Arsip Tag: laut

I Love Yokohama

Entah apa yang membuatku memilih kota Yokohama sebagai tempat melanjutkan kuliahku. Padahal aku tidak tahu apa-apa tentang Yokohama. Seperti yang kutulis di sini, aku memilih Yokohama National University (YNU) daripada Tokyo University hanya karena suasana waktu pameran pendidikan saat itu begitu mendukung. Belum lagi dosen-dosennya ramah dan letaknya tidak jauh dari Tokyo. Jika biasanya orang-orang tinggal di pinggir kota Tokyo dan bersekolah di pusat kota, aku malah terbalik. Aku tinggal di pusat kota dan kuliah di Yokohama, yang terletak kira-kira 1 jam menjauhi pusat kota. Dan salah satu ciri khasnya Yokohama itu adalah suatu kota yang mempunyai laut tapi berbukit juga. Kampusku ada di atas bukit, jauh dari laut, tapi kalau mau pulang ke tempat kost Tokyo bisa mampir di pantainya, daerah Sakuragicho dan Minato Mirai. Mungkin bisa disamakan dengan Semarang. Dan… tidak disarankan bersepeda di Yokohama, tanjakan melulu 😀

Dvd yang kubeli, dengan sampul khusus karena edisi yokohama

Hari Minggu lalu aku sakit kepala (sejak Sabtu sampai kemarin aku sakit kepala yang sangat mengganggu) sehingga aku bolos ke gereja. Santai di rumah, lebih banyak tidur sih, sampai aku tidak memasak apalagi beberes rumah. Kasihan deh 3boys masak telur dan bacon sendiri dan makan siang seadanya. Untung ada nasi yang sudah jadi. Nah waktu aku terbangun, Gen memutar DVD yang aku belikan untuknya berjudul Kokurikosaka kara コクリク坂から atau bahasa Inggrisnya “From Up On Poppy Hill”. Sebuah karya Studio Ghibli yang sudah diputar di bioskop-bioskop setahun yang lalu. Memang hampir setiap summer Ghibli mengeluarkan film animation baru untuk mengisi liburan anak-anak. Tapi deMiyashita tidak pernah menonton karya Ghibli di bioskop, selalu lewat DVD, karena biasanya memang kami suka sehingga mau melihat berkali-kali. Tahun lalu kami menonton Arrietty tapi itu DVD rental. Maklum DVD Ghibli sudah pasti harganya 4000-an dan tidak akan bisa lebih murah dari 3600 yen untuk DVD bekas. Mahal! Tapi khusus kali ini aku beli karena…… menceritakan tentang Yokohama (Gen lahir di Yokohama).

sampul DVD edisi umum

Waktu aku mau membeli di amazon, aku sempat membaca review dari beberapa pembeli. Ada yang memberi bintang 5 tapi ada yang hanya 1… wah. Katanya filmnya tidak asyik dan mengecewakan. Membaca itu aku tidak berharap macam-macam dari film ini deh. Tapi aku memang memilih DVD khusus terbitan untuk Yokohama, di dalamnya ada DVD khusus yang memuat sejarah Yokohama. Siang itu aku memang tidak melihat dari awal, tapi aku merasa cukup bagus kok. Mungkin karena aku menikmati gambar-gambar khas Ghibli ditambah aku suka sejarah ya.

Ceritanya menceritakan kehidupan pelajar SMA berlatar kondisi Jepang tahun 1963, setahun sebelum pelaksanaan Tokyo Olimpic 1964. Seorang pelajar SMA putri bernama Komatsuzaki Umi (Umi artinya laut), tapi oleh teman-temannya dia dipanggil MER (dari bahasa Perancis La Mer = laut). Dia tinggal di sebuah rumah besar di atas bukit menghadap ke laut, dan mempunyai kebiasaan memasang bendera untuk pelaut. Setelah film selesai kami mengetahui bahwa bendera itu melambangkan “keselamatan di laut”. Bapak Mer ini seorang pelaut yang sudah meninggal waktu perang Korea, sedangkan ibunya seorang dosen universitas (di cerita aslinya : manga si ibu adalah kameraman) yang sedang pergi ke Amerika sehingga Mer tinggal bersama neneknya. Mer mempunyai adik perempuan yang bernama Sora (artinya Langit) dan adik laki-laki bernama Riku (berarti daratan).

Mer, alias Umi, tokoh dalam film ini

Mer bersekolah di SMA Konan, dan kerap membantu Kazama Shun, kepala ekskul Surat Kabar Sekolah. Dalam cerita ini diketengahkan kehidupan pelajar SMA pada masa itu, termasuk juga kegiatan melawan pihak sekolah yang akan menghancurkan bangunan tua sekolah yang biasanya dipakai untuk pusat kegiatan pelajar. Pelajar berusaha supaya bangunan itu tidak dihancurkan, dengan jalan membersihkan dan memperbaikinya. Pelajar putri dan putra bahu membahu me’renovasi’ bangunan tersebut.

Sementara itu Mer dan Shun yang memang mempunyai hubungan khusus, melakukan kegiatan sekolah bersama. Tapi suatu saat Shun secara sepihak memutuskan ‘hubungan’ mereka dan berubah menjadi dingin. Shun menjadi berubah begitu sejak  melihat selembar foto tua di rumah Mer yang menggambarkan tiga orang lelaki bersahabat. Rupanya Shun juga mempunyai foto yang sama di rumahnya, dan dia kemudian curiga bahwa bapak Mer adalah juga bapaknya. Dia mencari informasi sampai ke kelurahan dan menemukan kenyataan bahwa memang benar dia terdaftar sebagai anak dari bapaknya Mer. Tidak mungkin dia mencintai adiknya sendiri kan?

pelajar yang tampil dalam film. Seragam yang dipakai masih dipakai terus sampai sekarang di beberapa sekolah. Keren kan? Seragam perempuan bernama “Serafuku”, sera dari Sailor atau pelaut. Seragam pelaut ini memang keren ya!

Film ini memang tidak menggambar klimaks yang happy end, meskipun bangunan tua yang dipertahankan para pelajar bisa tetap dipakai pelajar untuk kegiatannya karena komisaris sekolah terkesan dengan perubahan bangunan yang dilaksanakan pelajar. Sementara Shun akhirnya juga mengetahui bahwa dirinya ternyata “diangkat anak” oleh bapaknya Mer, karena ibunya meninggal waktu perang, dan itu tentu diketahui ibunya Mer. Akhir cerita dibiarkan mengambang, dengan pemandangan laut dan pelabuhan yokohama. Ya memang kisah kehidupan manusia tidak bisa semuanya diceritakan dalam satu film. Mungkin ini adalah ciri khas Ghibli yang kerap tidak menampilkan akhir cerita dan membiarkan penonton menebaknya.

Film ini sendiri disutradarai oleh Miyazaki Goro, anak dari Miyazaki Hayao, dan merupakan karyanya yang ke dua setelah Gedo Senki (Earthsea). Goro diharapkan menjadi penerus ayahnya dalam bidang animasi, tapi dia sendiri mengatakan bahwa ayahnya terlalu hebat, sehingga untuk bisa menjadi penggantinya amatlah sulit. Film Kokurikosaka kara ini berhasil mendapatkan “Japan’s Academy Award” yang ke 35.

Gedo Senki, yang juga disutradarai Miyazaki Goro. Kami belum menontonnya.

Selain kembali ke tahun 60-an, yang menarik memang suasana kota Yokohama saat itu. Aku sendiri tidak tahu bagaimana Yokohama tahun 1963, tapi ada beberapa adegan yang menampilkan kondisi saat itu yang masih bisa kukenali dari kehidupanku di Yokohama waktu aku kuliah di sana. Film ini tentunya cocok diperlihatkan untuk kakek nenek yang tinggal di Yokohama untuk bernostalgia, dan mungkin juga mengingat kembali cerita asmara mereka. Yang ditekankan film ini memang “mengingat cinta pertamamu”, cinta masa SMA. Dan mungkin bagi keluarga kami juga ada rasa tersendiri karena kesamaan nama-nama yang disebut dalam film itu. Namaku Imelda, dan sering dipanggil “mel” oleh saudara-saudaraku dan Gen. Juga ada nama Riku yang muncul dalam film itu. Dan dalam salah satu adegan ada Gen yang menjadi supir kendaraan seperti bajaj 😀 Tinggal mencari nama Kai dalam film tersebut hahaha. Tema film tentang laut juga dirasakan cocok sekali untuk musim panas! Bukankah musim panas berarti berlibur ke laut? Ahhh…. tidak sabar menunggu liburan musim panas!

 

Arti Mimpi

Tadi Kemarin sore saya chatting dengan Yoga. Dia bercerita bahwa dia hanya sempat tidur 30 menit, dan terbangun karena MIMPI!. Dan isi mimpinya adalah dikejar orang gila. Terlontar dari jemarinya…. “apa ya artinya? ” Kemudian saya ingat…. cari saja arti mimpi di www.primbon.com …. wah gila juga, aku masih ingat situs itu. Yang aku ketahui entah dari mana. Namun meskipun setelah dicari di situ tidak ada arti mimpi dikerja orang gila, tapi katanya kalau  mimpi dikejar orang bertanda akan dapat rezeki… semoga saja ya Yoga.

Dulu waktu kecil saya sering terbangun karena mimpi. Ada beberapa pola mimpi saya. Yang paling sering adalah mimpi berenang di kolam renang yang dalaaaaam sekali. Bayangkan skyscraper yang menjulang di kota-kota besar dunia, dan gedung itu …gedung setinggi itu adalah kolam renang yang dalam. Saya harus berenang menyeberangi kolam gedung itu sambil menyadari kedalamannya… dan memang dalam kenyataan saya tidak bisa ngambang di kolam renang, sehingga kalau berenang harus dari ujung ke ujung. Jadi dalam mimpi pun saya merasa capek untuk mengarungi satu kolam renang, tanpa boleh berhenti di tengah karena berarti saya akan mati!

Nemo 33 is a recreational diving center in Brussels, Belgium that is home to the world’s deepest swimming pool. The pool itself consists of a submerged structure with flat platforms at various depth levels.
The pool has two large flat-bottomed areas at depth levels of 5m (16 ft) and 10m (32 ft), and a large circular pit descending to a depth of 33m (108 ft). It is filled with 2,500,000 litres of non-chlorinated, highly filtered spring water maintained at 30°C (86°F) and contains several simulated underwater caves at the 10m depth level.
There are numerous underwater windows that allow outside visitors to look into the pools at various depths. The complex was designed by Belgian diving expert John Beernaerts as a multi-purpose diving instruction, recreational, and film production facility, and opened in 2004.

Entah apa arti mimpi itu, tapi lumayan sering saya melihat mimpi itu di waktu kecil, yang mungkin tanpa sadar melekat terus dalam sudut pikiran saya sehingga saya takut air. Terutama air tanpa ujung seperti laut. Jadi saya tidak akan bisa enjoy naik perahu/kapal, bukan karena mabok laut tapi karena takut kedalamannya. (Sudah pasti saya tidak bisa menyelam) Padahal kedua anak saya zodiaknya adalah ikan dan kepiting, binatang laut. Jauh sekali dari kambing gunung!

Tapi meskipun saya benci air/laut, saya selalu bermimpi mempunyai rumah yang berada di atas kolam renang. Jika saya melihat buku arsitektur, atau kadang juga bermimpi… saya ingin mempunyai rumah dikelilingi kolam renang yang tersambung ke semua kamar…jadi kita bisa keluar kamar menuju ke halaman melalui air! (tentu saja pencuri bisa saja masuk ke kamar juga melalui air…hehhee). Atau mempunyai rumah yang menghadap ke danau. Daripada laut saya lebih suka danau yang mistis.

(persis aku menulis posting ini jam 4 pagi, tiba-tiba Riku bangun dan keluar kamar…

“Mama …aku terbangun…”

“Ada apa? Mau pipis?”

“Terbangun karena mimpi”

“Mimpi apa sayang?”

“Ngga tahu…aku ngelindur jadi lupa”…. sambil tersenyum aku antar dia ke kamar lagi.

“Aku mimpi tentang Deguchi (Jalan keluar)” ………… Mungkin karena hari ini dia bisa membaca tulisan いりぐち(iriguchi- jalan masuk) dan  でぐち(deguchi-jalan keluar) ……

Selain mimpi tentang kolam renang, saya sering terbangun jika bermimpi tentang “sesuatu yang menakutkan” i.e setan. Merasa dikejar-kejar. Dan terbangun dalam keadaan capai dan …merinding. Menurut apa yang saya dengar, jangan langsung tidur kembali dan balikkan bantal. Terkadang saya juga mengalami mimpi bersambung (aneh ya…)

Dan satu lagi mimpi saya yang sering saya lihat adalah bermimpi sedang makan coklat. Dalam mimpi, saya berkata pada diri sendiri…”cepat habiskan coklatnya sebelum kamu terbangun dan coklat itu tidak ada” hihihi. lucu kan?

Dari bermacam mimpi yang saya ingat artinya hanya jika bermimpi ikan atau menangkap ikan berarti rejeki. Dan jika bermimpi ular itu tidak baik artinya…. (memang ular itu setan sih ya)

Jadi apa mimpimu semalam? Adakah yang bermimpi tentang aku (huh ge er amat sih….)

Foto  the deepest pool in the world saya ambil dari multiply teman

~~~~~~~~~~~~~~~

Pagi ini waktu bangun…Gen baca postingan ini dan dia cerita ttg mimpinya tadi malam. Dia bekerja di sebuah Universitas swasta di Jepang (bukan dosen), dan dalam mimpinya dia memotong rambut seorang dosen yang penuh uban. Dan hasilnya muka si profesor itu malah jadi “cute”. Oh NO! … Mungkin secara tidak sadar dia melihat rambut si profesor sudah waktunya untuk dipotong ya…. (si profesor adalah teman “ngebul” di sudut kampus)

Pagi ini juga kaget waktu lihat alexa rankingku sudah naik lagi menjadi 395,312… wow…. Terima kasih kepada semuanya yang sudah akses ke webblog saya ini.