Arsip Tag: giveaway

Giveaway TE BD 5 – Pengumuman

Ho ho ho, sudah tanggal 29 April 2013, waktunya untuk mengumumkan hasil “ujian” TE yang diadakan tanggal 1 April lalu. Sebelum  saya mengumumkan siapa yang tertinggi nilainya,saya bahas dulu jawaban ujiannya ya.

1. Bunga lambang kekaisaran Jepang adalah: 

Sakura
Seruni
Magnolia

Jika mencari bunga nasional Jepang, banyak situs mengatakan Sakura dan Seruni/Krisan. Tapi untuk lambang kekaisaran Jepang hanya satu yaitu SERUNI atau krisan (b). Ini pernah aku tulis di sini : Bunga kiku atau seruni merupakan lambang kekaisaran Jepang yang dipakai dalam simbol-simbol kenegaraan. Anggota Parlemen juga memakai badge berlambang seruni di jas nya.

2. Nama Twilight Express yang dipakai blog ini sebenarnya adalah nama:
novel
perusahaan ekspedisi
kereta

Tentu saja jawabannya adalah kereta (c) dan secara lengkap pernah aku tulis di sini. Blog di domain pribadi ini kuberi nama Twilight Express, dari nama sebuah kereta express di Jepang yang menghubungkan Osaka dan Sapporo selama 23 jam perjalanan. Hampir satu hari. Dan taglinenya a journey from dawn to dusk, dari subuh sampai senja…. semua pengalamanku yang kudapat selama di Jepang, seakan aku naik kereta express tersebut. Apa yang kulihat di perjalanan kehidupan ini. Kehidupan selama 20 tahun di Jepang. Dari 50 peserta, hanya 3 orang yang salah menjawab.

3. Berikut ini adalah benda yang berbentuk boneka, kecuali:
Maneki neko
Daruma
Fugu

Maneki neko adalah kucing keberuntungan, daruma adalah boneka permohonan, sedangkan fugu adalah nama ikan beracun (ikan buntal). Sehingga jawabannya adalah FUGU (c) 

4.Perhatikan foto berikut ini dan sebutkan apa fungsinya:

tusuk sate
sendok teh
korek kuping
korek api
tusuk gigi

Benda ini adalah korek kuping yang disebut dengan MIMIKAKI. Sehingga jawaban yang benar adalah (c) , TETAPI ada yang menjawab sendok teh, dan memang bentuknya mirip dengan sendok untuk mengambil teh maccha (teh hijau bubuk yang dipakai dalam upacara minum teh), sehingga jawaban (b) sendoh teh bisa dibenarkan. 

5. Nama bakmie Jepang adalah:
Natto
Udon
Renkon
Soba
Gobo

Natto adalah kedelai yang difermentasi. Udon adalah mie jepang yang tebal berwarna putih dan terbuat dari tepung terigu. Renkon adalah akar bunga teratai yang bisa dimakan. Soba adalah mie Jepang berwarna kecoklatan yang terbuat dari tepung soba. Gobo adalah akar yang bisa dimakan.  Jadi jawabannya adalah UDON (b) dan SOBA (d).

6. Lemari ini terletak di depan pintu masuk restoran, sebuah loker yang terbuat dari kayu dengan gaya tradisional. Setelah memasukkan benda yang dimaksud, ambil kunci kayunya dan bawa ke dalam. Setelah selesai, sebelum pulang, buka loker, ambil benda ini baru bisa pulang. Benda apakah yang boleh dimasukkan dalam loker ini?:

Sandal
Boot/lars
Payung
Dompet
Sepatu

Loker ini adalah untuk menyimpan alas kaki baik berupa sandal, boot/lars (khusus ditaruh di loker paling bawah yang lebih tinggi) atau sepatu. Tidak bisa memasukkan payung, karena untuk payung sudah ada tempat tertentu. Juga tidak boleh memasukkan dompet/barang berharga ke dalamnya. Jawabannya SANDAL (a), BOOT/LARS (b) dan SEPATU (e).

Untuk jawaban pertanyaan selanjutnya karena individual tentu tidak ada standarnya.

Bagaimana jawaban teman-teman peserta? Ada yang betul 100 persen? Dan ternyata ada!

Baiklah saya tuliskan siapa saja yang berhak mendapatkan hadiah dari TE:

1. Arman Tjandrawidjaja akan mendapatkan sebuah tas RR

2. Henny akan mendapatkan sebuah eco-stapler

3. Una akan mendapatkan sebuah eco-stapler

4. Maria Sasai akan mendapatkan bolpen frixion

5. NH18 akan mendapatkan bolpen frixion

6. Ririn Gustiana akan mendapatkan bolpen frixion

7. Winda Presti akan mendapatkan lensa mikro untuk HP

 

Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman baik yang tercantum di atas, maupun belum tercantum. Terutama juga untuk pak Marsudiyanto yang banyak membantu sehingga saya bisa membuat giveaway kali ini. Dan tentu saja jawaban soal nomor 7 dan 8 akan menjadi referensi saya untuk menuliskan topik-topik mendatang. Salam kenal untuk yang baru “muncul” di kuis ini, dan terima kasih karena masih mau membaca blog saya ini. Senang sekali mengetahui bahwa ada teman-teman yang selalu merindui tulisan baru di TE. Semoga saya bisa tetap konsisten menulis dan berharap dapat bertemu dengan teman-teman baru di kopdar atau kesempatan lain.

Kokoro kara kansha wo moushiagemasu 心から感謝を申し上げます(Terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam)

dengan pose sedakep 😀 di taman Tulip, Showa Memorial Park, Tachikawa

 

Rumah Beratap Merah

Dari jendela kereta,
kulihat rumah beratap merah
rumah tempat tinggalku waktu kecil
Biji buah kesemek yang kutanam, sudah besarkah sekarang?
Coretan krayonku apakah masih ada di dindingnya?
Sekarang, siapakah yang tinggal di rumah itu?

Meskipun aku sudah berdiri setinggi-tingginya
suatu hari rumah beratap merah itu tak terlihat
Tertutup bangunan tinggi di sekitarnya
Suatu saat memang akupun menjadi dewasa
Jalan kecil penuh dengan rerumputan yang kurahasiakan itu
apakah masih ada?

Biji buah kesemek yang kutanam, sudah besarkah sekarang?
Coretan krayonku apakah masih ada di dindingnya?
Kamu selalu ada di hatiku….

Rumah beratap merah.

でんしゃのまどから 見える赤いやねは
小さいころ、ぼくが すんでた あの家
にわにうめた 柿のタネ 大きくなったかな
クレヨンのらくがきは まだかべにあるかな
今は、どんなひとが すんでる あの家

せのびして見ても ある日赤いやねは、
かくれてしまったよ ビルのうらがわに、
いつかいつかぼくだって 大人になるけど
ひみつだったちか道 はらっぱはあるかな、
ずっと心の中
赤いやねの家

Rumahku di Jkt. Ah...sambil menyanyi lagu ini aku kangen rumahku ini. Hai papa... hai mama... hai Nov, Chris, Dharma, Sophie, Kei... I miss you all.

Sore tadi  Riku pulang ke rumah dari sekolah dengan berdendang. Kebetulan papa Gen ada di rumah karena kurang enak badan. Kai juga demam  sejak Minggu, dan aku sendiri sudah mulai merasa kurang enak badan. Sepertinya aku tertular Kai.

“Papa tahu lagu ini?”, dan papanya ternyata tidak tahu.
Dan dia menyanyikan lagu “Akai Yane no Ie 赤い屋根の家” “Rumah beratap merah”.

Aku langsung mencarinya di uak Google yang baik hati dengan gudang informasinya. Dan menemukan lagunya di Youtube (silakan klik jika mau mendengarnya). Ah, lagu ini memang enak didengar sekaligus membuat mellow. Dan aku ikut berdendang bersama Riku.

Lagu yang juga bagus liriknya.

Aku memang jarang berpindah rumah. Aku memang tidak lahir di rumah yang terpajang fotonya di atas. Tapi di sebuah rumah yang berjarak 300 meter dari situ. Kami pindah ke rumah yang sekarang waktu aku berusia sekitar 7-8 tahun. Rumah tua bangunan Belanda dengan halaman luas. Setiap rumah yang ada di kompleks itu mempunyai nama, tapi sayang rumahku itu sudah dicopot namanya. Mungkin dulu rumah-rumah ini merupakan bungalow? Aku tak tahu. Yang aku ingat rumah itu begitu besar bagi kami yang masih kecil, dengan halaman gelap tertutup pohon bambu dan kamboja di halaman depan, dan pohon pisang, mangga, nangka di halaman belakang. Angker sekali kelihatannya.

Dan rumah itu beratap merah! Genting merah bata. Sehingga waktu aku mendengar lagu ini, aku merasa kangen pada rumahku di Jakarta.

Dan, aku ingin berbagi lagu ini untuk Vania yang akan berulang tahun tanggal 22 Mei nanti. Memang masih lama bagi Vania untuk bisa mengerti arti sebuah rumah, tapi rumah itu adalah saksi bisu perjalanan hidup seorang manusia. Ia melihat kegiatan kita sejak bangun sampai tertidur, dan perkembangan hidup kita. Rumah kenangan.

Saya tidak mendaftarkan posting ini dalam acara Vania’s May Giveaways yang diadakan Lyliana Thia di blog berdomain barunya The Green Pensieve karena saya tinggal di luar Indonesia. Tapi bagi yang mau ikutan, silakan bertandang ke sana. Banyak sekali info yang bisa didapatkan di sana, terutama yang mau belajar berkebun hidroponik. Adem banget rumahnya loh.