Arsip Tag: gempa

Hari Pencegahan Bencana

Tanggal 1 September di Jepang adalah 防災の日 Hari pencegahan bencana,  terjemahan dari bahasa Inggris “Disaster Prevention”. Padahal bencana itu tidak bisa dicegah, hanya bisa dikurangi korban atau dampaknya. Sehingga bahasa Inggris yang tepat mungkin Disaster Reduction.

Mengapa ditetapkan tanggal 1 September? Karena pada tanggal ini di tahun 1923 pukul 11:58 siang telah terjadi Gempa bumi besar Kanto yang banyak menelan korban 142.500 korban meninggal/hilang.

Dikatakan bahwa 15% dari gempa bumi diseluruh dunia terjadi di Jepang. Dilihat dari sejarahnya dalam 100 th, setiap 1,5 tahun terjadi gempa bumi yang membawa korban. Gempa bumi besar yang menyebabkan 100.000 lebih orang tewas telah terjadi 13 kali, yang berarti terjadi sekali setiap 7 th.

Pada tahun1995, Gempa bumi besar Hanshin Awaji dengan skala 7,3 menggoncang daerah Hanshin, menewaskan 6,500 warga dan lebih dari 100 ribu kehilangan rumah.

Dalam gempa berkekuatan 4 skala jepang, menyebabkan barang2 berjatuhan, sehingga Anda diminta untuk waspada. Pertama selalu siapkan alat pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau. Pasang penahan pada mebel Anda supaya tidak jatuh waktu terjadi gempa. Siapkan makanan dan minuman di rumah Anda serta peralatan P3K. Diskusikan juga dengan keluarga Anda jika terjadi gempa agar berkumpul dimana serta bagaimana cara saling berhubungan.

Jika gempa terjadi yang pertama kali Anda harus lakukan adalah dengan tenang menjauhi barang atau bangunan. Jika Anda berada dalam ruangan berlindunglah di bawah meja yang kokoh dan bukalah pintu untuk memudahkan evakuasi. Penting sekali untuk segera mematikan sumber api dsb. Setelah itu buka pintu untuk memastikan jalan keluar. Jangan panik keluar sebelum yakin benar. Dapatkan informasi melalui televisi dan radio. Jika terjadi kebakaran atau seseorang mempinta pertolongan, lakukan dan bantulah sebisa mungkin. Padamkan api waktu kecil akan lebih mudah daripada jika sudah membesar. Jika rumah tidak dalam bahaya akan rubuh, maka Anda tidak perlu mengungsi.

Jika Anda berada di luar ruangan hindari jalan sempit, tembok, tebing, jalan menjanjak dan tepian sungai. Jika Anda sedang menyetir kendaraan tetap tenang dan parkir di kiri jalan dan matikan mesin. Jika Anda harus keluar dr kendaraan, tinggalkan kunci mesin tetap terpasang dan jangan kunci pintu.

Jika Anda tidak bisa pulang ke rumah Anda, Anda harus mencari tempat pengungsian sementara. Membutuhkan waktu beberapa hari sampai seminggu agar kebutuhan utama kehidupan seperti air, listrik dan gas berfungsi kembali. Sangat penting untuk membantu sama lain, terutama lansia dan penderita cacat. Hanya Anda sendiri yang bisa menjaga diri Anda jika terjadi gempa. Di setiap kota terdapat tempat-tempat yang telah ditunjuk sebagai tempat mengungsi yang aman. Anda bisa mengikuti petunjuk utk mencapai tempat-tempat tersebut, yang biasanya biasanya berupa sekolah SD dan SMP, karena perlengkapan darurat banyak tersimpan di sana. Jika sekolah tersebut juga berbahaya, pergilah ke taman yang luas yang telah ditentukan kota sebagai pusat pengungsian.

Barang-barang yang perlu dipersiapkan setiap waktu:

makanan tahan lama dan minuman minimal untuk 3 hari,  selimut/alumunium untuk menghangatkan tubuh, batere, senter, pakaian, pampers untuk bayi dan napkin bagi wanita, sepatu, surat penting, uang kecil 10 yen untuk menelepon, tali, dll. Biasanya di seupermarket sudah dijual ransel untuk emergency yang isinya lengkap dengan peralatan-peralatan itu.

Tips dari saya pribadi: bawa wieder/energy dalam tas Anda, coklat dan atau susu kental manis dalam tube, gula bisa membuat kita bertahan sedikitnya satu hari, charge penuh keitai/HP Anda. Ada juga yang menyarankan membawa saran wrap atau alumunium foil, karena pada musim dingin ini bisa membantu banyak supaya panas dari tubuh tidak keluar. Di rumah siapkan gas bombe dan kompor kecil. Tapi sebelum dipakai pastikan gas RT tidak bocor. Jangan coba nyalakan api dalam rumah. Dari gempa bumi yang paling ditakutkan adalah kebakaran. Jadi perhatikan waktu bertindak dnegan api dan listrik.  Isi penuh bak mandi/mesin cuci supaya bisa dipakai untuk cebok/ mengalirkan kotoran. Saya biasanya mengisi pet botol kosong dnegan air ledeng dan taruh di beranda luar. Air ini bisa dipakai sewaktu-waktu, bukan sebagai air minum, tapi untuk sanitasi tadi.

Baca juga posting ini

http://imelda.coutrier.com/2008/05/08/gempa/

http://imelda.coutrier.com/2008/05/11/10-kiat-menghadapi-gempa/

10 Kiat menghadapi Gempa

Ada sepuluh hal utama yang sebaiknya diingat-ingat sehingga jika terjadi gempa dapat dipraktekkan. Hal ini perlu untuk mereka yang tinggal di tempat rawan gempa.

Pertama: Lindungi diri sendiri dan keluarga Anda. Biasanya gempa besar terjadi sekitar 1 menit saja. Berlindunglah di bawah meja yang kuat untuk melindungi kepala dari barang-barang yang jatuh. Alangkah baiknya menyediakan helmet di tempat yang mudah dijangkau. Jika sedang tidur, tutup kepala dengan bantal.

Lanjutkan membaca 10 Kiat menghadapi Gempa

Gempa

Tadi pagi sekitar pukul 2 pagi, tiba-tiba gen lompat dari tempat tidur dan ke tempat Kai yang berada di kasur bawah, untuk melindungi badan Kai. Aku masih kaget, dan tidak lama aku tahu bahwa ada gempa. Aku langsung peluk Riku yang tidur sebelahku. Gempa kali ini lumayan lama dan terasa. Setelah gempa reda, aku keluar buat susu untuk Kai yang terbangun dan menyalakan TV. Ternyata ada gempa di daerah Tochigi dengan kekuatan Shindo 5. Di Tokyo yang tadi terasa hanya Shindo 3. Tapi lumayan menakutkan. Mungkin karena apartemen kita di lantai 4. Semakin tinggi bangunan memang semakin terasa. Mudah-mudahan tidak terjadi gempa besar di Tokyo deh…. Jadi teringat temen di Meguro Pak Doktor Nanang Puspito (kemana ya pak Nanang ini) yang bilang akan terjadi gempa besar Tokyo tahun 1996 (waktu bilang memang belum 1996). (Setelah cari di Mas Google ternyata pak Dr Nanang masih berkarya di ITB. )

Di Jepang memang menggunakan kata SHINDO untuk menunjukkan kekuatan gempa. Ditunjukkan dnegan skala 0-7 dan biasanya angkanya lebih kecil daripada skala Richter. Jadi kalau shindo 5, biasanya di surat kabar luar negeri menjadi 6,5 skala Richter. Saya cantumkan disini terjemahan saya mengenai kekuatan gempa SHINDO ini dari panduan gempa di Jepang.

Shindo itu menunjukkan skala besarnya intensitas seismic. Sebenarnya Seperti apa kondisi dan apa yang kita rasakan menurut skala intesitas tersebut? Pada skala 3 biasanya kebanyakan orang dapat merasakan, dan beberapa orang akan merasa ketakutan. Kondisi dalam ruangan misalnya piring2 dalam lemari akan bergetar, sedangkan di luar, kabel listrik bergoyang sedikit.

Pada skala 4 orang merasa takut sedikit, ada yang berusaha mengambil aksi, dan jika tertidur, kebanyakan orang terbangun. Barang yang tergantung bisa bergoyang dan benda yang tidak stabil bisa jatuh. Di luar, kabel listrik bergoyang cukup besar, dan orang sedang berjalan atau menyetir dapat merasakan.

Skala 5 kurang, kebanyakan orang akan berlindung dan beberapa sulit untuk mengontrol gerakan. Piring dan buku bisa jatuh dari tempatnya, dan perabot bisa berpindah. Pagar beton yang kurang kuat bisa roboh, jalan mungkin mengalami kerusakan.

Skala 5 lebih orang merasakan sangat ketakutan dan tidak bisa bergerak. Pintu dalam rumah bisa berubah letak sehingga sulit dibuka atau bahkan copot dari engselnya. Mesin minuman yang terikatpun dapat jatuh, sulit untuk mengemudi dan banyak mobil akan berhenti.

Pada skala 6 kurang, orang akan sulit berdiri, perabot yang berat bergerak atau jatuh, dan banyak pintu tidak bisa dibuka. Keramik dinding beberapa gedung akan jatuh dan jendela kaca akan pecah dan jatuh.

Skala 6 lebih orang tidak mungkin berdiri hanya bisa merangkak. Semua perabot berpindah dan jatuh, bahkan pintu akan copot dari engselnya. Kebanyakan gedung akan lepas keramiknya dan jendela kaca pecah, dan hampir semua pagar beton runtuh.

Skala 7 orang akan terbawa getaran dan tidak bisa sama sekali bergerak. Perabot bergerak bahkan terbang. Semua keramik, jendela kaca dan pagar beton akan rusak dan rubuh.