Nattsu di Natsu

22 Jul

Kalau ditulis bahasa Jepangnya 夏のナッツ,  夏 natsu = musim panas, ナッツ = nattu dari bahasa Inggris “nuts”= kacang.

Kacang…kacang…kacang! Eh tulisan ini jangan dikacangin ya hahaha (kasian si kacang kok jadi istilah pengganti untuk dicuekin ya hihihi). Tapi boleh juga sih soalnya cuma mau mengatakan bahwa hari ini tanggal 22 Juli adalah hari Kacang di Jepang. Di tetapkan oleh Asosiasi Kacang Jepang, bahwa hari ini hari Kacang. Kacang memang makanan yang sehat karena mengandung protein Nabati, cuma kalau kebanyakan makan kacang ada orang yang mengalami problem kulit dengan jerawatan, atau problem pencernaan dengan buang gas (terutama kacang merah tuh, bruine boon bahaya!)

Kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau yang utama di Indonesia, tapi untuk negara dengan 4 musim mempunyai koleksi kacang yang lebih beragam lagi. Almond dan Walnut diantaranya. Dan kacang-kacangan itu diolah dengan bermacam cara atau dicampur dengan bermacam bahan. Salah satu yang terkenal adalah Almond Arare. Arare adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari beras. Kemudian dicampur almond, sehingga rasa kerupuk empuk dipadukan dengan almond yang keras, menjadikan rasa yang harmonis.

Almond Arare, paduan krupuk dan almond. Indonesia juga punya paduan krupuk dan ...kedelai (tempe)

Kacang juga cocok jika dipadukan dengan coklat. Oleh-oleh dari Hawaii yang terkenal adalah macadamia nuts chocolate, sehingga setiap kali aku melihat coklat ini pasti teringat Hawaii. Padahal Singapore juga memajang coklat macadamianya sebagai oleh-oleh negara itu.

Ada satu campuran kacang-kacangan Jepang yang aku sukai. Tapi biasanya memang banyak dijual menjelang musim gugur. Seperti kacang atom yang putih tapi warna dan rasanya macam-macam. Kadang dalam campuran itu juga terdapat ikan kering manis dan ganggang laut. Harganya juga tidak murah (meskipun tidak mahal) tapi sensasi campuran itu memang cukup membuat tangan dan mulut tidak berhenti jika sudah membuka bungkusannya.

Campuran kacang, kerupuk kecil dan ikan teri manis diberi nama Ajigonomi

So, karena hari ini adalah hari Kacang, mari kita makan kacang yuuuk. Oh ya sebagai penutup saya mau memberitahukan sebuah “cara” menyuruh orang Jepang menghafal kata kacang: “Ka-chan wa nattu ga suki” Ka-chan = okaasan = ibu. Ibu suka kacang. Ka-chan wa “kacang” ga suki! Dan memang ibu imelda ini suka kacang hihihi

Have a nice Thurday! Di Tokyo kami menyambut 37 derajat lagi deh hihihi.

Boling

22 Jun

Aku masih belum biasa mengatakan boling untuk bowling, sebuah cabang olahraga yang: “berupa permainan dng menggelindingkan bola khusus untuk merobohkan sejumlah gada yg berderet yg kemudian dapat tertata lagi secara otomatis; bola gelinding” (kbbi daring). Yah memang kalau mau menyingkat bola gelinding jadi boling, memang tidak perlu huruf “w” di tengahnya. Hanya saja, aku masih belum bisa melihat boling sebagai sebuah cabang olahraga. Soalnya aku jarang melihat orang berkeringat dengan main boling, lha wong tempatnya biasanya ber-AC gitu.

Pertama kali kenal boling dari tante kenalan keluarga yang cukup mahir sampai pernah dikirim sebagai kontingen nasional. Tapi selama tinggal di Jakarta belum pernah menyentuh bola boling! Aku pertama kali kenal boling ya di Jepang sini.

Boling adalah satu “kegiatan” kumpul-kumpul waktu mahasiswa selain karaoke. Dosen pembimbingku di tahun pertama pernah bertanya, “Imelda bisa boling?” Aku cuma bengong dan bilang, “belum pernah main”. Jadi batal deh acara bolingnya karena kasian pada diriku hihihi, dan diadakan acara makan-makan saja. Sesudah makan-makan baru pergi karaoke, dan dosenku tidak ikut. Katanya, “Kalau acara karaoke lebih baik mahasiswa saja, biar lebih rileks. Kalau ada saya nanti tegang semua…” hihihi. Well, tahun-tahun kuliah di sini memang diisi dengan boling dan karaoke (selain juga minum-minum/makan-makan tentunya)

Jadi? Imelda jago dong main bolingnya? Meskipun cukup sering “strike” tapi jumlahnya masih kalah dengan “masuk got”, dan sepertinya tidak jago-jago mainnya. Cukup dengan “pernah main” aja deh. Eh tapi kalau main boling di computer game sih jago hihihi. Kadang ingin sih main lagi di Jakarta waktu mudik. Yang aku tahu dulu di Blok M ada tempat main boling, tapi sekarang tidak ada. Adik sepupuku kalau main boling jadinya di Manggala Wanabakti Bowling Center, Jl Jend Gatot Subroto. Tapi aku selama ini belum pernah ke sana. Perlu dicoba mungkin nanti kalau mudik ya…. Dari pembaca TE ada yang jago boling ngga?

Kenapa tiba-tiba aku menulis soal boling? Ya tentu saja ada alasannya, yaitu hari ini tanggal 22 Juni adalah hari peringatan untuk boling, yang ditentukan sebagai hari boling oleh “Serikat Tempat Bowling Jepang“, karena menurut sejarahnya tanggal ini di tahun 1861 tercatat sebagai hari pertama dibukanya tempat bowling di kompleks orang asing Nagasaki.

Sekaligus aku juga mau mengucapkan selamat ulang tahun kota Jakarta, tempat kelahiranku yang ke 483 tahun.

Dirgahayu Jakarta!

Summer Greetings

16 Jun

Kalau pada  tahun baru orang Jepang terbiasa untuk  mengirimkan Nengajo 年賀状 dengan kartu pos khusus yang disediakan kantor pos, sebenarnya  ada satu lagi “event” yang dianggap perlu, sampai-sampai Kantor Pos Jepang perlu membuat kartu pos khusus. Ya, Summer greeting, atau bahasa Jepangnya Shochuu mimai 暑中見舞い。

Kebetulan kemarin aku membaca bahwa tanggal 15 Juni adalah hari “shochuu mimai“. Sudah lama ya aku tidak menulis seri “Hari ini hari apa”, karena tahun lalu cukup banyak aku menulisnya. Ternyata kemarin itu adalah hari peringatan penerbitan kartu pos Summer Greeting pertama pada tahun 1950. Jadi sejak tahun 1950, orang Jepang mempunyai kebiasaan mengirim summer greeting dengan kartu pos khusus. Kalau kartu pos untuk tahun baru disebut Nengajo, maka kartu summer greeting ini disebut dengan “Kamomeru”. Perpaduan dua kata kamome (burung camar) dan meru (mail) . Musim panas memang identik dengan laut dan di laut ada burung camar bukan?

Dengan mengirim kamomeru ini, kita menyampaikan kabar kita kepada relasi dan kawan-kawan. Sebuah wadah silaturahmi dan bisa juga promosi atas produk atau barang jika pengirimnya perusahaan. Kamomeru ini juga seperti nengajo dilengkapi dengan undian berhadiah, dengan hadiah-hadiah menarik. Tapi karena musim panas juga ada akhirnya, kamomeru ini hanya dijual sampai tanggal 20 Agustus.

Bisa membeli kartu pos itu dari website kantor pos jepang

Selain mengirim kartu pos, biasanya orang Jepang juga mengirim Ochuugen お中元 berupa barang, biasanya makanan/minuman/sabun/minyak dsb kepada orang-orang yang dianggap banyak membantu, osewaninatta. Mengirimkan barang atau kartu pos seperti ini sudah menjadi kebiasaan di Jepang, meskipun memang lama kelamaan mulai berkurang. Yang menerima ochuugen dan kamomeru, sedikitnya bisa “menyejukkan” diri dalam udara panas Jepang yang lembab ini. Tahun ini aku dapat kamomeru atau ochuugen tidak ya? (haduh gimana mau dapat kalau tidak pernah kirim hihihi)

e-card dari kami, bunga sweetpea... menyejukkan ruangan

Kamera

2 Des

Senin kemarin Riku libur. Karena semestinya Sabtu lalu ada acara pertunjukan musik oleh seluruh kelas, dan batal karena ada kelas yang “diliburkan” karena terlalu banyak yang tidak masuk/sakit influenza. Dan aku sudah berjanji akan “date” bersama dia makan di MacD (tentu saja yang lebih dicari adalah mainan yang menjadi hadiah dari Happy Set. Jadi setelah antar Kai ke penitipan Himawarinya jam 10:45, kami langsung ngedate tanpa lupa utuk memotret pakai kamera HP dulu di dalam lift. Kenapa dalam lift? Karena di situ ada cermin besar dan aku pakai cara memotret pantulan aku dan Riku di cermin. Tidak ada orang untuk dimintai memotret kami soalnya. Hasilnya lumayan kan?

Dan foto ini juga lumayan menuai “komentar” di fesbuk, apalagi dari pakde, katanya:” ala maaaaak. Lift jadi ajang narsis-narsisan juga? oh my goooot.. EM…. wots wrong???” hihihi. Tapi ada juga yang mengatakan kelihatan kurus! Well… I’ll tell you what…. camera can lie… Kamera bisa berbohong. Yang jelek kelihatan cantik, yang gemuk kelihatan kurus….bahkan sebaliknya. Terlepas dari kamera itu berbohong atau tidak, kamera memang diperlukan oleh orang yang narsis. Bahkan tidak kurang dari Jeunglala, pasti tidak bisa hidup tanpa HP dan Kamera! bener ngga?

Well aku juga sama (dan aku yakin banyak juga yang seperti kami). Tak bisa hidup tanpa kamera. Bukan karena narsis (kadar narsisku kayaknya masih standar deh), tapi karena aku suka sejarah. Dan kamera membantu mengabadikan sejarah. Bayangkan kalau tidak ada kamera, bagaimana aku tahu nenek moyangku? Bagaimana rupa mereka?

sebuah foto yang menyatakan nenek moyang keluargaku sampai 4 generasi di atasku. Foto ini yang pasti dibuat sebelum 1912.

Foto atas adalah sebuah foto yang mengabadikan nenek moyang keluargaku (coutrier) sampai 5 generasi di atasku. Bapak pengantin pria (sebelah kanan) Diederik Coutrier orang belanda yang menikahi Putri Makassar bernama  Sanging Dg. Tanri ini diperkirakan merupakan pelopor “clan” coutrier di Indonesia Makassar. Foto ini aku perkirakan  dibuat kira-kira tahun 1910. Inilah sebab mengapa aku ingin sekali belajar bahasa Makassar, dan merupakan kemungkinan besar sekali (tinggal dibuktikan dengan test DNA hahaha), Aku dan Ria bersaudara dari generasi 5 tingkat di atas kami, dengan kata kunci Galesong (Kalau sudah terbukti kita tulis yuk Ri hihihi).

Mamaku dan aku hanya bisa mengenali perempuan yang melahirkan mama yaitu Oma dari foto ini. Karena Oma Julia Kepel- Mutter meninggal waktu mama berusia 1 tahun, dan dimakamkan di Yogyakarta. Aku pernah sekali nyekar ke makamnya, waktu SMP, tapi itu sudah bertahun berabad yang lalu. Ingin sekali mencari makam Oma Julia di Yogyakarta (kerkgov), selama masih ada kenalan yang hidup dan menandainya. Meskipun kami umat katolik tahu, di makam hanya ada tulang bahkan abu tanpa jiwa/roh (sebagian orang menyebut ruh, tapi yang bahasa Indonesia adalah roh). Oma Julia duduk di samping papanya, Opa Wijk Kepel di rumah di Yogyakarta tempat mama lahir dibesarkan sampai usia 6 tahun, dan setelah itu pindah ke Manado selama 10 tahun.  Yang pasti foto ini dibuat sebelum mama lahir tahun 1938. Foto yang masih kuanggap masih lebih baru dibanding foto tahun 1910. Tapi kedua foto ini menyimpan sejarah keluargaku. (Dan yang paling ribut ngurusin genealogy –silsilah keluarga– memang cuma aku hihihi… tapi kalau aku ngga ribut, mana bisa ketemu saudara di Internet coba?)

(kiri: imechan cilik, kanan: gen cilik bersama kembarannya, hayooo yang mana si gen?)

Tanpa ada kamera, tentu saja juga tidak ada foto-foto waktu aku kecil, yang imut dan… ndut bin  chubby hihihi. Dan waktu balita, aku ini ternyata narsis sekaliiii…. Tapi kenapa kok ujug-ujug (jw, tiba-tiba) Imelda cerita tentang foto dan kamera?

Ternyata tanggal 30 November lalu itu adalah hari Kamera di Jepang. Aku tahunya dari video-TV yang ada di atas lift tempat penitipannya Kai. Kamera no hi. Dan setelah aku cari di google Japan, ternyata hari ini ditetapkan sebagai peringatan untuk Kamera (bukan hari libur) oleh perusahaan Konica-Minolta) yang pada tanggal 30 November 1977 mengeluarkan kamera autofocus pertama di dunia KonicaC35AF. Sebelumnya pada tahuun 1963, pabrik yang sama telah mengeluarkan kamera AE (Auto Exposure) pertama di dunia. Dengan adanya program AE ini, siapa saja yang tidak memiliki pengetahuan fotografi bisa membuat foto, sehingga di Amerika kamera jenis ini disebut Vacation Camera, atau mungkin ada yang pernah dengar istilah Bakacon Camera (Baka= bodoh, orang bodohpun bisa memotret…..jadi kalau gagal pemotretnya lebih daripada bodoh dong ya hihihi). Bakacon mengandung bahasa “SARA” prejudice, jadi dilarang penggunaannya di Jepang (memang istilah ini untuk jaman dulu aja sih). Padahal kalau mau ditelusuri lebih jauh kamera berawal dari kamera obscura yang diketahui dalam buku “Books of Optics” (1021) karangan Ibn al-Haytham.

Sekarang hampir semua orang punya kamera, baik yang digital camera atau yang menempel di HP. Sudah jarang yang pakai film 35mm lagi ya? Aku  merasa sayang setiap melihat kamera Canon EOS Kiss non-digital (masih pakai film), karena itu adalah kamera pertama yang aku beli sendiri. Kamera non digital sekarang apa kabarnya ya?

Tanpa ada kamera, tidak ada foto dan tidak ada bukti sejarah…. Foto tertua yang kumiliki, selain kedua foto di atas, adalah foto dari kakek buyutnya Gen pada tahun 1905 (tentu saja reproduksi). Apakah kamu juga punya foto bersejarah?

(Posting ini merupakan posting yang tertunda dua hari deh… karena perlu memeriksa sumber/bukti terlebih dahulu)

Smile… Hari untuk Tersenyum

8 Agu

Memang hari ini cocok untuk menjadi Hari Tersenyum bagi bangsa Indonesia, terutama kepolisian. Karena pada hari ini, konon, Nurdin M Top yang sudah lama menjadi buron kasus-kasus pemboman, berhasil ditangkap, dikepung dan…. mati. Aku tidak akan menulis tentang ini lebih lanjut, karena ini di luar wewenangku.

Tapi hari ini, bagi orang Jepang, menjadi hari tersenyum. Semata-mata karena 8 – 8 jika ditulis dengan kanji menjadi 八八, yang mirip dengan katakana ハハ haha… suara orang tertawa. Jadilah hari ini menjadi Smile Day.

Menurut kedudukan matahari, hari ini tanggal 8 Agustus (8-8) ini merupakan hari pertama musim gugur yang disebut dengan Risshuu 立秋. Akan tetapi meskipun dikatakan awal musim gugur, hari-hari masih amat panas bagaikan puncak musim panas. Dan sejak hari ini, jika mau mengirimkan kartu pos untuk summer greetings, akan mengatakan Zansho mimaimoushiagemasu 残暑見舞い申し上げます, bukan lagi shochuu mimaimoushiagemasu 暑中見舞いもうしあげます.

Sebenarnya ada banyak peringatan hari ini tapi karena menurut saya tidak begitu menarik (lucu), saya skip saja dan menutup tulisan saya dengan satu peringatan yaitu peringatan PAPAIYA (pepaya) . Lagi-lagi ini hanya bunyi pa pa , hasil bacaan 8-8. Papaya merupakan buah mewah di Jepang, karena sulit didapat. Tapi saya tidak mau makan papaya di Jepang, karena kecil dan tidak manis…. papaya itu jika dilihat bapak saya akan diberi nama, Papaya Burung. Bukan konsumsi manusia.

Hari Laut tapi…

20 Jul

Hari ini adalah hari libur di Jepang. Hari Laut. Hari Laut ini baru tahun 1996 ditetapkan sebagai hari Laut, setelah sebelumnya dari tahun 1941 hanyalah hari Peringatan Laut (tidak libur). Mungkin ada yang menganggap aneh atau …”duh orang Jepang ngga ada kerjaan amat sih, Hari libur kok hari laut?”, tapi sebagai negara kepulauan, bukankah laut amat penting. Kita juga masih menyanyikan, “nenek moyangku orang pelaut…gemar mengarung luas samudra”, tapi pernahkah kita, orang Indonesia, memikirkan tentang laut kita?

Mengapa Menteri Murata Shogo menetapkan tanggal 20 Juli sebagai hari laut? (dulunya selalu 20 Juli, tapi sejak diberlakukan Happy Monday, tahun 2002, tanggalnya berubah-ubah.) Tanggal 20 Juli 1876 adalah hari melabuhnya Kaisar Meiji di Pelabuhan Yokohama setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah utara Jepang. Pada waktu itu, Kaisar tidak menggunakan kapal perang tetapi kapal pengamat mercu suar yang bernama Meiji Maru. (FYI: kapal Jepang selalu berakhiran Maru). Setelah itu Kapal Meiji Maru berubah fungsi menjadi kapal pelatihan.

sumber: wikipedia japan
pelabuhan Yokohama (sumber: wikipedia japan)

Sebetulnya ingin sekali kami sekeluarga pergi ke pelabuhan Yokohama, selain hari Laut, juga tahun ini Yokohama memperingati 150 tahun dibuka menjadi pelabuhan internasional. Banyak sekali kegiatan setahun ini, tapi kami belum sempat berjalan-jalan di Yokohama. Padahal yokohama adalah kampung halaman Gen, dan kota tenpat saya menimba ilmu di Jepang. Saya pribadi sangat mencintai Yokohama, meskipun belum pernah tinggal di Yokohama. Suatu kota pelabuhan tapi berbukit-bukit, modern tapi eksotik.

Ya, memang hari ini adalah hari laut, tapi maaf saya tidak bisa “melaut”, hanya mau “mengudara” supaya bisa sampai ke kampung kota halaman saya sesungguhnya, Jakarta. Sejak hari ini, saya, Riku dan Kai  mudik, dan semoga masih bisa terus menulis selama berada di kota kelahiran saya. Dan…. saya juga menanti-nantikan siapa yang akan menjadi komentator ke 7777 di Twilight Express. Jika dia berada di jakarta, maka mari kopdar. Jika tidak, silakan mengajukan permohonan ingin kenang-kenangan apa dari saya, dan akan saya kirimkan. Well, who’ll get the LUCKY Seven? Good Luck and ITTEKIMASU (I’m going)…..

Hari untuk Makan Belut!

19 Jul

Belut? Hewan yang berbentuk seperti ular itu? Memang saya tahu bahwa orang Indonesia juga makan lele, yang biasanya dimasak sebagai pecel lele.  Kalau belut saya kurang tahu. Belut dalam bahasa Jepang = Unagi, sedangkan Lele = dojo. Terus terang, pecel lele Indonesia pertama kali aku makan 3 tahun yang lalu. Di sebuah warung di daerah blok M sana, malam-malam diantar adik tersayang, Andy. (Masih ingat bro, abis itu kita pesan ragi tempe pada tukang warung itu)

Padahal dulu, ada seseorang yang pernah akrab dengan saya.,  sukaaaaa sekali makan pecel lele, dan dia bilang ….”Wah kalo aku sih bisa tuh makan sampe 3-4 ekor” (Herannya…aku ngga pernah diajak makan hihihi). Dan pernah ada orang Indonesia bertanya pada saya, “Kamu bisa makan unagi berapa ekor?”… weks..

pecel lele bukan pecel belut

Yang pasti belut atau bahasa Jepangnya Unagi itu tidak sekecil belut/lele Indonesia (baca belut di Jepang itu jauuuuh lebih besar), jadi tidak pernah kita bertanya, “Kamu bisa makan berapa ekor?”. Selain itu unagi Jepang amat mahal. Jika kita mau makan Unaju, nasi dengan unagi yang dimasukkan dalam kotak  yang enak, maka kita harus menyiapkan minimum 2000 yen. Dan itupun mungkin hanya mendapat sepotong kecil saja. Well, unagi di Jepang memang mahal. Kalau mau murah? beli unagi di pasar swalayan yang berasal dari Cina. Ada rasa ada harga!

Hari ini merupakan hari doyounoushi, suatu perhitungan kedudukan bumi dengan matahari yang sekitar 117-135 derajat, jatuh pada musim panas.  Untuk menghadapi hari-hari panas, supaya tetap kuat dan tidak natsu bate, badan lemah/sakit, maka disarankan untuk makan UNAGI yang bergizi tinggi.  Diperkirakan kebiasaan ini baru karena baru tahun 1822, kebiasaan makan unagi itu tercatat dalam karya sastra.

Menurut karya sastra tersebut, pada hari doyouno ushi, disarankan untuk makan makanan yang berawal huruf  “u”. Pada saat itu perdagangan unagi lesu, dan dengan menuliskan “hari ini doyouno ushi, makanlah unagi!”, pemasaran unagi dapat menggeliat kembali. Padahal sebetulnya makanan berhuruf awal u, bukan hanya unagi, tapi ada udon (mie putih tebal) dan udo (sejenis batang untuk sayur).  Selanjutnya kepopuleran makan unagi pada doyouni ushi ini berlanjut yang sebetulnya lebih berdasarkan komersialism (seperti coklat valentine) daripada latar sejarahnya.

Unagi di Jepang yang terkenal dengan cara masak kabayaki. Yaitu unagi yang dibelah dua menurut panjangnya itu, dioleskan dengan saus kecap racikan(Kabayaki no tare : sake 2 sdm, kecap asin shoyu 5 sdm, mirin 4 sdm, gula pasir 2 sdm, air jahe 1 sdt), kemudian dibakar, dan proses itu diulang berkali-kali. Rasa manis yang merata dan warna coklat berkilap itu memang bisa menggugah selera makan orang-orang dalam musim panas.

Unaju , nasi dengan unagi yang dimasak cara kabayaki
Unaju , nasi dengan unagi (belut) yang dimasak cara kabayaki

gambar dan keterangan tambahan dari wipedia japan.

Apa permohonanmu?

7 Jul

Hari ini adalah Festival Tanabata, keterangannya bisa dilihat di posting saya tahun lalu. Dan selalu setiap menjelang Tanabata ini, siapa saja, terutama anak-anak bisa menuliskan permohonannya di kertas yang diberi nama 短冊 tanzaku, untuk kemudian digantungkan di daun Sasa (seperti bambu halus). Jadi hari ini Riku dan Kai membawa pulang daun Sasa itu beserta permohonannya untuk ditaruh dan menjadi hiasan di rumah.

Permohonan Riku yang dia tulis sendiri adalah : “はやくはしれますように Hayaku Hashiremasuyouni Semoga bisa berlari cepat”. Sedangkan permohonan Kai, tentu saja saya yang tuliskan, “Semoga sehat selalu”.

Peringatan Tanabata yang terkenal di Jepang diadakan di Sendai, Tohoku (Jepang Utara). Bermacam hiasan tanabata yang besar-besar dapat ditemui di sana. Tahun 1994, saya pernah keliling Tohoku (Jepang Utara) untuk mengikuti 3 festival musim panas yang terkenal di Jepang, dan salah satunya adalah Tanabata ini.

Berfoto di Stasiun Sendai
Berfoto di Stasiun Sendai (jadul banget yak)

Ada satu lagu yang khusus dinyanyikan pada waktu tanabata yang berjudul “Tanabata sama”. Lagunya bisa dinikmati melalui clip dari Youtube.

1、ささの葉 さらさら  Sasa no ha sara sara
のきばにゆれる  nokiba ni yureru
お星さま きらきら ohoshisama kira-kira
金銀砂子(きんぎんすなご) kin gin sunago

2、五色(ごしき)の たんざく  goshiki no tanzaku
私が書いた  watashi ga kaita
お星さま きらきら  ohoshi sama kira-kira
空から見てる Sora kara miteru

So, di hari Tanabata ini, jika ditanya apa permohonan Anda? Anda akan menuliskan apa di Tanzaku itu? (Mungkin untuk tahun ini saya akan tulis, semoga pemilihan presiden RI esok hari bisa lancar dan aman)

Hari Tanpa Arti

13 Jun

Sudah lama aku tidak menulis tentang Hari Ini Hari Apa. Memang kebanyakan karena sudah kutulis tahun lalu, sehingga tidak ada bahan ketinggalan  untuk ditulis. Atau karena kurang menarik untuk dijadikan topik tulisan.

Tapi hari ini aku merasa tertarik untuk menulis dengan judul “Hari Tanpa Arti” karena di kalender I-googleku tercantum bahwa hari ini adalah 無意味の日 Mu-imi no hi, Hari Tanpa Arti. Lho kok? Aku  juga tidak mengerti kok sampai dijadikan hari itu, dan kalau diklik tidak ada keterangan pendukung lainnya. Hanya dikatakan bahwa merupakan permainan kata  語呂合わせ dari 6-13 mu (mustu)  – i (ichi)- mi (mitsu) jadi MUIMI, yang artinya “tanpa arti”.

Ada beberapa kanji yang melambangkan negatif seperti FU 不 HI 非 dll, tapi kali ini ingin aku bahas tentang Kanji MU 無 yang bergabung dengan kanji lain dan membentuk kata negatif yang lumayan sering dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari (di Jepang). Jadi posting kali ini mungkin tidak berguna bagi mereka yang tidak bisa bahasa Jepang.

Yang paling menggembirakan adalah kanji  MURYOU 無料, tanpa biaya alias gratis. Kemudian untuk jaman internet begini kata MUSEN 無線, tanpa kabel, alias wireless. Duh aku pengen nih ganti koneksi di rumah dengan wireless, jadi rumah bisa lebih rapihan tanpa kabel gentayangan….

Ada satu toko di Jepang yang bernama MUJIRUSHI 無印, tanpa cap. Aku pikir tadinya hmmm bagus juga ya tidak bercap, jadi barang-barangnya polos tanpa merek. Dan semestinya kalau tanpa merek, barang-barangnya murah dong. Eeee ternyata ya capnya itulah MUJIRUSHI, tanpa cap. Sama juga boong deh. Cuman memang karena barangnya simple dan classic dengan warna tanah (coklat), Gen senang memakai stationary dari merek ini.Dan kalau tidak salah, sekarang sudah ada cabangnya Mujirushi di Jakarta.

Dalam pergaulan ada dua kata yang juga sering dipakai yaitu MUSABETSU 無差別, tanpa perbedaan. Jadi merefer ke siapa saja. Sayangnya sering aku dengar kata ini berpadu dengan satsujin jiken, Musabetsu satsujin jiken 無差別殺人事件, peristiwa pembunuhan tanpa perbedaan/tanpa tujuan orang tertentu. Terutama untuk kejadian meracuni masyrakat, atau menabrakkan mobil ke kerumunan orang, atau pernah ada kejadian memasukkan racun ke dalam nasi kare di bazaar, dll. Dan kata kedua adalah MUHYOUJOU 無表情, tanpa ekspresi. Tahu kan pasti bagaimana orang tanpa ekspresi. Kayak orang bengong gitu. Apalagi kalau bersikeras tidak mau mengaku sebagai pelaku tindak kriminal.

Dalam kehidupan di jaman yang serba memikirkan kesehatan ini, kita banyak menemukan kata MUTENKA  無添加, tanpa bahan tambahan, no artificial ingridient、 MUNOUYAKU 無農薬, tanpa pestisida、dan MUCHAKUSHOKU 無着色, tanpa bahan pewarna. MUKOURYOU 無香料, tanpa tambahan pewangi. Dan yang pasti sekarang aku sudah terbiasa membeli beras MUSENMAI, 無洗米 beras tanpa dicuci, langsung dikasih air dan dimasak.

Kumpulan kata yang lain adalah  MUMENKYOU 無免許, tanpa license… seringnya merefer ke orang yang  menyetir tanpa SIM. Serupa dengan itu MUSHIKAKU 無資格, tanpa license tapi untuk suatu praktek pelayanan jasa, seperti klinik kedokteran tanpa ijin, bimbingan belajar tanpa ijin dsb. MUJOUKEN 無条件 tanpa syarat. Kalau ini mungkin cocok untuk mengatakan …Aku mencintaimu tanpa syarat…uhuuuyyy.
MUKIGEN 無期限, tanpa batas/limit (dulu sering dengar kata MUGEN POWER kan? ya dari kata mukigen ini, unlimited power) , MUKEIKAKU 無計画, tanpa rencana, MUSHUUSEI 無修正, tanpa editing/perbaikan dan MUHENKA 無変化, tanpa perubahan. Dan satu lagi waktu cari-cari ketemu kata ini, MUDENCHUKA 無電柱化 gerakan untuk menghilangkan tiang listrik di kota. Duhhh alangkah indahnya Tokyo tanpa tiang listrik yang begitu mengganggu pemandangan. Jadi listriknya didalam tanah tidak perlu ada tiang listrik. Dan kota seperti ini sekarang bisa dilihat di peninggalan kota lama Edo, yaitu di Kawagoe dan di Kurashiki. Dua tempat yang aku sukai karena seakan bisa time travel ke Jepang jaman-jaman samurai gitu. Nanti deh kapan-kapan aku tulis deh catatan perjalanan wisata di Jepang ya.

So,  bagaimana hari Anda hari ini? Apakah tidak berarti? Hariku…amat sangat berarti, karena aku melewati waktu bertiga dengan Riku dan Kai, mencuci baju sampai 3 kali karena selama ini hujan/mendung terus, membereskan rumah sambil membuat Pizza dan membaca banyak Picture Book untuk Kai. Dan juga mencari sedikit referensi untuk menulis postingan ini.

Have a good weekend!