Arsip Tag: daikon

Satu Desa Satu Produk

Pernah dengar program ini? Aku tidak tahu apakah sudah ada di Indonesia, tapi kalau googling dengan istilah yang sedikit berbeda, di Malaysia sudah diadakan program ini yang disingkat SDSI Satu Daerah Satu Industri. Bahasa Inggrisnya One Village One Product dan gerakan ini bermula dari Jepang! Bahasa Jepangnya Isson Ippin Undou 一村一品運動. Ini merupakan gerakan yang dipelopori Morihiko Hiramatsu gubernur Perfektur Oita pada tahun 1980. Jadi setiap desa diharapkan memilih satu produk dan mengembangkannya sebaik-baiknya. Tujuannya dari desa ke dunia! Atau paling sedikit level negara. Ada sekitar 300 produk yang dipilih oleh masing-masing desa, dari jamur, paprika, sampai daging sapi. Ini digalakkan untuk mengembangkan pendapatan daerah. Dan gerakan seperti ini juga meluas ke negara Thailand, Kamboja, Vietnam dan lain-lain. Alangkah baiknya jika dilaksanakan juga di Indonesia (mungkin sudah atau sedang, aku tidak tahu)

Memang bukan program dari Isson Ippin, tapi ada beberapa daerah yang memang terkenal dalam menghasilkan sesuatu (dari dulu). Misalnya Yamagata menghasilkan cherry dan Ehime menghasilkan jeruk. Jadi kalau kita mengatakan : cherry, semua orang Jepang tahu langsung daerah penghasilnya Yamagata. Atau jika ditanyakan Yamagata menghasilkan apa, semua orang Jepang langsung menjawab Cherry. Ya mungkin seperti Salak Pondoh, Apel Malang dll (bukan produk hasil jadi tapi produk hasil bumi ya).  Nah daerah tempat tinggalku, Nerima (salah satu kelurahan dalam kota Tokyo) ternyata terkenal dengan daikonnya. Daikon adalah lobak, tapi lobak Jepang memang putih besar, dan tidak begitu pahit.

Sebagai bagian dari pelajaran di sekolahnya, sekitar bulan September, Riku dan teman-teman kelas 3  menanam daikon di ladang yang disewa sekolahnya. Dan tadi siang Riku panen daikon. Murid kelas 3 memanen daikon yang ditanamnya, kemudian dibawa pulang. Herannya daikon yang ditanam Riku itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan daikon teman-temannya. Dan cukup berat, sampai waktu membawa pulang dia dibantu oleh seorang ibu yang membantu panen. Kebetulan ibu itu rumahnya melewati rumah kami dan naik sepeda. Jadilah daikon Riku naik sepeda. 😀 Dan tadi makan malam Riku langsung mencoba makan daikon hasil panennya untuk salada.

Riku dengan daikon yang ditanamnya

Apakah daerahmu menghasilkan satu produk hasil bumi yang terkenal?

Oden

Memasuki musim gugur, temperatur udara mulai menurun sehingga cukup membuat badan menggigil jika berpakaian tipis. Saat kutulis posting ini pukul 3 pagi temperatur sekitar 15 derajat celsius. Sambil kemulan selimut duduk di depan komputer, dan browsing menemukan suatu artikel berjudul “Isi oden apa saja yang disukai orang”.

Oden adalah semacam rebusan dengan memakai kaldu ikan dan ayam, berisi daikon (lobak), chikuwa dan sumire, (semacam bakso ikan dengan cara pembuatan yang berbeda), satsuma age (bakso ikan goreng berbentuk pipih), tahu goreng, tulang muda sapi, sosis, telur rebus, shirataki (semacam soun) , kulit tahu berisi mochi dan lain-lain. Semua bahan direbus dalam kaldu untuk waktu yang lama, dan tentu saja disajikan dalam keadaan panas. Oden ini selalu dijual di toko-toko konbini (convinience store) begitu musim mulai menjadi dingin.

menurut angket isi oden yang paling laku adalah Daikon (lobak), telur, chikuwa dan kulit tahu isi mochi... yummy
menurut angket, isi oden yang paling laku adalah Daikon (lobak), telur rebus, kulit tahu isi mochi dan konyaku (devil tounge) ... yummy

Kecuali sosis (jika ada), semua bahan oden yang dijual sebenarnya adalah halal. Tentu paling aman kalau masak sendiri, sehingga bisa memilih bahan apa saja yang dimaui. Bumbu oden instant juga banyak dijual di toko-toko. Tinggal rebus saja deh. Dulu aku pernah masak oden di acara bazaar kebudayaan Jepang di kampus UI, dan saat itu saya masukkan potongan ayam…. jadi deh seperti sup ayam hehehe.

Dulu waktu masih single,  kalau saya kangen bakso, saya akan membeli oden terutama sumire (bakso ikan) di konbini, dan makan panas-panas pakai sambal ABC (kalau orang Jepang biasanya memakai karashi, mustardnya orang Jepang berwarna kuning). Memang lain sih dengan bakso daging, tapi bisa sedikit mengobati kerinduan akan makanan tanah air. Sekarang? Kangen bakso sih tinggal buat sendiri hihihi (Jadi ingat Sigi yang tinggal di Mie, minta resep bakso. Sudah coba belum ya dia?)

Huh ngomongin makanan dini hari begini jadi lapar deh. Mendingan tidur dulu deh. Oyasuminasai! (Selamat tidur).

Buat Kawan Sundaku

Seorang teman blogger, Pak Amin menyampaikan pada saya bahwa isterinya tanya apakah ada masakan Jepang yang memakai bahan-bahan yang banyak terdapat di Indonesia. Saya teringat bahwa orang Sunda sangat suka makan sayur-sayuran. Dan salah satu sayuran yang sering dipakai di Jepang adalah Daikon/ lobak. Dan  mungkin satu-satunya daerah yang banyak menggunakan daikon atau lobak dalam kuliner mereka adalah daerah Jawa Barat (Jadi ingat soto bandung). Jadi klop deh jika saya mencari resep masakan yang memakai daikon sebagai bahan dasarnya.

Dulu waktu pertama datang ke Jepang, saya tidak suka makan daikon, apalagi mentah. Karena ada rasa pahit dalam sayuran itu.  Tapi lama-lama saya bisa menikmati rasa pahit yang ada, bahkan bisa menemukan rasa “manis” dari daikon mentah. Saya tidak tahu apakah daikon di Indonesia itu sama rasanya dengan yang di Jepang, tapi apa salahnya dicoba.

Ketika saya tanya biasanya daikon dimasak apa kepada Pak Amin, katanya dibuat cap cay atau dimakan mentah/acar. Saya tidak tahu apakah resep berikut bisa cocok untuk lidah orang Indonesia, tapi silakan coba.

Resep 1. Daikon Salada.
Daikon dipotong sebesar korek api, lalu dibubuhkan garam dan diremas-remas. Biarkan setengah jam lebih sampai daikon lemas dan berair. Tiriskan air (jika terlalu asin bisa dibilas dulu dengan air matang), daikon siap untuk dijadikan salada. Dengan diberi mayonaise saja sudah enak. Kalau di Jepang diberi mentaiko (telur ikan mentah) dan mayoneis, tapi di Indonesia tidak ada mentaiko jadi sulit. Salah satu bahan yang juga cocok dipadukan dengan daikon sebagai salada adalah Jako atau teri nasi goreng. Bubuhkan sedikit dan pakai dressing yang ada…. yummy. Selain daikon bisa juga diberi wortel/ketimun  yang dipotong dengan besar yang sama.

Resep 2. Daikon rebus.
Daikon semakin lama direbus, semakin empuk dan manis. Salah satu masakan daikon yang terkenal adalah oden, yang dimakan hangat-hangat di musim dingin. Tapi oden asli Jepang, sulit untuk dibuat di Indonesia, karena memang perlu beberapa jenis “bakso” ikan yang hanya ada di Jepang, seperti Sumire, Chikuwa, satsumaage dll. Dulu waktu ada Festival Jepang di Fakultas Sastra UI, saya pernah membuat oden “asal-asal” dengan memakai ayam (padahal inti kaldu oden adalah ikan). Salah satu cara rebus daikon yang sederhana yaitu dengan memotong daikon berbentuk segitiga, lalu direbus dengan kaldu ikan. Jika tidak ada bisa memakai kaldu bulion yang biasa dipakai. Untuk bumbu lainnya adalah kecap kikkoman 2 sendok makan + gula pasir 1 sendok makan. Rasa bisa disesuaikan selera orang Indonesia, mau asin yang dominan atau manis yang dominan. Kalau begitu tentu saja bisa juga masukkan kecap manis bukan? Silakan saja bereksperimen. Daikon dianggap matang jika sudah lembut jika ditusuk atau berwarna agak transparan. Jika mau bisa dimasukkan potongan ayam atau daging/daging giling ke dalam rebusan sehingga repertoir masakan Daikon bisa bervariasi. Silakan mencoba.