Arsip Tag: birthday

Giveaway TE BD 5 – Pengumuman

Ho ho ho, sudah tanggal 29 April 2013, waktunya untuk mengumumkan hasil “ujian” TE yang diadakan tanggal 1 April lalu. Sebelum  saya mengumumkan siapa yang tertinggi nilainya,saya bahas dulu jawaban ujiannya ya.

1. Bunga lambang kekaisaran Jepang adalah: 

Sakura
Seruni
Magnolia

Jika mencari bunga nasional Jepang, banyak situs mengatakan Sakura dan Seruni/Krisan. Tapi untuk lambang kekaisaran Jepang hanya satu yaitu SERUNI atau krisan (b). Ini pernah aku tulis di sini : Bunga kiku atau seruni merupakan lambang kekaisaran Jepang yang dipakai dalam simbol-simbol kenegaraan. Anggota Parlemen juga memakai badge berlambang seruni di jas nya.

2. Nama Twilight Express yang dipakai blog ini sebenarnya adalah nama:
novel
perusahaan ekspedisi
kereta

Tentu saja jawabannya adalah kereta (c) dan secara lengkap pernah aku tulis di sini. Blog di domain pribadi ini kuberi nama Twilight Express, dari nama sebuah kereta express di Jepang yang menghubungkan Osaka dan Sapporo selama 23 jam perjalanan. Hampir satu hari. Dan taglinenya a journey from dawn to dusk, dari subuh sampai senja…. semua pengalamanku yang kudapat selama di Jepang, seakan aku naik kereta express tersebut. Apa yang kulihat di perjalanan kehidupan ini. Kehidupan selama 20 tahun di Jepang. Dari 50 peserta, hanya 3 orang yang salah menjawab.

3. Berikut ini adalah benda yang berbentuk boneka, kecuali:
Maneki neko
Daruma
Fugu

Maneki neko adalah kucing keberuntungan, daruma adalah boneka permohonan, sedangkan fugu adalah nama ikan beracun (ikan buntal). Sehingga jawabannya adalah FUGU (c) 

4.Perhatikan foto berikut ini dan sebutkan apa fungsinya:

tusuk sate
sendok teh
korek kuping
korek api
tusuk gigi

Benda ini adalah korek kuping yang disebut dengan MIMIKAKI. Sehingga jawaban yang benar adalah (c) , TETAPI ada yang menjawab sendok teh, dan memang bentuknya mirip dengan sendok untuk mengambil teh maccha (teh hijau bubuk yang dipakai dalam upacara minum teh), sehingga jawaban (b) sendoh teh bisa dibenarkan. 

5. Nama bakmie Jepang adalah:
Natto
Udon
Renkon
Soba
Gobo

Natto adalah kedelai yang difermentasi. Udon adalah mie jepang yang tebal berwarna putih dan terbuat dari tepung terigu. Renkon adalah akar bunga teratai yang bisa dimakan. Soba adalah mie Jepang berwarna kecoklatan yang terbuat dari tepung soba. Gobo adalah akar yang bisa dimakan.  Jadi jawabannya adalah UDON (b) dan SOBA (d).

6. Lemari ini terletak di depan pintu masuk restoran, sebuah loker yang terbuat dari kayu dengan gaya tradisional. Setelah memasukkan benda yang dimaksud, ambil kunci kayunya dan bawa ke dalam. Setelah selesai, sebelum pulang, buka loker, ambil benda ini baru bisa pulang. Benda apakah yang boleh dimasukkan dalam loker ini?:

Sandal
Boot/lars
Payung
Dompet
Sepatu

Loker ini adalah untuk menyimpan alas kaki baik berupa sandal, boot/lars (khusus ditaruh di loker paling bawah yang lebih tinggi) atau sepatu. Tidak bisa memasukkan payung, karena untuk payung sudah ada tempat tertentu. Juga tidak boleh memasukkan dompet/barang berharga ke dalamnya. Jawabannya SANDAL (a), BOOT/LARS (b) dan SEPATU (e).

Untuk jawaban pertanyaan selanjutnya karena individual tentu tidak ada standarnya.

Bagaimana jawaban teman-teman peserta? Ada yang betul 100 persen? Dan ternyata ada!

Baiklah saya tuliskan siapa saja yang berhak mendapatkan hadiah dari TE:

1. Arman Tjandrawidjaja akan mendapatkan sebuah tas RR

2. Henny akan mendapatkan sebuah eco-stapler

3. Una akan mendapatkan sebuah eco-stapler

4. Maria Sasai akan mendapatkan bolpen frixion

5. NH18 akan mendapatkan bolpen frixion

6. Ririn Gustiana akan mendapatkan bolpen frixion

7. Winda Presti akan mendapatkan lensa mikro untuk HP

 

Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk partisipasi teman-teman baik yang tercantum di atas, maupun belum tercantum. Terutama juga untuk pak Marsudiyanto yang banyak membantu sehingga saya bisa membuat giveaway kali ini. Dan tentu saja jawaban soal nomor 7 dan 8 akan menjadi referensi saya untuk menuliskan topik-topik mendatang. Salam kenal untuk yang baru “muncul” di kuis ini, dan terima kasih karena masih mau membaca blog saya ini. Senang sekali mengetahui bahwa ada teman-teman yang selalu merindui tulisan baru di TE. Semoga saya bisa tetap konsisten menulis dan berharap dapat bertemu dengan teman-teman baru di kopdar atau kesempatan lain.

Kokoro kara kansha wo moushiagemasu 心から感謝を申し上げます(Terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam)

dengan pose sedakep 😀 di taman Tulip, Showa Memorial Park, Tachikawa

 

Hubungan Riku dan Pa’ Mali

Tanggal 22 Malam (selasa) aku ditelepon papaku dari Jakarta. “Mel, Riku ulang tahun kapan? ” “Oh masih lama, Jumat tanggal 25 kok”. Rupanya mama yang menyuruh papa telpon dan meyakinkan diri bahwa memang tanggal 25. Mama itu hebat, dia selalu ingat tanggal-tanggal ulang tahun orang. (Tapi… pas tanggalnya lupa, karena tidak tahu hari/tanggal 😀 )

Yang mau berulang tahun sendiri, si Riku sudah hitung-hitung hari ulang tahunnya sejak sebulan sebelumnya. “Ma, aku tinggal tidur 20 hari lagi ulang tahun ya?” “Iya…. ”  (huh kalau masih kecil rasanya senang ya menghitung HUT, kalau sudah tua maunya sih jangan cepat-cepat bertambah tuanya :D)

Dan aku memang tanya kepada Riku, bagaimana dia mau melewati hari ultahnya tahun ini. Tahun lalu dia gagal memanggil teman-temannya ke rumah, jadi apakah tahun ini mau panggil teman? Kalau memang mau, lebih baik diadakan hari Kamis, sehari sebelumnya. Pertimbangannya tentu saja waktu.

Kami cuma bisa memanggil anak-anak untuk datang sendiri kerumah kami sampai dengan pukul 4:30 sore. Selama winter bel kelurahan yang menyuruh anak-anak SD pulang akan berbunyi pukul 16:30. Silakan baca di sini untuk keterangan bel kelurahannya. Padahal kelasnya Riku selesai sekitar pukul 3 siang. Jadi hanya ada waktu 1,5 jam saja. Kalau hari Jumat, pas di hari ulang tahunnya, Riku harus pergi ke les Inggris dari jam 3:30 sampai 4:30. Jadi tidak mungkin diadakan pas hari ulang tahunnya. Tapi aku tanya dulu pada Gen, apakah pamali mengadakan pesta HUT sebelum harinya. Kalau orang Indonesia pamali, tapi aku  pribadi tidak jadi masalah…. hehehe (Tidak begitu percaya pamali-pamalian)

Nah, supaya kesalahan seperti dulu tidak terulang, aku membuatkan surat undangan kepada ibu dari teman-teman dekatnya Riku yang ingin diundang. Riku mau mengundang 3 teman laki-lakinya, jadi aku membuat 3 lembar. Dan tak lupa aku tulis, “Pesta kecil ini hanya makan pizza dan kue tart, jangan membawa apa-apa”. Soalnya orang Jepang tidak bisa datang dengan tebura 手ぶら (tangan kosong).

Dan sebetulnya ada satu lagi kebiasaan merayakan ulang tahun di Jepang yang agak aneh. Kalau di Indonesia, yang berulang tahun merayakan pesta dengan biaya dari yang berulang tahun kan? Sedangkan kalau di Jepang biasanya yang berulang tahun tidak mengeluarkan biaya apa-apa. Semua disediakan oleh teman-temannya yang menyelenggarakan pesta. Makanya aku sering bilang, kalau aku ulang tahun kita pakai cara Jepang ya. Kalau kamu ulang tahun pakai cara Indonesia :D.

Jadilah hari Kamis, 5 temannya Riku datang ke rumah. Loh kok 5? Hehehe, bertambah 1 teman perempuan dan 1 teman laki-lakinya, jadi total 4 laki dan 1 perempuan. Bahkan si cewe ini sudah membuat program pelaksanaan pesta HUT Riku. Kapan main ini, kapan main itu, kapan makan dsb… Dan memang si cewe ini pintar dan agak cerewet euy. Aku sempat diinterogasi olehnya. Such as, Kapan datang ke Jepang, belajar masak dari mana, dsb dsb… Huh dasar cewek …cerewet hahahaha.

Pesta untuk anak-anak itu tidaklah perlu menyediakan makanan mahal. Buktinya yang laku dari yang aku sediakan (Pizza, ayam goreng, kentang Mac D) adalah French Friesnya Mac D….weleh…tahu gitu kan aku beli aja yang banyak :D. Apalagi anak laki-laki, tidak begitu makan yang manis (kecuali anakku 😀 RIKU, kalau Kai juga tidak begitu suka manis). Kue tartnya kebanyakan tidak dimakan. Yang membuat mereka asyik adalah meniup balon yang kalau dilepaskan akan putar-putar sambil berbunyi. Selain itu mereka senang waktu boleh menarik tali cracker… yang mengeluarkan bunyi seperti petasan dan mengeluarkan pita-pita kertas. (Itu loh yang biasa dipakai untuk tahun baruan :D)

Tiada yang lebih menyenangkan dari melihat tawamu nak!

Tamu cuma 5 orang, udah gitu kira-kira cuma 1,5 jam, tapi aku merasa capeeeek sekali deh. Soalnya aku harus meyakinkan mereka tidak bermain yang berbahaya, dan langsung pulang ke rumah masing-masing tepat waktunya (agak telat sih, tapi karena masih terang, diperbolehkan). Yang lucu si cewe ini waktu pulang minta pada Riku untuk mengantarkan sampai ke taman depan sekolah. Baru dari sana mereka pulang ke rumah masing-masing. Tapi Riku bilang, “Engga ah, kan kamu sama si A, B dan C mereka semua tahu jalan kok sampai sekolah. Aku males. ” Ya ampuuun Riku! Ngga gentle ahh (tapi emang iya sih, wong bebareng teman-teman lain, ngapain juga Riku musti anterin hahaha)

Dan pas hari HUTnya yang beneran, Jumat. Hanya diawali dengan potong kue di pagi hari sebelum pergi ke sekolah, dan aku tidak masak apa-apa. Buat dinnerpun makan seadanya hihihi. Tapi buat Riku HUT tahun ini berkesan karena dia bisa bermain bersama temannya, dan mendapatkan game DS baru Inazuma Eleven (sepak bola-sepak bolaan deh). Tuh sampai Sabtu siang saat aku menulis ini pun dia masih main. Well Riku tahun depan udah ngga bisa main-main loh. Menjadi kelas 3, semakin banyak yang harus dipelajari dan semakin sulit.

Happy Birthday our Crown Prince Riku Miyashita!

Pengakuan Mama

Sayang, mama menangis hari ini
membaca laporan guru kamu di Penitipan: Waktu berenang di kolam karet, Kai berkatapada teman dan gurunya ” Lihat, celana renang Mebius ini dibelikan papa dan mama”.
Padahal nak…. celana itu adalah celana lungsuran kakakmu 🙁 . Betapa sering kamu menemukan mainan yang kamu senangi dan berkata, “Mama terima kasih ya, mama sudah belikan untukku….” padahal…..

Sayang, mama terharu hari ini
kamu mengikuti misa selama 1 jam dengan tenang, tanpa ribut, juga ikut berdiri dan duduk bersama. Dan  setelah selesai suatu lagu di bagian-bagian akhir misa kamu berkata, “Mama hebat ya menyanyinya…..” sampai mama malu terdengar orang lain. Dalam hati mama terharu sekali karena kamu memperhatikan lagu itu.

Sayang, mama terharu hari ini
karena kamu menemukan buku novel mama yang bersampul khusus. Kamu tahu itu punya mama, dan kamu langsung pergi ke rak buku dan mengembalikan novel itu ke tempatnya. Betapa sering kamu mengetahui letak barang-barang dan mengembalikan ke tempatnya, membuangkan sampah sendiri atau mengingatkan mama, “Mama ini pisau…bahaya…”

Sayang, Mama tertawa hari ini
karena kamu mengingatkan mama waktu kita belanja di supermarket dan mama sempat tertegun…” Tadi mama mau beli apa ya di sini?” dan kamu berkata, “Susu kan?” hihihi…mama sudah mulai pikun ya nak.

Sayang, Mama terharu hari ini
karena kamu menangis begitu kamu cari-cari kakak Riku dan tidak ada. Padahal Riku ada di WC. Begitu sayangnya kamu pada kakakmu, meskipun kamu juga sering mengganggu kakak dengan mengambil mainan kakak dan mengatakan itu punyamu. Untung kakak kamu baik sehingga mau merelakan banyak mainan dan kepunyaannya untukmu. (Meskipun mama juga tahu kadang kakak kamu suka isengin kamu saking kesalnya)

Sayang, mama merasa geli hari ini
karena kamu selalu suka berjalan sendiri di toko atau di museum sehingga menjadi terpisah dengan mama. Lalu berteriak menangis….. tapi… tetap mengulangi lagi. Kamu memang lebih berani mencoba dan melawan daripada kakakmu yang penurut. Tapi please, dengar kata mama kalau memang itu menyangkut nyawa ya…. Jangan pernah menyeberang atau terpisah jika di jalan.

Nak, kamu hari ini menjadi tiga tahun. Bayi begitu kecil yang harus melewati kehidupan inkubator satu bulan itu, sekarang sudah bisa berlari kemana-mana. Sudah mempunyai idola Ultraman Mebius dan menyampaikan pikirannya sendiri. Kamu juga sudah mulai belagak seperti anak besar, yang tidak mau kalah dengan Riku, tapi masih manja pada mama. Kamu paling tidak suka melihat mama memeluk Riku kan?

Dan kamu terus berkata, “3 tahun, hanya minum air (karena aku bilang kalau sudah ulang tahun berhenti minum susu formula dari dot)”. Dan akhir-akhir ini kamu selalu bilang “Aku sayang semua!”. Bahkan obake (hantu) hahaha.

Well Kai Miyashita, Selamat Ulang Tahun Nak… Tiga tahun itu masih kecil, tapi mulai hari ini pasti banyak hal-hal baru yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan yang akan kamu alami. Jangan memaksa diri, karena mama juga masih senang kalau kamu manja pada mama. Kita sambut satu tahun yang baru ini sama-sama ya Nak. Kami semua juga sayang kamu.

皆あなたのことが好きだよ! 3歳のお誕生日おめでとうございます。

100 dan 72 tahun yang lalu

Seratus tahun lalu, seorang wanita berkelahiran 12 Mei yang berhati mulia meninggal dunia. Selama 100 tahun sejak kematiannya dunia keperawatan tetap melanjutkan karyanya. Berkat dia sebuah profesi bernama “perawat” tercipta dan banyak orang sakit tertolong dan mendapatkan kesembuhan.Dia adalah Florence Nightingale (12 Mei 1820 – 13 Agustus 1910), seorang perawat, penulis dan ahli statistik. Dia mendirikan sekolah perawat di RS Thomas London tahun 1860.

Florence Nightingale, sumber dari wikipedia

Tepat hari ini 72 tahun yang lalu, seorang wanita yang bagiku berhati mulia lahir. Dan dari rahimnya aku lahir. Memang karyanya tidak bisa dibandingkan dengan “The Lady with the Lamp” julukan Miss Nightingale yang begitu hebat. Tapi ada sedikit kesamaan yaitu pernah belajar keperawatan di St Carolus. Alasannya masuk waktu itu hanya karena ingin belajar, tetapi tidak punya uang. Jika belajar menjadi perawat, tidak perlu membayar, malah akan digaji. Dan ternyata dia tidak bisa tahan bekerja sebagai perawat. Seorang perawat tidak boleh takut jarum suntik bukan? Kemudian dia beralih profesi menjadi sekretaris di sebuah perusahaan minyak yang akhirnya bertemu dengan papaku.

Aku banyak belajar dari mama. Katanya, “perempuan harus pintar! Harus bisa apa saja. Kamu tidak bisa hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga saja. Bagaimana kamu mau menjadi ibu rumah tangga jika tidak bisa berhitung, tidak bisa ini itu. Iya kalau suami kamu baik, kalau jahat dan kamu disiksa, ditinggal? Atau kalau suami kamu kehilangan pekerjaan? Perempuan harus bisa semua”. Dia bisa memperbaiki seterika yang mati. Dia juga pernah mengadakan operasi kecil waktu kaki adikku kemasukan duri. Dia bisa mengurus rumah seluas 150 meter dan kebun 850 meter sendirian! Dan…aku jarang melihat dia tidur….

Aku senang lahir sebagai anak pertama. Bisa mendengarkan ceritanya tentang ini itu. Tentang penderitaannya waktu kecil, terlahir dari keluarga dengan 7 anak. Yang terpaksa tinggal bersama keluarga jauh di Yogyakarta waktu Jepang datang. Yang makan seadanya, sisa-sisa dari bapak ibu yang merawatnya. Yang tidur di emperan kolong teras. Yang harus pindah sana sini untuk hidup bersama kakak-kakak lelakinya, dan mengalami masa sulit dengan istri-istri mereka. Akhirnya pergi ke Jakarta untuk belajar menjadi perawat.

mama, entah usia berapa, sebelum nikah

Setiap mama cerita aku hanya bisa mendengarkan dan menitikkan air mata. Aku tidak bisa memberikan pelukan untuknya, atau belaian di kepalanya seperti yang Kai dan Riku berikan untukku kalau aku menangis. Aku memang kaku sekali waktu kecil, tidak bisa mengungkapkan kasih sayangku untuknya. Hanya bisa menunduk dan menangis. Dan mama juga tidak berusaha memelukku. Bagaimana bisa? Dia juga tidak pernah merasakan dipeluk  ibunya yang meninggal saat dia berusia 4 tahun. Dia tidak tahu apa pentingnya skinship saat itu. Di mataku, mama adalah ibu yang tegar dan disiplin. Dan aku tahu, tentu sulit membagikan kasih sayang secara eksplisit pada ke tiga putrinya di samping mengatur rumah tangga. Meskipun aku tahu bahwa dia sangat menyayangi kami.

Tapi, cerita mama tidak hanya tentang kesengsaraannya saja. Dia banyak bercerita bagaimana dia menabung dan mengikuti kursus ini itu, terutama bahasa Inggris. Dia mengambil diploma  untuk bahasa Inggris dan mengetik. Waktu luangnya selalu dipakai untuk belajar, belajar dan belajar. Betapa bangganya aku juga waktu dia bercerita bahwa ketikannya amat cepat sehingga semua yang ada di kantor menoleh padanya. Jaman teleks baru dimulai, dia termasuk orang yang pertama menggunakannya. Dengan pinggang kecil, rok lebar, baju putih dan rambut yang panjang, dia memukau orang. Bukan saja dengan kecantikan tapi juga dengan kepandaiannya, meskipun dia tidak bersekolah tinggi.

Aku tak pernah bisa mengalahkannya dalam berhitung. Belum sempat menekan tombol sama dengan pada kalkulator, mama sudah menyebutkan jawabannya. Dia selalu punya cara menghitung yang aneh dan cepat. Sampai semua penjual terheran-heran, dan mungkin dengan terpaksa menjual barang ke mama dengan harga murah. Karena mama menawar keseluruhan harga barang, bukan satu persatu. Dan jangan pernah bertengkar soal arah pada mama. Dia pengingat jalan yang baik, meskipun dia sering salah berbahasa Indonesia. Dia tetap sulit menyebutkan mana yang kiri dan mana yang kanan. Lebih baik tanya links (kiri) atau recht (kanan).

Mama, mungkin sekarang mama sudah sukar bercerita tentang masa lalu. Aku sedih waktu aku bercerita soal toneel, pertunjukan musik pertama yang mama lakukan, mama hanya bisa memukul Cymbal dan kemudian menjatuhkannya. Cymbal itu menggelinding jatuh di panggung dan menjadi bahan tertawaan pengunjung. Mama pernah ceritakan itu padaku, dan waktu aku tanyakan saat itu, mama sudah lupa. …. sedih memang mengetahui bahwa orang tua kita makin melemah, baik fisik maupun pikiran. Tapi ma, cerita-cerita mama selalu aku ingat.Sedangkan cerita saja aku ingat, apalagi cinta dan kasih mama sebagai seorang mama…

Ma, Selamat ulang tahun yang ke 72. Di telepon kemarin, mama bercanda mengatakan “Aku sudah tua, hanya tinggal menunggu Tuhan memanggil”. Tapi ingat ma, Tuhan memanggil siapa saja kapan saja tanpa kita tahu kan. Jadi selama kita hidup, aku mau terus mengatakan bahwa aku sayang mama, meskipun mungkin aku tak pernah bisa memeluk mama selalu. Atau bahkan kalau aku pulang liburan nanti pun, belum tentu aku bisa memeluk mama seperti Riku dan Kai memeluk aku. Karena aku dan mama tahu…. pelukan itu berat. Kita bisa tenggelam dalam pelukan itu, dan tidak mau melepaskannya…. selamanya.

(Dan aku tambah menangis sambil menulis ini karena Koalaku, si Kai menghampiri dan memeluk, membelai kepalaku dan berkata, “ii ko ii ko”…anak baik…anak baik…)

Ah, aku selalu menulis sambil menangis, jika berbicara soal Mama. Maafkan aku ma… Aku hanya ingin mengungkapkan rinduku padamu. Itu saja. Dan aku yakin Tuhan akan melindungi mama dan papa, memberikan berkatnya pada mama dan papa. Sama seperti tadi pagi, ketika pastor memberikan berkat, hosti dan anggur langsung untuk mama dan papa. Semoga hidup kita semua selalu bersandar padaNya, karena hanya Dia sang empunya hidup kita.

Selamat ulang tahun ke 72, Maria Elizabeth Mutter-Coutrier

dan selamat pernikahan ke 43 untuk mama dan papa tercinta

dari imelda -gen-riku-kai

Memang keluarga yang terbaik…

Setidaknya itu kata Riku di akhir pekan lalu. Pada hari ulang tahunnya, Kamis lalu, dia mengundang 6 orang temannya untuk bermain di rumah. Sengaja bukan aku yang mengundang, karena sebetulnya tidak ada kebiasaan di Jepang untuk membuat pesta ulang tahun. Apalagi membagikan kue-kue bingkisan ulang tahun di sekolah (kebiasaan membagikan “berkat” begitu idi sekolah ternyata masih ada, karena waktu aku pulkam tahun lalu, adikku sempat bingung akan membagikan apa waktu anaknya ultah) sama sekali tidak ada. Well orang Jepang jarang memperingati ulang tahun deh.

Jika aku menuliskan undangan, ibu anak-anak itu akan kewalahan untuk mencari kado. M-E-R-E-P-O-T-K-A-N. Kita orang Indonesia bisa bilang, “Tidak usah bawa apa-apa….datang saja”. Tapi orang Jepang TIDAK AKAN PERNAH BISA DATANG TANPA MEMBAWA APA-APA. Pernah beberapa kali teman Riku main ke rumah, mereka pasti membawa (dibawain ibunya sih) satu bungkus snack untuk dibagi/makan bersama (OMG Riku pernah bermain ke rumah temannya ngga ya? Aku kudu siapkan snack nih untuk membawakan Riku kalau dia bermain ke rumah temannya).

Jadi aku menyuruh Riku memanggil temannya, dan karena aku sedang sibuk mengerjakan terjemahan aku sediakan pizza dan kue ultah dari Baskin aja. Undangan disampaikan hari Senin. Hari Selasa Riku mendapat jawaban bahwa hanya 3 orang yang bisa datang. Lalu aku bilang, biar saja, lebih sedikit kan lebih banyak jatah makannya hihihi (dasar pikirannya makan mulu). Tapi hari Rabunya dia pulang dengan sedih dan berkata bahwa cuma 2 orang yang bisa datang esoknya.

Pas hari H, sesudah pulang sekolah, Riku menjemput temannya ke bawah. Ternyata hanya ada satu orang yang datang, dan ….. mereka bermain di bawah. Temannya ini membawa semacam permainan dengan tali. Tapi mungkin Riku mengikat salah atau bagaimana, tali itu tidak bisa diurai lagi. Oleh temannya itu, Riku harus memperbaiki (mengurai) tali itu dan jika tidak bisa game DS nya untuk dia. Wah Riku kan panik, karena dia tahu DS itu mahal. Akhirnya Riku minta maaf dan lari ke rumah.

Begitu masuk ke dalam rumah, dia menangis. Wah aku kan panik, ada apa nih… Mendengar ceritanya ternyata dia di”ancam” harus memberikan barangnya jika tidak bisa begini begitu. Aku ikut sedih, karena kok anak kelas 1 SD sudah bisa main palak-memalak begini. “Hari ulang tahun aku yang paling buruk!”… Ya kenapa mesti terjadi pas di hari ulang tahun. Kasihan Riku. Untuk sementara aku peluk dia, dan mengajak dia makan Pizza berdua. “Hari Sabtu, Minggu dan Senin kan papa libur, nanti Riku pergi saja sama papa ya. Kasih tahu papa, Riku mau ke mana”
“Cuma mama yang baik sama Riku…”
“LOH Riku… Riku kan anak mama. Masak mama mau jahat sama Riku. Riku nangis ya mama juga ikut nangis dong.”
“Iya ya…. hihihihi”

merayakan ultah Riku dengan sederhana

Setelah Gen pulang kantor (yang lebih cepat dari biasanya yaitu jam 7:30 malam) kami makan pizza dan kue yang tadinya diperuntukkan pesta kecilnya Riku. Padahal tadinya mau makan di luar tuh, soalnya aku ngga ada waktu untuk masak.

bergaya dengan sepeda barunya

Baru hari Sabtunya, Riku pergi bersama papanya untuk membeli kado ulang tahunnya, sementara aku di rumah bersama Kai dan mengerjakan pekerjaan terjemahan yang belum selesai. Sebuah sepeda baru karena sepedanya yang lama sudah “kekecilan”. Anakku sudah bertambah tinggi, sehingga sepeda “masa kanak-kanak”nya sudah terlalu pendek untuk kakinya. Jadi kami sepakat untuk memberikan sepeda dengan jari-jari 22 cm (tadinya 18 cm).

bedanya ternyata cukup banyak ya, Ban dengan jari-jari 18 cm dan 22 cm

Sepeda yang lama nanti akan diberikan ke Kai kalau dia sudah mau, karena sebetulnya kami masih menyimpan roda bantuan sehingga tinggal dipasang saja lagi. Kasihan si Kai jarang dapet barang yang baru, selalu lungsuran.

Untuk berlatih memakai sepedanya yang baru, Gen mengajak Riku ke stasiun dekat rumah kami. Dan ternyata di pos pemadam api dekat stasiun itu sedang mengadakan “open house”. Jadi deh Riku belajar mematikan api, dipakaikan baju pemadam, diperbolehkan naik mobil pemadam, dan juga belajar tali temali serta pernafasan buatan untuk bayi. wow! Aku melihat foto-fotonya saja jadi iri, dan juga iri untuk Kai karena dia tidak ikut. Tapi Kai juga masih terlalu kecil, bisa-bisa dia nggerecokin saja, Pasti ada waktunya juga untuk Kai.

Well, terobati sudah kekecewaan Riku di hari ulang tahunnya. Memang melewatkan waktu bersama keluarga adalah yang terbaik….

Riku dengan baju petugas pemadam ... pipoooo pipoooo

Happy Milad Bouya

Di sebuah iklan Disney Channel, ada sebuah pernyataan hati seorang ibu:

kemarin kamu tidak bisa apa-apa, sekarang sudah bisa…
tapi jangan cepat-cepat menjadi besar ya……

Tujuh tahun yang lalu kamu lahir, kecil dan tidak mampu apa-apa. Bahkan hari-hari  pertama harus kamu lewati di dalam inkubator.

Karena prematur, pertumbuhan motorik kamu juga tidak secepat teman-teman seangkatan kamu.

Meskipun badan kamu besar, kadang hati kamu masih kecil. Karena teman sekelasmu  berbeda usia hampir satu tahun.

Tapi mama tahu kamu selalu mau berusaha, menjadi murid yang baik. Anak yang baik, dan kakak yang baik.

Terima kasih ya sayang, kamu tidak pernah menolak satu kalipun kalau mama minta tolong sesuatu. Meskipun kamu sering menolak kalau mama suruh tunggu sendirian di rumah, karena takut.

Maafkan mama ya kalau akhir-akhir ini mama sering marah dan bersuara keras sehingga kamu pikir mama bentak kamu. Bukan maksud mama memojokkan kamu di depan Kai, hanya ingin tahu mengapa kalian bertengkar. Itu saja.

Dan satu lagi Riku… Mama senang sekali waktu tadi malam kamu merapat ke mama karena takut waktu mama bacakan buku yang diminta Kai.

Jam berdentang…. dong…dong…dong….
Siapa yang masih bangun jam segini?
Burung Hantu? Kucing hitam? Tikus yang nakal? Atau… pencuri?
Bukan….bukan…. tengah malam adalah waktunya HANTU
Ehh… ada yang masih bermain tengah malam begini?
Jadilah kamu hantu dan terbang ke dunia hantu….

Sesekali manja ya Riku… mama kangen peluk kamu. Mama tahu kamu sering kecewa karena Kai merebut mama dan minta dipeluk begitu kamu peluk mama. Tapi percayalah, mama sayang kamu sama besarnya dengan Kai.
Apalagi kamu sudah menemani mama 7 tahun … jauh lebih lama dari Kai yang baru 2,5 tahun kan?

Kamu….

Paulus Riku Miyashita

kamu istimewa…

Jadi… di hari jadi kamu hari ini 25 Februari 2010, mama mau mengucapkan selamat ulang tahun. Selamat menjadi lebih besar 1 tahun lagi. Tapi…. jangan cepat-cepat ya besarnya.

Mama mau menikmati hari-hari kita bersepeda bersama menjemput Kai.
Masih mau mendengar, “Mama lapar, ada snack apa?”.
Masih ingin menggandeng tangan kamu dan pulang bersama dari sekolah, karena kamu mau pulang sama-sama. Bahkan kamu pamer ke teman-teman, “Ini mama gue…”
Masih mau date bersama, makan es krim dan takoyaki…
Masih mau ini dan itu bersama-sama…sebelum kamu bosan dengan mama (semoga tidak ya)

Kado ulang tahun? Tunggu hari Minggu ya? Nanti kita cari sama-sama papa dan Kai…..


Hari ke 11 – And The Main Cast is….

My Crown Prince. Riku Miyashita.

Hari ini 25 Februari adalah hari Rabu Abu, hari awal masa Puasa bagi umat Katolik, untuk menyambut Paskah. Sesuai namanya, pada hari ini, kami menerima tanda abu di dahi, sebagai pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Jadi perlu adanya mati raga dan pantang untuk makan kesukaan atau melakukan suatu hobby. Pagi jam 5:45 aku sudah di dalam mobil bersama papa dan mama, untuk mengikuti misa Rabu Abu, dan berdoa juga untuk ulang tahun Riku yang ke 6. Merupakan kebiasaan keluarga kami untuk memulai hari ulang tahun dengan misa.

Pagi ini aku merasa dingin karena angin yang bertiup cukup kencang. Sesudah misa sempat bertemu dengan Romo Chris yang juga menjadi contact aku di FB. Beliau dulu sering membantuku untuk urusan teks misa. Tapi berhubung kemudian aku hamil dan tidak bisa urus kelangsungan misa bahasa Indonesia di Tokyo, jadi pengiriman teks misa juga terhenti.

Sampai di rumah, Riku sudah bangun, dan menagih kado. Kemarin aku menjanjikan kue ulang tahun dan main di game center + makan sushi sebagai kado. Jadi kita bersama-sama dengan Opa Oma dan sepupunya Riku ke restoran Midori di Mayestik untuk makan siang bersama. Ternyata restoran ini mempunyai cabang (entah yang mana cabang yang mana pusat) di Pondok Indah. Dan aku pernah pergi ke Midori yang di PI bersama teman-teman alumni FSUI waktu kita reunian Agustus lalu.

Kami menempati tempat di sebelah panggung, yang kemudian didaulat anak-anak sebagai tempat bermain mereka. Pesanan Riku datang yang terakhir, padahal dia sudah lapar. Lalu aku bilang, “Ikannya musti diambil di Tokyo dulu sih…”

Akhirnya datanglah pesanan Riku. Dan seperti biasa, dia memang tidak bisa menghabiskannya. Dan merupakan tugas seorang ibu untuk menjadi Tong Sampah. Karena itu aku sendiri tidak pesan apa-apa. Anak-anak yang lain, Kei dan Sophie minta obento yang khusus dihias untuk anak-anak. Opa makan bento untuk dewasa yang berisi ikan dan udang goreng. Aku pesan oden untuk Kai, dan aku senang karena Kai mau makan banyak, daikon, wortel dan tahu.

Karena Kai capek dan hujan, kita pulang kembali ke rumah dulu, kasih tidur Kai, kemudian kita pergi ke Pand’Or di jl Wijaya. Riku sih maunya kue bergambar heroes yang dia suka, tapi di Indonesia mana ada. Jadi aku suruh dia yang pilih sendiri mau kue dengan rasa apa.

Pulang, mendapati Kai sudah bangun dan kita bernyanyi deh. Setelah selesai makan kue, Riku menagih kadonya yang lain yaitu game center. Tapi karena aku sebenarnya sakit kepala sejak pagi dan memaksakan diri pergi-pergi, jadi aku minta maaf pada Riku dan berjanji esok aku akan antar dia pergi bermain.

Malam, sekitar jam 8 WIB, (jam 10 di Tokyo) aku telpon Gen, dan membiarkan Riku berbicara dengan papanya. Kai duduk di sebelah Riku, dan jadilah si mama Imelda menjadi photografer deh.

Memang primadono hari ini adalah Riku.

Hari ke 8 – 88 dan Cantent in Viis Domine

Seperti yang pernah saya posting di Apa artinya sebuah angka! Bagi orang Jepang, angka delapan adalah angka mujur. Dan dalam kehidupan manusia, ada suatu titik-titik usia tertentu yang “Diagungkan”. Usia o tahun atau usia 1 tahun pada hitungan Jepang lama yang merupakan hari kelahiran, usia 20 tahun yang menurut pemerintah merupakan pengakuan seseorang menjadi dewasa dengan sebutan khusus HATACHI 二十歳 , usia 60 tahun dengan sebutan KANREKI 還暦 (genap 4 kali putaran shio dan dikatakan bahwa manusia kembali lagi menjadi bayi), usia 88 tahun yang disebut BEIJU 米寿 , 90 tahun disebut SOTSUJU 卒壽 dan 99 tahun yang disebut HAKUJU 白寿.

Sedikit sekali orang yang bisa mencapai umur 88, dan lebih sedikit yang bisa mencapai 90 tahun. Ada dua muridku, orang Jepang yang bisa mencapai sotsuju, yaitu Almarhum Dr Fukuoka Yoshio, yang meninggal 11 januari lalu, dan Bapak Watanabe Ken yang masih segar bugar sekarang dengan usia 93 tahun. Ah aku ingin segera berjumpa Bapak Watanabe sepulang dari Indonesia. Dialah yang memberikan kesadaran pada saya bahwa umur tidak menjadi penghalang untuk belajar, belajar dan belajar terus. Dia mulai belajar bahasa Indonesia denganku pada umur 83 tahun dan sampai saat ini masih belajar di sebuah sekolah bahasa di Shinjuku. Bayangkan… SEMBILAN PULUH TIGA tahun.

Di keluarga Coutrier sendiri, Opa dan Oma (dari pihak papa) berhasil melewati 88 tahun. Padahal boleh dibilang mereka juga tidak fit 100% sampai akhir hidupnya. Opa meninggal persis di hari ulang tahunnya yang ke 88 dan saya bisa menghadirinya. Oma meninggal usia 89 tahun, tanpa ada yang memberitahukan saya (mungkin karena pikir saya toh tidak bisa datang). Dan dari Coutrier Clan ini, sesepuh yang masih hidup adalah Oma Dorothea Versluys yang tinggal di Amersfoort dan baru saja merayakan ulang tahun ke 89 tahun tanggal 7 Januari lalu. Aku juga sangat menyayangi oma Do ini, dan berkhayal kapan lagi bisa bertemu beliau in real.

Dan tanggal 18 Februari lalu, seminggu sebelum Riku ulang tahun, seorang Oma berulang tahun yang ke 88 tahun. Beliau memang bukan Oma yang terdaftar dalam pohon keluargaku. Oma Poel Fernandez dan saya, cucunya, tak ada hubungan darah sama sekali. Beliau yang terus melajang sampai sekarang, hanyalah tetangga belakang rumah kami yang lama. Tapi Oma Poel yang kucinta itu sudah hadir sejak aku lahir, yang memberikan aku nama julukan BARENDJE DONDER KOP (arti harfiah bocah gundul…. yang penggambarannya amat cocok dengan Ikkyu_san, si pendeta Buddha kecil yang gundul dan pintar).

Dan sejak aku bisa berjalan, beliau selalu membuatkan, menjahitkan baju untukku sampai aku SMA. Yang terakhir dia jahitkan adalah rok seragam Tarakanita dalam empat warna/corak, putih untuk hari Senin, abu-abu dan kotak-kotak, serta rok berwarna krem untuk hari Sabtu. Setelah itu dia angkat tangan, dan berkata, “Aku sudah terlalu tua untuk bisa menjahitkan kamu lagi, beli saja. Saya bahkan tidak yakin bisa hidup sampai kamu menikah.”

Nyatanya dia masih bisa melihat foto-foto pernikahan kami (karena dilaksanakan di Jepang), dan bisa menggendong Riku setiap kali aku ke Jakarta, dan bisa bertemu juga dengan cicit ke duanya, Kai di Jakarta. Tuhan memang yang terindah, dan Hanya DIA yang membuat hidup kita menjadi indah pada waktunya.

KAU YANG TERINDAH
DI DALAM HIDUP INI
TIADA ALLAH TUHAN YANG SEPERTI ENGKAU
BESAR PERKASA PENUH KEMULIAAN

KAU YANG TERMANIS
DI DALAM HIDUP INI
KUCINTA KAU LEBIH DARI SEGALANYA
BESAR KASIH SETIA-MU KEPADAKU

REFF:
KUSEMBAH KAU YA ALLAHKU
KUTINGGIKAN NAMA-MU SELALU
TIADA LUTUT TAK BERTELUT
MENYEMBAH YESUS TUHAN RAJAKU

KUSEMBAH KAU YA ALLAHKU
KUTINGGIKAN NAMA-MU SELALU
SEMUA LIDAH KAN MENGAKU
ENGKAULAH YESUS TUHAN RAJAKU

Aku menangis sambil mendengar dan ikut menyanyikan lagu ini. Sebuah lagu kesayanganku yang dinyanyikan oleh teman-teman yang tergabung dalam Paduan Suara Cantent in Viis Domine, atau disingkat CAVIDO, pada misa syukur ulang tahun Oma Poel Fernandez di gereja St Johannes Penginjil Blok B, tanggal 22 Februari (hari ke 8 aku di Jakarta) yang lalu. Aku memang pernah menjadi anggota Paduan Suara ini sejak SMP, sampai sebelum keberangkatanku ke Jepang tahun 1992. Adalah Oma yang mendorongku bergabung dalam paduan suara ini, sehingga menjadi anggota paling rawit saat itu. Tapi setiap kali selalu ditanya, mbak SMA kelas berapa? , karena badanku yang bongsor itu, padahal aku masih SMP.

Pindah ke Jepang tahun 1992, aku merasa kehilangan pada suasana kekeluargaan yang kocak yang ada dalam paduan suara ini. Tapi yang membuat aku bahagia adalah, bahwa mereka, meskipun banyak anggota baru yang tidak mengenal aku, tetap menyambutku dengan hangat setiap aku mampir dalam tugas-tugas mereka di gereja setiap kali aku mudik ke jakarta. Aku masih dianggap sebagai anggota. Dan seandainya aku mau jujur, aku merasa menyesal tidak mendengarkan mereka mengiringi misa pernikahanku karena dilaksanakan di Jepang. (Dan aku tahu Oma Poel juga kecewa dengan keputusanku…. maafkan aku Oma)

Paduan suara ini memang tidak bisa melupakan kehadiran Oma Poel dalam sejarahnya. Kepala sekolah SMA Tarakanita waktu itu, Sr Fraceline yang mendirikan paduan suara ini. Karena anggotanya adalah murid SMA Tarakanita maka tentu saja hanya bersuara wanita saja. Kemudian membuka diri dan menerima murid SMA Pangudi Luhur (yang pria semua) supaya bisa lengkap 4 suara, dan akhirnya menerima anggota umum. Baru setelah itu pelaksanaan sehari-hari untuk latihan dan pemilihan lagu kemudian dilakukan oleh Oma Poel Fernandez ini. Terus dilakukannya sampai saat kesehatan dan pendengarannya bermasalah sehingga akhirnya koordinasi latihan dan lagu-lagu diserahkan pada Mas Atok Joko dan istrinya Mbak Savitri. Dan PS Cavido tahun lalu sudah merayakan lustrum ke 6 atau 30 tahun berdirinya.

88 tahun dan 30 tahun

Oma Poel dan Cavido

aku dan komunitas gereja katolik indonesia

ikatan yang hanya bisa “abadi” dengan campur tangan Bapa Surgawi saja

Selamat ulang tahun untuk Oma Poel

Selamat berkarya dan terus maju untuk Cavido. I love you all, and always miss our togetherness.

The Lord bless you and keep you; The Lord make his face to shine upon you and be gracious unto you; The Lord lift up the light of his coutenance upon you and give you peace. Amen(Bilangan 6:24~26)

http://www.youtube.com/watch?v=O2WQ5yKhgLw compossed by Peter C. Lutkin. yang sering dinyanyikan Cavido juga.

Foto lengkap bisa dilihat di

http://www.facebook.com/album.php?aid=64867&id=787239774&l=31bec

The Crown Prince

Tepat 6 tahun yang lalu, 25 Februari 2003. Aku harus pergi ke Obgyn untuk memeriksakan kandungan yang memasuki bulan ke 8 pukul 12 siang. Biasanya aku pergi ke rumah sakit sendiri, tapi karena sudah disuruh bed rest sebulan, lalu oma juga sudah datang dari Jakarta, dan aku pikir kami harus membicarakan rencana kelahiran anak pertama kami yang rencananya tanggal 28 Maret itu. Mungkin ingin minta dipercepat menjadi 14 Maret saja. Kemudian aku juga merencanakan pergi ke bank untuk mencairkan deposito, dan mempersiapkan uang bersalin yang tidak sedikit. Jadi aku minta Gen untuk ambil cuti dan menemani ke dokter.

Tapi ternyata si jabang bayi, tidak sabar untuk segera menikmati udara luar. Karena pukul 7 aku terbangun dengan merasa aneh. Pergi ke WC dan menemukan “tanda” bercak yang diperkirakan mulainya proses persalinan. Memang biasanya masih lama, tapi entah kenapa aku merasa bahwa hari ini lah harinya. Benar saja. Tak lama kontraksi mulai dengan selang waktu 10 menit. wah sudah teratur begitu, jadi lebih baik telepon RS untuk minta periksa. Kami harus cepat-cepat sebelum traffic padat dengan orang yang akan ngantor.

Jadilah aku masuk kamar bersalin pukul 9, persiapan epidural yang memang hanya ada di rumah sakit ini, dan tepat pukul 12:06 siang seorang anak laki-laki lahir ke dunia ini. Beratnya hanya 2070 gram, karena memang kurang bulan. Untung saja dia hanya masuk inkubator untuk 1 hari saja. Tapi dia masih harus tinggal di RS sampai beratnya mencapai 2500 gram, yaitu satu minggu setelah aku keluar RS. Aku sendiri satu minggu berada di RS, dan karena RS itu adalah RS advent yang vegetarian, begitu keluar RS saya dan Gen langsung pergi ke resto sushi deh…. ngga bisa jadi vegetarian. Selama satu  minggu itu aku besuk Riku dan memberi ASI, serta menyelesaikan urusan-urusan kelurahan.

Siapa sangka pemilik jari mungil ini bisa menjadi anak lelaki yang segemuk sekarang? Sejak keluar RS, dia tidak pernah sakit yang berat, yang dikhawatirkan pada anak-anak prematur seperti dia. Bahkan sejak dia umur 6 bulan, terpaksa harus mulai bersosialisasi dengan anak-anak lainnya di penitipan, karena aku mulai bekerja lagi. Kadang dia harus berada di penitipan dari jam 9 pagi sampai 9 malam. Melebih jam kerja orang kantor.

Tapi berkat menjadi anggota penitipan Himawari itu, dia tidak pernah menolak sayur, selalu makan dengan teratur, lebih toleransi, dan mandiri. Aku ingat sekali begitu dia bisa jalan, dia pernah mengambil saputangan dan mengepel lantai. Aku menangis melihatnya. Dia berbuat begitu pasti karena dia selalu melihat di penitipannya. Dan dia sampai hari ini masih merindukan suasana di penitipan yang memang lebih mengutamakan bermain daripada belajar seperti di TK.

Kemudian 1,5 tahun yang lalu dia harus berbagi kasih sayang papa dan mama dengan Kai. Awalnya dia masih mempertanyakan, kenapa sih harus ada Kai? Tapi sekarang dia  malahan menunjukkan sikap seorang kakak terhadap adiknya, dengan berbagi mainan, makanan dan buku.

Yah hari ini, 25 Februari 2009, the crown prince Riku Miyashita menjadi 6 tahun!

Selamat ulang tahun dan peluk cium dari papa,mama, dan kai