Sep
21
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記, curhat) by imelda on 21-09-2008

Sejak hari Jumat lalu tanggal 19 sebetulnya diperkirakan bahwa Taifu nomor 13 akan mencapai Tokyokira-kira tanggal 20-21, tetapi ternyata angin mengubah arah sehingga kita tidak perlu harus mengalami taifu yang hebat. Memang bulan September adalah musimnya Taifun, dan Taifun di Jepang itu tidak diberi nama seperti di Amerika tapi diberi nomor. Jadi sebetulnya Taifun yang kemarin itu sudah yang ke 13 kalinya yang diperkirakan akan/sedang melintas Jepang.

Akibat Taifun itu kemarin pagi saya melihat langit bersih sekali, Dari pintu masuk apartemen saya terlihat langit biru, khas musim gugur. Mulai sekarang saya bisa menikmati birunya langit musim gugur yang lain daripada musim panas. Sulit untuk diterangkan tapi memang birunya lain. Sabtu seharian saya bermain dengan Riku dan Kai …. hmmm ngapain ya saya? paling-paling cuma posting dan menjawab komentar… ahh saya juga blogwalking ke mana-mana. Tapi sempat server domain saya ini ngadat selama 3-4 jam sore harinya. Saya pikir apa itu imbasnya Ike dan Gustaf ya? Entahlah.

Pagi harinya waktu saya buka domain saya, kaget juga melihat alexa rangking saya sudah berubah menjadi 1,691,165. Waktu pertama kali saya periksa rangking dengan Alexa itu, saya mendapat angka 4 juta sekian. (wah hebat dong, begitu pertama saya pikir ternyata semakin besar angkanya semakin tidak populernya situs kita hahahaha…baru tahu). Kemudian setelah seminggu saya lihat sudah bergerak naik menjadi 2,6 juta. Dan minggu ini 1,6 juta… lumayan lah. Meskipun saya tidak begitu peduli dnegan ranking-rangkingan , tapi senang memang kalau mengetahui bahwa situs milik kita dikunjungi orang kan? Yang pasti jumlah pengunjung bulan ini pada hari ke 21 = jumlah pengunjung bulan Agustus satu bulan, berarti jumlahnya akan menjadi lebih banyak lagi di akhir september. Semoga!.

Ternyata ada satu lagi teman blogger saya Hedi-san yang men-tag saya untuk menceritakan fact/habitnya, dan saya baru tahu setelah saya upload di postingan minggu lalu. Saya mau coba mencari facts/habits saya yang lain ya…genap sepuluh tidak ya?

  1. Saya suka masak (belum tentu enak loh), tapi tidak suka makan masakan sendiri. (nah tapi kenapa kamu bisa gemuk mel???  itu yang saya tidak tahu juga hihihi) So siapa yang mau saya masakin tinggal daftar deh hihihi.
  2. Lemari baju saya dominan dengan warna hitam 80%, merah 15%, biru dan warna lain 5%
  3. Pecinta kopi sama seperti adikku si Lala… tapi harus panas. Kalau mau minum dingin lebih baik minum teh dingin daripada kopi dingin.
  4. Mantan kolektor minyak wangi. Hampir setiap naik pesawat mampir ke duty free shop dan membeli minyak wangi paling sedikit 5 jenis hahaha. Tapi itu waktu masih kaya, sekarang tinggal menghabiskan koleksi dan kelihatannya sampai koleksi habis selama 5 tahun tidak perlu beli minyak wangi dulu.
  5. Belum pernah masuk disco…. hiks…
  6. Chocoholic tapi cuma mau bittersweet. Apalagi kalau pake marmalade (orange peel)
  7. Tidak suka barang bermerek, anti barang mahal, tidak mudah iri pada barang milik orang lain, tapi sangat iri pada kepandaian orang lain.
  8. Belum pernah pake bikini…even waktu masih kurus hahaha (gini-gini kau pernah kurus loh hihihi) But memang saya tidak suka berenang. Berenang hanya untuk nilai saja.
  9. Punya phobia ini : Acrophobia- Fear of heights; Demophobia- Fear of crowds  (Agoraphobia); Stenophobia- Fear of narrow things or places; Thalassophobia- Fear of the sea. Dromophobia- Fear of crossing streets. (lihat listnya) Yang ngga ada di listnya : Phobia kesepian hihihihi.
  10. Fffffhhhh terakhir ya… apa ya? Ngga pernah bisa hafal lirik satu lagu dengan sempurna sehingga harus nyanyi di karaoke atau bawa cunning paper heheheh. Kalau tidak ada, buat lirik sendiri deh hahaha.

Ok deh ternyata ngumpulin 20 facts/habits diri sendiri mulai menjadi sulit ya….. but jadi inget lagi eee ternyata aku ini begini loh.. Jadi Hedy san pe-er dari kamu udah selesai yah. Gini deh kalo orang iseng ngga ada kerjaan di hari Minggu kelabu, karena di luar hujan deras, dan sakit kepala tapi ngga bisa tidur. hiks.

Sep
17
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 17-09-2008

Saya capek mendengar tangisan Kai karena dia tidak mau lepas dari saya dalam setiap kesempatan. Dan puncaknya waktu dia tetap menangis waktu papanya gendong. Jadi saya memeutuskan untuk membiasakan dia lepas dari saya. Kemarin malam saya sempat menelepon Tempat Penitipan Anak (TPA) Himawari tempat saya menitipkan Riku dulu, dan membuat janji untuk mengantar Kai hari ini jam 9:30. Tadinya saya pikir cukup 2 jam saja, tapi akhirnya diperpanjang sampai 4 jam.

Read the rest of this entry »

Hari Minggu yang lalu merupakan hari pertama libur untuk Gen dalam bulan September. Tiap hari paling cepat pulang jam 9 malam. Jadi hari Minggu pagi, begitu tahu bahwa hari itu tidak akan hujan, jam 1 siang kita berangkat ke Maihama, Chiba tempat Disney Resort berada. Waktu pergi kita rahasiakan pada Riku tujuan kita kemana. Dia pikir akan pergi ke Taman atau menangkap serangga saja. Tapi selama mempersiapkan perlengkapan untuk Kai seperti baju ganti, pampers, susu dsb makan waktu lama karena Kai smaa sekali tidak mau lepas dari aku. Digendong papanya juga nangis terus sampai histeris. Hmmm aku juga jadi bingung. Kayaknya musti reguler masukkan dia ke penitipan setiap hari nih. Kalau tidak bisa bingung aku kalau kerja.

Kita sampai di Disney sekitar jam setengah empat, setelah parkir mobil di tempat parkir yang gedenya se kebayoran, kita masih naik monorail untuk ke stasiun DisneyLand. Dan ada stasiun baru rupanya yang letaknya persis di depan gerbang Disneyland. Dulu kita masih musti jalan jauh untuk bisa sampai ke gerbang Disneylandnya. Rupanya di situ juga merupakan stasiun Hotel Disney yang baru dibuka bulan July lalu. Hmmm hotelnya bergaya eropa gitu…. mungkin perlu reserve tempat setengah tahun sebelumnya ya.

Photobucket Photobucket

Karena kita sampai sekitar jam 4 kita jadi bisa beli tiket Starlight Passport (Adult 4700 yen/child 3200 yen). Langsung masuk lewat gerbang utama, dan disambut dengan hiasan Halloween … Hiasan Summer sudah berganti dnegan Happy Halloween. Dan tahun ini TDL (Tokyo Disney Land) berusia 25 tahun. Aku jadi ingat waktu ulang tahun ke 15, persis mama datang ke Tokyo dan kita pergi sama-sama. Mama setiap ke Tokyo pastiiiiii mau ke Disneyland. Heran juga aku, tapi dengan semangatnya (mengalahkan yang muda-muda) ikut mengejar Chip and Dale, dan berfoto bersama hehehe. Memang DisneyLand bisa memukau segala usia.

Read the rest of this entry »

Sep
16

Riku akhir-akhir ini cerewet sekali. Yang pasti memang dia suka mengikuti cara saya bicara. Dan kadang isinya jadi tidak sesuai dengan umurnya. Kadang saya dimarahi dia atau dinasehati.

Berikut adalah sebuah percakapan “khas” keluarga Jepang:

(Ttg Mama)

Riku : “Papa, saya pikir mama merasa papa tidak pernah perhatikan dia loh!”

Papa: “Mungkin karena papa selalu kerja, kerja, dan kerja terus ya?”

Riku : “Tanya dong sama mama!”

Papa: “Ogah!”

(日本人の家庭)
R:パパはママのことかんがえてないって、ママは思ってると思うよ。
俺:パパ、仕事のことばっかだから、そうかもしれないな。
R:ママにきいてみたら?
俺:やだ。
(Pekerjaan)

Riku : “Papa, besok kelihatannya akan hujan, Jadi cepat-cepat kerja dan cepat pulang ya!

Papa: “OK”

Riku : “Papa, kalau papa mengerjakan kerjaan yang menyebalkan dulu, baru kerjaan yang disukai, pasti kerjanya cepat selesai loh!. Riku juga selalu makan yang nggak enak dulu, baru makan yang enak loh!”

Papa: “Ok …Ok… nanati papa kerjakan pekerjaan yang ngga suka duluan deh”

(いい仕事)
R:パパ、あした雨みたいだからいい仕事してはやく帰ってきてね。
俺:ああ、そうするよ。
R:パパ、いやな仕事をさっさとやっちゃってからすきな仕事だったらすぐにおわれるでしょ。Rちゃんもおいしくないの先にたべちゃってからおいしいのたべるようにしてるんだよ。
俺:わかったわかった。いやなしごとからかたづけることにする。

Sep
12

Judulnya seperti tag aja yah… Tapi memang hari ini tema yang saya dengar atau jalanin memang itu sih. Dimulai pagi hari, saya mendapat telepon dari teman dosen yang baru pulang dari Bali (yang saya pinjamkan proteksi Skimming untuk Kartu Kredit itu) . Dia cerita bahwa dia senang sekali pergi ke Bali dan karena dipinjamkan proteksi itu dia merasa aman dan sangat enjoy. Lalu saya bilang, “Untunglah Anda enjoy, padahal Anda kan pergi sendiri….”

“Iya semua orang yang saya jumpai bilang apa enaknya wisata sendiri dan apakah tidak takut?… tapi saya enjoy bisa santai sendiri, di pool sendiri, jalan-jalan ditemani penerjemah saja….”

“Wah kalau begitu saya harus coba juga ya wisata sendirian nih bu. ”

“Ya…nanti kalau kamu pulang ke Jakarta, tinggalkan saja 3 boys di Jakarta, lalu pergi ke Bali sendirian. Pasti enjoy deh!”

“Hmmm iya deh, nanti saya rencanakan begitu”

Kemudian saya pergi menyelesaikan urusan-urusan di luar, karena ibu mertua sudah datang untuk menjagai Kai. Beliau bilang, “Mumpung saya ada di sini, bisa jaga Kai, kamu enjoy saja di luar. Makan siang yang enak” Tadinya saya mau ajak dia makan di luar tapi dia bilang, dia sedang jaga dietnya karena minggu depan akan ke dokter. So saya pergi ke kantor pos dsb,  kemudian berjalan ke shopping mall. Huh saya paling sebal sebetulnya ke shopping mall, malas untuk buang waktu…tapi saya paksakan saja. Keliling-keliling lihat barang-barang bagus, dan sama sekali tidak tertarik beli. Setelah belanja keperluan dapur, saya putuskan untuk makan yang light saja. Maunya sih makan spaghetti, tapi tahu pasti tidak akan bisa habis satu piring. Sayang dibuang.

Jadi saya pergi ke resto Sushi. Karena jam 2 sepi, dan begitu saya duduk di counter, tiba-tiba ada seorang ibu berkata,

“Saya belum selesai makan kok sudah diangkat!!! Saya baru ke WC saja kok, belum mau pulang”

“Maaf … kami akan sediakan lagi yang baru… Sekali lagi Maaf.”

Pelayan restoran mengucapkan maaf berkali-kali sambil membawakan sup, minuman, dan sushi (mengantar setiap item +kata maaf)

Hmmm saya berpikir di situ… si ibu ini memang makan sendiri, dan mungkin tengah makan dia mau ke WC, dan dia bawa semua barang (tasnya) bersama dia…. Pelayan yang melihat tidak ada orang, dan tidak ada barang, menganggap tamu sudah pulang, lalu diangkat. Susah juga ya pergi makan sendiri jika harus seperti itu. Saya sendiri waktu pertama kali datang ke Jepang, mengalami masalah yang sama. Yaitu harus makan sendiri di restoran. Karena, mau membeli makanan jadi pun saya tidak tahu harus makan di mana. Di kantor? saya tidak berkantor. Baru kemudian saya tahu bahwa orang-orang makan di taman! Jadi selama 2 tahun lebih saya selalu makan di restoran sendiri, atau tunggu saja sampai pulang ke rumah makan malam di rumah. Jika saya dalam kedudukan ibu tadi, saya pasti akan meninggalkan tas saya di situ (bawa dompetnya saja), atau buku atau plastik atau apa saja. Atau saya tahan tidak ke WC sampai saya selesai makan dan mau pulang. Atau sebetulnya ibu itupun, bisa berbicara pada pelayan, jangan di angkat dulu, saya mau ke WC.

Intinya… susah ya makan sendiri!!! Biarpun makanan enak tersaji di depan muka, rasanya aneh sekali makan sendiri. Mau sambil baca tidak sopan (meskipun kadang akhirnya saya begitu), mau sambil telepon apa lagi ( di Jepang biasanya HP tidak boleh dipakai karena mengganggu tamu lain). Terpaksa deh sambil melamun makan dengan pikiran menerawang ke mana-mana. Kebiasaan saya di Indonesia, kalau makan pasti tidak sendiri. Pasti akan mengajak orang untuk makan bersama. Pernah kejadian, rombongan pelajar Indonesia naik kereta di Tokyo. Karena kebiasaan orang Indonesia untuk menawarkan makanan, maka ketika ada yang mau memberikan permen ke temannya, dia juga menawarkan pada orang yang duduk di samping kiri-kanannya. Tentu saja ditolak, bahkan diperhatikan orang segerbong. (”Jangan tawari!” dalam hati saya berkata). Setelah saya jelaskan, mereka tetap tidak mengerti kenapa tidak boleh menawarkan permen itu kepada orang lain. Hmmm susah menjelaskannya, karena banyak alasan yang bisa dipakai dilihat dari kebudayaan Jepang.

Akhirnya si ibu tadi pulang dan waktu membayar, masih saya dengar permintaan maaf dari pelayan toko. Saya juga pulang, dan mengakhir jalan-jalan sendiri saya siang itu. Sambil mengayuh sepeda, saya berpikir… Saya tidak enjoy “cuci mata” di shopping mall tadi. Saya tidak enjoy makan sendirian tadi. Saya juga semestinya tidak bisa enjoy wisata sendirian ya? Misalnya saya pergi ke Bali, menikmati keindahan laut, berbaring di pantai menatap langit, awan yang menggumpal di atas…. sendiri, hening, indah… mungkin saat itu saya bisa relaks. Tapi begitu hari berganti malam…. yang didengar hanya deburan ombak, pekatnya malam, dan …. sepi. Kok saya jadinya takut? Takut pada kegelapan (dan memang ini termasuk phobia saya). Hmmmm

Tapi saya juga tahu, bahwa manusia dilahirkan sendiri ke dunia ini. Dan pasti akan kembali sendiri. Takut? pasti! … tapi mungkin saya memang harus pergi sendiri untuk meyakinkan dan menemukan jawaban, apakah saya takut sendiri? Apakah saya takut kesepian? Kalau tidak dicoba, bagaimana saya bisa tahu? Tentu saja saya pergi sendiri itu bukan dalam konotasi “dinas/bekerja” ya , tapi dalam rangka “berlibur”. Saya juga pernah disarankan teman untuk retreat sendiri. Memang sudah lama sekali saya tidak retreat. Terakhir waktu SMA…. tapi… itu juga tidak sendiri kok. Bersama teman-teman SMA. Hmmm mikir lagi deh. Kenapa juga timbul pikiran ini ya? mungkin karena musim gugur = musim sedih. Daun-daun yang hijau berubah merah, dan rontok jatuh ke tanah. Ibaratnya mati. Semakin mendekati akhir tahun, semakin dingin… menusuk tulang, perasaan “lonely” itu akan tiba (makanya menjelang akhir tahun banyak kasus bunuh diri di Jepang).Saya rasa semua yang tinggal di negara 4 musim pernah merasakannya.

Arggghhhh, saya ingin terbang mengejar matahari sampai sayapku tak bisa dikepakkan lagi.

NB: Maaf kok jadi berat ya isinya hehehe. Lupakan saja!!!

Sep
11
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記, curhat) by imelda on 11-09-2008

Satu jam yang lalu, Kai yang sedang tidur terbangun dan saya memberikan susu untuknya. Tiba-tiba di luar kamar tidur terdengar sayup suara orang menangis. Wah, Riku kenapa? Langsung saya lari keluar dan mendapatkan dia setengah berbaring di lantai bersandar bantal. Dia menangis. Menangis sedih, bukan menangis kesakitan karena jatuh atau terbentur.

“Riku, kenapa kamu nangis sayang?” Sambil aku mendekap dia, membelai rambutnya.

“Aku sedih… aku kangen…..” Melihat dia menangis sampai segukan begitu membuat aku ikut mengeluarkan air mata.

“Riku kangen siapa?”

“Aku kangen teman-teman. Teman-teman di Himawari”…. Ya ampun…. Himawari adalah tempat penitipan bayi, tempat aku menitipkan Riku sejak dia usia 6 bulan sampai usia 4 tahun, karena aku harus bekerja. 4 hari seminggu terkadang dari pukul 9 pagi sampai 9 malam (Jam terbang dia sehari lebih banyak dari aku) Riku aku titipkan di sini (disebut Hoikuen). Kurikulumnya memang bermain, dan untuk 20 anak dijaga oleh 5-6 orang guru. Rupanya Riku kangen dengan teman-temannya di sini.

“Ya sudah besok mama telepon ke Himawari, lalu tanya apa masih ada teman Riku di situ” (Hoikuen itu menjaga bayi kita dari usia 50 hari sampai pre sekolah yaitu kurang dari 6 tahun, bagi yang mau)

” ………” masih menangis.

“Kalo Shun-kun mama ada email mamanya. Riku mau ketemu dia?”

Masih menangis. Berbagai cara aku pakai untuk membujuk Riku. Sampai akhirnya aku bilang, “Yuk kita telepon tante Mariko.” Baru dia bisa reda tangisnya, dan segera menelepon tantenya itu.

Ternyata seorang anak berusia 5 tahun pun bisa kangen pada temannya. Bisa kangen pada lingkungan tempat dia biasa hidup. Memang Riku amat perasa (seperti mamanya) sehingga dia kadang menangis untuk suatu hal yang rasanya “aneh” untuk ditangisi seorang anak kecil. Kuyashii, putus asa… kemarin dulu dia menangis putus asa karena dia tidak bisa bermain basket. Meskipun tante Mariko dan saya sudah bujuk-bujuk tetap menangis. Tapi memang sudah sejak dulu saya selalu tekankan pada Riku, bahwa manusia tidak mungkin BISA segalanya. Manusia itu bukan Tuhan. Coba, usaha, kalau tidak bisa, kita harus tahu juga bahwa mungkin itu bukan bakat kita. Kita bisa cari yang lain, yang mungkin lebih tepat. Saya benci pada ibu-ibu Jepang yang memaksakan anak-anaknya untuk ikut kegiatan/belajar sesuatu bukan karena si anak suka , tapi lebih merupakan “kewajiban” karena anak yang lain juga ambil, tidak mau tampil beda dari orang lain.

Rupanya hari ini adalah hari  mellow yellownya Riku. Besok pagi aku akan coba untuk hubungi salah satu teman akrabnya dan mungkin mereka bisa reuni… (aduh …hidup baruuuu 5 tahun loh ….)

Sep
11

Membaca tulisan dari Ibu Enny tentang Menyebarkan Virus Nge-blog, lalu melihat tulisan mas trainer tentang Trainee ngeblog, dan melihat daftar blogwalking saya yang semakin panjang, saya jadi ingin merenung kembali, kenapa sih saya nge-blog?  Dan kapan tuh mulainya?

Kebetulan dua hari yang lalu, saya tidak bisa tidur padahal sudah jam 2 malam (sebetulnya sudah biasa sih). Kemudian saya nyalakan Yahoo Mail saya dan iseng saya konek ke Chat. Dan di sebelah kiri biasanya berderet nama-nama id yang sedang online yang terdapat dalam daftar list saya. Dan waktu itu saya hampir berteriak melihat sebuah nama yang menyala. Id itu termasuk id awal-awal saya mulai chatting di tahun 2002 akhir. Saya mulai chatting juga karena saya hamil dari Riku dan dengan terpaksa saya harus membatalkan tiket mudik saya ke Jakarta, karena kehamilan saya bermasalah. Untuk mengurangi kesepian saya mulai chatting, dan mengenal cyber world di situ.

Id yang menyala itu kepunyaan Kiki, teman saya yang tinggal di Belanda. Kami memang jarang berhubungan tapi tanggal 24 Agustus kemarin saya teringat bahwa itu merupakan ulang tahunnya, dan saya kirim sms padanya. Hampir setahun saya tidak mendengar kabarnya, sejak kematian tantenya di Batam. Dan dua hari yang lalu itu, saya kembali bisa bercakap-cakap dengan dia.

Saya tahu Kiki tidak mau dikasihani, tapi terus terang awal perjumpaan saya dengan dia, karena simpati saya terhadapnya. Siapa yang mau menjadi janda sih? Lagi pula janda di luar negeri dan harus membesarkan dua anak sendiri. Dia bercerai persis kelahiran anak kedua, seorang angel, Felicia. Kiki banyak bercerita atau memperlihatkan fe lewat webcam nya. Such a cute girl!! Dan bersama anak pertama Arend, mereka hidup bertiga di Belanda. Kebanyakan topik pembicaraan kami seputar anak-anak. Meskipun kadang aku dan kiki terlibat juga percakapan yang “off the record”, pembicaraan sesama wanita.

( Fe n Arend  cute children  —– kiki lagi gaya di webcam hihihi)

Mungkin Anda bertanya apa hubungannya Kiki dengan Blog? Kiki mempunyai blog di Blogspot (Blogger.com) dan saya sering, bahkan hampir setiap jam membuka blognya. Hanya untuk tahu keadaan mereka, cerita kiki tentang anak-anak, tentang dia, tentang hatinya, tentang keluarganya, dan semuanya itu dia tulis dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Belanda. Saya salut dengan dia. Dia yang mengaku tidak mengecap pendidikan tinggi, tapi mampu menuliskan cerita-ceritanya dalam bahasa Indonesia dan asing dengan begitu lancar, dan mampu membuat saya sebagai pembaca ikut menangis, ikut tertawa dan ikut berpikir. Hmmm Saya paling pelit memberikan pujian, tapi saya tidak segan-segan memuji dia. Orang yang mau maju, mau belajar terus dan tegar menghadapi cobaannya. Saya lebih respek, lebih hormat pada orang yang mau maju meskipun tidak menyandang “S” di belakang namanya, daripada orang yang S nya berderet tapi mandeg dan sombong.

Karena blog Kiki itulah saya ikut nge-blog di blogspot. Mulai menulis tepatnya tanggal 28 April 2005, meskipun saya sudah punya account di blogger sejak Juni 2003.  Baru saat itu saya tahu blog itu apa, dan sejak itu berangsur-angsur kenikmatan berinternet pindah dari chatting yang hanya berhaha-hihi ke blog yang lebih serius. Sampai saking getolnya saya nge-blog saya mempunyai 11 blog yang isinya berlainan sesuai maksud dan tujuannya. Tapi yang paling banyak dan teratur adalah 13tahun karena itu merupakan blog-diary saya.

Dan karena itu adalah blog diary saya, saya tidak mau menerima komentar, saya matikan fungsi komentar dengan sengaja. Saya tidak mempromosikan blog saya kepada orang-orang, karena jika saya lakukan itu berarti saya membuka dan menyajikan isi perut saya sendiri. Saya hanya memberitahukan pada orang yang dekat saja, tapi tidak kepada keluarga saya.

Nah, kenapa saya kemudian memutuskan untuk membuat blog yang bisa dibaca umum seperti sekarang ini? Sembari nge-blog di blogspot dan di Multiply, saya punya beberapa domain. Dan saya mau membuat website keluarga saya. Tapi bingung juga isinya apa. Dari sebuah pengumuman di  multiply saya bergabung pada sebuah milis, dan di situlah saya bertemu pada seseorang  yang membuat saya ingin membuka blog pada umum dengan hosting pribadi memakai domain keluarga saya. Orang itu tidak lain adalah mas trainer yang dulu sekarang juga berprofesi sebagai makelar blog dan sekarang sekaligus sebagai penyebar virus cinta ngeblog. Saya membaca tulisan-tulisannya yang serius (awalnya serius loh…entah kenapa sekarang jadi ganjen) mengenai interview kerja, written test, presentation dll pokoknya tips mengenai bagaimana seharusnya jika melamar bekerja di suatu tempat. Karena saya belum pernah melamar orang kerja jadi saya pikir bagus juga kalau nanti saya mau melamar di kantor (duuuh sapa ya yang mau terima tante-tante gini hihihi). Tentu saja tulisan ini merupakan pengalamannya sebagai trainer yang seabrek-abrek itu.

Di situ saya mulai berpikir,  blog saya yang banyak dan beragam itu, yang sengaja saya pilah-pilah mengapa tidak saya jadikan satu saja sehingga akan memudahkan  mengurusnya. Dan dimasukkan dalam Domain keluarga yang saya punyai. Maka jadilah Twilight Express ini….

Karena itu dalam kesempatan ini (kayak pidato aja yah) saya mau mengucapkan terima kasih saya pada Kiki (memberi komentar dengan nama Uly) yang sudah memperkenalkan saya pada blog, dan mendorong saya untuk menulis. Kiki sekarang sedang mulai menulis lagi karena account yang dulu hilang, waktu blogger merging dengan google, dan mengharuskan pemakai untuk mempunyai gmail. Kami tunggu tulisannya ya ki. Juga kepada mas trainer yang membuat saya berani untuk membuka blog saya untuk umum dan menerima komentar. Katanya, “Kamu tidak tahu bahwa tulisan kamu yang kamu anggap tidak berguna ternyata bisa berguna untuk orang yang membacanya.” Yes, indeed… dan saya akhirnya sekarang bisa menikmati blogging dan bisa mempunyai teman blog yang demikian banyak, dan dari segala penjuru dunia dan yang paling utama saya punya 3 sahabat blog (mas trainer, bang hery dan lala) yang akhirnya kita menamakan kelompok 4 sekawan ini sebagai Asunaros (ttg Asunaros tunggu nanti saya akan ceritakan di posting lain ya). Berkat kedua orang ini, kiki dan mas trainer, saya pun menjadi peblogger…dan mungkin kelak juga bisa menyebarkan virus blog pada yang lain.

Sep
10
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 10-09-2008

Dilahirkan ke dunia

Dititipkan oleh Tuhan

untuk dibesarkan, dirawat dan dididik

Selamat datang ke dunia ……

Martin Peter Hesketh. Lahir 12 - 08 - 2008, 3,7 kg. Selamat ya Roger and Shinta, nun jauh di Britain sana. (Hmmm kapan ya aku bisa main ke sana…. ) Shinta pernah tinggal di Tokyo untuk belajar satu tahun dan selalu membantu aku baby-sitting Riku waktu kecil kalau aku musti pergi mengajar /bekerja yang lain.

Hai Martin…cepet gede dan nanti kita main bersama ya… by Riku and Kai

Sebelah kiri foto Martin kurang lebih 1 bulan….sebelah kanan foto Riku dalam usia yang kurang lebih sama…  uhhh babies ….so cute.

Sep
07
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 07-09-2008

Tahu sih memang kalau segalanya itu bisa meleset dari rencana. Tapi kalau di Jepang biasanya kemungkinan meleset itu sedikit sekali. Kecuali kalau sudah berhubungan dengan cuaca.

Kemarin Sabtu, seperti biasa (hari minggu ini juga sih) Gen pergi ngantor. Jadi aku seperti biasa juga main dengan Riku dan Kai. Tapi karena sorenya jam 7 akan ada rapat KMKI di Meguro, dan Elly temanku yang tinggal di dekat Gunma akan nginap, jadi aku gambatte bersihin rumah, terutama kamar “studio”ku. Memang tidak bisa lancar, karena setiap kali Kai bosan bermain sendiri, dia akan menangis dan mencari aku. Riku belum bisa disuruh main dengan adiknya, karena dia asyik sendiri dengan mainan dan TV nya. Tapi akhirnya sekitar jam 4 bisa selesai, dan waktu aku mulai siap-siap, Tina telepon dan bilang bahwa dia bisa datang dan babysitting kedua anakku, sampai either aku atau Gen pulang duluan. Tasukatta. 助かった。

Akhirnya begitu Tina datang, aku langsung cepat-cepat keluar begitu Kai sudah tidka cari aku lagi. Lihat jam sudah jam 6:15. Huh, pasti terlambat deh. Sambil jalan ke arah halte yang 10 menit jalan kaki jauhnya, aku lihat-lihat ke belakang, kalau-kalau ada taksi. Begitu ada taksi, aku panggil dan sampai di stasiun Kami-shakujii jam 6:30. Wahhhh, aku langsung c-mail Elli, bilang aku terlambat 30 menit, so biar dia ke rapat duluan dan jadi notulis. Begitu kereta express datang, aku naik dan untung ada tempat duduk. Sambil baca buku yang dikirim Bang Hery, “Blind Power”, menuju ke Takadanobaba. Eh ternyata Elli masih di Ikebukuro, jadi bisa-bisa kita samaan sampai di Meguronya.

Sambil ganti kereta di Takadanobaba, aku ikut arus penumpang kereta… saat itu aku sadar bahwa ini adalah hari pertama aku naik kereta lagi setelah 1,5 bulan. Pulang ke Jakarta, dan setelah kembali juga tidak pergi ke mana-mana, atau naik mobil/sepeda saja. Well, back to Tokyo’s way. Tokyo’s Salary-woman deh. Ciri-cirinya Tokyo-ers adalah? Kemana-mana naik kereta, berdiri di dalam kereta, berjalan cepat ganti kereta, dan dalam kereta pasti baca atau browsing dengan HP…. or…tidur hehehe. Dan karena bisa jalan cepat, tanpa ada halangan anak-anak, aku sendiri tidak percaya bahwa aku bisa sampai di rapat itu jam 7:15 menit bersama Elly. Padahal sudah pakai janjian dengan Elli dan beli minum dan jalan ke tempat rapat. Wheww… dari pintu rumah sampai pintu ruangan rapat 1 jam! (Kalau sama anak-anak pasti 2 jam deh…)

Rapat juga berjalan lancar membicarakan acara BBQ tanggal 23 September yad, dan Natal KMKI 2008 tanggal 13 Desember 2008 nanti. Semoga lancar-lancar saja deh. Tahun ini artis yang datang direncanakan adalah Rio Febrian.

Setelah rapat aku cepat-cepat jalan pulang ke stasiun bersama Elli, sambil telepon rumah. Ternyata Gen belum pulang juga, padahal sudah jam 9:10 . Hmmm , di telepon aku bilang pada Riku,

“OK mama cepat-cepat pulang ya….”

“Ngga usah cepat-cepat Ma… pelan-pelan saja… kan ada tante Titin….”

hihihi, padahal aku tahu si Tina udah senewen aja mau pulang, dan kalau kemalaman gantian dianya ngga ada bus sampai rumahnya di Yokohama.

Well, aku naik Inokashira line dari Shibuya ke Kichijoji bersama Elli. Kereta Express Inokashira line ini adalah cara tercepat untuk pulang tapi bisa duduk. BUT, sekitar jam 9:32 tiba-tiba aku lihat listrik di stasiun Shibuya padam. Memang dalam hitungan detik sih, karena langsung menyala kembali. Kemudian Kondektur kereta kita memberikan pengumuman bahwa ternyata barusan itu listrik di stasiun padam karena kesambar petir 落雷 (kejatuhan petir). Wahhh, jangan sampai ditunda dong berangkatnya. Tapi kalau misalnya kereta kita yang kena petir ngeri juga ya.  Ternyata memang terlambat 2 menit berangkatnya dan secara keseluruhan waktu sampai di stasiun tujuan terlambat 10 menit-an. Dan memang di beberapa tempat hujannya amat lebat. Petugas stasiun minta maaf terus…. Hmmm 10 menit begini minta maaf sampai segitunya, kalau di Indonesia sih..jangan harap deh.

Sampai di rumah, Tina sudah di depan pintu akan pulang. Thank you banget sis… Mereka masih harus naik bus, dan kereta dan pasti sampai di rumahnya sudah jam 12 malam. Really… grateful.

Tapi malam itu aku tidak bisa tidur. Sampai jam 1 Kai rewel, ngantuk tapi mau main terus. Aku ikutin aja maunya, mau digendong aku gendong, mau minum selain susu, aku buatkan teh. Terussss rewel sampai akhirnya aku paksa dia berbaring di bed dan kasih minum susu. Aku sempat tidur setengah jam tapi akhirnya terbangun dan akhirnya aku ganti-ganti themes blog aku deh sampai pagi. Iseng banget yah… Tapi dengan begitu bertambah lagi pengetahuan aku pakai Photoshop deh heheheh.

Hari yang panjang dan melelahkan. Waktu  turun dari kereta pulang, kaki kiri dan badan sebelah kiri aku mulai aneh…hmmm gara-gara aku suka gendong Kai sebelah kiri deh. Asal jangan de Quervain lagi deh. Ngga enak banget. But you should see Kai’s face when I came home…. lihat mukanya dia aja jadi kangen banget deh dan langsung pengen cium-cium dan cubit… gemezzzz…

Sep
05

apa sih itu skimming? Skimming is a scam where the magnetic data on the cash card or credit card is illicitly read stealthily to make a counterfeit copy of the card. It involves the use of a device called “skimming card reader (skimmer). Jadi gampangnya si pencuri data ini akan memakai suatu alat yang jika di dekatkan ke credit card Anda, maka semua data akan diperoleh dna dengan data itu dia membuat credit card yang baru (yang mungkin tampilannya sedikit berbeda) tapi yang penting datanya sama. Kejahatan Credit card ini marak di Asia Tenggara, karena alat skimmer ini lumayan murah dan mudah didapat.

Dan sebenarnya saya pernah menjadi korbannya. Si penjahat itu mengambil data saya (dan pasti di Indonesia/Jakarta dong) kemudian data di bawa ke Malaysia dan dibuat di sana. Si Penjahat belum sempat pakai, dan dia tertangkap waktu sedang memakai CC orang lain, dan polisi menemukan ribuan kartu kredit palsu di rumahnya, dan di antaranya kartu dnegan nama saya. Langsung Bank memblokir dan memberikan kartu baru. Kejadian ini saya tidak tahu, dan dijelaskan oleh pihak Bank. (Mungkin saya tahunya kalau sudah jadi korban dan harus membayar banyak ya?)

Karena itu bagi pemilik kartu kredit, terutama di Indonesia harap hati-hati sekali. Tapi menurut berita yang belum bisa dipastikan, kartu kredit yang diskim itu bisa jadi tidak berada di tangan Anda, atau toko atau pegawai, tapi masih dalam dompet anda, dan dengan suatu alat yang canggih, katanya bisa terbaca juga. Ilustrasinya misalnya Anda sedang naik eskalator lalu berpapasan dnegan orang yang punya skimmer itu, maka datanya kartu kredit yang ada dalam dompet akan bisa terbaca. (Saya sendiri masih kurang yakin dengan kebenaran hipotesa ini, tapi ada baiknya kita waspada saja).

Karena sudah pernah pengalaman, saya sengaja membeli sebuah proteksi anti skimming buat kartu kredit yang dijual di Jepang. Bentuknya seperti kartu lipat seukuran kartu kredit dan mungkin mengandung sesuatu yang bisa menutup garis hitam yang berisi data kita. bentuknya seperti ini

dari sini ke bawah udah diary nya saya… tanggal 4 sept 2008.———–

Nah kebetulan hari ini ada teman dosen yang akan berangkat ke Bali. Karena ibu ini pertama kali ke Bali dan sendirian, dia banyak bertanya tentang hal-hal yang perlu diperhatikan termasuk belajar percakapan survival. (padahal dia sewa penerjemah untuk mendampingi ke mana-mana…. ) Dan waktu dia telepon hari Rabu malam, terlontar pembicaraan mengenai kartu kredit… saya bilang hati-hati juga memakai kartu kredit karena ada skimming….. wah dia langsung panik dan akhirnya saya bilang saya akan pinjamkan kartu anti skiming ini ke dia.

Jadi kemarin siang saya pergi ke stasiun dekat rumah saya untuk meminjamkan anti skimming ini. Semoga bisa berguna dan saya katakan, “Enjoy jangan terlalu khawatir, nikmati liburan Anda sebaik-baiknya”.

Pas mau pulang dari stasiun ke rumah, tiba-tiba sepeda yang sedang saya kayuh terasa aneh. Something wrong dengan ban nya. Untung belum jauh banget, jadi saya kembali ke arah stasiun dan minta ganti ban sepedanya di toko sepeda. Untuk itu butuh satu jam. Waaah gimana ya, kelihatan akan hujan. Mau pulang naik taxi, tapi nanti sejam lagi gimana ambilnya… besok aku perlu juga untuk antar Riku ke TK. So, dengan menggandeng Riku dan menggendong Kai aku pergi ke shopping mall di stasiun dan menghabiskan waktu satu jam. Susah kalau bawa dua anak begini, mau belanja banyak ngga bisa. Jadi makanlah di situ saja, sambil duduk di bench yang disediakan. Ibu dan 2 anak ngganggur (untung aku sempat bawa susunya Kai), menunggu satu jam dan memandang ke luar melihat curah air hujan yang semakin mengkhawatirkan.Setelah satu jam lewat, terpaksa deh pulang bersepeda hujan-hujanan….

Pages: Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 ...13 14 15 Next