my journey from dawn to dusk

Archive for the ‘LIVING’ Category

12 Jam Doraibu

Setelah menuliskan Sehari Tanpa Gadget : Doraibu, akhirnya deMiyashita bisa mempunyai waktu libur yang pas semuanya libur, yaitu hari Minggu kemarin, mulai dari jam 12 siang sampai 12 malam lebih. Kok siang sekali berangkatnya? Ya, karena kami harus menunggu Riku yang ke gereja dan ikut sekolah Minggu sampai jam 11. Aku dan Kai sudah ke …

Read More

Kopdar Mendadak

Ini cerita tentang salah satu acara mudikku Agustus kemarin yang kulewatkan di Resto Rempah Wangi.
Memang kepulanganku kali ini waktunya tidak begitu bagus. Selain kena puasa dan lebaran, juga 2 minggu setelah lebaran yang biasanya orang-orang masih belum pada kembali dari mudik, atau asistennya yang belum kembali sehingga sulit untuk berkumpul.
Nah kebetulan ada beberapa blogger yang …

Read More

Rasa Aman

Aku tak tahu bagaimana teman-teman menanggapi kata “rasa aman” ini. Mungkin ada yang pesimis dan berkata bahwa rasa aman sudah hilang dari tanah air. Aku tidak bisa berkata apa-apa dan juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku ingin menceritakan mengenai “rasa aman” yang kurasakan 10 hari terakhir ini. Seperti yang kutulis di dalam Mama, Jangan Tidur!, …

Read More

Seni Menipu – Tokyo Trick Art Museum

Bukan, aku tidak mau mengajarkan pembaca mengenai bagaimana cara-cara menipu loh. Tapi yang ingin kutulis adalah tentang kesenian yang bisa mengelabui mata. Kelihatannya seperti sesuatu yang lain, padahal itu adalah pinter-pinternya yang menggambar saja.
Aku pergi ke Tokyo Trick art Museum  waktu pergi ke Legoland yang kedua kalinya. Karena Tokyo Trick art Museum ini terletak satu lantai di …

Read More

The Floating Castle

The Floating Castle adalah bahasa Inggrisnya sebuah film Jepang yang berjudul Nobou no Shiro. Sebuah film berlatar belakang sejarah Jepang di tahun 1590, waktu Toyotomi Hideyoshi  sebagai daimyo (tuan tanah) berusaha menyatukan Jepang. Jaman itu memang jaman yang penuh peperangan yang disebut dengan Sengoku Jidai 戦国時代 . Nah, pasukan Toyotomi Hideyoshi ini mendapat perlawanan keras …

Read More

Bukitpun Kan Kudaki!

Jangankan emas permata sesen pun aku tak punya
Tapi jangan kau sangka aku tak kan gembira
Walau semua itu tak ada
Hidupku untuk cinta
Tlah terbalas cinta
Inilah bahagia oh oh oh
Gunung pun akan kudaki lautan kusebrangi
Asalkan kudapati cinta kasih abadi
Permata aku tak peduli

(Titik Puspa)
Enak sih kalau bisa bilang: “Siapa takut?” pada mendaki gunung. Hmm, sebetulnya AKU yang takut …

Read More

Anggur dan Lukisan

Setelah dari Takeda Jinja, kami menuju ke  Tomi no oka Winery milik perusahaan Suntory. Aku sempat bilang pada Gen, “Loh waktu itu bukannya kita sudah pernah ke Suntory juga?” Ternyata waktu itu pabrik air mineral dan whisky, sekarang ini adalah pabrik…. tempat pembuatan anggur/ wine.
Setelah melewati perbukitan yang begitu sepi, tanpa terlihat ada satu mobilpun, kami sampai …

Read More

Yamanashi, Prefektur Tanpa Laut

Kalau berbicara tentang Yamanashi, bagi yang sudah tahu Jepang, tentu mengetahui bahwa Yamanashi terletak di pegunungan dan mengaku juga empunya separuh dari gunung Fuji, dan merupakan prefektur (semacam propinsi di Indonesia) yang tidak mempunyai laut. Bagi yang pernah belajar bahasa Jepang tentu tahu bahwa penggunaan ~nashi berarti tanpa ~. Nah kalau melihat nama Yamanashi, prefektur …

Read More

Sailor Kid

Tanggal 5 Mei adalah hari Anak-anak Laki-laki di Jepang. Sebetulnya karena tanggal 3-4 Mei, kami sudah berada di Yokohama, bisa saja kami melanjutkan menginap di rumah mertua dan melanjutkan jalan-jalan di daerah Yokohama. Tapi karena tanggl 5 itu hari Minggu, Riku harus mengikuti sekolah minggu di gereja, dan aku pun harus hadir karena ada pertemuan orang …

Read More
Mei 2018
S S R K J S M
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

yang mau cari-cari

yang bersahabat