Dua hari ini, hari senin dan selasa, aku menjadi ibu Indonesia. Senin pagi dari jam 5 pagi udah mulai masak. BAKSO!!!! Berhubung di sini ngga ada bakso, jadi kalau mau makan bakso musti ke Restoran Cabe di Meguro, atau buat sendiri. Dan sejak aku tahu resep membuat bakso dari ibu Letty Leksono, aku sudah 5 kali buat. Tapi berhubung dikasih tau ibu Kristin supaya pakai Kemiri dan bawang merah, jadi aku tambahkan kemiri 3 biji dan bawang merah 3 biji. kemiri nya disangrai dulu, lalu bersama bawang merah dan putih aku tumis dulu sebelum masukkan ke adonan. Sedangkan cara masukkan es batu yang ada di resep aku hilangkan, nggak mau repot hehehe. Lumayan juga hasilnya kok. Aku buat dari 1kg daging giling halal Haji Baba yang aku beli dari BUMBU-YA. Kalau lagi mau belanja bahan masakan Indonesia, aku tinggal pesan lewat email, minta dikirimkan dan aku bayar tagihannya lewat transfer bank (kalau aku dengan online).
Perlu Food Processor? Iya. Dulu, aku cuma punya blender/juicer aja. Waktu pakai untuk giling daging tidak bisa halus dan makan waktu banyak sekali, belum lagi mati-mati melulu. Jadi setiap kali mati dipencet tombol restart di bawah, dan itu cukup makan waktu. Selain ada rasa kasihan sama blendernya kerja keras. Kemudian hari Rabu minggu lalu aku beli deh Food Processor lewat amazon. Tadinya pikir pasti mahal, ternyata? Ada yang mahal banget ada yang murah banget. Kalau terlalu murah, malah jadinya takut cepat rusak ya. Jadi aku pilih yang sedikit di atas murah, sekitar 5500 yen (Rp440.000) sambil melihat komentar pembeli terdahulu. Lalu kemarin aku coba….wow. Cepat sekali jadi halusnya. Jadi kalau tidak beli daging giling, bisa juga langsung dari daging block biasa. Berkat FP itu juga aku bisa buat variasi makanan 離乳食 untuk kai. Langsung aku pakai untuk giling daging ayam dan buat bakso ayam sebesar 1 cm. Apalagi bisa potong sayur cepat sekali kan. Langsung jadi deh sup ayam untuk Kai.
Dan hari ini, Selasa, aku masak Ayam Bakar Padang, resep dari Dian yang kebetulan tinggal di Tokyo juga. Kayaknya ayam 800 gr tidak cukup deh. So aku buat 1 kg. Untung aku ada stok semua bumbu jadi lumayan rasanya …bukan lumayan …. enak !! Kayaknya sih kuncinya ada di Kayu manis. Asyik……… bisa buat satu lagi variasi masakan Indonesia. Juga nanti mau dipraktekin kalo aku mudik dan menjadi babu masak di jakarta.
NB 1: dasar guru bahasa jadinya sekalian mau memberitahukan sebuah penemuan baru hasil perbincangan dengan Mariko-san adik Jepang baruku, sedikit lebih tua usianya dari Kimiyo hehehe. Juga sama-sama lulusan BIPA UI, meski beda angkatan. So, teman-teman perhatikan deh betapa bagus bahasa Indonesia mereka (kimiyo sering komentar di sini, kalau Mariko san belum) Mungkin nanti saya akan buat posting khusus tentang mereka berdua ya. OK, penemuannya adalah asal usul kata BABU. Saya katakan pada Mariko bahwa Babu itu berasal dari bahasa Belanda Baboe. Kemudian kita browsing, dan memang benar Baboe adalah kata yang berasal dari bahasa belanda but….. awal mulanya baboe itu berarti gadis cantik(mooi meisje. Van oorsprong Maleis en van oudsher betekent het ‘kindermeisje’). Mengacu pada anak gadis/anak perempuan Indische, melayu. Jadi awalnya bukan berarti pembantu rumah tangga (pramuwisma) . Kata ini mengalami pergeseran nilai. Mungkin kalau masih ingat pelajaran bahasa Indonesia, ada beberapa kata yang awalnya bernilai baik, tapi kemudian mengalami penurunan derajat. Nah, Babu ini juga begitu. Seperti juga kata bibi, yang awalnya berarti tante, kemudian sering dipakai untuk memanggil prt yang berusia lanjut (tidak muda lagi). Jadi bibi jarang atau hampir tidak pernah dipakai sebagai panggilan tante lagi.
Hmmm, so mama dan papa, tunggu saja babu masaknya (bukan bibi masak loh… meskipun dilihat dari segi usia lebih pantas disebut bibi masak) akan datang ke sana ya. Bibi impornya minta satu kamar pakai AC loh. Lalu satu mobil sedan ber AC juga untuk pergi jalan-jalan sesudah masak…. hihihi
NB 2 : Kalau lihat kata selera, jadi teringat merek sambal jadi yang bernama “sambal selera”. Masih ada ngga ya? Aku ingat paling cocok pakai sambal ini kalau makan Kimlo, daripada sambal lampung yang pedes banget itu atau sambal ABC.
Posted under Catatan Harian * Diary * 日記
This post was written by imelda on June 24, 2008




Kemarin hari minggu, tidak bisa posting….. sibuk deh urus anak dari pagi. Aku terbangun jam 4 dan tidak lanjtutin tidur lagi. Hari hujan…. Kabarnya mulai hari ini sampai seminggu hujan terus. Karena itu aku kemarin cuci baju-baju sampai 2 kali. Yah namanya juga TSUYU 梅雨, musim hujan. Aku tidak suka musim hujan di sini karena hujannya nanggung, sedikit lebih deras dari gerimis tapi seharian penuh… Kayaknya enakan di Indonesia, kalau hujan langsung byuuur yang deras lalu berhenti. Tapi indahnya tsuyu di sini adalah bunga Hydrangea. Bahasa Jepangnya AJISAI アジサイ. Warnanya beragam dari putih, pink, biru, ungu atau perpaduan dari itu. Aku pernah naik sepeda dan menemukan ajisai berwarna ungu tua …mendekati kehitaman. Sayang aku tidak bawa kamera jadi tidak bisa foto.

Judul aslinya 「しょうぼうじどうしゃじぷた」. Aku teringat akan Picture Book ini, waktu aku melihat katalog koperasi Tokyo (Coop). Aku selalu belanja mingguan di koperasi ini, karena bisa pesan online. Di situ tertulis bahwa buku ini diterbitkan pertama kali bulan juni tahun 1966. Wow angka keramat 666. hiiiiii. Dan karena saya punya, saya cari buku itu. Tapi pas lihat ternyata bukan 1966, malahan lebih tua lagi yaitu 1963. Buku karangan Watanabe Shigeo - Yamamoto Tadayoshi ini memang terpilih menjadi buku wajib oleh Persatuan Perpustakaan Sekolah Jepang, sama seperti Picture Book 
So, hari ini Riku bawa pulang sekitar 2,5 kg kentang hasil panenannya. Tahun lalu lebih berat lagi panenannya, ada mungkin 3,5 kg lebih. Kasihan juga anak-anak harus bawa seberat itu. Sekarang saya sedang pusing pikir jenis masakan yang memakai kentang, karena baru saja minggu lalu saya beli 5 kg kentang….lupa bahwa Riku ada acara ini. Fried Potatoes, perkedel, sup sayuran, potato salada dll. (apa lagi ya…)
Hari ini adalah hari yang paling tepat posting mengenai Onigiri, karena ternyata hari ini adalah hari Onigiri, menurut masyarakat dari Prefektur Ishikawa. Prefektur ini menghasilkan beras yang pulen dan enak. Beras diperingati setiap tanggal 18 dan kenapa bulan juni peringatan onigiri? Karena ada sebuah daerah di Prefektur Ishikawa yang bernama Rokuseimachi yang dianggap sebagai kampung halamannya onigiri, akibat ditemukannya fosil onigiri tertua disebuah perumahan dari tanah liat (pithouse). Dan ditetapkan bulan juni karena bulan juni = rokugatsu , roku nya merupakan kata pertama dari nama kota tersebut (huh asal bunyi sama …gitu aja alasannya).
Nah, sekarang apa saja sih yang bisa dimasukkan dalam onigiri? Banyak!! Tapi yang terumum di Jepang adalah Umeboshi (buah plum kering), serpihan Ikan tuna begitu saja atau dicampur dengan mayoneise, telur ikan mentaiko/tarako mentah atau dibakar dan okaka (serutan ikan tuna kering - katsuobushi). Selain memasukkan lauk tadi secara utuh di tengah onigiri, Anda bisa mencampurnya dulu pada nasi sebelum dikepal. Biasanya di Jepang jenis-jenis sayuran kering/ wakame (gagang laut) atau ikan teri nasi mentah/goreng yang paling banyak dijadikan campuran dalam nasi tersebut. Pokoknya hampir semua bahan makanan/daging yang cocok dimakan dengan nasi bisa dijadikan “lauk/daging” dari onigiri. Daging sukiyaki, semur, susis, ikan sardin, ayam cincang bumbu kecap ….whatever lah.


