KKKKK

8 Okt

Hari Senin kemarin aku pergi ke gereja Kichijouji bersama Kai yang sedang libur 2 hari sesudah undokai yang dilaksanakan hari minggu kemarin. Kami akan merayakan ulang tahun pastor Ardy yang sebetulnya jatuh pada hari Senin lalu dan tante Christine yang sebetulnya 10 hari yal. Tadinya mau makan di restoran saja, tapi akhirnya kami rayakan secara sederhana di pastoran dengan membawa makanan Indonesia. Sebetulnya aku ingin membuat nasi kuning, tapi tidak ada waktunya. Padahal lauknya cukup memadai, ada rendang, ayam pedas, udang, abon dan kering kentang loh. Akhirnya nasi putih saja aku akalin dengan membungkusnya dengan telur dadar 😀 Kan jadi kelihatan seperti nasi kuning.

nasi kuning “boongan”

Kemarin kembali aku merasakan kehebatan orang Jepang, dalam hal ini pelayanan toko kue tempat aku membeli kue tart di Kichijouji. Seperti biasanya, ditanya mau berapa lilin dan mau yang panjang atau pendek. Nah, waktu hendak tiup lilin aku bingung cari korek karena di antara kami tidak ada yang merokok. Eh, waktu kulihat plastik dari toko kuenya, ternyata ada korek apinya! Wah kesempurnaan pelayanan toko yang patut diacungkan jempol. Mereka punya kikubari (perhatian yang detil). Sayangnya dia tidak punya pisau plastik pemotong kue, kalau ada perfect deh. (Kebetulan dekat dapur gereja, jadi bisa pinjam pisau deh)

korek api dari toko kue

Setelah selesai makan, bercakap-cakap dan bernyanyi-nyanyi, kami kemudia keluar ke arah gereja. Aku selalu kagum dengan taman kecil di depan gereja ini yang selalu terawat kebunnya. Kali ini aku melihat bunga mawar bermekaran, padahal kusangka aku tak akan bisa melihat mawar lagi di bulan Oktober. Hanya ada bunga cosmos…. dan ternyata aku salah… Keindahan bunga-bunga ini menutup perjumpaan kami kelompok kecil orang Indonesia kemarin.

mawar di bulan oktober

Nah, sudah ada 3 K yang aku tulis di atas ya, lalu K yang lainnya? Tentu saja berhubungan dengan Kai 😀 Tadi pagi waktu aku sedang membereskan cucian entah mengapa tiba-tiba Kai berkata: Kucing Kecil Kenc*ng Ke riKu 😀 Memang aku yang mengajarkan kata “kucing” kepadanya, waktu dia bermain di Rumah Dunia. Lalu aku ajarkan Kucing Kecil… tapi dasar mamanya iseng, sekalian saja aku kasih tahu dia bahwa kata p*p*s yang dia tahu selama ini sebetulnya ada persamaannya yaitu kenc*ng. Nah opa (papaku) jadi suka bercandai Kai dengan kalimat yang memakai huruf K itu… tapi ke riKu tentu Kai sendiri yang menambahkannya. Padahal kalau mau belajar huruf K kan lebih cocok kalau Kucing Kecil Kenc*ng Ke Kai … tapi aku tidak katakan karena sudah pasti Kai akan marah besar 😀 Ada kalimat dengan huruf (awal/akhir) yang sama yang pernah kamu ketahui? Seperti dulu ada temanku yang mengatakan “Saya Sebel Sama Situ Sebab Situ Suka Senyum Senyum Sama Suami Saya” atau untuk latihan R, papa mengajarkan “Ada ulaR melingkaR di pinggiR pagaR bundaR” 😀