Sep
03

Hadiahnya bukan undian. Di Indonesia aku lihat banyak juga produk yang memberikan hadiah langsung, misalnya piring, gelas, sendok, saputangan dll. Kalau di Jepang, biasanya minuman soft drink (beer juga) menyertakan hadiah, dan hadiahnya biasanya berupa gantungan kunci, atau miniatur mainan/karakter terkenal or mobil-mobilan mini, gantungan hape dengan lap utk display hapenya, yang agak aneh sedikit pernah ada kertas post-it. Nah masalahnya gantungan kunci atau mainan yang mobil-mobilan apalagi…. bener-bener bagus buatannya sehingga layak untuk dikoleksi. Sehingga kadang kita membeli produk minuman, bukan karena kita mau minum tapi karena mau kumpulin gimmicknya itu. (Terutama gen ….aduuuh itu satu kantong besar isinya mobil mini…. pusing deh… tapi kalau ditemukan Riku dia marah).

Karena saya punya teman yang bekerja di kokakola indonesia jadi dia alasan mengumpulkan benda-benda tersebut untuk Wawam. Dan saya yang harus minum kokakola nya… kapan bisa kurus dunk!.  Tapi emang sih kalo yang kali ini aku malah nyuruh beli tambah lagi. Tunggu sebulan lagi juga pasti sudah jadi collector’s item. Mayan kan kalo ngga ada duit bisa dijual hahaha.

Sep
03
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記, Intermezzo) by imelda on 03-09-2008

Yah aku pikir summer udah pergi …ternyata dia hanya hiatus saja … Dia kembali lagi menyengat kulit saya yang putih (cieee… kalo dibanding sapa yah? gorilla kali ) Dan kelembabannya itu buat ngga tahan deh. Bagaikan mandi sauna deh, meskipun berlindung di balik bayangan tetap panas!.

Kemarin karena ada Melati san di rumah, saya bisa pergi ngabur belanja sebentar. Pergi belanja sayur, daging dan ikan…. terus waktu jalan menuju ke sepeda, aku lihat ada seorang wanita muda yang jalan tapi pandangannya terus mengikuti wanita lain yang jalan menjauhi dia. Duh aku pikir si cewek ini kok segitu-gitunya sirik banget … melihat cewe yang satunya lagi. Emangnya ada apa sih?

Eeeeee ternyata sodara-sodara, pantas saja dia ngeliatinnya gitu amat. Si cewe yang diliatin ini ternyata pakai rok dan sepatu boot sebetis. lalu sepatu bootnya yang terbuat dari velvet hitam gitu. Panas ngga sih????  Salah musim tuh. Aku ngeliatnya aja udah rasa gerah.

Udah ah ngedumelnya…mending liatin Kai yang mainan bedak dan Riku yang jadi captain hook.

Sep
01
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 01-09-2008

dua ratus sepuluh? apakah gerangan? dua ratus sepuluh rupiah, tidak berarti apa-apa. Tapi 210 yen berarti :bisa naik bus satu kali di dalam Tokyo. Atau bisa membeli dua barang di Toko 100Yen (105 yen kalau termasuk pajak). Dan tentu saja masih bisa membeli roti atau onigiri satu dan akan menerima kembalian dari mereka.

Hari ini adalah hari ke 210 yang dihitung dari risshun atau hari pemulaan musim semi. Hari ini juga merupakan hari peralihan dari musim panas ke musim gugur. Dan biasanya hari ini jatuh pada tanggal 1 September. Dikatakan bahwa 二百十日(にひゃくとおか) hari ke 210 ini merupakan hari sial bagi petani/pemilik ladang karena pada hari ini mulai banyak badai yang bisa mengurangi hasil pertanian. Selain hari ke 210, tanggal 1 Agustus dan hari ke 220, merupakan 3 hari sial petani.

Dan ternyata tahun ini juga menjadi hari sial bagi warga Jepang. Karena Perdana Menteri Fukuda mengundurkan diri. Begitu Gen menyalakan TV untuk mendengarkan berita, kami terkejut membaca bahwa Pak Fukuda ini berhenti. Langsung saya berkata,”Mau jadi apa Jepang ini?” Entahlah… asal perekonomian Jepang tidak terguncang saja, karena banyak sekali yang tergantung pada perekonomian Jepang ….termasuk Indonesia. Saya tidak begitu tahu mantan PM ini, tapi yang pasti beliau mantan ketua JAPINDA (Japan Indonesia Association) sebuah perkumpulan nirlaba yang beranggotakan orang-orang terpandang dan mereka yang suka Indonesia. Saya sendiri termasuk salah satu anggotanya, dan berharap sekali kegiatan baru yang tidak memandang apakah dia itu mantan direktur perusahaan A, atau anggota kabinet dll..  Tapi memang kendalanya adalah umur… hampir semua anggota  anggotanya sudah memakai tongkat dan jalan tertatih-tatih.

Aug
31

Wah ngga matching banget ya? Tapi emang tidak dalam satu kali makan dong. Pagi saya persiapkan makan paginya ala Japanese tuh…. yaitu NATTO, si kedelai busuk hehhehe. Yang makan Riku dan papanya, saya hanya makan salada dan mentaiko. Biar gimana juga males deh makan Natto…. selama masih ada yang lain dan kalau tidak terpaksa sekali.

Lalu untuk makan malam saya masak sayur lodeh…. dan ini sayur lodeh beneran bukan sayur lodeh jieee kayak mas trainer hehehe.  Sayur lodeh ala Tokyo ini isinya disesuaikan dengan sayur yang ada aja.  Nangka mudanya dari kalengan, terong dan cabe hijau, cabe merah lalu pakai jagung. Tidak lupa ikan asin jambal dan sambal lombok goreng…. (ayo Melati san ….semoga masih ada sisanya untuk hari selasa ya hehehe)

Hari ini harus makan SAYUR!!!. Karena hari ini tanggal 31 Agustus adalah peringatan untuk Sayur. Kenapa? Karena 8-31 bisa dibaca menjadi YA (dari Yatsu), SA (dari San) dan I (dari Ichi)…. Maksaaaaaa banget ya. Rupanya sejak 1983 berbagai organisasi pangan di jepang merasa perlu menekankan pentingnya sayur dalam kehidupan manusia.

Saya mah suka makan sayur… Apa juga hayuuuk. Mungkin karena mama juga begitu ya. Kata mama, “Saya dilepas di hutan juga bisa hidup, kan kambing …. (padahal dia kerbau tuh bukan kambing. yang kambing saya karena capricorn” heheheh. Saya paling benci kalau ada orang yang bilang, “Aduh aku benci daun bawang… aduh aku ngga bisa makan wortel…. dll” (Kayaknya ada asunaro yang kena deh nih hehehhee). Untung saja Riku suka makan sayur, bahkan peaman (paprika) juga bisa makan. Tapi memang kalau daun bawang masih terasa pedas kalau ditabur begitu saja.

Sesuai dengan hari sayur ini, ada angket yang diadakan secara online yang bisa menggambarkan kesukaan orang Jepang terhadap sayuran. Ternyata sayuran yang menempati ranking nomor 1 sebagai sayuran yang paling disukai adalah TOMAT, dan Tomat ini disukai baik oleh wanita maupun pria. Hmmm memang tomat enak ya… padahal dulu saya tidak suka spaghetti dnegan bumbu tomat karena menganggap kecut, tapi sekarang OK ok aja. Apalagi tomat yang ada di pipi anak-anakku hihihi. Empuk untuk dicubit dan dicium.

Selanjutnya di ranking 2, [kentang] bagi pria dan [terong] bagi wanita. Ranking ke tiga, [kol] bagi pria dan [kentang] bagi wanita. Yang paling aneh sebetulnya KOL, karena bagi pria dia masuk nomor 3 tapi bagi wanita cuman nomor 9. Kenapa ya? Tapi memang saya juga tidak begitu suka KOL.  Awal-awal datang ke Jepang saya pasti tidak makan kol iris yang segunung di sebelah daging/ayam goreng (Tonkatsu/Chicken Katsu) Tapi sekarang…. saya makan irisan kol itu cuman tidak suka jika dimasak menjadi Rol Cabbage (Kol rebus didalamnya ada daging giling). Sayuran lain yang masuk dalam kategori disukai adalah waluh (labu), ketimun, ubi, bawang bombay, Lobak, daun bawang dan bayam.

Nah sayuran apa yang yang paling tidak disukai? Nomor satunya tidak ada karena 41% responden mengatakan [tidak ada yang tidak disukai], tapi ranking yang kedua adalah SELEDRI (hmmm sledri disini memang besar dan punya rasa yang khusus sih…tapi u know, sledri sangat berkhasiat menurunkan darah tinggi loh —- bener kan la?),  ranking ke tiga adalah PARE. Moroheiya, Shungiku (daun yang sering dipakai dalam sukiyaki), zuccini (biasa ada di masakan Italia seperti ketimun), shishito (cabe yang tidak pedas, lebih kurus dari paprika), wortel, peaman (paprika), daun bawang…. Hmmmm ternyata banyak juga yang tidak suka wortel dan paprika ya?

So… untuk teman-teman, terutama yang akan menjalankan ibadah puasa mulai besok, jangan lupa makan sayur ya… demi kesehatan loh. Selamat menjalankan ibadah puasa ya.

Aug
29
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 29-08-2008

Setelah hujan dan kilat menyambar, serta guruh yang menggelegar semalaman. Setelah berita banjir dan peringatan tanah longsor di beberapa tempat, termasuk di Ibaragi ken, tempat Riku menginap. Setelah papanya Riku khawatir semalaman membaca perintah waspada untuk daerah Ibaragi. Setelah aku bilang, “Kalau ada apa-apa pasti kita dihubungi”…. Setelah kekhawatiran akan cuaca dan keadaan Riku yang sedang pergi itu memuncak, akhirnya tadi jam 2:40 siang bus yang mereka tumpangi berhenti di tempat untuk menurunkan anak-anak.

SEtelah mengucapkan salam kepada gurunya, mereka mencari orang tua masing-masing. Riku tidak lihat aku sudah ada di situ, dan dia cari-cari. Tapi begitu ketemu dia tidak langsung berhambur ke arahku tuh hehehhe. Dia cuma bilang “Mama aitakatta yo (Mama aku kangen loh)”. Karena hujan jadi rencana mereka yang mau hiking diganti dengan berkunjung ke museum dan langsung ke hotel, dan pagi hari ini mereka pakai dengan bermain game di dalam hotel. Sayang sekali cuaca tidak mendukung.

Sesuai janji aku, setelah bubar aku ajak dia pergi ke Baskin Robins untuk makan es krim. Rupanya di Baskin sampai dnegan tanggal 31 Agustus besok ada kampanye “Snowman-ice”. Dengan harga 390 yen bisa beli eskrim ukuran king dan gratis 1 ukuran small.  Di baskin yang tadinya kosong, langsung penuh dengan anak-anak TK nya Riku.. Rupanya banyak ibu yang berpikiran seperti saya hehehe.

(uhhh Kai belepotan es krim ————— Karya Kai ..mengeluarkan tissue dari kotaknya)

Sesampai di rumah baru Riku nangis dan bilang…Mama aku bener-bener kangen mama loh. (Tapi kamu senang bisa bermain kemarin kan? sedikit….) Anyway welcome home little mister!!

Aug
28
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 28-08-2008

Pagi jam 8:33 aku antar Riku dengan mobil ke tempat berkumpul dekat TK nya. Sebelumnya aku sempat telepon Miki san, tetangga mansion aku  yang anaknya juga akan ikut meskpiun tidak sekelas (satu bis). Karena pagi waktu bangun turun hujan, aku pikir aku antar dengan mobil saja. Dan kemarin juga sudah janjian kalau hujan kita berangkat sama-sama naik mobil. Ternyata Miki san akan pergi naik sepeda, karena Kento-kun kakaknya Kaede-chan akan ikut antar. Apa pasal? Ternyata Kaede chan juga sama seperti Riku, tidak mau pergi, dan nangis terus. Hmmmm

Sesampai di lap parkir TK nya, aku lihat masih banyak ibu-ibu yang santai, padahal sudah waktunya untuk berkumpul di taman, menurut bus nya masing-masing, Huh ternyata ibu-ibu Jepang juga tidak tepat waktu…(Aku sampai jam 8:41, jadwal ngumpul 8:40…. itu saja aku sudah merasa bersalah ….). Langsung lapor kehadiran pada guru TK nya Riku dan kita harus menyerahkan angket kesehatan yang harus diisi sejak 3 hari sebelum keberangkatan. Kartu angket itu berisi suhu badan pagi hari-suhu badan malam hari, ada nafsu makan atau tidak, sembelit atau tidak, dan jam tidur malam.  Kadang-kadang aku sebal juga dengan segala detil yang harus dilakukan. Memang isian ttg laporan kesehatan ini akan menjadi reference gurunya tapi kalau yang lain, misalnya pajama harus ditaruh di satu kantong, handuk dan baju ganti satu kantong, sikat gigi dan peralatan mandi satu kantong, mendokusai… merepotkan. Belum lagi semuaaaaaaaa harus dikasih nama dan nama kelas.

Jam 8:50 kelompoknya Riku dipimpin Maiko sensei sejumlah 9 anak yang paling rapi dan cepat selesai berbaris, sehingga duluan masuk bus. Mereka berbaris dari taman masuk ke bus. Dan seharusnya ibu-ibu hanya mengantar sampai taman saja. Tapi dasar ibu-ibu dari negara manapun susah diatur deh kalau berurusan dengan anak-anak. Karena hampir semua ibu-ibu ikut jalan ke arah bus, dan mau kasih dadah dari pinggir jalan, aku akhirnya ikut dengan arus. Tadinya ngga mau, kasian Rikunya kalau dia tambah sedih. Tapi kalau aku tidak pergi dan dia lihat ibu-ibu yang lain ada, dia akan merasa bahwa dia benar-benar tidak diperhatikan olehku. Jadi deh aku ikut ke pinggir jalan, dan melambai2…padahal terus terang aku ngga tau Riku duduk di mana, dan apakah Riku lihat aku atau tidak.Dan sambil aku perhatikan bus pergi, aku berpikir, ini yang nangis anak-anak atau sebetulnya ibu-ibu ini semua sedang menangis dalam hatinya melepas kepergian putra/putri tersayang untuk pertama kali. Terus terang aku ingin menitikkan air mata di situ… “Anakku sudah mulai menjadi dewasa…dan akan tiba waktunya dia tidak memerlukan kehadiran aku lagi…”. And kalau waktu itu datang aku akan berbuat apa? My plan is…. aku akan pergi journey sendirian, kalau bisa backpack dan hunting foto. Ngga outdoor camp, karena aku ngga bisa tidur di alam terbuka, but aku akan mencari dan mendokumentasikan pertemuan-pertemuan ku dengan alam dan manusia di manapun. Kalau bisa sampai belanda asyik juga kali ya…. Aku mulai travelling ke luar negeri sejak umur 22 tahun, but never alone. bagaimana rasanya kalau pergi sendiri ya? HItoritabi. Akogareteiru.

Kaede chan sampai dengan anak-anak lain naik bus tetap menangis dan akhirnya dipaksa untuk naik. Kasihan juga dia. Ada beberapa ank yang memang menangis dan tidak mau pergi, terutama anak perempuan. Waktu Riku sudah hampir menangis aku bisikin dia “Eh Riku jangan nangis sekarang, nanti teman-teman laki-laki kan lihat malu…. dan ingat janji mama, besok mama jemput dan kita langsung pergi sama-sama ke Baskin Robbins dan makan es krim banyak..OK?”

Mukanya sih masih cemberut, tapi smeoga dia bisa menikmati perjalanan bersama teman-temannya naik bus dan karena cuaca tidak menentu ,aku juga tidak pasti apakah masih jadi pergi hiking ke gunung sesuai rencana semula, atau pergi ke Museum. Anyway please have fun my lovely son!

Aug
27
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 27-08-2008

Hari ini Riku pertama kali ke TK setelah liburan panjang di Jakarta. Seharusnya sejak hari Kamis minggu lalu. Tapi aku lupa! Aku pikir baru mulai hari Senin tgl 25. Setelah hari seninnya, baru aku liat kertas pengumumannya ternyata sudah sejak hari Kamis lalu…. Ada acara memecahh buah semangka, finger painting, berenang dan menonton film. Hanya 2 jam dari jam 9:30 sampai 11:30. Memang sih tidak wajib hadir. Tapi aku sudah mendaftar akan hadir jauh-jauh hari.

Hari ini temanya: Body painting. Jadi kemarin sudah ada telepon beranting yang mengingatkan untuk membawa CD dan handuk. Pagi jam 8 Riku sudah siap. Semangat sekali dia mau pergi karena dia tahu hari ini juga Tante Marikonya akan datang (duh udah kayak pacaran aja deh…. kemarin sudah bermain seharian —sampai aku marahin karena bongkar akuariumnya— jam 8 malam masih telepon juga ke Tantenya… dan…. main jankenpong (suit) di telepon !!! duh duh duh). Jam 9:10 Mariko san datang, dan Mereka langsung berangkat ke TK. Hari ini aku tidak usah mengantar Riku, digantikan Mariko san. Hmmm ada rasa kehilangan juga, tapi sekaligus kesempatan untuk membereskan rumah, terutama pakaian yang belum kering karena hari ini cerah sekali. Aku sampai nyuci 3 kali!.

Begitu Mariko san kembali ke rumah, aku siapkan makanan untuk Kai, dan aku naik sepeda ke arah stasiun untuk mengurus Bank dan belanja. Ternyata setelah dari Jakarta, baru hari ini aku keluar rumah sampai sini. Hmmm tidak ada perubahan yang berarti tapi…. ada satu toko sayuran yang murah, menempelkan kertas di depan tokonya, “Libur untuk waktu yang tidak ditentukan”. Ada apakah gerangan? Saya selalu curiga dengan perkataan itu, karena seakan-akan toko itu akan tutup.

Setelah dari Bank, aku sempat mampir di tempat penitipan anak “Baby Station”, untuk menanyakan tentang peluang untuk menitipkan Kai di situ. Ternyata di situ juga penuh. HMmm jelas lah, bulan september begini biasanya pasti sudah penuh. Jalan satu-satunya…. minta kesediaan Tante Mariko jadi baby sitter hehehe mumpung Kai mau sama Mariko san … Kai bilang ” mbakkkk… mau”.  (ngga juga deh… soalnya tante Mariko sudah sibuk dengan pacara barunya…aku bisa titip Kai sebagai visitor di HImawari, tempat Riku dulu). Setelah belanja sayur dan buah-buahan aku cepat-cepat pulang karena sudah jam 11… Riku harus dijemput jam 11:30.

Sebetulnya aku ada janji dengan dokternya Kai untuk check up dan vaksin MR jam 2:30. Tapi karena Kai persis tidur dan sebelumnya ada kecelakaan kecil (lantai basah kuyup akibat kai main air yang dibawa Riku) jadi aku tidak siap pergi. Kepala juga rasa mau meledak karena aku masih harus siapkan perlengkapan yang harus dibawa Riku untuk pergi menginap besok. Semua perlengkapan harus diberi nama dan dimasukkan dalam kantong plastik terpisah-pisah. Pokoknya banyak banget aturannya. Sibuk deh. Aku batalkan dokter hari ini dan ganti jadwal ke minggu depan.

Nah… yang menjadi masalah adalah… tiba-tiba Riku menangis…

“Mama besok Riku tidur sendiri? ngga sama mama?”

“Iya sama teman-teman loh, dan sama Maiko sensei. Riku kan sayang pada Maiko sensei…. besok bisa sama-sama main dan sama-sama tidur loh”.

“Riku mau sama mama terus. Sama papa sama Kai. Aku ngga mau pergi”.

“Hmm Riku besok itu menyenangkan loh. pasti Riku lupa sama mama dan papa saking senangnya bermain dnegan teman-teman. Ada campfire nya juga loh. ”

Dia menunduk dan di pipinya bergulir air mata…..

Aku peluk dia erat-erat dan aku bilang,

“Biarpun mama tidak ada di depan Riku, mama selalu ada di dalam hati Riku. selalu. ”

dia masih diam

“Gini Riku bawa deh saputangan mama pakai minyak wangi mama… mau?”

“Aku mau bawa notesnya mama aja sama bolpennya”

“OK….! (sambil pikir anakku ini kok praktis banget —mirip ibunya — taelah.)

Alhasil, sampai dengan detik dia bobo malam ini, terus mengatakan aku tidak mau pergi,

tidak mau berpisah sama mama dan papa….

Semoga besok pagi, dia tetap mau pergi begitu bertemu taman-temannya di depan bis yang akan mengantar mereka ke gunung Tsukuba. Anakku yang berumur  5tahun pertama kali perpisah dengan orang tua dan menginap dengan orang lain yang bukan saudara. Tujuan dari sekolahnya memang bagus, anak-anak dilatih untuk bisa menjadi “mandiri”, karena bulan April nanti, mereka akan menjadi siswa kelas 1 SD.

Susah deh jika si Riku sudah dalam kondisi “nangis” begini. Karena sebetulnya beberapa hari yang lalu, Riku juga sambil menangis bertanya,

“Ma, kenapa sih mama selalu pikirkan Kai saja?”

“Kai kan belum bisa apa-apa Riku. Berdiri saja belum bisa. Jadi mama harus bantu kai. Riku sudah bisa semua sendiri kan? Jadi sekarang Riku memang harus sabar karena Mama terlalu banyak pikir Kai. Tapi kalau Kai sudah bisa apa-apa sendiri, pasti mama juga pikir Riku dan Kai yang sama besarnya. Sabar ya….”

“Abis waktu itu aku harus tidur di tempat A-chan sendirian. Papa ngga ada, Mama ngga ada…. lama lagi. ”

“Loh Riku, Riku sayang A-chan ngga? Waktu itu mama kan masuk Rumah sakit. Mama ngga bisa berbuat apa-apa. Mama di atas tempat tidur terus loh. Ngga bisa kemana-mana. Kalau Riku ikut mama, Riku pasti tidak dapat makan loh. Papa juga kerja. Jadi Riku tidak bisa tunggu di rumah sendiri kan? Nanti kalau ada pencuri masuk, dan bawa pergi Riku, Mama nangis loh. Jadi lebih baik Riku tinggal sama A-chan. ”

“Huh …coba Kai tidak ada, aku bisa terus sama papa dan mama…”

Keluar deh penyataaan itu. 4 tahun semua perhatian cuma ke Riku saja. Sekarang harus berbagi (untuk bukan berbagi suami…gubrak)

Susah juga ya mempunyai anak lebih dari satu. Tapi aku kemudian menjelaskan begini,

“Riku kalau Kai tidak ada susah loh. Riku terus jadi besar, ikut mama dan papa terus….. Tapi nanti papa mama kan juga jadi kakek-nenek (kayaknya sudah mulai deh hihihi) lalu meninggal. Kalau tidak ada Kai wkatu itu, Riku sendirian loh kesepian. Makanya Riku harus baik-baik sama Kai, dan berteman. Jadi kalau ada apa-apa dengan papa dan mama, Riku selalu ada temannya, Kai.”

“Riku mau terus sama mama… terus …”

Waduh gawat dong, padahal aku sudah berusaha dengan segala macam penjelasan, sampai bisa dimengerti.

Aug
26
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 26-08-2008

Sudah sejak hari Sabtu minggu lalu,  cuaca di Tokyo tidak menentu. Dalam arti yang biasanya suhu tertinggi adalah 34 derajat, mendadak mejadi sekitar 24-28 derajat saja…dan hujan. Bahkan kalau melihat prakiraan cuaca seminggu ini kita dapat melihat sederet

Seakan musim musim panas sudah pergi dan datanglah musim gugur… Dan biasanya di bulan September akan banyak hujan dan…. badai topan (bukan topan badai, kutu busuk, sapi dekil dsb sumpah serapahnya si Kapten Haddock). But musim gugur adalah musim yang paling saya sukai karena…. makanannya enak-enak. Hasil tangkapan ikan juga banyak jenisnya. Jenis jamur-jamuran, buah pear yang merupakan buah kesayangan aku. Lalu nuansa hijau lumut, kuning, dan merah dapat dilihat di mana-mana. Warna autumn juga mempengaruhi fashion.

Hanya ada satu yang paling aku tidak sukai, yaitu di musim ini aku sering batuk, dan terkadang akibat batuk tersebut, aku terpaksa “mengeluarkan” makanan-makanan enak yang tadinya sudah ada dalam perutku.

Masih ada 25 hari dari bulan September yang bisa aku nikmati sebelum mulai semester genap di dua Universitas….dan mulailah my buzy days.

Waktu memikirkan judul postingan ini aku teringat pada sebuah lagu, yang dinyanyikan the Brother Four, Where have all the flowers gone. Ternyata lagu karangan Pete Seeger ini termasuk dalam lagu “perdamaian/menolak perang”. Dalam CD nya Brother Four ini aku juga suka sebuah lagu yang berjudul Greenfields. Seperti komentarnya Daffa di posting “Tanpa sadar Anda lakukan ini di …toilet”, semoga jangan lagi ada orang yang berpikir untuk memulai perang. May all peace prevail on earth!!

WHERE HAVE ALL THE FLOWERS GONE 
words and music by Pete Seeger
performed by Pete Seeger and Tao Rodriguez-Seeger

Where have all the flowers gone?
Long time passing
Where have all the flowers gone?
Long time ago
Where have all the flowers gone?
Girls have picked them every one
When will they ever learn?
When will they ever learn?

Where have all the young girls gone?
Long time passing
Where have all the young girls gone?
Long time ago
Where have all the young girls gone?
Taken husbands every one
When will they ever learn?
When will they ever learn?

Where have all the young men gone?
Long time passing
Where have all the young men gone?
Long time ago
Where have all the young men gone?
Gone for soldiers every one
When will they ever learn?
When will they ever learn?

Where have all the soldiers gone?
Long time passing
Where have all the soldiers gone?
Long time ago
Where have all the soldiers gone?
Gone to graveyards every one
When will they ever learn?
When will they ever learn?

Where have all the graveyards gone?
Long time passing
Where have all the graveyards gone?
Long time ago
Where have all the graveyards gone?
Covered with flowers every one
When will we ever learn?
When will we ever learn?

©1961 (Renewed) Fall River Music Inc
All Rights Reserved.
Aug
25
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 25-08-2008

Hah…apa tuh? Mata? Telinga? Tangan? Kaki?

Tapi untung tidak tiga hehhehe.

Ya si Kai punya TSUMUJI (bahasa Indonesianya apa ya? saya bilang sih unyeng-unyeng…..) ada dua. Dan katanya kalau ada dua berarti dia anak nakal. Nah Loh!!! Kalau tiga? Lebih nakal lagi? hehehe.

But actually Kai’s Father punya tiga loh!!! and dia tidak nakal kok (hmmm kalo kepala batunya sih iya…eits sorry gen)

Tapi apa benar? kok saya kurang percaya begitu begituan ya?

Aug
21
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 21-08-2008

Si Kai geratak kotak isi selai, biskuit dan aneka sachet. Voila!! dia ketemu blueberry jam. Aku pikir toh dia cuman main-main saja, jadi aku biarkan. Eeeee ternyata, bisa terbuka atau ada lobang yang membuat selai itu keluar… Nikmatnya Kai mengisap-isap blueberry jam. (My favorite jam is …marmalade)

Sementara di luar bunyi guruh dan petir bersahutan. Thunderstorm. Gen dan Riku dalam perjalanan pulang.

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 ...13 14 15 Next