Arsip Tag: twilight express

Seribu, 12 dan 19

Kemarin, Jumat tanggal 23 September adalah hari libur di Jepang, Equinox Day yang menyatakan awal musim gugur di Jepang. Pada hari Equinox itu panjangnya siang dan malam sama panjangnya. Tapi di Jepang, hari Equinox juga disebut dengan HIGAN, saat untuk “nyekar” di makam keluarga. Dan sudah menjadi pengetahuan umum di Jepang bahwa “atsusamo samusamo higan made” (panas dingin sampai Higan), jadi panasnya musim panas akan berhenti pada hari Higan, dan sebaliknya dinginnya musim dingin akan berhenti pada hari Higan yang jatuh bulan Maret. Dan memang sejak tanggal 22 sejuk pada pagi hari, tapi siangnya masih lumayan tidak sejuk. Tapi kemarin tgl 23…sejuk seharian.

Tapi kemarin aku tidak libur. Justru hari itu aku mulai mengajar di Universitas S. Sebelumnya Gen berpikir untuk mengantarku ke kampus naik mobil, lalu pergi ke kebun binatang. Kai ingin melihat panda. Tapi, di kebun binatang dekat kampus tidak ada pandanya. Yang ada pandanya hanya di kebun binatang Ueno (dan sulit untuk naik mobil ke sana). Jadi kami naik bus dan kereta bersama, kemudian berpisah di stasiun Takadanobaba. Gen, Riku dan Kai pergi ke Ueno, mengejar tour dengan guide mulai pukul 11. Kata Gen, guidenya membawakan tour dengan menarik, sehingga banyak pelajaran yang bisa diketahui. Misalnya Kirin (Jerapah) selain lehernya panjang untuk mencapai daun-daun di pohon, dia juga mempunyai lidah yang panjang untuk bisa mencabik dedaunan itu. Katanya panjang lidah kirin yang bisa dijulurkan keluar sepanjang 25 cm.

Menonton Big Panda di Kebun Binatang Ueno

Waktu aku selesai mengajar dan mengirim email pada Gen, dia mengatakan bahwa mereka baru akan makan siang. Jadi kami sepakat untuk bertemu di Shinjuku untuk makan siang (late lunch) di Tsubame Grill (berdiri sejak tahun 1930). Sebuah restoran yang terkenal dengan Hamburg dengan saus beef stew. Memang ada banyak cabang restoran ini, dan kami pergi ke cabang di Lumine, Shinjuku. Heran deh, jam aneh begitu (jam 3:30) tapi restorannya penuh saja. Untung kami tidak perlu menunggu lama.

Senang sekali kami berempat bisa makan bersama di Tsubame Grill. Kami agak jarang makan di sini, padahal restoran ini waktu aku pacaran dengan Gen sering menjadi tujuan kencan. Dan kali ini kami datang dengan Riku dan Kai. Apalagi Riku dan Kai sudah bisa memotret papa dan mamanya. Memang kemarin adalah hari khusus kami, 12 tahun yang lalu kami mencatatkan pernikahan kami di catatan sipil. Meskipun bagi kami berdua wedding anniversary adalah tanggal 26 Desember, saat kami mengucapkan janji perkawinan di gereja. Tapi secara hukum (Jepang) kemarin itu aku genap 12 tahun sebagai Mrs Miyashita.

Selain itu kemarin aku memperingati 19 tahun tinggal di Jepang. Di pasporku masih tercantum cap mendarat pertama di Jepang sebagai mahasiswa pada tanggal 23 September 1992. Hmmm mulai hari ini aku menghitung ke 20 tahun tinggal di Jepang. Rasanya sebentar? Lama? Tidak bisa diukur dengan pikiran dan perasaan. Banyak temanku yang lebih lama dari aku sudah tinggal di Jepang, sehingga kadang kalau ditanya sudah berapa lama tinggal di Jepang aku menjawab, “Baru 19 tahun”. Tapi well, akhir-akhir ini aku berpikir memang aku sudah cukup lama tinggal di Jepang (terasa tuanya hahaha).

Tsubame Grill, restoran dengan menu specialnya Hamburg beef stew sauce

Selesai makan kami pulang, tapi sekali lagi kami ingin menyenangkan Kai. Kami berdua merasa kami kurang memenuhi permintaan Kai. Setiap ingin pergi ke suatu tempat, kami tunda atau batalkan karena kami sudah pernah, tapi sebetulnya Kai belum pernah. Jadi hari ini selain menuruti permintaan Kai untuk melihat panda, kami ingin naik Red Arrow (bukan Enni Arrow loh 😛 ).

Red Arrow adalah kereta cepat dari Seibu Line, jalur kereta di dekat rumah kami. Waktu Kai masih dititipkan di penitipan Himawari, karena letaknya di samping stasiun, anak-anak sering diperlihatkan kereta-kereta yang lewat. Jadi Kai tahu bahwa ada kereta cepat yang bernama Red Arrow.Red Arrow memang tidak berhenti di stasiun kami, tapi kami bisa turun di setasiun pertama, dan kembali ke stasiun kami naik lokal train. Untuk naik Red Arrow ini kami perlu membeli tiket extra untuk kursi. Senangnya Kai bisa naik Red Arrow ini, meskipun karena tidak ada kursi kosong berderet untuk 4 orang sehingga aku duduk sendiri, dan Gen bertiga duduk satu deret. (Masih ada permintaan Kai yang lain, yang belum sempat kami kabulkan yaitu ingin naik perahu/kapal!…. harus cari kesempatan nih)

Kai dan Red Arrow..... gaya barunya Kai, angka tujuh deh "Ore ikemen!"

Sesampai di rumah, kupikir aku bisa istirahat tidak perlu masak makan malam, karena aku masih kenyang sekali makan jam 3:30. Eeeee satu persatu mulai dari Riku bertanya, “Mama, makan malam kita apa?” Doooh ternyata 3boys ku ini mengharapkan makan malam! Coba kasih tahu sebelum sampai di rumah, aku kan bisa beli makanan jadi di dekat stasiun. Terpaksa deh aku masak daging goreng (Tonkatsu) untuk mereka. Sementara mereka makan, aku mandi berendam air panas…. teler dan tertidur kecapekan. Dan terbangun pukul 12:30… yahhhhh hari sudah berganti, dan aku TIDAK SEMPAT menulis posting yang ke SERIBU di hari istimewaku…. hiks.

Sebetulnya untuk menyambut posting ke 1000, aku sempat berbicara dengan Little Usagi dan Elizabeth Novianti. Mau buat giveaway, tapi kok akhir-akhir ini banyak sekali blogger yang membuat giveaway. Belum lagi seandainya mengadakan kuis, aku (atau juri) harus menilai siapa juara pertama, kedua, ketiga….. dan itu pasti makan waktu dan repot. Makanya aku selalu kagum pada Pakdhe Cholik yang getol sekali membuat kuis-kuis, hebat deh pokoknya. Tadinya Putri usul membuat lomba menulis surat untuk Riku dan Kai supaya anak setengah Jepang, setengah Indonesia ini tetap cinta Indonesia. Usulnya bagus sih cuma ya itu …repot hehehe.  So, untuk kali ini aku tidak membuat kuis, tapi aku ingin mengirimkan sesuatu kenang-kenangan kepada 10 orang Top Commentator tahunan yang termasuk dalam daftar di samping kiri.Dan 10 orang yang memberikan komentar terbanyak dalam bulan ini, bulan September.

(per tahun 2011)

(dalam bulan September)

Yang dobel namanya hadiahnya dijadikan satu ya hehehe. Untuk itu aku minta alamat pengiriman pos lewat emi(dot)myst@gmail(dot)com. Aku mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas komentar yang diberikan, dan mohon maaf jika tidak bisa menjawab/membalas semua komentar yang masuk. Seribu posting dalam 3,5 tahun memakai domain ini menurutku lambat, karena terlihat sekali penurunan jumlah tulisan per bulan. Jika dulu hampir sehari satu posting, itu sudah tidak bisa lagi aku pertahankan. Apalagi waktu aku mudik kemarin, boleh dikatakan aku amat jarang menulis, padahal tahun lalu waktu mudikpun aku bisa menulis. Entah faktor U atau faktor semangat yang sudah kendur ditambah kesibukan mengurus anak-anak yang semakin besar dan butuh perhatian ekstra, tapi aku tetap berharap aku bisa terus menulis selama aku bisa. Pengunjung TE juga datang dan pergi, nama-nama yang dulu ada, sekarang tidak ada, atau jarang terlihat. Tak mengapa, karena masing-masing tentu mempunyai kesibukannya sendiri. Yang penting silaturahmi yang pernah ada, sedapat mungkin dilanjutkan, kalau tidak mungkin dengan blog, ya dengan bentuk lain, atau social media lain. Aku tetap berharap masih bisa menjumpai teman-teman di Jakarta waktu mudik tahun depan, atau paling sedikit lewat blog ini.

Seribu, 12 dan 19 …angka-angka yang ingin aku peringati khususnya pada hari ini.

Tabik

Imelda

NB: Gara-gara baca postingnya pakdhe yang ini, aku jadi buat nasi kuning (sederhana karena cepat-cepat) deh hari ini hehehe. Disanding dengan nasi (ketan) merah Jepang yang selalu disajikan waktu selamatan.

Childish

Semua juga tahu childish itu kekanak-kanakan, tapi biasanya ini disebutkan untuk orang dewasa yang sifatnya masih kekanak-kanakkan bukan? Bukan oleh anak kecil usia 3 tahun kepada teman-temannya kan? Tapi inilah yang disebut Kai ketika kutanyakan padanya, “Kenapa sih Kai tidak mau ikut lomba lari dan acara gerak lagu Nintama Rantarou? ”

“Aku kan sudah besar. Permainan seperti itu kekanak-kanakkan….”

dan aku tertegun… iya juga sih, kekanak-kanakan. Anak balita dikenakan baju plastik bertuliskan “Ninja” lalu disuruh gerak mengikuti lagu. Atau balita itu disuruh lari dan melalui rintangan-rintangan lucu, kemudian sebelum garis finish akan dipakaikan sayap kupu-kupu oleh gurunya…. lalu cheezeee… difoto oleh orang tuanya. Cute! … tapi tidak cute menurut Kai.

Aduh! Kai..kai… kamu itu masih 3 tahun. Bertindaklah sesuai umur kamu. Bikin gemes kita semua. Jangan serius-serius seperti Riku bahkan papa dan mama dong.

tanah lapang tempat kami berkumpul

Hari Sabtu tanggal 2 Oktober, kami berkumpul di Taman Oizumi Sakura Undou Kouen, naik mobil15 menit dari rumah kami. Karena hari itu ada acara pertandingan olah raga untuk anak-anak penitipan pre-school Himawari, tempat aku menitipkan Kai setiap hari kerja. Memang menjelang tanggal 10 Oktober atau Hari Olahraga, di mana-mana terlihat sekolah mengadakan pertandingan olahraga.

Menunggu acara pembukaan. Lihat dong alas duduk kami...keren kan 😀 Kantor ini pernah jadi sponsor acara radio yang aku buat.

Untung sekali cuaca bersahabat, karena tahun lalu memang acara ini terpaksa diadakan di dalam ruangan karena hujan. Selain itu juga bertepatan dengan acara pertandingan olahraga SDnya Riku sehingga kami tidak bisa datang. Begitu kami sampai di lapangan rumput tempat penyelenggaraan Undokai (pertandingan olahraga/class-sport-meeting) kami melaporkan kehadiran kami pada guru-guru yang telah mempersiapkan baju untuk pertunjukan, dan topi sekolah kami berwarna biru. Duhhh mulai saat ini Kai tidak mau berpisah dari kami, apa lagi memakai topi. Terpaksa waktu acara “defile peserta” aku menggendong dia dan ikut barisan. Tapi karena memang balita, tentu saja banyak ortu yang menggendong anaknya terutama untuk kelas Hiyoko (anak ayam) 6 bl -1 tahun,  kelas Usagi (kelinci) 2-3 tahun) . Kai sebetulnya termasuk kelas Zoo (gajah) 3-5 th, tapi …. yang paling cengeng/rewel. Masih terbawa terus rewelnya setelah pulang dari Indonesia. 🙁

Acara pertama adalah pemanasan bersama, dan saat ini terpaksa Kai digendong oleh papanya. Maunya sih pasang foto papanya yang malah mengikuti gerakan bersama Riku, tapi dimarahin hihihihi.

Sesudah acara pemanasan bersama itu kelas Gajah mengikuti lomba lari. Nah di sini juga Kai tidak mau ikut, sehingga terpaksa dibantu oleh gurunya. Duh… (Tapi kalau mengingat kembali waktu Riku kecil juga dia pernah nangis terus tidak mau ikut acara sport…. )

Kai tidak mau "berlomba" ...lihat Riku membujuk dari samping 🙂

Acara selanjutnya gerak dan lagu dengan pakaian plastik bertuliskan Ninja itu. Sama sekali tidak mau ikut, malah lari sendiri ke mana-mana.

Yang ini menurut Kai childish huh!

Sebagai yang terakhir adalah gerak menggunakan selembar kain bulat yang nantinya akan menjadi balon besar. Untung saja ada gurunya yang langsung menggendong Kai dan menggandeng Kai terus untuk ikut acara ini. Jadi dia bisa sedikit berpartisipasi dalam acara olahraga ini.

akhirnya mau ikut setelah didampingi senseinya

Tapi waktu terakhir gurunya membagikan hadiah hiburan untuk semua anak-anak, dia yang paling depan antri bersama Riku. Huh dasar.

Kalau hadiah nomor satu deh hihihi

Kai sedang masuk masa perlawanan, sehingga sampai di rumah pun dia rewel dan menangis terus. Marah jika keinginannya tidak terpenuhi. Di situ akhirnya aku tanya dia dengan lembut (setelah ribut satu jam penuh) kenapa dia tidak mau ikut pertandingan lari, dan acara ninja itu.

Kekanak-kanakkan….Childish…..  Duh aku memang harus lebih sabar menghadapi anakku yang satu ini. Kai  sudah pintar menjawab dengan logis, mungkin karena pengaruh tinggal bersama Riku, kakaknya…..tidak ada yang seumuran. Makanya aku sadar dan bisa mengerti kalau dia menganggap teman-temannya di penitipan masih bayi 🙂

BTW: Dia sudah bisa menghitung satu-dua-tiga-empat-lima-tujuh-delapan-sembilan-sepuluh dalam bahasa Indonesia loh…. tinggal enam yang belum bisa hehehe (baca tulisannya mas trainer di sini: The Missing Four)

Swirl, Tumble and Squish

Sebetulnya cuma mau menulis grumble, misuh-misuh, tentang perasaan hati sejak kemarin sampai saat tulisan ini diterbitkan. Mau nulis judul Mixed Feeling, lah kok seperti mixed juice aja feelingnya bisa dicampur aduk begitu? Lalu timbul kata swirl di otakku dan waktu membuka google dan kamus untuk meyakinkan pengertianku dengan definisi sebenarnya, bertemu juga dengan kata tumble dan squish. Ya sudah aku pakai saja sebagai judul deh.

Tulisan ini benar-benar sampah jadi sambil lalu aja bacanya ya hehehe. Swirl adalah berputar bercampur ke arah horisontal, sedangkan tumble ke arah vertikal. Perasaanku sedang campur aduk ngga keruan. Itu saja intinya.

Kemarin aku mantengin komentator di TE karena tidak mau terlewatkan moment siapa yang menjadi komentator ke 12345. Menjelang aku harus siap-siap untuk pergi mengajar malam, tiba-tiba TE kebanjiran komentar dari Eka. Dia selama ini memang sering mengeluh padaku kalau koneksinya jelek, disamping sibuk sebagai PNS baru, jadi jarang datang ke TE. sekalinya ada waktu ya diborong semua gitu. Jadi kemarin dia menulis komentar bertubi-tubi deh. Aku sudah pikir pasti dia yang menjadi nomor ke 12345.

Eh, tiba-tiba si Henny, sahabatku dari Lubuk Linggau itu muncul, dan menuliskan komentar 3 buah! Jadi pada suatu ketika kala aku reload lagi dashboardku, sudah 12346, dan yang sebenarnya mendapat 12345 adalah Henny. 12346nya Eka. TAPI, akhirnya aku menentukan keduanya menjadi 12345, karena aku telah membuat satu kesalahan yaitu memberikan komentar di komentar bu Enny. Sehingga nomornya berlebih satu. Jika diperhatikan aku hampir tidak pernah menjawab komentar dengan login sendiri, sehingga bisa mengetahui seluruh jumlah komentar, murni dari pembaca TE. Terima kasih pada Henny dan Eka yang sudah meramaikan Twilight Express.

akhirnya yang ditunggu datang juga.. angka cantik! komentator ke 12345, sesudah ini tidak ada lagi angka yang aku tunggu

Setelah lega bisa membuat capture komentator ke 12345, aku pergi menjemput Kai pukul 4 sore dan kami langsung pergi ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro, untuk mengajar pukul 6:30-8:30. Kami tiba pukul 5 sore, masih ada 1,5 jam untuk beradaptasi. Hari ini mulai term baru KOI (Kursus Orientasi Indonesia) yang diselenggarakan Japinda (Japan Indonesia Association) dan bidang pendidikan KBRI Tokyo. Mulai April ini aku resmi mulai mengajar kembali setelah vakum 3 tahun.  Kursus ini pertama kali dibuat tahun 1974-an oleh kumpulan orang Jepang yang pernah tinggal, bekerja, bertugas di Indonesia yang berkeinginan mempelajari, bercakap-cakap mengenai Indonesia sambil ngopi-ngopi dalam suasana kekeluargaan. Jadi KOI memang bukan sekolah, lebih tepat dianggap sebagai mini culture center.

Biasanya kalau aku mengajar di situ, anak-anak aku titipkan mbak Ayu, yang suaminya bekerja di situ. Tapi kemarin mbak Ayu nya sakit. Waaah aku bingung, masak mengajar hari pertama sudah tidak nyaman. Bagaimanapun juga membawa anak-anak dalam kelas pasti akan merusak konsentrasi dan kelangsungan belajar. Kira-kira jam 6 sore, sudah tinggal 30 menit lagi, aku teringat om dan tante Soejarno yang tinggal di dekat sekolah. Langsung aku telepon mereka dan kebetulan mereka ada di rumah dan tidak ada acara apa-apa. Akhirnya aku mengantar anak-anak ke rumah mereka untuk menunggu selama aku mengajar. Hatiku tenang sekali waktu itu karena om dan tante Sudjarno sudah lama kukenal dan seperti keluarga sendiri. Sudah lama kami tidak bertemu, dan meskipun aku buru-buru aku senang sekali bisa bertemu keduanya.

Aku kembali lagi ke sekolah sambil setengah berlari, dan memulai pelajaran. Kelas dasar ada 7 murid, 5 yang baru dan 2 orang yang sudah pernah belajar tapi mau mengulang. Selalu senang mengajar orang baru, meskipun memang cukup sulit untuk mencairkan ketegangan mereka. Bagaimanapun juga orang Jepang lebih serius daripada orang Indonesia.

Dan kegembiraan ketiga hari ini adalah, salah satu murid baruku di kelas KOI ini juga tinggal di Nerima. Dan kami hanya beda 2 blok, sedangkan kalau dilihat jarak rumah hanya 5 menit naik sepeda. (Jalan kaki mungkin 10 menit). Dan rumah ibu itu berada pada jalur yang biasa aku lewati pulang. Jadi waktu pulang aku menawarkan ibu itu untuk ikut kami pulang naik mobil. Senang sekali bisa bercakap-cakap dalam perjalanan pulang di malam yang gelap. Biasanya hanya Kai yang menemani aku sampai di rumah, kalau dia tidak ketiduran. Riku biasanya langsung tidur begitu naik mobil.

Ibu itu (orang Jepang) belajar bahasa Indonesia di KOI ini secara rahasia! Tidak mau memberitahukan anak perempuannya yang sedang tinggal bekerja di Bali. Waktu ibu itu pergi ke Bali mengunjungi anak perempuannya, dia pergi kemana-mana naik motor, dan melihat kehidupan anaknya di negara asing. Dia merasa bahwa dia juga harus mulai belajar bahasa Indonesia supaya waktu dia mengunjungi anaknya lagi, dia bisa bicara. So sweet….. Aku senang karena sekali lagi Indonesia bisa merubah kehidupan orang Jepang, seorang lansia yang hidup sepi di Jepang.

Tapi dini hari aku merasa sedih. Membaca sebuah komentar yang membuatku tidak bisa berkata apa-apa, selain kesal. Mungkin kesalku padanya memang sudah memuncak karena dia selalu “mengejek” aku yang tidak tahu kondisi Indonesia. Mungkin maksudnya bercanda, tapi gotcha… candanya bisa mengiris-iris hati bagaikan pisau. Memang aku tidak tahu apa-apa tentang Indonesia and its life style…. siapa itu jayus, apalagi nama artis baru, atau program televisi. Makanya aku sering kesal jika membaca posting narablog yang membahas TV, dan masyarakat Indonesia. Aku bagaikan orang bego, dan aku tidak senang menjadi orang bego! Masalahnya hanya karena aku tidak tinggal di Indonesia. Itu adalah my handicap, dan dia telah menusuk suatu kondisi yang akupun tak dapat merubahnya. Aku tidak bisa dong meninggalkan suami dan anak-anak hanya karena aku ingin partisipasi membantu negaraku?

Dan ditambah dengan perjumpaan kenalan lama di FB. Bukan saudara, bukan teman, tapi suatu hubungan yang terkait-kait oleh pernikahan. Adik seorang om yang sudah meninggal yang tinggal di Amerika. Ingatanku dibawa kembali ke masa lalu, ketika dia menjelaskan dia siapa. Ya aku tahu aku pernah bertemunya di Jakarta …dulu waktu aku kecil. Alm om itu mempunyai anak gadis yang tanggal 8 kemarin menikah. Amelia…. dia dan mamanya pernah tinggal bersama kami waktu usia 4 tahun, setelah papanya meninggal.  Aku tidak bisa hadir di pernikahannya. Meskipun aku bisa melihat foto-fotonya, aku merasa sedih tidak bisa hadir langsung.

Ah, mungkin memang perasaan aku saja yang sedang sensitif akhir-akhir ini, apalagi besok tanggal 12 Mei adalah hari ulang tahun mama, dan aku tak bisa bertemu…… huhuhuhu… homesick!

UP and DOWN, naik turun berputarputar… gembira dan sedih begitu cepat berganti-ganti. Swirl, Tumble and Squish…. ah perasaan ini seperti dalam mesin cuci, tinggal tunggu kapan waktu untuk drain nya.

LAPORAN

Siapa sih yang hobi dan  suka disuruh buat laporan? Duuuh sebisanya pembuatan laporan diundur-undur sampai batas waktu terakhir (dan sepertinya status di FB marak dengan kegiatan membuat dan menyerahkan laporan pajak sampai hari-hari terakhir bulan Maret)

Kemarin Gen baru sampai rumah pukul 00:30 dini hari. Aku memang sudah tahu pasti dia pulang setelah hari berganti menjadi tanggal 1 April. Kantor Jepang memang selalu sibuk di bulan Maret dengan segala macam laporan. Dan untunglah laporan yang bejibun itu bisa selesai pada waktunya. Apalagi dia pulang membawa sebungkus kue dari seorang rekan kerja kontrakan untuk salah satu proyek yang dia tangani berikut surat di dalamnya. Katanya dia sangat mengerti betapa beratnya tugas Gen dalam mengurus begitu banyak kegiatan. Wajah capek selama sebulan bisa terhibur sedikit dengan surat itu, meskipun masih terlihat kekhawatiran dalam mengemban tugas baru yang dimulai  tanggal 1 April 2010.

Tanggal satu April memang merupakan awal yang baru, A New Beginning dalam kehidupan di Jepang, yang disambut dengan semangat baru. Meskipun pada bulan Maretnya merupakan bulan tersulit, yang membuat semua jungkir balik (termasuk saya yang musti mengurus anak liburan kenaikan kelas)… dan bulan yang penuh stress. Biasanya di pertengahan bulan Maret, pegawai diberitahukan mutasi, pindah ke bagian mana dan bulan terakhir untuk yang pensiun/berhenti. Karena itu tidaklah heran jika di bulan Maret banyak kejadian bunuh diri. Menurut Departemen Dalam Negeri dan Departemen Kesehatan dan Perburuhan Jepang, dilihat dari statistik tahun 2004-2008 tanggal 1 Maret rata-rata 138 orang yang bunuh diri 2,5 kali nya tanggal 30 Desember yang “hanya” 55,2 orang. Dan kalau dilihat dari harinya, yang paling banyak “korban” nya adalah hari Senin rata-rata 92,8 orang dan tersedikit hari Sabtu 70,7 orang. Aneh-aneh aja kalau dipikir bahwa sampai kementrian mengadakan analisa jumlah/hari apa/tgl berapa orang Jepang bunuh diri. Tapi masalah bunuh diri memang masalah yang cukup kritis di Jepang.

自殺者が最も多い日は3月1日の138人(04~08年の平均)で、最も少ない12月30日(55・2人)の2・5倍に達することが、過去の自殺の データを用いた内閣府と厚生労働省の分析で分かった。曜日別では月曜が最も多いことなども判明。分析結果は両府省のホームページで公開し、今後の自殺対策 に生かす。内閣府が警察庁の自殺統計データ(09年分など)を、厚労省が人口動態統計調査(04~08年)を集計し、さまざまな分析をし た。

日別の平均自殺者数で2番目に多いのは4月1日の121・4人で、6月1日の118・6人が続く。ワースト10はすべて1日か末日 だった。一方、12月30日に次いで少ないのは12月31日の57人と、12月29日の58人。少ない日は年末年始と旧盆に集中していた。厚労省は「多い日は生活の変わり目であること、少ない日は企業などが休みで活動が低下していることが、それぞれ影響しているのではないか」とみる。月別の1日当たりの平均(04~08年)では3月が最多の91人で、最少は12月の72・9人。曜日別の平均(同)は月曜が92・8人で最多、最少は土曜 の70・7人だった。07~09年の3月に自殺した計8995人でみると、男女比は72対28で、40~60代男性が42%を占めた。ま た、09年の自殺者データで、有職者は3月が最多だが、無職の人では主婦が4月、失業者は5月が最多だった。【佐藤浩】mainichi.jp   2010年3月31日(水)18:00

Loh…loh kok a new beginning tapi laporan jumlah bunuh diri sih? Yah sebetulnya cuma mau memberitahu bahwa bulan Maret memang berat bagi orang yang tinggal di Jepang. Dan sesuai dengan judul posting kali ini LAPORAN, aku mau melaporkan kepada pembaca bahwa blogku Twilight Express (TE) sedang berulang tahun yang ke 2. Ibaratnya bayi, baru bisa berlari dengan terjatuh-jatuh, dan kalau mau naik tangga musti pegangan hihihi. Sayang aku tidak bisa membuat posting seperti ultah pertama yang lalu yang begitu lengkap dan padat. Kali ini aku cuma mau memberikan laporan bahwa TE mengalami kemunduran dari segi performance. Posting ini merupakan posting ke 730, dan waktu aku menuliskan laporan ini sudah ada 11.865 komentar. Dilihat dari perkembangan waktu ultah pertama yang 510 posting, aku cuma berhasil menulis 220 tulisan selama setahun, padahal  niat dan ide menulis seabreg-abreg. Kendala waktu terasa sekali. Tapi memang aku harus bisa mengerem keinginan menulis, jika aku tidak mau anak-anakku telantar (jadi ngiri pada yang lajang hiks…).

Dari data statistik yang aku pasang bulan July 2008 diketahui bahwa pengunjung TE perhari sekitar 700 orang, yang tentu saja naik-turun tergantung ada tidaknya posting baru. Kesinambungan penulisan amat sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan, ranking alexa dan pagerank (yang terus terang turun banyak, alexa ranking sekarang 160.000-an dan page rank 3)

statistik TE sejak July 2008

Mengenai pertemanan di blogsphere masih berlanjut, meskipun ada beberapa yang hiatus atau berkurang sekali aktifitas menulisnya. Tapi meskipun jarang berkomentar di blog, hubungan masih terus dijaga, bahkan sampai ke kopdar-kopdar. Yang juga menarik, aku banyak mendapat teman baru yang justru bukan dari kalangan blogger, yang dulunya silent reader tapi kemudian menulis email, atau menghubungi lewat FB (makanya kalau mau di add di FB ku musti tulis bahwa sering baca TE hihihi). Bersyukur ada widget Top komentator, aku bisa mengetahui siapa teman-teman yang paling banyak berkomentar di TE.  Kalau dilihat top komentator sejak TE lahir, 14 orang sahabatku sebagai berikut:

Tapi jika dilihat selama satu tahun yang baru lewat, maka komposisinya berubah menjadi :

Ada banyak nama baru, teman baru yang kebanyakan juga sudah pernah kopi darat waktu aku pulang kampung tahun lalu. ( Aku belum pernah bertemu dengan Ata-chan, Putri , Ade, henny dan Didien… semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu yah). Ada nama yang dulu muncul tapi tidak muncul di daftar tahun ke dua, atau mungkin memang tidak meninggalkan komentar (bahkan kadang komentarnya langsung via chat atau email hehehe). Ini juga menunjukkan bahwa pertemanan memang selalu berubah, dan itu wajar-wajar saja. Karena masing-masing punya kesibukannya sendiri, bahkan setelah bertemu dan berteman, silaturahmi melalui SNS atau SMS/telepon jauh lebih penting daripada membaca blognya. Siapapun Anda, baik yang tercantum dalam daftar di atas atau tidak, yang selalu membaca TE atau hanya sekali-sekali nyangkut ke domain ini karena mendapat info dari paman Gugle atau tante Yahu… aku mengucapkan terima kasih dari lubuk hati. Aku selalu berharap tulisanku ini dapat berguna dan menghibur semua saja, karena tujuanku selain untuk menuliskan catatan harianku, aku bisa memberikan info yang diperlukan mengenai Jepang, negara yang menjadi tempat kediamanku saat ini.

10 judul posting dengan pengunjung terbanyak

Dari sepuluh tulisan yang paling banyak pengunjungnya, tetapi Arti Mimpi menempati urutan teratas. Diikuti Guest Book (biasanya sasaran spam tuh) dan yang ketiga mungkin judul satu-satunya di TE yang pakai kata “bugil” yang langsung menarik pengunjung situs-situs p*rn* (aku selalu menghindari pemakaian kata s*x dan keluarganya secara gamblang, kalaupun ada kuusahakan pakai filter * ). Bagi pembaca TE yang mungkin iseng dan ingin mengaduk-aduk tulisan lama silakan melihat pada page INDEX, karena di situ terdapat daftar 729 posting TE selama ini.

Aku banyak menerima permintaan untuk menuliskan tentang sesuatu, atau pertanyaan dalam komentar, dan aku mohon maaf kalau belum bisa memenuhi dan menjawab semua pertanyaan. Jika mendesak silakan hubungi lewat email, dan aku akan usahakan menjawabnya. Karena keterbatasan waktu jugalah yang membuat aku tidak bisa lagi menjawab semua komentar pada posting. Demikian juga dengan blogwalking, aku minta maaf untuk pengunjung TE yang sudah berkali-kali memberi komentar tapi belum aku sambangi, aku kunjungi… mohon maaf sekali. Bukan sombong, tapi memang tidak ada waktunya.

Demikianlah laporan saya mengenai Twilight Express yang saya buat dengan sejujur-jujurnya. Mohon diterima dengan baik, dan terima kasih atas perhatiannya.

Imelda a.k.a Ikkyu_san

Bunga Sakura yang mekar tanggal 1 April di Toshimaen, Nerima, Tokyo

Dunia Kecil

what a small world…. adalah suatu frase yang akhir-akhir ini sering saya gunakan, yang disadari keberadaannya dan dikomentari oleh Daniel Mahendra dalam tulisan sebelum ini. Dunia itu kecil!

Ya, ya, ya aku tahu memang berkat internet maka dunia itu seakan tidak ada batas-batasnya lagi. Batas teritori, batas waktu, batas -batas yang dibuat manusia. Tapi bukan soal pengetahuan umum ini yang ingin kubahas kali ini.  Bukan pula blog bertajuk “Dunia Kecil” yang dikelola Indira, seorang Master yang Mrs dan baru berulang tahun tanggal 22 Januari lalu. Tapi aku ingin bercerita sedikit pada peranan Twilight Express a.k.a. TE , alias blogku dalam pertemuan-pertemuan yang boleh dikatakan aneh atau ajaib.

Masih ingat Wita, pelopor blogger yang kopdaran dengan aku di Tokyo? Ternyata waktu dia muncul di apartemenku itu melalui perjalanan yang tidak mudah. Dia baru tulis di blognya pengalaman mencari apartemenku di Tokyo, dengan judul: “Road to Nerima”.  Semenjak dia berkunjung ke blog TE memang akhirnya kami menjadi akrab.  Dan pada saat yang hampir bersamaan TE kedatangan seorang tamu reguler yang agak ROM namanya mirip yaitu Whita Kutsuki. Kata Gen ROM adalah kategori pembaca tanpa komentar, atau sesekali saja berkomentar. Singkatan dari Read Only Member (dan ada beberapa yang mengaku padaku bahwa dirinya adalah silent reader TE). Dengan Whita yang ROM ini, aku bisa bertemu di KBRI Tokyo, karena kebetulan dia mau perpanjang paspornya (dan aku mengambil paspor adikku). Ceritanya ada di sini.

Siapa nyana, sambil ngobrol-ngobrol begitu, aku menangkap satu benang merah yang akhirnya membuat Wita dan Whita ini bertemu (paling sedikit bercakap-cakap di FB). Ternyata sodara-sodara, kedua wita ini berasal dari jurusan yang sama di Universitas Moestopo (yang letaknya dekat rumahku juga).

Kebetulan yang seperti ini ternyata terulang lagi, belum lama ini, 4 hari yang lalu. Ketika Ria bercerita mengenai perjalanan karir dia di chat. Sejak kuliah sampai dia bekerja di indo.com. Nah waktu aku mendengar nama perusahaannya indo.com aku jadi teringat bahwa aku pernah memesan tiket jakarta-jogja melalui wita/alma yang kala itu bekerja di indo.com. Aku juga pernah memesan hotel di Bandung melalui indo.com juga. Ternyata Ria adalah “sempai” dari wita di kantor indo.com, yang telah keluar kerja dari situ waktu wita masuk.

Tentu saja akhirnya Ria dan Wita berteman dan mereka bisa bercakap-cakap menceritakan nostalgia di kantor lama mereka berdua. Bertemunya di TE, meskipun memang jika aku tidak akrab dengan mereka, mungkin selamanya tidak akan timbul “benang merah” itu.

Pertemuan antar teman sekampus, teman sekantor, atau bahkan hubungan yang agak jauh seperti  aku dan mas trainer yang merupakan kakak dari senior di SMA (yang sama-sama merupakan anggota Science Club dan Sanggar Fotografi) dapat terjadi karena membaca blog dan berinteraksi.

Bahkan berkat TE juga aku bisa menemukan nenek moyang dari keluargaku Coutrier yang ternyata berasal dari daerah Polombangkeng/Galesong di Makassar. Dan ternyata Jumria Rachman a.k.a Ria adalah saudara sedarah jika ditelusuri sampai ke 4-5 generasi di atas kami.  Mungkin karena darah kami sama itu ya, yang menyebabkan kami akrab. Lucunya, kalau aku yang sedang misuh-misuh, Ria yang menghibur dan menasehati. Tapi ada kalanya juga gantian, Ria yang misuh-misuh dan aku sambil tertawa meredam kekesalan dia.

Tapi bukan hanya unsur “darah” dan “gembil” nya saja deh yang menyebabkan kami akrab. Ditambah dengan beda 9 hari deh ulang tahun di antara kami. Ya Ria baru saja berulang-tahun  tanggal 23 Januari kemarin. Kadang aku berkata padanya, “Kamu mustinya lahir lebih cepat 1-2 hari supaya masuk horoskop Capricorn, karena kamu lebih banyak sifat Capricornnya daripada Aquarius” hehehe. So, selamat ulang tahun saudaraku tersayang, Jumria Rachman. Nanti aku cari waktu untuk kita berdua menjelajah tanah Galesong bersama dan menelusuri sejarah nenek moyang kita ya. Maaf terlambat menuliskan di TE, tapi sudah lewat fesbuk dan sms kan ya… Aku senang sekali menemukan Ria sebagai sahabat dan saudara di blogsphere.

(Dua orang bersaudara jauuuh, mirip ngga? dimirip-miripin deh ya. Umur sih beda jauh lahhhh hihihi. Bayangkan Ria di Duri, aku di Tokyo ketemunya di dunia maya….)

Well, aku masih menunggu kejadian-kejadian pertemuan antar pembaca TE yang aneh bin ajaib, sehingga bisa merasakan kehebatan internet dalam silaturahmi antar manusia. Yang sudah saling bertemu sendiri lapor-lapor ya!!! (weleh aku kok seperti mak comblang aja yah? hihihi)

Dan sebentar lagi TE di domain ini akan menyambut ulang tahun ke dua pada tanggal 1 Maret nanti. Kalau lihat di samping kiri tertera bahwa sudah ada 696 tulisan di TE (padahal semestinya bisa lebih banyak lagi, tapi terkadang rasa malas dan kurang waktu menyerang), dengan 10.958 komentar. Aku ingin menyambut komentator ke 11.111 sebagai peringatan yang terakhir (soalnya 22.222 masih akan lamaaaaaaa sekali), sambil aku juga akan melanjutkan menuliskan perjalanan hidup, dari dini hari ke senja hari, from dawn to dusk, sambil menaiki “kereta” Twilight Express. Aku tidak tahu seberapa pentingnya TE  bagi pembaca, tapi TE penting bagiku sebagai kenangan perjalanan hidup seorang Imelda.

Tolooooong…..

Aduh aduh aduh….

aku bener-bener panik nih

siapa yang rela datang ke rumahku sekarang juga

untuk menangkap seekor kumbang kelapa (kuwagata mushi) yang lari dalam rumah….. hiks!

seperti ini yang lari dalam rumahku hiiiii
seperti ini yang lari dalam rumahku hiiiii

Kemarin malam, Gen membawa seekor kumbang kelapa yang dibungkus kertas. Ditaruh di atas meja makan. Tadi pagi jam 4 pagi waktu aku terbangun, masih ada. Karena terdengar bunyi kresek-kresek di atas meja makan.

Tapi….. jam 6:30 waktu Gen dan Riku bangun… waktu Gen mau memperlihatkan pada Riku, ternyata kertasnya robek… hiks…

Sekarang… di manakah makhluk hitam berkaki seperti kecoak itu berada? Aduuuuhhh bener-bener panik. AKU TAKUT!!!!! HELP!!!!!

Masih sambil bergidik begini, aku ingin mengucapkan terima kasih pada VEE, yang telah menjadi komentator ke 8888 di Twilight Express.  Pas dia berkomentar di postingan “Di Jepang ada pencuri?“. Berhubung Vee tinggal di Kawasaki, kalau bisa aku akan memberikan hadiahnya langsung sambil bertemu dengan Luna yang lucu…. Terima kasih atas semua perhatian pembaca TE selama ini. Tanpa kalian, semangat menuliskupun kurang tentunya.

Kami juga mau mengucapkan selamat Idul Fitri 1430 hijriah kepada semua saudara-saudara dan teman-temanku. Mohon maaf atas semua kesalahan kami.

Imelda- Gen – Riku -Kai