Nov
15
Filed Under (curhat) by imelda on 15-11-2008

Adik ketemu gede saya si Lala, selalu menggambarkan kehidupannya sebagai Jet Coaster (wahhh saya bocorkan satu isi testnya dia…sorry jeung). Anda tahu kan Jet coaster…. pelan-pelan naik ke atas…dan waktu turun ke bawah dengan kesepatan penuh, mengocok-ngocok isi perut Anda. Katanya, hidupnya seperti Jet coaster itu… dan memang kalau kita membaca keseluruhan blognya (eh beli ya bukunya, “The Blings of My Life”, Grafidia) kita bisa membayangkan hidupnya bagaikan roller coaster.

Sedangkan mas NH18, mengatakan bahwa life is like merry go round. Komidi putar. Naik kuda-kudaan berputar dengan musik, sambil melihat pemandangan yang ada. Kesannya, “Indah, hidup itu menarik, dan musical”. Dan kalau baca blognya mas NH itu memang selalu riang, jarang ada cerita yang sedih (kecuali tentang Nenek), dan penuh dengan candaan. Seakan hidup itu baginya memang menyenangkan.

Saya sendiri di komentar postingannya Lala yang Jetcoaster itu, mengatakan hidup itu seperti Ferris Wheel, Big Wheel. Kincir Raksasa, dengan menaiki cubic yang ada, kita dibawa perlahan ke atas, sambil melihat pemandangan mulai dari yang dekat sampai kejauhan. Kadang di bawah dan kadang diatas. Perumpaan ini saya dapat dari Mama, yang mengatakan hidup itu seperti kincir itu, atau seperti roda sepeda, kadang di atas, kadang di bawah, dan seberapa siap kita menghadapi hidup di bawah. Kesan dari Ferris Wheel itu, tidak terburu-buru, lamat-lamat… Dan ternyata sahabat blog Yoga pun berpikiran seperti saya. Entah apakah blog saya sudah menggambarkan kehidupan yang seperti itu.

life is like ferris wheel

Ketika saya tanya Bang Hery, supaya lengkap perumpaan “Life is…” menurut asunaros, maka kata abang hidup baginya seperti mainan kuda-kudaan mesin, yang dimasukkan coin baru bergerak naik turun seperti Anda naik kuda beneran tapi ditambah musik. Ada istirahat yang panjang (tergantung coin)  untuk menikmati kegembiraan yang membuat hidup naik turun diiringi musik. Ya Bang Hery mengatakan itu waktu chaating dengan saya.

Atau mungkin, hidup itu malah lebih luas, bagaikan dunia fantasy, family park, disneyland. Kita bisa memilih wahana yang ada dalam satu hari, dan mencicipi wahana yang cocok untuk kita. Dan wahana yang kita sukai bisa kita ulang berkali-kali.

Memang hidup ini dapat kita gambarkan dengan bermacam-macam perumpamaan. Tema blog ini sebelumnya sangat colourful. Pensil warna….. tergantung kita hari ini mau memakai warna apa. Atau kalau mau lebih asyik lagi saya menggambarkan hidup ini bagaikan smarties, permen coklat warna warni, yang slogannya melt in your mouth not in your hand. Manis!

Nah… bagaimana Anda menggambarkan hidup Anda? Perumpamaan apa yang tepat dipakai menurut Anda?

Nov
10

Pagi ini aku kaget waktu melihat angka temperature udara di luar menunjukkan 11. Whew…. 11 derajat… sudah winter ini. Dan memang sudah RITTO 立冬, kedudukan matahari mencapai 225 derajat, hari pertama suasana musim dingin terasa. Dan biasanya jatuh pada tanggal 7 November. Well sekarang sudah lewat 3 hari, dengan suasana mendung dan dingin… muram. Apalagi sejak pulang dari Jakarta yang begitu panas tanggal 5 lalu, Kai sakit terus, dan baru bisa makan hari sabtu yang lalu. Dan seiring dengan “kesembuhan”nya, kenakalannya bertambah.

(Kai dan Opa…. masak handphone didekatkan ke botaknya opa??? nakal kamu!!)

BIcaranya memang belum berbentuk kata tapi volumenya cukup keras. Dan sudah bisa menolak dengan tegas jika akan diberi makan atau susu. Yah, anakku yang bayi sudah mulai menjadi “orang” yang bisa mengekspresikan dirinya juga. Pernah suatu kali dia marah sama saya dan pukul saya dengan kedua tangannya sambil menjatuhkan diri. SAKIT!….. tapi lebih kaget pada ekspresi kemarahannya. Yang pasti dia marah jika saya dan riku “cium -ciuman ” di depan dia. Dia JELAOUS!!!!. Giliran saya dan Riku tertawa melihat kemarahannya. Karena dia langsung melerai kami dan menempatkan diri di tengah-tengah kami hihihi.

Kai menemani mama kerja hehehe (foto diambil Riku)

Kai menemani mama kerja hehehe (foto diambil Riku)

Untungnya Riku sudah bisa menerima tugasnya sebagai seorang kakak, meskipun “chlidish” nya masih belum bisa dihilangkan. Dia akan marah jika mainannya dipegang Kai, tapi suatu saat, dia dengan senang hati memberikan mainannya …bahkan dia menyuapkan makanan kepada adiknya. Hari-hari semakin dingin, tapi dengan kehadiran kedua buah hatiku ini, semoga winter 2008 menjadi hangat dan aku dapat menyambut tahun 2009 dengan penuh semangat.

Nov
08
Filed Under (Share, curhat) by imelda on 08-11-2008

Tadi Kemarin sore saya chatting dengan Yoga. Dia bercerita bahwa dia hanya sempat tidur 30 menit, dan terbangun karena MIMPI!. Dan isi mimpinya adalah dikejar orang gila. Terlontar dari jemarinya…. “apa ya artinya? ” Kemudian saya ingat…. cari saja arti mimpi di www.primbon.com …. wah gila juga, aku masih ingat situs itu. Yang aku ketahui entah dari mana. Namun meskipun setelah dicari di situ tidak ada arti mimpi dikerja orang gila, tapi katanya kalau  mimpi dikejar orang bertanda akan dapat rezeki… semoga saja ya Yoga.

Dulu waktu kecil saya sering terbangun karena mimpi. Ada beberapa pola mimpi saya. Yang paling sering adalah mimpi berenang di kolam renang yang dalaaaaam sekali. Bayangkan skyscraper yang menjulang di kota-kota besar dunia, dan gedung itu …gedung setinggi itu adalah kolam renang yang dalam. Saya harus berenang menyeberangi kolam gedung itu sambil menyadari kedalamannya… dan memang dalam kenyataan saya tidak bisa ngambang di kolam renang, sehingga kalau berenang harus dari ujung ke ujung. Jadi dalam mimpi pun saya merasa capek untuk mengarungi satu kolam renang, tanpa boleh berhenti di tengah karena berarti saya akan mati!

Nemo 33 is a recreational diving center in Brussels, Belgium that is home to the world’s deepest swimming pool. The pool itself consists of a submerged structure with flat platforms at various depth levels.
The pool has two large flat-bottomed areas at depth levels of 5m (16 ft) and 10m (32 ft), and a large circular pit descending to a depth of 33m (108 ft). It is filled with 2,500,000 litres of non-chlorinated, highly filtered spring water maintained at 30°C (86°F) and contains several simulated underwater caves at the 10m depth level.
There are numerous underwater windows that allow outside visitors to look into the pools at various depths. The complex was designed by Belgian diving expert John Beernaerts as a multi-purpose diving instruction, recreational, and film production facility, and opened in 2004.

Entah apa arti mimpi itu, tapi lumayan sering saya melihat mimpi itu di waktu kecil, yang mungkin tanpa sadar melekat terus dalam sudut pikiran saya sehingga saya takut air. Terutama air tanpa ujung seperti laut. Jadi saya tidak akan bisa enjoy naik perahu/kapal, bukan karena mabok laut tapi karena takut kedalamannya. (Sudah pasti saya tidak bisa menyelam) Padahal kedua anak saya zodiaknya adalah ikan dan kepiting, binatang laut. Jauh sekali dari kambing gunung!

Tapi meskipun saya benci air/laut, saya selalu bermimpi mempunyai rumah yang berada di atas kolam renang. Jika saya melihat buku arsitektur, atau kadang juga bermimpi… saya ingin mempunyai rumah dikelilingi kolam renang yang tersambung ke semua kamar…jadi kita bisa keluar kamar menuju ke halaman melalui air! (tentu saja pencuri bisa saja masuk ke kamar juga melalui air…hehhee). Atau mempunyai rumah yang menghadap ke danau. Daripada laut saya lebih suka danau yang mistis.

(persis aku menulis posting ini jam 4 pagi, tiba-tiba Riku bangun dan keluar kamar…

“Mama …aku terbangun…”

“Ada apa? Mau pipis?”

“Terbangun karena mimpi”

“Mimpi apa sayang?”

“Ngga tahu…aku ngelindur jadi lupa”…. sambil tersenyum aku antar dia ke kamar lagi.

“Aku mimpi tentang Deguchi (Jalan keluar)” ………… Mungkin karena hari ini dia bisa membaca tulisan いりぐち(iriguchi- jalan masuk) dan  でぐち(deguchi-jalan keluar) ……

Selain mimpi tentang kolam renang, saya sering terbangun jika bermimpi tentang “sesuatu yang menakutkan” i.e setan. Merasa dikejar-kejar. Dan terbangun dalam keadaan capai dan …merinding. Menurut apa yang saya dengar, jangan langsung tidur kembali dan balikkan bantal. Terkadang saya juga mengalami mimpi bersambung (aneh ya…)

Dan satu lagi mimpi saya yang sering saya lihat adalah bermimpi sedang makan coklat. Dalam mimpi, saya berkata pada diri sendiri…”cepat habiskan coklatnya sebelum kamu terbangun dan coklat itu tidak ada” hihihi. lucu kan?

Dari bermacam mimpi yang saya ingat artinya hanya jika bermimpi ikan atau menangkap ikan berarti rejeki. Dan jika bermimpi ular itu tidak baik artinya…. (memang ular itu setan sih ya)

Jadi apa mimpimu semalam? Adakah yang bermimpi tentang aku (huh ge er amat sih….)

Foto  the deepest pool in the world saya ambil dari multiply teman

~~~~~~~~~~~~~~~

Pagi ini waktu bangun…Gen baca postingan ini dan dia cerita ttg mimpinya tadi malam. Dia bekerja di sebuah Universitas swasta di Jepang (bukan dosen), dan dalam mimpinya dia memotong rambut seorang dosen yang penuh uban. Dan hasilnya muka si profesor itu malah jadi “cute”. Oh NO! … Mungkin secara tidak sadar dia melihat rambut si profesor sudah waktunya untuk dipotong ya…. (si profesor adalah teman “ngebul” di sudut kampus)

Pagi ini juga kaget waktu lihat alexa rankingku sudah naik lagi menjadi 395,312… wow…. Terima kasih kepada semuanya yang sudah akses ke webblog saya ini.

Oct
28
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記, curhat) by imelda on 28-10-2008

Dulu kita sering bermain kata seperti ini, untuk menamai penyakit yang tidak jelas. Lalu dikatakan obatnya adalah Bodrexsun…. Well, yang pasti penyakit ibu saya bukan itu. Memang dia terkena stroke (ringan- yang kedua kali,setelah pertama th 1999), tapi tidak terbaca oleh CT Scan, entah apakah masih mau dicari dengan MRI. Tapi setiap hari dia mendapat obat pengencer darah yang disuntik. HB mama memang tinggi, yaitu 18, seperti yang pernah saya tulis di Transfusi Darah bahwa mama dan saya menderita mempunyai keturunan thalasemia. Entah karena itu, entah karena stress atau yang lainnya, masih belum diketahui dokter. Tapi memang kondisi darah mama buruk. Hari pertama masuk RS, mama merasa mukanya “bebal/beku” untung segera diberi obat suntik pengencer darah, sehingga tidak menjadi parah, tetapi imbasnya pada hari keempat, kaki kanan tidak bisa digerakkan.

Sudah 10 hari lebih mama dirawat di RS, dengan dijaga oleh adik perempuan saya Novi dan tante Diana, adik papa bergantian. Papa tentu saja juga menjaga di siang hari, selain juga menjadi seksi akomodasi serta pembantu umum… ya urusan logistik deh. Dan pekerjaan menunggu orang sakit pastinya melelahkan, akibatnya papa mengalami “gikkuri goshi” bahasa Jepangnya atau bahasa kerennya Low Back Pain. Tapi berkat Tuhan, semua masih sehat dan mamapun berangsur pulih.

Adalah hari minggu pagi lalu, kalau boleh saya katakan merupakan titik pemicu kesembuhan mama. Jam 8 pagi saya “berendap-endap” datang dengan papa memasuki kamarnya. Papa bilang,”Ma, ada yang mau ikut berdoa bersama, nanti mama dapat hosti, dia mau minta secuil boleh?”… “Oh boleh saja”…. Dan saya masuk langsung memeluk mama. Really, saya sedih melihat mukanya yang pucat dengan uban yang jelas terlihat di kepalanya… hmmm sudah lewat waktunya untuk mengecat rambut. Saya ciumi dia… tapi…. dia tidak bicara apa-apa. Saya tahu dia belum sadar saya itu siapa. Sama seperti waktu pertama kali dia datang ke Jepang dalam keadaan stroke, tidak mengenali orang. (nanti saya cerita ttg ini di postingan lain).

“Mama tahu saya siapa?”

“Tahu dong….. (tapi tidak menyebutkan nama)”

“Bener tahu saya siapa?”

Lalu dia raba muka saya ….(ahhh de javu lagi…. di suatu saat yang lalu)

“Loh….Kok BISA?”

“Bisa apa?”

“Kok kamu datang?”

“Ohhh tidak boleh datang? Ya sudah saya pulang saja….”

Dan dia tertawa lebar… sementara saya mengusap air mata yang sudah mengalir sejak pertama saya peluk dia. “Anak-anak mana?”

“Ada, di rumah…. di jakarta … kami sampai tadi malam jam 10 malam naik SQ”

“Ya Ampun….Imelda…..”

Minggu yang ceria……..

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Tante Diana dan Novi+Fam

Well, I like surprises. Untung mama dan papa yang memang berpenyakit jantung tapi selalu kuat menghadapi surprises dari anak-anaknya. Ini kali kedua saya datang tanpa memberitahukan kedua orang tua saya. Kali ini hanya adik saya, Novita yang mengetahui rencana saya. Hanya untuk meyakinkan bahwa saya ada tempat menginap. Sedangkan papa pun baru mengetahui beberapa saat sebelum Chris, adik ipar saya akan menjemput saya di bandara. Itu pun karena Chris ingin menukar mobil sedan dengan mobil kijang, karena dipikir saya banyak membawa barang seperti biasa (padahal 1 koper saja tidak penuh, hanya sempat masukkan baju saya, riku dan kai dan perlengkapan Kai seperti susu dan pampers).

Saya beruntung mempunyai suami yang baik(愛しているよ), yang mendorong saya untuk pergi meskipun saya yakin waktu itu mama tidak parah, tapi daripada ada apa-apa dan menyesal….. Gen bilang (dalam bahasa Indonesia) ,” pergi aja, pasti mama senang… Nanti pikir lagi soal natal”  Karena sebetulnya saya bingung mau pulang sekarang atau nanti kalau Natal. Untung saya dan Gen selalu punya pikiran yang sama, apa yang bisa dilakukan sekarang, lakukanlah sekarang — kalau mau pinjam perkataan Aida Mitsuwo, “Ima ga Daiji” (The important thing is NOW). Well, terima kasih sayang…

Memang saya tidak bisa ikut bantu jaga malam, dan tidak bisa lama-lama di RS karena anak-anak di bawah 13 tahun dilarang masuk ke RSPP. Tapi seakan hanya dengan mengetahui bahwa putri tertuanya ada di Jakarta saja, sudah membuat mama bersemangat, sampai-sampai kemarin siang Dokter mengatakan,”Kok kaki kanannya sudah bisa gerak dengan cepat begini…. Fisioterapi ya Bu…” Semoga, sebelum saya pulang kembali ke Jepang, Mama bisa keluar dari RS. Amin.

So, teman-teman semua…siapkanlah selalu di saku Anda, Bodrexsun yang bisa Anda bagikan pada orang-orang terkasih di sekitar Anda yang mungkin membutuhkannya, atau menderita penyakit Malarindu Tropikangen ini.

Do you like surprises? Or do you want me to surprise you? I’m the expert lol.

Oct
27
Filed Under (curhat) by imelda on 27-10-2008

Pernahkah kamu dibilang, “wah…kamu pembawa matahari…. begitu kamu datang cuaca cerah sekali, padahal kemarin mendung loh!” Well, saya (keluarga saya) sering….

Kalau seperti ini bukan JINX…karena tidak merugikan. Tapi jika kamu dibilang, “Huh kalau bikin acara, kalau kamu datang selaluuuuuu saja hujan. Kamu pembawa hujan ya????” Dianggap hujan itu tidak baik karena tentu saja jika hujan, kebanyakan acara akan sedikit kedatangan tamunya, sepi dan mungkin jadi terlambat untuk dimulai. Untung saja saya tidak pernah dikatakan demikian.

Kalau di cari di kamus, maka jinx artinya pembawa sial/nasib malang. Di Jepang ada istilah Ame Otoko “Lelaki pembawa hujan” atau Ame Onna “Wanita pembawa hujan”. Yang dimaksud disini adalah, seseorang (biasanya orang penting) yang secara prosentasi, jika akan hadir di acara penting, maka kebanyakan akan turun hujan pada hari tersebut. Bapak keluarga homestay saya yang politikus itu begitu. Sehingga sering sekretarisnya tidak mau memberitahukan pihak penyelenggara kehadirannya (kecuali penting untuk diketahui)

Tapi ada satu lagi, kondisi yang aneh yang terjadi pada Ibu saya dan mungkin menurun ke saya. Yang pasti bukan JINX. Begini… Setiap ibu saya masuk ke sebuah toko…toko yang yang tadinya sepi, maka akan menjadi ramai tiba-tiba. Dan kadang kondisi ini merugikan kami (tapi menguntungkan pemilik toko). Seperti yang terjadi  jika ibu saya memilih barang obralan. Pasti apa yang pernah dipegang ibu saya, akan diperebutkan ibu-ibu lain. Sehingga sering ibu saya bilang ke saya, “Imelda pegang itu jangan lepaskan”. Like a battle lol. Tapi kadang si pemilik toko menyadari bahwa ibu saya adalah “pembawa/pengundang tamu”, sehingga dengan bisik-bisik dia berkata… “ibu…tunggu sebentar ya… saya kasih harga khusus untuk ibu”.

Dan kelihatannya “bakat” ini menurun ke saya, yang baru saya sadari jika saya bepergian dengan Tina, dan kemudian Tina berkata…”Kamu sih mel, jadi rame deh toko ini” . Dan terkadang saya harus menderita, yaitu dengan menjadi yang terakhir untuk dilayani. Mungkin pemilik toko harus menggaji ibu saya atau saya untuk menjadi “Kamban musume” toko itu.

(Kamban Musume, adalah ungkapan untuk seorang gadis yang menjadi “maskot” sebuah restoran/toko, yang dipercaya akan mengundang tamu untuk datang (bukan dalam arti negatif))

So, apakah Anda pembawa matahari atau hujan? atau bahkan bisa menjadi Kamban Musume?

foto diambil dari sini

Oct
24
Filed Under (curhat) by imelda on 24-10-2008

Di sela-sela derai hujan yang memukul jendela kelas, dan menusuk sampai dalam hatiku. Aku teringat beberapa orang yang kini terasa jauh dariku…. leave my world so cold. Entah kenapa….atau ini hanya perasaanku saja, yang memuai dari kesenduan curahan airmata sang dewi? Maafkan salahku jika aku bersalah….. Tapi jangan biarkan aku bersedih dan terus memikirkanmu….

Saya selalu suka lagu Michael Jackson ini “You are not alone”, yang ingin kupersembahkan bagi sahabat-sahabatku, teman sejiwa, sahabat hati… Ingatlah aku selalu memikirkanmu, dalam setiap langkahku.

Another day has gone
I’m still all alone
How could this be
You’re not here with me
You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go
And leave my world so cold

Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you’re far away
I am here to stay

But you are not alone
For I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
But you are not alone

‘Lone, ‘lone
Why, ‘lone

Just the other night
I thought I heard you cry
Asking me to come
And hold you in my arms
I can hear your prayers
Your burdens I will bear
But first I need your hand
Then forever can begin

Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you’re far away
I am here to stay

For you are not alone
For I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
For you are not alone

Whisper three words and I’ll come runnin’
And (girl) you know that I’ll be there
I’ll be there

Sambutlah tangan yang kuulurkan ini sahabat…. aku ingin menggapaimu

12:50 ikuta 105E 

 

Oct
23
Filed Under (curhat) by imelda on 23-10-2008

Jangan pikir saya mau buka-bukaan soal mantan-mantan saya…. so jangan ada yang sedih ya hehhehe… karena saya tidak mau membuat kalian sedih (uhuy)… Karena sesungguhnya kalau berbicara soal Mantan, tidak banyak yang bisa diceritakan. Mantan suami? belum tidak ada…. masih awet yang itu ajah….

Mantan pacar? hmmm ada yang sudah jadi suami (saya), dan ada yang sudah jadi suami-suami (orang lain) hehehe.  Dan kalau di postingan tentang Pria heran kok wanita tidak bisa melupakan mantan-mantan …saya tidak termasuk. Bukan hanya melupakan tapi juga memutuskan hubungan sama sekali. Ngga mau tahu. Bagi saya, saya tidak bisa bersilaturahmi dengan orang-orang yang “pernah” dekat dengan saya. Dan karena zodiak saya dan Gen, suami saya yang sekarang ini sama… maka pemikiran tentang ini sama juga. (padahal saya tahu tuh, mantannya dia pernah hubungi dia heheeh). BUT, setelah saya mulai menata hati dan pikiran saya, kelihatannya untuk ke depan saya merasa “bisa” untuk bertemu dengan mereka di Indonesia (tapi sebetulnya perlu ngga sih?)… let’s  wait and see.

Nahhh yang lumayan ada  beberapa nih adalah mantan teman. Karena satu dan lain hal, “pertemanan” tidak lagi bisa dilanjutkan. Entah karena masalahnya di dia atau di saya. Tapi yang pasti pertemanan itu jadinya terputus. Biasanya saya tidak memikirkan orang itu lagi, tapi kemarin saya mendengar tentang satu mantan teman saya bahwa dia dan istri dan anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas. Istrinya masuk ICU dan katanya jika sembuh pun pasti bisu (ngga tahu juga kena apanya). Untungnya (dasar orang jawa…apa apa untung) si dia dan anaknya selamat. Dan dengan tulus aku mau berdoa semoga Tuhan mau memberikan yang terbaik untuk dia dan keluarganya …. Amin.

Nah, di atas cerita soal mantan Indonesia…kalau mantan Jepang?  Sebetulnya mantan dalam bahasa Jepang artinya “isi penuh” yang kami pakai jika mengisi bensin. “Mantan de onegaishimasu”… Tolong isi sampai penuh. Akhir-akhir ini saya bisa agak lega mengatakan mantan, tanpa harus menghitung-hitung. Karena waktu Agustus lalu, satu liter harga bensin premium bisa mencapai 190 yen (sekitar 14.000 rupiah) tapi sekarang harga premium bisa turun sampai 160 yen …. cukup signifikan. Tapi apakah lalu kehidupan bisa lebih “ringan” dengan penurunan harga minyak? hmmmm…. Yang pasti di Indonesia meskipun harga minyak dunia turun, harga BBM kayaknya ngga akan pernah turun ya…

Pagi hari ini saya membaca dalam kurs mata uang asing, yen mengalami kenaikan dengan 1 dollar=90 yen (Katanya 1 yen sekarang sudah Rp99?). Horayyy ….lalu Gen berkata…seharusnya saat-saat sekarang ini kita membeli Dollar atau Rupiah. Kemudian saya bilang, “Kalau ada uangnya sih enak, bisa beli…kalau tidak ada? sama juga bohong”. Hmmm susah juga yah. Well, saya ngga ngerti ekonomi, ngga ngerti politik juga (ngga mau tahu sih) tapi semoga perekonomian dunia bisa membaik. (postingan hari ini ttg pusingnya ibu RT deh hehhehe)

Oct
19
Filed Under (What day is today, curhat) by imelda on 19-10-2008

Hari ini tanggal 19 Oktober menurut catatan buku pintar aku “What day is today” adalah hari untuk berwisata ke luar negeri. Kok bisa begitu? Penyebutan tanggal menurut bahasa Jepang dibalik menjadi 10-19 … dan dibaca sebagai Tooku e iku (Pergi Jauh).  Jadi mustinya hari ini kita semua bepergian deh….

Kebetulan tema ini tepat juga untuk “curhat” tentang Riku. Malam ini aku sambil mengetik di meja makan, Riku menonton TV. Filmnya “Mrs Doubtfire”… sudah berkali-kali aku menonton film ini, dan kagum pada akting si Robbin Williams. Lalu tiba-tiba Riku datang padaku.

Riku: “Mama …aku akan pergi beberapa hari. aku akan kesepian tanpa mama. dan akan ingat mama terus”

Mama: ——aku peluk dia—- (dia mulai menangis)

Riku: “Aku sayang mama….”

Mama: “Iya Riku, mama juga sayang Riku”…. dan aku terpaksa tidak bicara, karena aku juga jadi ikut menangis… membayangkan 4  malam tanpa Riku mulai besok malam. Riku akan pergi bersama ibu dan bapaknya Gen ke Okinawa, kepulauan resort di Jepang Selatan. Kakek dan Neneknya pikir mereka ingin mengajak cucu pertamanya ini bersama mereka (tanpa orang tua) menikmati wisata bersama. Mereka sudah rencanakan ini sudah lama, yaitu akan mengajak pergi wisata sebelum Riku masuk SD. Dan tentu saja aku setuju, karena meskipun aku misalnya punya uang untuk wisata, tidak akan memilih Okinawa sebagai tujuan wisata keluarga. Daripada pergi ke Okinawa lebih baik aku ke Bali atau Yogya, atau ke Lombok…. dan pulkam ke Jakarta.

Riku masih menangis dipelukanku.

Mama: “Riku…lihat, Riku nangis kan… mama juga nangis… Riku sayang mama, dan mama juga sayang Riku. Riku kesepian tanpa mama, Mama juga kesepian tanpa Riku. Tapi … Riku harus enjoy pergi bersama A-chan dan Ta-chan. Riku bisa pergi ke Aquarium terbesar di dunia, Churaumi Aquarium, menginap di hotel bagus, berenang, makan yang enak…. Nanti Riku bisa cerita sama mama tentang perjalanan Riku, jadi Riku harus menikmati perjalanan itu ya. Nanti kalau bagus dan menyenangkan, Mama kan bisa pergi ke sana berdua  Riku. Jadi jangan sedih ya…. Dan Riku itu laki-laki, waktu itu kan Riku sudah bisa pergi sendiri dengan teman-teman TK meskipun satu malam. Dan ini kan pergi cuma 3 malam dengan Achan dan Tachan. Nanti kalau Riku sudah besar, Riku juga bisa pergi sendiri ke Jakarta loh. ( Dan sebetulnya sampai umurnya yang 5 tahun ini,, Riku sudah 18 kali naik pesawat terbang…. what a record… yang pasti lebih banyak dari papanya).

Riku: Iya nanti Riku telpon mama tiap malam ya…

Mama: Ok mama tunggu ya.

Well, aku juga harus bersiap-siap suatu saat dia datang ke aku, peluk aku dan bilang, “Mama aku mau sekolah di Amerika “……..

Oct
18
Filed Under (curhat) by imelda on 18-10-2008

Saya suka parfum bahkan dulu mengumpulkan berbagai merek parfum. Tetapi parfum itu tidaklah murah sehingga sekarang saya harus menghentikan hobi mewah saya, dan memakai kelebihan uang (kalo ada dan biasanya tidak ada hehehhe) untuk yang lebih penting. Tetapi memang aroma parfum dan juga aroma lainnya biasanya terekam pada indera kita dan kadang kala menghubungkan kita dengan sesuatu.

Boleh dibilang wanita Indonesia itu “royal” memakai parfum, bahkan kadang kita harus mengerenyitkan kening dan sedikit tahan napas, jika kita harus berpapasan dengan “tante” yang memakai parfum “breng-brengan”. Apalagi jika kita harus berada bersama dalam sebuah lift. aduuuuh… Kadang saya pikir, tante ini tidak sadar ya, atau tidak mabok ya dengan baunya sendiri.

Dulu waktu di Jakarta saya tidak terlalu memilih wewangian itu disesuaikan dengan keadaan, tapi setelah hidup di Jepang selama 16 tahun ini, lama kelamaan selera wangi parfum juga mengalami perubahan. Kalau dulu wewangian keras dari paris seperti “White Diamond” nya Liz Taylor, atau “Gems” nya Van Clef dan lain-lain… tapi sekarang saya lebih suka wangi yang lebih lembut, berbau “bedak bayi” istilahnya. Kebanyakan dari Givenchy. Karena orang Jepang tidak suka dengan wangi-wangian yang menusuk.

Saya bukannya mau pamer minyak wangi, tapi entah kenapa mulai kemarin malam saya tiba-tiba ingin mencium bau-bau yang membangkitkan memory. Semalam saya pakai Van Clef setelah malam sebelumnya pakai “Fiji” sambil  mengingat mama. Dan kemarin pagi tiba-tiba waktu saya masuk ke dalam kereta, saya mencium bau yang khas sekali. Ya, wangi itu yang masuk melalui hidung saya membentuk gambar di otak saya. Warna kemerahan dengan gadis manis sexy memakai baju chifon merah yang melambai-lambai sambil dia memeluk botol parfum merah besar. “SAMSARA” by Guerlain. Sebetulnya saya heran juga dengan nama parfum itu… karena pasti dong semua wanita tidak mau sengsara dengan memakai parfum dari Paris itu. Baunya cukup strong, dan untung tadi tercium hanya sekelebat.

Secara bersamaan saya teringat pada pemilik  parfum Samsara yang ada dalam kenangan saya ini. Traviata by Verdi. Sebuah lagu yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang berjudul “Kampai no Uta” Sing for cheers. Lagu ini selalu dinyanyikan wanita anggun ini sedikitnya dua kali seminggu. Kadang di malam hari, sehingga cukup mengganggu ketenangan malam kami yang tinggal bersama, atau pada siang hari. Suaranya Soprano… tapi sayang tidak pas untuk lagu itu (menurut saya). Saking seringnya dia menyanyikan lagu itu, saya jadi ikut hafal nadanya, dan kadang ikut bersenandung bersama di dalam kamarku.

Ada satu lagi sebetulnya sesuatu yang menghubungkan ingatan saya padanya. Sebuah kancing besar bertuliskan C…. Chanel. Jaketnya bermotif kotak-kotak hitam putih dengan kancing hitam bermata berlian (ntah asli atau palsu). Deretan baju-baju yang ada di wardrobenya memang karya designer terkenal semua. Memang dia cantik, konon dia mantan Miss Kobe.

Ingatan-ingatan tentang dia kenapa selalu ke barang mewah ya? Yah karena it was her life style. WAS? yup… dulu dia memang harus begitu karena permainan politik. Suaminya adalah politikus Jepang. Sayangnya dia salah menanamkan modal uangnya sehingga menyebabkan dia bangkrut dan harus membayar hutang yang tidak sedikit. Sampai rumah dan tanah miliknya di Tokyo harus dilego…. sedih… kenapa sampai hal itu bisa terjadi. Dalam kepanikannya dia bersembunyi di rumah dan tidak bisa keluar karena takut pada nyamuk pers. Dan sesaat sebelum “rame-rame” itu masuk majalah, dia pernah menelepon aku karena aku pernah tinggal di rumahnya 4,5 tahun …. but sorry aku juga tidak bisa membantu. Dimana dia sekarang ya? apakah dipenjara?

Permukaan yang mewah, yang cantik, yang wangi… tetapi akhirnya harus hancur lebur karena semuanya itu palsu adanya. Semoga diantara teman-teman saya tidak ada yang begitu. (jangan sampai…amit-amit…)

Apakah ada “bau” tertentu yang bisa membuat kerinduan Anda hilang? atau bahkan mengingatkan Anda pada seseorang? Pasti ada ya…

Yang pasti sekarang saya sedang kangen

  1. bau tanah sesudah hujan di jakarta
  2. bau melati yang tumbuh di halaman rumah di jakarta
  3. bau gorengan makanan Indonesia, sehingga kemarin saya sengaja buat tahu goreng dan pisang goreng.
  4. bau sate ayam di depan RSPP…. etc etc (akhirnya kebanyakan list saya bau makanan hihihi)

Ada promo dari gadis chanel no 5, yang mengatakan dia hanya memakai chanel no 5 waktu tidur, and nothing else….. Hmmm kalau saya mau meniru dia, mungkin saya akan masuk angin terus ya karena sekarang malam hari sudah mulai mendingin tetapi belum perlu heater. Sayang terlambat …mustinya saya lakukan itu pada waktu musim panas kemarin hihihi. gubraaakk…

Oct
16
Filed Under (curhat) by imelda on 16-10-2008

Riku: “Mama kenapa menangis?”

Saya: “Oma sakit. Sakit kepala dan muntah-muntah”

Riku: “Riku juga sakit kepala….”

Saya: “Iya sayang. Tapi Oma pernah sakit berat (stroke)….. Jadi mama khawatir sekali”

Riku: “Ngga apa apa…. Kan belum mati…….”

Saya:  …..menangis…..

Riku: ” Kan masih ada Riku….”

Saya: “Iya sayang. Tapi gini…. misalnya Mama sekarang sakit…Riku sedih tidak?”

Riku: “Iya dong…”

Saya: “Makanya mama nangis,…karena mama sedih mendengar mama sakit…”

Riku : “Daijoubu dayo (It’ll be allright)”

Saya: “Iya sayang…kita berdoa sama Tuhan ya…supaya Oma sembuh”

*******************

and I have to rush to go to work today

Pages: 1 2 3 Next