Tadinya mau kasih judul MIRIS BANGET. Karena aku baru ketemu kata ini dipakai di blognya doel waktu itu. Tapi karena aku belum yakin artinya, aku cari di KBBI, ternyata:
2mi·ris Jw a was-was; risau; cemas
Jadi kayanya kurang tepat untuk judul aku.
Well, yang aku mau tulis kali ini yaitu berita tentang seorang ibu yang tega membiarkan anaknya yang berusia 2 tahun kelaparan selama 10 hari. Tanggal 14 Maret kemarin, anak itu ditemukan meninggal, tanggal 15 nya Polisi Saitama menangkap si ibu dengan tuduhan ”tidak bertanggung jawab selaku orang tua dan membiarkan meninggal”保護責任者遺棄致死. Sebelumnya aku baca berita itu berjudul, anak 2 tahun ketinggalan waktu pindahan. Jadi si ibu pindah rumah lalu anaknya yang berusia 2 tahun itu ketinggalan. Mana ada sih ketinggalan orang…. guoblok banget.… barang sih mending….. (sumpah serapah deh yang keluar dari mulut saya).
Saya pikir kasian juga ya si ibu mungkin dia punya masalah ekonomi, jadi terpaksa membunuh anaknya. Karena sebenarnya dia punya 3 atau 4 anak gitu. Mungkin dia dicerai, jadi ngga punya uang dst dst….
Ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sodara sodara, waktu baca berita ketemu tuh foto rumahnya. BUSET deh (ngga pernah deh aku tulis katak-kata kayak gini sebelumnya). Ini mah orang kaya. Kok tegaaaaa? Menurut pengakuan si ibu dia stress dalam membesarkan anak 育児ノイローゼ….paranoid. Aduh… ampun deh.
Di Jepang semakin banyaknya wanita berkarir setelah melahirkan, sehingga partisipasi seorang ayah dalam membesarkan anak sangatlah diharapkan. Selama ini partisipasi itu dapat dikatakan tidak ada. Apalagi sekarang Jepang dihantui kekahawatiran menurunnya sumber daya manusia untuk beberapa tahun ke depan karena masyarakat semakin cenderung mempunyai anak sedikit少子化. Peta demografi jepang akan menjadi kerucut terbalik, dan ini akan memicu kenaikan pajak yang tidak terhindari.
Sekarang ada beberapa perusahaan yang memberlakukan “cuti membesarkan anak” 育児休暇 untuk wanita (ini sudah wajar, meskipun kadang kala harus rela melepaskan pekerjaannya) dan untuk pria (ini baru 0,5% padahal pemerintah bermaksud menjadikan 10% dalam 10 tahun). Saya sendiri sampai saat ini belum pernah bertemu dengan teman pria yang mengambil cuti membesarkan anak ini. Kalau teman wanita ada yang mengambil cuti 3 tahun (profesinya guru). Ada teman pria yang tidak bekerja di kantor (wiraswasta) sehingga dia fleksible mengatur waktu dan membantu istrinya membesarkan anak.
Anyway, bagi ibu-ibu sendiri mungkin agak ragu (ngga enak juga tulis meragukan) akan kemampuan si suami untuk merawat anak. Apakah tidak lebih baik memasukkan anaknya ke penitipan anak saja, daripada menyerahkan bayinya pada seorang lelaki (wahhh gender deh). Tapi sekarang ibu-ibu bisa sedikit 安心 (merasa lega, aman) karena tahun ini tepatnya hari Minggu kemarin tanggal 16 Maret, telah diadakan suatu Ujian Kemampuan menjadi PAPA yang baik. Namanya 子育てパパ力検定 . (kalau sekilas kok terbaca パパバカ (papa bodoh) ya….hihihi).
Ujian ini biayanya 3900 yen, atau 7000 yen jika diikuti sepasang suami-istri. Diselenggarakan di Tokyo, Osaka dan 5 tempat yang lain, dan diikuti kurang-lebih 1000 orang. Wow….
Pertanyaannya ada 50 pilihan a,b,c,d dan karangan. Dan dari hasilnya akan diranking menjadi 4 tingkatan yang tertinggi 一級 (ikkyu) dinamakan SUPER PAPA, dan yang terendah DOKIDOKI PAPA (Papanya gemetaran hihihi).
Dasar orang Jepang suka banget yang namanya Ujian Kemampuan. Seperti yang pernah saya tulis di blog saya yang lain, Ujian Kemampuan di Jepang benar-benar beragam jenisnya, dan merupakan suatu kebanggaan jika bisa menuliskan banyak LICENSE/ sertifikat 検定 di curriculum vitae 履歴書. Sampai saya bingung waktu menuliskan CV saya, dan oleh suami saya diberitahu untuk menulis SIM A sebagai License/sertifikat saya, selain dari Ujian Kemampuan Bahasa Jepang 日本語能力試験. Waktu itu saya heran kenapa SIM aja ditulis. Tapi memang untuk mencari pekerjaan di Jepang, terutama untuk bagian marketing punya SIM akan lebih disukai. (Laaah aku ngga mau jadi supir yeeee…)
Pagi-pagi iseng liat di Amazon.jp. Kalau weekend mereka ada obral jam dan elektronik. Aku sudah lama tidak pakai jam. Di Jepang, dimana-mana ada jam jadi aku rasa tidak perlu. Atau bisa lihat jam di HP. Kalau punya bayi apalagi, selain jam aku tidak pernah lagi pakai anting-anting, kalung, bahkan make up. Duuuh jelek deh mukanya saat-saat begini.

Ini jam lucu deh, dari Swacth…. Inget dulu suka pesan beliin Swatch sama papa kalau papa ke Luar Negeri. Ternyata pas aku cari di Amazon sudah sold out. Sayang deh. Coba kalo masih ada… beli kali ya ….
Ya, bagi yang tinggal di Jepang, tidak asing lagi….pasti sudah pada tahu bahwa tanggal 14 Maret adalah White Day…bahkan tertulis di kalender. Dan selain White Day, untuk Jepang juga merupakan hari “Sugaku no Hi” (Hari Matematika) dan “Kokusai Kekkon no hi” (International Wedding- Hari Perkawinan Campur). Tapi kalau diteliti lagi lebih lanjut, kenapa hari Matematika, atau kenapa Hari Perkawinan Campur?…belum ada jawabnya. Mungkin karena 3+1+4 = 8 ya? tapi emang kenapa dengan 8 ? hehehe. Apa karena 8 menurut orang China dan Jepang adalah angka “BAIK”- lucky, jadi yang kawin campur dirayakan tanggal ini? who knows.
White Day dirayakan di Jepang baru-baru saja. Tanggal 14 Maret ditetapkan oleh Persatuan Produsen Permen yaitu sekitar tahun 1978 (1980), menjadi White Day. Pada hari Valentine di Jepang, wanita memberikan coklat kepada pria yang disukai, sebagai “pemberitahuan” ehhh aku suka kamu….Lalu sebagai jawaban si Pria akan memberikan “balasan” berupa permen …demikian harapan si Persatuan Produsen Permen (ngga mau kalah dong sama si Coklat). Lalu karena bahan dasar permen adalah gula, dan gula itu putih…maka namanya jadi White Day.
Jadi ditetapkannya White Day ini hanya merupakan taktik produsen saja tanpa ada latar belakang sejarah. Namun orang Jepang cinta “EVENT” sehingga hayuuuk aja, menjadikan tanggal 14 Maret menjadi peringatan. Dalam kenyataannya, pemberian coklat di hari Valentine kepada orang yang disukai, sudah bergeser menjadi kebiasaan untuk memberikan coklat pada setiap pria…atau rekan kerja (mungkin malu kalo kasih ke satu pria aja ya). Ini menjadi “giri choko”…coklat kewajiban. Karena karyawati lain memberi, maka saya juga harus memberi. Demikian pula pada White Day, si pria membalas memberikan permen kepada seluruh wanita yang memberikan coklat pada hari Valentine. Bahkan sekarang, bukan hanya coklat yang diberikan. Biskuit, kue, bunga, parfum…..bahkan lingeri dan CD alias celana dalam. Nah, yang untung adalah produsen-produsen Coklat, Permen etc etc deh. Dasar Kapitalis….
Apa saja yang di Jepang, menjadi trend bagi negara sekelilingnya. Diketahui bahwa White Day, selain di Jepang, juga dirayakan di Korea dan Taiwan. Yang lucunya di Korea sebagai kelanjutan White Day, pada tanggal 14 April dirayakan sebagai BLACK DAY. Ya, black untuk mereka yang tidak mendapat balasan “permen” sebagai tanda diterima cintanya, alias gatot… gagal total. Jadi di hari ini mereka yang putus harapan akan minum KOPI atau makan Mie saus hitam, sambil berpakaian hitam. Dan kemudian kebiasaan merayakan setiap tanggal 14 dilanjutkan menjadi “Rose Day” untuk tgl 14 Mei, “Kiss Day” untuk tanggal 14 Juni etc, etc….
Dan katanya di Jepang tanggal 14 Mei menjadi “Orange Day” bagi pasangan pacar baru yang dipelopori juga oleh Disneyland, tapi kurang mendapat sambutan dari Masyarakat. Mungkin memasuki bulan Mei baru masyarakat sadar bahwa mereka dikelabui para produsen. hihihi.
So, hari ini pakai baju Putih, makan Permen, sambil menghitung Cinta dan candlelight dinner untuk saya, Mega, Zay, mbak Ajiek dll ;))
Seri [Hari ini hari apa?] untuk tanggal 13 Maret ini bener-bener deh. Kalau ditulis bahasa Indonesia memang 13-3, tapi kalau ditulis bahasa Jepang jadi 3-13. So bacanya? San-Ichi-San, but it doesn’t make any means?
Hari ini adalah hari SANDWICH (SANDOICHI by Japaneselinggish). Why?
Karena si 1, kejepit sama si 3. duhhhh, Jadi apakah 4-14 nantinya juga hari Sandwich? Ngga kayaknya, ini juga ada pengaruh bunyi pelafalan si 3, yaitu san. San - ichi - San.
hihihi ada-ada aja orang Jepang. but, bener nih aku jadi laper lagi, abis posting jam 4 pagi di sini…… hihihi
Seri hari ini hari apa, untuk hari ini agak maksa. Bener-bener hanya di Jepang saja yang bisa begini.
1. Hari ini adalah hari DOMPET. Dompet bahasa Jepangnya: SAIFU. Hari ini menurut penulisan Jepang adalah 3-12. San-Ichi-Ni (Futatsu) , mengikuti pembentukan akronim bahasa Indonesia yaitu supaya bisa dibaca, maka SA-I-FU. Dalam bahasa Jepang goroawase (語呂合わせ)

(gambar ini bukan dompet saya loh…. dompet saya mah isinya kertas slip pembayaran semua hihihi)
2. Hari ini adalah hari untuk Sweets. Dibaca SU-I-TSU. Tsu ini adalah bahasa Japanlinggish untuk two.
3. Hari MOS Burger. Nah, kalau ini memang sejarahnya. MOS Burger didirikan pertama kali pada hari ini tahun 1972 di depan Stasiun Narimasu dari Tobu Tojo Line. MOS…. aku suka burger ini karena mereka punya yang namanya CHILI MOS BURGER, daging burgernya pakai saus dengan JALAPENOS, cabe hijau yang pedeeees banget. Ayam goreng di sini juga enak, gurih sekali. Hmmmm jadi lapar deh.
Bagi yang tinggal di Jepang, apalagi yang punya anak perempuan pasti tahu hari ini hari apa. Kalau mau tahu detil dari Hina Matsuri (perayaan untuk anak perempuan) ini silakan baca pada postingannya Mega.
Hina Matsuri merupakan salah satu dari 5 sekku 節句 yaitu perayaan yang berakar dari Cina Kuno. Sekku pertama adalah tanggal 7 Januari (1-7) yang disebut dengan Jinjitsu 人日 atau Nanakusa no sekku. Disebut nanakusa karena pada hari ini dihidangkan “bubur 7 rumput” …. rumput di sini maksudnya sayuran. Mungkin bisa dibayangkan seperti Bubur Manado. (hmmm yummy bubur tinotoan pakai sambal dan ikan kering/ikan roa). Ternyata kalau ditelaah lebih lanjut, tanggal 1 Januari tidak boleh membunuh ayam, tanggal 2 Januari tidak boleh membunuh anjing, tanggal 3 monyet/babi, tanggal 4 domba, tanggal 5 sapi, tanggal 6 kuda, dan tanggal 7 orang (tidak boleh menghukum orang/tahanan). Dan pada hari ini sejak jaman Heian, orang-orang makan bubur 7 sayuran. Kemudian ada pula kebiasaan untuk memotong kuku pertama kali di tahun yang baru, dengan cara memasukkan jari ke air yang berisi 7 jenis sayuran tadi supaya kukunya lunak, baru kemudian dipotong. Dan katanya kalau melakukan kebiasaan ini maka selama satu tahun yang baru itu, tidak akan masuk angin.
Sekku kedua adalah tanggal 3-3 (3 Maret) yang disebut Momo no sekku. Ketiga tanggal 5-5 (5 Mei ) yang disebut Tanggo (Koinobori) untuk memperingati keselamatan anak laki-laki. Yang keempat tanggal 7-7 (7 Juli) yaitu tanabata dan tanggal 9 -9 (9September) disebut dengan Kiku no sekku, karena biasanya hari ini bungan Kiku (seruni) berkembang pada hari ini. Tanggal 3-3, 5-5 dan 7-7 selalu jatuh pada hari yang sama. Jadi kalau tanggal 3 ini adalah hari Senin, maka tanggal 5 Mei dan 7 Juli nanti adalah hari senin. Dari ke 5 sekku ini yang masih tetap dirayakan oleh masyarakat umum adalah tanggal 3-3, 5-5 dan 7-7.
Nah hari ini selain memperingati Hina Matsuri, ternyata hari ini juga ada hari TELINGA. iiih aneh ya tapi kalau dibaca memang 3-3 selain dibaca san-san juga bisa dibaca mi-mi (mimi = telinga). Jadi sodara-sodara, bersihkanlah telinga Anda hari ini hihihi. Ternyata tanggal 3 Maret juga merupakan hari lahir Alexander Graham Bell, sehingga juga diperingati untuk mereka yang tuna rungu.
Masih berkaitan dnegan Hina Matsuri, dulu pada jaman Edo, sering juga dipakai ikan mas koki (kingyo) sebagai hiasan di altar boneka Hina, sehingga hari ini juga disebut sebagai hari ikan mas koki. (Ibu-ibu jangan mentang-mentang hari ini hari ikan mas koki, jangan masak ikan mas koki ya…. nanti kucing-kucing pada nangis hihihi).
Sebetulnya aku sudah lama beli alat pembuat roti ini, bersamaan dengan alat pemanas air bak mandi di amazon.


Aku beli alat pemanas ofuro itu karena di bak mandiku sekarang tidak ada alat pemanasnya, 追い炊き jadi kalau sudah lama air menjadi dingin. Padahal aku suka airnya sampai 42 derajat. Air panas di tempatku sekarang maksimum 40 derajat. Tadinya aku pikir dengan alat ini bisa naik sampai 42 derajat. Ternyata ngga bisa tuh. Agak nyesel juga sih beli lumayan mahal sih. Tapi yah daripada terlalu dingin airnya 40 derajat cukuplah.
Sesudah Tina pulang kemarin aku buka packingnya, dan karena hari ini Gen da Riku pergi, aku coba buat roti pikirnya nanti bikin sandwich atau pasta aja. Sekalian mau nyoba enak ngga. Untung aku ada yeast dan tepung untuk roti. Cemplung ini itu sesuai perintah di buku panduannya lalu klik on. dalam 2 jam tercium bau roti bakar memenuhi ruangan. Lumayan rasanya, meskipun waktu dia ngaduk agak ribut. Nanti mau coba buat roti dengan isi yang kecil-kecil.
Hmmm bukan JUMAT yang pasti….
Dalam bahasa Jepang urutan menyebutkan tanggal adalah tahun-bulan tanggal. tanggal 29 Februari hari ini di Jepang peringatan apa ya???
29 dibaca Ni - kyu (ku) sehingga hari ini adalah peringatan hari DAGING (niku). Setiap bulan tgl 29 mustinya ada obral daging dong. Nah selamat makan daging deh, terutama si Mega selamat makan Rendang hehehe. Untuk yang katolik, pantang euy makan daging hari Jumat ini. (Tanpa sadar tadi pagi udah makan meat ball sisa bentonya Riku padahal).
Selain hari Niku, ternyata adalah hari Bawang Putih. Soalnya 2-29 dibaca Ni-ni-ku …Garlic = ninniku. Asyik tuh goreng daging pakai garlic. Cuman ya kasian si Ninniku dirayainnya cuman 4 tahun sekali hehehe.
Udah ah…. jadi laper…..

Bagi yang sudah tahu apa saja yang musti dikerjakan seorang ibu di Jepang, pasti setuju kalau kita katakan Ibu rumah tangga di sini adalah superwoman. Benar-benar harus bisa semua, all round…karena tidak ada pembantu atau baby sitter yang bisa meringankan tugas sang ibu. Apalagi suami-suami tidak pernah turun tangan dalam urusan dalam negeri, berlainan dengan suami di Indonesia. Saking sibuknya, bisa bertemu dengan anak-istri dalam keadaan segar/bangun aja susah sekali. Pulang dari kantor si anak sudah tidur, pergi ke kantor si anak belum bangun.
Untuk keluarga Jepang umumnya tentu saja selain tidak ada pembantu, juga tidak ada supir yang bisa antar-jemput anaknya. Bus sekolah antar-jemput hanya ada untuk murid TK. Sehingga kerap sang ibu juga harus menjadi supir. Masih untung kalau ada mobil dan bisa menyetir mobil. Kalau tidak? Yah, pakailah kendaraan umum di sini yaitu sepeda.
Nah, akhir-akhir ini sang superwoman bingung karena ada peraturan yang diaktifkan kembali setelah 30 tahun tertidur, yaitu “satu sepeda tidak boleh digunakan untuk 3 orang”. Padalah selama ini pemandangan seorang ibu membonceng si sulung di belakang dan si bungsu di depan, sudah biasa. Bagi yang mempunyai bayi lagi, ya si bayi diikat dipunggung sang ibu dengan gendongan khusus. Jadi deh naik satu sepeda berempat. Mungkin kalau di Indonesia sudah biasa melihat satu keluarga dengan 5 orang naik sepeda motor, sehingga tidak heran melihat pemandangan seperti ini. Padahal si anak juga duduk di tempat duduk yang disediakan, bukan sembarang duduk. Tapi peraturan tetap peraturan. Mulai sekarang superwoman harus putar otak bagaimana caranya untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah.
Saya juga sempat termangu membaca berita ini, karena saya pikir saya bisa menjadi superwoman juga dengan membonceng Kai di tempat duduk depan, dan Riku di tempat duduk belakang. Ternyata sekarang tidak bisa….. Masih untung saya bisa menyetir mobil…nah yang tidak ada mobil bagaimana? Dilema juga….. padahal pemerintah maunya menggiatkan keluarga untuk punya anak …bagaimana nih.