Arsip Tag: puding teh

Libur Musim Panas

Resmi mulai hari ini Riku memasuki libur musim panas, sampai dengan tanggal 25 Agustus nanti. Tapi dia masih akan ikut pelajaran renang, yang diadakan sepanjang libur musim panas, dan tiga hari pelajaran tambahan bagi mereka yang mau mengulang. Gurunya volunteer untuk mengecek pekerjaan beberapa murid (meskipun pada akhirnya cukup banyak peminat). Memang hanya dari jam 10:40 sampai 12:00. Kalau hari sekolah sesudah itu ada makan bersama, tapi karena sudah masuk libur, maka murid akan pulang ke rumah.

Seperti biasa kalau liburan, kalau di Indonesia ada tugas mengarang, “Liburanku”. Yang menarik di sini “PR” untuk musim panas adalah:
1. Mengulang mata pelajaran bahasa dan berhitung.
2. Menulis 2 kejadian yang menarik selama musim panas. Tapi kertasnya terbagi dua, atasnya untuk menggambar situasi, dan di bawahnya tulisannya. Nanti tugas ini akan dipajang di koridor sekolah.
3. Diberikan 2 lembar kertas “monitoring” tumbuhan yang dipelihara selama musim panas. Karena kami akan mudik, maka Riku tidak bisa menanam tumbuhan. Untuk itu mungkin kami harus mencari tumbuhan yang menarik di Indonesia nanti, sebagai bahan untuk tugas ini.
4. Dalam pelajaran berenang ditentukan level kemampuan berenang. Misalnya level 14 : bisa memasukkan kepala ke dalam air, level 12: bisa membuka mata dalam air, level 9: bisa berenang gaya apa saja sepanjang 5 meter. Dan menurut Riku sih, dia sudah sampai level 9. Tapi karena kami akan mudik, tidak bisa melanjutkan pelajaran berenang, sehingga mungkin aku harus memberikan les berenang khusus setelah kembali dari Indonesia. Katanya Kelurahan Nerima cukup ketat mewajibkan semua anak SD harus bisa berenang. Nah loh!

Jadi hari ini Riku kembali ke rumah pukul 12:30, dalam keadaan lapar dan haus! Wah susah deh kalau liburan begini, anak-anak (kai masih di penitipan sih) lapar terus, apalagi benar-benar panas di luar.  Mau masak? Dapur juga panas, apalagi pakai api kan. Rasanya selama musim panas mau delivery aja deh. Sebetulnya dapurku ini tidak terlalu panas karena aku sengaja memasang AC di ruang tamu yang anginnya bisa sampai ke dapur. Tapi namanya barang elektronik, 10 tahun dipakai dia juga minta pensiun deh. ACku koit! Padahal hari ini di Nerima cukup 37 derajat saja! duh….

Nah, di musim panas begini, biasanya orang mau minum terus. Tapi biasanya kalau terlalu banyak cairan, perut akan kembung. Di sini banyak dijual jelly buah-buahan, seperti di Indonesia juga. Tapi aku belum pernah melihat jelly kopi dan teh dijual di Indonesia. Jadi minuman kopi (kalau Jepang kopi pahit) dan teh akan diberi bubuk agar-agar dan didinginkan. Cukup beri sedikit cream (susu) dingin waktu makan. Sudah menjadi dessert yang menyejukkan. Malah kadang-kadang jelly itu dipotong-potong dan dimasukkan dalam susu dingin.

Yang juga aneh adalah minuman kaleng. Sekarang banyak minuman dingin yang mengandung jelly. Jadi sebelum membuka, kita harus mengocok-ngocok dulu beberapa kali supaya terurai. Dijual mungkin awalnya dalam bentuk padat, sehingga kalau buka dan hendak langsung minum, tidak bisa keluar dari lubang yang ada. Ada bermacam rasa, grape atau jeruk, tapi yang tadi aku belikan untuk Riku adalah cola jelly…. yang pasti kalau coffee jelly dan tea jelly, kita bisa buat sendiri di rumah, tapi cola jelly? susah ya rasanya jadi aneh.

sebelum dibuka/diminum harus dikocok dulu tuh. Katanya Riku sih enak, mamanya tidak kebagian nyicip sih ...hiks...

Memang banyak minuman beragam di sini, tapi yang aku inginkan sekarang adalah… es kelapa/kopyor pakai gula jawa cair …duhhhh… tahan mel …tahan… hihihi