Sep
13
Filed Under (LIVING in Japan) by imelda on 13-09-2008

Kemarin malam, saya mendapat email dari teman se-mansion (apartemen), Miki san, yang memberitahukan agar berhati-hati kalau berada di parkiran sepeda/parkiran mobil dekat pintu keluar mansion kami. Karena di situ ternyata ada sarang lebah Suzume Bachi. Suzume bachi adalah lebah yang menghasilkan madu, tetapi lebih ganas dari lebah madu biasa, karena mereka memakan serangga lain…alias carnivora.Dan jika manusia disengat lebah itu maka bisa lebah yang beracun dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat membawa kita pada kematian.

So, saya cari dalam bahasa Inggris keterangan tentang Lebah jenis ini, tapi ternyata tidak ada/ atau baru sedikit sekali. Memang katanya Suzume Bachi ini asli dari Jepang, termasuk lebah mematikan. Jadi seandainya ada orang Indonesia yang tinggal di Jepang, harap berhati-hati jika bertemu lebah ini. Dan jika Anda tersengat lebah ini, jangan menghalau atau melakukan gerakan yang panik, karena semakin banyak gerakan akan mengundang lebah lain untuk mendekat…dan matilah Anda. Lari menjauh, dan usahakan mengeluarkan cairan bisa dari tempat yang disengat. Jangan pakai mulut (dengan cara diisap) karena jika dalam mulut terdapat luka, maka bisa akan masuk lewat luka di mulut tersebut. Alirkan air terus ke luka sengatan untuk mengeluarkan bisa tersebut. Bagus juga jika diberi ocha (teh) yang mengandun tannin atau katekin. Sambil didinginkan segeralah ke Rumah Sakit. Hal ini harus diperhatikan sekali, apalagi jika Anda sebelumnya pernah disengat lebah jenis yang sama. Yah…mudah-mudahan kita jangan sampai disengat lebah ini ya

Kematian yang mengintip kita dalam kehidupan di Jepang yang ke dua (menurut saya) adalah Kerang, Kai, dan itu jika dimakan dengan mentah. Kerang Mentah yang terkenal dari Hiroshima itu memang enak, tetapi jika tidak hati-hati, kita bisa keracunan kerang. Saya pernah mengalami keracunan kerang, dan aduuuuh bener-bener deh… rasanya mau mati. Selain buang air juga muntah-muntah ….dan seharian badan lemas. Waktu itu saya pikir, ngga lucu ah kalau ada surat kabar menulis; “Seorang mahasiswa dari Indonesia, Imelda, (28th) ditemukan tewas akibat mengkonsumsi kerang”… Ngga kerena kan cara matinya hahaha. Dan begonya saya waktu itu, tidak langsung pergi ke RS. Untung bisa sembuh, karena sesudah itu saya baru tahu bahwa orang bisa mati karena keracunan kerang …hiks.

Memang sih kita bisa mati dimana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja. Tapi kalau bisa dihindarkan lebih bagus, bukan?

Sep
06
Filed Under (LIVING in Japan, Opini 意見) by imelda on 06-09-2008

Apa sih yang bisa dibanggakan sebagai orang Jepang. Menurut orang asing, orang Jepang itu tidak bisa mengekspresikan pemikirannya sendiri. Orang Jepang itu bisa beradaptasi tapi tidak ada kreatiitas. Kalau media luar negeri membicarakan Jepang pasti yang diambil sebagai topik yang jelek-jelek saja….. macam-macam pemikiran orang tentang orang Jepang yang bisa dikatakan negatif. (oh ya kalau saya, yang pernah saya singgung di sini dan selalu ditertawakan Lala dan Bang Hery adalah bahwa orang Jepang itu DINGIN hehehe…. ) Tapi tentu saja ada sifat-sifat orang Jepang (secara keseluruhan) yang bisa dianggap positif ya. Berikut ini adalah hasil angket mengenai “Yang bagus dari orang Jepang itu adalah……”

  1. Perasaan tentang 4 Musim (well ini saya akui karena Orang Jepang amat sangat memperhatikan musim dan menggunakan segala yang terbaik dari musim itu untuk dinikmati)
  2. Rajin - serius  (yup, dalam mengerjakan tugas semua dikerjakan dengan rajin sampai tuntas)
  3. Ramah ( meskipun ada sedikit perasaan diskriminasi, pasti tidak dikeluarkan)
  4. Kebudayaan makanan yang beragam (Karena musim tadi, maka jenis makanan juga beragam dan INDAH)
  5. Bisa menciptakan teknologi tercanggih (Yes!! beberapa hari lagi ada satelit buatan warga desa berukuran sekitar 50×50 cm yang akan diluncurkan dari Jepang untuk memonitor kecepatan angin kalau tidak salah….. warga desa loh yang buat)
  6. Tata Krama (sugoi… hebat memang semua ada tata krama nya)
  7. Tahu balas budi (girigatai) hmmm ini agak sulit diterjemahkan. Jadi orang Jepang pasti akan membalas kebaikan yang diterima dna tidak akan lupa.  Loyal. sekali dibaiki orang tidak akan melupakan orang itu.
  8. Perhatian
  9. Memelihara kebudayaannya
  10. Terampil (hmmm ini sih tergantung bidangnya, tapi memang orang Jepang kalau sudah menguasai sesuatu akan trampil memakainya)
  11. Merasa sayang (untuk membuang)( Jadi pasti akan memikirkan apalagi yang bisa dibuat dari bahan yang dibuang itu— ini bagus untuk lingkungan ya)
  12. Tidak mau menonjol (ini cocok nih untuk saya…. ngga bisa promo diri sendiri)
  13. Mendetil (memperhatikan hal yang kecil-kecil termasuk mengucapkan terima kasih sekali lagi pada waktu bertemu…)
  14. Mengekspresikan sesuatu tidak langsung (ambigu) (BENER….muter-muter jadi sulit dimengerti…mbok yo langsung to the point nape)
  15. Percaya/Dipercaya
  16. Kelihatan muda
  17. Mengetahui sense/rasa dengan detil
  18. Rambutnya indah (Benar…hitam legam dan banyak ….terutama wanitanya)
  19. Elegan/Anggun (hmmmm…..)
  20. Manner waktu makan (kecuali berbunyi waktu makan ramen ….memang bagus mannernya)

Hmmm memang semua kembali pada orangnya… Tapi saya amat setuju dengan pendapat Lala yang mengatakan bahwa orang Jepang itu mendetil (nomor 13). Banyak pengalaman saya mengenai itu dan kadang saking mendetil menjadi over-protected.

Sep
05

apa sih itu skimming? Skimming is a scam where the magnetic data on the cash card or credit card is illicitly read stealthily to make a counterfeit copy of the card. It involves the use of a device called “skimming card reader (skimmer). Jadi gampangnya si pencuri data ini akan memakai suatu alat yang jika di dekatkan ke credit card Anda, maka semua data akan diperoleh dna dengan data itu dia membuat credit card yang baru (yang mungkin tampilannya sedikit berbeda) tapi yang penting datanya sama. Kejahatan Credit card ini marak di Asia Tenggara, karena alat skimmer ini lumayan murah dan mudah didapat.

Dan sebenarnya saya pernah menjadi korbannya. Si penjahat itu mengambil data saya (dan pasti di Indonesia/Jakarta dong) kemudian data di bawa ke Malaysia dan dibuat di sana. Si Penjahat belum sempat pakai, dan dia tertangkap waktu sedang memakai CC orang lain, dan polisi menemukan ribuan kartu kredit palsu di rumahnya, dan di antaranya kartu dnegan nama saya. Langsung Bank memblokir dan memberikan kartu baru. Kejadian ini saya tidak tahu, dan dijelaskan oleh pihak Bank. (Mungkin saya tahunya kalau sudah jadi korban dan harus membayar banyak ya?)

Karena itu bagi pemilik kartu kredit, terutama di Indonesia harap hati-hati sekali. Tapi menurut berita yang belum bisa dipastikan, kartu kredit yang diskim itu bisa jadi tidak berada di tangan Anda, atau toko atau pegawai, tapi masih dalam dompet anda, dan dengan suatu alat yang canggih, katanya bisa terbaca juga. Ilustrasinya misalnya Anda sedang naik eskalator lalu berpapasan dnegan orang yang punya skimmer itu, maka datanya kartu kredit yang ada dalam dompet akan bisa terbaca. (Saya sendiri masih kurang yakin dengan kebenaran hipotesa ini, tapi ada baiknya kita waspada saja).

Karena sudah pernah pengalaman, saya sengaja membeli sebuah proteksi anti skimming buat kartu kredit yang dijual di Jepang. Bentuknya seperti kartu lipat seukuran kartu kredit dan mungkin mengandung sesuatu yang bisa menutup garis hitam yang berisi data kita. bentuknya seperti ini

dari sini ke bawah udah diary nya saya… tanggal 4 sept 2008.———–

Nah kebetulan hari ini ada teman dosen yang akan berangkat ke Bali. Karena ibu ini pertama kali ke Bali dan sendirian, dia banyak bertanya tentang hal-hal yang perlu diperhatikan termasuk belajar percakapan survival. (padahal dia sewa penerjemah untuk mendampingi ke mana-mana…. ) Dan waktu dia telepon hari Rabu malam, terlontar pembicaraan mengenai kartu kredit… saya bilang hati-hati juga memakai kartu kredit karena ada skimming….. wah dia langsung panik dan akhirnya saya bilang saya akan pinjamkan kartu anti skiming ini ke dia.

Jadi kemarin siang saya pergi ke stasiun dekat rumah saya untuk meminjamkan anti skimming ini. Semoga bisa berguna dan saya katakan, “Enjoy jangan terlalu khawatir, nikmati liburan Anda sebaik-baiknya”.

Pas mau pulang dari stasiun ke rumah, tiba-tiba sepeda yang sedang saya kayuh terasa aneh. Something wrong dengan ban nya. Untung belum jauh banget, jadi saya kembali ke arah stasiun dan minta ganti ban sepedanya di toko sepeda. Untuk itu butuh satu jam. Waaah gimana ya, kelihatan akan hujan. Mau pulang naik taxi, tapi nanti sejam lagi gimana ambilnya… besok aku perlu juga untuk antar Riku ke TK. So, dengan menggandeng Riku dan menggendong Kai aku pergi ke shopping mall di stasiun dan menghabiskan waktu satu jam. Susah kalau bawa dua anak begini, mau belanja banyak ngga bisa. Jadi makanlah di situ saja, sambil duduk di bench yang disediakan. Ibu dan 2 anak ngganggur (untung aku sempat bawa susunya Kai), menunggu satu jam dan memandang ke luar melihat curah air hujan yang semakin mengkhawatirkan.Setelah satu jam lewat, terpaksa deh pulang bersepeda hujan-hujanan….

Kalau dulu saya pernah posting mengenai perubahan yang dirasakan dalam 10 tahun terakhir ini, kali ini akan mengulas tentang apa yang ada sekarang, tapi mungkin untuk 10 tahun ke depan sudah tidak ada lagi. (Jangan-jangan saya sendiri 10 tahun yang akan datang udah ngga ada nih heheheh).

OK dari survey ternyata orang-orng di Jepang memilih barang-barang ini akan LENYAP dalam 10 tahun, dan nomor satunya (yang sudah pasti hilang gituh) adalah TV dengan braun capsul… ya TV yang sekarang masih ada di ruang tamu saya deh hehehhe. Berikutnya? Hmmm kita lihat daftarnya aja ya..

  1. TV Braun (plasma…aquos… aku sih masa bodo… ngga suka nonton ini)
  2. Telepon dengan sistem putar (bukan tekan /push) (apalagi kalau masih pake pesawat
  3. Penyewaan Video VHS (hhmmm kayaknya sih iya sapa yang mau bawa gede-gede gitu)
  4. Kantong plastik gratis di Supermarket dan konbini (hmm hemat dan ramah lingkungan siiip deh)
  5. Telepon Umum (krn semuanya sudah punya keitai (HP) sih
  6. ADSL ( wahhh kasian juga, semua koneksi dipaksa jadi fiber optic)
  7. MiniDisc /MD   (hmm kalah sama ipod ya)
  8. Instant Camera  (semua udah punya HP yang ada kameranya sih)
  9. Batere Mangan (Alkali semua )
  10. kereta dengan kompartemen  (kompartemen =bisa tidur jadi harus lama dong…shinkansen ngga laku deh )
  11. Taman bermain di atas gedung departemen store. (memang khas di Jepang ada taman bermainnya)
  12. surat kabar sore (trus yang paginya?)
  13. sms HP  (wah kayaknya di Indonesia sulit hilangnya…nanti ngga ada yg dukung Indo idol dong)
  14. mobil bermesin disel (tidak sesuai jaman juga sih)
  15. pensiun  (hmmm sistem pensiun di Jepang memang riskan)
  16. tiket bus dan kereta api (hmmm pas elektrik nih)
  17. Blue Ray    (baru kok udah mau ngilang?)
  18. CD/CD ROM
  19. heater dari minyak tanah (jgn deh bahaya soalnya dan bau minyak)
  20. Harga paket telepon tertentu
  21. receipt berbentuk kertas (setuju… buang-buang kertas nih)
  22. daerah bersalju tebal di Jepang (akibat pemanasan global)
  23. pembuka kaleng (karena semua kaleng sudah bisa langsung dibuka tanpa alat itu)
  24. pembukaan jalan utama untuk pejalan kaki
  25. Laptop yang lebih besar dari A4
  26. buku catatan rekening bank (setuju… udah online kok)
  27. pembagian TODOFUKEN (perfektur di jepang)
  28. Pembuka tutup botol (hmmm sudah tidak pake botol kali yahhh)
  29. Drama remaja (aaah masak tidka ada remaja lagi????)
  30. DM alias Direct Mail (semua DM berganti SPAM hehheeh)

Ayo…. kalau di Indonesia apa kira-kira yang hilang dari peredaran 10 tahun mendatang? Kalo telepon umum, kayaknya sekarang juga sudah tidak ada ya… (kayaknya pesimis banget ya)

Sep
01
Filed Under (LIVING in Japan, Opini 意見, What day is today) by imelda on 01-09-2008

Tanggal 1 September di Jepang adalah 防災の日 Hari pencegahan bencana,  terjemahan dari bahasa Inggris “Disaster Prevention”. Padahal bencana itu tidak bisa dicegah, hanya bisa dikurangi korban atau dampaknya. Sehingga bahasa Inggris yang tepat mungkin Disaster Reduction.

Mengapa ditetapkan tanggal 1 September? Karena pada tanggal ini di tahun 1923 pukul 11:58 siang telah terjadi Gempa bumi besar Kanto yang banyak menelan korban 142.500 korban meninggal/hilang.

Dikatakan bahwa 15% dari gempa bumi diseluruh dunia terjadi di Jepang. Dilihat dari sejarahnya dalam 100 th, setiap 1,5 tahun terjadi gempa bumi yang membawa korban. Gempa bumi besar yang menyebabkan 100.000 lebih orang tewas telah terjadi 13 kali, yang berarti terjadi sekali setiap 7 th.

Pada tahun1995, Gempa bumi besar Hanshin Awaji dengan skala 7,3 menggoncang daerah Hanshin, menewaskan 6,500 warga dan lebih dari 100 ribu kehilangan rumah.

Dalam gempa berkekuatan 4 skala jepang, menyebabkan barang2 berjatuhan, sehingga Anda diminta untuk waspada. Pertama selalu siapkan alat pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau. Pasang penahan pada mebel Anda supaya tidak jatuh waktu terjadi gempa. Siapkan makanan dan minuman di rumah Anda serta peralatan P3K. Diskusikan juga dengan keluarga Anda jika terjadi gempa agar berkumpul dimana serta bagaimana cara saling berhubungan.

Jika gempa terjadi yang pertama kali Anda harus lakukan adalah dengan tenang menjauhi barang atau bangunan. Jika Anda berada dalam ruangan berlindunglah di bawah meja yang kokoh dan bukalah pintu untuk memudahkan evakuasi. Penting sekali untuk segera mematikan sumber api dsb. Setelah itu buka pintu untuk memastikan jalan keluar. Jangan panik keluar sebelum yakin benar. Dapatkan informasi melalui televisi dan radio. Jika terjadi kebakaran atau seseorang mempinta pertolongan, lakukan dan bantulah sebisa mungkin. Padamkan api waktu kecil akan lebih mudah daripada jika sudah membesar. Jika rumah tidak dalam bahaya akan rubuh, maka Anda tidak perlu mengungsi.

Jika Anda berada di luar ruangan hindari jalan sempit, tembok, tebing, jalan menjanjak dan tepian sungai. Jika Anda sedang menyetir kendaraan tetap tenang dan parkir di kiri jalan dan matikan mesin. Jika Anda harus keluar dr kendaraan, tinggalkan kunci mesin tetap terpasang dan jangan kunci pintu.

Jika Anda tidak bisa pulang ke rumah Anda, Anda harus mencari tempat pengungsian sementara. Membutuhkan waktu beberapa hari sampai seminggu agar kebutuhan utama kehidupan seperti air, listrik dan gas berfungsi kembali. Sangat penting untuk membantu sama lain, terutama lansia dan penderita cacat. Hanya Anda sendiri yang bisa menjaga diri Anda jika terjadi gempa. Di setiap kota terdapat tempat-tempat yang telah ditunjuk sebagai tempat mengungsi yang aman. Anda bisa mengikuti petunjuk utk mencapai tempat-tempat tersebut, yang biasanya biasanya berupa sekolah SD dan SMP, karena perlengkapan darurat banyak tersimpan di sana. Jika sekolah tersebut juga berbahaya, pergilah ke taman yang luas yang telah ditentukan kota sebagai pusat pengungsian.

Barang-barang yang perlu dipersiapkan setiap waktu:

makanan tahan lama dan minuman minimal untuk 3 hari,  selimut/alumunium untuk menghangatkan tubuh, batere, senter, pakaian, pampers untuk bayi dan napkin bagi wanita, sepatu, surat penting, uang kecil 10 yen untuk menelepon, tali, dll. Biasanya di seupermarket sudah dijual ransel untuk emergency yang isinya lengkap dengan peralatan-peralatan itu.

Tips dari saya pribadi: bawa wieder/energy dalam tas Anda, coklat dan atau susu kental manis dalam tube, gula bisa membuat kita bertahan sedikitnya satu hari, charge penuh keitai/HP Anda. Ada juga yang menyarankan membawa saran wrap atau alumunium foil, karena pada musim dingin ini bisa membantu banyak supaya panas dari tubuh tidak keluar. Di rumah siapkan gas bombe dan kompor kecil. Tapi sebelum dipakai pastikan gas RT tidak bocor. Jangan coba nyalakan api dalam rumah. Dari gempa bumi yang paling ditakutkan adalah kebakaran. Jadi perhatikan waktu bertindak dnegan api dan listrik.  Isi penuh bak mandi/mesin cuci supaya bisa dipakai untuk cebok/ mengalirkan kotoran. Saya biasanya mengisi pet botol kosong dnegan air ledeng dan taruh di beranda luar. Air ini bisa dipakai sewaktu-waktu, bukan sebagai air minum, tapi untuk sanitasi tadi.

Aug
22
Filed Under (LIVING in Japan) by imelda on 22-08-2008

Jatuh sakit? pasti sakit sih….

Jatuh cinta/Jatuh hati? sakitnya jika tidak bersambut atau putus…

Jatuh tempo? Kalau deposito sih enak tapi kalau hutang…sakit euy.

Nah saya pernah mengalami jatuh yang tidak sakit…. Malah kepengen jatuh lagi soalnya empuk sih heheheh..  Makanya fotonya saya kasih judul “JATUH BAHAGIA” hihihi

huh posting yang ini bener narsis ihhh. gomen ne.

pertama kali dan mungkin terakhir kali belajar main ski di Sapporo, Hokkaido. Yang ngajarin kakek-kakek umur 70 tahun. Asal bisa jaga keseimbangan tubuh sih, sebetulnya olahraga ini tidak sulit. Yang sulit adalah biasanya harus start dari puncak bukit. Untuk ke bukitnya musti naik sky lift. Dan…. no way untuk saya, karena saya takut ketinggian. So, mungkin kalau ada kesempatan Riku dan Kai belajar main ski (bapaknya gen berasal dari Niigata, yukiguni, negara salju sehingga jago main ski), saya mungkin akan ikut dan naik sori saja, semacam kereta salju yang biasa dipakai anak-anak di tempat ski… biar deh malu, daripada saya mati berdiri untuk meluncur dari ketinggian. So…. saya juga tidak akan pernah bisa mencoba paraglider, parachutte, bunge jump etc etc….soalnya nyalinya kecil sih. And I am not a sport person.

(sapporo march 93)

Aug
02
Filed Under (Intermezzo, LIVING in Japan) by imelda on 02-08-2008

Nah loh apa hubungannya si Honey and Pants. Kecuali Honeynya sebutan pengganti darling, yang (mestinya) pakai pants… gubrak… udah ah ntar saya dibilang jorse lagi.

Tidak bermaksud untuk jorse. Tapi hari ini tanggal 2 Agustus ditulis dalam bahasa Jepang 8-2 itu bisa baca menjadi Ha (dari Hachi) - ni jadinya peringatan untuk honey alias madu deh. Dan 8-2 itu katanya bisa dibaca menjadi PAN (kayaknya ini lebih cocok ke bhs Indo deh delapan) -TSU (dari bahasa inggris two –tu —japlishnya tsu), sehingga hari ini juga jadi peringatan untuk Pants, alias cel-dal. Yang pants ini ditetapkan sendiri oleh sebuah perusahaan pakaian dalam Isokai, dan katanya wanita-wanita bisa memberikan hadiah celana dalam untuk pria idamannya — diam-diam… Huh dasar kapitalis. Segala macam dibuat jadi produk.

Hmmm mau pergi dulu ah beli celana dalam untuk ….. (Wonder Man hihihi) — ayo la, sama-sama belanja sebelum kamu pulang ke sby….  (Kalo asunaro girls nya beli pants untuk asunaro boysnya bisa geger dunia per-blog-an yah hahaha)  ssstttt ada yang merah loh mukanya….

Hmmmm lupa saya tambahkan dalam postingan saya Summer in Japan means… bahwa es serut atau kakigori merupakan salah satu ikon musim panas.Tentu saja sama dong dengan Es serut di Indonesia, tapi isinya yang agak lain. Kalau es serut di Indonesia, yang dnegan nama macam-macam biasanya berisi buah-buahan, kolang-kaling, tape singkong, cincau dll. Nah kalau di Jepang biasanya isinya kacang azuki (sejenis kacang merah kecil direbus dengan gula) lalu sirup maccha (teh hijau) kadang diberi es krim vanila. Ini yang biasanya ada di restoran-restoran. Rasa Japanis banget deh. Tapi kalau pergi ke Festival-festival summer yang ada, yang namanya kakigori biasanya hanya berupa es serut yang diberi sirup rasa Melon, Strawberry dan Blue Hawaii. Nah hari ini tanggal 25 Juli adalah peringatan hari NATSUGORI, sama dengan kakigori (natsu =summer gori =ice). Dipilihnya tanggal ini karena sebutan Na-tsu-go yaitu 7-2-5. Dan kabarnya tanggal ini adalah hari terpanas di Jepang. Hiiii, untung saya di Indonesia ya. Bisa makan es shanghai, es teler, es merah delima, es-te-em-jeh …wah yang terakhir ini lain ya….

Hmmm mau cari es -es an dulu deh. Tergantung juga sih es nya satu atau dua atau tiga. Kapan ya aku bisa es tiga heheheh.

Jul
20

Nomor satu adalah LEMBAB (mushi atsui), duuuuh dehhhh lembabnya bisa sampai 90% kali. Seminggu terakhir ini puncak suhu udara terpanas HANYA 34 derajat, di Nerima. Mungkin daerah saya ini aneh ya, kalau di pusat kota cuma 30 derajat maka di tempat saya bisa 32 derajat. Tapi, kalau musim dingin, di pusat kota 10 derajat maka di tempat saya 8 derajat. Kalau bersalju…. tempat saya ini juga paling lambat mencairnya.

Nomor dua menurut saya adalah SUIKA, atau semangka. Karena suika ini merupakan buah kesayangan saya dan Riku (juga ibu mertua) jadi begitu ada suika dijual di toko langsung beli. Dulu pertama kali makan suika di Jepang, saya merasa bahwa suika di Indonesia lebih manis dan lebih enak, apalagi tidak ada bijinya. Tapi kenapa akhir-akhir ini berbalik ya? Ada juga yang bilang sih bahwa kalau makan suika supaya manis, ditaburi sedikit garam…. Hmmm. Dan Suika ini kan bagian yang termanis adalah yang paling tengah. Coba deh lihat hasil karya Riku…. Bagian tengahnya dimakan duluan, dan yang lain ditinggal. Huh. memang paling praktis disajikan setelah dipotong kotak-kotak, tapi makan suika yang dipotong seperti bulan sabit ini memang asyik….

(semangka hasil gigitan Riku - Kai makan semangka dan jagung)

Nomor Tiga adalah JAGUNG (tomorokoshi), saudara-saudara. Jagung hanya diproduksi waktu musim panas, sehingga waktu musim panas harganya murah. Meskipun masih mahal menurut saya… 1 jagung seharga 200 yen (16.000 rupiah). Jagung di sini biasanya hanya direbus, sehingga saya kangen sekali makan jagung bakar yang biasa dijual di emperan jalan menuju puncak. Hmmm mau cari jagung bakar ah kalau nanti sempat pergi ke Taman Safari.

Berhubung ada yang bilang bahwa postingan saya selalu ujung-ujungnya makan…maka selanjutnya saya mau menulis ranking selanjutnya yang tidak berhubungan dengan makanan. heheheh. Ranking ke empat adalah HANABI (firework festival) dan jika menonton hanabi ini, paling asyik kalau pakai yukata (saya sudah pernah post ya). Hanabi di musim panas biasanya dimulai pada Hari Laut tahun tersebut. Tahun ini Hari Laut jatuh pada tanggal 21 Juli. Di berbagai tempat diadakan festival kembang api ini. Dan karena Hari Laut adalah peringatan pembukaan pelabuhan Yokohama, maka tentu saja paling afdol kalau menonton festival ini di Yokohama, tepatnya di perairan depan Yamashita Koen. Saya sendiri belum pernah menonton Hanabi yang di Yamashita Koen. Tempat yang pernah saya kunjungi waktu berhanabi adalah Sumidawaga Festival, yang terbanyak jumlah kembang apinya. Saya pergi ke festival ini di awal tahun kedatangan saya ke Jepang, bersama teman-teman dari Ajiken (Asia Keizai Kenkyuujo) yang saya anggap sebagai sempai saya yaitu Matsui san, Dobeta san, Kyou-san. Pengalaman ini tidak pernah saya lupakan karena pertama kali saya lihat begitu banyak orang meluap di jalan-jalan, sampai-sampai polisi harus mengatur arus pengunjung dengan menghentikan arus manusia ini setiap beberapa menit. Terus terang saja, saya takut dengan keadaan seperti itu. Untung di Jepang, warganya patuh-patuh coba kalau di negara saya tercinta, mungkin sudah timbul korban terinjak-injak berapa ratus orang.

Selain hanabi di Sumidagawa, menonton hanabi di Kamakura (Enoshima) juga bagus, karena kita melihat seakan-akan hanabi itu muncul dari permukaan laut bagaikan air mancur (bayangin deh logonya jamu air mancur). Indah!!. Waktu pergi Hanabi ke Futakotamagawa, saya bisa menikmati hanabi dari bantaran sungai dengan melihat ke arah kanan dan kiri. Hanabi di Disneyland jangan ditanya deh…. dengan latar belakang cinderella castle …duh serasa di dunia impian. Hanabi yang lain kecil-kecil skalanya, dan tersebar hampir di semua daerah di Jepang. Mungkin hanabi bagi saya yang terjauh adalah di Hachinohe (Aomori ken) utara Jepang, waktu mengadakan perjalanan menonton Neputa dan Nebuta Matsuri. Tapi pergi hanabi begini kecuali waktu di Chiba Port Tower, saya tidak mau pakai yukata. Karena ribet deh…panas… Lagipula sudah tidak muda lagi untuk menarik perhatian lawan jenis hihihi. Lewat 5 tahun di Jepang sudah malas untuk pergi berdesak-desakan dalam udara panas. Lebih baik menonton televisi dalam ruangan yang sejuk (memang lain sih kalau melihat langsung bisa merasakan dentuman hanabinya juga). Atau yang paling asyik menonton dari teras mansion melihat hanabi Toshima-en dan Seibu-en, sambil menikmati bir dingin hehhehe.

(kiri=Riku pakai JINBEI untuk bon odori di TK nya, kanan = capung jepang yang mempunyai garis hijau berkilat… namanya…lupa!!)
Tapi karena saya tidak suka panas juga, saya selalu berusaha tidak berada di Jepang waktu summer. Lebih baik menikmati udara dingin di Australia (karena waktu itu adik saya Novi berada di sana) atau udara kering di Jakarta. Sehingga kesempatan untuk menonton Hanabi jadi terlewatkan.Juga kesempatan untuk mengadakan Barbeque (hmmm enak loh bakar ikan atau daging di pinggir sungai sambil bercanda dengan teman)

Bagi anak laki-laki, musim panas berarti kegiatan outdoor menangkap kupu-kupu atau serangga lainnya. Riku juga senang menangkap serangga dan kupu-kupu (meskipun akhirnya dilepaskan) dan kemudian mencocokkan nama-nama binatang yang ditemukan dalam ZUKAN (kamus bergambar). Jadi bisa sekaligus belajar jenis-jenis hewan. Selain kegiatan outdoor begini, biasanya juga banyak anak-anak yang hobi dnegan kereta api, akan mengelilingi semua stasiun di suatu jalur, dan turun di setiap stasiun untuk mengumpulkan cap stasiun. Kegiatan ini juga saya rasa sangat bermanfaat (meskipun pasti meleelahkan ibu yang menemaninya). Sayang tahun ini tidak bisa karena berlibur ke jakarta, tapi untuk musim panas yang akan datang nantinya, saya juga berencana untuk melewatkan liburan dengan menemani Riku (bersama Kai tentunya) untuk melakukan railway journey ini. Gini-gini Kimiyo, adik Jepang saya itu mengganggao saya ahli perkeretaapian Tokyo, karena saya tahu semua jalur dan bagaimana ganti kereta dengan efisien waktu. Tapi itu kan semasa saya single dan sering jalan untuk mengajar. Sekarang sudah banyak jalur baru yang bertambah dan saya belum pernah naiki.

(kiri = Riku dan Kai yang pegang hadiah ultahnya, kanan “Mama jangan taruh aku dalam koper dong!!”)

Meskipun banyak kegiatan  musim panas di Jepang, Matsuri (Festival), Hanabi (kembang api), barbeque, Mushi tori (menangkap serangga), Kakigori (es serut) yang mungkin terlewatkan, Riku dengan gembiranya mengatakan “Jakarta…machidooshii…(saya nanti-nantikan)” Semoga saja Liburan tahun ini bisa memberikan kegembiraan yang lebih banyak lagi bagi Riku, dan Kai tentunya.

Ittekimasu (saya pergi)……

(Papa Gen jaga rumah dan ikan di akuarium baik-baik ya…)

Jul
14

Yah apa boleh buat, namanya juga musim panas. Kalau musim panas udaranya dingin, kan jadinya tidak cocok. Dua hari pekan ini suhu max di Tokyo 33 derajat…. Sumuk, gerah, lembab kayak di sauna aja. Semoga Jakarta tidak ya…..

Hari Sabtu pagi, aku masak Bakso karena ada teman TK Riku yang bernama Agus datang ke rumah bersama ibunya. Ibu Agus orang Jepang, sedangkan bapaknya orang Bali. Sebetulnya tidak semangat menerima tamu, karena panas dan kepala pusing. Mungkin masuk angin karena terlalu banyak pakai AC. Reibobyou, Sakit AC. Tapi serba salah juga, mau pakai AC kena Reibobyou, tidak pasang AC panas benar deh. Jadi waktu jam 12 mereka datang, baru siap beres-beres rumahnya. Langsung makan bakso, dan dessertnya Es Krim Baskin 31 yang dibawa ibunya Agus. Hebatnya dia bisa menebak flavour kesukaan aku yaitu Jamoca Almond Fudge. Tapi dia agak kecewa karena tebakan flavour dia untuk Riku tidak tepat. Riku aneh sih, anak-anak tapi suka rasa yang dewasa. Dia sukanya Chocholate Mint, Matcha atau Popping Shower (itu tuh yang bisa meletus-letus di dalam mulut).

Karena tiba-tiba di kejauhan terdengar guruh dan kelihatan mulai menghitam, jadi mereka pulang cepat-cepat, pukul 4 karena takut kehujanan dan harus mengangkat cucian di rumahnya. Sesudah mereka pulang, aku main sama Kai di ruang tamu, sambil tidur-tiduran di lantai. Eeee tahu-tahu suamiku pulang. Cepet sekali (jam 5 termasuk cepat). Dia juga sudah mengambil mobil yang 2 minggu mendekam di bengkel untuk perpanjangan STNK (di sini disebut shaken, sebelum diperpanjang harus diperiksa mesin dan kelengkapan semuanya… dan itu mahallll bo. Mahal punya mobil di Jepang deh, apalagi sekarang bensin premium aja sudah 180 yen). So, karena ada mobil, aku ajak dia beli komputer untuk dia yang katanya ngadat dan makan di luar.

Memang sih komputernya Compaq (sebelum gabung dengan HP) sudah 5 tahunan, dan baterenya sudah sowak deh. Lalu sejak 3-4 hari yang lalu katanya internetnya ngga nyambung. Musti beli batere baru, tapi mungkin belum bisa datang sebelum aku pergi ke jkarta. Mau beli komputer online juga begitu, paling cepat sampainya 1 minggu. Jadi beli langsung aja di toko, because aku yang harus set up komputernya. Kita pergi ke Kojima dekat rumah, dan dilayani oleh seorang pemuda yang cakep sekali euy. Dia bisa masuk jannis tuh. Sayang waktu itu aku sibuk gendong si Kai, dan isengnya belum keluar untuk minta foto bersama heheheh. Kadang aku suka gila juga sih, inget dulu di restoran Brazil, pelayannya kayak keanu reeves…langsung deh aku bilang, “can I take your picture please…” Dianya yang tersipu deh hihihihi. Suasana juga mendukung sih waktu itu, karena itu acaranya InterFM jadi ada kira-kira 10 orang from around the world yang juga gila-gila.

(tampang Jannis, Takizawa Hideaki—– Kimura Takuya beda umurnya jauh sih, si Kimutaku udah ada anak 2 kayaknya ya)

So, si Jannis ini melayani kita, menjawab pertanyaan aku tentang spec computer yang kita incar. Emang pertama liat itu aku sudah senang dengan tampilannya (tampilan komputer loh). Gen juga suka…so apalagi, yang pakai kan dia, jadi harus yang dia suka dong. Memang bukan laptop tapi bener-bener irit tempat. Pertama kali beli Acer Aspire desk top slim, Vista home Premium dengan spec minimum aja. Karena hanya dipakai untuk internet dan liat foto-foto (bukan untuk editing juga….yang edit aku sih). Soalnya kalau istri dan anak-anak ngga di rumah sebulan, dan dia ngga bisa main internet di rumah, takutnya dia ngelayap kemana malah repot hehehe. (Padahal aku ada desk top loh yang masih bisa dipakai, tapi dia ngga suka pake desk top aku hehehe).

Sepulang dari situ sudah jam 6:30, jadi kita langsung pergi makan sushi (hisashiburi….after a long time). Riku mayan makan banyak dan Kai juga makan baby food yang aku bawa + Chawan mushi. Dari situ kita pulang dan setting komputernya. Untuk setting, harus pindahin laptopnya dia, jadi aku taruh di meja makan samping laptop aku. Sambil dia setting computernya, aku coba liat kenapa internetnya ngadat. Eeee ternyata memang ada laporan dari Zone Alarm (aku pakai Zone Alarm untuk firewall nya) bahwa windows update yang terakhir itu membuat koneksi terputus. So, aku ikutin perintahnya ZA untuk perbaikan, dan ta daaaaaa komputer sembuh kembali. Jadi di rumahku sekarang ada 2 desk top dan 2 laptop dari berbagai merek (Acer, Hitachi, NEC, HP)  dan semuanya terkoneksi internet fiber optic. Kalau di jakarta mungkin udah aku sewain ya hehehe. Emang aku hobbynya eletronic sih ya. Tapi aku ngga kepengen tuh beli TV plasma Aquos yang tipis2 gitu. Ngga hobby nonton sih.

Sabtu berlalu dengan banyak kegiatan, sehingga waktu pagi Gen bangun jam 8 pagi sempat panik dipikirnya hari kerja. Minggu juga panas dari pagi hari. Jam 6 aku dan Kai sudah bangun, dan aku sempat buat adonan roti dan dimasukkan dalam home bakery.  Jam 9 lapaaar…. Tapi tidak tahu mau makan apa. Roti belum jadi, kalau mau harus masak dulu. Berhubung panas, Gen ajak kita makan di Matsuya, franchise gyudon (daging semur) yang ada dekat rumah. Sambil riku berlatih naik sepeda kita pergi dalam panas ke Matsuya. Tadinya aku mau naik sepeda juga tapi baru ingat ternyata ban sepeda aku gembos, jadi terpaksa ambil baby car untuk Kai dan jalan.

Setelah makan, sambil jalan pulang, aku mampir tempat jualan sayur dengan locker. Daerah tempat tinggalku ini memang antik deh. Masih banyak ladang, sehingga pemilik ladang langsung menjual hasil ladangnya di rumah mereka. Ada yang hanya menaruh di atas meja, dituliskan harga dan ditaruhkan kaleng di sampingnya, sehingga kalau ada yang mau membeli langsung ambil sendiri dan masukkan uang ke dalam kaleng. Biasanya harganya seratus atau dua ratus. Tapi ada juga yang pakai sistem locker. Sayuran dimasukkan dalam locker sesuai dengan harganya. Jika mau beli, tinggal masukkan uang lalu tarik tuas pengunci dan ambil sayur yang ada di box itu. Aku pertama kali liat seperti ini merasa heran dengan cara-cara mereka menjualnya.

Sambil dorong Kai, ternyata dia sudah ketiduran. Jadi aku cepat-cepat pulang dan menidurkan dia di tempat tidur. Karena sakit kepalanya belum hilang aku minum Bufferin dan ikut temanin Kai bobo siang. Waktu aku terbangun sekitar jam 2, Riku sudah tidak ada …rupanya pergi dengan papanya ke Taman Serangga di Itabashi-ku. Mereka kembali jam 5. So aku harus siap-siap masak. Pas aku tanya gen mau makan apa ? Dia bilang “Yakiniku”. Kasian deh suamiku dia ngga bisa makan yang bener pasti kalau kita ngga ada. Jadi ok saja pergi makan yakiniku. Yang lucu di restoran itu ada pudding es krim bakar. Pas coba makan , yiek ngga begitu enak karena bau telurnya terasa banget. Musim panas begini memang sulit untuk masak di rumah. Tahu kenapa ?  Karena di musim panas, percuma juga masak makanan karena cepat busuk. Coba aja tinggalin 2 jam di luar…langsung busuk deh.

Kalau dirasain, akhir pekan kali ini sama saja seperti bukan akhir pekan yang bisa santai-santai. Sibuk dan padat kegiatan.

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next