Wah tadi waktu browsing, saya baca bahwa Otoya akan buka cabang waralabanya di Jakarta, tepatnya di Senayan City pada tanggal 20 Juni nanti. Otoya adalah rumah makan franchise Jepang yang menyajikan teishoku (makan siang set, seperti ikan/daging/ayam +sayur/acar + sup) lihat deh contoh menunya di sini. Harga makanan di Otoya lumayan murah dan yang penting mengenyangkan. Aku pikir jenis makanan di Otoya bisa diterima oleh orang Indonesia (kecuali makanan yang mengandung babi mungkin ya). Menurut saya sih healty juga makanan mereka. Saya sendiri jarang pergi ke Otoya, karena saya biasanya tidak makan nasi di restoran. Tapi kalau pergi dengan suami dan malas masak di rumah, boleh juga mampir di Otoya. Otoya biasanya ada di setiap stasiun di Tokyo.
Tidak seimbang, berat sebelah, terbias, condong pada satu sisi. Itu saya lihat dalam kehidupan mahasiswa Jepang sekarang. Terutama dalam kebiasaan makan. Dan tentunya itu merupakan cerminan dari orang tuanya yang notabene seumuran dengan saya. Yah, mau tidak mau saya harus menerima bahwa ada beberapa mahasiswa saya yang mungkin orang tuanya seumuran dengan saya.
Dalam pelajaran bahasa Indonesia intermediate hari Jumat lalu, kita membaca tentang Pelabuhan Sunda Kelapa. Waktu membicarakan hasil laut, misalnya kerang, ikan, penyu, kepiting, udang, lobster dll. Seperti biasa, saya sering menanyakan kepada murid, “Kamu suka makan apa? suka kerang?” Kebanyakan dari mereka juga tidak begitu suka kerang seperti saya. Memang kerang bukan makanan umum. OK. Tidak apa-apa. Bagaimana dengan udang? Kalau udang, memang ada yang alergi, sehingga tidak bisa makan udang atau Lobster. Hal ini bisa dimengerti. Tapi ada beberapa anak yang mengatakan “tidak suka”. Tentu saja setiap orang punya kesukaan terhadap makanan yang berbeda. Lagipula Udang kolesterol tinggi, dan mahal…jadi kalau tidak suka ya apa boleh buat. Tapi yang membuat saya heran adalah jawaban “tidak suka ikan baik mentah maupun ikan bakar”. Nah loh.
Mudah-mudahan dengan judul Ganti baju, banyak yang akses dan buka judul ini hahaha. Heran emang, kalau judulnya nyrempet pasti banyak yang mau buka. Kalau judulnya kaku, meskipun isinya menarik, tidak ada yang buka. Don’t judge the book by its cover ya…. tapi cover memang perlu kalau tidak kan telanjang hihihi.
OK kenapa judulnya ganti baju?
Sebetulnya lebih tepat kalau judulnya “Ganti baju yang sesuai musim”. Dalam bahasa Jepangnya 衣替え(ころもがえ) Pas hari ini 1 Juni biasanya fashion/baju musim dingin/semi diganti menjadi pakaian yang cocok untuk musim panas. So, mustinya mulai hari ini semakin banyak yang memakai baju Aloha Hawaii, rok tipis atau mini skirt, atau celana pendek, tank top (baju singlet)…..Pokoknya yang serba tipis atau mini karena panas. Tak lupa memakai topi/payung parasol, atau bahkan ada yang memakai sarung tangan, supaya tangannya tidak terbakar sinar matahari. Kaca mata hitam jarang dipakai di Jepang, padahal bagi saya sunglasess itu perlu, karena mata saya tidak kuat kalau cahayanya terlalu terang. Tidak lupa membawa saputangan handuk, spray pengharum tubuh (buat BB), kadang membawa thermos berisi air es, dan UV cut lotion. Duuuh siap berperang melawan si matahari deh.
Saya tidak suka musim panas di Jepang. Selain karena panasnya lembab, seperti masuk sauna. Juga karena ribut oleh suara serangga semi (cicadas)…mungkin kalau di Jakarta tidak ada, tapi suami saya pernah dengar di Kebun raya Bogor. Karena benci panasnya Jepang, biasanya saya melarikan diri ke Australia waktu adik saya masih belajar di sana, atau pulang kampung ke Jakarta (Jakarta bukan kampung padahal ya). Tahun lalu saya tidak bisa pulang musim panas, karena melahirkan anak kedua, Kai. Tapi karena di dalam RS dan rumah terus, tidak sempat merasakan teriknya matahari.
Meskipun saya tidak suka musim panas di Jepang, hari ini saya mau menikmati matahari, karena sudah dua hari ini hujan terus di Tokyo, sehingga temperaturnya 15 derajat saja…Brrrr.
Hari ini tanggal 1 Juni, ternyata banyak sekali peringatannya. Sampai saya pikir duhh pasti tulisan saya panjang deh. But sebagai catatan untuk saya juga, maka satu per satu saya tulis ya.
1. Denpa no hi , hari frekuensi. Peraturan mengenai frekuensi gelombang dikeluarkan pada tahun 1950.
2. Hari meteorologi. Mengenangkan pendirian tower meteorologi pertama di Jepang di Akasaka, Tokyo pada tahun 1875. Tower ini yang nantinya akan menjadi Badan Meteorologi. Dan pada tahun 1884, untuk memperingati dimulainya perkiraan cuaca dan gempa di wilayah Tokyo Meteorological Tower itu diresmikan.
3. Ume no hi. Hari Ume/ PLUM. Jika pohon Plum bermekaran, maka kita mempunyai harapan musim semi akan datang dan menjadi hangat. Pohon Plum biasanya mekar sebelum Sakura. Jadi sekitar akhir Februari- Maret. Bunganya mirip dengan sakura, sehingga mungkin orang Indonesia tidak bisa membedakannya. Jika Sakura menghasilkan buah cherry, maka Ume menghasilkan buah Plum. Buah plum tidak dimakan begitu saja. Biasanya buah plum muda akan dipetik dan dibuat minuman keras Umeshu- Plum Wine. Atau buah Plum akan dikeringkan dan diberi garam, serta daun shiso untuk menjadi Umeboshi, Dry Plum, pelengkap nasi bagi orang Jepang. Saya dulu tidak suka umeboshi karena kecut, tapi sejak ada teman mertua yang membuat umeboshi tidak terlalu kecut, saya bisa makan. Kalau di China plum akan lebih dikeringkan lagi sehingga hampir-hampir daging buahnya tidak mengandung air, dan dried plum ini dimakan sebagai snack. Saya ingat dulu banyak snack plum kering di Indonesia. Pasti ada orang Indonesia yang pernah coba.

(bunga Plum dan buah Plum)

(Ume Wine) (Umeboshi) (ume kering snack)
4. Hari Fotografi. Mengenai Fotografi lebih baik serahkan pada yang ahli saja ya. Meskipun dulu di SMA pernah ikut Exkul Fotografi…. pernah coba cuci cetak foto hitam putih, hunting foto dsb. Waktu itu pinjam kamera Fujica nya papa (Yang nikon tidak dikasih hiks). Pertama kali membeli camera sendiri ya di Tokyo, Canon Eos Kiss. Tapi sekarang jaman digital, sudah tidak ada yang pakai film 35mm lagi. Jadilah si Canon penghuni lemari. Entah kenapa saya lebih suka Canon daripada Nikon, sehingga waktu membeli digital camera juga merek Canon. (Terakhir beli beberapa bulan lalu Canon Powershot G9, gara-gara yang G6 rusak). Kapan ya bisa beli yang EOS digital…..mahal euy.
5. Hari penghapusan larangan memancing ikan Ayu. Ayu nya Indonesia sih cantik-cantik, tapi kalau di Jepang Ayu juga merupakan nama ikan sungai (air tawar). Nah biasanya mulai tanggal 1 Juni diperbolehkan memancing ikan Ayu di sungai-sungai. Entah kenapa ikan ini juga populer di kalangan masyarakat Jepang, padahal banyak durinya. Biasanya kalau pergi ke festival Matsuri di musim panas, dijual ikan ayu yang ditusuk dan dibakar dengan arang. Enak juga….

(Ikan ayu dan dibakar dengan cara seperti di foto …jadilah sate ikan hihihi)
6. Gum no hi. Hari permen karet. Ditetapkan sejak tahun 1994 oleh Japan Chewing Gum Association. Permen karet mulai masuk ke Jepang tahun 1916. Tapi penentuan tanggal ini berdasarkan kebiasaan yang berlaku sejak jaman Heian yaitu setiap tanggal 1 Juni diadakan upacara untuk menguatkan gigi dengan menguyah mochi. Dengan dasar itu Asosiasi Permen Karet Jepang menentukan tgl 1 Juni sebagai hari permen karet. Yang pasti hari atau peringatan seperti ini tidak ada di Singapura ya.
7. Hari Mugicha. Hari Teh Mugi. Karena sebetulnya tidak memakai daun teh, tidak bisa dikatakan teh Mugi. Namun hampir semua minuman di Jepang selain yang berasal dari sari buah, diberi nama cha atau teh. Mugicha ini dibuat dengan menyangrai sejenis gandum, kemudian dicampur dengan air. Biasanya diminum dingin. Karena tidak mengandung Caffein, mugicha ini cocok untuk diberikan kepada anak bayi.

8. Hari paku ulir. Neji no hi.
9. Hari Landscape, pemandangan. 景観の日. Peringatan baru nih, 2006. Karena peraturan landscape menjadi wewenang departemen pertanahan dan agraria, departemen lingkungan hidup dan Dept. kehutanan, pertanian dan perikanan.
10. Hari Susu sedunia. 牛乳の日. Ditetapkan oleh FAO sejak tahun 2001.
11. Hari TUBE. Tube adalah nama Band Jepang sejak tahun 1985 yang identik dengan Summer. Karena iramanya cocok untuk summer dan selalu mengeluarkan album waktu summer. Namun Hari Tube ini ditetapkan oleh masyarakat Hawaii, karena pada tanggal ini pada tahun 2000 diadakan live performance di Hawaii. Lagunya yang terbaru tahun 2008 ini berjudul HOTARU (kunang-kunang). Saya sendiri suka lagu mereka yang berjudul “Garasu no Memories”, “Datte Natsu janai”, Season in the sun”, “Because I love you”, dan “Natsu Matsuri”. Mau dengar lagunya seperti apa? Silakan klik imeem di bawah ini. Dan siap-siap joget hihihi.

OH iyaaaaa, mulai hari ini, semua penumpang mobil yang duduk di belakang pun harus memakai seat belt!! Apa hukumannya kalau tidak pakai? Tidak ada, tapi SIM si pengemudi akan ditandai satu tanda kesalahan.
Pasti sudah banyak yang tahu bahwa tanggal 31 Mei adalah hari Tanda Rokok Sedunia (World No tobacco Day). Rupanya peringatan ini dimulai sejak tahun 1989. Tentang perokok dan apa kerugian merokok juga tidak perlu saya tulis di sini lagi kan? Tapi yang pasti saya yang bukan perokok, masih bisa tolerir perokok di Jepang, karena mereka merokok hanya di tempat yang disediakan, dan pasti membawa asbak portable kemana-mana. Pernah suatu kali saya berlibur ke Indonesia waktu bulan puasa. Main ke Blok M Plaza…. (mas trainer…salah satu tempat rendezvousnya bukan? hihihi) Begitu waktu buka, satu gedung berasap rokok dan bau. Langsung saya pulang karena tidak tahan baunya.

(macam-macam jenis asbak portable)
Tapi waktu saya baca, ternyata hari ini juga merupakan hari SOBA. Apa itu Soba? Sejenis mie yang terbuat dari tepung soba. Bisa dikatakan juga sebagai Mie Jepang, yang sangat berlainan dengan pasta atau mie yang biasa kita kenal. Soba cocok untuk orang yang alergi telur, karena dalam proses pembuatan tidak memakai telur, tapi ternyata banyak bayi jepang sekarang yang alergi pada soba/tepung soba.

(tanaman soba dan makan soba dingin beserta tempura)
Soba biasanya berwarna kecoklatan, atau hijau karena ditambah dengan bubuk teh. Bisa disajikan panas atau dingin tergantung selera. Tapi biasanya di musim panas, lebih banyak orang memasak dengan cara dingin yang disebut Zaru soba. Soba kering direbus selama 2-4 menit, lalu diangkat dan langsung dicuci dengan air dingin. Diberi es batu juga bisa. Kemudian disantap dengan kuah shoyu (kecap asin Jepang) yang diberi irisan daun bawang, wijen, wasabi, atau bubuk cabe. Bisa pula dilengkapi dengan tempura Ebi, atau sayuran…hmmm yummy.. Dan jangan lupa jika makan, diseruput sehingga menimbulkan bunyi. Bunyi ini memang dianggap jorok oleh orang Indonesia, tapi bagi orang Jepang makan soba tanpa berbunyi rasanya tidak afdol.
Tanggal 31 Mei 2008 ini juga hari terakhir lambang JAL yang berupa gambar burung bangau berwarna merah itu dipakai.

Terjemahan dari Devil Tounge menjadi lidah Setan. Tapi kalau saya disuruh menerjemahkan mungkin saya akan terjemahkan menjadi Jelly Ubi. Nama Jepangnya Konnyaku. Nah hari ini tanggal 29 Mei dipakai untuk mengingat Konnyaku, dan tentu saja lebih disebabkan oleh ucapan kon (5) nya (2) ku (9). (Diperingati itu disini bukan berarti libur loh).
Orang Indonesia mungkin belum pernah lihat konnyaku, tapi saya rasa shirataki sudah bisa didapat di supermarket di Jakarta. Shirataki biasanya dipakai dalam masakan sukiyaki. Sedangkan Konnyaku sering dipakai dalam Oden. Konnyaku dan shirataki (yang kelihatan seperti soun tebal) itu satu jenis karena terbuat dari umbi ubi konnyaku (konjac).
Kalau lihat tanamannya jadi ingat Bunga Bangkai kan?
(foto-foto diambil dari wikipedia)
Dan ternyata memang sama…berasal dari Family Araceae. Cuma saya tidak tahu apakah umbinya Bunga Bangkai ini bisa dimakan atau tidak (pasti bisa oleh binatang bukan dikonsumsi manusia ya hihihi)
Nah konnyaku itu sendiri tidak berasa, rendah kalori tapi berserat banyak, sehingga cocok sekali dipakai untuk diet. Riku juga suka sekali konnyaku, cuman karena tidak berasa (biarpun direbus lama dalam kaldupun tidak bisa menyerap) rasanya seperti makan karet. Jadi saya jarang masak konnyaku. Tapi sekarang ada jelly yang terbuat dari konnyaku. Nah kalau ini rasanya manis, jadi boleh makan banyak-banyak (padahal sama juga ya kalo kandungan gulanya tinggi hehehe). Mulai besok mau makan konnyaku setiap hari aahhh, supaya nanti libur musim panas bisa pakai bikini. Kalau sekarang gajah pakai bikini hihihi. (Haduuuh ngimpi deh….paling bisa pake bikininya 10 tahun lagi….)
NB: Kalau mau hafalin Konnyaku inget cognac aja hehehe
Mama tidak telaten,
Mama tidak sabaran,
Mama tidak kreatif…
Tapi mama selalu berusaha
membuat yang terenak untukmu
dan berusaha menyenangkanmu….
meskipun tidak seperti ibu-ibu lain yang bisa buat bento (bekal) seperti ini

Naruto Blue Dragon
Mama paling-paling cuma bisa bikin ini:

Berhubung ada permintaan dari Bang Hery, Mas Asep dan Mas Ikhwan, saya edit dan lengkapi posting mengenai Cafe Jepang ini, dan saya tambahkan dengan foto-foto yang berhasil saya cari berkat bantuan Mas Gugle. Mungkin bisa menjadi masukan untuk teman-teman yang ingin membuka kedai kopi yang unik, yang lain dari yang lain. Selamat membaca….
Kalau di Indonesia mungkin jika berbicara mengenai Cafe, maka yang terbayang adalah Hard Rock Cafe atau Fashion Cafe, XxXXx Cafe yang kesannya glamor dengan makanan dan minuman tertentu yang bukan hanya kopi tentunya. Padahal yang namanya Cafe seharusnya hanya menjual kopi dan mungkin sedikit snack seperti di Starbuck (saya tidak ingat lagi coffee shop lain). Nah kalau berbicara Cafe di Jepang harap berpikir seperti kedai kopi Starbuck ini.
Orang Jepang memang suka minum kopi. Dan teh hijau tentunya…. Tapi tidak berarti mereka tidak minum teh Ceylon/Jasmine dll. Kedai kopi merupakan tempat yang tepat untuk bertemu. Karena rumah orang Jepang biasanya kecil dan jauh dari pusat kota, biasanya jika mau bertemu maka biasanya akan membuat janji bertemu di kedai kopi kissaten atau restoran. Di sekitar stasiun, atau mall, setiap sudut jalan di Tokyo pasti ada kedai kopi ini. Kadang besar, kadang hanya bisa menampung 10 orang duduk. Ada yang murah, karena chain-store, dengan menjual kopi seharga 170-200 yen secangkir. Seperti Dotour Coffee, Pronto, Veloce dll. Ada yang mahal dengan secangkir kopi seharga 500 yen. Tapi disajikan dalam cangkir-cangkir mewah buatan Wedgwood, Royal Doulton dll. Di lemari dindingnya terpajang beragam jenis cangkir. Kopinya juga memakai kopi yang baru digiling dan dibuat dengan cara tertentu. Di kedai yang dikelola individual seperti ini biasanya diputar lagu-lagu klasik. Dulu waktu masih sering bekerja di banyak tempat, saya beristirahat di kedai kopi ini sambil minum kopi dan baca buku menghabiskan waktu sebelum memulai pekerjaan selanjutnya. Itu kalau mau santai.

Tapi kalau takut tertidur di kedai kopi biasanya saya masuk net cafe sambil menggunakan waktu untuk browsing atau chatting atau bahkan mengetik bahan laporan. Net cafe dihitung per-jam biasanya biayanya 400 yen perjam. Dan termasuk minum gratis berbagai jenis minuman seperti kopi, teh, jus, soda dll. Biasanya net cafe juga bergabung dengan peminjaman komik sehingga bernama mangga cafe. Daripada menghabiskan 2 jam di kedai kopi yang 500-an tadi, lebih baik di net cafe. Seperti warnet di Indonesia, masing-masing tamu mendapat satu komputer dengan sekat antara satu komputer dengan yang lainnya.
Selain mangga cafe, saya pernah coba juga masuk video cafe. Nah ini benar-benar terpaksa saya masuk ke sana, karena net cafe yang biasanya saya pergi sedang penuh. Satu jamnya seharga 1000 yen tapi bisa meminjam video sebanyak 3 buah. Biasanya yang masuk ke sini adalah salary-man, pekerja yang sedang dinas luar, lalu menghabiskan waktunya di situ. Di sini kita mendapat satu kamar kecil (benar-benar kecil sekitar 1×1) yang dilengkapi dengan display TV layar lebar, untuk menonton video atau memakai internet.Dan enaknya disini kursinya disediakan kursi yang empuk seperti kursi bos-bos. Jadi bisa tidur di sini tanpa menonton atau menyalakan komputer. Nyaman…. Saya pikir lumayan juga kalau tidak ada hotel bisa menginap di sini kalau terpaksa. Karena di atas jam 12 sampai jam 5 pagi mendapat diskon separuh harga. (cocok untuk mereka yang ketinggalan kereta sehingga tidak bisa pulang ke rumah, dan menunggu kereta mulai beroperasi pukul 5 pagi). Dan ternyata, akhir-akhir ini banyak pemuda/i yang minggat dari rumahnya dan menganggap net cafe ini atau yang mangga cafe sebagai rumah mereka. (pikir-pikir memang lebih murah daripada harus menyewa rumah). Tapi kayaknya saya tidak akan masuk tempat itu kalau tidak terpaksa sekali. Meskipun bukan tempat maksiat, tapi kebanyakan yang datang memang laki-laki, dan video yang disediakan tentu saja ada yang esek esek (ngga sempat periksa abis takut liatnya hihihi). Bisalah self service jadinya ….. pasang filmnya sendiri gitu heheheh jangan ngeres aja pikirannya.
Nah itu adalah cafe yang saya tahu, dan pernah masuki. Tetapi ternyata ada banyak jenis cafe di Jepang. Ada beberapa yang saya baru tahu keberadaanya setelah membaca sebuah survey yang diadakan situs goo, berbahasa Jepang, mengenai jenis cafe khusus yang ingin sekali dicoba kalau sempat. Saya tulis berdasarkan ranking ya. (ada 20 jenis)
Hari ini wajib makan es krim deh. Apa pasal? Hari ini telah ditentukan sebagai hari es krim di Jepang oleh Asosiasi Es Krim Tokyo sejak 9 Mei 1964. Tapi itu berdasarkan bahwa pada tanggal tersebut telah diselenggarakan suatu Festival Es Krim. Bukan berdasarkan bahwa tanggal tersebut Es Krim pertama kali dibuat/dijual di Jepang. Karena Es Krim pertama kali dibuat di Jepang pada bulan Juli 1869 oleh orang bernama Machida yang membuka toko di Bashamichi, Yokohama.
Dalam bahasa Jepang banyak masukan dari bahasa asing, dan bisa diketahui waktu penulisan yaitu dnegan huruf katakana. Satu yang terkenal adalah arubaito yang berasal dari bahasa Jerman arbeit. Namun dalam bahasa Jerman artinya bekerja, sedangkan dalam bahasa Jepang artinya kerja sambilan. Arti dalam bahasa Jepang mengalami pergeseran dari arti aslinya.
Akhir-akhir ini saya sering membaca survey yang diadakan situs bahasa jepang GOO. Banyak survey yang menarik dan dapat dipakai sebagai bahan pemikiran. Dan satu yang baru-baru ini diumumkan adalah tentang Bahasa Jepang English yang saya singkat jadi Jap-lish. Kalau singlish (Singaporean English) terkenal dengan pengucapan la… di akhir kalimat, kalau bahasa Jepang? Hmmm susah untuk didefinisikan. Karena dalam bahasa Jepang tidak ada bunyi konsonan berurut, pasti harus ada vokalnya sehingga terlalu banyak bedanya dengan bahasa Inggris. Satu contoh yang sering dibecandain bapak saya adalah pengucapan Mac Donald, dalam bahasa Jap-lish ini menjadi Maku donarudo. Gulliver menjadi garibaaaaa hehehe.
Tapi selain pengucapan ternyata ada banyak juga kata-kata yang sekilah seperti bahasa Inggris tapi sebenarnya itu hanya ada di Jepang saja. Seperti kata NAITAA ナイター yang mungkin kalau ditulis dengan huruf latin nighter. Kata ini merujuk pada pertandingan base ball yang diadakan pada malam hari. Kata ini juga hanya terdapat di Jepang, yang saya katakan Jap-lish itu. Sehingga pembaca berita NHK tidak pernah mengatakan nighter tapi night game, kata bahasa Inggris yang sebenarnya.

(hambagu dan shukrimu)
Nah, yang terdapat pada survey GOO beberapa hari yang lalu adalah penggunaan Jap-lish dalam nama makanan di Jepang. Yang jika dipakai di luar negeri (oleh orang Jepang) tidak akan dimengerti. Urutan pertama adalah HAMBAGU- ハムバーグ, yang bahasa Inggrisnya adalah Hamburger. Kedua, SHUUKURIMU シュークリーム yang bahasa Inggrisnya Cream Puff, dari bahasa perancis chou ala creme. Ketiga, DEKORESHONKE-KI デコレーションケーキ , bahasa Inggrisnya Fancy Cake. Keempat, FURAIDO POTETO フライドポテート yang dalam bahasa Inggrisnya French Fries atau Chips. Kelima, KONBI-FU コンビーフ Corned Beef bukannya Corn beef…. Keenam, REMONTI- レモンティー , katanya bahasa Inggrisnya Tea with Lemon…tapi kayaknya di Indonesia bisa mengerti ya bahasa Jap-lish ini. Ketujuh, MIRUKUTI- ミルクティー ini juga katanya bahasa Inggrisnya Tea with milk. Kedelapan, RO-RUKYABETSU ロールキャベツ seharusnya Cabbage Roll. Kesembilan, KOROKKE dalam bahasa Indonesianya Kroket, berasal dari bahasa Perancis croqutte. Kesepuluh, SOFTKURIMU ソフトクリーム untuk ice cream corn atau soft serve ice cream. Kesebelas, AMERIKANKO-HI- アメリカンコーヒー yaitu kopi yang encer, seharusnya weak coffee. Keduabelas, HOTTOSANDO ホットサンド, sandwich yang panas, seharusnya dalam bahasa Inggris grilled Sandwich. Ketigabelas, HOTTOWAIN, ホットワイン , wine panas untuk gluhwein (jerman) atau mulled wine bahasa Inggrisnya. Keempatbelas, HAMUEGGU ハムエッグ untuk Ham and Egg. Kelimabelas, HOTTOKE-KI ホットケーキ untuk pancakes. Keenambelas, SHOTOKE-KI ショットケーキ untuk Cake, biasanya yang dilapis krim putih dan dihias Strawberry. Ketujuhbelas, RORUPAN, ロールパン untuk roll , bread roll. Kedelapanbelas, OMURAISU, オムライス Omellet Rice . Kesembilanbelas, SPAGHETTI NAPORITAN スパゲティナポリタン untuk fried spaghetti with tomato ketchup. Keduapuluh, PURINプリン untuk custard pudding.
Dalam ulasan juga dikatakan, jangan sampai salah bilang SHUKURIMU dengan maksud minta kue sus, tau tau nanti dikasih SHOE CREAM…krim sepatu hahaha

(Omuraisu)
wahhh aku ditanya soal naruto udon. Baru denger euy. Tapi bisa bayangin juga sih. Setelah tanya sama mas Google ketemu. Rupanya kamaboko yang bermotif uzumaki itu kelihatannya seperti lambangnya si Naruto… makanya jadi naruto di dalam udon. Yang lucunya waktu aku cari naruto udon begitu saja tidak ada hasilnya. Tapi waktu cari naruto kamaboko keluar deh gambarnya. Aduuuuh jadi lapar….
