Arsip Tag: omah sendok

Batak Batak Batak !!!

Semua orang tahu (aku ragu apakah Malaikat Tahu, karena malaikat tidak bersuku) bahwa

orang Batak itu ceplas-ceplos, rame,  suara keras, tukang nyanyi, kalau tertawa tidak ditahan-tahan dan seribu cirikhas lain, yang begitu “terlihat” dalam pergaulan orang Indonesia. Tapi aku memang cocok dengan sifat mereka yang to the point itu.

Di antara blogger yang sering mengunjungi Twilight Express, adalah seorang batak. Meskipun katanya dia bukan 100% batak, tapi sifatnya… mmmm… mbatak banget lah. Aku mulai dekat dengannya sejak Juni akhir, sering berbincang-bincang di chat Yahoo Messenger.

Nah, hari minggu lalu tgl 9 Agustus, Eka Situmorang Sir itu yang mengundangku untuk kopdar. Karena tadinya ada beberapa orang yang “jauh” akan datang ke Jakarta, seperti Muzda yang tinggal di Jogja dan Afdhal yang biasanya tinggal di hutan Kalimantan. Kami juga sebetulnya mengharapkan Ria bisa datang dari Duri, tapi akhirnya peserta acara Kopdar Minggu itu hanya dihadiri oleh Frozzy, Mangkum, Pito, aku dan tentu saja pasangan Eka dan Adrian.

Sebelum acara mulai jam 1 itu, opa oma dan cucu-cucu (6 orang cucu!) ikutan makan di Omah Sendok. Ada sebuah scene menarik, yaitu aku melihat Riku berdansa dengan Sophie. Dia tidak malu-malu waktu aku lihat, sehingga aku langsung ambil beberapa foto.

Sesudah Mangkum, dan Eka+ Adrian hadir, rombongan keluargaku pulang, dan meninggalkan si KOALA Kai saja yang jelas-jelas tidak bisa berpisah dengan aku.

Host kopdar Minggu itu Eka, ingin berbagi kegembiraannya dalam peringatan 1 tahun pernikahan mereka. Sekaligus dia ingin mengadakan launching blognya yang sudah mempunyai domain sendiri, http://ceritaeka.com. Silakan main main ke CE, sodaranya TE… hihihi…. Jadilah kami makan cheese cake lezat yang dibawa Eka hari itu sebagai dessert.Yummy.

Sambil ngobrol ngalor ngidul, ntah kenapa Eka mulai memanggil Afdhal dengan “Panjaitan”. Alasannya? “iya mbak dia cocok dipanggil Panjaitan, lihat aja tuh jarinya terjahit pada handphone Blackberrynya. Jari terjahit, tidak bisa lepas gitu”. Nah Afdhal resmi menjadi Afdhal Panjaitan deh.

Lalu mulai kami memikirkan nama marga Batak yang cocok (lebih cenderung kecocokan bunyi daripada arti sih) untuk kami masing-masing. Pito menjadi Pito Naibaho (mantap memang pengucapannya), lalu si Frozzy menjadi Frozzy Purba. Sedangkan aku memilih Siagian saja, menjadi Imelda Siagian. Alasannya sederhana… semua Siagian yang kukenal orang baik! Jadi kalau disuruh memilih tentu saja aku pilih yang baik dong. (Kami tidak boleh memilih nama “pasaran” yang sudah banyak dan umum). Baru tahu  bahwa Lia, teman blogger juga berasal dari marga Siagian.

Yang sulit adalah Mangkum, sulit menemukan nama yang cocok. Sehingga akhirnya Eka menetapkan Mangkum Manulang. (cocok deh soalnya Mangkum kurus hihihi). Resmilah kami ditahbiskan menjadi warga BATAK. Well, ini kan cuma main-main saja.

Tapi, hari gini, predikat blogger tampaknya harus diembel-embeli dengan kata “narsis”, sehingga pergilah kami “de niue batakers” meninggalkan Kai yang sedang tidur dijaga Adrian, pergi ke halaman belakang Omah Sendok, tempat kopdar kali ini. Di bagian belakang ada sebuah kolam renang yang dikelilingi tempat makan juga. Tapi hari ini ada beruntun acara reuni sejak pagi, sehingga tempat itu dipenuhi tamu dan petugas. Kami memakai waktu pergantian tamu dengan berfoto di lorong jalan masuk, dan tidak berfoto di dekat kolam renang (sudah ada segala macam spanduk soalnya).

Bergayalah kami dengan segala pose, sehingga terpaksa aku pun yang tidak biasa berpose ikut dengan “arus”. Memang batak-batak “jadian” ini rame dan tidak tahu malu! Puncak kegilaan kami adalah, dengan keisengan Pito menegur seorang tamu yang sedang lewat. Pertama yang menjadi korban adalah pak “Rizal”. Karena menghalangi jalan, Pito berkata, “Maaf ya pak Rizal”. Pak rizal hanya tersenyum melengos dan berlalu. Loh … kok kamu tahu namanya Rizal? ….Rupanya karena acara reuni, semua peserta memakai kertas bertuliskan nama di dadanya. Tertawalah kami, sambil pak Rizal menjauhi kami seraya menanggalkan stiker di dadanya.

Tapi, itu masih tidak seberapa. Karena seorang ibu “Ika” menjadi korban ke dua Pito.
“Selamat sore bu Ika….”
Ika itu memandangi Pito dengan senyum lebar dan heran, dan berkata….
“eh kamu siapa…kok aku lupa ya?”
Dia pikir Pito adalah teman seangkatannya yang ikut reuni. Dengan santai Pito menjawab,
“Ngga kok mbak, saya cuma tamu biasa” …..
“Kok tahu nama saya?”
“Lah itu ada tertulis di stiker itu”….. #$(&)'()(=~)~= ….
Aku tidak berani memandang wajah Mbak Ika itu…pasti “mpet” mau marah, caci maki, malu bercampur jadi satu. Dan kami “cuma” bisa tertawa tergeli-geli melihat tingkahnya Pito, si pelawak satu itu.

Kembali ke ruangan dalam, tak berapa lama Kai terbangun dan mulai rewel. It’s time to go home then. Setiap perjumpaan ada perpisahan… memang…

Tapi selama kita hidup, perjumpaan itu akan selalu dikenang dan terpateri dalam ingatan. Sebuah tanda bahwa kita hidup tak bisa sendiri. Dan aku bahagia menemukan kawan-kawan baru di dunia maya yang menjadi nyata. Terlepas apa sukunya, apa kebiasaannya, apa latar belakang pendidikannya, apa agamanya…. tapi kami saling menghargai dan punya niat untuk bersahabat. Sampai teman akrab kami di jaringan blog yang tidak bisa hadir, menyatakan dirinya juga sebagai anggota “de nieu batakers” dan memilih sendiri nama marganya menjadi VIZON HUTABARAT. Uda Vizon … dengan ini dinyatakan resmi sebagai anggota “de nieu batakers” loh.

Terimakasih untuk hari minggu yang berkesan, brothers and sisters.

(Kai memandang senja dari dalam taxi)

Cerita hari minggu ini juga bisa dibaca di sini (lebih lengkap foto narsisnya)

Hari ke 9 : Kopdar atau Narbar (narsis bareng)

Judul diatas adalah royalti Pak Andri A. A. seorang contact saya di FB, dalam komentarnya mengenai foto-foto 9 wanita Kopdar tanggal 23 Februari yang lalu yang saya pasang di FB. Well memang sekilas lebih tepat disebut Narsis Bareng, karena banyaknya lembar foto yang membuktikan kenarsisan mereka (lah posenya aja banyak yang sama gitu kok) Tapi tanpa ada “Kopi Darat” itu Narbarnya tidak akan terwujudkan.

Hari ke 9 perjalananku, memang merupakan hari yang terpadat. Mungkin semua bisa baca sendiri di postingan “Ngumpul yuuuk!!!” betapa padatnya jadwal hari itu. Omah Sendok dari jam 11:00- 15:00, Karaoke dari jam 15:00-17:00 dan malam di Pisa Cafe Mahakam. Sengaja saya set begitu, karena saya tahu para pengikut (terutama Lala dan Yessy yang mantan penyanyi Band) pasti ingin bernarsis ria dengan suaranya. Saya bilang lebih baik setting karaoke dari jam 15:00 sampai jam 19:00 malam baru makan…. karena saya tahu mana cukup 2 jam untuk penyanyi-penyanyi mencapai kepuasan bernyanyi? Tapi apa kata Lala? “Aku butuh waktu untuk pulang, mandi dan berdandan kembali” … HAH? Mau pulang lalu kembali melakukan kopdar? Oi oi ini JAKARTA sekali kamu pergi ke luar, jangan pernah pikir untuk pulang dulu lalu keluar lagi (Hal yang sama jika tinggal di Tokyo…. kecuali Anda seorang CEO yang mempunyai supir yang siap mengantarkan Anda ke setiap penjuru kota). Atau kamu mau pergi sendiri untuk session berikutnya? Memang jarak rumah dengan tempat-tempat ini dekat, tapi ceritanya akan lain jika kamu mempunyai 2 orang anak yang selalu maunya nempel dengan ibunya kemana-mana. Aku pasti tidak akan bisa keluar lagi.

(Kiri : hiasan di Omah Sendok — kanan yang menghias Kopdar kali ini : TRIO MACAN MAKAN : Lala – aku – Yessy)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Mau membawa 2 bocah itu ikutan kopdar? Oh NOOOOO…. kasian mereka terkontaminasi udara luar yang pasti amat sangat ribut itu… bisa-bisa mereka pulang dengan shock heheheheh. Atau aku yang tidak bisa konsentrasi menjadi host yang baik untuk acara yang sudah dirancang jauh hari ini. Memang kopdar tidaklah cocok bagi seorang ibu RT, kecuali ada seorang suami yang baik seperti Mas Totoknya mbak Rhainy, yang mau menjadi baby sitter bagi ke dua anak yang tampan itu. Maaf ya abang, memang tante sengaja tidak mengajak Riku dan Kai saat itu. Kalau mau bermain- main bersama, lebih baik datang ke rumah atau tentukan waktu yang terpisah khusus untuk anak-anak.

kalau ada anak-anak mana ada waktu untuk iseng begini????

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Satu kesamaan dari kesembilan perempuan yang hadir ini adalah mereka berkenalan di dunia maya melalui blog. Masing-masing mempunyai spesialisasi sendiri, dan avatar yang belum tentu mencerminkan wajah mereka sendiri. Baru hari itulah kami bertatap muka, dan cukup gembira karena menemukan banyak kesamaan yaitu berbody gede, bongsor dan ….. ah isi sendiri deh (Kecuali Bu Enny dan Yessy deh)

Dan kesembilan perempuan ini memang RIBUT. Sepertinya kalau mau membuat kopdar di Tokyo, harus dipikirkan untuk membuat di Taman atau udara terbuka, karena pasti mendapat keluhan dari masyarakat sekitar, sukur-sukur kalau tidak ditangkap polisi dengan tuduhan membuat keonaran. DAN perempuan-perempuan ini BISA diam hanya pada waktu makan saja. (Lihat deh makanan yang dipesan …. Bebek panggang, Iga Bakar, Soto Tangkar, Sup Buntut Goreng….. diet terlupakan. Tapi memang makanan di sini lumayan enak, meskipun sup buntut gorengnya agak asin menurut saya)

Kami sempat membicarakan bermacam issue tentang wanita, sampai kami merasa beruntung tidak ada lelaki yang hadir sehingga bisa BEBAS bicara seenaknya. (Padahal di ruangan sebelah beberapa babe babe pasang kuping juga sih). Mudah-mudahan kami bisa melaksanakan rencana yang dicetuskan untuk membantu kaum wanita dalam permasalahan sehari-hari wanita itu sendiri melalui Blog.

(tidak!!…aku tidak sedang chatting, hanya berusaha menuliskan input teman-teman kok)(aku dan bulet…. padahal siapa sih yang lebih bulet??? )

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sebetulnya selain 9 orang ini, masih ada Reti dan Krismariana yang rencananya hadir, tapi karena satu dan lain hali terpaksa tidak bisa bergabung. Sembilan perempuan pemilik blog yang hadir pada waktu itu adalah : (klik di foto untuk jump ke blog mereka dan bacalah juga laporan masing-masing mengenai kopdar ini)

Apalah artinya 4 jam untuk wanita-wanita ini. Kalau bisa tentu saja ingin menambah lagi waktu untuk bisa berbicara, bergossip ria dan melepas kerinduan. Tapi karena beberapa harus pulang/kembali ke pekerjaannya, dan session kedua sudah menanti, maka Kopdar hari ini session pertama dituntaskan pada pukul 3 sore. Sebelum pulang, dan menunggu kendaraan, masih sempat-sempatnya Narbar – Narsis Bareng di Omah Sendok.

]

Session ke dua adalah karaoke. Cuman berlima tapi menempati ruangan berkapasitas 20 orang (maksudnya supaya bisa joget, berdansa dan melantai — ngepel gitu). Heboh heboh deh, apalagi ketika mulai dinyanyikan lagu Terajana. Tapi bener deh, berasa tua sendiri berada di antara 4 cewek muda ini. Saat itu saya menyayangkan ketidakhadiran Ibu Enny atau Yoga untuk menemani saya menyanyikan lagu evergreen …hiks hiks… (Eh tapi aku sempet nyanyi Kopi Dangdut loh! hihihi —segitu bangga!???). PR begitu pulang ke Jepang: Belajar lagu Rihanna atau lagu-lagu yang ngepop sekarang, termasuk belajar tereak hihihi.

(kiri …untung ngga ada 9 orang yang begini…kalo ngga hancur deh tuh Inul Vista Melawai)(ceritanya sambil nunggu hasil rekaman CD yang lagi diburn. Hasilnya? Ancurrrrr!)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Session ketiga tadinya direncanakan jam 6 tapi karena Karaoke diperpanjang dan terbuang waktu untuk menunggu burning CDnya, Kami (Lala, saya dan Ria) sampai di Cafe Pisa, Mahakam pukul tujuh. At last sampai ke session terakhir di hari Senin yang melelahkan ini.

Sambil menunggu kehadiran yang lain, makan es krim bukan sebagai dessert tapi sebagai Appetizer hihihi

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kalau melelahkan buat apa merencanakan sampai acara makan malam? Ya, karena saya tahu tentu saja ada orang-orang pegawai yang hanya bisa datang di malam hari sesudah pulang kantor. Karena itu settingan untuk malam hari mutlak diadakan. Dan benar saja, kumpulan blogger yang tidak saya kenal sebelumnya selain Lala dan Mangkumlod itu, datang berkumpul (demi bertemu Lala) memeriahan acara session ke tiga dan membenarkan istilah jawa, Mangan ora mangan asal ngumpul. (Padahal makannya roti dan mi Italia –Pizza dan Pasta)

(ber-8 di Cafe Pisa Mahakam) (Bukan maksud buat gossip, tapi kita berdua emang yang paling sepuh di sini)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sayang sekali di Pisa Cafe ini, -G-, Wita, Yoga dan Julehajones mendadak tidak bisa join. Tapi di sini, saya bisa bertemu Mas Nugroho yang pandai memotret dan menulis puisi, Daddynya si Sassie. Lalu Hilman yang pernah jadi body guardnya Lala waktu Lala launching buku di Jakarta (Kok banyak diamnya ya Hilman malam itu?). Abi dan tukang siomay yang termasuk dalam kelompoknya Mas Nug. Serta Bayu yang segera akan mempunyai blog (bener kan Bayu? ehehehe) . Selain Blog nya Mas Nug, yang lain saya belum pernah bertandang. Di sinilah terjadi hukum terbalik dari Kopdar. Biasanya baca blog dulu baru Kopdar, tapi kali ini Kodar dulu baru baca blog. Dan itu memang MUNGKIN terjadi.

Hari yang melelahkan, tapi sekaligus memuaskan. Akhirnya saya dan Lala sampai rumah pukul 10 lebih dengan diantarkan Mas Nug. 11 jam di luar rumah! Kopdar Jakarta kali ini boleh dikatakan sukses banget! (siapa dulu dong EO nya… uhuy….)

Ngumpul yuuuk!!!

Kopdar di Jakarta, bersama JeungLala dan EM

Hari Senin tanggal 23 Februari 2009

Pukul    : 11:00- 15:00 (code: Pagi)

Tempat :  OMAH SENDOK

Taman Empu Sendok No. 45
Jakarta Selatan
DKI Jakarta – Indonesia
PH 1: (021) 521-4531
pencapaian :

Dari arah SCBD keluar Senopati, masuk ke jalur kiri, ada jalan taman Empu Sendok, masuk kekiri

Buat yang ngga bisa gabung untuk makan siang, silakan gabung ke KARAOKE bersama.

Pukul :15:00 – 17:00 (code : Sore)

Tempat Inul Vizta Melawai

Tapi untuk yang baru bisa datang setelah jam Kantor, silakan hubungi saya, dan saya akan beritahu tempat ngumpul setelah karaoke. Kemungkinan besar Pisa Cafe, jalan Mahakam. (Code : Malam)

Pendaftaran di : emi_myst@yahoo.com ditunggu ya (sampai sabtu 21 February)

Peserta yang sudah mendaftar:

  1. Jeunglala (pagi-sore-malam)
  2. Imelda (pagi-sore-malam)
  3. Yessy (pagi-sore)
  4. Rhainy (pagi-sore)
  5. Puak (pagi-sore)
  6. Ria (Pagi-Sore)
  7. Indahjuli (pagi -Sore)
  8. Indie (Pagi -Sore)
  9. Bu Enny (Pagi-sore)
  10. poppy (Pagi- Sore)
  1. julehajones +teman (sore-malam)
  2. mangkumlod (malam)
  3. Yoga (sore – malam)
  4. Mas Nug (malam)
  5. Japs (Malam)
  1. DV + Melati (rohnya aja katanya –sepanjang hari)