Sabtu dengan pertentangan batin

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本, Catatan Harian * Diary * 日記

aneh sekali judulnya ya… Tapi emang sepertinya Sabtu ini (9 Agustus) banyak pertentangan batinnya. Antara ingin maju ke depan, tapi seakan-akan ditarik mundur dan ingin mengenang masa lalu. Bermula dari pernyataan seorang teman di MP, “Mel, aku juga belakangan ini jadi agak males step back in time.” Kita termasuk orang-orang pencinta lagu-lagu 80-an dan selalu hunting musik lama yang langka. Sampai cari di toko loak, dan kalau ada satu yang sudah dapat akan upload di MP share dengan contactnya saja. Well, aku juga tidak sampai segitunya, ubek-ubek Aquarius saja sudah cukup. Dan sampai detik ini saya belum membeli CD jadul satu lembarpun.

step back in time…. perlukah? hanya untuk nostalgia….tapi juga membangkitkan kenangan lama. Untungnya saya tidak mempunyai lagu-lagu lama yang bisa dikaitkan dengan sebuah memori tertentu, yang bila mendengarnya bisa membuat menangis terharu-biru. Atau memang saya sudah mati rasa.
Well, seperti kata teman saya itu…step back in time mungkin tidak boleh sering-sering, dan dilakukan dalam kondisi hati yang sedang riang saja.

Sesudah menulis posting tentang pergi ke Cafe Pisa, lalu saya online di YM sebentar, dan bang Hery buzz saya tanya apakah hari ini ada reuni dengan sastra Jepang. Well, sebetulnya memang kita berencana untuk bertemu lagi makan siang. Tapi satu-per-satu anggotanya menyatakan tidak bisa. Untung saya belum pesan tempat juga, so… tidak jadi reunian nya. Kosong hari ini. Karena kebetulan Mbak Yuli bisa dan mau bertemu, Saya janjian dengan bang Hery bertemu di Starbuck Senayan City, jam 4 sore. Untung saja kita bertiga jadi bertemu, sehingga hari Sabtu ini bisa saya pakai dengan efisien (baca ngga bete di rumah). Dengan badan yang segar sudah dipijit Yu Tum, 20 menit ke Senayan City (lamaan cari taksinya deh). Dan memang jalanan macet.

Ngalor ngidul bercerita (maaf ya Bang dan si mbak yang cantikdan pintar …kebanyakan saya yang bicara) sambil makan es krim lewat jam 6:30. Karena si abang sudah capek nyetir, kita berpisah di lantai 3 tanpa makan malam bersama (ngga jadi deh makan di Ootoya). Hmmm lalu ada waktu banyak untuk jalan sendirian dan window shopping. Terus terang, window shopping bukan sifat saya. Ngga betah. Tapi waktu saya lihat ada toko buku internasional, saya masuki toko itu. Siapa tahu ada novel bagus, pikir saya. Sambil melihat-lihat buku-buku yang dipajang…. saya merasa kok saya berbeda dengan dulu. Tidak ada buku yang menarik untuk saya ambil dan paling sedikit baca sinopsisnya. Buku-buku yang dipajang berwarna pastel, kebanyakan bercerita soal cinta, anak muda dan backpacker, perjalanan…. (Kalau trilogynya Andrea Hirata sudah dibelikan Melati san jadi saya tidak usah beli lagi). Huh… kenapa tidak ada satu judulpun yang menarik sih? Sempat terpegang buku tentang Tarot yang pasti dibeli si Lala, seharga Rp100.000…. tapi masak aku saingan sih belajar Tarot sama Lala heheheh.

Ada deretan bukunya Agatha Christie…. sudah punya dan sudah baca semua. Ada buku2 komputer, ….tidak menarik (bagaimana cara Hacking…. buat apa coba?). Ada ceritanya Marga T, tapi cuman ada buku 4-5 nya saja…. Hmmm bete bener deh. Lalu saya kembali ke bagian pintu masuk dan bertemu dengan novel bahasa Inggris dengan judul Twilight. Wow judul blog saya…. The twilight saga…. Cerita tentang cinta seorang wanita dengan vampire. Cinta lagi…huh saya pikir but karena gaya cerita di sinopsisnya kelihatan bagus… ingin aku beli. Lihat harganya Rp169.000 dengan ketebalan seperti kamus Inggris heheheh. Satu buku tuh (mungkin sekitar 10 $ ya….) Dan saya ingin beli semua seri…berarti itu bisa menyita seperempat koper. So…hasilnya… saya batalkan beli, dan akan pesan melalui amazon saja sekembali di Tokyo. Memang lebih murah sedikit jika membeli di Indonesia, dibanding di Jepang. Tapi beratnya itu loh. Saya masih ada satu novel untuk persediaan baca di dalam pesawat, jadi cukuplah itu.

Sesudah dari toko buku, masuk toko CD dan beli DVD film Indonesia yang saya belum punya untuk koleksi. (Paling nanti Melati san yang nonton ya hehehhe)…. Dan pulang dengan rasa ingin tahu buku Twilight tadi. Cari-cari di web dan ketemu web pengarangnya Stephenie Meyer. Ada yang pernah baca? Kelihatannya novel ini akan difilmkan juga ya. Hmmm horor tapi romance… trus bacanya malam-malam hihihihi. terus bayangin vampirenya datang…terus …. ahh aku bayangin si Zorro aja deh (my hero when i was 7 y.o)

Softly he brushed my cheek, then held my face between his marble hands.’Be very still,’ he whispered, as if I wasn’t already frozen. Slowly, never moving his eyes from mine, he leaned toward me. Then abruptly, but very gently, he rested his cold cheek against  the hollow at the base of my throat.

As Shakespeare knew, love burns high when thwarted by obstacles. In Twilight, an exquisite fantasy by Stephenie Meyer, readers discover a pair of lovers who are supremely star-crossed. Bella adores beautiful Edward, and he returns her love. But Edward is having a hard time controlling the blood lust she arouses in him, because–he’s a vampire. At any moment, the intensity of their passion could drive him to kill her, and he agonizes over the danger. But, Bella would rather be dead than part from Edward, so she risks her life to stay near him, and the novel burns with the erotic tension of their dangerous and necessarily chaste relationship.

Meyer has achieved quite a feat by making this scenario completely  human and believable. She begins with a familiar YA premise (the new kid in school), and lulls us into thinking this will be just another realistic young adult novel. Bella has come to the small town of Forks on the gloomy Olympic Peninsula to be with her father. At school, she wonders about a group of five remarkably beautiful teens, who sit together in the cafeteria but never eat. As she grows to know, and then love, Edward, she learns their secret. They are all rescued vampires, part of a family headed by saintly Carlisle, who has inspired them to renounce human prey. For Edward’s sake they welcome Bella, but when a roving group of tracker vampires fixates on her,the family
is drawn into a desperate pursuit to protect the fragile human in their midst. The precision and delicacy of Meyer’s writing lifts this wonderful novel beyond the limitations of the horror genre to a place among the best of YA fiction. (Ages 12 and up) –Patty Campbell

Memorabilia #2

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本, Sastra * Literature * 文学

Apakah Anda masih ingat atau pernah diberitahu orang tua Anda, apa judul buku (bergambar) yang pertama kali didongengkan orang tua pada Anda waktu masih kecil? Orang tua saya sibuk sekali waktu saya kecil. Bapak saya seperti bapak-bapak muda lainnya sedang sibuk meniti karir di perusahaan. Bahkan sering mengikuti training ke luar negeri. Otomatis yang tinggal di rumah, yaitu ibu saya yang harus menyelenggarakan roda rumah tangga sendirian. Dan pastinya kerja di rumah itu tidak ada habisnya (ini saya alami sekarang). Jadi sangatlah jarang kami dibacakan dongeng oleh mama. Buku dongeng yang dibacakan adalah sebuah buku berbahasa Belanda yang diberikan saudara kami. Kumpulan dongeng seperti Upik Abu dsb. Mama akan membacakannya dengan menerjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia. Kami akan memilih bagian mana yang kami minta bacakan. Tapi kadang karena mama sudah lelah, ceritanya sering tidak “nyambung”, dan mama tertidur. Kami bangunkan, “ma…apa lanjutannya?”… Bayangkan kalau kemudian mama berkata, “Iya, kemudian Yusuf naik tembok…” (gubraaak). Biasanya kalau begitu, kami tahu diri dan akhirnya tidur tanpa mendengar kelanjutan ceritanya.

Nah dalam liburan kali ini, saya menemukan buku itu. Tertanggal 20 desember 1974, hadiah dari Opa Luke dan Oma Alie yang tinggal di Belanda. Memang adik dari Oma Alie ini adalah pengarang buku cerita anak-anak di Belanda. Isi ceritanya:

  • De schone slaapster in het bos (Putri Tidur)
  • Roodkapje (Si topi merah)
  • Blauwbaard (Jenggot Biru)
  • De gelaarsde kat (Kucing bersepatu Laars)
  • De feeen (Peri)
  • Assepoester (Si Upik Abu)
  • Riket met de Kuif (Riket si Jambul)
  • Klein Duimpje (Si Jempol Kecil)
  • Griseldis (griseldis)
  • De dwase wensen(Orang gila)
  • Ezelsvel (Kulit keledai)

Selain Upik Abu, Si Topi Merah dan Putri Tidur, yang lain kurang saya ingat. Terutama si Jenggot Biru, sepertinya agak mengerikan. Nanti mau coba baca sendiri aaahhh.

Puisiku

Author: imelda  //  Category: Intermezzo, Puisi * Poem * 詩

Hei….. aku belum pernah menulis puisi ya di sini. Kadang aku menulis puisi yang aku simpan untuk diriku saja. Sebagai intermezzo di blog ini aku pasang puisi yang pernah aku tulis beberapa tahun yang lalu.

Air Mata
tetes air mata
tanda rindu
menghias pipiku malam ini

tetes air mata
tanda cemburu
juga mengusik pikiranku

tetes air mata
tanda keangkuhan
atas usaha mengenyahkan hadirmu

berapa tetes air mata kuhabiskan
untuk hal-hal yang bodoh
tapi itulah hati seorang wanita
tak dapat kusangkal lagi

(ternyata aku masih wanita —– and trying to write something sweet)

**imelda**

Kei-chan dari Pemandian Fukunoyu

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本, LIVING in Japan

Posting ini sudah pernah saya post dengan judul Posting Review. Dan entah kenapa, mungkin karena judulnya, banyak sekali yang akses ke sini. Dan ternyata banyak yang tertangkap akismet, alias mereka itu spam yang banyak mencantumkan link jorse. Saya pikir mereka tidak mungkin membaca seluruh isi yang memang tentang mandi….apalagi dalam bahasa Indonesia. Jadi saya pikir yang masalah ada judul dari potingannya yaitu “posting review”. Karena itu saya pikir, saya mau ganti judulnya dan mau lihat apakah masih banyak spam yang akan melihat posting ini meskipun sudah diganti judul. Kalau memang masih banyak maka berarti mereka memang bisa membaca isinya hehehe. Posting ini hanya ada 1 yang mengomentari yaitu Bang Hery. Saya masukkan di paling bawah saja ya bang.

Kei chan dari Pemandian Fukunoyu.


Pasti mereka yang tinggal atau datang ke Jepang, atau paling sedikit pernah membaca kebudayaan Jepang mengetahui bahwa di Jepang ada Sento atau pemandian umum. Sulit sekali bagi orang Indonesia untuk bisa masuk ke Sento, karena faktor kebudayaan. Saya rasa bahkan yang tinggal di desa pun, yang terbiasa mandi di sungai pun belum tentu bisa mandi bersama-sama di sini. Karena untuk bisa mandi bersama di Sento Jepang ini, Anda harus bisa berbugil ria.

Begitu masuk pemandian umum ini, kita akan mendapatkan dua pintu. Ruangan untuk laki-laki dan ruangan untuk perempuan. Di dalam ruangan biasanya ada tempat untuk membuka baju, lalu baju kita masukkan , keranjang yang tersedia. Setelah itu baru masuk ke tempat mandi berupa kolam besar dan beberapa keran/shower di bagian dindingnya. Kita harus membersihkan badan dengan sabung dahulu di keran-keran tersebut baru nyemplung ke dalam kolam yang berisi air panas. Biasanya panasnya antara 40-45 derajat. Dengan berendam di air panas ini, otot-otot yang tadinya kaku bisa dikendurkan.

Orang Jepang sangat suka mandi bersama. Entah itu di Sento atau di Onsen (hot spring). Dengan menanggalkan benang di tubuh, berarti Anda membuka diri. Tidak jarang orang menceritakan hal-hal pribadi sambil masuk sento dan mandi bersama. Sehingga ada 2 hal yang menjadi syarat utama jika Anda ingin bisa diterima dalam masyarakat Jepang yaitu sento dan minum alkohol bersama (nomikai). Dalam keadaan telanjang dan dalam keadaan mabok, you can show the real you, and you can see the real him/her/them.

Ada satu buku bergambar untuk anak-anak yang diterbitkan penerbit Fukuinkan yang menggambarkan pemandian umum ini. Buku ini menceritakan anak perempuan bernama Kei. Keluarganya mengelola pemandian umum sento. Diceritakan bagaimana kerja satu hari sebagai pengelola sento lengkap dengan denah/ gambar keadaan sento tersebut. Setahun sekali gambar yang ada di dinding kamar mandi perempuan dan laki-laki akan diganti.Karena membaca buku ini, Riku, anak saya yang berumur 4 tahun ingin sekali ke sento, dan sekarang sudah terbiasa ke sana.

Berikut ada beberapa percakapan antara Riku dan papanya. Karena diterjemahkan maka mungkin tidak lucu lagi.

melihat gambar orang mengecat dinding pemandian:

俺:ほら、R。こんなにたかいハシゴにのぼって描いてる。
Liat. Orang ini naik tangga yang tinggi untuk menggambar di dinding.
R:地球より大きな絵だったらたいへんだよね。にじゅうろく時間もかかっちゃうよ。
Wah, kalau gambarnya besar lebih besar dari bumi susah ya. Butuh waktu 26 jam. (entah kenapa Riku suka angka 26)
俺:R,一日って何時間か知ってる?
Riku tau ngga satu hari ada berapa jam?
R:知らない。
Nggak tau.
俺:24時間しかないんだよ。
Ada 24 jam loh
R:ええ?にじゅうよじかんしかないの?
Apa? Cuman ada 24 jam aja?

Melihat gambar dalam pemandian untuk perempuan
R:どうしておんなのひとしかいないの?
Kenapa sih cuman ada perempuan aja?
俺:この絵を描いた人が女の人だからだよ。おばあちゃんとかおばちゃんばかりだろう?男湯の絵はRが描いてくれ。
Iya soalnya yang bikin buku ini kan perempuan. Jadi lebih banyak nenek-nenek dan ibu-ibu. Makanya nanti Riku aja yang gambar pemandian laki-laki.
R:かけないよ。パパが描いてよね。上手に描いてよね。
Ngga bisa. Papa aja yang gambar. Gambar yang bagus ya.

Melihat ada dinding pembatas antara pemandian perempuan dan laki-laki
俺:男湯と女湯は壁でわかれているんだよ。はずかしいからさ。
Nih lihat, antara pemandia perempuan dan laki-laki ada dinding pembatas kan. Soalnya malu.
R:じゃあさぁ、壁が倒れちゃったらおへそとかおっぱいとかみえちゃうの?
Kalo gitu, kalo dindingnya roboh, keliatan dong ya pusar dan tet*k
俺:壁が倒れたらすぐにおちんちん隠せよ。
Makanya kalo dindingnya roboh, langsung tutup t*titnya yah.
R:きゃはは。
Hahahaha….

Pemandian laki-laki
俺:ほら、この子がばちゃばちゃしてるからこのおじさん怖い顔してるだろう?Rはやっちゃだめだぜ。
Liat tuh, anak laki ini main-main di kolam, jadi si om yang ini keliatan galak kan. Riku ngga boleh main-main kayak gini ya.
R:だれがいちばんつよいの?このおじさん?
Siapa yang paling kuat di sini? om yang ini?
俺:そりゃあ、こっちのイレズミのおじさんだよ。このおじさんにお湯かけたら殺されるぜ。ぜったいするなよ。
Wah yang pasti om yang pake tato ini. Kalo siram air ke om ini pasti dibunuh deh. Jangan ya.
R:うん。わかったー。
Oooo. OK.

Ada beberapa pemandian umum yang melarang orang bertato untuk masuk. Alasannya membuat tamu-tamu yang lain takut….

********************

Komentar dari Bang Hery:

Wah, kirain dicampur antara pemandian laki dan perempuan. Oo,jadi ngeres. Tapi, meskipun sama-sama laki2 di Indonesia memang belum bisa diterima pemandian sejenis ini. Terutama terkendala faktor agama kali ye…

ada juga pemandian campur, misalnya di hot spring, tapi biasanya kalau campur ya tidak telanjang bulat. Pake handukan gitchu…kecuali kalo yang ada cuman berdua hihihi….ngeres deh. Ada juga pemandian hot spring di alam terbuka, yang bisa disewa untuk berdua aja hihihi…kok hahahahihihi jadinya ya. Mungkin karena faktor agama juga, tapi yang tinggal di pedalaman bagaimana kalau mandi di sungai. Terus terang saja saya pernah ke Bali 20-an tahun yang lalu, lalu lagi naik mobil melewati sungai. Banyak laki-laki mandi dan telanjang bulat (bukan anak-anak loh) wah shock saya pertama kali liat hihihi.

From Posting Review, 2008/05/10 at 2:03 PM

Tempat tidur si Kacang Babi

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本, Opini 意見

Wah kok kacang babi sih? Tenang saja, yang ini tidak haram karena tidak ada hubungannya dengan babi. Mungkin pernah menjadi pakan babi. Dan memang mungkin orang Indonesia tidak kenal pada kacang babi ini. Kalau di Jepang banyak dikonsumsi, namanya Soramame . Tapi sebetulnya bisa diproduksi di Indonesia juga loh. Dan sudah termasuk dalam daftar komoditi binaan Departemen Pertanian. Nama Latinnya Ficia Faba L. Nah si kacang babi ini yang akan menjadi primadona dalam buku bergambar Picture Book yang akan aku ulas hari ini.

Seperti yang sudah saya katakan di postingan tentang si Black Crayon, aku bakal nge-fans pada Nakaya MIwa (kelahiran 1971) yang juga pengarang buku “Tempat Tidur si Kacang Babi” ini. Siapa sih yang terpikir untuk mengangkat jenis kacang-kacangan ini menjadi tokoh karakter dalam bukunya. “Soramame-kun no Beddo” menceritakan tentang kacang Babi ini yang mempunyai tempat tidur yang empuk karena dalam kenyataannya Anda juga bisa merasakan bahwa kulit kacang babi ini empuk (seperti pete deh).  Di bagian dalamnya terdapat lapisan seperti kapas putih bagaikan awan. Nah tempat tidur ini bagi soramame-kun merupakan hartanya yang paling berharga. Jadi ketika Edamame (kacang Eda) datang untuk pinjam tempat tidurnya, Soramame-kun menolak dengan tegas, “tidak boleh! Ini hartaku”.

Edamame Green Peas

edamame(kiri)   —– green peas(kanan)

Kemudian green peas juga datang dan minta ijin untuk meminjam tempat tidur Soramame-kun, dan tentu saja tidak boleh “Jangan , kalau begitu banyak masuk , tempat tidurku rusak”. Kemudian datanglah Sayaendo, si Kacang Kapri untuk meminjam tempat tidurnya. “Tidak boleh, kamu terlalu besar!” . Lalu  yang terakhir datanglah si Kacang Tanah. “Jangan, Kamu paling cocok tidur di tempat tidurmu yang keras itu!”.

Pada suatu hari, Soramame-kun tidak menemukan tempat tidurnya. Tempat tidurnya hilang ntah kemana. Dia mencari kemana-mana…. Dia bertanya pada Edamame, GreenPeas, Kacang kapri dan Kacang tanah. Semua tidak tahu, “Rasain, dia tidak mau pinjami kita sih“…. Semua menyalahkan keangkuhan Soramame-kun.

Tapi hari semakin gelap, semua menjadi kasihan pada Soramame-kun karena tidak ada tempat tidur. Mereka menawarkan tempat tidur mereka pada Soramame-kun. TAPI….

Tempat tidur Edamame …. terlalu kecil

Tempat tidur GreenPeas ….terlalu sempit

Tempat tidur Kacang kapri …. terlalu tipis

Tempat tidur Kacang Tanah…. terlalu keras

hmmmm memang tempat tidurku yang paling enak!!!

Soramame-kun berhari-hari mencari tempat tidurnya….hingga suatu hari dia menemukan tempat tidurnya. Tapi seekor burung puyuh mendudukinya. Waaaah gimana nih… Akhirnya Soramame-kun membuat tempat tidur dari daun tak jauh dari tempat itu untuk mengawasi tempat tidurnya. Berhari-hari dia mengawasi… tapi lambat laun yang menjadi perhatian dia bukannya tempat tidur,  tetapi telur yang sedang dierami burung puyuh itu.  Pada suatu hari… krraaak kraaak, telur itu retak dan keluarlah anak burung…”Waaah anak-anak itu lahir di tempat tidurku yang empuk itu!” Anak-anak puyuh itu keluar dari tempat tidur dan berjalan mengikuti induknya. Soramame-kun melambaikan tangannya.

Malam itu teman-teman yang ikut khawatir mengenai tempat tidur Soramame-kun mengadakan pesta kembalinya tempat tidur Soramame-kun. Selesai pesta, Soramame-kun memperbolehkan semua teman-temannya untuk tidur bersama menikmati kelembutan tempat tidur kesayangannya.

Buku ini ada versi bahasa Inggrisnya dan dilengkapi dengan CD, Tapi harganya masih mahal. 2000 yen dan kabarnya (menurut testimoni dari yang sudah beli) CD bahasa Inggrisnya kurang bagus. Ekspresinya yang kurang bagus…mungkin dia mendatar saja bacanya. Sedangkan dalam bahasa Jepang seharga 800 yen-an.

BUku Soramamekun no Beddo ini terbit tahun 1997 dan sampai 2005 sudah dicetak kembali sampai 40 kali. Ditujukan untuk usia 3 tahun (jika dibacakan) dan kelas awal SD, jika membaca sendiri. Saking terkenalnya buku ini soramame-kun ini menjadi karakter terkenal dan banyak goods, barang-barang dengan bentuk si soramame yang imut-imut dalam berbagai item. Di sini langsung terlihat kapitalismenya Jepang, semua karakter langsung di produksi menjadi bermacam jenis usaha. Riku waktu ulang tahun ke 5, mendapat sebuah buku kenangan dengan ilustrasi soramame-kun dari TKnya. Dan sodara-sodara, cerita tentang Soramame-kun tidak hanya ini saja. masih ada beberapa cerita, yang akan saya perkenalkan di kemudian hari.

[Hari ini Hari Apa] 7-1

Author: imelda  //  Category: LIVING in Japan, Lirik lagu * Song Lyric * 歌詞

Kalau di Jepang kebanyakan tanggal 1 Juli merupakan hari pembukaan Gunung (Gunung Fuji) yang disebut Yamabiraki dan pembukaan laut (kecuali Okinawa) yang disebut Umibiraki untuk umum. Jadi mulai hari ini orang-orang mulai bisa mendaki gunung Fuji sampai ke puncaknya. Sebelumnya tidak bisa karena masih bersalju/ atau salju baru mencair sehingga berbahaya.  Demikian pula dengan pembukaan laut, mulai hari ini orang-orang bisa “menyerbu” laut untuk berenang dan melakukan olahraga air lainnya. Sebelumnya air laut masih terlalu dingin untuk direnangi.

Dan ternyata juga tanggal 1 Juli ini merupakan peringatan untuk Lagu anak-anak Douyou. Lagu anak-anak bahasa Jepang juga bagus untuk dijadikan bahan belajar bahasa Jepang loh. Lagu-lagu anak-anak ini memang berbeda menurut jaman penciptaannya. Lagu anak-anak yang bisa dikatakan tertua adalah Sakura sakura kemudian Kanariya. Ada juga lagu yang dulunya merupakan lagu perjuangan. Dan biasanya lagu anak-anak akan terkenal jika masuk dalam program acara TV NHK Minna no Uta. Lagu yang terakhir diciptakan pada tahun 1999 berjudul Dango san Kyoudai (Kue mochi bundar bersaudara). Setelah itu jarang ada lagu anak yang diciptakan, tapi banyak yang menganggap lagu anime (animation film) itu sebagai lagu anak-anak (padahal bukan). Perlu diketahui bahwa penjualan lagu anak-anak tidak dikenai pajak, sehingga banyak pula perusahaan rekaman yang memasukkan lagu anime/ tema song ke dalam CD lagu anak-anak. —— satu lagi sebelum lupa, yayasan sekolah juga tidak dikenai pajak.—–

Saya tuliskan di sini satu lagu anak-anak yang sering saya nyanyikan bersama Riku juga (Selain yang Medaka). Berjudul “Inu no omawari san” (Anjing yang menjadi Polisi).

Maigo no maigo no koneko chan
Anatano o-uchi wa doko desu ka
O-uchi wo kiitemo wakaranai
Namae wo kiitemo wakaranai
Nya nya nya nya nya nya nya nya
Naite bakari koneko chan..
Inu no omawari san
komatteshimatte
wan wan wan wan wan wan wan wan.

artinya:
Si anak kucing yang tersesat
Dimanakah rumahmu?
Ditanya rumahnya dimana…pun tidak tahu
Ditanya namanya siapa …pun tidak tahu
meong meong meong…
Si anak kucing menangis terus
Polisi Anjing menjadi bingung
guk guk guk guk guk guk guk guk…..

Sakura sakura (klik partitur di bawah untuk yang lebih besar)

Story of Black Crayon

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本, Orang * Person * 人物

Tulisan ini sudah pernah saya post di Multiply 28 Januari 2008.

Saya jarang sekali nge-fans sama orang…apalagi celebritis. Tapi untuk kali ini saya merasa saya akan menjadi fansnya Nakaya Miwa yang  adalah seorang illustrator. Dia menulis buku bergambar untuk anak-anak, atau tepatnya menciptakan karakter yang dibukukan. Ada dua karakter yang sudah kami kenal dengan baik, karena kami mempunyai kebiasaan membacakan buku untuk Riku, anak kami. Yaitu Soramame kun dan Kureyon no Kuro kun.

Cerita “Kureyon no Kuro kun” (Story about Black Crayon) diawali dengan sebuah kotak crayon yang masih baru. Karena bosan tidak pernah dipakai, Crayon berwarna kuning keluar dari kotaknya dan berjalan-jalan, dan menemukan selembar kertas gambar putih. Kegirangan, ia meluncurkan badannya dan menggambar di atas kertas tersebut. Kemudian dia memanggil crayon berwarna Merah dan Pink, kemudian mereka menggambar bunga. Lalu crayon Merah memanggil si Hijau Muda dan Hijau Tua, yang kemudian menggambar daun untuk bunga-bunga itu. dst…dst… sehingga lengkaplah sebuah pemandangan yang indah.

Namun datanglah si Hitam. “Aku menggambar apa?? ”
Yang lain berkata…”kami tidak perlu kamu…. ”
Hitam menjadi sedih. Untung ada Sharp-pen (Pensil mekanik) yang menghibur dia. Sementara itu si Crayon-crayon lainnya, keasyikan menggambar sehingga saling tindih dan akhirnya berkelahi. Gambar yang semula bagus menjadi berantakan. Di sini Sharp-pen berkata kepada si Hitam untuk meng-hitam-kan semua warna. Tentu saja crayon lainnya marah….

Setelah semua menjadi hitam….tiba giliran Sharp-pen untuk menggambar. Dan terciptalah sebuah gambar kembang api yang berwarna-warni dengan bentuk bermacam-macam. Karena ada si Hitam ini terciptalah sebuah gambar yang indah…. Crayon lainnya meminta maaf pada si Hitam karena sudah mengasingkan dia…

Makna cerita ini? Tentu saja menekankan pentingnya persaudaraan, dan menunjukkan bahwa tidak ada “orang” atau “sesuatu” yang tidak berguna. Dalam sekali maknanya, tapi diceritakan dengan menarik dengan tokoh karakter yang sebetulnya sudah lama ada dalam kehidupan kita.

Itu membuat saya menjadi suka dengan Nakaya Miwa ini. Kemampuannya untuk menciptakan karakter dari kehidupan sehari-hari yang diceritakan dengan gamblang dengan menyusupi “ajaran kehidupan”. Cocok untuk anak-anak balita. Andaikan saja ada seorang Nakaya Miwa di bumi Indonesia….

Naruto… Masked Rider…Ultraman…. tokoh-tokoh karakter dengan kehebatan masing-masing memang lebih terkenal di bumi Indonesia. Mereka lebih maskulin dan melambangkan “Jepang”…. tapi saya akan lebih suka memperkenalkan karakter-karakter lain yang lebih lembut, lebih kreatif, dan lebih mengajarkan kedamaian kepada teman-teman di Indonesia sebagai penyeimbang akan apa yang dikenal sebagai kebudayaan.

Satu lagi pesan saya…. usahakan untuk membacakan buku untuk anak Anda… meskipun mereka sudah bisa membaca. Dengan membaca buku bersama, mereka akan merasakan kehangatan keluarga, dan waktu seperti itu juga bisa dipakai untuk mengemukakan pikiran masing-masing. Kebiasaan yang saya terapkan pada anak saya sejak dia berusia 6 bulan, sampai sekarang hampir berusia 5 tahun…. memberikan waktu pada kami orang tua yang begitu sibuk dalam kegiatan sehari-hari untuk merasakan kedekatan dengan anak kami. Semoga kebiasaan ini bisa berlanjut terus…. ….

NB 1: Saya cukup sedih karena Riku sekarang lebih suka membaca buku Pooh daripada cerita Jepang yang lain. Tapi yah, yang penting ada maknanya deh. Saya paling benci kalau dia minta dibacakan majalah … apalagi yang tokusatsu seperti Ultraman. Selalu saya tolak dengan alasan “Mama ngga suka baca katakana”. Njelimet, abis bahasa Inggrisnya semua dikatakana-kan sih. :)

NB 2: Tunggu cerita saya mengenai buku Miwa yang lain!!

Bear Hunt

Author: imelda  //  Category: Bahasa 言語, Buku * Books *本

A father and his four children–a toddler, a preschool boy and two older girls–go on the traditional bear hunt based on the old camp chant: “We’re going to catch a big one. / What a beautiful day! / We’re not scared. / Oh-oh! Grass! / Long, wavy grass. / We can’t go over it. / We can’t go under it. / Oh, no! / We’ve got to go through it!” The family skids down a grassy slope, swishes across a river, sludges through mud and, of course, finally sees the bear, who chases them all back to their home. It’s a fantastic journey–was it real or imagined?–with the family’s actions (and interaction) adding to the trip a goodnatured, jolly mood. The design of the oversized volume alternates black-and-white drawings with gorgeous full-color watercolor paintings, which Oxenbury uses to wonderful effect. Readers accustomed to her board books will find a different style here, of puddled colors and sweeps of light and shadow. The scale of the pictures and the ease with which the text can be shouted aloud make this ideal for families or groups to share. Ages 4-9.
Copyright 1989 Reed Business Information, Inc.

Ini adalah preview dari sebuah Picture Book terkenal dari Michael Rosen dan Helen Oxenbury (illustrator) yang berjudul “We’re going on a Bear Hunt”. Bahasa Jepangnya “きょうはみんなでクマがりだ”.

Ini adalah PB yang disarankan oleh pembaca cerita di TV bersamaan dengan “Gajah yang Malang”. Tadi malam buku ini terpilih kembali untuk dibacakan sebelum Riku bobo. Bed time stories. Riku bilang bahwa buku ini dipakai dalam pelajaran bahasa Inggrisnya, karena itu saya browsing dan ternyata buku ini cukup terkenal sampai terpilih menjadi “7 cerita terbaik”. Lucu juga ngebayangin anakku ini belajar bahasa Inggris dengan buku ini.

Hari ini kita akan menangkap beruang.

Beruang yang besar!!
Hari yang cerah. Kami tidak takut…
Wah rerumputan. Tinggi-tinggi.
Kita tidak bisa lewat di atasnya
Apalagi lewat di bawahnya.
Kita harus melewatinya.

Karena bukunya besar, enjoy juga menikmati gambarnya, dan berimaginasi membayangkan suasana hari itu. Yang lucu kejadian pada akhir cerita. Karena berakhir di dalam selimut dalam tempat tidur.

Curhat

Author: imelda  //  Category: Intermezzo, Lirik lagu * Song Lyric * 歌詞

Mencurahkan isi hati disingkat curhat. Perasaan dulu semasa aku masih di jakarta ngga ada deh istilah ini. Dulu kita pakai istilah apa ya untuk menceritakan isi hati? sharing? diskusi? ahhh kok aku lupa.

Anyway, tadi waktu aku kasih tidur Riku, pertama kali dia “curhat” ke aku. Kira-kira begini isi percakapan kami:

“Mama, aku punya satu masalah…. Mau dengarkan?”

“Tentu saja… apa sih masalahnya Riku?

“Aku belum pernah cium orang, atau dicium orang. Selain mama ya.”

weleh weleh…apa lagi ini….

“Emangnya kenapa? Kamu kan masih anak-anak?”

“Tapi Jack dan Cody (FS Suite Life dr disney channel) itu udah pernah. Mereka kan anak-anak”

“Anak-anak tapi mereka bukan anak TK seperti kamu. Mereka kan sudah SMP. Lagipula Riku, film itu adalah film Amerika. Di Amerika boleh begitu, tapi di Jepang tidak bisa. Riku jangan tiba-tiba cium anak perempuan teman Riku ya. Nanti mama dimarahin ibunya mereka. Kamu tahu, di Jepang itu tidak ada kebiasaan cium-ciuman seperti di Amerika. Tidak boleh. Budayanya beda. Di Indonesia juga sama, tidak boleh loh. Yang boleh cium-cium hanya keluarga saja, misalnya kamu cium Sophie (sepupunya) boleh, tapi kalau cium sembarang anak perempuan ya pasti dimarahi”

“Ohhh gitu ya”

“Riku ngga boleh percaya begitu saja sama acara TV. Kadang ada bagusnya dan kadang ada jeleknya. Tapi kalau Riku ada pertanyaan , ya tanya saja sama mama. Udah deh tidur aja….”

“Tapi aku ngga bisa tidur…”

“Jelas tidak bisa tidur. Habis kita ngobrol begini terus. Kapan bisa tidurnya. Udah jangan bicara lagi deh”.

Akhirnya setelah aku bilang begitu, dia membetulkan posisi tidurnya, dan diam. Aku nyanyikan dia “Medaka no kyoudai”, lagu lullaby penghantar tidurnya.

めだかの兄妹が川の中。
大きくなったら何になる?
大きくなったらコイになる。
大きくなったらクジラに。
スイスイ・・・・
だけど大きくなってもメダカはメダカ。
スイスイ!

Ikan Medaka kakak beradik berenang dalam sungai.
Kalau besar jadi apa?
Kalau besar jadi Ikan Koi,
Kalau besar jadi Ikan Paus.
sui sui (suara berenang)
Tapi ..kalau besar… Kakak-beradik Medaka tetap saja Medaka.

Jeepta, the little fire engine

Author: imelda  //  Category: Buku * Books *本, Sastra * Literature * 文学

Judul aslinya 「しょうぼうじどうしゃじぷた」. Aku teringat akan Picture Book ini, waktu aku melihat katalog koperasi Tokyo (Coop). Aku selalu belanja mingguan di koperasi ini, karena bisa pesan online. Di situ tertulis bahwa buku ini diterbitkan pertama kali bulan juni tahun 1966. Wow angka keramat 666. hiiiiii. Dan karena saya punya, saya cari buku itu. Tapi pas lihat ternyata bukan 1966, malahan lebih tua lagi yaitu 1963. Buku karangan Watanabe Shigeo - Yamamoto Tadayoshi ini memang terpilih menjadi buku wajib oleh Persatuan Perpustakaan Sekolah Jepang, sama seperti Picture Book Gajah yang pernah saya tulis. Yang buat buku ini menarik adalah, buku yang saya sering bacakan untuk Riku ini sebetulnya adalah buku papanya Riku ketika dia berusia 4 tahun 4 bulan. Tepatnya tahun 1974. Jadi buku itu sudah berumur 34 tahun !!! Pasti lebih tua dari jeunglala hihihi :)

So, siapa sih Jeepta ini? Jeepta adalah sebuah kendaraan Jeep yang dimodifikasi untuk menjadi mobil pemadam. Sebagai penghuni Pusat Pemadam Kebakaran kota, Jeepta paling tidak diperhatikan. Karena dia kecil, kalah keberadaannya dengan Noppo-kun, si mobil pemadam yang mempunyai tangga tinggiiiii sekali.  Kalah juga dengan Pampu-kun, si mobil pemadam berbadan besar yang bisa menyemburkan air dnegan tekanan yang tinggi. Juga kalah dengan Ichimoku-san, si ambulan yang menghuni Pusat pemadam kebakaran kota, karena Ichimoku -kun berguna sekali untuk mengangkut orang yang luka-luka. Noppo-kun, Pamp-kun, Ichimoku-san selalu menyombongkan diri, mengatakan diri mereka yang paling berjasa jika terjadi kebakaran. Mendengar itu ciutlah hati Jeepta. Dia memang bukan apa-apa…… bahkan warga dan anak-anak yang berkunjung ke tempat mereka tidak melihat dengan sebelah mata keberadaan Jeepta di sana.

But, suatu hari terjadi kebakaran sebuah pondok di gunung. Jika tidak segera dimatikan, apinya akan mejalar dan menyebabkan kebakaran hutan!!! Kepala Pemadam memerintahkan Noppo-kun untuk berangkat. Tapi…. wait!! Noppo-kun tidak bisa kesana… tangganya tidak bisa mencapai pondok di gunung itu. Pampu-ku….. tidak bisa juga!….dia tidak bisa melewati jalan yang kecil. Ichimoku-san… Tidak perlu, karena tidak ada orang yang luka. “Jeepta….. Berangkat! Tanomuzo…. (Its your turn Jeepta)”.

Dengan sirine yang halus, Jeepta melewati jalan sempit mendaki gunung dan langsung menuju pondok gunung itu. Segera dia menyemburkan air ke arah pondok itu, dan api bisa segera padam. Kekhawatiran akan terjadi kebakaran hutan lenyap. Itu akibat jasa Jeepta.

Keesokan harinya surat kabar memberitakan peristiwa kebakaran itu, dan mengucapkan terima kasih pada Jeepta. Jeepta menjadi pahlawan! Dan sejak itu dia bisa berbesar dada, berbaris dengan teman-temannya di Pusat Pemadam Kebakaran dan dengan gagah menyambut kedatangan pengunjung yang ingin bertemu dnegannya. Meskipun kecil, Jeepta berjasa besar.

Anda bisa mengerti bukan, mengapa buku ini ditunjuk sebagai buku wajib? Inti dari cerita ingin mengajarkan anak-anak agar tetap berbesar hati, meskipun kecil dan tidak berguna, suatu saat pasti akan berguna. Buku terbitan Fukuinkan Shoten ini ditujukan untuk anak berusia 4 tahun ke atas seharga 300 yen (tidak tahu sekarang brp). Saya juga heran di hampir smeua buku anak-anak pasti tertulis buku itu cocok untuk usia berapa. Hebat ya, bisa menentukan batasan begitu, sehingga konsumen tidak bingung juga untuk memilih buku mana yang pantas untuk usia anaknya.

Satu lagi Picture Book yang saya rasa bagus untuk diterjemahkan dan diperkenalkan pada anak-anak Indonesia. Tapi….. sulit juga ya, karena saya jarang lihat mobil pemadam kebakaran Indonesia. Apakah canggih? apakah sudah ada jenis-jenis mobil pemadam yang di Jepang ada sejak 1963? Saya benar-benar tidak tahu….

Eittssss, setelah bersitegang dengan suami saya yang mengatakan “seandainya pun mobil pemadam kebakaran seperti Noppo-kun dan Pampu-kun tidak ada di Indonesia, kan bisa memperkenalkan melalui buku itu. Coba cari keterangan keadaan mobil pemadam kebakaran di Indonesia.” Dan saya ketemu Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta yang ternyata mempunyai 132 mobil Pompa dan 8 mobil tangga. Itulah akibat terlalu meremehkan negara kita. Prejudice lagi :( Maaf yah….

Pages: Prev 1 2 3 4 5 Next