Saya bertemu dengan karya Pater Sato (Illustrator) ini di Harajuku. Waktu itu saya sedang arbaito di daerah itu, dan waktu istirahat menemukan sebuah letterset dengan gambar yang benar-benar cute. Gambar boys and girls. Judulnya KISS, si gadis mau cium pipi si lelaki tapi dianya malu…. Bisa terbayang.

Saya rasa media yang dipakai adalah crayon, tapi saya suka dengan paduan warnanya. Jadi saya jatuh cinta pada karya P.Sato ini dan mencari informasi mengenai dia.

Pater Sato ini lahir tgl 5 November 1945, di Yokosuka. 1969 dia pergi ke New York selama satu tahun, dan sepulangnya bekerja sebagai free illustrator. 10 tahun kemudian dia kembali ke Amerika dan belajar untuk komersial/editorial. th 1981 menerbitkan karya pertama yang diberi judul VENUS. Kembali ke Jepang dan sesudah itu masih satu kali pergi ke New York. Dia menjadi terkenal dengan karya pastel color nya. Sayang sekali umurnya tidak panjang, tahun 1994 dia meninggal dunia. Sekarang karya-karyanya bisa dinikmati di Pater’s Shop and Gallery di Shibuya, dengan alamat Jingumae 2-31-18 Shibuyaku- Tokyo 150-0001 tel 03-3408-4947
Dapat kiriman dari Kimiyo tentang Aida Mitsuwo.
Anata no koe wo
denwade kiita dakede
sono hi ichinichi
kokorowa nagomu
rikutsujanaindayonaaaaa. (mitsuwo)
Hanya dengan mendengar suaramu di telepon
Satu hari itu hatiku terasa damai
Itu bukan basa basi belaka
Pertama kali saya mengenal karya Aida Mitsuwo 相田みつを waktu saya sedang kusut dan lelah belajar. Saya harus menulis thesis dalam bahasa Jepang hanya dalam waktu 1 tahun kurang, padahal banyak sekali dokumen yang harus saya baca. Dan, yang menyulitkan dokumen-dokumen itu berbahasa Jepang lama (belum kuno, karena sudah masuk ke 1930 an). Penulisan Kanji yang lebih rumit daripada sekarang ditambah katakana berderet-deret untuk

Yang paling penting adalah SEKARANG.
Langsung saya terhenyak dan merasa lega…. karena sebenarnya saya tidak usah terlalu memikirkan masa depan. Semuanya ada waktunya. Memang dalam Alkitab tertulis : Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?(Mat 6:25-26). Tapi namanya manusia kadang perasaan lebih mendominasi. Dan bertemu dengan kata-kata ini, sangat melegakan hati saya dan sejak itu menjadi pedoman bagi saya. Yaitu untuk menghargai saat ini.
Kemudian saya membeli dua buah buku karyanya, yang mungkin lebih tepat disebut Kumpulan Puisi/Kaligrafi nya, yaitu yang berjudul : 「にんげんだもの」(Saya manusia biasa) dan 「しあわせはいつも」 (Kebahagiaan selalu…)

しあわせはいつもじぶんのこころがきめる(みつを)
( Kebahagiaan selalu ditentukan oleh hati kita sendiri)
Dia memang bukan pemuka agama. Tulisannya juga tidak begitu bagus (Pertama melihat tulisannya saya sangka dia menderita cacat). Tapi kata-katanya datang pada saat yang tepat, sehingga saya tetap teringat pada kata-katanya dalam kehidupan saya di Jepang.
Kata-katanya yang lain yang juga bagus menurut saya:
セトモノとセトモノとぶつかりっこするとすぐこわれちゃう
どっちかやわらかければ だいじょうぶ
やわらかいこころを 持ちましょう
Sebuah lagu dari penyanyi kelompok ZARD, yang vokalnya Izumi Sakai meninggal 3 hari lalu karena jatuh di tangga rumah sakit. Entah dia benar jatuh atau bunuh diri, karena dia divonis menderita kanker. Seorang wanita berusia 40 tahun yang bersahaja, sederhana dan lagu-lagu ciptaanya terkenal dengan lirik berbau puisitis. Saya juga termasuk fans penyanyi ini. Terutama sebuah lagu “Kono ai ni oyogitsukaretemo” (meskipun aku lelah terapung dalam cinta seperti ini)
Saya kenal dengan lagu-lagunya karena memang saya selalu suka dengan lagu yang ‘tidak cengeng’ tapi indah kata-katanya dan sederhana melodinya. Lagu makenaide ini mencapai hit di tahun 1993, dan merupakan lagunya yang paling populer dibanding lagu-lagunya yang lain. Dan lagu ini juga menyimpan memory bagi saya sendiri karena lagu ini dikirimkan oleh mantan pacar (sekarang suami saya) sebagai support waktu saya mengalami masa-masa sulit dalam menulis thesis dalam bahasa Jepang. Jangan mau kalah….goal itu sudah terlihat, tinggal sedikit lagi…
Berikut adalah lirik lagu Makenaide yang saya coba terjemahkan dalam bahasa Indonesia. terjemahan bebas sebebas-bebasnya hihihi.

Ada suatu saat dimana pandangan itu berlawanan
Pasti kau ingat masa-masa bahagia
jatuh cinta pada musim bak warna pastel
tetaplah seperti kamu yang berkilauan hari itu
Jangan mau kalah
sedikit lagi
larilah sampai akhir
bagaimanapun kita terpisah jauh
hatiku ada dekatmu
kejarlah mimpi itu
Apapun yang terjadi pasang muka acuh saja
kasih liat bahwa kamu pasti bisa
berdansalah denganku malam ini
sekarangpun aku masih suka padamu
janganlah lupa
jangan mau kalah
lihatlah di situ goal sudah dekat
bagaimanapun kita terpisah jauh
hatiku ada dekatmu
rasakanlah pandangan mata ini
hmmm 40 tahun, masih muda, masih bisa banyak berkarya… semoga arwahnya tenang di sana.
tentang ZARD : http://wezard.net
oleh Kaneko Misuzu
Walaupun aku melebarkan kedua sayapku
takkan pernah aku bisa terbang ke langit
Burung yang bisa terbang di langit
tidak seperti aku yang bisa berlari cepat di darat.
Meskipun aku menggoncangkan badanku
tak bisa keluar suara yang indah
tapi lonceng yang berbunyi indah seperti itu
tidak tahu lagu sebanyak yang kutahu.
lonceng, burung kecil….kemudian aku
semua berbeda
tapi semua baik adanya.
わたしと小鳥とすずと
金子みすず
わたしが両手をひろげても、
お空はちっともとべないが、
とべる小鳥はわたしのように、
地面をはやくは走れない。
わたしがからだをゆすっても、
きれいな音はでないけど、
あの鳴るすずはわたしのように
たくさんなうたは知らないよ。
すずと、小鳥と、それからわたし、
みんなちがって、みんないい。
Puisi ini dipakai untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang pluralism. Terutama dalam jaman global seperti sekarang ini. Kita harus terima perbedaan apa adanya.
Saya membaca puisi ini di dalam bus kota dan merasakan keindahan kata-katanya. Sayangnya setelah saya cari tentang si pencipta, diketahui bahwa dia meninggal karena bunuh diri. Memang banyak budayawan di Jepang yang bunuh diri.
Saking eksentrik??? entahlah ….