Arsip Tag: Miyanishi Tatsuya

Untung Bertemu Kamu!

Seberapa sering kita merasakan pertemuan dengan seseorang merupakan anugerah yang tak terhingga? Bertemu pasangan hidup tentu saja, tapi bertemu seorang teman? Memang, biasanya kita katakan itu pada waktu perpisahan atau kematian. “Aku merasa beruntung bertemu kamu. Deaete hontouni yokatta. 出合えて本当に良かった.”

Dua malam yang lalu, aku benar-benar terisak. Ah emang cengeng ya aku ini 🙁 Tapi aku tak menyangka bahwa picture book yang aku pilihkan untuk aku dongengkan bagi Kai malam itu benar-benar cocok untuk situasi saat itu.

Sebuah buku karangan Miyanishi Tatsuya (1956-) dari penerbit Popura-sha. Harganya lumayan mahal 1200 yen, tapi aku pinjam dari perpustakaan Pemda. Waktu aku cari di Amazon, harga buku bekasnya pun masih mahal! 1147 yen, bayangkan cuma turun 53 yen. Yah mending beli buku baru dong ya. Tapi itu menunjukkan bahwa buku ini, tidak ada yang mau jual kembali, buku yang harus di -keep, disimpan. Karena isi ceritanya?

Tadinya aku tidak begitu senang dengan gambarnya. Seorang grafik desainer yang membuat karakter keluarga dinosaurus menjadi tema cerita, dengan gambar yang … ok tidak halus menurutku. Tapi aku baru tahu bahwa seri cerita keluarga dinoasurus ini bahkan ada 8 jilid! dan semua bagus (katanya). Nanti aku mau cari cerita-cerita yang lainnya. Aku pertama kali kenal dengan pengarang ini dari buku “Ultraman wa otousan ウルトラマンはおとうさん (Ayahku Ultraman)” yang dipinjam oleh Riku dari perpustakaan sekolahnya. Riku sangat suka dengan buku ini, sampai dia pinjam berbulan-bulan 😀 (Dan papanya seakan tersentil dengan isi buku ini hihihi)

OK, aku akan menceritakan isi buku “Untung Bertemu Kamu” ini ya… Duduk yang manis dan perhatikan baik-baik ya.

****************************************************************

Cover buku"Untung Bertemu Kamu"

Dulu….dulu….dulu sekali.
Seekor anak Spinosaurus sedang berada di pinggir tebing pantai untuk mengambil buah merah yang ada di sana. Saat itu….

Gaoooo…..
Seekor Tyrannosaurus mendekat dengan mulut menganga dan mata yang berkilat-kilat.

Waaaaahhh toloooooong!!!!
Sambil gemetar, anak Spinosaurus bersembunyi di balik pohon.
“Sayang sekali ya, kamu bertemu aku di tempat ini…” kata Tyrannosaurus.
Dengan giginya yang tajam, dia menumbangkan pohon buah merah. Dan….
persis waktu dia akan melahap anak spynosaurus it….

kraaaakkkkkk
grrrrrr …. gempa bumi yang begitu dahsyat
membelah bumi
dan memecahkan tebing itu sehingga terpisah dari daratan
dan menghanyutkannya
persis di tempat Tyrannosaurus dan anak Spynosaurus itu berada
pecahan tebing hanyut dengan mereka berdua
menjauhhh…..

“Aku tidak bisa berenang….” dengan suara hampir menangis Tyrannosaurus itu berkata.
“Aku juga tidak bisa berenang…. Kita berdua…. dari sekarang bagaimana ya”, anak spynosaurus berkata sambil menangis.

“Apaan tuh dengan ‘KITA BERDUA’? KAMU akan saya makan. Tau!” sambil berkata begitu Tyrannosaurus berusaha menangkap spynosaurus.

“Jangan… Tidak boleh makan aku”, teriak anak Spynosaurus. Lalu cepat-cepat dia berkata,
“Aku amat pandai menangkap ikan. Mulai sekarang aku akan menangkap ikan sebanyak-banyaknya untuk Paman. Paman akan bisa makan ikan sebanyak-banyaknya setiap hari sampai kenyang. Kalau Paman makan aku sekarang ini, mulai besok paman akan lapar terus. Ngga mau kan? Makanya tidak boleh makan aku. Ngerti? Ngerti? Ngertiiiii?????”

“Emangnya benar kamu bisa menangkap ikan?”

Anak spynosaurus kemudian memasukkan mukanya ke laut dan dengan kecepatan yang luar biasa… haaap, seekor ikan tetrangkap.

Tyrannosaurus sangat senang… hmmm hmmm hmma “enaaaak…. ambil lagi yang banyak” Karena tyrannosaurus makan ikan banyak, anak spynosaurus kelelahan menangkap ikan. Dan di pulau yang kecil itu, mulailah kehidupan mereka berdua.

Pada suatu malam.
“Namaku meso-meso ‘Si Cengeng’, emua memanggilku demikian. Nama paman siapa?” Anak spynosaurus bertanya pada Tyrannosaurus.

“Namaku? Namaku tak ada”

“Oooh namanya TAKADA? Paman Takada, kenapa kok bisa sampai di sini?”

“TAKADA? Ahhhh sudahlah. Waktu gempa itu, kupikir aku bisa menemukan mangsa enak di dekat pohon buah merah itu. Kamu Meso-meso, kenapa kamu datang ke situ?”

Meso-meso menjawab dengan sedih
“Ibuku …. sakit. Kata Paman Pteranodon kalau makan buah merah ini akan sembuh….”

“Ohhh untuk ibumu, kamu datang ke sini?”
Meso-meso sambil menangis berkata,
” Ibu bagaimana ya… menungguku?”

“Meso-meso, Ibu pasti tidak apa-apa. Menunggumu pulang!… dengan lembut Tyrannosaurus menghibur.

“Terima kasih …Paman…”

Tyrannosaurus pertama kali mendapat kata “TERIMA KASIH”.

Hari berikutnya,

Waku Meso meso akan pergi menangkap ikan, Tyrannosaurus sambil tertawa berkata, “Hari ini tidak usah makan ikan. Kita makan buah merah ini saja.”

Tyrannosaurus mengambil banyak buah merah dari tempat yang tinggi dan memberikan pada Mesomeso.

“Paman hebat!”

Tyrannosaurus pertama kali mendapat kata “HEBAT”.

“Hmmm hmm enaaaak. Paman juga makan dong”
Tyrannosaurus juga makan… “Ow enaaaak… mungkin lebih enak dari kamu hehehe”

“Kaan? hehehe Paman lucu juga ya”

Tyrannosaurus pertama kali mendapat kata “LUCU”.

Waktu melihat Meso meso makan buah merah itu, Tyrannosaurus itu berpikir “Ingin segera memberikan buah merah ini pada ibu Meso-meso”.

Tiba-tiba dari langit ada seekor Tapejara menukik mengincar Meso meso.
Tyrannosaurus mengusir Tapejara dengan ekornya… wuushhh.

Dengan gembira Meso meso berkata,
“Paman kereeeen!”

Tyrannosaurus pertama kali mendapat kata “KEREN”

Beberapa hari setelah itu.
Meso meso teringat pada ibunya, dan menangis.
Tyrannosaurus, tanpa berkata apa-apa, memeluk Meso meso.

Meso meso menghapus air matanya dan berkata,
“Paman baik ya”
Tyrannosaurus pertama kali mendapat kata “BAIK”.

Setiap Meso meso mengatakan “Terima kasih”, “Hebat”, “Lucu”, “Keren”, “Baik”, hati Tyrannosaurus menjadi hangat.

Tyrannosaurus berkata pada Meso meso.

“Bertemu kamu…..

dan saat itu…..

kraaaakkkkkk
grrrrrr …. gempa bumi yang begitu dahsyat
Menggerakkan pulau itu
mendekati daratan semula
lebih dekat….lebih dekat lagi…
TInggal sedikit lagi, gempa berhenti dan pulau tidak bergerak lagi.

“Ayo… sekarang!”
Tyrannosaurus memeluk Meso meso, dan melompat sekuat tenaga.
Ombak berkilat di bawahnya.

Buumm…
Pas-pasan berhasil mendarat di daratan itu.

“Horeeee Meso meso! Kita berhasil tertolong!”
Sambil berkata dengan gembira, tiba-tiba Tyrannosaurus teringat
“Aduuuh lupa!”

Lalu

Gao…..
Tyrannosaurus melompat kembali ke pulau itu
Grrrr… menggigit pohon buah merah itu.
Sambil memegang pohon itu dengan kuat
melompat kembali ke daratan tempat Meso meso menunggu.

Byuuuurrrr….
Padahal tinggal sedikit lagi, Tyrannosaurus jatuh ke laut.
Pohon buah merah saja tersangkut di tebing…

“Bagaimana bisa melupakan pohon ini. Ayoooo cepat pergi ke tempat ibumu!”

Meso meso sambil menangis berkata,
“Bagaimana bisa meninggalkan Paman….”

“Aku tidak apa-apa… Cepat pergi…
Aku… aku…. bertemu kamu… sungguh … sungguh beruntung!”

Sambil berkata begitu,
Tyrannosaurus
dengan perlahan
tenggelam ke dasar laut…..

“Pamaaaaan…. pamaaaaann… pamaaaaaaaaaaaaaan”
Di langit yang terdengar hanya gaung suara Meso meso.

.

.

.

.

 

Bertahun berlalu.
Meso meso yang sudah bisa berenang
kembali ke pulau itu
Dan di dahan pohon yang ditumbangkan Tyrannosaurus itu
terdapat dua buah merah.

Sambil makan satu buah merah itu, Meso meso meniru lagak Tyrannosaurus,
“”Ow enaaaak… mungkin lebih enak dari kamu hehehe”
dan air mata mengalir ke pipi Meso meso.

“Paman lucu, keren, dan benar-benar baik.
Terima kasih Paman.
Aku sangat beruntung bertemu Paman……”

END
(Diterjemahkan oleh Imelda Coutrier. Harap mengerti bahwa menyebarkan cerita ini dalam bentuk tulisan melanggar hak cipta. Dilarang meng-copy dengan tujuan komersial.)

 

Siapa yang bisa menahan tangis membaca cerita begini?

Gempa bumi Tohoku …
pada hari Jumat Agung,
membuatku tambah menangis…..

Aku merasa beruntung menemukan buku ini
Aku merasa beruntung bisa bahasa Jepang
Aku merasa beruntung mempunyai sahabat-sahabat nyata dan maya yang baik-baik.
Aku merasa beruntung juga bisa membagikan cerita ini di sini.
Semoga bermanfaat.

dan

HAPPY EASTER

=Imelda=