Arsip Tag: ranking

Seberapa Sering Anda Mengganti….

Pacar? Oh no… jangan diingat-ingat lagi deh kalau itu hohoho. Tapi kalau mengganti baju dalam sehari tentu boleh ditanyakan dong ya? Atau mengganti kaus kaki (biasanya sih sehari sekali bukan? ….yang jawab bukan, aku ngga ngerti deh seberapa baunya kakinya hehehe. Kecuali kalau basah kena hujan yaaaa). Atau mengganti gelas/mug dalam sehari? Nah ini aku tahu pasti ada yang bilang setiap kali minum, tapi kalau yang “environmentalist” pasti berkata satu hari sekali, pakai satu gelas diberi tutup/nama. Aku termasuk orang yang pakai satu mug satu hari 😉

Entah kenapa pagi ini aku sambil menjemur pakaian teringat pada sebuah acara di TV yang bernama “Nandemo World Ranking” yang diasuh oleh Imoto dan Neptune (Sekai Bantzuke). Sesuai dengan namanya acara ini menampilkan G20, 20 orang dari berbagai negara yang menjawab tentang kebudayaan di negerinya. Dan tentu saja termasuk orang Indonesia, yang jika dilihat dari daftar namanya bergantian dengan 3 orang.

Biasanya staff menyediakan suatu ranking tentang topik tertentu dan dari hasilnya akan dikomentari wakil dari negara yang bersangkutan. Ranking itu memang bermacam-macam, dan ada yang sudah pernah aku tulis juga di Graffiti or Rakugaki. Untuk sebuah episode misalnya ada ranking mengenai:

・よく掃除をする国ランキング Ranking mengenai negara mana yang paling sering membersihkan rumah. Hasilnya nomor 1 adalah Chile dengan angka 17,8 kali/seminggu. Alasannya karena di Chile banyak laba-laba beracun sehingga perlu sekali sering membersihkan rumah agak laba-laba itu tidak sempat datang dan menghuni rumahnya. Sedangkan yang paling jarang membersihkan rumah adalah Norwegia dengan angka 3,4kali/minggu, karena kedua orang tua bekerja sehingga tidak sempat membersihkan rumahnya (dan tentu saja tidak ada ART seperti di Indonesia). Jepang sendiri berada di posisi 27 dengan 9,5 kali seminggu.

・お風呂(シャワー)に入る国ランキング Ranking negara yang paling sering mandi. Nah ini perlu berbangga karena Indonesia mendapat ranking no 1 dengan 13,8 kali/minggu, dan yang paling jarang mandi adalah negara China dengan 4,5 kali/minggu. Memang China luas sekali, sehingga daerah yang panas tentu lebih sering mandi, tapi di daerah yang dingin mereka tidak ada air panas untuk mandi, sehingga jarang mandi. Kebiasaan mandi ini memang bergantung pada suhu udara rata-rata. Yang menarik jawaban dari Orang India, yaitu bahwa mereka pasti makan kare setiap hari, sehingga badannya juga ikut berbau kare. Karenanya perlu sering mandi. (sambil ingat temanku pernah berkata bahwa orang India sering berbau bawang bombay)

´パンツを取り替える国ランキング Ranking negara yang paling sering mengganti celana dalam. Di sini juga Indonesia menempati posisi pertama dengan alasan bahwa setiap sembahyang ganti celana dalam, sehingga dalam sehari bisa beberapa kali ganti celana dalam. Sedangkan yang paling jarang ganti adalah China (lagi) . Hmm aku sendiri cukup kaget mendengar hasil ini, karena memang biasanya kita mengganti CD sesudah mandi (jadi 2 kali sehari), tapi aku baru tahu bahwa umat muslim mengganti CD setiap sembahyang. Wakil Indonesia yang perempuan bahkan mengatakan (sambil menunjukkan) bahwa dia selalu membawa tas isi peralatan sembahyan+CD untuk ganti).  Tapi dalam pembahasan soal ini, ada suatu fakta yang mengherankan yaitu orang NewZealand jarang mengganti kaos kaki. Wakil NZ mengatakan bahwa dia sudah pakai kaos kaki yang sekarang dia pakai selama 65 hari. hiiiiii jorok (Si Kai sering loh pakai kata “jorok” meskipun sering kebalik-balik dengan “jelek” hahaha)

Masih ada bermacam-macam ranking yang dibahas, tapi yang aku teringat waktu tadi menjemur baju ya yang tentang ganti CD itu. Jadi aku ingin tahu apakah benar setiap sembahyang umat muslim mengganti CD nya?  Lalu kira-kira apa lagi ya yang sebetulnya perlu diganti secara rutin secara berkala? Yang kutahu sahabatku si Nique pernah menulis tentang SIKAT GIGI. Oh ya, Aku juga pernah menulis tentang Handuk loh….

Selamat berakhir pekan! Dan untuk yang di Jepang, selamat menyambut Golden Week 😉

.

 

 

Penyebab Pertengkaran Suami Istri

Kemarin pagi aku menemukan sebuah angket yang menarik, yaitu “Penyebab Pertengkaran Suami Istri”(夫婦で言い合いになる原因). Wahhh aku jadi ingin tahu, apa sih penyebab pertengkaran pasangan orang Jepang (sekaligus ngecek untuk diri sendiri sih hehehe)

Katanya nomor satu adalah (1) Cara menghadapi anak-anak. Hmmm memang benar sih, kadang aku tidak setuju dengan cara Gen menghadapi anak-anak. Sebetulnya bukan tidak setuju, tapi semacam membela, dan heran kenapa sih gitu aja marah…. 😀 (Kadang melihat seperti itu aku juga sadar bahwa aku suka memanjakan anak-anak, dan saat itu memang aku yang salah). Tapi tidak sampai bertengkar. Terus terang aku tidak mau terlalu ikut campur tentang cara membesarkan anak, karena anak-anakku adalah anak Jepang yang hidup di Jepang. Sedangkan aku kecil di Indonesia dan tidak tahu apa-apa kehidupan selayaknya untuk anak-anak Jepang. Jadi biasanya aku tanyakan pada Gen sebaiknya bagaimana.

2. Cara penggunaan uang (keluarga). Ya aku tahu banyak orang yang bertengkar soal uang. Untung saja aku dan Gen tidak pernah bertengkar soal penggunaan uang. Karena paling-paling Gen memakai uang untuk kepentingan kami semua. Tidak minum-minum di luar rumah, dan tidak membeli sesuatu untuk hobi yang mahal-mahal. Ada temanku yang aku tahu suaminya hobby bermain motor balap (bukan Mas Nug kok), tapi hobby semacam itu di Jepang pasti mahal kan. Semahal-mahalnya dia membeli paling buku :D, dan aku tidak bisa marah kalau buku 🙂

3. Cara melewati hari libur. Wah kalau ini tidak menjadi topik pertengkaran kami. Karena kadang kami memang maunya di rumah saja, tapi ada kalanya kalau Gen mau keluar, biasanya aku sudah bisa menebak pergi ke mana. Dulu bahkan sering masing-masing kami sudah mempunyai tujuan pergi, dan waktu diucapkan…. loh kok sama. Tapi sekarang memang lebih banyak Gen yang mencari tempat-tempat yang bisa dikunjungi melalui internet. Aku sih ikut saja 😀

4. Pemikiran cara membesarkan anak. Sama seperti nomor 1, kami jarang bertengkar soal ini.

5. Tidak bertengkar… aku kurang mengerti apa yang dimaksud dengan point ini. Masak sih pasang bertengkar karena tidak pernah bertengkar? hahaha

6. Cara menjawab waktu berbicara. Hmmm bisa dimengerti kalau menikah dengan laki-laki yang cukup tua, maka kelihatan sekali feodalnya :D.

7. Mengenai orang tua masing-masing. Nah loh untung aku tidak pernah

8. Tidak membereskan baju yang ditanggalkan (berantakan). Bisa dimengerti sih, tapi kalau aku malah bertengkarnya sama Riku 😀

9. Penentuan temperatur AC/heater. Ini juga tidak masalah. Sama-sama lahir bulan Januari sih 😀

10. Penggunaan WC. hahaha… mungkin ada pasangan yang lupa flush kali ya? jadi sampai berantem

11. Seringnya pergi minum. Ini memang masalah masyarakat Jepang yang pergaulannya harus dengan minum-minum.

12. Telat pulang. Nah… ini sering terjadi. Gen akhir-akhir ini pulang sampai rumah jam 12 malam, kemarin bahkan jam setengah dua 😀 Tapi kita tidak pernah bertengkar, atau tepatnya aku tidak pernah marah, karena aku tahu memang bulan Maret begini penutupan tahun fiskal banyak sekali kerjaan yang harus dibuat. Aku malah kasihan 🙂

13. Lain-lain

14. Jarang bicara. Dulu memang Gen jarang bicara, tapi sekarang sih ok-ok saja.

15. Banyaknya menggunakan waktu untuk hobby. Hobby nya baca buku, nonton film, tapi itu pun sekarang tidak ada waktu. Waktunya lebih baik dipakai bersama keluarga.

16. Kesukaan pada makanan tertentu. Hihihi, aku suka makanan Jepang, Gen suka makanan Indonesia, tapi buat apa berantem ya?

17. Setengah telanjang (pakai kolor saja) di dalam rumah. Untuk pasangan berusia di atas 50-an suami-suami banyak yang suka begini sih. Untung Gen tidak 😀 (dan aku juga tidak hahaha)

18. waktu yang terbuang untuk make up. Yes… pasti banyak yang sering bertengkar karena istrinya lama dandannya. Untung aku tidak pernah lama dandan. Bahkan biasanya aku yang menunggu Gen 😀

19. Pemilihan chanel televisi. Aku tidak minat nonton TV jadi terserah dia.

Waktu aku membacakan ini dan berdiskusi dengan Gen, ada Riku juga. Lalu kesimpulan kami berdua memang kami jarang bahkan tidak pernah bertengkar. Kemudian Riku berkata, “Bagus dong”. Dan dijawab oleh Gen, “Sebetulnya itu menunjukkan bahwa mama banyak menahan diri, tidak marahin papa. Jadi papa bersyukur…..” Sebuah pengakuan yang membuat aku tersenyum 🙂

Sampai sekarang aku masih cari-cari juga sih, apa yang bisa membuat kami bertengkar ya?
Kalau kamu? Semoga tidak ada juga ya 😉

 

 

Negara Idaman Para Ibu

adalah Norwegia. Sedangkan negara idaman untuk anak-anak adalah Swedia.

Memang ini hanyalah sebuah angket yang dilaksanakan oleh organisasi “Save The Children” yang melaporkan hasil surveynya persis sebelum sebagian negara di dunia merayakan Mother’s Day, tanggal 9 Mei kemarin. Dalam artikel bahasa Jepang memang memakai kalimat “Negara yang paling cocok untuk menjadi ibu” sedangkan kalau melihat judul asli dari survey adalah “2010 Mother’s Index Ranking”.

Bagaimana Jepang? Ternyata Jepang tidak bagus-bagus amat loh! Jepang menempati ranking 32 dari 160 negara yang menjadi obyek survey. Jepang hanya naik 2 tingkat dibanding tahun lalu yang berada di urutan ke 34. Padahal tahun 2006 pernah mencapai ranking 12 loh…..

Amerika juga ternyata hanya menempati ranking ke 28 dibawah 3 negara Baltik, Crotia dan Slovakia. Kok bisa begitu? Katanya di Amerika satu dari 4800 bumil (ibu hamil) meninggal, dan persentase kematian balita juga 8 dari 1000 bayi.

Nah… bagaimana dengan Indonesia? Kalau melihat artikel di surat kabar Jepang tentu saja tidak tertulis, jadi lebih baik melihat hasil survey langsungnya, dan menemukan bahwa Indonesia menempati ranking 54. hihihi Jauuuuh ya! (Jangan menghibur diri…ah Amerika aja cuma segitu! Mustinya malu dengan Malaysia yang 38, dan Filipina yang 48). Dari survey itu kita juga bisa mendapatkan bahwa ranking Indonesia sebagai idaman para anak-anak bahkan lebih buruk daripada sang ibu. Ranking 66 !!! Berarti memang kita harus mengasihani anak-anak Indonesia ya? Anak-anak Jepang (termasuk Riku dan Kai ) harus berbahagia karena negaranya termasuk 10 besar yaitu ranking ke 6. Berarti lebih baik menjadi anak-anak di Jepang daripada menjadi ibu. Aku mau tukeran sama Riku ah jadi anak-anak kembali…hahaha.

Riku dan bunga carnation sebagai hadiah Mother's day

Mau nebeng juga menuliskan Selamat Ulang Tahun kepada Mbak Tuti Nonka yang berulang tahun tanggal 10 Mei ini. Semoga mbak Tuti dapat terus melanjutkan kegiatannya dan menjadi teladan bagi para wanita eh perempuan! (Konon kata wanita itu jelek, jadi lebih baik perempuan…tapi bahasa kan tidak statis, asalkan intinya tersampaikan apa salahnya memakai wanita? )

Lalu komentator ke 12321 adalah Alamendah, dan komentator ke 12345? Mungkin kamu loh hehehehe.

Yang Aneh dari Tokyo

Judul aslinya sih “Tokyo no koko ga hen”, yaitu suara warga atau pendatang di Tokyo mengenai Tokyo sendiri. Maksudnya, kenapa sih  kok bisa begitu, dan mungkin bisa dibayangkan mengucapkannya sambil geleng-geleng kepala dan mengeluarkan suara “ck ck ck”.

Ini adalah hasil ranking yang dibuat dari responden online, dan kupikir bisa menjadi gambaran tentang kota Tokyo.

Ranking pertama, apalagi kalau bukan, “Mahalnya sewa rumah”, well semakin dekat pusat kota, dan semakin dekat stasiun semakin mahal. Tokyo terbagi dalam 23 -ku (ku = kotamadya) yang terletak di pusat dan 26 shi yang perpanjanganya Tokyo, kemudian 5 machi dan 8 mura (desa). Tentu tinggal di “23 KU”. Dan di antara warga Tokyo sendiri ada semacam pengetahuan bahwa ketenaran masing-masing KU itu berbeda. Shinjuku- ku adalah daerah padat dan terkenal, sehingga sewa rumah di situ mahal, sehingga tidak bisa menyewa apartemen yang luas. Memang tergantung lokasinya juga. Apartemen sebesar 65m persegi bisa lebih dari 20 juta rupiah perbulan jika di daerah Shinjuku. Apalagi jika dekat stasiun.

Peta Tokyo, bagian berwarna ungu adalah KU, sedangkan sebelah kiri berwarna hijau adalah perpanjangan Tokyo terdiri dari SHI. Ada beberapa pulau yang dikategorikan shi dan mura

Sumber : http://www.metro.tokyo.jp/PROFILE/map_to.htm

Ranking ke 2 adalah Banyaknya orang. Jelas saja, persis tadi pagi tgl 27 April dilaporkan penduduk Tokyo per 1 April 2010 sudah mencapai 13.010.279 jiwa. Bertambah 25.619 dari bulan Maret. Dan…. dari jumlah penduduk itu 20 persen adalah warga berusia 65 tahun ke atas.

Yang ketiga adalah  Mahalnya ongkos parkir. Well di tempat yang padat bisa sampai 10 menit 100 yen (Rp10.000 ), tapi kalau pergi ke pinggiran Tokyo, hampir semua restoran dan toko mempunyai pelataran parkir yang besar dan gratis.

Keempat:  udaranya kotor. hmmm aku sih tidak begitu merasa, mungkin karena aku bandingkan dengan Jakarta ya hihihi.

Ranking lima adalah kereta padat penumpang…. hahaha ini memang khasnya Tokyo. Bener-bener nempel deh orang kalau naik kereta terutama di jam-jam sibuk. Dan ini pula yang menyebabkan timbulnya kata chikan (orang yang ramah alias rajin menjamah tubuh wanita hihihi)

Yang ke enam adalah  mahalnya biaya makanan dan minuman. Well, kemarin minggu aku bertemu Eka di Tsukuba. Kami makan ke restoran dan ada set menu dengan harga 1050 yen. Memang di Tokyo ada juga set menu dengan harga segitu, tapi tidak pada hari Minggu, dan malam hari. Mau makan malam hari di restoran? harus siap-siap membayar 3000-4000 yen satu orang.

Ranking 7 adalah air ledengnya tidak enak. Aku sih tidak pernah minum  air ledeng, meskipun sebenarnya air ledeng di Tokyo bisa diminum (kecuali tempat/WC umum) . seperti kebiasaan di Indonesia aku selalu masak atau membeli mineral water. Sekarang aku rajin mengambil air mineral gratis di supermarket, dengan menjadi anggota dan membayar 500 yen untuk “membeli” botol 4 liter. Selanjutnya gratis terus tuh.

Yang ke delapan : tidak mengenal tetangga sebelah. Untung aku masih kenal tetangga sebelah apartemen aku…dulu sebelum Riku lahir memang tidak pernah tahu siapa tetangga sebelahku. Itu karena aku bekerja siang, sehingga tidak ada kesempatan bertemu tetangga, dan ngobrol.

Ke sembilan : ribut meskipun malam. Yaaaa kalau pergi ke daerah Shinjuku, Roppongi, Harajuku ya jelas aja. Atau ke stasiun-stasiun. Sampai pagi malah. Tapi kalau ke daerah perumahan ya ngga lah.

Ranking 10: walaupun kereta terakhir tetap saja penuh. Justru karena kereta terakhir jadi penuh, karena tidak mau ketinggalan kereta sehingga harus menginap di taman (kalau tidak mau keluar duit) atau hotel/karaoke/bar.

Yang ke 11: pintu masuk keluar stasiun yang banyak. Terutama stasiun kereta bawah tanah. Kalau salah keluar pintu, bisa-bisa nyasar deh.

Ranking ke 12: Tetap terang meskipun malam hari. Well itu benar. Dan ini kusadari waktu mudik, loh kok jakarta gelap sekali ya? heheheh

Ke 13 adalah :  Jalannya cepat! Heheheh kalau lambat ya DITABRAK! Makanya aku suka kasihan kalau ada lansia yang keluar rumah dan mau naik kereta pas jam-jam sibuk. Orang-orang tidak berperasaan sekali deh, tabrak-tabrak mereka. Dan kadang kalau aku terpaksa berada di belakang mereka juga merasa sebal karena LELET nya. Padahal kalau aku nanti tua juga sama tuh. Tokyo bukan untuk LANSIA, terutama pagi/malam hari.

Ranking 14:  banyaknya gedung pencakar langit. well namanya Metropolitan, ya wajarlah kalau banyak skyscapernya.

Ke lima belas adalah Jarak antar stasiun yang pendek. Ini di pusat kota, kalau agak menjauh juga tidak dekat kok. Aku sendiri sekarang tinggal di tengah-tengah 3 stasiun, yang bisa dicapai dengan bus.

Ranking 16 : banyaknya orang berfashion aneh-aneh. Hahaha…. memang aneh-aneh sih. tunggu saja di musim panas, ada kok yang berani memakai celana pendek macam celana dalam pendeknya hihihi/

Ke 17 adalah  banyaknya jumlah kereta dalam satu jalur. Misalnya untuk jalur yamanote line yang memutar Tokyo, setiap 3-5 menit pasti ada kereta yang datang, sehingga tidak perlu menunggu lama.

Yang ke 18: peron stasiunnya banyak. Wahh iya, coba datang ke stasiun tokyo, Stasiun Ueno dan Shinjuku… sudah merupakan satu “kota” sendiri deh.

Ke 19. tidak perlu mobil. Well, karena kereta lebih tepat waktu, banyak dan teratur, buat apa punya mobil. Lagian sewa tempat parkir di apartemen itu mahal. setahuku di daerah Meguro sebulan bisa 40.000. Kalau Ginza? Wahhh siap-siap aja membayar 60.000 yen.

Dan yang terakhir adalah adanya gerbong kereta khusus perempuan. Seperti sudah pernah aku tulis di sini, memang karena padatnya gerbong kereta waktu jam-jam sibuk, membuat perusahaan kereta api menyediakan gerbong khusus penumpang. Biasanya di bagian ujung kereta.

Sumber ranking : http://cache001.ranking.goo.ne.jp/crnk/ranking/999/tokyo_funny_2010/p1/

Sumber berita: asahi.com

東京都は27日、4月1日現在の推計人口が初めて1300万人を超え、1301万279人となったと発表した。3月より2万5619人(0.2%) 増えていた。都は「都心部のマンション増に加え、求人が減った地方から仕事を求めて移住する人が増えたためでは」とみている。

都の人口は1967年に1100万人を超え、33年後の00年に1200万人に到達。その後は年10万人程度のペースで増加し続けた。97年以降は毎 年、転入者数が転出者数を上回っている。

地域別では、23区が882万440人、多摩地区が416万2592人、島しょ部が2万7247人。人口増は区部で目立ち、前年同月比で最多だったのは 高層マンション建設が相次いだ江東区の7470人増。次いで足立区が4840人増だった。asahi.com

Penyebab masih JOMBLO

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memojokkan teman-teman blogger yang masih jomblo. Hanya ingin menuliskan bahwa masalah “ingin menikah tapi tetap jomblo” itu adalah masalah yang universal sekali. Tidak di Jepang, tidak di Indonesia…. sami mawon. Untuk pria Indonesia mungkin tidak begitu masalah lambat menikah, tapi untuk wanita Indonesia itu mungkin masalah… meskipun kadang bukan masalah dari diri sendiri, lebih ke masalah (omongan) masyarakat sekitarnya.

Di Jepang wanita berusia di atas 30 tahun yang belum menikah semakin lama bertambah banyak. Bahkan sampai timbul istilah-istilah ARASAA dan ARAFO seperti yang telah aku tulis di postingan KATA POPULER.  Menurut Departemen Dalam Negeri Jepang, jumlah wanita single berusia sekitar 25-29 tahun pada 1980 menempati 25% sedangkan pada tahun 2005 sudah mencapai 59%. Usia menikah wanita bergeser menjadi lebih lambat atau tidak sama sekali. Dan mungkin ini juga sudah mencapai tahap kritis.

Sebagai seorang yang kerap disebut sebagai ANEGO,  kata lain kakak perempuan onesan yang JANGAN Anda pakai sembarangan, aku juga sering menerima curhatan dari teman wanitaku, mengenai keinginan untuk menikah, tapi jomblo terus.

Nah, aku menemukan sebuah angket yang diadakan situs Goo, dengan topik : “Alasan tidak bisa menikah padahal keinginan untuk menikah itu besar sekali”, dan ada 20 alasan untuk orang Jepang loh. Coba kita lihat, apakah alasan-alasan ini cocok juga untuk orang Indonesia:

Dua puluh alasan itu berdasarkan ranking:

  1. Mengejar pasangan ideal (hmmm universal sekali ya, mencari the knight in shining armor)
  2. Ego yang kuat
  3. Gengsi an
  4. Mencintai tapi dengan terpaksa mengikuti syarat pasangan saja. (Pacar tidak mau segera menikah, ya nurut aja gituh)
  5. Keras terhadap orang lain, tapi tidak keras pada diri sendiri. (Tipe orang yang berkata “Kamu harus begini begono”, tapi tidak melaksanakannya. Tukang nasehat.)
  6. Pada akhirnya lebih suka “sendiri”
  7. Kesempatan untuk bertemu lawan jenis yang terbatas.
  8. Tidak PEDE
  9. Terlalu menunjukkan keingin ingin menikah (jadi pacar dan calon pacar ketakutan hihihi)
  10. Terlalu bersih a.k.a STERIL (suka bersih-bersih jadi pacarnya sampai takut kalau dia “dibersihkan” juga hahaha)
  11. Selalu jatuh cinta pada orang yang “tidak tepat” (hmmm misalnya orang itu sudah beristri/bersuami)
  12. Pas dilamar, terlalu banyak mikir
  13. Diri sendiri tidak belajar (tidak memper”pandai” diri)
  14. Tidak bisa sama sekali mengerjakan pekerjaan rumah tangga (biasa jadi “putri”, segalanya dilakukan orang lain/pembantu)
  15. Terlalu memonopoli (Si pacar “disekap” dalam rumah terus)
  16. Sifat “berdikari” nya terlalu kuat (ya buat apa ada orang lain sebagai pasangan hidup ya)
  17. Tidak SEXY (wahhh ternyata faktor sexy ngga juga masuk hitungan)
  18. Selalu mendahulukan pekerjaan (Nah loh workaholic)
  19. Tidak ada waktu untuk mencari pasangan hidup
  20. Menyukai orang berlainan terus-terusan (bosenan dong 😀 )

Wah, ternyata alasan itu semua universal ya, bisa berlaku di Indonesia juga. Tapi di Jepang masih mending (hampir) tidak ada masalah agama atau suku. Mungkin kalau di Indonesia perlu ditambah dengan : Belum mampu/ mapan untuk menghidupi orang lain. (Gajinya untuk sendiri aja belum tentu cukup gituh). Atau ada juga yang masih dilarang-larang oleh orang tua ya?  Kira-kira di Indonesia apa lagi alasannya ya?

Well, tadinya aku mau posting tentang ini kemarin, ternyata tidak keburu menuliskannya karena Kai masih sakit (meskipun sudah tidak demam, tapi batuknya itu loh, sampai muntah-muntah ….repot ganti sprei) dan selalu minta tidur bersama hihihi.

Have a nice MONDAY!