Arsip Tag: ochuugen

Summer Greetings

Kalau pada  tahun baru orang Jepang terbiasa untuk  mengirimkan Nengajo 年賀状 dengan kartu pos khusus yang disediakan kantor pos, sebenarnya  ada satu lagi “event” yang dianggap perlu, sampai-sampai Kantor Pos Jepang perlu membuat kartu pos khusus. Ya, Summer greeting, atau bahasa Jepangnya Shochuu mimai 暑中見舞い。

Kebetulan kemarin aku membaca bahwa tanggal 15 Juni adalah hari “shochuu mimai“. Sudah lama ya aku tidak menulis seri “Hari ini hari apa”, karena tahun lalu cukup banyak aku menulisnya. Ternyata kemarin itu adalah hari peringatan penerbitan kartu pos Summer Greeting pertama pada tahun 1950. Jadi sejak tahun 1950, orang Jepang mempunyai kebiasaan mengirim summer greeting dengan kartu pos khusus. Kalau kartu pos untuk tahun baru disebut Nengajo, maka kartu summer greeting ini disebut dengan “Kamomeru”. Perpaduan dua kata kamome (burung camar) dan meru (mail) . Musim panas memang identik dengan laut dan di laut ada burung camar bukan?

Dengan mengirim kamomeru ini, kita menyampaikan kabar kita kepada relasi dan kawan-kawan. Sebuah wadah silaturahmi dan bisa juga promosi atas produk atau barang jika pengirimnya perusahaan. Kamomeru ini juga seperti nengajo dilengkapi dengan undian berhadiah, dengan hadiah-hadiah menarik. Tapi karena musim panas juga ada akhirnya, kamomeru ini hanya dijual sampai tanggal 20 Agustus.

Bisa membeli kartu pos itu dari website kantor pos jepang

Selain mengirim kartu pos, biasanya orang Jepang juga mengirim Ochuugen お中元 berupa barang, biasanya makanan/minuman/sabun/minyak dsb kepada orang-orang yang dianggap banyak membantu, osewaninatta. Mengirimkan barang atau kartu pos seperti ini sudah menjadi kebiasaan di Jepang, meskipun memang lama kelamaan mulai berkurang. Yang menerima ochuugen dan kamomeru, sedikitnya bisa “menyejukkan” diri dalam udara panas Jepang yang lembab ini. Tahun ini aku dapat kamomeru atau ochuugen tidak ya? (haduh gimana mau dapat kalau tidak pernah kirim hihihi)

e-card dari kami, bunga sweetpea... menyejukkan ruangan

Kabar-kabari

Memasuki bulan Desember yang disebut dengan Shiwasu 師走 dalam penanggalan Jepang, orang Jepang mulai terburu-buru, tergesa-gesa atau bata-bata bahasa Jepangnya. Pokoknya sibuk deh. Selain mengirim oseibo, お歳暮 yaitu kiriman paket setiap musim dingin kepada kerabat dan orang yang dihormati (selain oseibo, ada ochuugen お中元 untuk musim panas), juga mulai membuat kartu tahun baru. Mengirim Kartu tahun baru di Jepang merupakan suatu kebiasaan yang masih dipelihara meskipun memang semakin sedikit jumlahnya, akibat perkembangan email dan internet.

Kartu tahun baru atau Nengajo 年賀状 ini didesain sedemikian rupa, biasanya memuat gambar Eto, atau shio tahun yang baru. Kalau tahun lalu adalah tahun tikus (makanya film Ratatoille laku kali ya heheheh) maka tahun yang akan datang 2009 adalah tahun sapi ….mowwwwww…..  Selain gambar atau tulisan shio itu, ditambah dengan foto keluarga/ anak-anak pengirim dan kabar di tahun yang silam atau rencana untuk tahun mendatang.

Kartu-kartu dibuat dan dikumpulkan ke kantor pos sebelum tanggal 24 Desember. Karena pihak kantor pos akan mengirimkan ke seluruh cabang kantor pos dan kartu-kartu itu akan sampai tepat di hari tahun baru tanggal 1 Januari. Supaya begitu bangun pagi di hari tahun baru itu, mereka sudah menerima kartu-kartu tahun baru dari kerabat, seakan pengganti salam dari mereka. Jika lewat tanggal 24 desember? berarti sampainya baru tanggal 4 karena tanggal 1,2,3adalah hari libur resmi (kecuali tanggal 1 utk pegawai pos).

Nah kami belum pernah mengirim tepat waktu…heheheh karena kami selalu repot bekerja sampai akhir tahun, dan kadang buntu ide untuk membuat kartu tahun baru yang bagus. Bagus menurut kami adalah….. tidak perlu menulis banyak-banyak …(payah deh). Sudah dua tahun saya mendesign tahun baru dengan banyak memakai foto-foto, sebelumnya pakai gambar “mirip wajah” yang digambar oleh illustrator profesional.

Saya mulai bingung sekarang design bagaimana yang bagus untuk kartu tahun baru dari keluarga kami menyambut tahun Sapi 2009. Biasanya di tanggal 23 november yang merupakan hari Libur, kami pergi ke Ikspiari di dekat disneyland karena di sana ada illustrator profesional. Tapi saya malas memakai ilustrasi (karikatur) untuk tahun ini karena saya bisa bayangin bagaimana sulitnya menyuruh Kai duduk diam untuk menjadi model. Well, semoga sampai sebelum natal saya bisa membuat sesuatu design yang baik.

Orang Jepang menganggap mengucapkan selamat tahun baru melalui kartu itu merupakan perayaan. Nah sekitar bulan November/desember awal, biasanya kami menerima sebuah kartu pos yang dikirimkan untuk memberitahukan agar jangan mengirim tahun baru kepada mereka. Apa pasal? Ternyata dalam tahun yang akan lewat, terlah terjadi kedukaan di dalam keluarga mereka. Entah itu ayah/ibu/adik/kakak/nenek/kakek ada yang meninggal. Sehingga mereka tidak merayakan tahun baru, dan kita diharap tidak mengirimkan mereka kartu tahun baru. Kartu yang bernuansa kelabu ini disebut dengan Kartu Duka Mochu Hagaki 喪中はがき

Kartu di atas saya terima dari mantan murid saya yang berusia 94 tahun, yang ditinggal meninggal istrinya yang berusia 88 tahun. Ahhh ingin rasanya saya bertemu dengan bapak Watanabe ini secepatnya. Seorang bapak yang saya kagumi karena semangat belajarnya tak pernah pudar, dan daya ingatannya yang fantastis. Beliau mulai belajar bahasa Indonesia pada saya waktu berusia 83 tahun!!!!. Unbelievable. Dengan menerima kartu seperti inilah pertama kali kita mengetahui ada kematian di keluarga tersebut. (bisa baca juga postingan saya tentang bendera kuning). Kadang saya terkejut jika mengetahui berita kematian tersebut adalah kematian dari orang yang saya ketahui. Bahkan pernah saya baru mengetahui seorang guru yang saya hormati meninggal karena kanker perut setelah 5 tahun berlalu. Sedih…..