The Spring has Come

20 Mar

Yup musim semi telah tiba. Hari ini tanggal 20 Maret, adalah hari libur, Equinox Day, hari pergantian musim, yang ditandai dengan panjangnya siang dan malam yang sama. Mulai besok, perlahan-lahan siang (waktu terang) akan lebih panjang dari malam, kebalikan waktu musim dingin. Suhu udara hari ini 18 derajat, sempat hujan sampai jam 11 tapi setelah itu cerah. Karena aku dan anak-anak satu bulan tidak berada di Jepang, jadi tidak merasakan salju tahun ini (dan memang hanya  satu kali saja turun).

Musim semi selalu disambut dengan meriah oleh semua orang, tapi aku tidak. Karena setiap masuk musim semi, pasti aku menderita. Karena serbuk bunga beterbangan, serbuk dari pohon pinus yang disebut Kafun itu membuat bersin-bersin, mata dan muka gatal, serta mengantuk. Benar-benar menderita.

Haru, musim semi juga sering digambarkan sebagai pembawa semangat baru. Seiring dengan mekarnya bunga Sakura, mulailah tahun Fiskal/ tahun ajaran baru. Tanggal 6 April nanti Riku akan mengikuti upacara masuk SD dekat rumah kami. Semoga dia bisa beradaptasi dengan suasana baru di Sekolah Dasar.

Dan satu lagi Haru ini jika digambarkan sebagai hidup manusia, maka sama dengan masa remaja. Yang muda, bersemangat ….dan memulai cinta yang baru. So? Sudahkah musim semi datang di hati Anda? Ups, pertanyaan ini hanya cocok untuk mereka yang jomblo a.k.a single!!!

Angin Pembawa Musim Semi!
by Candies

Salju mencair menjadi sungai…. mengalir…
kuntum bunga tsukushi malu-malu menampakkan mukanya
Sebentar lagi musim semi… Ayo sedikit bergenit-genit

Angin bertiup membawa kehangatan
Ada seorang anak yang menjemput anak tetangga
Sebentar lagi musim semi…. mari kita ajak pemuda itu

Kalau kamu menangis terus, kebahagiaan tidak akan datang loh
Tanggalkan mantel yang berat, mari kita pergi
Sebentar lagi musim semi… mari kita jatuh cinta

春一番

雪がとけて川になって 流れて行きます
つくしの子が恥ずかしげに 顔を出します
もうすぐ春ですねえ
ちょっと気どってみませんか
風が吹いて暖かさを 運んできました
どこかの子が隣の子を 迎えにきました
もうすぐ春ですねえ
彼をさそってみませんか
泣いてばかりいたって 幸せはこないから
重いコートぬいで でかけませんか
もうすぐ春ですねえ 恋をしてみませんか

Musim Wisuda

18 Mar

Yah di Jepang mulai tanggal 15 an Maret sampai akhir Maret (paling lambat sih 26 an) adalah musim wisuda. Di mana-mana terlihat sosok berhakama (kimono khusus) atau kimono biasa….atau paling tidak setelan jas. Musim Wisuda tiba. Dan yang wisuda bukan hanya Mahasiswa saja, tapi semua jenjang sekolah, mulai dari TK sampai S3. Makanya saya bilang TK adalah S minus 3, kalau hitung mundur SMA = S 0, SMP – S-1, SD=S-2, jadi deh TK S-3. hehehe

Hari ini adalah hari Wisuda untuk universitasnya Gen, yang dilakukan di sebuah hotel ternama di Tokyo. Jadi dia harus pakai baju formal, and formal means HITAM. Dengan dasi putih kalau pria. Mudah-mudahan nanti dia pulang membawa bingkisan nasi merah kesukaan nya (kalau di Indonesia, selamatan pakai nasi kuning, kalau di Jepang nasi merah).

Nah, hari ini juga merupakan hari Wisudanya Riku. Coba seandainya hari ini tidak bersamaan dengan tempat kerjanya Gen, pasti Gen juga mau ambil cuti dan ikut dalam acara wisuda Riku. Susah memang untuk orang tua yang bekerja di dunia pendidikan juga. (Aku juga begitu, waktu upacara masuk sekolah Riku terpaksa tidak datang ke Universitas untuk acara yang sama)

Jam 9 aku antar Kai ke Himawari, tempat penitipannya. Kali ini yang menyambut adalah guru yang dia kenal, sehingga dia langsung memeluk guru itu. Duh aku senang melihatnya, daripada mendengar dia menangis waktu ditinggal kan, lebih baik melihat bahwa dia tinggal di situ dengan senang. Tadinya aku pikir masih bisa mampir ke rumah dulu sebelum ke TK yang acaranya jam 9:40. Tapi pikir-punya-pikir mendingan langsung saja, toh aku dan Riku sudah siap semuanya. Lebih cepat sampai lebih baik.

Untung saja, karena waktu kami datang, sudah melihat antrian orang yang akan masuk ke dalam gedung TK. Jadi kami ikut antri. eh tahu-tahunya bukan untuk masuk, tapi untuk mengambil foto di depan papan bertuliskan “卒園式” Wisuda TK. Tapi karena kami sudha harus mulai masuk ke kelas, aku tidak jadi ikut antri dan foto saja dari kejauhan. Selama acara aku berdiri dekat Ibu asal Taiwan, yang anaknya juga termasuk teman akrabnya Riku. Jadi kita gantian motret…simbiosis mutualisma deh. Begitulah kalau datang tanpa pasangan (ceritanya agak ngiri dengan anak-anak lain yang papanya juga bisa datang di acara wisuda!)

Di dalam kelas, bertemu dengan gurunya yang cantik. Ah sejak pertama kali aku datang ke TK ini, sudah melihat sensei ini. Tak tahunya dia jadi gurunya Riku di kelas atas (nenchou). Dia memakai Hakama, kimono khusus yang biasanya dipakai untuk upacara wisuda). Selain absen, mempersiapkan anak-anak untuk berbaris ke dalam Aula, tepat upacara. Sementara itu orang tua bisa melihat pameran foto di dalam kelas, yang salah satunya adalah foto anak-anak dengan parasut.

Pukul 10, orang tua menuju ke Aula, yang ternyata sudah dipenuhi oleh orang tua bahkan kakek-nenek atau adik-adik si wisudawan. Banyak yang harus berdiri. Meskipun aku dapat tempat duduk, akhirnya aku berdiri di sebelah ibu Taiwan dan dengan leluasa bisa memotret jalannya upacara. Di kejauhan aku melihat bapaknya Agus, yang berasal dari Bali datang dengan memakai baju balinya. Katanya sih ibunya mau pakai kebaya, tapi aku tidak melihat sosoknya sama sekali. Dia memang pernah mengajak aku datang ke acara ini pakai kebaya. Tapi ngga ah… kebayang ngga sih naik sepeda pake kebaya hahahha.

Yang bener-bener membuat aku khawatir adalah waktu upacara penyerahan ijazah dari kepala sekolah. Aku lupa menanyakan apakah Riku sudha tahu caranya. Karena Riku libur  1bulan, sia tidak ikut latihan. Hmmmm dan bener juga, dia maju dengan slebor deh…. hiks…malu aku. Awas nanti kalau lulusan SD aku ajarin kamu harus ojiki (membungkuk ala Jepang) yang baik dan benar!

Setelah penyerahan ijazah untuk 128 murid, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan untuk yang “100% tidak pernah absen” dan “Hanya 3 kali saja absen”…. Yang pasti Riku tidak akan bisa dapat piagam begituan…wong banyak mbolosnya hehehe (dan mamanya juga sebagian bertanggung jawab, karena memboloskan dia waktu liburan ke Jakarta)

Ada satu acara yang menarik, penyerahan piagam penghargaan untuk pegawai/guru yang mencapai bekerja dalam jumlah tahun-tahun tertentu. Ternyata bukan 50 tahun tapi 45 tahun bekerja di TK itu, seperti yang kemarin aku dengar. Ada dua orang, yaitu kepala sekolahnya sendiri, dan wakil kepala sekolah. Si Ibu Wakil ini benar-benar hebat juga. Aku selalu kagum sama dia. Tenaganya itu loh. Dia selalu ada di garis terdepan di sekolah itu. Dan dia juga sering berdiri di depan gerbang TK, hampir setiap pagi untuk menyambut anak-anak….dan hafal nama semua anak!!!.

Acara wisuda akhirnya ditutup dengan lagu-lagu khusus wisuda, dan salah satu yang aku bisa nyanyikan adalah “Omoide no Album” (Album Kenangan)…. Kalau dinyanyikan dengan penghayatan oleh orang yang biasa tinggal di Jepang, maka pasti terharu. Bagi yang tidak pernah merasakan 4 musim, tentu saja lagu ini tidak ada artinya.

Begini Liriknya:

(1) Ingatlah kembali waktu kapan itu
semua peristiwa yang terjadi
Baik yang menyenangkan atau yang lucu
sampai kapanpun tidak akan dilupakan

(2) Ingatlah kembali waktu musim semi
semua peristiwa yang terjadi
bermain di lapangan yang hangat
Bunga yang cantik bermekaran

(3) Ingatlah kembali waktu musim panas
Semua peristiwa yang terjadi
Memakai topi jerami dan semua telanjang
melihat kapal dan gunung pasir

(4) Ingatlah kembali waktu musim gugur
Semua peristiwa yang terjadi
tumpukan donguri (semacam biji melinjo) dan hiking
Daun marah pun beterbangan

(5) Ingatlah kembali waktu musim dingin
Semua peristiwa yang terjadi
menghias pohon pinus Merry Christmas
Santa klaus pun tertawa

(6) Ingatlah kembali musim dingin
Semua peristiwa yang terjadi
Hari bersalju yang dingin di dalam kamar yang hangat
Mendengarkan cerita yang menghangatkan tubuh

(7)Ingatlah kembali selama satu tahun
Semua peristiwa yang terjadi
saat ini bunga peach bermekaran
sebentar lagi semua akan menjadi kelas satu (SD)

terjemahan oleh Imelda Coutrier

(1) いつのことだか 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
嬉しかったこと 面白(オモシロ)かったこと
いつになっても 忘れない

(2) 春のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
ポカポカお庭で 仲良く遊んだ
きれいな花も 咲いていた

(3) 夏のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
麦藁(ムギワラ)帽子で みんな裸んぼ
お船も見たよ 砂山も

(4) 秋のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
どんぐり山の ハイキング ラララ
赤い葉っぱも 飛んでいた

(5) 冬のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
樅(モミ)の木飾って メリークリスマス
サンタのおじいさん 笑ってた

(6) 冬のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
寒い雪の日 暖(アッタ)かい部屋で
楽しい話 聞きました

(7) 一年中(ヂュウ)を 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
桃のお花も きれいに咲いて
もうすぐみんなは 一年生

Semua murid kembali ke kelas masing-masing dan di kelas mereka kembali menerima ijazah langsung dari gurunya. Dan terakhir, terakhir kali mereka mendapat permen vitamin seperti hari-hari biasa. Permen yang terakhir dari guru TK mereka. Sambil memeluk gurunya, apakah mereka rasakan manisnya permen itu juga akan segera habis? Entahlah. Yang pasti sebagai anak SD, mereka membawa harapan besar orang tua, masyarakat dan sekolahnya. BERAT!

Selamat mengakhiri masa Balita anakku! Masa bermain sudah selesai….

Mari kita belajar sama-sama, di negeri yang kaku ini.

(bersama kepala sekolah  —  dengan guru kelas sore — bersama semua guru)

Surya Bersinar Udara Segar

17 Mar

Surya bersinar, udara segar… terima kasih…..
di tepi pantai ombak berderai…. terima kasih….
Terima kasih seribu pada Tuhan Allahku
Aku bahagia karena dicinta Terima kasih…..

sebuah lagu pujian yang memang patut aku nyanyikan pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2009. Kami tiba di bandara Narita dengan selamat pukul 7:30 pagi, dan dengan bantuan petugas MAAS, kali ini perempuan muda, dibantu untuk keluar imigrasi dan mengambil koper. Kali ini Gen sudah menunggu di pintu kedatangan sehingga seharusnya kami bisa langsung pulang ke rumah. Tapi… no no no…perut aku mulai aneh, so harus mampir ke wc dulu. Setelah pakai stocking dan baju tebal, akhirnya kami naik mobil dan pulang ke rumah. Matahari bersinar memang tapi suhu di luar 4 derajat saja.

Setelah sampai di rumah, buka koper sebagian, dan mempersiapkan makan siang untuk Gen. Rendang Natrabu deh. Pokoknya oleh-oleh yang sudah pasti disambut hangat oleh Gen adalah rendang dan Marlboro hihihi. Eh, tapi di Singapore aku selain membeli Marlboro, sempat juga membeli Port Wine, sejenis wine yang manis tapi kadar alkoholnya lebih tinggi, atau kalau disamakan bisa dibilang seperti Brandy (kadar alkoholnya 20%) . Wine jenis ini tidak dijual di Jepang, padahal aku sempat “ketagihan” wine ini sejak diberi oleh-oleh dari Australia dan Amerika.

Selain membeli wine dan rokok, sambil transit, Riku dan Kai sempat bermain di Butterfly World, Terminal 3. Ada semacam playground di sana. Dan ada pula koneksi internetnya…cihuy. Aku sempat melihat emails sebentar, hanya 5 menit, padahal sekali koneksi dijatahi 15 menit loh. Aku pikir Changi ini hebat betul deh. Gratis lagi. Kalau di Narita, masih harus bayar 100 yen untuk 20 menit (kalau tidak salah). Singapore really a fine city hehehe. Aku cuman bisa pakai 5menit karena tetap saja aku harus memperhatikan anakku yang lari kemana-mana.

Waktu mencari toilet kami harus melewati Hard Rock Cafe, dan juga smoking room…. Aduuuuh ini smoking room udah kayak lokomotif. Bener banget kerasa bedanya antara daerah sekitar situ dengan daerah lainnya yang steril dari asap rokok.

So, hari minggu aku cukup menderita dengan sakit perutku, yang ternyata tambah menjadi-jadi pada hari Seninnya, sehingga aku terpaksa tidak bisa pergi ke TKnya Riku untuk menghadiri PTA terakhir. Aku tahu hari Senin itu pasti penuh air mata, karena itu merupakan kesempatan terakhir orang tua bertemu dnegan guru dan mengungkapkan rasa terima kasihnya. Sayang sekali aku tidak bisa hadir, sehingga banjir air matanya berkurang untuk jatah satu orang hihihi.

Baru malam harinya aku minum obat yang dibelikan Gen sesudah pulang kantor. Dan tertolonglah aku, sehingga hari ini, Selasa 17 Maret, aku bisa menghadari acara “Perpisahan TK” bersama Riku. Udara cerah, maximum temperatur 9 derajat. HANGAT!

Pukul 10 pagi aku antar Kai ke himawari. Yang lucu dia tahu bahwa kami mau keluar, jadi dia minta dipakaikan sepatu dan HELM SEPEDA. lucu banget…. Tapi dia menangis begitu dia tahu dia akan ditinggal di penitipan. Hiks…sorry sayang Mama dan kakakmu harus menghadiri acara khusus yang kurang nyaman jika dihadiri bayi. Sekali-sekali mama juga mau menemani Riku dengan berkonsentrasi untuk dia saja.

Tapi jam 11:00 waktu kami sudah mau berangkat ke TK, Riku mengeluh sakit perut. Entah benar, entah pura-pura (kebyo bahasa jepangnya =pura pura sakit). Tapi aku tidak mau menuduh dia pura-pura karena tidak baik. Karena kelak, seandainya dia benar-benar sakit, dia tidak percaya padaku lagi dan tidak mau terbuka padaku jika sakit. Jadi aku bilang, “Kalau kamu sakit, pergi ke wc, kalau masih sakit juga, TIDUR! tidak boleh nonton TV.”

Eee benar saja taktik aku berhasil, baru tidur 5 menit dia bilang, “Mama, perutku tidak sakit lagi!”.

“OK, mari cepat ganti baju dan berangkat!”

Pasti terlambat, karena acara mulai jam 11:30, sedangkan kita sampai pukul 11:35. Tapi biarlah, memang ada alasan sakit perut sih. Untung kami berdua tidak terlambat-terlambat banget, karena sesudah kami masih ada 2 orang lagi yang terlambat.

(susunan acara – gambar riku ditaruh di atas bento – tulip hasil origami bersama)

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Well, acara perpisahan yang bahasa Jepangnya SHAONKAI 謝恩会 (Thank you party for the teachers) disusun dan dijalankan oleh ibu-ibu murid TK, dan yang menjadi Tamu Utamanya adalah guru-guru itu sendiri. Jadi semuanya tanpa campur tangan pihak sekolah/guru, meskipun nantinya ada sumbangan acara dari guru juga. Aku rasa “pemikiran” shaonkai ini benar-benar mencerminkan kedudukan guru yang sangat dijunjung tinggi di Jepang.

Waktu aku datang, kepala sekolah baru saja akan mengucapkan pidato. Beliau seorang nenek yang sudah bekerja di sekolah itu sejak awal berdirinya. HEBAT! dan yang lebih hebat lagi dia tinggal jauuuuh dari sekolahnya ini, katanya 2 jam perjalanan. Butuh dedikasi yang tinggi!!! Tahun ini menyambut kelulusan yang ke 45, tapi pada dasarnya si ibu/nenek itu akan merayakan 50 th Perayaan Emas bekerja di TK itu. Duh, kalau ingat dulu waktu pertama kali aku ketemu dia, waktu mau ambil formulir pendaftaran, aku pikir dia hanyalah nenek penjaga sekolah…hiks… underestimate banget ya. Abis orangnya baik dan sederhana sekali sih.

Setelah acara pidato dari kepala sekolah, dilanjutkan dnegan acara hiburan dari ibu-ibu smabil menikmati makanan (bento) yang sudah disediakan di meja masing-masing. Wah wah wah deh…. aku salut benar dengan usaha ibu-ibu (muda) ini. Memang aku mungkin termasuk yang tertua di kelasnya Riku, karena aku baru melahirkan Riku umur 35 tahun….. Ada ibu yang baru berusia 22 tahun dengan anak seumur Riku!

Kenapa wah? Karena acara yang dipertunjukkan adalah tari Hula Hawai (tentu saja dengan baju lengkap karena dingin euy hehehhe, jangan bayangkan bh batok kelapa yah!). Yang menarik, dua orang guru OR yang masih muda, yang merupakan dua-duanya pemuda “belia dan keren” di TK ini, ikut beratraksi dengan menari LIMBO (coba yahhhh aku tahu nama tarian ini dari RIKU!!!, dia berteriak, “Sensei…menari Limbo! asyik!” duh duh duh anak jaman sekarang kok tahu yang begituan?) Tarian Limbo itu yang menari melewati bambu yang direndahkan serendah-rendahnya. Menarik!

Selanjutnya tarian yang menarik adalah Mario Bross. Dengan atraksi sirkus yang lucu dari 5 orang berpakaian hitam-hitam. Ada juga pertunjukan alat musik dengan lagu-lagu yang dikenal anak-anak. Sumbangan acara dari guru-guru juga menarik, sebuah sendratari berjudul Takoyaki Man, semacam hero yang mengalahkan Tikus tanah yang menjadi hama untuk panenan sayuran. Aku juga heran kok mereka punya aja ya kaset BGM lengkap untuk cerita-cerita begitu. Menarik sekali loh. Jadi hanya tinggal menari dan bergerak mengikuti lagu dan jalan cerita saja. Bagus untuk mengisi acara di sekolah-sekolah. Nanti aku mau tanya deh, siapa tahu bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia ….hihihi…

Acara terakhir adalah pidato dari sensei-sensei, guru-guru dari kelas Nencho (usia 5 tahun) yang akan mengantar murid-muridnya lulus TK besok. Tentu saja penuh dengan isak tangis. Dan terakhir yang juga membuat aku berusaha menahan tangis (dengan tidak ikut menyanyi) adalah sebuah lagu yang dinyanyikan oleh ibu-ibu dan anak-anaknya bersama-sama. Riku juga hafal lagu ini, dan waktu aku tanya, “tentu saja hafal, hampir tiap hari nyanyi lagu ini kok!”

Yah, memang lagu ini liriknya bagus. Sebuah lagu yang sering dinyanyikan di SD/SMP yang awalnya merupakan ending theme song untuk acara NHK yang dinyanyikan oleh kelompok Angels Harmoni tahun 1998.

BELIEVE

【作詞・作曲】杉本竜一 Lirik/lagu Sugimoto Ryuichi

1.

Seandainya kamu terluka dan menjadi lemah
pasti aku akan berada di sebelahmu dan menyangga bahu itu

Panggullah harapan seluruh dunia
Sekarang dunia berputar
Dan waktu engkau buka pintu masa depan
Kesedihan dan kesulitan pada satu saat nanti
pasti akan berubah menjadi kegembiaraan
I believe in the future
Aku Percaya!

2.

Seandainya seseorang sebelahmu menangis
Kamu pasti akan menggandeng tangannya diam-diam
dan berjalan bersamanya kan?

Dengan kebaikan seluruh dunia
Ingin ku selimuti bumi ini
Jika sekarang kau bisa menunjukkan isi hati yang jujur
Aspirasi dan cinta pasti bisa menerangi cakrawala
I believe in the future
Aku Percaya!

terjemahan bahasa Indonesia sebebas-bebasnya oleh Imelda Coutrier.

1.たとえば君が 傷ついて
くじけそうに なった時は
かならずぼくが そばにいて
ささえてあげるよ その肩を
世界中の 希望をのせて
この地球は まわってる
いま未来の 扉を開けるとき
悲しみや 苦しみが
いつの日か 喜びに変わるだろう
アイ ビリーブ イン フューチャー
信じてる

2.もしも誰かが 君のそばで
泣き出しそうに なった時は
だまって腕を とりながら
いっしょに歩いて くれるよね
世界中の やさしさで
この地球を つつみたい
いま素直な 気持ちになれるなら
憧れや 愛しさが
大空に はじけて耀(ひか)るだろう
アイ ビリーブ イン フューチャー
信じてる

いま未来の 扉を開けるとき
アイ ビリーブ イン フューチャー
信じてる

Bunga – Mekarkan bunga di dalam hati semua orang

17 Feb

Bagi mereka yang pernah ke Jepang, dan mungkin pernah pergi ke karaoke di Jepang, kebanyakan tahu lagu ini. Hana – Subeteno hito no kokoro ni hana wo- ~すべての人の心にを. Begitu lagu ini mengalir dan masuk ke telinga, pasti kita akan merasa damai, dan FAMILIER. Karena cengkok lagu ini mengingatkan kita pada lagu-lagu jawa. Padahal lagu ini asli Jepang, yang dikarang oleh orang Jepang (or I should say lagu asli Okinawa, yang diciptakan oleh orang Okinawa) .

Shoukichi Kina and the champloose merupakan sebuah grup musik Okinawa yang dibentuk pada tahun 1968 (waduh setua saya nih) dan pada tahun 1979 melahirkan sebuah lagu yang terkenal seantero Jepang, bahkan sampai ke luar negeri. Ya sebuah lagu yang berjudul Hana atau BUNGA ini. Menurut teman saya, Zay yang memang ahlinya radio (yang punyanya Radio Soka di Jember) , lagu ini bisa dikenal di segala penjuru dunia karena dicover oleh Emil Chou dengan judul “Hua Xhin”.

Coba deh dengar lagu ini yang dinyanyikan oleh penyanyi aslinya di depan kuil Toudaiji. Saya kok kalau melihat penyanyinya Shoukichi Kina jadi ingat pada Sujiwo Tejo, yang kemarin sempat lihat waktu kopdar dengan mbak Tuti. (Yug, kalau boleh dipasang tuh foto kamu dengan Pak Sujiwo Tejo).

Saya coba terjemahkan lirik lagunya sebagai berikut :

Bunga – Mekarkan bunga di dalam hati semua orang

Sungai mengalir …entah kemana
Manusiapun bergerak entah kemana
kelika aliran itu sampai tujuan
Ingin kumekarkan sebagai bunga
Menangislah  dan tertawalah
entah kapan
Mekarkanlah bunga itu

Air mata mengalir… entah kemana
Cinta pun mengalir entah kemana
dan aliran itu pada saatnya
ingin kusambut sebagai bunga
Menangislah  dan tertawalah
entah kapan
Mekarkanlah bunga itu

Bunga  dapatlah tertawa sebagai bunga
Manusia dapat mengeluarkan air mata sebagai manusia
Itulah lagu alami
di dalam hati mekarkanlah bunga itu
Menangislah  dan tertawalah
entah kapan
Mekarkanlah bunga itu

( by Shoukichi Kina and the champloose) terus terang waktu saya baca nama kelompoknya yang ditulis katakana, saya pikir asli penulisannya the Campurs. Karena memang di Okinawa ada masakan bernama Goya Campur (Pare campur yang ditumis). Diperkirakan kata campur ini memang berasal dari bahasa Indonesia yang menyeberang sampai ke Okinawa.

teks bahasa Jepangnya

川は流れて どこどこ行くの
人も流れて どこどこ行くの
そんな流れが つくころには
花として 花として 咲かせてあげたい
泣きなさい 笑いなさい
いつの日か いつの日か
花を咲かそうよ

涙流れて どこどこ行くの
愛もながれて どこどこ行くの
そんなながれを このうちに
花として 花として むかえてあげたい
泣きなさい 笑いなさい
いつの日か いつの日か
花を咲かそうよ

花は花として わらいもできる
人は人として 涙もながす
それが自然のうたなのさ
心の中に 心の中に 花を咲かそうよ
泣きなさい 笑いなさい
いつの日か いつの日か
花を咲かそうよ

喜納 昌吉&チャンプルーズ  作詞・作曲:喜納 昌吉

Nah lagu ini memang akhirnya banyak di-cover oleh penyanyi-penyanyi muda terkenal Jepang seperti Otaka Chizuru (saya justru punya CDnya Miss Otaka ini, bukan CD penyanyi asli). Suaranya memang cocok untuk lagu ini. Melengking tinggi. Bagi yang mau mendengar bisa melihat di

http://www.youtube.com/watch?v=FPGMsifqRgg

Selain itu Natsukawa Rimi, penyanyi terkenal dari Okinawa juga menyanyikan lagu ini. Suara Rimi ini lebih halus dan cengkoknya cocok bagai pesinden. Adik ipar saya suka sekali dengan lagu okinawa dan akrab dengan penyanyi ini. Jika Anda mau mendengar suaranya bisa lihat di

http://www.youtube.com/watch?v=tz0scjJC-wk

Tapi Saudara-saudara, yang meng-cover lagu Hana ini bukan hanya orang Jepang, Karena ada orang Indonesia juga yang menyanyikan lagu ini. Hebatnya dia menyanyikan dalam bahasa Jepang dan bahasa JAWA. (nah loh saya tidak bisa menerjemahkan bahasa jawanya heheheh) Dia adalah WALJINAH.

Waljinah pernah merelease CD di Jepang dengan judul Ratu Jawa. Lihat saja cover CDnya, Wajinah berpakaian kimono. hehehe. Nah CD ini diproduce oleh Zay dan Tanaka Katsunori. Jika ingin membaca ulasan lengkap pembuatan dan review CD Wajinah Ratu Jawa ini silakan baca di

http://sokaradio1009.multiply.com/photos/album/13/Waldjinah_-_Ratu_Jawa#

Ulasan Zay untuk lagu Hana yang dinyanyikan Wajinah:

7. Kumanthil Neng Ati (Hana)
Mungkin ini adalah lagu Jepang yang paling terkenal diera 90’s, judul originalnya: “Hana”, ciptaan Kina Shokichi. Tembang ini berkat didaur-ulang oleh penyanyi Taiwan kelahiran Hongkong; Emil Chou dirilis dengan judul “Hua Xhin” meledaklah dimana-mana….sampai keseluruh penjuru dunia!
Arasemenya dibuat pop keroncong. Accordionist S Atan dan pianist Marc Chu, keduanya dari Malaysia, ikut meramaikan tembang ini. Mbak Waldjinah bernyanyi dalam 2 bahasa, Jawa dan Jepang!

Sayang tidak ada contoh lagunya Waljinah ini di Youtube, jadi saya tidak bisa memperdengarkan lagu ini. Saya sendiri diberikan CD ini langsung dari yang buat, gratis! hehehe. (arigatou ne Zay)

Ya, bunga itu memang indah dan cocok bila berada dalam hati setiap insan.

All of you!

11 Jan

Saya teringat lagu ini, waktu saya baca sepenggal kata “All of You” dalam buku Randy Pausch, seorang profesor ilmu komputer di Universitas Carnegie Mellon, berjudul “The Last Lecture”. Randy mengidap penyakit kanker pankreas dan memberikan sebuah kuliah terakhir yang kemudian dibukukan. Untuk keterangan lengkap mengenai bukunya, silakan baca ulasan buku ini dari Bapak Oemar dan Bang Hery.

“All of You” adalah sebuah lagu yang dinyanyikan penyanyi kesayangan saya (masa bodo mau dibilang jadul kek, oldefo kek hihihi) Julio Iglesias berduet dengan Diana Ross.

(T. Renis/J. Iglesias/C. Weil)

I’ve never had this feeling before
I’ve never wanted anyone more
And something in your eyes tells me
You feel the way that I do
(I feel like you do)

If you would like to stay here all night
You know that I would say
It’s all right
‘Though I’m saying yes
I confess
I’ve got more on my mind
‘Cause I want more of you
Than your time

All of you, your body and soul
Every kind of love you can express
All the secret dreams you’ve never told
I want everything
And I’ll take nothing less
All of you as long as you live
Everything you’ve never shared before
I want all of you that you can give
All your joys and all your sorrows
Your todays and your tomorrows

How I long to feel the warmth of your touch
And then if I’m not asking too much
I’d like to spend my life wand’ring through
All the wonders of you

And when we’re lying close in the dark
So close I feel each beat of your heart
I want you to reveal what you feel
All you hold deep inside
There is nothing I want you to hide

All of you, your body and soul
Everything you want this love to be
I want all of you
All that you can give
And in return for all your giving
Let me give you all of me

All of you, your body and soul
Every kind of love you can express
All the secret dreams you’ve never told
I want everything (everything) everything
All of you as long as you live
(As long as you live)
Everything you want this love to be
I want all of you
All that you can give
In return (in return) I wanna give you

All your joys and all your sorrows…. Your todays and your tomorrows. Tentu saja kita ingin selalu bersama pasangan kita, dan mungkin jika kita mengetahui bahwa waktu kita hidup di dunia ini terbatas, kita hanya ingin berduaan saja dengan dia. Menutup pintu dunia, mengurung diri berdua dengan yang kita cintai melewati masa yang kita tahu akan segera habis. Membangun cinta yang bisa mengalahkan ketakutan menyongsong kematian…. Mau membayangkannya? Pasti banyak judul film yang bisa diberikan untuk menggambarkan perasaan seperti itu. Tapi satu film yang saya ingat saya pernah tonton (untuk seorang yang tidak suka menonton film seperti saya, pengetahuan judul film amat terbatas) adalah film Dying Young, yang dibintangi Julia Roberts. Yang pasti banjir air mata, dan tidak mau nonton lagi untuk kedua kali (saya setuju pendapat Bu Enny, film haruslah menghibur bukan membuat kita sedih).

Nah, Si Randy dalam bukunya “The Last Lecture” ini juga menuliskan bahwa seharusnya dia menghabiskan sisa waktu hidupnya yang tinggal sedikit akibat digerogoti kanker pankreas itu bersama istri dan keluarganya, bukan menghabiskan waktu (memang tidak semua waktu) untuk mempersiapkan sebuah kuliah terakhir. Yang rencananya kuliah itu diadakan sehari setelah ulang tahun istrinya (karena makan waktu untuk pergi ke tempat memberikan kuliah itu jadi pada hari ulang tahun istrinya dia sudah harus pergi)! Bisa bayangkan tidak? Sementara si istri yang mengharapkan bisa menikmati hari ulang tahun terakhirnya bersama suami, dia harus merelakan waktu berharga itu supaya Randy bisa memberikan kuliah terakhir kepada 400 orang yang berkumpul untuk mendengarkan kuliah suaminya. Well, saya juga dosen, saya juga seorang istri dan ibu… apakah saya akan berbuat seperti Randy? Apakah Gen mau merelakan saya misalnya mengadakan kuliah terakhir saya (kayaknya sih ngga hehehe). Tapi apakah saya mau merelakan Gen misalnya menjalankan tugas pekerjaannya padahal saya tahu waktu akhir itu berdengung terus? Well I know I have to… karena hidup seseorang bukan hanya dengan pasangan hidupnya saja. Meskipun kita sudah berjanji sehidup semati, bukan berarti kita harus “nempel” terus tanpa memberikan kesempatan pada dia untuk juga menikmati akhir hidupnya. Tapi mungkin saya akan sulit untuk bisa menerima seandainya dia bilang, “Aku ingin pergi mengembara sendiri akeliling dunia dan menjemput kematianku sendirian entah di gunung, lembah atau pantai….” (kayaknya ada juga kan orang yang begitu …)

Buku “The Last Lecture” memang membuat saya berpikir. Ya, berpikir tentang waktu, tentang pekerjaan, tentang keluarga dan tentang cita-cita. Saya memang sempat menangis di beberapa cerita awalnya, tetapi setelah sampai bagian sharing pengalaman hidup pekerjaannya, saya malah enjoy, ikut tertawa dan meresapkan dalam hati. Bahkan saya jadi bertanya terus apa sih sebetulnya mimpi saya itu karena isi kuliahnya itu memang bertajuk “Really Achieving Your Childhood Dream”. Nah kalau tidak punya ‘mimpi’ waktu kecil gimana dong? Tapi apakah benar saya tidak punya ‘mimpi’ waktu kecil seperti yang selalu saya katakan?

Ada banyak point yang memang saya catat, misalnya “Dont complain just work harder”, “Look for the best in everybody”, “Watch what they do, not what they say” , “Never give up” , “Sometimes all you have to do is ask, and it can lead to all your dreams coming true” dll, dll, yang kalau lihat sekilas seperti nasehat yang membosankan dan sudah basi. Tetapi kisahnya dalam masing-masing judul itu memang menarik, dan saya menyadari dia bisa menulis seperti ini karena dia memang sudah banyak pengalaman. Ladang kerjanya kaliber dunia! Apalah saya ini? Tapi di antara sekian banyak tajuk, ada dua kisah yang sangat berkesan bagi saya yaitu, yang pertama adalah “All you have is what you bring with you… so be prepared” .

Ceritanya tentang bahwa dia selalu membawa uang tunai 200 dollar (well kalau tidak ada duitnya gimana ya?) Tapi ini saya rasa benar sekali. Waktu pertama kali datang ke Jepang dan sedang sightseeing (1989 an), saya heran sempai (kakak kelas) saya yang memang sedang belajar di Jepang bilang tiba-tiba, “TUnggu di sini, saya mau ambil uang di ATM dulu” Ternyata baru saya sadari bahwa orang Jepang jarang membawa uang tunai banyak. Mereka baru mengambil uang di ATM jika perlu, karena ATM ada di mana-mana. Waktu jaman itu di Jakarta mana ada ATM. Tapi seandainya ATM nya rusak? atau ada perbaikan dalam jaringan komputernya seperti yang akhir-akhir terjadi pada bank saya? Atau misalnya terjadi gempa besar, tidak  bisa ambil uang di bank?

Ceritanya mengenai Norman Meyrowitz seorang top executif Macromedia, yang dengan tenangnya mengambil cadangan lampu proyektornya, waktu tiba-tiba lampu proyektor yang akan dipakainya untuk presentasi itu mati. Wah mungkin tasnya pinjam kantong ajaibnya Doraemon ya? Tapi saya dulu juga sering membawa macam-macam dalam tas saya sehingga jika diperlukan ada. Mulai alat tulis sampai benang/ jarum dalam sewing kit. Tapi tinggal di Jepang, negara yang praktis, yang mempunyai toko konbini (convenience store yang buka 24 jam dan tersedia apa saja membuat saya juga berpikir praktis dan tidak lagi mempersiapkan segalanya karena pikir toh bisa beli. Tapi kalau tidak ada uangnya juga tidak bisa membeli apa-apa. So memang sebaiknya kita selalu waspada dan bersiap-siap. Dan saya memang selalu memikirkan kemungkinan terburuk, meskipun kadang saya merasa capek dengan pemikiran ini. Randy mengatakan, a way to be prepared is to think negative, the worst case scenario. Saya banget tuh…

Dan tulisan dia yang kedua yang saya setuju sekali adalah mengenai hilangnya kebiasaan menulis tangan, “The lost art of Thank You Notes” katanya. Well, dia yang ahlinya komputer… bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan komputer tentunya. Tapi dia masih merasakan perlunya handwrite notes. Tulisan tangan dalam sebuah memo, atau kartu…. karena itu menunjukkan bahwa memang kita manusia, humanbeing yang menulis dengan perasaan. Semoga saya masih bisa bertahan dengan kebiasaan menulis sesuatu dalam ucapan kartu atau fax meskipun memang terkadang sms dan email lebih cepat. But saya membayangkan wajah si penerima sama seperti wajah saya yang berseri sambil tersenyum ketika menerima surat atau kartu di kotak pos saya.

Menjadi Seribu Angin

30 Nov

Janganlah kau menangis di depan pusaraku
Aku tidak berada di sana….
Aku tidak tidur di sana….
Aku menjadi seribu angin
seribu angin
yang bertiup di angkasa luas

Aku menjadi cahaya
yang menerangi ladang
Pada musim dingin
aku menjadi salju yang berkilauan bak berlian
Pada pagi hari aku menjadi burung
yang akan membangunkanmu
Malam hari kumenjadi bintang
yang menjagamu

Janganlah kau menangis di depan pusaraku
Aku tak ada di sana, aku tidak mati
Aku menjadi seribu angin
seribu angin yang bertiup
di angkasa luas…..

In Memoriam orang-orang tercinta yang telah berpulang ke asalnya.

especially S. Yabuki (28-11-2008) Roger Downey SJ (26-12-2007)

Sen no Kaze ni natte by Akikawa Masafumi translated into Indonesian by Imelda 2007.  Sebuah lagu yang pasti membuat kita menangis, apalagi jika dinyanyikan pada upacara pemakaman. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh pastor Bruno SVD, untuk koleganya pastor Norbert Nahak SVD asal Timor yang meninggal di Tokyo tanggal 11 Desember 2006. Komunitas Katolik Indonesia di Tokyo, dua tahun berturut-turut kehilangan pastor yang selalu melayani misa, Pastor Norbert 11 Des 2006 dan Pastor Downey 26 Des 2007. May they rest in peace. Amen

Bagi yang mau mendengar lagunya bisa dengar di

NB: Khusus untuk Mega (Seiya suka lagu ini ya), kalau membaca posting ini kirim kabar dong. Saya khawatir pada perkembangan kehidupan di sana apalagi nomor HP nya sudah ganti. Kirim berita dik, please. EM

Gagak gagak gagah

26 Nov

Hai Gagak kenapa kau menangis?
Karena di gunung
ada anaknya yang berusia 7 tahun

Indah indah tangisan sang burung
Dia menangis dengan indah

Lihatlah di sarangnya di gunung
Anaknya menunggu dengan matanya yang bulat

Karasu naze nakuno
Karasu wa yamani
Kawaii nanatsu no ko ga aru kara yo

Kawaii kawaii to karasu wa nakuno
Kawaii kawaii to nakundayo

Yama no furusu ni
Ittemitte goran
Marui me wo shita ii ko dayo

烏 なぜ啼くの
烏は山に
可愛い七つの
子があるからよ
可愛 可愛と
烏は啼くの
可愛 可愛と
啼くんだよ
山の古巣に
行つて見て御覧
丸い眼をした
いい子だよ

melodynya bisa didengar di sini

Iniadalah sebuah lagu anak-anak yang populer di Jepang berjudul Nanatsu no ko, menceritakan seekor gagak yang diciptakan pada tahun 1921 oleh Noguchi Ujou.  Tidak ada orang Jepang yang tidak tahu lagu ini. Yang mengherankan kenapa gagak yang menjadi tema dalam lagu anak-anak tersebut. Karena sebetulnya gagak yang berwarna hitam itu dari zaman dulu dikenal sebagai burung pembawa bencana. Tetapi Noguchi mengangkat “derajat” gagak itu dengan mengatakan bahwa burung yang buruk rupa itu pun mengkhawatirkan anaknya. Hmmm karena buruk rupa = malang… suatu prejudice yang sebetulnya tidak boleh terjadi, bahkan dalam kehidupan manusia. Waktu saya browsing saya juga menemukan alasan kenapa di dalam lagu itu dipakai kata anak berusia 7 tahun. Ternyata si pencipta lagu Noguchi ditinggal mati ibunya waktu dia berusia 7 tahun. Jadi dia sendiri menggambarkan dirinya seperti Gagak yang buruk rupa? Tidak ada yang tahu…

Namun saya juga tidak suka pada gagak-gagak hitam ini. Dan saya rasa tidak ada yang tinggal di Tokyo suka pada gagak. Karena Gagak menimbulkan masalah yang pelik bagi warga Tokyo. Mereka merajalela di mana-mana. Bahkan kadang-kadang dengan berani menukik ke arah manusia. Pernah ada berita yang menceritakan ada Gagak yang menukik masuk ke dalam kamar seorang bayi di lantai dua perumahan dari jendela yang terbuka. Gagak yang pemakan daging itu kemudian memakan bayi tersebut. Aduh!!!

Gagak di Tokyo sudah merupakan Hama bagi lingkungan Tokyo. Mereka terbiasa mengorek sampah-sampah dan beberapa tahun terakhir ini semakin ganas. Di kawasan pertokoan sesudah restoran tutup pukul 11 malam, biasanya sampah dibuang di luar. Begitu fajar tiba, burung-burung gagak berpesta pora dengan sisa-sisa makanan yang ada. Sampah-sampah berhamburan mengotori jalanan dan membuat pemandangan yang tidak sedap dipandang mata. Dan sialnya setelah krisis ekonomi terjadi, sampah-sampah yang dibuang rupanya “tidak cukup” bagi si burung gagak, sehingga teritorinya meluas ke daerah pemukiman penduduk. Dan samapi merekapun tidak segan “merebut” makanan yang dibawa oleh penduduk, misalnya yang sedang piknik atau makan di taman. Bahkan bayi dan anak kecil bisa disambarnya.

Sekarang usaha untuk mengurangi serangan burung gagak sudah dilakukan, misalnya dengan menutup kantong-kantong sampah dengan jaring dan membuang sampah pada waktunya. Namun pemerintah daerah Tokyo masih pusing mengurangi populasi burung gagak di Tokyo ini. Dan yang pasti pemda dan masyarakat tidak akan menganggap tangisan burung gagak itu sebagi indah…. tetapi justru MENGERIKAN.

gagak gagak gagah itu
menghitami langit tokyo
menyebarkan bau busuk
mengancam manusia manusia bodoh

Kampai

23 Nov

Kampai (乾杯 かんぱい) adalah bahasa Jepangnya untuk Cheers, atau bersulang. Sambil mengucapkan KAMPAI, biasanya saling menyentuhkan bibir gelas bir baru kemudian mulai minum (Kalau wine, jangan pernah menyentuhkan gelas wine karena menyalahi aturan). Jika acara tersebut untuk suatu peringatan yang besar, maka biasanya yang dituakan akan memberikan sepatah-duapatah kata untuk memulai acara minum-minum itu. Sebuah ritual dalam pertemuan untuk memperingati sesuatu atau bahkan tanpa memperingati sesuatu yang khusus. Dan menjelang penutupan tahun biasanya banyak diadakan “pesta menutup tahun” atau bonenkai 忘年会 (harafiah : pertemuan untuk melupakan tahun), sehingga banyak akan kita dengar ucapan Kampai di bar-bar atau restoran di Jepang.

Lagu Kampai yang dinyanyikan Nagabuchi Tsuyoshi (September 7, 1956) ini adalah sebuah lagu yang terkenal yang sering dinyanyikan di pesta pernikahan. Dan believe it or not, banyak orang Indonesia yang tinggal atau pernah tinggal di sini biasanya tahu dan bisa menyanyikan lagu ini. Posting ini khusus untuk Pak Totok, genthokelir yang pastinya sekarang sedang mengenang hari-harinya di Nagoya, kemudian untuk temannya Lala yang sedang mempersiapkan pernikahannya sebentar lagi. Mbak N, semoga lagu ini bisa menjadi hadiah dariku. Terutama pada frase “Jangan menoleh ke belakang, jalanlah terus”. Jika diyakini semua akan bisa dilewati dengan baik. (Terjemahan bebas oleh Imelda)

KAMPAI

Sandarkan hatimu pada dasar yang teguh
Membicarakan masa muda yang tak habisnya
Kadang kala duka, dan kadang kala suka
hari-hari saling menguatkan hati

Sejak saat itu sudah berapa lama berlalu?
Sudah berapa senja tenggelam?
Teman sekampung
apakah hari ini masih ada di ingatanmu?

Kampai
Sekarang kamu berada di panggung besar kehidupanmu
mulai melangkahi perjalanan yang jauh
Bahagia untukmu!

Kalian berdua yang sedang menyalakan lilin
Saya pandangi kalian berdua
Rasa bahagia yang meluap dan sedikit rasa sepi
Kuingin bernyanyi dengan kata-kata penuh air mata

Sinar masa depan tercurah pada tubuhmu
Jangan menoleh ke belakang, jalanlah terus
Dalam curahan hujan dan terpaan angin
Jangan punggungi CINTA yang kamu percayakan

Kampai
Sekarang kamu berada di panggung besar kehidupanmu
mulai melangkahi perjalanan yang jauh
Bahagia untukmu!

硬いきずなに 思いを寄せて
語りつくせぬ 青春の日々
時には傷つき 時には喜び
肩をたたきあった あの日
あれからどの位 経(タ)ったのだろう
沈む夕陽を いくつ数えただろう
故郷(フルサト)の友は 今でも君の
心の中にいますか?

乾杯!
今君は人生の大きな大きな舞台に立ち
遥(ハル)か長い道のりを歩き始めた
君に幸せあれ!

キャンドルライトの 中の二人を
今こうして 眼を細めてる
大きな喜びと 少しの寂しさを
涙の言葉で 歌いたい
明日(アス)の光を 身体(カラダ)に浴びて
振り返らずに そのまま行けば良い
風に吹かれても 雨に打たれても
信じた愛に 背を向けるな

乾杯!
今君は人生の大きな大きな舞台に立ち
遥(ハル)か長い道のりを歩き始めた
君に幸せあれ!
乾杯!
今君は人生の大きな大きな舞台に立ち
遥(ハル)か長い道のりを歩き始めた
君に幸せあれ!

Katai kizuna ni o omoi o yomossete
Katari tsukusenu seishun no hibi
Toki ni wa kizutsuki toki ni wa yorokobi
Kata o tataki atta anohi
Arekara dorekurai tatta no darou
Shimizu yuuhi o ikutsu kazoetarou
Furosato no tomo wa imademo kimino
Kokorono naka ni amasuka

Kanpai ima kimi wa jinsei no
Ookina ookina butai ni tachi
Haruka nagai michirinori o aruki hajimeta
Kimi ni shiwase are

Kiandoru raito no naka no futari o
Ima koushite me o sukoshi no samishisa o
Namida no kotobade utaitai
Asu no hikari o karada ni abite
Furikaerazu ni sanomama ikeba yoi
Kaze ni fukaretemo ame ni utaretemo
Shinjita aini o mukeruna

**************************
Lagu Kampai ini dirilis pertama kali tahun 1980 dan masih populer sampai sekarang, Penyanyinya, Nagabuchi merupakan salah satu singer-songwriters legendaris. Banyak lagu-lagunya yang mencapai top hits di Jepang padahal kebanyakan lagunya merupakan balada/folksong  yang memang enak didengarkan apalagi suaranya memang tidak biasa, suara yang serak-serak begitu loh. Saya juga senang lagunya yang berjudul TOMBO (capung) …. ada hora hora nya hihihi (Yang mau lagunya email ke saya aja yah hehhehe)

Kambing Pos

18 Nov

Aneh ya judulnya? Kalau Merpati Pos, mungkin masih bisa dimengerti tapi ini Kambing pos. Kambing Pos ini adalah terjemahan dari lagu anak-anak yang berjudul Yagisan Yuubin 山羊さん郵便.Tadi pagi pulang dari mengantar Riku ke TK, pasang TV chanel anak-anak dan terdengarlah lagu ini.

Ada surat dari Kambing Putih
Dasar si Kambing Hitam, dia makan surat itu tanpa dibaca
Ya terpaksa dia menulis surat
Surat yang tadi isinya apa sih?

Ada surat dari Kambing Hitam
Dasar si Kambing Putih, dia makan surat itu tanpa dibaca
Ya terpaksa dia menulis surat
Surat yang tadi isinya apa sih?

白やぎさんから お手紙(てがみ) ついた
黒やぎさんたら 読(よ)まずに 食べた
しかたがないので お手紙かいた
さっきの 手紙の ご用事(ようじ) なぁに

黒やぎさんから お手紙 ついた
白やぎさんたら 読まずに 食べた
しかたがないので お手紙かいた
さっきの 手紙の ご用事 なぁに

Ya tentu saja lagu ini berulang-ulang dinyanyikan tanpa henti. Salahnya juga kambing dikasih surat…. hehehe. Tapi lagu anak-anak ini terkenal dan saya dengar pertama kali waktu Gen menyanyikannya untuk Riku waktu dia umur 1 tahun. Lagu anak-anak Jepang memang banyak yang simple dan aneh. Mungkin saya pernah tulis juga bahwa ada judul lagu “Serangga/kutu pemakan pant*t” お尻かじり虫. Ya orang Jepang tidak segan-segan memakai kata-kata pant*t, t***it dll, yang pastinya tidak akan ada dalam lagu bahasa Indonesia. Aneh bin ajaib deh …. (Masak sih saya nulis gini dicap jorse…kan ini pengetahuan loh…. )