Keropeng (かさぶた)

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本

Photobucket

Duhhh tahu tidak artinya Keropeng itu apa? Saya baru temukan kata itu setelah cari arti kata かさぶた kasabuta di kamus Inggris, ketemu “scab” dan cari di kamus Inggris-Indonesia ketemu kata keropeng. Biasanya sehari-hari saya pakai kata borok…. “Jangan dikopek-kopek, nanti borokan” begitu ibu saya katakan setiap saya mau kopek bekas luka yang telah mengering itu.

Memang aneh ya orang Jepang, kok keropeng saja dijadikan tema untuk Picture Book. Tapi pasti setiap anak (bahkan sampai kita besarpun) pernah jatuh, lalu luka itu mengering, lalu punya perasaan untuk mengopeknya….
Kasabuta….toritainaaaa, toritainaaa かさぶた・・・とりたいなぁ。 Keropeng itu apa? Darah? Kotoran? atau daging? にく?かさぶた・・・にく・・・じゃぁ「ぶたにく」hahaha Kasabuta =daging babi (buta). Saya tertawa keras bersama anak saya.

Buku ini menjelaskan tentang terjadinya luka yang disampaikan secara gamblang sehingga mudah dimengerti anak-anak. Pemikiran seperti ini juga mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis. Kenapa begini, kenapa begitu? Dan kadang-kadang pertanyaan itu membuat kita bingung untuk menjawab. Tapi saya senang sekali kalau Riku bertanya sesuatu kepada saya, sehingga kalau saya tidak bisa menjawab, saya akan cari terus jawabannya dan membuat saya “belajar” lagi. Seperti kemarin di taksi, dia bertanya, “Mama, zero (0) itu apa?…

Buku ini dikeluarkan penerbit Picture Books terkenal di Jepang, Fukuinkan Shoten seharga 880 yen (Rp. 63000). Mahal juga untuk kantong saya, tapi apalah artinya uang jika kita bisa terhibur dan menjadi pintar sekaligus.

Aida Mitsuwo 相田みつを

Author: imelda  //  Category: Orang * Person * 人物, Sastra * Literature * 文学

Pertama kali saya mengenal karya Aida Mitsuwo 相田みつを waktu saya sedang kusut dan lelah belajar. Saya harus menulis thesis dalam bahasa Jepang hanya dalam waktu 1 tahun kurang, padahal banyak sekali dokumen yang harus saya baca. Dan, yang menyulitkan dokumen-dokumen itu berbahasa Jepang lama (belum kuno, karena sudah masuk ke 1930 an). Penulisan Kanji yang lebih rumit daripada sekarang ditambah katakana berderet-deret untuk

  • kalimat mengenai peraturan/perintah dari tentara Jepang. Mumet…ribet… putus asa. Lalu mulai berpikir masa depan, bagaimana setelah lulus. Apakah akan tinggal di sini terus atau pulang ke negeri tercinta? Nah, tepat saat demikian, saya bertemu karya Aida Mitsuwo yang berjudul IMA GA DAIJI.

    Ima ga Daiji

    Yang paling penting adalah SEKARANG.

    Langsung saya terhenyak dan merasa lega…. karena sebenarnya saya tidak usah terlalu memikirkan masa depan. Semuanya ada waktunya. Memang dalam Alkitab tertulis : Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?(Mat 6:25-26). Tapi namanya manusia kadang perasaan lebih mendominasi. Dan bertemu dengan kata-kata ini, sangat melegakan hati saya dan sejak itu menjadi pedoman bagi saya. Yaitu untuk menghargai saat ini.

    Kemudian saya membeli dua buah buku karyanya, yang mungkin lebih tepat disebut Kumpulan Puisi/Kaligrafi nya, yaitu yang berjudul : 「にんげんだもの」(Saya manusia biasa) dan 「しあわせはいつも」 (Kebahagiaan selalu…)

    Photobucket

  • しあわせはいつもじぶんのこころがきめる(みつを)
    ( Kebahagiaan selalu ditentukan oleh hati kita sendiri)

  • keduanya diterbitkan oleh 文化出版局 seharga 1500 yen dan 1700 yen. Cukup mahal menurut saya sehingga saya tidak membeli kumpulannya yang lain untuk melengkapi koleksi saya.Tetapi waktu saya mengatakan kepada beberapa teman jepang saya, bahwa saya suka Aida Mitsuwo, mereka tidak begitu antuasias. Saya heran…mengapa? Lalu seorang teman mengatakan “Saya tidak tahu siapa dia. Dia bukan pemuka agama, tapi seakan-akan menasehati orang-orang. sok tahu. lagipula tulisan dia (kaligrafi) nya sama sekali tidak bagus! Mungkin kalau dia pemuka agama, saya akan suka. Tapi dia bukan apa-apa. Dan dengan kata-katanya dia, dia menjadi terkenal dan kaya…huh…”Saya mulai menyelidiki tentang Aida Mitsuwo ini, dan memang dia bukan pemuka agama, tapi pernah mempelajari agama Buddha. Dia lahir di daerah Tochigi 20-5-1924 dan meninggal tahun 1991 pada usia 68 tahun akibat stroke. Dan untuk mengenang dia, ada sebuah museum yang memamerkan karyanya di basement Tokyo Forum. Tetapi waktu saya cari potretnya, saya tidak menemukan apa-apa…. ini juga membuat saya heran.

    Dia memang bukan pemuka agama. Tulisannya juga tidak begitu bagus (Pertama melihat tulisannya saya sangka dia menderita cacat). Tapi kata-katanya datang pada saat yang tepat, sehingga saya tetap teringat pada kata-katanya dalam kehidupan saya di Jepang.

    Kata-katanya yang lain yang juga bagus menurut saya:

    セトモノとセトモノとぶつかりっこするとすぐこわれちゃう
  •  どっちかやわらかければ だいじょうぶ
     やわらかいこころを 持ちましょう
  • Keramik dan keramik, jika bertabrakan langsung pecah
  • Jika salah satunya lembut tidak akan pecah
  • Marilah kita mempunyai hati yang lembut
  • Makenaide- Jangan mau kalah

    Author: imelda  //  Category: Lirik lagu * Song Lyric * 歌詞, Orang * Person * 人物

    Sebuah lagu dari penyanyi kelompok ZARD, yang vokalnya Izumi Sakai meninggal 3 hari lalu karena jatuh di tangga rumah sakit. Entah dia benar jatuh atau bunuh diri, karena dia divonis menderita kanker. Seorang wanita berusia 40 tahun yang bersahaja, sederhana dan lagu-lagu ciptaanya terkenal dengan lirik berbau puisitis. Saya juga termasuk fans penyanyi ini. Terutama sebuah lagu “Kono ai ni oyogitsukaretemo” (meskipun aku lelah terapung dalam cinta seperti ini)

    Saya kenal dengan lagu-lagunya karena memang saya selalu suka dengan lagu yang ‘tidak cengeng’ tapi indah kata-katanya dan sederhana melodinya. Lagu makenaide ini mencapai hit di tahun 1993, dan merupakan lagunya yang paling populer dibanding lagu-lagunya yang lain. Dan lagu ini juga menyimpan memory bagi saya sendiri karena lagu ini dikirimkan oleh mantan pacar (sekarang suami saya) sebagai support waktu saya mengalami masa-masa sulit dalam menulis thesis dalam bahasa Jepang. Jangan mau kalah….goal itu sudah terlihat, tinggal sedikit lagi…

    Berikut adalah lirik lagu Makenaide yang saya coba terjemahkan dalam bahasa Indonesia. terjemahan bebas sebebas-bebasnya hihihi.


    Ada suatu saat dimana pandangan itu berlawanan
    Pasti kau ingat masa-masa bahagia
    jatuh cinta pada musim bak warna pastel
    tetaplah seperti kamu yang berkilauan hari itu

    Jangan mau kalah
    sedikit lagi
    larilah sampai akhir
    bagaimanapun kita terpisah jauh
    hatiku ada dekatmu
    kejarlah mimpi itu

    Apapun yang terjadi pasang muka acuh saja
    kasih liat bahwa kamu pasti bisa
    berdansalah denganku malam ini
    sekarangpun aku masih suka padamu
    janganlah lupa

    jangan mau kalah
    lihatlah di situ goal sudah dekat
    bagaimanapun kita terpisah jauh
    hatiku ada dekatmu
    rasakanlah pandangan mata ini

    hmmm 40 tahun, masih muda, masih bisa banyak berkarya… semoga arwahnya tenang di sana.

    tentang ZARD : http://wezard.net

    Aku, burung kecil dan lonceng

    Author: imelda  //  Category: Orang * Person * 人物, Puisi * Poem * 詩

    Suzu

    oleh Kaneko Misuzu

    Walaupun aku melebarkan kedua sayapku

    takkan pernah aku bisa terbang ke langit

    Burung yang bisa terbang di langit

    tidak seperti aku yang bisa berlari cepat di darat.

    Meskipun aku menggoncangkan badanku

    tak bisa keluar suara yang indah

    tapi lonceng yang berbunyi indah seperti itu

    tidak tahu lagu sebanyak yang kutahu.

    lonceng, burung kecil….kemudian aku

    semua berbeda

    tapi semua baik adanya.

    わたしと小鳥とすずと
    金子みすず
    わたしが両手をひろげても、
    お空はちっともとべないが、
    とべる小鳥はわたしのように、
    地面をはやくは走れない。

    わたしがからだをゆすっても、
    きれいな音はでないけど、
    あの鳴るすずはわたしのように
    たくさんなうたは知らないよ。

    すずと、小鳥と、それからわたし、
    みんなちがって、みんないい。

    Puisi ini dipakai untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang pluralism. Terutama dalam jaman global seperti sekarang ini. Kita harus terima perbedaan apa adanya.

    Saya membaca puisi ini di dalam bus kota dan merasakan keindahan kata-katanya. Sayangnya setelah saya cari tentang si pencipta, diketahui bahwa dia meninggal karena bunuh diri. Memang banyak budayawan di Jepang yang bunuh diri.

    Saking eksentrik??? entahlah ….

    Kawa no Nagare no youni ( Like the river’s flow)

    Author: imelda  //  Category: Lirik lagu * Song Lyric * 歌詞, Uncategorized

    kamikochi

    kamikoochi, 3 Nov 2007

    Sebuah lagu yang dinyanyikan Misora Hibari.Liriknya begitu indah dan tepat….

    Tanpa disadari, kita berjalan terus

    melewati jalan yang kecil dan panjang ini

    Jika kita menoleh ke belakang

    terlihatlah di kejauhan kampung halaman kita.

    jalan yang berlubang-lubang

    jalan yang berkelok-kelok

    yang tidak terdapat dalam peta

    Begitulah juga hidup

    Ah, bagaikan aliran sungai

    perlahan-lahan melewati berapa masa

    Ah, bagaikan aliran sungai

    tanpa henti hingga senja menghias angkasa

    Hidup itu bagai perjalanan

    jalan yang tak ada henti

    didampingi kekasih hati

    mencari mimpi bersama

    dalam jalan berlumpur

    yang dibasahi hujan

    entah kapan pasti akan cerah kembali

    Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

    kita serahkan badan ini

    Ahhh, bagaikan aliran sungai

    berlalu terus sepanjang musim

    menanti salju mencair

    Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

    kita serahkan badan ini

    Ahhh, bagaikan aliran sungai

    sampai kapanpun

    sambil mendengarkan kemercik penuh damai

    知らず知らず 歩いてきた
    細く長い この道
    振り返れば 遥か遠く
    故郷(ふるさと)が見える
    でこぼこ道や 曲がりくねった道
    地図さえない それもまた人生
    ああ 川の流れのように ゆるやかに
    いくつも 時代は過ぎて
    ああ 川の流れのように とめどなく
    空が黄昏(たそがれ)に 染まるだけ

    生きることは 旅すること
    終わりのない この道
    愛する人 そばに連れて
    夢 探しながら
    雨に降られて ぬかるんだ道でも
    いつかは また 晴れる日が来るから
    ああ 川の流れのように おだやかに
    この身を まかせていたい
    ああ 川の流れのように 移り行く
    季節 雪どけを待ちながら

    ああ 川の流れのように おだやかに
    この身を まかせていたい
    ああ 川の流れのように いつまでも
    青いせせらぎを 聞きながら

    Pages: Prev 1 2 3 4 5