Memang banyak cara orang menyatakan cintanya. Ada yang mengirim surat cinta, dengan kalimat yang memuja-muja ….tapi kok kalau sekarang kita baca akan terasa norak sekali. Ada yang mengirim foto hasil karyanya, dan di belakangnya tertulis “Ini lebih dari sekedar menuntaskan janji” (euy janji apa sih?). Ada yang mengirimkan hasil lukisannya yang berjudul “Self potrait”, dan mungkin akan menjadi penjaga gudang belakang rumah. Atau ada yang lebih pujangga dari pujangga yang mengirimkan puisi. Dan sebetulnya dari seorang ini juga saya belajar menulis puisi, lebih karena merasa HARUS membalas.
Dan mungkin yang juga terasa romantis adalah menerima sebuah lagu dari pemujanya. Entah itu lagu pilihannya yang minta diputarkan di radio kesayangan. Atau sengaja merekamkan lagu itu kemudian diberikan bersama selembar kartu bergambar hati. Atau menyanyikannya dengan guitar atau piano di depan matamu.
Saya pernah menerima sebuah lagu ini, yang sebetulnya saya belum pernah dengar bagaimana melodynya. Tapi jika membaca kata-katanya…. mirip dengan suasana hati saya saat ini. Lost!!!
“Lost”
If roses are meant to be red
And violets to be blue
Why isn’t my heart meant for you
My hands longing to touch you
But I can barely breathe
Starry eyes that make me melt
Right in front of me
Lost in this world
I even get lost in this song
And when the lights go down
That is where I’ll be found
This music’s irresistible
Your voice makes my skin crawl
Innocent and pure
I guess you heard it all before
Mister Inaccessible
Will this ever change
One thing that remains the same
You’re still a picture in a frame
Lost in this world
I even get lost in this song
And when the lights go down
That is where I’ll be found
I get lost in this world
I get lost in your eyes
And when the lights go down
That’s where I’ll be found
Yeah yeah
I get lost in this world
I get lost in your eyes
And when the lights go down
Am I the only one
Ooh
song by anouk
Ini ada lagi survey lucu …. tentang pemikiran wanita, yang terheran-heran kalau melihat kelakuan pria sehari-harinya. Nah kita langsung lihat aja ya, apa sih yang ada di kepala wanita yang penuh pertanyaan kenapa sih PRIA melakukan hal-hal berikut ini:
Yah ini pemikirannya wanita Jepang terhadap pria Jepang…ada yang mirip kan? Sekarang mustinya dilihat kebalikannya ya…apa pendapat laki-laki terhadap wanita, kok wnaita itu gini sih…? Mau tahu ngga? kalau mau tahu nanti saya posting. Kalau tidak….ya ngapain diposting hihihi (soalnya lucuuuu juga jawabannya)
Masih cerita dari Hari Olahraganya Riku. Saya merasa lucu mendengar satu pengumuman pada waktu acara istirahat yang disampaikan lewat pengeras suara, “Telah ditemukan sebelah sepatu olahraga, berwarna biru dengan nama xYx san. Harap diambil di sekretariat”. Sambil saya membayangkan tentu anak itu sekarang sedang kebingungan mencari pasangan sepatunya, dan dengan berjingkat-jingkat mungkin . Dan untung saja di Jepang memang untuk anak TK/SD mempunyai kebiasaan menuliskan nama dan kelasnya di setiap barang miliknya. Jadi dengan mudah bisa mengenali dan mencari pasangan sepatunya yang hilang tadi.
Saya sendiri pernah mengalami “kehilangan pasangan” sepatu. Tentu saja setelah dewasa dan kejadiannya di Jepang. Tepatnya di stasiun. Jika Anda pernah naik kereta api, biasanya di antara badan kereta dan peron, pasti ada ruang space, dan terkadang cukup lebar. Saya memang penakut, sehingga saya selalu merasa gamang setiap turun dari kereta. Waktu itu saya sedang pergi dengan alm. Ratih dan terjadilah kecelakaan itu. Sepatu pantofel yang saya pakai, sebelah kanan jatuh di sela-sela kereta dan peron. Untung kejadiannya di terminal akhir di Shibuya. Tapi berarti juga paling sibuk dan paling banyak orang lalu lalang. Saya panik dan tentu saja malu… bagaimana nih saya pulang…atau bagaimana saya mengambil sepatu saya yang ada di dekat roda kereta itu. Sambil berjingkat-jingkat saya terpaksa menunggu di pinggiran setasiun, dan Ratih memanggil petugas stasiun, memberitahukan kejadian itu. Saya juga sempat berpikir, bagaimana ya petugas itu bisa ambil sepatu saya? Ternyata kejadian seperti ini sering terjadi, sehingga di setiap stasiun tersedia pencapit panjang, sehingga petugas tidak usah turun ke rel kereta. Sialnya saya harus menunggu kereta itu untuk pergi (berangkat) dari stasiun itu. Dan itu cukup lama…20 menit…. Manyun deh.
Akhirnya segera setelah kereta berangkat, petugas ambil sebelah sepatu saya, dan kita bisa melanjutkan perjalanan. Sambil saya bersyukur, sepatu itu tidak terlindas kereta, sehingga masih bisa dipakai. Kalau tidak???? terpaksa harus beli sepatu baru, yang sizenya belum tentu ada di toko sepatu biasa….hiks (dasar kaki gajah… ukuran max sepatu wanita di Jepang adalah 24,5). Dan sodara-sodara waktu saya cari gambar pencapit di sebelah kiri ini…. saya terkejut-kejut mengetahui bahwa barang ini yang disebut “Tangan Magic Petugas Stasiun” dijual dengan harga 31.290 YEN saja….. bueh sapa yang beli ya? dan apa ada yang mau beli?????
Dan sebetulnya saya juga punya koleksi sesuatu yang tidak berpasangan, jadi hanya ada sebelah saja… mau dibuang sayang sekali apalagi kalau mahal. Meskipun tidak bisa dipakai sebelah saja, kecuali mau dibilang nyentrik…. Nah, apalah benda itu? Saya mau kasih sayembara ah…. Nanti saya akan kirim hadiah kepada 3 penjawab yang benar hehehe.
Apakah teman-teman punya cerita “memalukan” seperti saya? Share dong hihihihi.
(diposting dari Sendai, Miyagi, Jepang Utara…yang belum berubah warna dedaunannya….)
Bahasa Jepangnya Inai inai…ba….. Kai bermain dengan roknya mama heheheh.
ciluuukkkkk

baaaaaaaaaaaaaaaa…..

Kapan usia paling muda untuk mengalami cinta monyet ya? Pertama kali seorang perempuan/laki-laki menyadari bahwa dia suka lawan jenisnya…. Dan kenapa dibilang cinta monyet? Kan manusia yang sedang bercinta bukannya monyet, meskipun dia masih pakai celana monyet heheheh. So, definisi cinta monyet = percintaan dua orang yang memakai celana monyet . (definisi ala saya loh, mungkin ada yang lebih tahu)
Riku : “Mama, hari ini aku mau ikut Usagi-gumi (kelas perpanjangan sampai jam 5 sore)”
Saya: “Hmmm, nanti mama tanya dulu, Riku bisa ikut ngga. Kalau bisa ikut (jatahnya hy untuk 25 orang soalnya) nanti mama daftarkan. Kamu suka Usagi-gumi ya?”
Riku : “Iya, di usagi-gumi aku banyak temannya. Tapi ada satu yang aku ngga suka… namanya Rin-chan (nama perempuan)”
Saya : “Eee? Rin-chan. Kenapa kok Riku ngga suka dia? Cewe kan? Pasti manis dia…”
Riku: “Manis sih… tapi aku ngga suka. ”
Saya: “Kenapa ngga suka? Pasti ada sebab dong kalau kamu tidak suka. Emangnya dia ngapain kamu? Pukul?”
Riku: “Ngga. Dia bara-gumi (4 tahun sementara Riku 5 tahun)
Saya : “Dia ngga pukul, atau ijime kamu, emangnya dia ngapain? (Saya muai curiga lalu saya tanya) DIa cium kamu?”
Riku menggangguk. AHA… “Pipi? BIbir? (huh mama mau tahu aja)”
Riku : “Pipi…tapi belum kena sih…”
Saya: “Ohhh… iya kalo ngga suka, lalu dicium sama orang yang ngga suka…. sebel ya. Tapi Riku emangnya udah pernah cium cewe? …Sora-chan (nama cewe yang dia sukai) ”
Riku : “Belum” (oi oi berarti suatu saat akan????)
hahahahahahahahhahahaha saya langsung pergi ke belakang, dan tertawa (tidak mau kasih liat Riku bahwa saya tertawa). (Tapi dia curiga…dan bilang, “Mama jangan ketawa dong!”)
Haiyah, anak TK euy.. Perasaan dulu aku ngga ada tuh gitu-gituan. Paling cepet suka sama cowok itu kelas berapa ya? HMmm kelas 5 SD maybe. suka pada kakak kelas yang tinggi gede, dan kebetulan ibunya teman mama. Tapi terbatas pada suka-suka aja. Badung banget padahal anaknya. 3 jari tangan nya putus kena mercon, karena dia terlambat lempar mercon dari dalam mobil…. Kemana tuh orang ya? hihihi
Cinta Monyet… kayaknya saya musti siap-siap deh mendengarkan curhatnya Riku (dan Kai? ooohhhh nooooo). So, Cinta monyet Anda bisa mengalahkan umurnya RIKU?
Mau ngalahin sepiring berdua nih…
Pabila kuingat dirimu
disaat bersama
hidup sengsara
Makan sepiring kita berdua
Yang pasti bukan karena sengsara… kami dulu sering makan sepiring bertiga, berempat, bahkan kalau lengkap berlima (papa ngga pernah ikutan). Biasanya mama akan mulai makan. Mama kalau makan, lauknya apapun pasti kelihatan enak. Kadang mama hanya makan nasi dengan kaldu ayam yang diberi air mendidih +sambal…. atau nasi dengan emping pake kecap + sambal… duh sederhana banget tapi kelihatan enak. Jadi kami anak-anak berkumpul dan minta didulang, disuapi mama. Kadang saya saja, kadang semua anak-anak berkerumun…dan tentu saja kalau semua minta cepat sekali habisnya. Jadi harus tambah nasi terus. Dan hitung-hitung hemat air untuk cuci piring.
Hari ini saya mengulang kejadian makan “bersama” ini dengan Riku dan Kai. Saya masak ikan bakar +kecap, dan mereka berdua makan dengan lahapnya. Jadi teringat kenangan sepiring bertiga-berempat-berlima di Jakarta dengan mama. Nanti kalau saya pulang lagi, mau mengulang kenangan yang sama… dan tidak lupa mengambil foto.
Bagaimana? Anda sering makan sepiring bersama?
Atau setiap hari Anda harus makan sendiri? Kalau mau dengar si Angka Satu.

Men
MEN !!!! Ya…. manusia yang berjenis kelamin LAKI-LAKI…. hihihi
Tadi pas mau upload foto-foto di Photobucket ketemu ini… memang bener ya semua berawal MEN hihihi.
Saiga adalah sejenis Antelope di daerah Rusia dan Mongol. Pagi tadi ada program tentang Saiga di NHK Bs, dan kebetulan Riku dan Gen tonton. Sambil makan menonton program itu, dan tiba-tiba Gen bilang, “Itu saiga tidak bisa membedakan anaknya atau bukan dengan suara anak-anaknya. Bagaimana dia bisa tahu ya bahwa yang itu anaknya atau bukan….”
Sambil membersihkan lantai yang kotor karena Kai makan belepotan, saya memikirkan kemungkinan-kemungkinannya, tapi tiba-tiba Riku bilang,”Pasti dari baunya…. Dia bisa tahu dari bau anaknya…”
Dan benar, narator di program itu berkata bahwa Saiga mengetahui anaknya dari baunya.
Langsung saya dan Gen lihat-lihatan dan kaget… ya ampun Riku…lebih pinter dari papanya ehhehe. Kami puji dia , dan dengan tersipu dia bilang, “Saya pikir pasti itu jawabannya deh. Riku pintar ya?”
Saiga…Saiga… Kayaknya Riku harus lebih banyak lihat film-filmnya National Geographic deh. Tapi selama ini dia selalu menonton Stanley dari Disney Channel, yang menurut saya juga banyak menjelaskan tentang binatang-binatang.
****terinspirasi oleh unclegoop *pelabuhan hati* dalam Pantai Kerang dan Karang
Bagai Gelombang
datang dan pergi
menghantam pantai hatiku
menyapu bersih rasa cinta
menyeretnya sampai ke tengah laut
betapa dasyatnya badai cinta itu datang
badai itu pun akan mereda
yang tinggal hanya
pantai yang tenang dan bersih
anggaplah cinta itu badai
yang datang tiba-tiba
tapi juga akan hilang tiba-tiba
dan begitu kau sadari
gelombang cinta itu telah pergi……
jauh…..
tak kembali…..
mengapa kau harus datang, jika kau akan pergi????
kubangun pagar tinggi penahan gelombang
tak mau hanyut kedua kali…..
dalam gelombang yang kau suarakan
***Truth Is Hurt***
Wah sorry banget selain Cameron Diaz, dan Shania Twain aku ngga kenal yang lainnya siapa? Lagian aku bilang aku ngga mirip Cameron Diaz kok heheheh. Gini deh kalo pagi-pagi iseng. Ntar mau coba ganti foto yang lain ahhh
Hmmm dengan rambut saya yang di-up pernah saya terbayang Audrey Hepburn tuh… Mirip ngga ya?
Yang bilang mirip ntar dikasih hadiah deh hehehehe… (maksaaaaa)
(hmmmm emang cantik yah dia…ngaku deh jauuuuh kamu mel, bagaikan langit dan bumi)
Uuuuh ternyata Josie Maran itu fotomodel US…dan dia lebih muda 10 tahun darikuh…….. OMG