi. Semoga saja penelitiannya bisa berhasil. Dan selanjutnya seperti biasanya televisi akan meliput tentang diri Ms Obokata sendiri, seperti apa kesukaannya, bagaimana fashionnya dsb. Satu yang menarik bagiku, di TV diliput bahwa dia suka membaca, sejak kecil. Dan waktu SMP ada sebuah buku yang sangat membuatnya berpikir. Judulnya “小さな小さな王様Chiisana chiisana Ousama” yang setelah kucari judul aslinya dalam bahasa Jerman: Der kleine Koenig Dezember (2002) yang dikarang oleh Axel Hacke. Cerita tentang seorang raja yang semakin bertambah tua semakin mengecil, dan akhirnya hilang saking kecilnya. Suatu kebalikan dari pemikiran umum bahwa kalau kita berkembang pasti menjadi besar. Tapi dengan pemikiran bahwa semakin tua kita akan mengecil dan menghilang, mungkin membuat kita menyadari bahwa kita HARUS berusaha sekeras mungkin SEKARANG jangan menunggu sampai kita lenyap dari pandangan orang lain. Pandangan ini membuat Ms. Obokata melakukan penelitian yang sepertinya tak ada ujungnya.

Dan memang buku ini menjadi best seller di Amazon JP, ntah karena Ms Obokata membacanya sehingga semua mau membaca, atau mungkin sudah lama buku ini merupakan buku yang layak dibaca. Ingin aku menyuruh Riku membacanya, tapi dia mau tidak ya? karena sekarang dia lebih suka membaca buku berlatar sejarah dengan samurai-samurainya 😀 Mungkin aku akan membeli buku bahasa Inggrisnya dulu, karena aku tidak suka membaca buku terjemahan ke dalam bahasa Jepang. Sedapat mungkin aku membaca buku aslinya, tapi untuk membaca bahasa Jerman langsung… mungkin buku itu akan menjadi penghuni sudut lemari hehehe. (FYI buku bahasa Jepangnya seharga 1360 yen, sedangkan buku bahasa Inggrisnya 840 yen 😉 )

Little King December by Axel Hacke. Diambil dari amazon.jp

Senang sekali bisa mendapatkan semangat biarpun sedikit dari Ms Obokata, di sela-sela berita ekonomi dan politik yang tidak begitu bagus di Jepang. Yuk mari kita bermimpi yuk…. dan berusaha tentunya.