Arsip Tag: wisata

Family Outing

Sudah lama keluarga inti kami (coutriers) tidak mengadakan acara pergi bersama. Tentu saja sejak kami tercerai-berai tempat tinggalnya, kami sulit untuk bisa berkumpul dan bepergian bersama. Bepergian dalam arti bertamasya, berlibur. Aku selalu ingin mengajak mama pergi, waktu mama masih hidup, paling sedikit ke Yogyakarta dan menengok makam ibunya. Tapi kata mama, “Ah makam itu juga sudah tidak ada, sudah tidak tahu ada di mana.” Dan karena masalah kesehatan mamapun, aku tidak pernah bisa mengajak mama pergi. Terakhir kami (Papa, Mama dan 3 putri + keluarga masing-masing) pergi bersama adalah waktu kami mengadakan perjalanan ke Eropa melalui Natal dan Tahun Baru tahun 2002.

 

Family’s Journey to Germany 2002

Aku juga sebetulnya sudah merencanakan mengadakan perjalanan ke Yogya pada liburan musim panas ini, yang terpaksa kami batalkan karena mama menghadap Bapa bulan Februari lalu. Rencananya keluarga Gen dan papa-mamanya akan berlibur ke Yogya dan sepulang dari sana, mampir Jakarta, memperingati ulang tahun pernikahan ke 45 bagi Miyashita dan Coutrier. Namun tidak bisa kami laksanakan sesuai rencana. Sekali lagi kami diingatkan bahwa manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan.

Nah, pada tanggal 4-5 Agustus lalu, Papa, aku + anak-anak serta adikku Novi + keluarga, total 9 orang mengadakan outing (cukup) mendadak ke Cisarua. Rencananya Sabtu pagi-pagi kami menuju ke Taman Safari bersama Kimiyo karena dia mau mengajak anaknya ke sana, lalu bermain bersama. Sementara Kimiyo kembali ke Jakarta karena sudah ada rencana untuk hari Minggunya kami tetap di Cisarua dan menginap di hotel dekat Taman Safari yang bernama Hotel Seruni. Chris, suami Novi sering menginap di situ jika ada seminar-seminar kantornya, dan terkesan dengan besarnya hotel itu. Tapi sekali lagi manusia hanya bisa berencana, karena ternyata Ao-kun, anak Kimiyo demam sehingga terpaksa agenda ke Taman Safari dibatalkan. Kami sendiri karena sudah sering ke Taman Safari, tetap pergi ke Cisarua, tapi langsung ke hotelnya saja, dan santai di hotelnya.

 

Bermain di Cimory yang puanas terik!

HADUUUH hebohnya 9 orang mau pergi semalam aja. Aku geleng-geleng kepala lihat persiapan adikku, selimut, baju tebal, cup noodle, snack segala oreo keripik singkong dkk, susu kotak, baju ganti, dsb dsb, persis orang mau pindahan. Aku di Jepang kalau pergi semalam, paling Cuma bawa baju ganti atasan + daleman (kecuali Kai ya), semua cukup satu tas ransel yang bisa digeret. Karena makanan, minuman dsb gampang bisa beli di perjalanan, serta di hotel pasti disediakan amenities + yukata untuk tidur (jadi tidak usah bawa baju tidur). Makanya aku tertawa melihat bagasi mobil Kijang kami penuuuh sesak dengan bawaan kami.

Kami berangkat pukul 9 an, santai, karena tidak berencana ke Taman Safari. Jalanan tidak macet, lancar jaya, sesekali macet setelah keluar pintu tol karena dekat pasar. Waktu itu sudah menunjukkan pukul 12, dan kami lapar! Jadi kami bertujuan ke Cimory untuk makan siang. BUT, waktu kami sampai di sana, tertulis : “Restoran buka jam 4, Toko buka”. Kami tetap mampir, pikirnya biar anak-anak bermain. TAPI panas teriiiik. Dalam keadaan lapar dan panas, semua menjadi koro-koro (bahasa Makassar berarti kesal). Jadi kami cepat naik mobil lagi dan bermaksud mencari restoran lain, apa saja yang buka.

Hotel seruni yang kami inapi semalam. Bagus tapi…. menurutku terlalu “rame” hiasannya. Hmmm perpaduan Bali dan Perancis gimana gituuuu

TAPI TERNYATA SAUDARA-SAUDARA (terutama yang kristen), jangan berpergian tanpa makan siang di bulan puasa ke arah Puncak deh! TIDAK ADA YANG BUKA! Baik resto, kentucky, mac donald di sepanjang jalan ke Cisarua itu. Kami tidak naik sampai ke Puncak Passnya sih karena langsung berbelok masuk ke arah Taman Safari. Cukup kesal aku melihat keadaan ini, karena aku pikir, bagaimana jika aku membawa turis asing saat itu? Untung saja Kimiyo tidak jadi ikut. Seharusnya ormas yang melarang pembukaan (kabarnya resto ini takut disweeping ormas tertentu) berpikir dong bahwa arah situ merupakan tujuan wisata juga. Bagaimana mau memajukan pariwisata kalau begini. Tapi sudahlah, aku hanya bisa cuap-cuap lewat status BB, yang ditanggapi teman baikku, Ika. Dia sampai menulis, “Udah mel, kamu ke Indomart, beli cup noodle apa kek, buat anak-anak supaya jangan kelaparan”. Kujawab, “Aku tidak mau makan cup noodle waktu tamasya! Maunya makan enak kok.” Dan dijawab, “WELCOME TO INDONESIA MEL!” hahahaha. Ika, ika, i will miss you when I’m back to Japan. Semoga…semoga BB ku masih bisa dipakai di Jepang 😀 sehingga kita berdua bisa “mendiskusikan” Indonesia KITA!

JADI, aku harus mencabut tawaku tadi yang menertawakan persiapan adikku membawa cup noodle segala kan?

Sebagai solusi, kami langsung saja pergi ke Hotel Seruni, untuk cek in. DAN, kabar gembira! Restoran BUKA 24 jam!!! Muachh deh pengen aku cium tuh orang-orang hotel semua 😀 Jadi, satu alternatif bagi wisatawan non muslim, kalau mencari lunch di bulan puasa, PERGILAH KE HOTEL!

interior dan pemandangan dari kamarku yang di lantai 3

Jadi deh bersembilan masuk restoran yang amat luas, dan pesan makanan. KALAP 😀 Makanannya cukup enak loh. Ada Nasi Bali, Chicken Cordon Blue, Gado-gado dan spaghetti. Sayangnya spaghetti meat sauce pesanan Riku lamaaaa sekali baru datang, padahal spaghetti carbonaranya yang pertama datang 😀 Kasihan Riku musti menunggu lama…. “Dagingnya masih dibeli di pasar, dipotong, digiling, dibuat saus… jadinya lama Riku” 😀 Setelah makan, kami masuk kamar, dan anak-anak pergi berenang.

Boleh dikatakan kami hanya menghabiskan waktu di kamar dan di kolam renang. Tapi aku sempat beberapa kali di tengah malam keluar ke Restoran dan menggunakan internet (wifi) di sana. Soalnya di kamar tidak ada wifinya. Aku sempat mengirimkan nilai mahasiswa dan update posting TE dari sana.

berenang dan menikmati pemandangan alam. opa juga enjoy tuh

Minggunya kami keluar Hotel itu pukul 2 siang menuju Jakarta. Masih berharap Cimory buka karena mendengar desas-desus buka, tapi ternyata tidak buka. Kami langsung menuju Jakarta melewati jalan yang lancar jaya. Bulan Puasa memang surga di jalanan ke/dari Puncak…sepiiiiii. Tapi ya itu dia, jangan berharap dapat makan 😀

Kami sampai di Kebayoran Baru pukul 3 siang, dan masuk restoran Mandala di dekat pasar Santa. Aku baru pertama kali masuk restoran ini. Sebuah restoran yang kecil, khas chinese, tapi begitu ramai. Waktu kami datang, kami masih harus berdiri nunggu giliran meja kosong. Kami tetap tunggu sampai ada meja kosong, dan penantian kami terbalaskan oleh masakan yang enak-enak. Seperti kata Dodo, temanku, Sup Tahu Seafoodnya nomor satu!

 

Restoran yang sudah ada sejak aku kecil, namun aku baru pertama kalinya ke sini. Biasanya ke restoran saudaranya (Mandala Baru) di Mayestik. Sup Tahunya memang enak.

Akhir pekan dengan family outing yang singkat, tapi padat dengan pengalaman.

Kalau Orang Jepang Wisata ke LN

(Ini posting kedua untuk hari ini…mumpung rajin hihihi)

Kemarin aku menemukan sebuah angket yang menarik, yaitu pandangan orang Jepang terhadap luar negeri (LN nya Jepang, jadi termasuk Indonesia juga), waktu mereka mengunjungi negara tersebut. Memang luar negeri yang dimaksud bermacam-macam, jadi pemikiran mereka bisa bermacam-macam. Tapi yang pasti menurut ranking yang menempati nomor pertama adalah : KEAMANAN. Segi keamanan di luar negeri yang buruk itu menjadi pendapat pertama dari orang Jepang yang berwisata ke LN. Jadi boleh dikatakan sebaliknya yaitu keamanan di Jepang itu baik.

Waktu aku bersepeda pagi-pagi ke arah stasiun mengantar Kai ke  penitipan, aku smepat mendengar dua ibu-ibu yang berkata di depan sebuah toko bunga:
“Lihat bunga-bunganya semua dibiarkan begitu saja di luar, tidak dimasukkan dalam toko, tanpa rantai atau terpal.”
“Itu menunjukkan bahwa aman kan?”

Well, yes…. kalau di negara saya bu, itu pasti udah diambilin, lalu dibawa ke tempat lain untuk dijual lagi. Apalagi kalau ada palem botol (ngga tau sih sekarang trend nya apa….).

Sering sekali, kami meninggalkan barang belanjaan di keranjang sepeda, lalu pergi masuk toko lain, atau restoran, berlama-lama di dalam dan tidak perlu khawatir belanjaan kami ada yang ambil atau isengin. Tidak tahu di daerah lain bagaimana, tapi meskipun aku tinggal di Tokyo, di daerahku ini memang masih termasuk aman.

Jadi wajar sekali jika orang Jepang menganggap keamanan di luar negeri itu buruk. Selanjutnya bisa lihat pemikiran/pandangan orang Jepang terhadap luar negeri berdasarkan ranking sbb:

  1. Keamanan buruk
  2. Perbedaan etiket di toilet (FYI; orang Jepang pasti selalu cuci tangan sebelum keluar WC, bisa juga baca postinganku tentang otohime)
  3. Harus bayar kalau pergi ke toilet  (hmmm ini sih udah biasa di negeriku)
  4. Sikap pelayanan penjaga toko yang asal-asalan (di negeriku juga gitu asal-asalan, apalagi kalau pembelinya berbaju lusuh/sandal)
  5. Perbedaan etiket makan (orang Jepang pasti kaget disuruh makan pakai tangan hihihi)
  6. Kereta api tidak datang sesuai jadwalnya (tuh tuh negarakuu)
  7. Ternyata banyak  juga yang mengerti bahasa Jepang (jelaslah…demi pariwisata)
  8. Air minum biasa di restoran harus bayar! (hihihi untuk amannya bayar aja deh Sir, Madam…. kalau tidak nanti ente sakit perut. Memang di Jepang air minum itu gratis)
  9. Manner menyetir mobil yang berbeda (bilang aja ugal-ugalan bu, pak…)
  10. Apa saja MURAH (nahhhh gitu dong positif sedikit hihihi)
  11. Ditagih TIP (nah ini baca deh di tulisan aku yang ini)
  12. Mineral water = air berkarbonat (Nahhhh ini aku juga pernah, waktu di Italia minta mineral water dapatnya air berkarbonat… yieks ngga enak deh)
  13. Bisa makan apa yang tidak bisa dimakan di Jepang (yah kalo terpaksa apa boleh buat kan? )
  14. Tidak mengerti bahasa Inggris (ya kalau ke Prancis atau ke kampung-kampung di Indonesia ngga ngerti lah ...)
  15. Toko cepat tutup (Nah di Eropa banyak yang begini nih, baru jam 6-7 udah pada tutup….. Kalau di Jepang toko tutup jam 9-10 an)
  16. Dijual baju TShirt bertuliskan kanji yang aneh-aneh (asal kanji apa saja asti dibeli soalnya, padahal artinya bisa macam-macam hihihi)
  17. Ditagih pembayaran taksi yang lebih besar dari argo (di negaraku juga banyak loh, jadi hati-hati ya…)
  18. Tidak ada orang pada jam berkumpul a.k.a telat semua (hahaha rubber time itu sih… yahhh selama belum 60 menit namanya belum terlambat. Mohon dimengerti hihihi)
  19. Makan yang sama teruuuus (hihihi aku juga punya pengalaman begitu gara-gara takut coba yang lain)
  20. Ternyata banyak juga yang bisa pakai sumpit (iya lah…. pengaruh kebudayaan cina dong, makan bakmi lebih enak pakai sumpit)

Kalau orang Jepang saja pergi ke luar negeri punya pendapat sebanyak ini, bagaimana kita yang orang Indonesia ya?

Angket diambil dari sini.

Aku Ingin Pergi JAUUUHHH

“Aku Ingin Pergi Jauh” Tooku e ikitai 遠くへ行きたい! adalah sebuah acara televisi yang menayangkan perjalanan orang-orang ke sebuah tempat. Program televisi ini sudah berjalan selama 35 tahun! Bayangkan 35 tahun setiap hari minggu pagi dari jam 7:30 sampai 8:00. Dimulai bulan Oktober 1970. Pasti ada Blogger yang bahkan masih menari-nari di awan  alias belum lahir (Jeunglala aja belum lahir tuh). Program ini mengajak pemirsa pergi ke tepat-tempat di seluruh Jepang. Toko, Restoran, penginapan, wisata dan lain-lain. Pokoknya enjoy deh.

Tapi biasanya dalam program acara yang memperkenalkan suatu tempat, pasti akan diberitahukan cara untuk pergi ke sana, nama toko/penginapan atau restoran yang dituju, bahkan harga makanan/ tempatpun ditampilkan. Tapi khusus untuk program ini sama sekali tidak diberitahukan dimana, nama toko, harga dsb. Hanya diberitahu prefektur dan kotanya saja. Tapi tentu saja dari papan nama toko atau bentuk rumah dll ada tersirat hintsnya. Kata produsernya, biar acara kami seperti itu, karena jika orang bener-benar mau mengadakan perjalanan, maka mulai dari mencari informasi tempat dsbnya itulah perjalanan dimulai. Hari minggu lalu tgl 25 Januari 2009, program ini mengetengahkan prefektur Kanazawa yang terkenal dengan taman Kenroku yang tertutup salju. Saya belum pernah ke Kanazawa, padahal lumayan dekat dari Tokyo. Mungkin akan masuk dalam list perjalanan saya bersama dengan kota Nagasaki.

Anda ingin pergi jauh?

Well sebetulnya saya tidak ingin pergi jauh. Meskipun Belanda dan Spanyol ada dalam list saya. Saya justru ingin pergi mendalami tempat-tempat yang ada di sekitar saya. Masih banyak yang belum saya ketahui tentang Indonesia dan Jepang. Mungkin musim panas nanti kami tidak bisa pulang ke Indonesia dan akan berwisata di Jepang saja. Karena itu dalam kesempatan pulang kampung Februari nanti, saya berencana untuk pergi ke Yogyakarta. Paling tidak saya ingin memperlihatkan Borobudur yang termasuk World Heritage itu pada Riku sehingga dia bisa bercerita pada teman-temannya di SD nanti. Yang pasti dia bisa membanggakan diri karena dia sudah pernah pergi ke Yogyakarta, padahal papanya belum pernah.

Seperti tujuan program TV “Aku ingin pergi jauh”, perjalanan dimulai sejak mencari informasi. Kali ini saya dibantu oleh Uda Vizon, Wita, Lala juga Mbak Tuti dalam mengumpulkan informasi. Yang sudah pasti itienary perjalanan saya adalah:

Tgl 23 Februari, KOPDAR bersama writer dari Surabaya. Direncanakan sih makan siang, di daerah Sudirman/Thamrin, JAKARTA. Supaya banyak ibu-ibu seperti Jeng Rhainy dan calon ibu Reti juga bisa ngumpul. Jangan lupa bawa bukunya Lala + bolpen untuk tanda tangan (+amplop yang tebel juga boleh). Tadinya the famous Lala mau pulang ke SBY malamnya, tapi kayaknya bisa diundur, jadi mungkin bisa dilanjutkan sampai malam dengan karaoke dsb dsb. So, yang mau ikutan daftar ya (kirim email aja)… biar bisa dicarikan tempat yang enak nih.

Tanggal 7-8-9 Maret Kopdar+Wisata Yogya with Lala dan EM+Riku. Acara yang sudah pasti adalah tanggal 7 Maret pukul 15:00-17:00 “Bermain Bersama Bocah Kweni” yang diarrange Uda Vizon. Untuk latar belakang silakan baca postingan Uda yang ini. (Kalau ada yang mau titip sesuatu untuk anak-anak ini, saya bisa membawakannya)
Lalu tanggal 7 Maret pukul 18:00 Kopdar Yogya, makan malam bersama di Resto Taman Pring Sewu. (Kalo masih kuat mungkin karaoke sampai pagi hehehe). Tanggal 8-9 diplot untuk wisata, tapiiiii tergantung bangunnya jam berapa. SO… siapa saja yang mau ikut… baik ikut wisatanya, atau main bersamanya atau makan malamnya hubungin kami ya. (email saya atau Lala atau Uda Vizon). Nanti kami beritahukan lagi detilnya via sms)

Saya masih mengumpulkan bermacam informasi, tapi kalau di antara teman-teman ada usul (misalnya tempat yang jual bakwan malang enak di mana gitu — loh Yogya kok nyari bakwan malang hehehe). Maklum saya paliiiiing suka bakwan Malang (Tahun depan kudu ke tempat dewisang deh)

Ya, rencana saya pergi jauh kali ini adalah Yogyakarta tuh. (Padahal kalau lihat di peta ngga jauh juga ya)

EM

BACA VERSI LALA DI SINI http://jeunglala.wordpress.com/2009/01/28/the-events/

Wisata Pertama

Hari ini tanggal 19 Oktober menurut catatan buku pintar aku “What day is today” adalah hari untuk berwisata ke luar negeri. Kok bisa begitu? Penyebutan tanggal menurut bahasa Jepang dibalik menjadi 10-19 … dan dibaca sebagai Tooku e iku (Pergi Jauh).  Jadi mustinya hari ini kita semua bepergian deh….

Kebetulan tema ini tepat juga untuk “curhat” tentang Riku. Malam ini aku sambil mengetik di meja makan, Riku menonton TV. Filmnya “Mrs Doubtfire”… sudah berkali-kali aku menonton film ini, dan kagum pada akting si Robbin Williams. Lalu tiba-tiba Riku datang padaku.

Riku: “Mama …aku akan pergi beberapa hari. aku akan kesepian tanpa mama. dan akan ingat mama terus”

Mama: ——aku peluk dia—- (dia mulai menangis)

Riku: “Aku sayang mama….”

Mama: “Iya Riku, mama juga sayang Riku”…. dan aku terpaksa tidak bicara, karena aku juga jadi ikut menangis… membayangkan 4  malam tanpa Riku mulai besok malam. Riku akan pergi bersama ibu dan bapaknya Gen ke Okinawa, kepulauan resort di Jepang Selatan. Kakek dan Neneknya pikir mereka ingin mengajak cucu pertamanya ini bersama mereka (tanpa orang tua) menikmati wisata bersama. Mereka sudah rencanakan ini sudah lama, yaitu akan mengajak pergi wisata sebelum Riku masuk SD. Dan tentu saja aku setuju, karena meskipun aku misalnya punya uang untuk wisata, tidak akan memilih Okinawa sebagai tujuan wisata keluarga. Daripada pergi ke Okinawa lebih baik aku ke Bali atau Yogya, atau ke Lombok…. dan pulkam ke Jakarta.

Riku masih menangis dipelukanku.

Mama: “Riku…lihat, Riku nangis kan… mama juga nangis… Riku sayang mama, dan mama juga sayang Riku. Riku kesepian tanpa mama, Mama juga kesepian tanpa Riku. Tapi … Riku harus enjoy pergi bersama A-chan dan Ta-chan. Riku bisa pergi ke Aquarium terbesar di dunia, Churaumi Aquarium, menginap di hotel bagus, berenang, makan yang enak…. Nanti Riku bisa cerita sama mama tentang perjalanan Riku, jadi Riku harus menikmati perjalanan itu ya. Nanti kalau bagus dan menyenangkan, Mama kan bisa pergi ke sana berdua  Riku. Jadi jangan sedih ya…. Dan Riku itu laki-laki, waktu itu kan Riku sudah bisa pergi sendiri dengan teman-teman TK meskipun satu malam. Dan ini kan pergi cuma 3 malam dengan Achan dan Tachan. Nanti kalau Riku sudah besar, Riku juga bisa pergi sendiri ke Jakarta loh. ( Dan sebetulnya sampai umurnya yang 5 tahun ini,, Riku sudah 18 kali naik pesawat terbang…. what a record… yang pasti lebih banyak dari papanya).

Riku: Iya nanti Riku telpon mama tiap malam ya…

Mama: Ok mama tunggu ya.

Well, aku juga harus bersiap-siap suatu saat dia datang ke aku, peluk aku dan bilang, “Mama aku mau sekolah di Amerika “……..