Arsip Tag: natal

Meri Kurisumasu

Meskipun tanggal 23 Desember kami libur karena memperingati ulang tahun Kaisar, biasanya tanggal 24-25-26 Desember kami yang tinggal di Jepang tetap harus bekerja karena tanggal-tanggal tersebut tidak libur. Kebetulan saja tanggal 24 Desember tahun ini jatuh pada hari Sabtu sehingga banyak orang yang bisa libur beruntun. Tapi Gen harus bekerja hari Sabtu itu, sehingga kami tinggal di rumah saja. Untung dia bisa pulang cepat (jam 6 sore) sehingga bisa makan malam bersama. Aku cuma bisa memasak ayam panggang dan membuat kue tart yang dihias anak-anak. Kalau natal tahun lalu berbentuk pohon Natal 2 D, kali ini aku putar otak untuk membuat pohon Natal 3 D dengan membuat susunan dari kue bulat yang mengecil ke atas. Anak-anak juga senang dan tidak sabar untuk makan 😀

Riku menghias kue dengan whipping cream dan coklat

Lucunya kami makan Christmas dinner sambil menonton TV acara “Tensai! Shimura Dobutsuen” dan ikut menangis melihat cerita-cerita tentang anjing yang menolong majikannya. Apalagi cerita mengenai Dog Therapist, anjing yang khusus dilatih untuk menemani anak-anak yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Kebanyakan anak-anak ini menderita penyakit berat, dan sebagian besar tidak mempunyai harapan hidup. Dengan kehadiran Dog Therapist itu ada anak-anak yang menjadi riang dan bersemangat untuk tetap hidup, meskipun ada pula yang tidak tertolong. Tapi sisa waktu hidupnya bisa dilewati dengan gembira. Ada dua cerita yang disampaikan, seorang balita  berusia 1 th yang menderita perdarahan otak (meninggal setelah 6 bulan) dan seorang berusia SMP yang menderita leukemia dan sembuh! Anak yang sembuh ini takut mati dan tidak mau “membuka hatinya”. Namun ketika melihat anak ini, si anjing memandangnya dan mendekat, berusaha berteman. Padahal Dog Therapist itu sebetulnya tidak boleh memberikan reaksi terhadap pasien, tapi pada anak-anak tertentu (si penderita Leukemia dan balita 1 tahun yang sebelum sakit sangat suka anjing) anjing ini seakan mempunyai ikatan/panggilan batin.

Ada santa claus mini di atas kue, dan santa claus kecil yang bajunya salah kancing!

Setelah acara “Shimura Dobutsuen” ini kami menonton seri “Youkai Ningen (Manusia Jejadian) ” yang merupakan tayangan terakhir. Manusia Jejadian ini merupakan penciptaan manusia dari seorang profesor yang gagal, sehingga wujudnya seperti monster tapi baik hati. Mereka berwujud seperti manusia biasa, tapi jika marah/emosi berubah menjadi monster. Mereka ingin menjadi manusia sesungguhnya  dan menjadi cara-cara. Lalu diketahui bahwa untuk menjadi manusia harus mempunyai Zen (hati yang baik) Aku (hati yang jahat). Manusia memang terdiri dari dua unsur itu, tergantung bagaimana dia menekan perasaan jahatnya. Akhirnya mereka memilih untuk tidak menjadi manusia daripada harus memasukkan unsur jahat ke dalam diri mereka.

wajah gembira Riku mendapat hadiah dari Opa-Omanya

Biasanya setelah film seri ini, kami menonton acara dari grup musik terkenal Arashi, tapi karena anak-anak ingin mendapatkan hadiah dari Santa Claus, mereka akhirnya tidur juga. Karena aku bilang, Santa Claus datangnya waktu kalian tidur. Kalau tidak tidur ya tidak datang. Jadi begitu Riku dan Kai tidur, sekitar pukul 11 malam, aku mempersiapkan kado untuk anak-anak di bawah pohon  Natal. Dan ternyata saudara-saudara, Riku bangun jam TIGA pagi, menemukan hadiah itu dan membangunkan aku, “Ma, ada hadiah dari Santa, aku boleh buka ngga? Nanti aku foto deh”
“Ngga boleh. Ini jam 3, kamu harus tidur lagi. Jam 6 baru boleh bangunkan mama dan boleh buka. Mama tidak perlu foto hadiahnya, mama perlu foto kalian menerima hadiahnya”
Jadi deh dia tidur lagi dan pasti tidak nyenyak karena penasaran.

Riku langsung membuka satu-satu legonya dan merakitnya

Teng jam 6, Riku sudah membangunkanku, padahal aku masih ngantuk sekali. Dan aku menyuruh dia menungguku. Akhirnya aku kasihan juga, sehingga aku bangun untuk memberikan hadiahnya. Gen juga sudah bangun, sehingga kami bisa melihat mukanya yang begitu berseri mendapatkan hadiah, yang memang sudah lama dia inginkan. Lego – Pirates of Caribbean yang harganya memang mahal, sehingga kami hanya bisa belikan pada waktu khusus saja. Tapi selain itu sebagai hadiah dari opa-omanya dia dan Kai mendapat advent calendar Lego yang star wars. Sebetulnya ini merupakan pilihan Gen yang melihat bahwa di dalam kotak advent calendar itu banyak lego yang anak-anak belum punya. Tapi melihat Riku merakit satu-per-satu lego itu, dalam waktu singkat, Gen melihat dengan kagum. Well jaman dulu belum ada sih mainan seperti begini.

Biar baru 4 tahun, Kai sudah bisa merakit sendiri parts Lego dari Star wars sambil melihat petunjuknya. Kadang kalau perlu tenaga untuk menekan atau melepas partsnya dia minta bantuan kakaknya.

Tapi Riku memang cepat sekali merakitnya. Bayangkan mulai jam 6:30 sampai 12:30 dia menyelesaikan 3 kotak Lego, termasuk satu kapal “Black Pearl” nya Jack Sparrow. Kapal dari Lego ini memang keren! Detil dari film Pirates of Caribbean banyak terekam menjadi parts lego yang unik. Mulai dari koin sampai rambut gondrongnya si Sparrow. Tapi biarpun aku bicara panjang lebar, kalau tidak mengerti Lego seperti situkangnyampah, mungkin tidak bisa mengerti apa sih enaknya main Lego. Iya kan? 😀

Kai meskipun dia belum bisa merakit sendiri kalau terlalu rumit, kami belikan juga seri Pirates ini, sehingga mereka berdua bisa bermain bersama.Tentu saja Kai ingin yang sama juga dengan kakaknya. Tapi dengan alasan pembuatannya sulit (padahal karena mahalnya) dan hanya boleh untuk anak berusia di atas 8 tahun, maka Kai berhasil kami tenangkan. Dia puas dengan merakit sendiri Advent Calendarnya, sedangkan Legonya yang Pirates dikerjakan papanya.

Riku dan Kai bersama kapal Black Pearl (Pirates of Caribbean)

Pagi yang tenang dan cerah. Aku mencuci pakaian dan melakukan rutinitas kerjaan ibu-ibu, sambil melihat mereka konsentrasi membuat lego. Sesekali aku mengintip soc med di internet serta memotret kegiatan mereka. Damai…. apalagi mendapat banyak ucapan selamat dari saudara dan teman-temanku. Meskipun Tokyo dingin, hati kami hangat merayakan hari Natal, hari kelahiran Yesus Kristus. DeMiyashita mengucapkan Selamat Natal bagi umat kristen dan terima kasih untuk semua ucapan yang diberikan kepada kami.

 

Merry Christmas from deMiyashita

*** Meri Kurisumasu adalah pengucapannya orang Jepang untuk Merry Christmas. Kalimat lainnya yang diucapkan adalah kurisumasu omedetou (omedetou = selamat) ***

 

Turkey a.k.a Kalkun

Keluarga dari pihak mama berkumpul di Bogor hari ini, untuk memperingati Natal bersama. Om Lody (77), kakak mama merupakan yang tertua dan pandai memasak Turkey atau Kalkun panggang. Jadi semua saudara-anak-cucu berkumpul di sana.

Aku tidak tahu apa yang menyebabkan Natal diperingati dengan Kalkun Panggang atau Ayam Panggang. Memang menu ini menjadi dobel karena dalam perayaan Thanksgiving juga biasanya makan Kalkun Panggang. Menurut Om Wiki (sumprit….yang ini bukan saudaraku), kebiasaan makan Kalkun di Amerika itu dimulai kira-kira tahun 1800. Di Jepang juga penjualan ayam panggang mencapai puncaknya di malam Natal, selain dari christmas cake…. padahal mereka bukan kristen.

De Miyashita kemarin malam juga menikmati ayam panggang, yang aku panggang sendiri dengan resep ala imelda, alias jangan tanya hehehe. Yang pasti pakai bawang putih, bawang bombay, lada, garam dan kecap inggris/kecap manis. Ayam  utuhnya aku beli dari toko halal, Bumbu-ya, yang harganya cuma 480 yen. Kalau membeli di toko Jepang biasa, selain jarang, kalaupun ada biasanya harga ayam utuh kira-kira 1500 yen dan tidak halal hehehe (meskipun bagiku halal atau tidak, tidak merupakan keharusan).

Karena banyak yang mesti dikerjakan, aku hanya sempat membuat ayam panggang dan macaroni schotel, serta christmas cake yang dihias Riku dan Kai. Tidak sempat membuat salad dan pudding. ….

de miyashita's christmas eve dinner
de miyashita’s christmas eve dinner

Gen, “Aduh, orang Jepang tidak biasa memotong ayam utuh sih, jadi aku potongnya jelek.” sambil memotong ayam karena biasanya kepala keluarga yang potong.
Aku, “Maaf ya, ayamnya kecil. Ngga sangka setelah dipanggang jadi sekecil ini.”
Riku,”Tapi, Mickey Mouse punya ayam panggang keciiiiil sekali loh. Segini (sebesar satu paha). Dan dia harus potong itu untuk anak-anaknya.”

AKU TERPAKU DAN MENANGIS…..

Ya, memang dalam film Natal Disney itu digambarkan Mickey miskin yang bekerja di bawah Paman Gober yang pelit, yang mengharuskan dia bekerja setiap hari dengan gaji kecil, bahkan pada hari Natal! Waktu Mickey minta libur waktu Natal, hanya diberi setengah hari dan dipotong gaji. Tapi malam sebelum Natal, Paman Gober itu mengalami mimpi seperti Scrouge…. well lanjutan ceritanya tentu bisa ditebak, atau bahkan mungkin sudah pernah lihat film disney yang itu.

Riku dengan bicara begitu mengingatkan aku bahwa :
Aku HARUS bersyukur masih bisa menyediakan satu ayam panggang utuh meskipun kecil! dan makanan lain meskipun tidak mewah, tapi masih lebih bagus daripada hari-hari biasa.
Masih bisa mengelilingi meja makan, menikmati kehadiran keluarga, dan berdoa bersama (padahal waktu aku disuruh berdoa oleh Gen, aku berdoa singkat, karena kesal baru bisa makan malam jam 9 karena dia pulang larut, dan capek seharian masak dan bebenah).
Masih bisa merasakan kehangatan heater untuk melawan dinginnya udara musim dingin yang kemarin mencapai 6 derajat malam hari.
Ya, aku harus bersyukur untuk semuanya ini. De Miyashita sudah merayakan malam natal yang sederhana.

Pagi hari Natal di Tokyo….

Gen berangkat ke kantor pukul 7:30 pagi
Riku berangkat sekolah pukul 7:50 pagi
Kai berangkat ke penitipan pukul 8:30 pagi
Imelda langsung menuju sekolah Riku untuk kegiatan PTA pukul 9:00 pagi.
Untung dua temanku mau mengerti dan membiarkan aku pergi dari sekolah pukul 9:30 pagi…. naik bus dan mengikuti misa di Kichijoji pukul 10:30 pagi.

Misa dipimpin dua orang pastor. Yang satu sudah renta, jalan sambil bungkuk, meskipun suaranya masih mantap. Umat memenuhi gereja kecil ini, dan 90% dari mereka adalah orang tua yang pasti sudah berumur diatas 70 tahun! Semua kepala putih, bungkuk dan ada beberapa yang naik kursi roda. 10% lainnya, ibu dan anak, termasuk saya yang sendirian.

Memang dengan pergi ke misa sendirian, aku bisa konsentrasi berdoa. Tapi waktu ada seorang bayi menangis pas aku ingin berdoa setelah menerima komuni, aku menangis….. Kenapa aku harus sendirian ke misa? Kenapa aku tidak bisa bersama Riku ke sini? Karena Riku sekolah? Kenapa aku tidak bisa bersama Kai ke sini? Karena aku mau konsentrasi berdoa? Bukan, bukan karena aku kesepian dan homesick tidak bisa pulang ke Indonesia, tapi lebih ke kenapa aku tidak bisa aktif dalam kegiatan gereja, dan melayani.

Tapi…. aku dihibur oleh seorang pastor asal Indonesia yang memang bertugas di paroki Kichijoji. Pastor Epen (Steven SVD) namanya. Aku baru pertama kali bertemu beliau. Dan waktu berpisah dengannya itulah dia berkata, “Jangan merasa terbebani harus datang ke misa. Tuhan Maha Pengasih, dia tahu isi hati kamu”.
Untung waktu itu aku buru-buru mau pulang jadi tidak begitu perhatikan kata-katanya, kalau tidak pasti mewek di situ deh. Dan setelah aku renungkan sesampai di rumah, aku mengerti maksudnya. Sabar mel…. ada masanya. Semua akan indah pada waktunya.

Selamat Natal untuk semua teman yang merayakan.

We Wish You a Merry♪♫•*¨*•.¸¸♥ ¸¸.•*¨*•♫♪ Christmas♪♫•*¨*•.¸¸♥ ¸¸.•*¨*•♫♪We Wish You a Merry ♪♫•*¨*•.¸¸♥ ¸¸.•*¨*•♫♪Christmas ♥ ♥ ♥We Wish You A Merry ♪♫•*¨*•.¸¸♥ ¸¸.•*¨*•♫♪Christmas ♪♫•*¨*•.¸¸♥ ¸¸.•*¨*•♫♪…And A Happy New Year!♪♫•*¨*•.¸¸♥ ¸¸.•*¨*•♫♪…

Riku dan Kai dengan hadiah Natal mereka….

It’s Christmas Time

Well, yes …. memang tanggal 25 itu masih lama, dan sebagai umat Katolik “biasanya” kami tidak merayakan Natal di masa Adven seperti ini. Karena masa Adven adalah masa penantian, perenungan dan persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus, dengan hati yang bersih, bukan masa untuk “berpesta”. Namun untuk kristen  Oikumene, yaitu suatu usaha gabungan untuk merayakan hari besar agama Kristen oleh gereja-gereja kristen-katolik, biasanya akan memilih awal-awal bulan Desember sebagai kegiatan mereka. Lebih baik dilihat sebagai usaha untuk mempersiapkan Natal dalam kebersamaan daripada hanya sekedar “pesta” Natal.

Nah, kami yang tergabung dalam Keluarga Masyarakat Kristen Indonesia di Jepang atau disingkat KMKI akan mengadakan Natal Bersama umat kristen di Tokyo dan sekitarnya, pada Sabtu tanggal 12 Desember nanti bertempat di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro 4-6-6. Saya sendiri sudah menyerah untuk ikut aktif dalam kegiatan KMKI, dan absen untuk sementara dulu, tapi saya akan usahakan hadir di sana. (Membawa Kai yang sedang suka berantem dan egois dengan angkutan umum memerlukan energi yang tidak sedikit. Dan seperti biasa, meskipun Sabtu, Gen tetap bekerja — even tanggal 25 — sehingga saya harus bisa menerima kenyataan, bahwa untuk menjadi seorang Kristen yang taat di negeri ini memang sulit)

Terus terang, meskipun saya sudah memasang pohon Natal di rumah lengkap dengan hiasannya, pohon itu lebih  bersifat hiasan. Belum ada lagu Natal yang saya pasang, atau saya juga belum repot-repot membuat kue-kue kering seperti kalau saya di Indonesia. Apalagi saya jarang sekali keluar rumah, pergi ke mall-mall sehingga suasana Natal amat jarang bisa saya jumpai. Yah, masih lama memang… dan sambil mempersiapkan hati, saya mulai memasang lagu natal pertama, lagu yang selalu saya pasang yang berjudul, It’s Christmas Time dari Carpenters. Lagu ini dari Album Christmas Potrait, yang merupakan album pertama dan satu-satunya yang dibuat waktu penyanyi favorit saya, Karen Carpenters masih hidup. Sebuah lagu dengan tempo yang cepat dan…. keren. Saya pernah mencoba menyanyikannya waktu masih bergabung dengan paduan suara gereja Cavido, di Jakarta… (Mas Atok… apa tahun ini menyanyikan juga? Tapi percuma juga, karena saya tidak bisa hadir untuk mendengar)

Silakan coba dengar lagunya, Its Christmas Time, yang oleh Carpenters dijadikan medley, digabung dengan lagu “Sleep well little children”.

Teiban! 定番 lagu yang harus ada di Natal saya.

It’s Christmas time and time for a carol

Time to sing about the little King

To fill the bowl and roll out the BARREL

Have ourselves a fling

We greet a friend or welcome a stranger

Let him sing OR cheer him on his way

And celebrate the child in the manger

Born on Christmas day

Good cheer for you and for me

With pleasure and glee to share

Oh, we’re so happy to be together

On yuletide square

It looks like snow

And falls like snow

Take a moment

Take a look about and say

As snowflakes fall

Merry Christmas to one and all

Selamat mempersiapkan Natal, Tahun baru, dan “Pembersihan Besar-besaran Oosoji 大掃除” yang membuat ibu-ibu di Jepang sibuk di bulan Shiwasu 師走 ini.

Pesan

Pesan tanpa melihat konteks kalimatnya bisa berarti macam-macam. Bisa “message”, bisa “reservation”, bisa “order”…..

“Hallo, Bisa bicara dengan Imelda tante?”
“Oh dia belum pulang”
“Bisa pesan tante”
“Bisa, mau apa? Teh panas, atau sirup, atau air putih?”
“#$&%&()’)”

(percakapan seorang teman dengan ibu saya….. so… bisa tahu kan darimana saya dapat sifat “iseng” itu?)

Menjelang Natal dan Tahun Baru, ibu rumah tangga di Jepang sibuuuuk sekali. Pesan Kue Natal untuk tanggal 24 Desember, pesan Ayam Goreng si Kolonel untuk tanggal 24 juga, membeli wine atau champagne (Dom Perignon? heheheh buat apa sih champagne semahal itu ya?) menghias rumah terutama untuk yang mempunyai anak kecil. Ntah kenapa Hari natal di Jepang itu identik dengan Strawberry Short Cake dan Ayam…. Menjelang natal susaaaaah sekali cari ayam hidup utuh maupun potongan terutama bagian paha. Atau…. kalau malas memasak sendiri di rumah, untuk yang belum mempunyai anak, sibuk memesan tempat di restoran atau hotel dengan gala dinner artis terkenal. Jangan deh cari ruangan kosong untuk buat party di hotel/restoran mulai tanggal 20 desember sampai akhir tahun… penuh! (dan booking harus dilakukan paling lambat setengah tahun sebelumnya).

Dan untuk mempersiapkan Tahun Baru, ibu RT itu akan memesan Osechi Ryori makanan khusus untuk tahun baru yang biasanya tertata indah dalam kotak bersusun. Makanan ini diwakili Ise Ebi, Udang Besar, kacang-kacangan, chestnut masak manis, kamaboko (bakso ikan), nimono (rebusan ubi taro, wortel, renkon, dan ayam) dll. Makanan osechi ini biasanya tahan lama karena paling sedikit untuk 3 hari (selama 3 hari, tgl 1-2-3 ibu rumah tangga diharapkan bisa libur memasak/menggunakan dapur ceritanya)

Osechi Ryori
Osechi Ryori

:::::::::::::::::::::::

Semua pesanan untuk Natal, biasanya akan diambil sendiri oleh si pemesan pada tanggal 24 siang/sore karena tanggal 24-25 bukan hari libur. Jadi pada tanggal 24 malam Anda bisa melihat banyak ibu/bapak yang menenteng tas berisi kue/ ayam pesanan mereka untuk disantap di rumah. Perlu diketahui tanggal 23 Desember adalah hari libur di Jepang, hari ulang tahun Kaisar. Sedangkan tanggal 25 Desember, waktu hampir di seluruh dunia merupakan hari libur nasional, di Jepang TIDAK libur. Menjawab pertanyaan Bang Hery, kenapa Natal tidak libur? Mungkin yang terbaik jawabannya adalah Jepang bukan negara yang berdasarkan agama, tidak menganut agama tertentu sebagai agama mayoritas, dan Jika mau dipikir agama Shinto memang tidak mempunyai Hari besar agama. Demikian pula dengan Buddha di Jepang (Waisak tidak dirayakan). Jadi Jepang secara “adil” tidak memperingati hari besar agama tertentu dan menjadikannya hari libur. Karena kondisi ini maka komunitas orang Indonesia beragama Kristen/Katolik di Jepang akan mengadakan misa natal pada hari Minggu terdekat atau tanggal 23 Desember yang hari peringatan Ultah Kaisar. So jangan heran kalau melihat satu negara Jepang masih bekerja di hari Natal. (They shoud see the film “Scrooge” hihihi)

Sedangkan untuk pesanan makanan untuk Tahun baru biasanya akan diantar ke rumah-rumah sampai dengan tanggal 30-31 Desember. Memang membuat osechi ryori sulit dan repot, meskipun saya pernah mencobanya…. lebih indah kalau membeli.

Yang membuat saya heran memang adalah perencanaan orang Jepang dalam mempersiapkan segala sesuatu. Pesan makanan-makanan itu sudah sejak awal Desember! Kayaknya kalau di Indonesia jarang ada acara pesan-memesan yang dilakukan secara serentak dimana-mana oleh semua toko, bahkan sampai toko akan mengirim DM (Direct Mail bukan Daniel Mahendra) segala ke rumah-rumah. Menerima pesanan untuk hari Natal! Mungkin di blogsphere ini hanya ibu Enny yang sudah repot-repot memesan atau mempersiapkan dari jauh hari. Mungkin juga orang Indonesia lebih senang memasak sendiri daripada membeli yang sudah jadi. Atau mungkin di Indonesia ada juga pesan memesan ini tapi sifatnya lebih individual, antar kenalan. Promosi juga tidak terlalu gembar-gembor seperti di Jepang. Segala sesuatunya harus dipesan dulu sebelumnya… kalau tidak???? tidak kebagian apa-apa.

Nah! di sini saya ingin menjelaskan juga hubungan antara “gadis single” dan “Natal”. Kalau diposting lalu saya menyinggung bahwa mereka pergi ke Jinja untuk berdoa …. 2 minggu sebelum Natal…. supaya enteng jodoh. Kenapa harus 2 minggu sebelum Natal? Dan mungkin kalau ada toko yang menyebarkan DM “Terima pesanan pacar untuk Natal Anda”, sudah dapat dipastikan pesanan akan membanjir (untung saja tidak ada karena akan menjadi masalah hukum di sini — jual beli manusia— hihihi)

Natal yang sebetulnya merupakan hari suci agama, bagi kaum muda Jepang identik dengan “Pacar” dan “Hotel”. Semua gadis yang belum mempunyai pacar, menjelang natal –sekitar oktober, november — akan berusaha mencari pacar. Kalau bisa giri-giri mepet awal desember begitu ada cowo yang disuka atau mendekat… caplok saja dulu. Cocok atau tidak urusan nanti, yang penting waktu natal ada pasangannya. Dan kebanyakan couple, pasangan tidak akan putus menjelang Natal. Saiaku 最悪 … worst! jika sampai putus sebelum natal (Putus-memutuskan aja ada hitung-hitungannya hihihi)

hotel

Karena… di hari natal- ok – christmas eve- Malam Natal, pasangan ini akan jalan-jalan, date berduaan. Makan malam berduaan… mungkin ke disneyland juga berduaan dan akhirnya ke hotel … Bed IN. Makanya perlu juga memesan hotel, atau kalau yang mahasiswa tidak ada uang untuk pesan hotel, ya …. bersihin kamarnya dan hias heheheh. Atau untuk karyawan muda/ kalau ada uang sedikit, ya pergi ke RABU HOTEL (bukan hotel yang bukanya hari rabu saja loh. Rabu ini ucapan bahasa Jepang untuk LOVE) cukup 2-3 jam saja hehehe. Hotel-hotel yang bisa dipakai jam-jam an ini beraneka ragam, ada yang murah dua jamnya kira-kira 5000 yen, sampai yang mewah dengan jacuzzi, karaoke dan water bed segala bisa sampai (wah ngga tahu jeh mungkin sampai 20.000 yen). (Keterangan ttg Rabu Hotel ini yang lengkap ada di majalah-majalah!!!! ada fotonya segala… kalau minat nanti saya beliin deh majalahnya hehhe **loh**). Tergantung juga letak hotelnya, biasanya hotel-hotel begini ada dekat stasiun… tapi stasiun pun ada macam-macam. Kalau stasiun terkenal seperti Shibuya, Aoyama, Harajuku dll sudah pasti lebih mahal, daripada stasiun di tempat yang kumuh.

Jadi bagi mereka Natal = cinta (pacaran) = seks jadinya. Memang tidak semua begini, masih ada banyak yang lebih suka berkumpul bersama teman-teman terdekat dan membuat home party , sedikit yang mau melewati Natal dengan keluarga. Tapi beginilah Natal menurut anak-anak muda di Jepang. Ironis bagi orang Indonesia, tapi tidak untuk mereka.  (Ayo… Melati san…. tambahkan cacian mu di komentar mengenai hal ini hihihi).

Oh ya, tambahan!!!! GEREJA yang tidak pernah penuh di hari Minggu biasa, akan PENUH SESAK oleh orang Jepang (yang bukan simpatisan = bukan beragama kristen loh) yang ingin tahu bagaimana misa natal itu. Tentu saja tidak apa-apa, bahkan saya sebagai umat senang sekali karena ada kemungkinan mereka “berminat” pada agama. Meskipun kadang kehadiran mereka sedikit mengganggu (yang biasanya bisa duduk jadinya harus berdiri). Tapi hei … di Indonesia juga begitu kan… ada juga umat Kristen Natal/Paskah atau Kristen KTP 😀 . Jadi apa bedanya dengan orang Jepang ini? …. Bedanya sesudah mengikuti misa mereka pergi ke…. hotel hihihihi.

Demikianlah hubungan gadis single, orang jepang, dengan Natal. Dilaporkan oleh Imelda yang sudah 16 tahun 22 tahun melihat “keanehan” ini dan tidak bisa berbuat apa-apa sambil terheran-heran.

So? Keluarga Miyashita sudah pesan-pesan belum? Berhubung saya orang Indonesia, ngga ada tuh acara pesan-pesanan. Kue Natal? gampang… bikin sendiri. Ayam? hmmm kalau bisa dapat Ayam utuh bisa masak ayam panggang yah… lalu makan pakai bumbu kecap hmmm yummy. Wine/champagne? belum beli hehehe. Mungkin saya akan masak macaroni schotel atau pastel tutup, kebiasaan keluarga Coutrier waktu Natal. Hotel/Gala dinner? wahhh kalau ini ngga deh … mahal hihihi. Mending saya yang nyanyi ya? hehhehe.  Osechi Ryori? Ngga usah bikin karena tahun ini kami berkabung (Omnya Gen meninggal) jadi sebetulnya kalau berkabung tidak boleh merayakan dengan mewah dan tidak boleh mengirim kartu tahun baru juga. Tapi yang pasti kami akan makan Toshikoshi soba (Mi tutup tahun) bersama di Yokohama.

Tapi… daripada mempersiapkan segala-segala yang bersifat material ini, bukankah lebih penting menyiapkan hati kita? (uuuh Imelda bisa religius juga hehhehe).

Kata Populer

Saya selalu heran dan takjub bahwa perekonomian bisa mendukung semua sektor kehidupan di Jepang. Well, tentu saja didukung oleh kebudayaan yang kuat. Barusan saya posting tentang filateli, dan ada komentar bahwa sebentar lagi perangko akan LENYAP. No way, saya percaya bahwa untuk 100 tahun ke depan (ngga ada yang bisa buktiin sih heheheh) perangko di Jepang MASIH ADA. Kenapa? Karena kebudayaan mengirim surat di Jepang masih berakar kuat. Paling sedikit mereka akan mengirim Nengajo (kartu tahun baru). Kantor Pos Jepang setiap tahun juga mengeluarkan jadwal penerbitan perangko peringatan, paling sedikit satu setiap bulannya. Memang tidak sebanyak dulu lagi jumlah pemakaian perangko itu – terutama untuk anak mudanya-  tapi masih akan ada terus.

Kemarin pagi, kebetulan saya memasang televisi, berita pagi dari NHK. Dan dalam berita itu disebut suatu kata ANEH yaitu ARASAA, ditulis dengan katakana. Sekilas saya pikir, wah kok “Al Azhar” masuk tivi Jepang. Tapi ternyata kata itu adalah singkatan dari Around Thirty years old = Around Thirty yang disebut secara japlis aran sa-thi jadi ARASAA. Apa-apaan nih saya pikir, lalu Gen berkomentar…. selain ARASAA ada ARAFOO yang merefer ke Around Forty dan ARAFOO itu adalah kata popoler tahun ini loh! HAH?

Ya setiap tahun memang ada semacam pengumuman Popular Word AWARD (oleh JiyuKokumin-sha, sebuah kantor penerbit Jepang, setiap tahunnya menerbitkan kamus terminologi baru ” 現代用語の基礎知識” ”Pengetahuan Dasar Terminologi Modern” ) yang mengumumkan kata populer yang memasyarakat tahun itu, dan diucapkan pertama kali oleh siapa. Si pencetus akan menerima award itu. Misalnya, pernah ada kata “Inabaw” yang merefer pada gaya juara ice skate Jepang Arakawa Shizuka (2006), atau “metabolic syndrome” (2006). Kalau mencari topik kata populer RYUKOUGO (流行語) di wikipedia Jepang, maka diketahui bahwa kata populer ini memang sifatnya tidak permanen. Bisa saja populer tahun itu, bersamaan dengan kondisi sosial masyrakat dan kemudian hilang begitu saja, menjadi kata mati 死語. Bahkan dalam wikipedia itu, saya bisa tahu kata populer tahun 1920 itu apa. (Dokumentasi Jepang memang HEBAT, karena itu jika mau menjadi peneliti lebih baik tinggal di Jepang deh, segala akses dengan informasi tuh tersedia. Saya saja bisa tulis thesis sejarah tahun 1943 gara-gara dokumentasi yang lengkap di sini….. Benar-benar membuat iri hati. Kapan Indonesia punya dokumentasi lengkap dan AVAILABLE seperti Jepang ya?)

Well, tahun 2008 ini Around40 merupakan kata populer, dan bisa menunjukkan pada kita bahwa wanita yang berusia 40-an lah yang menjadi fokus di Jepang saat ini (AKU….. aku 40 loh hehehhe) Masalah sosial juga, bisa terlihat di dalam suatu kata yang populer. Nah yang menjadi masalah kata ARASAA (around30) kemarin itu adalah semakin banyaknya wanita berusia sekitar 30-an yang belum menikah. Sehingga mereka pergi ke Jinja, berdoa memohon enteng jodoh. Menurut Departemen Dalam Negeri Jepang, jumlah wanita single berusia sekitar 25-29 tahun pada 1980 menempati 25% sedangkan pada tahun 2005 sudah mencapai 59%. Nah… di sini masalahnya memang. Usia menikah wanita bergeser menjadi lebih lambat atau tidak sama sekali. Dan mungkin ini juga sudah mencapai tahap kritis. (meskipun bagi saya, apa salahnya sih being a single woman terus. Keep Fighting WOMAN! ) (akhir-akhir ini, saya sebagai ANEGO –cieeee–, memang banyak mendapat curhat dari adik-adik yang mengalami masalah soal cinta ini…. )

Entah karena kata populer Around40 dan Around30 ini yang menyebabkan topik wanita single pergi ke Jinja aja dibuat berita, atau sebagai promosi Jinja itu supaya lebih banyak yang pergi ke sana, nobody knows. Tapi lah kok timingnya tepat karena sekitar 2 minggu lagi NATAL tiba… hehehhe. Apa hubungannya wanita single dan Natal ya? Tunggu saja di posting berikut berikut deh hihihi. Don’t miss it! (ikut-ikut ucapan siapa ya??)

NB: Menurut Donny kata populer 2008 di Indonesia adalah Mulan Jamidong, bagi saya kata populer kok “lebay” dan “termehek-mehek” sih? saya tahunya juga di blog orang tuh. ketinggalan jaman banget ya?