Arsip Tag: boorwater

Cuci Mata dengan Hotdog

Waduh masa segitunya Imelda cuci mata dengan hotdog?

Jadi begini, sudah hampir 5 hari belakangan ini aku selalu mencuci mata setiap pagi dan sore hari.  Ini mencuci mata beneran bukan “cuci mata” di mall :D. Pernah dengar boorwater kan? Nah aku memakai obat cuci mata seperti boorwater tapi bukan. Loh kok?

Ya caranya sama seperti memakai boorwater, yaitu dengan memakai wadah plastik seperti takaran kalau mau minum obat, tapi ujungnya melengkung supaya pas bisa ditempelkan ke mata. Kedip-kedipkan mata dan obat cuci itu akan membersihkan seluruh kotoran yang ada di permukaan mata. Kemudian aku ulangi untuk mata yang satunya lagi. Pernah kan cuci mata begitu?

Aku katakan bukan boorwater, karena sebetulnya boorwater yang merupakan bahasa belanda itu, mengandung 3% boorzuur, asam boric. Dan banyak polemik bahwa jika memakai boorwater maka mata akan kering. Well, kalau keseringan mungkin saja. Apa saja kalau terlalu kan memang tidak baik.

Obat cuci mataku yang aku beli di apotik Jepang ini rupanya tidak mengandung asam boric atau Housan ホウ酸. Tapi mengandung Asam Aminocaproic, Ipsilon Amino Kapuron san イプシロンアミノカプロン酸. Waktu aku cari apa fungsinya di internet ternyata untuk menghentikan perdarahan. Well, tepat untukku. Karena aku mencuci mata ini juga disebabkan mataku mengalami perdarahan dalam 😀 . Meraaaah deh pokoknya. Mengerikan! Dan ini disebabkan oleh alergi serbuk bunga/ pollen/ Kafun 花粉.

Pokoknya tahun ini aku menderita sekali mata dan wajahku gatal sekali. Kalau hanya bersin-bersin aku bisa tahan karena memang dari sononya alergi housedust, tapi untuk mata dan wajah…. benar-benar menderita.  Terutama dua hari terakhir ini. Kemarin aku terpaksa berhenti beberapa kali waktu naik sepeda, untuk bersin dan mengelap airmata yang keluar. Masker dan kacamata tidak menyelesaikan masalah. (Mungkin aku perlu pakai gogle ….kacamata renang kemana-mana yah 😀 )

Kalau boorwater dari bahasa Belanda, Hotdog dari bahasa apa awalnya?

Tadi pagi aku membuat hotdog untuk sarapan Riku. Lalu Riku bertanya pada papanya, “Pa, kenapa namanya hotdog ya?”. Papanya bilang ya mungkin karena panas ya? Apanya? dog nya? hihihi (Untung aku ngga bilang seperti anunya dog ….. hahaha…. hayooooo ngaku yang pikir ngeres!)

Karena sebetulnya memang yang panas adalah anunya dog. Tepatnya badannya dog. 😀 yang merefer ke sosisnya. Seperti diketahui sosis sudah dikenal di Eropa sejak abad pertengahan. Pada akhir abad 17, Johann Georghehner membuat sosis yang dikenal dengan nama Frankfruter, sesuai nama kota di Jerman. Dalam waktu yang bersamaan ada juga sosis yang diberi nama Wiener, sesuai dengan sebutan Wina dalam bahasa Jerman. Tapi karena sosis ini bentuknya seperti anjing pemburu beruang maka disebut sebagai dachshund sausage. Kemudian orang Jerman yang berada di New York menjual sosis itu dengan nama dachshund sausage yang diberi mustard dan sauerkraut. Oleh Arnold Feuchtwanger, sosis itu kemudian dimasukkan dalam bun (roti) dan menyebar ke seluruh Amerika.

Tapi nama Hotdog ini dipopulerkan oleh penulis komik sport bernama Thomas (Tad) A. Dorgan sekitar tahun 1901. Waktu dia menonton pertandingan di suatu hari yang dingin mendengar penjual sosis itu berteriak : “dachshund sausage makanlah selagi panas(hot)!” Karena dia tidak tahu lafal dachshund maka dia menulis di komiknya HOT DOG!. Tapi yang pasti aku tidak mau makan hot dog yang ini :D. Lucu sih, tapi….

picture taken from wienerology.com

Boorwater dan Hotdog yang kita kenal ternyata berawal dari Eropa ya.