Arsip Tag: deck

Madame Tussauds Tokyo

Seperti yang sudah kutulis di posting tentang Legoland, aku membeli karcis masuk kolaborasi dengan Madame Tussauds Tokyo, yang letaknya persis sebelahan dengan Legoland, yaitu di lantai 3 mall DECK, Odaiba. Memang sih karcis itu berlaku sampai 30 hari, jadi tidak perlu pergi hari itu juga. Tapi kami pikir ngapain tunda-tunda lain hari, mumpung sudah di situ. TAPI belum tentu anak-anak suka ke museum Madame Tussauds ini. Jadi setelah makan siang, kamu ajak anak-anak ‘mampir’ ke Madame Tussauds dengan janji ‘cuma 15 menit’ dan setelah 15 menit kita akan ke Legoland lagi –nyambung main.

Matsuko Deluxe

Waktu kami masuk, sepi sekali tempat ini. Sebelum naik lift kami disambut dengan patung lilin MATSUKO Deluxe マツコデラックス, artis Jepang yang aslinya laki-laki (bisa baca di Hari Terjepit untuk Transgender). Ternyata ngga gede-gede amat badannya, soalnya kalau di TV bayanganku tinggi besar seperti pesumo 😀

Kami naik ke lantai 6 dengan lift dan begitu lift membuka disambut oleh Bruce Willis. Ho ho… sayang kesempatan kita berfoto singkat waktunya dan ruangannya sempit untuk bisa memotret satu badan (kecuali si pemotret di luar lift. Jadi yang kena foto dengan BW ini cuma Kai karena dia yang terdekat berdirinya.

Kai dan Bruce Willis

Setelah kami keluar lift nah, kami disambut oleh Johnny Depp deh. Memang di atur seperti ada red carpet dan begitu kami melangkah ke sana ada suara-suara dan lampu blitz. Di situ juga dipasang kamera yang otomatis mengambil foto kami bersama Johnny Depp dan dijual di pintu keluar. Untuk dua lembar (padahal pose dan komposisi berbeda) kami ‘cukup’ membayar 1800 yen. Padahal kami juga bisa mengambil dengan kamera kami sendiri, bahkan staff yang ada juga sudah mengambilkan foto kami. Tetap saja takut jika hasilnya buruk atau tidak jelas. Tapi untunglah semua pemotretan di tempat-tempat wisata seperti begini (baik lego, Madame Tussauds dan Disneyland) tidak pernah memaksa. Silakan beli kalau mau, kalau tidak juga tidak dikejar-kejar 😀

Red Carpet with Johnny Depp

Setelah selesai berfoto dengan Johnny Depp, kami memasuki ruang bulat yang berdirilah Lady Diana, Pangeran William dan Kate, lalu di situ juga ada kursi keratuan Inggris. Kami dipersilahkan memakai mantel bulu dan mahkota yang disediakan, lalu boleh duduk di kursi itu. Katanya, “Nikmatilah kursi ini seakan-akan Anda Ratu”. Memang oleh staff di bawah, kami diberitahukan bahwa kami boleh memegang patung-patung lilin itu asalkan tidak mendorongnya. Jadilah kami (terutama aku dan Sanchan) tidak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto. Kebetulan juga masih sepi, sehingga kami bebas bergaya.

Mantan PM Koizumi dan Presiden Obama

Di ruangan yang sama juga ada Dalai Lama, mantan PM Jepang Koizumi dan presiden Obama. Wah rasanya aku ingin meniru gaya Mas Nug yang angkat kaki di mejanya. Sayang aku pakai rok sehingga tidak pantas untuk angkat kaki :D.

Setelah itu kami memasuki wilayah Sport. Patung lilin yang ditampilkan di sini adalah Darvish, pegolf Ishikawa Ryo, figure skating Asada Mao, pebalap Ayrton Senna, pemain bola Miura Kazuyoshi, Lionel Messi dan David Beckham. Eh ada pesumo juga tapi aku lupa namanya 😀

tokoh-tokoh olahraga

Sesudah dari wilayah Sport, masuklah kami ke ruangan selebriti. Dimulai dengan Maryln Monroe dengan gaun merah. Ternyata dia kecil sekali saudara-saudara. Bukannya kecil langsing, tapi juga tidak tinggi untuk ukuran negara sono.

Lalu yang kurasa juga kecil tuh Madonna dan di tempat Madonna diletakkan wig dan korset yang boleh dicoba jika mau. ho ho tentu saja kami coba, tapi maaf foto untuk konsumsi pribadi hahaha. Waktu kami mencoba wig itulah tiba-tiba anak-anak membawa bermacam wig, termasuk Kai dengan wig Elvis dan topinya Michael Jackson. Ah, anak-anak ini ternyata enjoy juga di sini, sehingga yang tadinya CUMA 15 menit, menjadi 1 jam lebih 😀 Mereka juga mengeksplore tokoh-tokoh dunia yang ada.

Kai dan Riku bergaya

Selain foto-foto dengan wig, kami juga tidak bisa memperlihatkan foto kami dengan aktor George Clooney yang menjadi idola para wanita. Takut nanti kami dilempari telur busuk oleh mereka karena kami berani-beraninya merangkul dan menc*um pipinya 😀 Eh TAPI si George Clooney itu TINGGI BESAR deh, lihat saja sofanya… aku duduk di situ saja kakinya melayang dan terlihat kecil kan 😀

George Clooney yang tinggi besar. Lihat kakiku nggantung 😀

Ada Leonardo diCaprio yang tinggi besar…(Kupikir dia kecil loh hehehe ternyata gede bo…), lalu ada si pretty woman Julia Roberts, ada Richard Gere, ada spiderman, ada juga anggota AKB yang sorry aku tidak hafal namanya 😀 Tapi di situ yang kurasa paling bagus fotoku adalah waktu minta bonceng si Kang Tom Cruise naik sepeda motornya 😀 Aku dan Sanchan bilang, “Coba ada kipas angin yang bisa membuat rambut tergerai seakan2 benar-benar naik motor” hahaha. Maunya sih gitu ….

Kang Tom ganti profesi jadi ojek

Di arena selebriti aku suka melihat foto Riku dengan Jackie Chan, atau anak-anak menaiki sepedanya ET yang sama sekali tidak mereka kenal. Wong ET itu ada waktu aku kecil…. hehehe.

ET dan Jacky Chan

Dan sebagai foto penutup di ruang selebriti kami berfoto dengan Lady Gaga deh.  

Setelah dari ruang selebriti, kami memasuki ruang tokoh yang menampilkan cara pembuatan patung lilin, juga sempat berfoto dengan alm Steve Jobs dan Einstein … moga-moga ketularan pintarnya 😀

bersama orang-orang pintar

Sayang lama-lama pengunjung bertambah banyak, sehingga kegilaan kami tidak bisa tersalurkan lagi. Cuma kami yang bergaya aneh-aneh di situ. Orang Jepang terlalu jaim sih… eh tapiiiii aku bisa ikut aneh-aneh karena ada temannya si Sanchan. Mungkin kalau bukan dengan Sanchan aku juga jaim deh 😀 Makasih ya Sanchan 😉

Museum Madame Tussauds Tokyo ini baru saja dibuka tanggal 15 Maret, sehingga masih baru dan masih kosong. Mungkin masih belum banyak yang tahu soal museum ini. Tapi ada juga penilaian orang Jepang yang mengatakan, “Ah di museum itu cukup 15 menit saja kok. Terlalu mahal (1900 yen) untuk waktu yang singkat…” Hmmm pasti dia cuma lihat-lihat saja tanpa foto-foto deh… atau… dia tidak suka infotainment 😀

Breakfast with Audrey Hepburn

Harga karcisnya 1900 yen jika membeli di loket pada hari itu, tapi kalau beli online hanya 1450 yen. Keterangannya bisa dibaca di website resminya. Saya sarankan kalau mau datang ke Madame Tussauds, datanglah pada hari biasa siang hari, dan kamu bisa narsis dengan patung lilin artis/aktor idolamu dengan santai.

NB: Pengumuman hasil GA TE BD5 ada di sini.

Legoland Discovery Center Tokyo

Tulisan yang tertunda, mengenai liburan musim semi kami di awal April.

Setelah pergi nonton Doraemon bareng, aku janjian dengan Sanchan untuk membawa anak-anak ke Legoland Discovery Center yang terletak di Odaiba. Gen sudah lama ingin mengajak anak-anak ke sana sejak mengetahui dibukanya Legoland itu, tapi belum pernah terlaksana. Lucu aja, pas anak-anak ditanya, “Pilih mana Toshimaen (semacam Dufan dengan segala atraksinya) dan Legoland? ” Ketiganya menjawab dengan tegas, LEGOLAND!. Wah cocok deh Riku dan Kai dengan Yuyu, karena mereka bertiga suka lego. So, aku hunting karcis Lego via internet, karena aku tidak mau antri 😀

Dari web resminya, aku mengetahui bahwa dijual paket tiket kolaborasi dengan Madame Tussaud seharga 2500 yen untuk dewasa dan 2100 untuk anak-anak. Wah, lumayan juga potongan harganya, jadi kami berdua, aku dan Sanchan sepakat untuk pergi ke Legoland tanggal 1 April yang lalu. Karena tempat legoland itu cukup jauh dari rumah kami (butuh waktu sekitar 1,5 jam) jadi kami memilih untuk masuk jam 11-11:30 an. Mereka memakai sistem kontrol pengunjung dengan pembagian jam masuk jika penuh. Kami naik JR dan monorail Yurikamome dari stasiun Shinbashi. Sengaja kami menunggu kereta berikutnya supaya anak-anak bisa duduk paling depan dan melihat pemandangan kawasan Tokyo Beach tanpa halangan. Oh ya aku baru sadar bahwa yurikamome itu berjalan dengan ban, setelah Kai mengatakan :”Ma, kereta ini tidak ada relnya loh. Pakai ban!” Jeli bener deh si Kai itu.

yurikamome line

Sambil menikmati perjalanan selama 18 menit dengan biaya yang tidak murah (tiket dewasa one way 310 yen!), aku ikut menikmati pemandangan yang ada. Tanggal 1 itu tidak hujan tapi agak mendung. Tapi menurutku lumayan bagus sehingga tidak terlalu silau oleh cahaya mentari. Aku sempat memotret selama perjalanan. Ya, sudah cukup lama aku tidak ke sini, terakhir aku ke sini waktu bersama temanku Ira W yang kutulis di  “Obat Kekecewaan” sekitar satu setengah tahun yang lalu. Senang juga mempunyai alasan untuk bisa datang ke Odaiba lagi. Tanpa Sanchan, aku malas mengajak anak-anak sendirian 😀

So, begitu sampai, kami langsung pergi ke DECK Odaiba lantai 3 tempat Legoland berada. Sama tingkat dengan Joypolis dan Madame Tussaud. Tapi tentu saja dong deh ya, mama-mama nya mau berfoto dulu di Deck yang menghadap ke Rainbow Bridge dan membuat anak-anak tidak sabar untuk berlari masuk 😀 Tapi kami sampai di depan antrian Legoland pada waktu yang ditentukan yaitu pukul 11:00. Eh, masih harus antri? Sebentar sih, tapi sambil antri itu kami sempat berfoto dan aku mengatakan pada Sanchan, bahwa Gen sebetulnya ingin menjadi anggota tahunan. Dengan membayar 4500 yen, kami bisa keluar masuk selama setahun kapan saja, tanpa ditolak (kalau penuh yg bukan anggota pasti ditolak), dan selain itu kami mendapat potongan 10% untuk semua pembelian di dalam Legoland. Well, Sanchan bilang, kita lihat saja dulu dalamnya gimana… kalau bagus, boleh juga kita beli annual pass nya.

lift menuju lantai 7 dan factory nya

Setelah diperiksa karcis pemesanan dari email yang dikirim, anak-anak mendapat souvenir Lego dan kami diantar ke lift yang akan membawa kami ke lantai 7. Rupanya permainannya sendiri berada di lantai 7, sedangkan pintu masuknya di lantai 3. Di muka lift saja, eh bahkan di tempat antrian sudah ada bentuk-bentuk Lego. Gemes deh lihatnya. Ceritanya kita masuk ke pabrik legonya dengan mesin-mesin yang menjelaskan tentang pembuatan lego dan penyebarannya (pemasarannya) di seluruh dunia. TAPI anak-anak mana mau berlama-lama di sini, mereka mau langsung masuk dan mencari surprise apa lagi yang ada.

Begitu masuk lorong, kami melihat antrian yang cukup panjang… Dan ternyata itu atraksi Kingdom Quest, yang memungkinkan penumpang kendaraan (max  5 orang) untuk menembak musuh-musuh kerajaan 😀 Di sini juga ada tempat khusus yang dipasang kamera sehingga waktu kita keluar ada foto kita di dalamnya. Tentu saja dijual (mahal) seharga 1000 yen berupa foto, atau bisa juga berupa gantungan kunci dan magnet. Sayang waktu kami membeli foto yang pertama kami belum dapat diskon 😀 Ssstt tempat ini menjadi tempat favorit mama Imelda dan mama Sanchan loh 😀

Setelah Kingdom Quest kami memasuki sebuah ruangan yang berisi maket kota Tokyo dari lego semua. Tentu saja ada semua tempat wisata di Tokyo termasuk Tokyo Tower dan Sky Tree. Ada pula pojok khusus Kyoto. Yang bagusnya di sini dipamerkan suasana Tokyo di siang hari dan malam hari…. Lampu-lampu malam hari dibuat sedemikian rupa sehingga membuat kami seakan memang berada di Tokyo pada malam hari. Duuuh detil pembuatan bangunan, jembatan, orang-orang dan mobil2 itu benar-benar bagus deh! Mungkin pecandu Lego ingin membuat kamar khusus seperti ini di rumahnya 😀 Aku cukup menikmati pemadangan di sini, tapi anak-anak tentu cari yang lebih seru lagi.

Lebih seru buat anak-anak berarti bisa membuat lego sendiri, bisa berlari, manjat-manjat memakai badannya. Dan di bagian tengah memang terpasang jungle jim besar berwarna merah kuning seperti lego, tempat anak-anak bermain. Sebelum masuk jungle jim ini semua anak harus melepas sepatunya. Bisa dibayangkan betapa banyak sepatu di depan pintu masuknya. Dan ibu-ibu semua duduk di sekitar situ, dan atau di meja kursi dari tempat makan yang disediakan. Setelah lama di situ baru aku perhatikan bahwa harga-harga di tempat makan itu tidak mahal sama sekali. Kalau di disney misalnya, mereka memasang harga mahal untuk makanan yang rata-rata tidak ada seharga 500-an. Nah kalau di legoland ini ada makanan seharga 500-an, yang cukup untuk anak-anak. Tentu saja untuk ibu-ibunya tidak level 😀 Karena biasanya ibu-ibunya makan di restoran di luar legoland, bangunan DECK yang banyak diisi restoran-restoran yang enak-enak. Pada hari kedua aku dan Sanchan bahkan makan siang di restoran Surabaya di Aqua City yang terletak di sebelah DECK. (Ketahuan deh pergi ke legoland sampai dua kali :D)

junglejim dan wc di legoland

Setelah puas bermain, anak-anak menjemput jacket yang kami pegang, dan kami antri di tempat menonton film 4D. Film pertama yang kami lihat adalah ”Spellbreaker”, cerita tentang lego kingdom deh… Dan terus terang lebih bagus dari film ke dua yang berjudul apa racer gitu hehehe. Jadi film di 4D Cinema itu ada 2 judul yang diacak pemutarannya. Dan kalau ke sini HARUS nonton 😀 Aku sendiri suka sekali cinema 4D ini karena seruuuuu. Ada angin, air, bahkan “salju”… pokoknya seru!

Lego Racer: build and test!

Setelah keluar dari cinema langsung ada pojokan yang berjudul Lego Racer: build and test…nah anak-anak langsung deh ngedon di sini. Mereka buat mobil-mobilan sendiri dan langsung coba di track yang disediakan. Padahal di sebelahnya ada juga pojok untuk cewek-cewek …di sini sepi deh. Memang kelihatan penggemar lego kebanyakan anak-anak laki-laki. Jadi sementara anak-anak main ya mamanya ngobrol ngalor ngidul seh.

Eh tapi kami sempat keluar untuk makan dan membuat kartu anggota tahunan. Yang aku dan Sanchan rasa hebat tuh, kami kan sudah bayar 2800 untuk beli karcis hari itu, dan untuk kartu anggota tahunan itu harus bayar 4500 yen per orang (dewasa dan anak-anak sama harganya). Tapi kami cukup membayar kekurangannya saja sejak hari itu bisa berlaku. Wah… untung sekali. Kami bayangkan kalo di Indonesia pasti ngga bisa seperti itu. Karcis yang sudah terpakai pasti dianggap hangus dan kami harus tetap bayar 4500 yen. Bengong juga waktu disuruh bayar sisanya saja. Salut deh.

permainan untuk anak-anak di bawah 6 tahun juga ada, jadi Kai bisa main sendiri

Akhirnya tanggal 1 April itu kami bermain di Legoland sampai jam 7:30 malam, dan makan malam di Odaiba. Sampai di rumah pukul 11:30, bersamaan dengan papa Gen pulang. Tentu saja anak-anak ramai menceritakan kunjungan mereka ke Legoland, dan tidur setelah pukul 12:30 malam. Dan tanggal 4 Aprilnya kami pergi lagi ke sana untuk bermain lagi, dan dari awal anak-anak sudah diwanti-wanti tidak boleh beli souvenir di toko legonya, meskipun akhirnya kami kasian juga dan memperbolehkan membeli lego seharga 350 yen. (Tanggal 1 masing-masing anak mendapat jatah 1000 yen). Dan kami sampai di rumah jam 9 malam 😀 Dingin juga mengayuh sepeda di malam harinya. TAPI wajah anak-anak itu puas sekali bisa bermain seharian eh dua-harian di Legoland, bersama teman yang sehobi juga.  Dan karena kami sudah punya passport tahunan, bisa deh pergi setiap saat sampai dengan tanggal 31 Maret 2014 Yeahhhh… Bisa juga antar tamu dari jakarta tapi tamunya bayar karcisnya sendiri ya hehehehe 

rainbow bridge waktu kami datang(siang hari), dan waktu pulang (malam hari)