my journey from dawn to dusk

Merintang Waktu

Bukan merentang waktu loh… tapi mengisi waktu luang dengan melakukan sesuatu. Atau bahasa Inggrisnya kill time.  Kebanyakan orang memilih untuk duduk di coffee shop atau cuci mata di dalam mall. Tapi aku dalam dua kesempatan memilih untuk berjalan-jalan di taman. Apalagi musim gugur, rasanya sayang untuk melewati cuaca bagus di dalam ruangan.
Hari Rabu yang lalu, …


Category: Diary
Read More

Orang tua bodoh = Bangga

Lah, kok orang tua bodoh malah bangga?
Bukan, ini adalah istilah bahasa Jepang: Oyabaka 親ばか, yang secara harafiah diterjemahkan menjadi orang tua bodoh. Oya = orang tua, baka = bodoh. Mengacu pada orang tua yang suka memamerkan dan memuji anaknya sendiri, sehingga terlihat bodoh di hadapan orang lain. Bangga pada anak yang kelewatan gitu. Padahal dalam …


Category: Diary
Read More

Makasih ya!

Salah satu kelas bahasa Indonesia yang kuajar adalah kelas orang dewasa, dalam artian pegawai atau ibu rumah tangga sehingga pelajaran dilakukan malam hari. Kebanyakan mereka adalah orang-orang Jepang yang pernah pergi ke Indonesia. Atau kalaupun belum pernah, pasti kantornya berhubungan dengan Indonesia, atau dia akan dipindahtugaskan ke Indonesia. Jadi minat dan perhatian mereka lain dengan …


Category: Diary
Read More

100 Karung Beras

Judul aslinya “Kome Hyappyou 米百俵” , samar-samar aku mengingat  sebuah cerita sejarah yang melatarbelakangi slogan “100 karung  beras” ini. Peristiwa ini terjadi di domain (=藩 han = daerah yang dikepalai seorang Hanshu, semacam “raja kecil”)  Nagaoka, di prefektur Niigata sekitar tahun 1860-an. Saat itu daerah ini kalah perang Boshin, dan mengalami kelaparan. Melihat kondisi ini, …


Read More

Tidak ada lawan(g) na

Aku mungkin tidak berhak menulis tentang bahasa Makassar, karena aku memang tidak menguasai bahasa Makassar. Mungkin dibanding bahasa Jawa, aku masih bisa mengerti 40% bahasa Jawa, dan 10% untuk bahasa Makassar. TAPI aku tentu mengenal logat bahasa Makassar yang khas, yang kukatakan seperti bernyanyi :D.  Dan itu terbukti, waktu aku dan Riku menuruni tangga di …


Category: Diary
Read More

Naik Perahu

Pernah naik perahu? atau boat atau kapal?
Tentu aku pernah. Pernah naik ferry ke danau Toba sekian puluh tahun silam, atau waktu menyeberang dari Kumamoto ke Shimabara. Pernah naik kapal (bukan kapal pesiar) yang mengelilingi danau Ashi di kaki gunung Fuji. Pernah naik boat menuju pulau di Kepulauan Seribu. Pernah naik perahu di danau Tsutsujigaoka melihat rumpun …


Category: Diary
Read More

Sliver Week dan 23

Bagi kebanyakan orang Jepang mulai tanggal 19 September 2015 lalu, mereka menikmati liburan panjang yang diberi nama Silver Week. Sebetulnya tanggal merahnya cuma tgl 21 untuk memperingati hari Lansia dan tgl 23 untuk memperingati Equinox Day. Lalu oleh pemerintah Jepang, hari terjepit tgl 22 dijadikan “cuti bersama”. Panjang kan 5 hari? Dan bisa jadi 9 …


Category: Diary
Read More

Pulang Hari

DeMiyashita memang sering mengadakan perjalanan dalam satu hari, pulang hari istilahnya,  jadi tidak menginap. Tapi tentu saja tujuan dari perjalanan kami itu biasanya tidak terlalu jauh dari Tokyo. Sampai ke Fukushimapun yang berjarak 250 km dari rumah kami, pernah  kami jalani. Tapi tgl 22 Agustus 2015, hari Sabtu yang lalu kami memecahkan rekor dengan pergi …


Category: Diary
Read More

Tugas Musim Panas 2015

Libur musim panas hampir berakhir. Untuk SD dan SMP di daerahku, libur musim panas mulai tanggal 18 Juli sampai 31 Agustus. Tapi minggu pertama sampai dengan tanggal 29 Juli, kegiatan deMiyashita masih disibukkan dengan urusan sekolah dan latihan ekskulnya Riku. Kami lalu pergi ke Jakarta dari tanggal 29 Juli sampai 10 Agustus saja. Terasa sekali …


Category: Diary
Read More