Manusia Tak Berdosa

Dilahirkan ke dunia

Dititipkan oleh Tuhan

untuk dibesarkan, dirawat dan dididik

Selamat datang ke dunia ……

Martin Peter Hesketh. Lahir 12 - 08 - 2008, 3,7 kg. Selamat ya Roger and Shinta, nun jauh di Britain sana. (Hmmm kapan ya aku bisa main ke sana…. ) Shinta pernah tinggal di Tokyo untuk belajar satu tahun dan selalu membantu aku baby-sitting Riku waktu kecil kalau aku musti pergi mengajar /bekerja yang lain.

Hai Martin…cepet gede dan nanti kita main bersama ya… by Riku and Kai

Sebelah kiri foto Martin kurang lebih 1 bulan….sebelah kanan foto Riku dalam usia yang kurang lebih sama…  uhhh babies ….so cute.

Posted under Uncategorized

This post was written by imelda on September 10, 2008

(Blind Power) Tatkala Gelap Tak Lagi Mencekam

Well, akhirnya Pe-eR saya dari Bang Hery selesai juga. Hari Sabtu lalu saya baca buku tersebut di kereta sampai halaman 30, lalu hari ini saya konsentrasi selesaikan sisanya sampai halaman 373…. capek karena sambil diganggu unyil-unyil kecil dan kesibukan rumah tangga. Tired but satisfied!

Saya tidak tinggal di Indonesia. Saya belum pernah menonton acaranya Kick Andy, sehingga saya tidak tahu nama Ramaditya kalau tidak membaca buku ini. Memang sebelumnya saya diberitahu bahwa Rama adalah tunanetra yang menjadi Motivator. Terus terang saya tidak akrab dengan kata motivator, karena menurut saya apa saja atau siapa saja bisa menjadi motivator yang bisa memotivasi, inspiring somebody yang kebetulan “pas”. Tetapi kelihatannya kata ini sedang naik daun di Indonesia karena memang masyarakatnya sedang membutuhkan “angin segar” di masa-masa seperti sekarang ini. Indeed.

Waktu saya baca buku “BLIND POWER Berdamai dengan Kegelapan” ini sampai halaman 97 kecepatan membaca saya yang biasanya cepat menjadi agak lambat, mungkin karena ada beberapa istilah game/komputer yang tidak saya mengerti (padahal ngga bego-bego amat loh). Tapi setelah itu, saya bisa menikmati perjalanan hidup seorang RAMA yang begitu padat dan berisi. Kalau Anda berpikir bahwa dengan membaca buku ini Anda akan menangis terharu maka Anda salah besar. Buku ini tidak menceritakan tentang “kemalangan” seorang tunanetra, meskipun ada bagian-bagian tertentu yang sempat membuat saya menghapus air mata yang menggenang di sudut mata. Tapi lebih sering saya terbahak-bahak atau terkikik-kikik waktu membaca sehingga mengagetkan anak-anak saya (mereka pikir wah ibunya mulai …… deh). Enchanting book!

Sembari membaca, saya menaruh Post-It di halaman yang penting, mencoret dan membuat catatan-catatan dan juga membuka website Yayasan Mitra Netra, yang sempat membuat saya tak tahan untuk tidak klik pages nya yang bilingual itu….. semua ini membuat proses membaca saya juga akhirnya menjadi lambat. Dan saya tahu pasti editor buku ini cukup keras bekerja memadatkan buku menjadi 373 halaman, sebab mungkin kalau Rama mau menceritakan pengalamannya lebih mendetil pasti ketebalan buku akan menjadi 2-3 kali lipat. Tapi percayalah, seandainya sampai sebegitu tebalnya pun, pengalaman Rama tetap akan menarik untuk dibaca. Believe me.

Seperti yang Anda semua ketahui, Rama memang lain daripada yang lain yaitu dia tunanetra. Tapi saya salut dengan Rama yang tidak mau menggunakan “keterbatasan” nya itu sebagai alasan atau halangan. Dia mau menunjukkan bahwa dia bisa sama seperti yang lain, tapi juga tidak maksa untuk menjadi manusia super. Bahkan di halaman 196 dia menekankan….. (kita ini cacat, jadi buang jauh-jauh gengsinya!), menanggapi tunanetra lain yang malu memakai alat-alat ketunanetraan. Dan tongkat itu amat membantu Rama misalnya pada saat dia tidak sengaja harus berurusan dengan “gunung putri”. (hal. 253) Face the fact.

Rama pasti bisa menjadi motivator untuk penyandang tunanetra lainnya dengan mengisahkan pengalaman pribadinya yang seabrek-abrek itu. Bayangkan saja selain Game Music Composer, Blogger, Motivator, Penulis, Wartawan dan Editor, seperti yang tertulis di halaman sampul buku, dia juga pengembara. Mengembara bepergian ke tempat yang jauh dan belum pernah dikunjunginya seakan hal yang lumrah bagi Rama, karena dia punya tekad yang kuat. Apalagi dia selalu dilindungi oleh Lima Bidadari imajinasinya. Waktu membaca percakapan-percakapan Wahita, Tiara, Lala, Aurora dan Darth Aurora, awalnya saya sulit memahami percakapan itu, tapi dengan saya berfantasi dengan membayangkan film anime, saya bisa memahami peran dari masing-masing bidadari. Sungguh Rama berhasil mengendalikan dirinya dengan baik. Mungkin dengan imajinasi yang kuat seperti penciptaan 5 bidadari ini Rama kelak bisa juga menjadi pencipta film anime asli Indonesia? Who knows?

Dan kalau saya boleh tambahkan Rama juga adalah pengembara cinta (maaf ya Rama) yang tidak sungkan juga untuk bergaul dengan lawan jenis yang normal. Coba lihat deretan nama wanita yang pernah singgah di hatinya (saya rasa ini belum semua hehehe). Mungkin jumlahnya lebih banyak daripada pemuda “biasa”. Dan ini menunjukkan juga bahwa dia itu percaya diri. Baca pula tulisannya kepada sesama tunanetra yang curhat mengenai masalah cinta. Saya rasa nasehat itu tidak hanya berlaku untuk penderita tunanetra tapi juga bagi kita yang “biasa”! Bahkan saya sempat tertawa waktu membaca bahwa dalam komputer Rama ada video joroknya. Hei, itu wajar bukan? So penyandang cacat… Jangan rendah hati, jangan pula tinggi hati… Be normal and head ahead!! (hal. 316)

Tetapi siapa bilang Rama tidak bisa menjadi penggugah untuk kita manusia normal? Saya sempat tertegun waktu membaca kisahnya di Bab 12. Ya, Rama menunjukkan bahwa dia juga manusia biasa yang sama seperti kita, punya lara hati, putus asa dan pernah melarikan diri. Analoginya bahwa manusia bagaikan pedang yang harus ditempa, dipanaskan, dipahat, dibakar dalam kobaran api supaya kuat. Atau 4 “terlalu” yang dia gambarkan dapat membuat kita lara, rasanya pas untuk saya yang sering mengkonsumsi TERLALU seperti Rama juga. Mari Rama, kita sama-sama berjuang dan menaikkan level kita menuju bahagia (yang tidak terlalu). Go for it!

Rama memang hebat…. Bahkan Ibunya mengatakan, “Kamu akan jadi orang hebat, Nak” sambil memeluk Rama ketika Rama kembali dari pelariannya di tahun 2005… Dan kalau saya boleh berkata… Orang tua Rama lebih hebat lagi. Saya merasa luar biasa dan berpendapat mustahil kedua orang tua Rama tidak memberitahukan pada Rama bahwa dia “lain”…. berbeda dengan orang “biasa” sampai umur 7 tahun. Bagaimanapun juga pasti caranya berbeda dalam membesarkan dan mendidik anak tunanetra. Di Jepang biasanya banyak diterbitkan juga buku kisah orang tua yang membesarkan anak-anak hebat. Dan kiat atau pengalaman orang tua Rama inilah yang saya ingin sekali baca, sehingga kalau Rama berhasil menjadi motivator untuk kaumnya dan kaum muda, maka saya berharap orangtua Rama menjadi motivator bagi orang tua-orang tua yang mempunyai anak cacat. Hoping and waiting.

Semoga dengan kehadiran buku Rama, semakin banyak manusia Indonesia, baik yang mempunyai kekurangan fisik maupun yang mempunyai kesempurnaan fisik dapat terinspirasi dan termotivasi. Saya juga berharap barier free – bebas hambatan - bagi penderita cacat tubuh di Indonesia dapat dipikirkan dengan serius (Kalau bisa contohlah Jepang!). Akhir kata, Selamat pada Rama dan semoga saya bisa bertemu Anda di Tokyo, mungkin dalam rangka jalan-jalan atau bekerja. Selamat juga bagi Grafindo atas peluncuran buku hebat ini. Congratulations!

***imelda coutrier miyashita***
Foto contoh panduan jalan bagi tunanetra yang ada di setiap stasiun dan jalan-jalan di Tokyo:

Baca juga ulasan buku ini dari teman-teman saya:

“RAMA, SANG RAMA-RAMA”

“in search of lights”

“Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan”

Posted under Buku * Books *本, Orang * Person * 人物

This post was written by imelda on September 10, 2008

Buat yang akan ke US

Saya mendapat email dari milis, yang saya rasa saya harus berbagi dengan teman-teman semua sbb:

Buat teman2 yg akan travel ke US (terutama for biz), please be aware
dg peraturan dari Dept. of Homeland Security yg memberi power kepada
petugas bea cukai/imigrasi/border untuk menyita laptop, cellphone,
blackberry, memory stick, external hard drives, buku dll di bandara
atau pos border darat/laut. Recently ada temannya teman dari Canada yg
berkunjung ke US utk presentasi hasil researchnya. Laptopnya disita
dan tidak kembali lagi, hilanglah data risetnya bertahun-tahun.

Draconian measures based on paranoia, I know, but what can one do. To
be safe, better send your files to your own email or other online
storage before your trip. And carry as little gadgets as possible.

Ini artikel with the  link to Homeland Security press release. In
essence it says:

…DHS officials said the newly disclosed policies — which apply to
anyone entering the country, including U.S. citizens — are reasonable
and necessary to prevent terrorism. Officials said such procedures
have long been in place but were disclosed last month because of
public interest in the matter.

The policies state that officers may “detain” laptops “for a
reasonable period of time” to “review and analyze information.” This
may take place “absent individualized suspicion.”

The policies cover “any device capable of storing information in
digital or analog form,” including hard drives, flash drives,
cellphones, iPods, pagers, beepers, and video and audio tapes. They
also cover “all papers and other written documentation,” including
books, pamphlets and “written materials commonly referred to as
‘pocket trash’ or ‘pocket litter.’ ”

http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2008/08/01/AR2008080103030.html
–~–~———~–~—-~————~——-~–~—-~
Indonesian Community in Japan

Posted under Share

This post was written by imelda on September 8, 2008

Tags:

My (New) Hero

Semua orang (baca wanita) punya seorang tokoh yang dianggap sebagai “Hero” =pahlawannya. Mungkin kebanyakan juga menganggap ayah atau kakak laki-lakinya sebagai Hero. Tapi saya tidak… Saya tidak pernah membayangkan ayah saya menjadi Hero (maaf pa…) Dan saya tidak punya kakak laki-laki yang bisa saya banggakan menjadi Hero saya (even kakak laki-laki jadi-jadian hehehe) Dan sebagai seorang wanita, wajar saja dong, jika saya mempunyai tokoh idaman yang saya anggap sebagai My Hero.

Saya memang suka membaca sejak kecil, dan dulu saya masih suka menonton televisi. Jaman saya SD, saya ingat menonton TV hitam-putih dan kemudian mulai berganti menjadi TV warna seperti sekarang ini. Dan waktu jaman Black and White itu, saya ingat seorang tokoh yang sampai sekarang pun masih saya sukai, yaitu Zorro. Seorang tokoh fiksi yang diciptakan tahun 1912…. wah lumayan uzur ya? Pria bertopeng hitam menutupi mata, dengan kumis tipis dan senjata pedang lancipnya (kayak anggar), dan setiap selesai mengalahkan musuhnya, dia meninggalkan mark, tanda Z, inisial namanya. Kakko ii…

Pada waktu saya berumur 7 tahun, saya harus dioperasi amandel. Dulu memang dikatakan bahwa jka tonsil diangkat maka akan sembuh dari berbagai penyakit… Saya sekarang jarang mendengar anak-anak dioperasi amandelnya lagi. Nah, waktu itu saya harus menginap semalam di RSPP, supaya besok paginya bisa masuk ruang ope, untuk dioperasi. Operasi kecil…. masih kalah dengan operasi saya ketika umur 13 tahun. Tapi sebagai anak berusia 7 tahun, tentu saja saya takut tidur sendiri di kamar RS. Meskipun saya berusaha tidak menunjukkan ketakutan seorang Kakak kepada adik-adiknya dan mau membuat mama-papa bangga akan anak putrinya, menjelang malam saya menjadi takut juga. Dan di situlah saya memimpikan My Hero, Zorro datang, masuk dari jendela, dan mengalahkan musuh-musuh saya yaitu dokter dan perawat-perawat, untuk kemudian membawa saya ke tempat yang jauh. Dan operasi saya bisa dibatalkan. Tapi tentu saja, itu hanya impian seorang Imelda berusia 7 tahun, dan tetap harus dioperasi amandelnya… (dan bersorak karena setelah operasi boleh makan es krim…. meskipun masih ingat juga masih sempat menghapus darah yang mengalir di pipi… yieks)

Entah karena saya suka Zorro, jadinya saya suka pria Latin/Spanyol, atau malah kebalikannya? Karena suka pria Latin saya suka Zorro? Tapi memang tokoh misterius ini bisa bercokol terus dalam ingatan saya. Well, saya juga tidak malu untuk mengakui bahwa saya suka membaca novel Roman Harlequin (dulu Mills n Boon), dan setiap saya akan membeli novel baru, jika ada pilihan cerita dengan latar “percintaan dengan orang Spanyol” pasti langsung masuk ke dalam keranjang belanja saya. (Bagi penggemar romance, pasti tahu ada golongan Spaniard, Italian, Greek Tycoon, Nobels bangsawan-bangsawan termasuk di dalamnya France , or Outback (ini juga asyik loh) kerasnya hidup di Australia, etc, etc)  Meskipun setelah dewasa (dan di dunia nyata) , saya tidak mau berhubungan atau berpacaran dengan pria Spanyol, karena mereka terkenal sebagai Don Juan, playboy yang bisa meremukkan hati wanita. Saya selalu katakan pada Louis Sartor, rekan di InterFM, “You Latinos, why you always be kind to ALL Women?”… and he just laugh and said… “Dont Worry be Happy”. Hmm mungkin memang saya harusnya berteman dengan latinos supaya bisa happy terus sepanjang masa?

… I don’t think so.

Sekarang saya punya seorang Hero yang baru. Ya, seorang tokoh lagi, yang tampil di anime di Jepang. Bukan Naruto tentunya! Bukan Batman, Superman, Hercules, Hulk, He-man dsb-dsb. Tokoh ini saya rasa belum sempat masuk ke Indonesia (Kalau masuk jangan-jangan yang putri-putri akan sukaaaaaaa banget deh  dan saya punya banyak saingan hehehehe). Tokoh ini bernama Black Jack. “Black Jack Sensei!” ini adalah seorang dokter yang tentu saja mengikuti pattern/pola Hero, membantu yang lemah dan mengambil uang sebanyak-banyaknya dari yang kaya. Dia ditemani seorang anak perempuan (automaton) bernama Picolo (yang akhirnya juga jatuh cinta pada sang Dokter). Saya bertemu BlackJack ini setahun lalu, waktu iseng-iseng mengganti Disney Chanel menjadi Kids Station di TV cable saya. Setiap episode diberi judul Karte no 1, 2, 3 dst. Karte menunjukkan pada  file seorang pasien. Dokter Black Jack ini sangat mahir memainkan pisaunya di meja operasi, sehingga siapa saja yang sudah tidak ada harapan, pasti bisa dioperasi oleh My Hero ini dengan kecepatan dan konsentrasi tinggi. Pernah digambarkan dokter ini harus melakukan ope di atas sebuah pesawat yang sedang bergerak (jatuh).

Tokoh BlackJack Sensei ini diciptakan oleh Osamu Tezuka, si pencipta Astro Boy (atom no ko). Rambut yang agak nge ‘punk” dengan warna hitam diselingi putih (hmmm I crush man with some gray hair on their black head also… kayaknya dewasa banget gitchu). Dengan mata yang besar (belo) —lucky this is only imagination. Semua karakter anime pasti matanya besar deh. Mungkin mata besar itu obsesinya orang Jepang.

Kesamaan si dokter ini dengan Zorro adalah sama-sama pakai mantel hitam, dan senjatanya adalah pisau/pedang. Klasik huh. Yah memang saya suka yang klasik sih… mau gimana lagi. Klasik tapi bermutu cieeeee. Karena orang Indonesia sedikit atau mungkin malah tidak ada yang tahu tentang BlackJack Sensei ini, jika seandainya ada perusahaan yang mau mengimpor film ini untuk diputar di Indonesia, saya mau tuh bantuin untuk penerjemahannya. hehehhee.  Sehingga saya bisa menonton serial itu lengkap dari awal hingga akhir (maunya….hehhehe). Siapa berminat?

Posted under Opini 意見, curhat

This post was written by imelda on September 8, 2008

Tags: ,

Unpredictable

Tahu sih memang kalau segalanya itu bisa meleset dari rencana. Tapi kalau di Jepang biasanya kemungkinan meleset itu sedikit sekali. Kecuali kalau sudah berhubungan dengan cuaca.

Kemarin Sabtu, seperti biasa (hari minggu ini juga sih) Gen pergi ngantor. Jadi aku seperti biasa juga main dengan Riku dan Kai. Tapi karena sorenya jam 7 akan ada rapat KMKI di Meguro, dan Elly temanku yang tinggal di dekat Gunma akan nginap, jadi aku gambatte bersihin rumah, terutama kamar “studio”ku. Memang tidak bisa lancar, karena setiap kali Kai bosan bermain sendiri, dia akan menangis dan mencari aku. Riku belum bisa disuruh main dengan adiknya, karena dia asyik sendiri dengan mainan dan TV nya. Tapi akhirnya sekitar jam 4 bisa selesai, dan waktu aku mulai siap-siap, Tina telepon dan bilang bahwa dia bisa datang dan babysitting kedua anakku, sampai either aku atau Gen pulang duluan. Tasukatta. 助かった。

Akhirnya begitu Tina datang, aku langsung cepat-cepat keluar begitu Kai sudah tidka cari aku lagi. Lihat jam sudah jam 6:15. Huh, pasti terlambat deh. Sambil jalan ke arah halte yang 10 menit jalan kaki jauhnya, aku lihat-lihat ke belakang, kalau-kalau ada taksi. Begitu ada taksi, aku panggil dan sampai di stasiun Kami-shakujii jam 6:30. Wahhhh, aku langsung c-mail Elli, bilang aku terlambat 30 menit, so biar dia ke rapat duluan dan jadi notulis. Begitu kereta express datang, aku naik dan untung ada tempat duduk. Sambil baca buku yang dikirim Bang Hery, “Blind Power”, menuju ke Takadanobaba. Eh ternyata Elli masih di Ikebukuro, jadi bisa-bisa kita samaan sampai di Meguronya.

Sambil ganti kereta di Takadanobaba, aku ikut arus penumpang kereta… saat itu aku sadar bahwa ini adalah hari pertama aku naik kereta lagi setelah 1,5 bulan. Pulang ke Jakarta, dan setelah kembali juga tidak pergi ke mana-mana, atau naik mobil/sepeda saja. Well, back to Tokyo’s way. Tokyo’s Salary-woman deh. Ciri-cirinya Tokyo-ers adalah? Kemana-mana naik kereta, berdiri di dalam kereta, berjalan cepat ganti kereta, dan dalam kereta pasti baca atau browsing dengan HP…. or…tidur hehehe. Dan karena bisa jalan cepat, tanpa ada halangan anak-anak, aku sendiri tidak percaya bahwa aku bisa sampai di rapat itu jam 7:15 menit bersama Elly. Padahal sudah pakai janjian dengan Elli dan beli minum dan jalan ke tempat rapat. Wheww… dari pintu rumah sampai pintu ruangan rapat 1 jam! (Kalau sama anak-anak pasti 2 jam deh…)

Rapat juga berjalan lancar membicarakan acara BBQ tanggal 23 September yad, dan Natal KMKI 2008 tanggal 13 Desember 2008 nanti. Semoga lancar-lancar saja deh. Tahun ini artis yang datang direncanakan adalah Rio Febrian.

Setelah rapat aku cepat-cepat jalan pulang ke stasiun bersama Elli, sambil telepon rumah. Ternyata Gen belum pulang juga, padahal sudah jam 9:10 . Hmmm , di telepon aku bilang pada Riku,

“OK mama cepat-cepat pulang ya….”

“Ngga usah cepat-cepat Ma… pelan-pelan saja… kan ada tante Titin….”

hihihi, padahal aku tahu si Tina udah senewen aja mau pulang, dan kalau kemalaman gantian dianya ngga ada bus sampai rumahnya di Yokohama.

Well, aku naik Inokashira line dari Shibuya ke Kichijoji bersama Elli. Kereta Express Inokashira line ini adalah cara tercepat untuk pulang tapi bisa duduk. BUT, sekitar jam 9:32 tiba-tiba aku lihat listrik di stasiun Shibuya padam. Memang dalam hitungan detik sih, karena langsung menyala kembali. Kemudian Kondektur kereta kita memberikan pengumuman bahwa ternyata barusan itu listrik di stasiun padam karena kesambar petir 落雷 (kejatuhan petir). Wahhh, jangan sampai ditunda dong berangkatnya. Tapi kalau misalnya kereta kita yang kena petir ngeri juga ya.  Ternyata memang terlambat 2 menit berangkatnya dan secara keseluruhan waktu sampai di stasiun tujuan terlambat 10 menit-an. Dan memang di beberapa tempat hujannya amat lebat. Petugas stasiun minta maaf terus…. Hmmm 10 menit begini minta maaf sampai segitunya, kalau di Indonesia sih..jangan harap deh.

Sampai di rumah, Tina sudah di depan pintu akan pulang. Thank you banget sis… Mereka masih harus naik bus, dan kereta dan pasti sampai di rumahnya sudah jam 12 malam. Really… grateful.

Tapi malam itu aku tidak bisa tidur. Sampai jam 1 Kai rewel, ngantuk tapi mau main terus. Aku ikutin aja maunya, mau digendong aku gendong, mau minum selain susu, aku buatkan teh. Terussss rewel sampai akhirnya aku paksa dia berbaring di bed dan kasih minum susu. Aku sempat tidur setengah jam tapi akhirnya terbangun dan akhirnya aku ganti-ganti themes blog aku deh sampai pagi. Iseng banget yah… Tapi dengan begitu bertambah lagi pengetahuan aku pakai Photoshop deh heheheh.

Hari yang panjang dan melelahkan. Waktu  turun dari kereta pulang, kaki kiri dan badan sebelah kiri aku mulai aneh…hmmm gara-gara aku suka gendong Kai sebelah kiri deh. Asal jangan de Quervain lagi deh. Ngga enak banget. But you should see Kai’s face when I came home…. lihat mukanya dia aja jadi kangen banget deh dan langsung pengen cium-cium dan cubit… gemezzzz…

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記

This post was written by imelda on September 7, 2008

Bagai Gelombang

****terinspirasi oleh unclegoop *pelabuhan hati* dalam Pantai Kerang dan Karang

Bagai Gelombang

datang dan pergi
menghantam pantai hatiku
menyapu bersih rasa cinta
menyeretnya sampai ke tengah laut

betapa dasyatnya badai cinta itu datang
badai itu pun akan mereda
yang tinggal hanya
pantai yang tenang dan bersih

anggaplah cinta itu badai
yang datang tiba-tiba
tapi juga akan hilang tiba-tiba
dan begitu kau sadari
gelombang cinta itu telah pergi……
jauh…..
tak kembali…..

mengapa kau harus datang, jika kau akan pergi????
kubangun pagar tinggi penahan gelombang
tak mau hanyut kedua kali…..
dalam gelombang yang kau suarakan

***Truth Is Hurt***

Posted under Bahasa 言語, Intermezzo

This post was written by imelda on September 6, 2008

Tags:

Apa yang bagus dari Orang Jepang?

Apa sih yang bisa dibanggakan sebagai orang Jepang. Menurut orang asing, orang Jepang itu tidak bisa mengekspresikan pemikirannya sendiri. Orang Jepang itu bisa beradaptasi tapi tidak ada kreatiitas. Kalau media luar negeri membicarakan Jepang pasti yang diambil sebagai topik yang jelek-jelek saja….. macam-macam pemikiran orang tentang orang Jepang yang bisa dikatakan negatif. (oh ya kalau saya, yang pernah saya singgung di sini dan selalu ditertawakan Lala dan Bang Hery adalah bahwa orang Jepang itu DINGIN hehehe…. ) Tapi tentu saja ada sifat-sifat orang Jepang (secara keseluruhan) yang bisa dianggap positif ya. Berikut ini adalah hasil angket mengenai “Yang bagus dari orang Jepang itu adalah……”

  1. Perasaan tentang 4 Musim (well ini saya akui karena Orang Jepang amat sangat memperhatikan musim dan menggunakan segala yang terbaik dari musim itu untuk dinikmati)
  2. Rajin - serius  (yup, dalam mengerjakan tugas semua dikerjakan dengan rajin sampai tuntas)
  3. Ramah ( meskipun ada sedikit perasaan diskriminasi, pasti tidak dikeluarkan)
  4. Kebudayaan makanan yang beragam (Karena musim tadi, maka jenis makanan juga beragam dan INDAH)
  5. Bisa menciptakan teknologi tercanggih (Yes!! beberapa hari lagi ada satelit buatan warga desa berukuran sekitar 50×50 cm yang akan diluncurkan dari Jepang untuk memonitor kecepatan angin kalau tidak salah….. warga desa loh yang buat)
  6. Tata Krama (sugoi… hebat memang semua ada tata krama nya)
  7. Tahu balas budi (girigatai) hmmm ini agak sulit diterjemahkan. Jadi orang Jepang pasti akan membalas kebaikan yang diterima dna tidak akan lupa.  Loyal. sekali dibaiki orang tidak akan melupakan orang itu.
  8. Perhatian
  9. Memelihara kebudayaannya
  10. Terampil (hmmm ini sih tergantung bidangnya, tapi memang orang Jepang kalau sudah menguasai sesuatu akan trampil memakainya)
  11. Merasa sayang (untuk membuang)( Jadi pasti akan memikirkan apalagi yang bisa dibuat dari bahan yang dibuang itu— ini bagus untuk lingkungan ya)
  12. Tidak mau menonjol (ini cocok nih untuk saya…. ngga bisa promo diri sendiri)
  13. Mendetil (memperhatikan hal yang kecil-kecil termasuk mengucapkan terima kasih sekali lagi pada waktu bertemu…)
  14. Mengekspresikan sesuatu tidak langsung (ambigu) (BENER….muter-muter jadi sulit dimengerti…mbok yo langsung to the point nape)
  15. Percaya/Dipercaya
  16. Kelihatan muda
  17. Mengetahui sense/rasa dengan detil
  18. Rambutnya indah (Benar…hitam legam dan banyak ….terutama wanitanya)
  19. Elegan/Anggun (hmmmm…..)
  20. Manner waktu makan (kecuali berbunyi waktu makan ramen ….memang bagus mannernya)

Hmmm memang semua kembali pada orangnya… Tapi saya amat setuju dengan pendapat Lala yang mengatakan bahwa orang Jepang itu mendetil (nomor 13). Banyak pengalaman saya mengenai itu dan kadang saking mendetil menjadi over-protected.

Posted under LIVING in Japan, Opini 意見

This post was written by imelda on September 6, 2008

Anti Skimming

apa sih itu skimming? Skimming is a scam where the magnetic data on the cash card or credit card is illicitly read stealthily to make a counterfeit copy of the card. It involves the use of a device called “skimming card reader (skimmer). Jadi gampangnya si pencuri data ini akan memakai suatu alat yang jika di dekatkan ke credit card Anda, maka semua data akan diperoleh dna dengan data itu dia membuat credit card yang baru (yang mungkin tampilannya sedikit berbeda) tapi yang penting datanya sama. Kejahatan Credit card ini marak di Asia Tenggara, karena alat skimmer ini lumayan murah dan mudah didapat.

Dan sebenarnya saya pernah menjadi korbannya. Si penjahat itu mengambil data saya (dan pasti di Indonesia/Jakarta dong) kemudian data di bawa ke Malaysia dan dibuat di sana. Si Penjahat belum sempat pakai, dan dia tertangkap waktu sedang memakai CC orang lain, dan polisi menemukan ribuan kartu kredit palsu di rumahnya, dan di antaranya kartu dnegan nama saya. Langsung Bank memblokir dan memberikan kartu baru. Kejadian ini saya tidak tahu, dan dijelaskan oleh pihak Bank. (Mungkin saya tahunya kalau sudah jadi korban dan harus membayar banyak ya?)

Karena itu bagi pemilik kartu kredit, terutama di Indonesia harap hati-hati sekali. Tapi menurut berita yang belum bisa dipastikan, kartu kredit yang diskim itu bisa jadi tidak berada di tangan Anda, atau toko atau pegawai, tapi masih dalam dompet anda, dan dengan suatu alat yang canggih, katanya bisa terbaca juga. Ilustrasinya misalnya Anda sedang naik eskalator lalu berpapasan dnegan orang yang punya skimmer itu, maka datanya kartu kredit yang ada dalam dompet akan bisa terbaca. (Saya sendiri masih kurang yakin dengan kebenaran hipotesa ini, tapi ada baiknya kita waspada saja).

Karena sudah pernah pengalaman, saya sengaja membeli sebuah proteksi anti skimming buat kartu kredit yang dijual di Jepang. Bentuknya seperti kartu lipat seukuran kartu kredit dan mungkin mengandung sesuatu yang bisa menutup garis hitam yang berisi data kita. bentuknya seperti ini

dari sini ke bawah udah diary nya saya… tanggal 4 sept 2008.———–

Nah kebetulan hari ini ada teman dosen yang akan berangkat ke Bali. Karena ibu ini pertama kali ke Bali dan sendirian, dia banyak bertanya tentang hal-hal yang perlu diperhatikan termasuk belajar percakapan survival. (padahal dia sewa penerjemah untuk mendampingi ke mana-mana…. ) Dan waktu dia telepon hari Rabu malam, terlontar pembicaraan mengenai kartu kredit… saya bilang hati-hati juga memakai kartu kredit karena ada skimming….. wah dia langsung panik dan akhirnya saya bilang saya akan pinjamkan kartu anti skiming ini ke dia.

Jadi kemarin siang saya pergi ke stasiun dekat rumah saya untuk meminjamkan anti skimming ini. Semoga bisa berguna dan saya katakan, “Enjoy jangan terlalu khawatir, nikmati liburan Anda sebaik-baiknya”.

Pas mau pulang dari stasiun ke rumah, tiba-tiba sepeda yang sedang saya kayuh terasa aneh. Something wrong dengan ban nya. Untung belum jauh banget, jadi saya kembali ke arah stasiun dan minta ganti ban sepedanya di toko sepeda. Untuk itu butuh satu jam. Waaah gimana ya, kelihatan akan hujan. Mau pulang naik taxi, tapi nanti sejam lagi gimana ambilnya… besok aku perlu juga untuk antar Riku ke TK. So, dengan menggandeng Riku dan menggendong Kai aku pergi ke shopping mall di stasiun dan menghabiskan waktu satu jam. Susah kalau bawa dua anak begini, mau belanja banyak ngga bisa. Jadi makanlah di situ saja, sambil duduk di bench yang disediakan. Ibu dan 2 anak ngganggur (untung aku sempat bawa susunya Kai), menunggu satu jam dan memandang ke luar melihat curah air hujan yang semakin mengkhawatirkan.Setelah satu jam lewat, terpaksa deh pulang bersepeda hujan-hujanan….

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, LIVING in Japan, Opini 意見

This post was written by imelda on September 5, 2008

Lonely is the Night

tapi bukan dari Air Supply ya… dan ini seharusnya adalah terjemahan yang tepat (menurut saya) untuk lagu yang dikenal dengan judul Sukiyaki yang sering dinyanyikan sebagai wakil “lagu Jepang”.

Aku berjalan sambil memandang ke langit
sambil menahan airmata yang menggenang
kukenang musim semi
malam ini aku sendiri

Aku berjalan sambil memandang ke langit
sambil menghitung bintang yang samar terlihat
kukenang musim panas
malam ini aku sendiri

Kebahagiaan ada di balik awan
kebahagiaan ada di balik langit

Aku berjalan sambil memandang ke langit
menahan airmata yang menggenang
dan kuberjalan sambil menangis
malam ini aku sendiri

Kukenang musim gugur
malam ini kusendiri

Kesedihan ada di bayang bintang
Kesedihan ada di bayang bulan

Aku berjalan sambil memandang ke langit
menahan airmata yang menggenang
dan kuberjalan sambil menangis
malam ini aku sendiri

malam ini aku sendiri………

Judul lagunya sendiri dalam bahasa Jepang adalah “Ue wo muite arukou”上を向いて歩こう, Berjalan sambil memandang langit. Dinyanyikan oleh Kyu Sakamoto dan dirilis tahun 1961, lagu ini memang menyebar ke seluruh dunia dan pada tahun 1963 mencapai top chart di Amerika, yang tidak bisa dikalahkan oleh lagu Jepang lainnya. Tapi lagu yang terkenal di Amerika ini diganti judulnya dengan Sukiyaki, karena dianggap lebih menggambarkan Jepang (padahal tidak ada hubungannya dengan makanan sukiyaki yang seperti semur itu). Dan lagu ini terntu saja sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris dan bahasa dunia lainnya. Dan terus terang saya tidak suka versi inggrisnya…jadi kayak lagu minyo (dangdutnya jeoang deh heheheh). Kyu Sakamoto adalah salah satu dari 520 orang yang menjadi korban kecelakaan fatal Penerbangan 123 Japan Airlines di puncak Gunung Osutakayama (Prefektur Gunma), 12 Agustus 1985. Sakamoto Kyu tutup usia pada usia 43 tahun.

Yang mau dengar lagu versi aslinya bisa di YouTube ini

Selain lagu Ue wo muite arukou ini, Kyu Sakamoto juga terkenal menyanyikan lagu berjudul “Pandanglah bintang di langit” 見上げてごらん夜の星を. Yang artinya sebagai berikut:

*Pandanglah bintang di langit
Bintang yang kecil bercahaya samar
menyanyikan lagu kebahagiaan

**Pandanglah bintang di langit
Bintang yang tak punya nama seperti kita
berdoa untuk secuil kebahagiaan

Gandenglah tanganku
kejarlah mimpi bersama
Jika kita berdua, tidak akan sulit

back to * , **

*見上げてごらん 夜の星を
小さな星の 小さな光りが
ささやかな幸せを うたってる

**見上げてごらん 夜の星を
ぼくらのように 名もない星が
ささやかな幸せを 祈ってる

手をつなごう ぼくと
追いかけよう 夢を
二人なら 苦しくなんかないさ

*,**

Kedua lagu ini musiknya agak sendu meskipun tidak cengeng, palagi suara Sakamoto Kyu yang penuh dan mantap bisa menghayati lagu yang sebetulnya amat sangat sederhana. Mungkin karena kesederhananya inilah yang membuat kedua lagu ini terkenal. Pemikiran wabi sabi sangat mendalam dalam masyarakat Jepang (ini menurut saya loh)

Wabi sabi itu apa? nanti saya bahas ya….

Posted under Lirik lagu * Song Lyric * 歌詞, Orang * Person * 人物

This post was written by imelda on September 5, 2008

Selebs world

Wah sorry banget selain Cameron Diaz, dan Shania Twain aku ngga kenal yang lainnya siapa? Lagian aku bilang aku ngga mirip Cameron Diaz kok heheheh. Gini deh kalo pagi-pagi iseng. Ntar mau coba ganti foto yang lain ahhh

Hmmm dengan rambut saya yang di-up pernah saya terbayang Audrey Hepburn tuh… Mirip ngga ya?

Yang bilang mirip ntar dikasih hadiah deh hehehehe… (maksaaaaa)

(hmmmm emang cantik yah dia…ngaku deh jauuuuh kamu mel, bagaikan langit dan bumi)

Uuuuh ternyata Josie Maran itu fotomodel US…dan dia lebih muda 10 tahun darikuh…….. OMG

Posted under Intermezzo

This post was written by imelda on September 4, 2008

Tags:

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 ...30 31 32 Next