Arsip Kategori: Language

Sewa

Kata “sewa” ini ada juga dalam bahasa Jepang, yang artinya mengurus, memelihara, melayani. Saya bertemu kata ini pertama kali waktu saya datang ke Jepang dalam rangka karyawisata mahasiswa FSUI, dan diwanti-wanti oleh seorang sempai (senior) kami untuk mengucapkan “Osewaninarimashita” お世話になりました pada orang tua host family yang menerima kami menginap di tempat mereka. Waktu itu yang saya tahu hanya, “Arigatou Gozaimasu”  ありがとうございます sebagai pernyataan terima kasih. Tapi ternyata ada kata-kata lain yang lebih hormat seperti “Kanshaitashimasu” 感謝いたします atau “Osewaninarimashita” tadi itu. Osewaninarimashita itu artinya meliputi “terima kasih karena Anda sudah mengurus dan melayani kami”. Karena itu jika kita bertemu dengan orang Jepang yang selalu membantu kita selama ini, kita juga mengatakan, “Osewani natte orimasu“ お世話になっております.

Hanya ada satu kata dengan kata sewa ini yang tidak disukai, jika ungkapan ini ditujukan pada kita. Karena artinya agak berlawanan dengan arti sebenarnya. Kata itu adalah “Ookina osewa“ 大きなお世話. Kata ini ditujukan kepada orang yang maunya mengurus orang lain tapi orang yang diurus itu tidak suka (tapi tetap dilakukan). Situasinya seperti ini. Seorang lajang berusia 30-an, ditanya oleh si A, “Kapan kamu menikah?” “Jangan pilih-pilih, kalau tidak cepat menikah jadi perawan tua loh” bla bla bla. Mungkin maksudnya si A itu baik, tapi merepotkan dan menyusahkan si lajang itu. Tentu saja bukannya si lajang tidak mau menikah. Intinya… “Mind your own bussiness” deh. Rese’ amat ngurusin orang lain aja hihihi. (Dan kalimat ini tentu saja tidak disebutkan langsung ke orang itu). Betapa banyak orang Indonesia yang sering melakukan “Ookina osewa” ini ya. . Dan tidak ada kata yang tepat kan untuk orang-orang itu dalam bahasa Indonesia? Jadi kalau nanti, pas mudik lebaran, yang single single ditanya dan sebel, bilang aja “Ookina osewa” …. kan mereka ngga ngerti bahasa Jepang. Daripada bilang “Rese lu ahhh” hihihi.

Sekian dulu pelajaran bahasa Jepang, dan kembali ke awal kata “sewa” dalam bahasa Indonesia. Artinya hanya satu yaitu “memakai atau meminjam sesuatu dengan membayar sejumlah uang”. Bahasa Inggrisnya RENTAL deh. Mulai dari rental mobil, rental baju dll.

Kemarin saya menonton televisi, dan ada beberapa jenis “barang” baru yang bisa dirental, disewa akhir-akhir ini. Yang pertama adalah sepeda motor, racing bike. Bagi pengendara motor di Tokyo, biaya untuk membeli, merawat motor racing itu sangat mahal. Padahal jarang dipakai kan? Paling-paling sebulan 4 kali. Nah, untuk mereka itu ada rental racing bike yang harganya kira-kira sama dengan sewa mobil, yaitu 8 jam 12.000 yen. Ini biasa!

Sepeda Motor Balap.... mustinya ambil foto Mas Nug naik Ducati tapi belon ada ijin sih hihihi
Sepeda Motor Balap.... mustinya ambil foto Mas Nug naik Ducati tapi belon ada ijin sih hihihi

Yang kedua adalah Rental Kamera. Kamera yang biasa dipakai profesional, dengan fungsi macam-macam itu memang sangat mahal. Kalau membeli bisa satu bulan gaji deh. 300ribu yen lebih. Padahal apakah jenis itu sudah “sreg” atau cocok dipakai untuk event-event tertentu. Misalnya untuk pergi ke pengunungan perlu spec kamera yang begini, sedangkan ke laut perlu yang waterproof dll. Nah, untuk orang yang suka/hobi memotret misalnya seperti mas trainer, tapi belum tahu jenis kamera yang sreg atau belum punya tabungan untuk membeli kamera sendiri, disediakan Rental Kamera. Rentalnya juga murah, cuma 4000 yen sehari! Hmmm saya sedikit berminat dengan rental ini. Ini cukup menarik!

Camera Single Lens
Camera Single Lens

Yang aneh menurut orang Indonesia mungkin rental yang ketiga ini. Rental ANJING! Banyak keluarga Jepang yang menyukai binatang yang satu ini. Tapi karena tinggal di Mansion, biasanya tidak boleh memelihara anjing/binatang piaraan. Ataupun kalau tinggal di rumah, tidak punya halaman yang luas untuk membiarkan anjingnya berlari-lari. Selain itu sibuk, sehingga tidak bisa setiap hari mengajak anjingnya berjalan-jalan. Pokoknya repot deh kalau pelihara anjing sendiri. Nah, untuk mereka disediakan rental anjing ini. Untuk satu pagi, sekitar 4000 yen bisa bermain sepuasnya dengan anjing pilihan. Terkadang ada keluarga yang memilih satu anjing secara rutin, sehingga sudah menganggap sebagai anjingnya sendiri yang dititipkan. Hmmm, Ini menarik untuk orang Jepang! Saya? Saya suka anjing tapi ngga sampe segitu-gitu amat deh hihihi.

Bersama DAI chan, anjing Shiba kepunyaan ibu mertua
Bersama DAI chan, anjing Shiba kepunyaan ibu mertua

Sambil saya menonton televisi itu, lalu saya pikir, memang akibat kondisi ekonomi yang tidak mendukung, orang akan lebih senang menyewa daripada membeli. Dan semua bisa dirental. Sampai anjing saja disewa. Tapi ada satu yang mungkin tidak akan bisa dimasukkan dalam list sewa-menyewa, yaitu anak! Padahal saya tahu banyak keluarga Jepang yang tidak punya anak dengan alasan ekonomi atau kesehatan pasti (mungkin) akan mencoba rental anak ini.

Dan saya akhirnya juga bertanya pada Gen,
“Pa… di Jepang tuh ngga ada Panti Asuhan ya?”
“Ada dong”
“Kok aku ngga pernah dengar atau tahu?”
“Ya, itu kan pasti menyangkut privacy. Tapi kalau kamu tanya di gereja, pasti akan ada akses ke situ”
Hmmm… jadi masyarakat awam Jepang tidak bisa dengan mudahnya mengakses mereka. Seperti laporan teman-teman blog saya seperti Mas Totok KelirUda Vizon dan Ria yang mengadakan kunjungan ke panti asuhan atau kegiatan dengan anak yatim. Bisa dimengerti juga sih. Sedangkan untuk single mother saja, pemerintah memberikan tunjangan yang cukup, apalagi untuk anak-anak tanpa orang tua, bukan? Pertanyaan saya ini nampaknya masih belum selesai, belum terjawab tuntas tapi saya sudahi dulu untuk hari ini.

Nah, rental “aneh” atau tidak lazim apa yang pernah Anda dengar atau pakai? Atau ada ide untuk membuat rental apa lagi yang belum ada di Indonesia, sebagai usaha baru?

NB: kelihatannya dalam minggu-minggu ini akan tercapai 8888 komentar di TE ini. Karena angka ini angka keramat untuk saya, maka saya akan mengirimkan sesuatu kepada komentator yang 8888. Tapi komentar hetrik yang Out Of Topik (OOT) mulai sekarang akan saya delete. Terima kasih atas perhatiannya.

sepuluh ribu

Tadi siang dalam perjalanan di mobil, Riku mulai menghitung dengan istilah “万  man, ban”  yang asal tempel dan tidak tahu artinya. Pokoknya setelah satu, dua, tiga bisa ditempel “ratus”, “ribu” dan “sepuluh ribu”.

Nah, bagi yang pernah belajar bahasa Jepang, pasti tahu sekali bahwa belajar angka dalam bahasa Jepang yang paling membingungkan adalah satuan “万 MAN” 10.000 ini. Karena lain sekali dengan sistem perhitungan dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris atau bahasa Eropa yang lain, yang 3 digit itu (seratus, seribu, sejuta). Saya tahunya satuan man ini dari bahasa China, tapi meskipun sudah saya cari sejarahnya mengapa perlu ada satuan man, tidak saya temukan.

Ichiman yen, 一万円 adalah satuan uang kertas terbesar di Jepang, yang mungkin sekarang kursnya sekitar 1.000.000 rupiah. Karena merupakan satuan terbesar, 10.000 juga sering dipakai untuk menyatakan banyak. Mungkin yang sering Anda dengar adalah kata BANZAI, 万歳 berarti 100 tahun. Kemudian ada kata MANNENHITSU, 万年筆 yang berarti pulpen (mungkin dulu dianggap tulisan dengan pulpen akan tahan lama sampai 10000 tahun). MANPOKEI, 万歩計 adalah alat menghitung langkah untuk kesehatan. Diperkirakan jika manusia berjalan 10.000 langkah sehari maka kesehatannya akan terjaga. MANYOUSHUU, 万葉集 adalah kumpulan puisi tertua Jepang, yang dibuat sekitar pertengah abad 7 -8.

Kemudian ada kata MANGEKYOU 万華鏡 , teropong yang menghasilkan kaleidoscope seperti yang sudah pernah saya tulis di sini. BANKOKKI 万国旗, berarti internasional, atau banyak negara. Sehingga ada juga kata, MANKOKU HAKURANKAI, 万国博覧会, International Exhibition atau sering disingkat Expo.

Sepuluh ribu atau man ini juga bisa dibaca sebagai YOROZU, yang artinya bermacam-macam.  Sehingga ada kata YOROZUYA, 万屋 yang berarti toko kecil yang menjual apa saja. Mungkin ini adalah cikal bakalnya toko konbini (convinience store) yang sekarang. Arti “bermacam-macam” ini juga mungkin yang terkandung dalam kata MANBIKI, 万引き,  pencuri (agak berbeda dengan kleptomani karen kleptomani adalah penyakit) , bahasa Inggrisnya Shoplifter. Pencuri yang mencuri di waktu beroperasi, membawa barang, menyembunyikannya dan tidak melewati kasir waktu keluar toko. Bahasa Indonesianya yang paling cocok mungkin NILEP (tilap, menggelapkan) ya hihihi.

Sebagai lambang kemakmuran/ kesejahteraan di Jepang dipakai lambang Tsuru 鶴 , Burung bangau yang melambangkan seribu tahun, dan Kura-kura 亀 kame melambangkan sepuluh ribu tahun.  Sebagai penutup tulisan ini, saya mau mengingatkan supaya teman-teman menjaga kesehatan, jangan sampai masuk angin. Karena kata orang Jepang masuk angin adalah awal dari beragam penyakit. 万病の元 MANBYOU NO MOTO.

perlambang umur panjang
perlambang umur panjang

Hari Tanpa Arti

Sudah lama aku tidak menulis tentang Hari Ini Hari Apa. Memang kebanyakan karena sudah kutulis tahun lalu, sehingga tidak ada bahan ketinggalan  untuk ditulis. Atau karena kurang menarik untuk dijadikan topik tulisan.

Tapi hari ini aku merasa tertarik untuk menulis dengan judul “Hari Tanpa Arti” karena di kalender I-googleku tercantum bahwa hari ini adalah 無意味の日 Mu-imi no hi, Hari Tanpa Arti. Lho kok? Aku  juga tidak mengerti kok sampai dijadikan hari itu, dan kalau diklik tidak ada keterangan pendukung lainnya. Hanya dikatakan bahwa merupakan permainan kata  語呂合わせ dari 6-13 mu (mustu)  – i (ichi)- mi (mitsu) jadi MUIMI, yang artinya “tanpa arti”.

Ada beberapa kanji yang melambangkan negatif seperti FU 不 HI 非 dll, tapi kali ini ingin aku bahas tentang Kanji MU 無 yang bergabung dengan kanji lain dan membentuk kata negatif yang lumayan sering dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari (di Jepang). Jadi posting kali ini mungkin tidak berguna bagi mereka yang tidak bisa bahasa Jepang.

Yang paling menggembirakan adalah kanji  MURYOU 無料, tanpa biaya alias gratis. Kemudian untuk jaman internet begini kata MUSEN 無線, tanpa kabel, alias wireless. Duh aku pengen nih ganti koneksi di rumah dengan wireless, jadi rumah bisa lebih rapihan tanpa kabel gentayangan….

Ada satu toko di Jepang yang bernama MUJIRUSHI 無印, tanpa cap. Aku pikir tadinya hmmm bagus juga ya tidak bercap, jadi barang-barangnya polos tanpa merek. Dan semestinya kalau tanpa merek, barang-barangnya murah dong. Eeee ternyata ya capnya itulah MUJIRUSHI, tanpa cap. Sama juga boong deh. Cuman memang karena barangnya simple dan classic dengan warna tanah (coklat), Gen senang memakai stationary dari merek ini.Dan kalau tidak salah, sekarang sudah ada cabangnya Mujirushi di Jakarta.

Dalam pergaulan ada dua kata yang juga sering dipakai yaitu MUSABETSU 無差別, tanpa perbedaan. Jadi merefer ke siapa saja. Sayangnya sering aku dengar kata ini berpadu dengan satsujin jiken, Musabetsu satsujin jiken 無差別殺人事件, peristiwa pembunuhan tanpa perbedaan/tanpa tujuan orang tertentu. Terutama untuk kejadian meracuni masyrakat, atau menabrakkan mobil ke kerumunan orang, atau pernah ada kejadian memasukkan racun ke dalam nasi kare di bazaar, dll. Dan kata kedua adalah MUHYOUJOU 無表情, tanpa ekspresi. Tahu kan pasti bagaimana orang tanpa ekspresi. Kayak orang bengong gitu. Apalagi kalau bersikeras tidak mau mengaku sebagai pelaku tindak kriminal.

Dalam kehidupan di jaman yang serba memikirkan kesehatan ini, kita banyak menemukan kata MUTENKA  無添加, tanpa bahan tambahan, no artificial ingridient、 MUNOUYAKU 無農薬, tanpa pestisida、dan MUCHAKUSHOKU 無着色, tanpa bahan pewarna. MUKOURYOU 無香料, tanpa tambahan pewangi. Dan yang pasti sekarang aku sudah terbiasa membeli beras MUSENMAI, 無洗米 beras tanpa dicuci, langsung dikasih air dan dimasak.

Kumpulan kata yang lain adalah  MUMENKYOU 無免許, tanpa license… seringnya merefer ke orang yang  menyetir tanpa SIM. Serupa dengan itu MUSHIKAKU 無資格, tanpa license tapi untuk suatu praktek pelayanan jasa, seperti klinik kedokteran tanpa ijin, bimbingan belajar tanpa ijin dsb. MUJOUKEN 無条件 tanpa syarat. Kalau ini mungkin cocok untuk mengatakan …Aku mencintaimu tanpa syarat…uhuuuyyy.
MUKIGEN 無期限, tanpa batas/limit (dulu sering dengar kata MUGEN POWER kan? ya dari kata mukigen ini, unlimited power) , MUKEIKAKU 無計画, tanpa rencana, MUSHUUSEI 無修正, tanpa editing/perbaikan dan MUHENKA 無変化, tanpa perubahan. Dan satu lagi waktu cari-cari ketemu kata ini, MUDENCHUKA 無電柱化 gerakan untuk menghilangkan tiang listrik di kota. Duhhh alangkah indahnya Tokyo tanpa tiang listrik yang begitu mengganggu pemandangan. Jadi listriknya didalam tanah tidak perlu ada tiang listrik. Dan kota seperti ini sekarang bisa dilihat di peninggalan kota lama Edo, yaitu di Kawagoe dan di Kurashiki. Dua tempat yang aku sukai karena seakan bisa time travel ke Jepang jaman-jaman samurai gitu. Nanti deh kapan-kapan aku tulis deh catatan perjalanan wisata di Jepang ya.

So,  bagaimana hari Anda hari ini? Apakah tidak berarti? Hariku…amat sangat berarti, karena aku melewati waktu bertiga dengan Riku dan Kai, mencuci baju sampai 3 kali karena selama ini hujan/mendung terus, membereskan rumah sambil membuat Pizza dan membaca banyak Picture Book untuk Kai. Dan juga mencari sedikit referensi untuk menulis postingan ini.

Have a good weekend!

69 dan ebi

Saya memang sangat memperhatikan angka-angka. Meskipun angka keberuntungan atau angka yang saya suka adalah 8, hari ini saya mau membahas si angka 6 dan 9 dan ebi, bahasa Jepangnya untuk udang. Kalau saya mengajarkan si Riku menulis angka 6 dan 9, saya tinggal berkata, 6 itu si perut gendut, sedangkan 9 itu kepala besar.

Sejak saya menulis posting 6666 dan lain-lain, saya memang agak waku-waku, deg-degan setiap melihat angka komentar di dashboard saya. Bisakah saya melihat lagi angka-angka cantik terpampang manis di dashboard saya?

Dan ternyata, saya bisa membuat capture angka-angka cantik ini: komentar ke 6969 oleh Uda Vizon, 6996 oleh Mas Trainer, 6999 oleh Chandra (sayang Chandra tidak punya blog), dan gongnya komentar ke 7000 oleh Eka. Saya tahu 4 orang ini adalah salah empat pembaca TE yang setia, dan saya merasa sangat berterima kasih untuk perhatiannya. Nanti lewat email kasih tahu ya, mau dikirim apa dari Jepang 😉 (jangan mahal-mahal tapi ya hihihi)

Angka cantik berikutnya kapan ya? 7777 mungkin yang terdekat ya? Jadi semoga Anda-lah yang mendapatkan angka jackpot ini hehehe.

Nah, kenapa di judul ada tulisan ebi juga? Ada hubungan apa 69 dengan ebi? Hmmm kalau dilihat sekilas bukannya bentuk badannya si ebi ini mirip angka 6 atau 9? Si Ebi yang banyak diimpor dari Indonesia dan memenuhi pasar Jepang ini memang jarang “nangkring” di meja makan saya. Selain udang berkolesterol tinggi, harganya juga mahal, dan saya kurang suka rasa udang yang sudah dibekukan. Kurang fresh dan gurih, you know.

Dan pagi dini hari ini ada 69 ekor lebih udang yang memenuhi meja makan saya. Sayangnya udang ini tidak bisa dimakan, karena ini adalah origami, seni lipat kertas Jepang. Sampai dengan hari Kamis besok, saya harus melipat 100 ekor udang besar kecil untuk dijadikan bahan pancingan dalam acara semacam bazaar di sekolah Riku. Ini merupakan kegiatan Seksi Kegiatan Anak-anak dari PTA di SD nya Riku.

hetakuso.....

Saya itu paling benci origami karena tidak teliti sehingga biasanya saya paling malas ikut kegiatan origami dan selalu give-up. Padahal sebetulnya seni melipat kertas ini bagus sekali untuk menstimulasi kerja otak. Karena menerima rangsangan dari ujung jari. Maka seni lipat kertas origami ini juga sering dipakai sebagai cara untuk mencegah pikun dan penuaan. Segala kegiatan yang memakai jari tangan digalakkan di kalangan lansia di Jepang. Selain origami,  lansia disarankan untuk belajar piano dan …. mengetik komputer.

Saya tidak tahu seberapa seringnya anak SD di Indonesia melipat kertas, tapi yang pasti di sini dalam setiap kegiatan anak-anak dituntut untuk membuat karya origami. (dan memang kertas origami di sini murah kalau kertas warna biasa). Dengan melipat 69 ebi-chan ini akhirnya saya bisa membuktikan bahwa ternyata saya juga bisa kok melipat kertas ala orang Jepang.

Singkat-menyingkat

“km b4 sdh smp di 7an dgn slmt. Bsk pg bgt brgkt naik GA ke Sby. ”

Arrrghhh saya paling benci membaca sms yang penuh dengan singkatan begitu. contoh saja b4 itu bisa dibaca berempat atau before dalam bahasa Inggris kan? Memang yang disingkat kebanyakan adalah bunyi vokal sehingga kita masih bisa mereka-reka dari ke 5 vokal yang ada, kata apa yang dimaksudkan. OK deh kalau singkatan itu dituliskan pada sms untuk menghemat pulsa. TAPI, please jangan diteruskan ke dalam blog atau catatan akademis Anda. Belum lagi kalau tulisannya dalam satu kata terdapat penggunaan huruf besar/angka yang tidak pada tempatnya. Semisal aQ suKa an9ka sEmbiLaN ugggh… sorry aja kalau ada yang merasa tapi terus terang bikin pusing. (Ada yang pake angka 8 untuk B ngga ya? seperti 8ukan)

Padahal bahasa Indonesia sudah mengakui adanya singkatan dan akronim. P.T.  yang bisa singkatan dari Perguruan Tinggi atau Perseroan Terbatas (bisa dilihat dari konteksnya), SIM atau WNI, yang merupakan penyingkatan huruf awalnya saja atau sosbud, pemilu, tilang (bukti pelanggaran) yang merupakan akronim. Kalau yang lain-lainnya juga mau disingkat lagi, bagaimana jadinya bahasa itu?

Posting ini memang bukan untuk membahas bahasa Indonesia. Apalah saya ini sehingga mau “sok tau” melangkahi pak Sawali yang memang guru Bahasa Indonesia, atau penulis-penulis handal seperti pak EWA dan mas DM (mas loh uhuuy) dan mbak Tuti Nonka. Saya cuma mau mencoba menjawab pertanyaan Ariez yang nyasar ke shoutbox saya (Ngga tau juga kenapa dia sampai mempertanyakan hal penyingkatan bahasa Jepang ke saya, dan sayanya kok jadi tergelitik untuk menjawab).

Sebetulnya satu kanji dalam bahasa Jepang sudah mewakili satu kata, sehingga untuk term tertentu, satu kanji saja bisa dipakai. Misalnya dalam rekening bank ada kanji (普) yang singkatan dari 普通 futsuu, rekening biasa. Atau simbol sebelum/sesudah nama perusahaan (株) yang merupakan singkatan 株式会社 kabushiki kaisha, perseroan terbatas.  Atau yang sering terdapat dalam kartu nama orang Jepang yang bekerja di Kantor besar (代) singkatan dari 代表 Nomor telepon utama mereka.

Satu Kanji juga sering dipakai di surat kabar untuk menunjukkan nama negara. Misalnya 印 untuk India, 仏 untuk Perancis,  独 untuk Jerman, 米 untuk USA, 伊 untuk Italia. Untuk Indonesia? tidak ada tuh, biasanya dipakai katakana saja インドネシア。

Biasanya kata-kata yang disingkat (略称)juga merupakan nama yang mungkin aslinya panjang, kemudian disingkat dengan mengambil huruf-huruf awal dari frase. Yang paling sering adalah nama perusahaan, nama universitas,nama departemen atau kantor-kantor pemerintah. Dan ini sering menghiasi poster, slogan-slogan yang dipasang di tempat umum selain surat kabar Jepang.

  • 東大 早大 慶大 上智大 専大 (Tokyo University, Waseda University, Keio University, Sophia University, lalu tempat saya juga ngajar Senshu University)
  • 全日空 (ANA) maskapai penerbangan ANA; 日航 (日本航空) maskapai penerbangan JAL; 日石(新日本石油) Nisseki, perusahaan minyak
  • 全農 (全国農業協同組合連合会) Japan Agriculture; 入管 (入国管理局) Kantor Imigrasi;  東京フィル (東京フィルハーモニー交響楽団) Tokyo Philharmonic Orchestra
  • 文科省 (文部科学省) Departemen Pendidikan dan Science;  農水省 (農林水産省) Departemen Pertanian, Kehutan dan Perikanan

Bagi mahasiswa, singkatan yang sering didapat misalnya, 入試 dari 入学試験 ujian masuk setiap jenjang pendidikan dari SD sampai universitas. 一限  dari 第一限目 Mata kuliah jam pertama (dst).  Untuk tugas akhir 卒論  dari 卒業論文 skripsi,  修論 dari 修士論文 thesis,  博論 dari 博士論文 disertasi.

Dalam kehidupan kita sehari-hari tentunya tidak bisa lepas dari  kata-kata ini : アニメ anime singkatan dari アニメーション animation;  アポ apo singkatan dari アポイントメント appointment ; エコ eko singkatan dari エコロジーecology;  コネ kone  コネクション connection; コンビニ konbini singkatan dari  コンビニエンスストア convinience store; デパート depato singkatan dari  デパートメントストアdepartement store;  サントラ santora singkatan dari  サウンドトラック sound track;  ケータイ ketai singkatan dari 携帯電話 keitaidenwa (ponsel)  ;着メロ chakumero 着信メロディ chakushin melody (nada panggil); デジカメ dijikame singkatan dari  デジタルカメラ digital camera ; リモコン rimokon リモートコントローラー remote control;  バイトbaito singkatan dari  アルバイトarbaito (kerja sambilan); パンスト pansuto singkatan dari  パンティーストッキング panty stocking; ママチャリ mamachari singkatan dari  ママ用チャリンコ (自転車) mama yo charinko (jitensha) – sepeda untuk ibu-ibu yang mempunyai keranjang depan belakang untuk belanja.

Nah, ternyata bisa dilihat bahwa yang banyak dipakai itu singkatan dari  katakana ya? Meskipun belum bisa dikatakan kesimpulan karena perlu penelitian lebih lanjut. Kanji yang saya ambil contoh itu juga saya pilih yang paling sering saya dengar/lihat dan mungkin dimengerti orang asing. Karena banyak sekali yang tidak bisa dimengerti tanpa Anda tinggal di Jepang.

Wah senang juga sih bisa menulis yang agak serius sedikit tentang bahasa Jepang, dan ingat kembali keinginan untuk meneliti macam-macam.  Paling sedikit saya bisa menghasilkan satu posting deh dalam waktu 1,5 jam research (cihuuuy). Akhir kata saya mau bilang 39 sankyu (thank you ) -arigatou pada  Ariez yang telah membangkitkan kenangan mahasiswa (baca : meneliti) malam ini.

Lupa mau tulis ini 新型インフル shingata infuru singkatan dari shingata influenza a.k.a flu babi. Baru nih… fresh from the oven hihihi

*****************************

Gara-gara baca komentarnya Muzda, aku teringat deh pernah delete id YM seseorang yang berbahasa begini:

W   : Quwh dpet ID mu dri tmend quw namanya ***.. tau kan??
EM: oooh ok
W   : quwh tertarik nge add samean cz ktanya samean kerja d jepang yah??
EM: tinggal di jepang
W   : jga kerja d sanah kn??
EM: ya kerja sbg dosen  part timer
W   : ooooooooo skrg msh da d jepang??
EM: msh
W   : gmn critanya samean bsa kerja d sanah??
EM: wahhh panjang lah ceritanya, mending baca di blog saya
EM: sudah 17 th di sini, ceritanya ngga habis 5 menit
W   : gy sbug pa nie samean??
EM : saya sedang kerjain terjemahan
EM : kamu laki atau perempuan sih?
EM : bhsnya kayak laki2
W    : ya perempuan lah.. emangnya knp??
W    : mav yah klo emang ganggu samean….
W    : klo ganggu mending saya klwar ja deh…
EM : samean itu apa?
EM : sampeyan sih ngerti
EM : kebiasaan sms pasti
W   :  yah maksudnya sampeyan,, getoo..
W   : iyaah..

Langsung saya delete deh ID nya….. kesel bener, ngga ada hormat-hormatnya. Bukannya gila hormat, tapi daripada dia ngetik samean, jelas lebih dikit ngetik MBAK kan? trus seperti yang Muzda cerita, MAV untuk maaf, QUWH untuk aku (masih mending AQ deh) . Mau nyingkat tapi diperbanyak di kata-kata yang ngga perlu seperti QUWH dan Getoo (jelas lebih pendek gt kan?

(Kalau ada yang khawatir dia baca tulisan ini? Bodo amat deh biar dia tahu bahwa bahasanya aneh. Dan orang kayak gini jelas-jelas ngga akan baca kalimat yang panjang-panjang hahahaha…ywd (ya udah deh , ini juga singkatan baru sodara-sodara, kali ada yang ngerasa …sorry ya dipake jadi contoh hihihi)  ihhh syirik deh quwh.

Kunci Cinta?

Waktu saya datang ke Jepang, 4,5 tahun pertama  saya geshuku “indekost” dengan keluarga Jepang. Keluarga ini terdiri dari Bapak, Ibu, 2 anak laki-laki, 2 orang Srilanka (satu mahasiswa dan satu lagi sebagai “asisten rumah tangga”), dan 2 putri dari Indonesia (Ratih dan saya). Hanya kalau waktu makan saja, sang nenek yang tinggal di rumah belakang rumah kami, datang untuk makan bersama.

Kamar kost saya di Jepang -awal kedatangan jadi belum banyak barang-
Kamar kost saya di Jepang -awal-awal kedatangan jadi belum banyak barang-

Kami masing-masing menempati satu kamar, dan saya mendapat kamar di lantai dua, dengan tangga yang curam. Tapi dengan demikian, penyakit phobia saya akan ketinggian sedikit demi sedikit bisa sembuh. Setiap kamar berkunci karena dulunya rumah ini pernah dipakai sebagai ryokan (penginapan ala jepang), jadi tentu untuk privacy sang tamu, perlu dipasang kunci. Tapi biasanya kamar dalam rumah Jepang tidaklah berkunci. Kalaupun ada kunci pasti bisa dibuka dari luar untuk emergency.

kunci kamar
kunci kamar

Bagaimana dengan WC dan kamar mandi? WC pastilah berkunci, meskipun pintunya pintu geser atau pintu buka. Tapi seperti yang saya katakan di atas kuncinya bisa dibuka dari luar dengan menggunakan koin. Dan untuk kamar mandi di manapun baik di rumah ataupun di hotel/penginapan biasanya tidak berkunci. Biasanya pintu geser untuk memasuki ruangan space yang dipakai untuk wastafel dan buka baju, baru kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang dilengkapi dengan bak untuk berendam. Awal-awal saya agak kagok mandi tanpa kunci, tapi semua anggota keluarga biasanya tahu kalau pintu geser tertutup berarti ada orang yang sedang menggunakan. Kalau ibu semang saya,Mrs K kami memanggilnya, sering juga memakai wastafel untuk make-up selagi saya berada di dalam kamar mandi. Tapi itu tidak menjadi masalah bagi saya, karena sebetulnya Jepang mempunyai kebiasaan untuk mandi bersama (tentu saja sesama jenis) di pemandian umum yang disebut sento  seperti yang pernah saya tulis di “Kei-chan dari Pemandian Fukunoyu”.

Semua lemari yang ada dalam rumah tidak berkunci. Kalau mau yang berkunci maka harus memesan/membeli khusus. Jadi otomatis kunci dari satu rumah hanyalah kunci pintu masuk saja. Satu saja. Dibandingkan dengan rumah saya di Jakarta yang bangunan belanda kuno, pernah kami hitung seluruh kunci pintunya ada 33 buah! Memang tidak kami bawa semua. Kunci kamar bisa kami sembunyikan di tempat-tempat tertentu, dan yang dibawa paling 1-2 anak kunci saja. Tapi ritual mengunci pintu setiap mau pergi paling sedikit makan waktu 5 menit sendiri (termasuk mengeceknya kembali hehehe).

Nah, karena di rumah ini ada Asisten rumah tangganya, kami tidak perlu membawa kunci rumah. Tapi karena saya sering pulang larut (letak universitas saya jauh dari kost kira-kira 1,5 jam perjalanan, dan kalau mengebel rumah, menunggu dibukakan bisa mengganggu kenyamanan semua (termasuk si Asisten RT) saya diberikan AIKAGI, kunci duplikat untuk bisa masuk langsung ke lantai dua lewat pintu belakang.

Aikagi, atau kunci duplikat memang merupakan jalan keluar yang terbaik jika rumah tangga itu tidak mempunyai pembantu. Dan di Jepang, biasanya semua anggota keluarga mempunyai kunci pintu rumah sendiri. Riku pun sekarang punya kunci rumah, seperti yang pernah saya tulis di “Anak Kunci”. Yang menjadi masalah, sering saya jumpai di dalam drama atau film di Jepang, pasangan yang belum menikah pun mempunyai kunci duplikat dari rumah pacarnya. Dia bisa masuk kapan saja dia mau.  Dan tentu saja kondisi yang sama bagi aijin (wil atau pil — selingkuhan) memiliki aikagi ini. Karena sering mendengar istilah aikagi yang seperti ini di drama, saya selalu berpikir tulisan kanji dari kunci duplikat adalah 愛鍵 tapi ternyata 合鍵 keduanya sama-sama dibaca aikagi, tapi yang kanji pertama berarti Kunci Cinta, sedangkan kanji yang kedua berarti Kunci yang Persis (sama). Padahal pakai tulisan kanji cinta juga tidak ada salahnya ya? (maunya saya aja hehehe).

So, apakah Anda sekarang mempunyai/membawa kunci rumah sendiri? Atau selalu menunggu dibukakan pintu oleh Asisten Rumah Tangga atau orang tua Anda?

(Saya tidak punya kunci rumah di Jakarta, sehingga waktu saya pulang larut abis dugem, terpaksa deh saya sms bapak saya minta dibukakan pintu. Untung baru jam 12:30 …. Belum jam 3 pagi hihihi)

NB: Saya sudah lama mau menulis soal AIKAGI ini tapi jadi lebih terdorong menulis hari ini setelah membaca postingan mas trainer yang INDEKOS.

Jangan Bugil di Sini

Kemarin pagi saya terkejut mendengar berita, bahwa salah satu anggota boysband tekenal di Jepang, SMAP, ditangkap polisi. Apa pasal? Ternyata si Kusanagi ini saking maboknya (katanya sih 10 gelas bir… ) berbugil ria, telanjang tanpa selembar benang pun di taman di Tokyo. Saya sering kok mendengar orang yang berbugil ria karena mabok, meskipun mungkin cuma sebentar, tapi tak ada yang seheboh si Kusanagi ini.

Entah mungkin karena dia seleb, atau dia sempat mengganggu ketertiban atau apa, sehingga ditangkap. Saya berkata pada Gen, “Kenapa sih, yang telanjang kan dia. Kenapa harus ditangkap?”. Ya ditangkap dengan dakwaan, mengganggu kepentingan umum. Laaahh? Kalau di Indonesia mah, mungkin semua emang ngerubuti dia, bikin foto lalu jual di net, dengan harga tinggi. Maklum fansnya kan banyak. (Mungkin kalau dianya berjenis kelamin wanita akan lebih laku lagi). Atau satu lagi, sebelum dia telanjang, pasti ada temannya yang membawa dia pulang, sehingga tidak sempat membuat ulah di taman. Saya masih merasa aneh dengan hukum Jepang yang ini (dan mayarakat Jepang ini).

Dan karena dia seleb, langsung masuk TV, langsung semua perusahaan yang mengikat kontrak dengan dia menghentikan tayangan CM (Commercial = Iklan di Media TV), dan membatalkan kontraknya. Berapa juta yen kerugian dalam sehari, hanya karena bugil di tempat umum, yang mungkin tidak sampai berjam–jam itu. Karena dia public figure, seleb, dia seharusnya tidak berbuat seperti itu (kalau orang biasa, saya yakin kerugiannya paling hanya memalukan keluarga doang, ngga sampai berjuta-juta yen). Kasian deh… Lihat wajahnya yang kuyu dan tak ada ekspresi di matanya waktu konperensi pers.

“Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”… peribahasa yang masih tepat dipakai sampai kapanpun. Padahal dalam peribahasa Jepang juga ada, “Saru mo ki kara ochiru”猿も木から落ちる。Harafiahnya “Monyetpun jatuh dari pohon”. Atau kalau peribahasa Indonesia menjadi : ”Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga”. Namanya juga manusia. (Kenapa di peribahasa Indonesia pakai tupai ya? bukan pakai monyet sebagai perlambang? Kenapa justru orang Jepang pakai monyet? hmmm aneh!)

Jadi kesimpulannya? “Jangan bugil di sini!”

foto ini saya ambil di KB Yurasia, Yokohama
foto ini saya ambil di Kebun Binatang Zoorasia, Yokohama


Sedikit Perhatian

Dalam mempelajari bahasa Jepang, ada satu kata yang sering dipakai dan paduan katanya amat banyak. Kata ini mungkin akrab di telinga para karateka atau penggemar bela diri lain, seperti Kempo, Jujutsu, Aikido dll segala bela diri yang berasal dari Jepang. Kata itu adalah KI 気 atau kiai 気合 (bukan kyai ya….) Diterjemahkan sebagai “semangat” , sehingga biasanya setiap menyebut kata kiai itu, para karateka akan mengisi dadanya dengan udara dan mengeluarkannya dengan seruan “ahh” atau “ossh” apa saja, asal dengan bersemangat.

“Ki” ini lebih berarti semangat, sesuatu energi yang berasal dari dalam hati, yang bisa diatur dan dilatih oleh sang empunya raga. Bahasa Sansekretanya “Prana”, dan alangkah kagetnya saya juga menemukan arti “Nadi” dalam bahasa yang sama. Ki ga aru = ada hati, ada perasaan. Ki ga au = energi, semangat, perasaannya sama (klik, chemistrynya sama). Ki ga suru = merasa ….  Atau dengan paduan kanji yang lain, ki juga membentuk kata “kimochi” 気持ち,  yang berarti “perasaan”.  Atau yang sering harus dihafalkan oleh murid bahasa Jepang adalah “ki wo tsukeru“, berhati-hati.

Mungkin memang perlu menjadi seorang “ki” (bahasa Indonesia) untuk menguasai seluruh pemakaian kata ki ini. Karena variannya begitu banyak dan artinya berbeda-beda tergantung dari paduannya pula. Tapi ada satu paduan kata yang ingin saya perkenalkan di sini, yaitu “ki ga kiku“, tanggap. Misalnya ada seseorang yang melihat bahwa taplak meja itu miring, dan langsung memperbaikinya, maka pada orang tersebut kita katakan, “Ki ga kikimasu ne”. “Anda cepat tanggap ya”. Dan orang yang mempunyai sifat seperti itu biasanya dikatakan kikubari ga ii、orang yang sensitif, memperhatikan hal kecil-kecil dan memikirkan orang lain. Dan terus terang, saya lebih banyak menemukan “kikubari” ini di Jepang.

Coba perhatikan bunga di atas. Apakah ada yang “istimewa” pada rangkaian bunga itu? Bunga Lily, mawar dan lainnya. Sekilas biasa saja, tapi jika diperhatikan, serbuk bunga berwarna kuning yang biasanya menempel di bunga Lily itu tidak ada. Serbuk bunga itu jika menempel di baju sesungguhnya sulit hilang, selain mengotori tempat jika serbuknya berjatuhan. Oleh si arranger bunga, serbuk itu sudah diambil terlebih dahulu, supaya tidak mengotori sekelilingnya. (Ternyata Gen tidak menyadari hal itu sehingga dia berhati-hati sekali membawa bunga itu di dalam kereta) Sedikit perhatian dari arranger itu membuat kita, konsumen merasa nyaman. Bunga itu didapat Gen, sesudah upacara wisuda di sebuah hotel. Oleh petugas hotel pun, karangan bunga besar-besar yang dikirim sebagai ucapan selamat ke hotel, dilepas dari rangkaian, dibungkus satu per satu dan dibagikan kepada semua orang yang datang atau mau menerimanya. Pernah lihat karangan bunga di tempat-tempat upacara bukan? Sesudah acara biasanya bunga akan dibuang begitu saja, atau ibu-ibu Indonesia (aduh kok sinis begini ya?) akan berkerumun mengambili bunga yang disukai, menggundulinya dan meninggalkan begitu saja. Supaya tidak diperlakukan begitu (mencegah peperangan antar ibu hehhehe) petugas hotel sudah membaginya begitu acara selesai.

Memang perhatian arranger bunga yang membersihkan serbuk bunga sebelum dihias ini sekilas sepele. Tapi justru perhatian kecil-kecil yang sepele itu membuat konsumen merasa aman dan nyaman. Pasti banyak nada sumbang yang mengatakan, “Ahhh jangan berharap deh pelayanan di Indonesia bisa bagus”. Memang mungkin saya harus bermimpi untuk mendapatkan pelayanan prima di Indonesia. Tapi, mungkin sebelum kita mengharapkan “pelayanan servis” di Indonesia membaik, kita juga musti mengaca pada diri kita sendiri, sudahkah saya memberikan sedikit perhatian pada orang lain sekitar kita (selain menjalankan tugas kita sendiri tentunya)? Hal-hal yang mungkin luput dari perhatian orang lain, yang bisa mencerminkan bahwa kita adalah orang yang “kikubari ga ii”.

Saya pernah membaca sebuah tulisan, “Jangan bangga pada bangsa lain!”, tapi saya rasa kita perlu bangga pada sebuah tindakan universal yang baik, terlepas dari kebangsaan mana orang yang melakukannya itu berasal.

Sayang……

Sayang, seandainya saya tidak merencanakan pergi ke Yogya dari tanggal 5 Maret. Saya bisa menonton Jason Mraz jam 18:45 Jumat 6 Maret  2009 diExhibition Hall B hiks…. Jam 8 malamnya BUDJANA di Cendrawasih 3. Oh MY…. Matt Bianco jam 11 malam??? di Plenary Hall???? wah musti tahan ngantuk tuh.

Sayang, seandainya saya tidak bela-belain bertemu Lala, Mbak Tuti, Uda Vizon, dan Ibu Dyah jika available, maka Sabtu tgl 7 Maretnya saya bisa nonton Chaseiro di Cendrawasih jam 19:30. Sejam sesudahnya Glen Fredly di Plenary Hall dan jam 23:15 Maliq di Exhibition.  Dan hari minggu nonton TOHPATI yess!!! di Cendrawasih jam 18:45, terus dengar penyanyinya Breakout, Swing Out Sister di Asembly 3….. hiks…

Sayang….sekali….. … hiks. Ternyata Tanggal 6-7-8  ada Java Jazz Festival 2009 di Jakarta. Tapi apa boleh buat saya ada acara penting sih di Yogya!. Untuk daftar lengkap bisa dilihat di  http://www.javajazzfestival.com/2009/sched_festival_2009.php?action=all

Lucu ya bahasa Indonesia rancu begitu, Sayang bisa berarti LOVE, Darling tapi bisa berarti PITY juga.Saya sudah pernah cerita juga tentang murid saya lelaki Jepang, yang berubah warna mukanya, waktu saya jelaskan kata sayang itu mempunyai arti LOVE dan Darling. Ternyata yang dia tahu hanya PITY. Jadi rupanya ada seorang gadis yang selalu mengatakan sayang padanya waktu di Indonesia, dan dia sedih kenapa gadis ini tidak suka padanya, dan menyayangkan perjumpaan dnegan nya. TERNYATA….. hiks… Kasian ya dia, kehilangan kesempatan dicintai wanita Indonesia.