Jul
14
Filed Under (Intermezzo, Puisi * Poem * 詩) by imelda on 14-07-2008

Hei….. aku belum pernah menulis puisi ya di sini. Kadang aku menulis puisi yang aku simpan untuk diriku saja. Sebagai intermezzo di blog ini aku pasang puisi yang pernah aku tulis beberapa tahun yang lalu.

Air Mata
tetes air mata
tanda rindu
menghias pipiku malam ini

tetes air mata
tanda cemburu
juga mengusik pikiranku

tetes air mata
tanda keangkuhan
atas usaha mengenyahkan hadirmu

berapa tetes air mata kuhabiskan
untuk hal-hal yang bodoh
tapi itulah hati seorang wanita
tak dapat kusangkal lagi

(ternyata aku masih wanita —– and trying to write something sweet)

**imelda**

May
25
Filed Under (Orang * Person * 人物, Puisi * Poem * 詩) by imelda on 25-05-2008

Aku ingin menjadi awan….

(by Kaneko Misuzu)

melayang perlahan
menjelajahi angkasa biru
dari ujung ke ujung

Waktu malam
bermain petak umpet
dengan Sang Bulan

Dan jika bosan
menjadi hujan
bersama Sang Kilat
terjun kembali
ke kolam dekat rumahku.

translated by Imelda Coutrier

雲  (金子みすゞ)

私は雲に
なりたいな。

ふわりふわりと
青空の
果てから果を
みんなみて、
夜はお月さんと
鬼ごつこ。

それも飽きたら
雨になり
雷さんを
供につれ、
おうちの池へ
とびおりる。

Read the rest of this entry »

entah kenapa aku langsung teringat peribahasa ini. Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan yang artinya tidak akan berubah. Kata lekang itu begitu kuat dalam otakku, tapi selain dalam peribahasa itu, jarang bisa ditemukan. Waktu Gen membacakan sebuah puisi dari Miyazawa Kenji yang berjudul Ame nimo Makezu (Harifiahnya tak kalah oleh hujan). Dia sedang tergila-gila sama pengarang ini. Kayaknya aku juga pernah dengar namanya tapi samar saja. Ternyata dia yang mengarang Ginga Tetsudo, sebuah cerita anak-anak, yang sering menjadi tema film. Nanti kapan-kapan aku mau baca cerita originalnya dan kalau ada waktu mau coba terjemahkan.

Waktu aku minta puisi itu ternyata aslinya tertulis dengan Kanji-katakana. Memang Miyazawa Kenji ini adalah pengarang kelahiran jaman Meiji (1896-1933) yang usianya cukup pendek hanya 37 tahun. Aku coba terjemahkan puisinya dalam bahasa Indonesia (tentu saja ala Imelda).

tak lapuk oleh hujan
tak goyah oleh angin
tak lekang oleh salju dan teriknya matahari
badan yang kuat
tak ada nafsu, tidak pemarah, dan selalu tersenyum lembut

satu hari makan nasi 4 omplong, dengan miso dan sedikit sayuran
dalam segala hal tidak memenangkan diri sendiri
lihat dan dengar dengan seksama, mengerti dan tidak melupakannya

tinggal dalam gubuk kecil di bayangan hutan pinus
jika ada anak yang sakit di timur, pergi untuk merawatnya
jika ada ibu yang lelah di barat, pergi membantu
jika ada orang sekarat di selatan, pergi dan mengatakan tidak usah takut
jika ada orang yang berkelahi atau menggugat di utara, pegi dan katakan hentikan perbuatan tak berguna itu

waktu matahari terik, menitikkan air mata
Pada dinginnya musim panas, berjalan dengan teguh
dikatakan sebagai makhluk sia-sia oleh semua orang
tanpa pujian, dan tanpa derita

Saya ingin menjadi orang seperti itu

(baca tulisan aslinya bisa pusing deh)
〔雨ニモマケズ〕
宮澤賢治

雨ニモマケズ
風ニモマケズ
雪ニモ夏ノ暑サニモマケヌ
丈夫ナカラダヲモチ
慾ハナク
決シテ瞋ラズ
イツモシヅカニワラッテヰル
一日ニ玄米四合ト
味噌ト少シノ野菜ヲタベ
アラユルコトヲ
ジブンヲカンジョウニ入レズニ
ヨクミキキシワカリ
ソシテワスレズ
野原ノ松ノ林ノ蔭ノ
小サナ萓ブキノ小屋ニヰテ
東ニ病気ノコドモアレバ
行ッテ看病シテヤリ
西ニツカレタ母アレバ
行ッテソノ稲ノ朿ヲ負ヒ
南ニ死ニサウナ人アレバ
行ッテコハガラナクテモイヽトイヒ
北ニケンクヮヤソショウガアレバ
ツマラナイカラヤメロトイヒ
ヒドリノトキハナミダヲナガシ
サムサノナツハオロオロアルキ
ミンナニデクノボートヨバレ
ホメラレモセズ
クニモサレズ
サウイフモノニ
ワタシハナリタイ

*** Kalau melihat tulisan Kanji-katakana begini aku jadi teringat mimpi buruk waktu aku menulis thesis. Semua dokumen asli yang aku harus baca seperti ini…hiks… Maklum penelitian tentang jaman perang sih.

Feb
02

Suzu

oleh Kaneko Misuzu

Walaupun aku melebarkan kedua sayapku

takkan pernah aku bisa terbang ke langit

Burung yang bisa terbang di langit

tidak seperti aku yang bisa berlari cepat di darat.

Meskipun aku menggoncangkan badanku

tak bisa keluar suara yang indah

tapi lonceng yang berbunyi indah seperti itu

tidak tahu lagu sebanyak yang kutahu.

lonceng, burung kecil….kemudian aku

semua berbeda

tapi semua baik adanya.

わたしと小鳥とすずと
金子みすず
わたしが両手をひろげても、
お空はちっともとべないが、
とべる小鳥はわたしのように、
地面をはやくは走れない。

わたしがからだをゆすっても、
きれいな音はでないけど、
あの鳴るすずはわたしのように
たくさんなうたは知らないよ。

すずと、小鳥と、それからわたし、
みんなちがって、みんないい。

Puisi ini dipakai untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang pluralism. Terutama dalam jaman global seperti sekarang ini. Kita harus terima perbedaan apa adanya.

Saya membaca puisi ini di dalam bus kota dan merasakan keindahan kata-katanya. Sayangnya setelah saya cari tentang si pencipta, diketahui bahwa dia meninggal karena bunuh diri. Memang banyak budayawan di Jepang yang bunuh diri.

Saking eksentrik??? entahlah ….