my journey from dawn to dusk

Archive for the ‘Gourmet’ Category

Kopdar Mendadak

Ini cerita tentang salah satu acara mudikku Agustus kemarin yang kulewatkan di Resto Rempah Wangi.
Memang kepulanganku kali ini waktunya tidak begitu bagus. Selain kena puasa dan lebaran, juga 2 minggu setelah lebaran yang biasanya orang-orang masih belum pada kembali dari mudik, atau asistennya yang belum kembali sehingga sulit untuk berkumpul.
Nah kebetulan ada beberapa blogger yang …

Read More

Rasa Baru & Edisi Terbatas

Horreee…aku sudah kembali ke rumah di Tokyo! Dan berarti kembali pada kesibukan utamaku sebagai… pembantu dan ojek sepeda 😀 Banyaaaaak sekali cerita yang akan aku tulis, tapi tentu saja tidak bisa sekaligus. Juga kadang aku bingung untuk mulai dari mana. Jadi sabar ya hehehe.
Senin, 8 Januari 2013. Sambil membereskan koper, aku menyiapkan makan malam. Karena …

Read More

Family Day: Shichi Go San

Bukan nama orang yang bernama Shichigo loh, tapi ini adalah peringatan yang jatuh pada tanggal 15 November setiap tahunnya terutama untuk keluarga yang punya anak-anak, baik anak lelaki maupun anak perempuan.
Sesuai dengan namanya, shichi = 7, go=5, dan san =3. Pada hari ini mereka yang mempunyai anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun, serta anak …

Read More

From Russia With Love

Ini judul-judulan yang aku pakai untuk fotoku yang ini:
Tapi sebetulnya aku mau bercerita pengalaman kami hari Selasa kemarin. Ceritanya 4 ibu Indonesia di Tokyo yang tergabung dalam grup “Pemerhati Kuliner” (baru saja sih dibuat namanya heheheh), ingin berkumpul kembali dan wisata kuliner dari negara lain. Kami sudah pernah mencoba makanan Perancis dan Sweden bersama, dan kali …

Read More

Tahu Batik

Tentu saja semua tahu batik ! Gimana sih mama…. (gayanya Kai). Tapi maksudku benar-benar TAHU ,makanan yang terbuat dari kedelai  bukan ‘tau’. Nah lebih aneh lagi ya, kok ada Tahu bermotif Batik? hehehe. Ya paling di Jepang ada tahu seperti ini,
 
yang disebut dengan Yakidofu, tahu bakar, tahu jenis momen tofu yang seratnya lebih kasar daripada …

Read More

Rasa itu tetap ada -5-

Melanjutkan seri tentang makanan atau rasa-rasa jadul yang tetap bisa dirasakan pada saat ini, maka pada hari ini aku ingin menulis sedikit tentang sebuah makanan yang terbuat dari telur.
Kalau di tulisan dulu, aku mencoba masak Oliebollen, roti goreng karena dulu mama sering buat, kali ini aku mencoba membuat “Telur Isi” yang namanya “Deviled Egg”. Secara …

Read More

Tomat dan Stroberi

Akhir-akhir ini aku sering membeli stroberi, karena kebetulan toko sayur – yaoya 八百屋 tempat aku biasa membeli sayuran menjual stroberi dengan harga murah. Tahun-tahun lalu aku “pelit” sekali dalam soal membeli buah-buahan karena mahal, tapi tahun ini aku cukup royal. Satu kotak plastik bisa berisi sekitar 24 biji stroberi berukuran sedang seharga 200-250 yen (20rb-25rb rupiah). …

Read More

Gurume

Gurume adalah pengucapan bahasa Jepang untuk bahasa Perancis ‘Gourmet‘, atau yang mungkin lebih akrab di telinga teman-teman Indonesia adalah wisata kuliner. Namun di Jepang Gurume lebih ke menikmati masakan dengan bahan segar terpilih yang didukung oleh keindahan penyajian hidangan dan suasana sekitarnya. Nah biasanya restoran yang menjadi tujuan Gurume seperti itu tentu mahal. Ada rupa ada …

Read More

Nasi Menjadi Bubur

Sedikit intermezo di pagi hari yang mendung di Tokyo, setelah kemarin turun salju. Dinginnya masih menusuk sampai ke tulang, sehingga malas untuk pergi ke luar rumah. Lebih menyenangkan tinggal dalam rumah yang hangat sambil makan yang panas-panas.
Nah kebetulan aku ada satu wadah berisi nasi kering. Ya karena di sini dingin, sering kalau lupa dibiarkan di …

Read More
Februari 2018
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

yang mau cari-cari

yang bersahabat