Apr
20
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 20-04-2008

Hari ini adikku Andy ulang tahun. Hope everything best for him. Wakyu dia lahir aku berumur 9 tahun, sehingga sering bantu mama untuk merawat dia. Mulai ganti popok sampai kasih tidur. Aku ingat sekali waktu opa meninggal di Bogor, Andy tidak bisa tidur. Kita menginap di rumah Om Lody, dan dia nangis terus. Mama menunggu jenazah di jl Sempur, jadi aku gendong Andy terus sampai pagi. Ini adalah foto waktu kita masih muda, kalau tidak salah dalam mobil di Surabaya.
Photobucket

Waktu pagi bangun. Kai sudah tidak demam lagi…untung deh. Eeee waktu siang Gen dan Riku pergi ke dry cleaning dan stasiun, kai bobo. Tapi aku raba dahinya panas. Aku ukur suhu badannya 38,4 derajat. wahhh… Aku kasih susu saja, dan biarkan dia tidur. Memang dia jadinya agak rewel. Waktu gen pulang aku sedang ganti popok dan bajunya. Dia nangis terus, lalu aku ukur…wah sudah 39,4. langsung aku kasih obat penurun panas yang lewat dubur. Tapi karena dia rewel terus aku bawa dia ke ruang tamu dan ternyata dia bisa tertawa-tawa. Besok harus ke rumah sakit deh…
Photobucket Photobucket

Apr
19
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 19-04-2008

Pagi-pagi aku bersihkan alat pembersih akuarium yang sudah penuh lumpur, dan ambil lumut yang ada di kaca depan akuarium. Sekaligus aku potong rumput yang sudah kebanyakan. Sebetulnya ini hobinya Gen, tapi karena dia sibuk dan hari ini juga ngantor, ya aku lah yang bersihkan. Setelah bersih, beberapa saat airnya mulai jernih, aku liat ada satu anak ikan ….ihhh lucu deh. Dulu setahun yang lalu kira-kira memang sering ikan di akuarium beranak. tapi setelah semua induknya mati, baru kali ini beranak lagi. Senang kalau bisa tahu anak ikan lahir karena berarti akuariumnya bagus sirkulasinya.
Photobucket Photobucket
Riku seperti biasa menghabiskan waktu di depan TV. Sengaja aku gelar futon di depan TV, supaya Kai juga bisa main di situ. Lucu juga lihat mereka berdua, apalgi waktu lihat si Kai pegang punggungnya Riku hehehe. Cuma Kai kok agak hangat tadi pagi, sehingga aku tidak mau ajak mereka pergi ke gereja hari ini. Dan ternyata benar saja, sekitar jam 5 waktu bangun tidur aku raba Kai demam. Waktu diukur suhu badannya 38,4 derajat. Wahhh, padahal aku baru saja tulis email ke Gen, kalau mau keluar makan malam ok ok aja. Cepat-cepat aku tulis email, bahwa Kai demam, tapi percuma juga karena ternyata Gen tidak baca. Kali ini aku tidak sepanik waktu Kai pertama kali demam. Aku pikir kalau demamnya smapai 38,5 lebih baru aku kasih obat penurun panas. Selain itu Kai masih minum susu dan mau makan. Kalaupun ke dokter pasti cuman dikasih obat penurun panas. Lebih baik lihat saja dulu kondisinya. Karena ada kemungkinan musti ke RS malam hari, makan malam kita tidak berani minum alkohol deh.
Photobucket Photobucket

Apr
16
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 16-04-2008

Hari ini tepat Kai berumur 9 bulan. Dari pagi aku bawaannya ngambang…mungkin karena ngantuk …bukan mungkin lagi tapi pasti! Sambil beresin website, aku betulin kursinya Riku untuk Kai pakai. Ada 2 paku yang hilang, jadi aku ganti dengan seadanya, yang penting ngga jatuh. Tadi pagi aku sun Kai, eee dia tarik kepala aku minta di sun. Aku sun dan menarik diri, dia tarik lagi…aku sun dan menjauh, dia tarik lagi. Lucu deh… anak ini udah bisa mengeluarkan perasaannya. Kalau dia bangun dan aku tidak ada, dia pasti bangun dan panggil… Huuuuhhh (begitu kedengarannya). Kalau masuk Ofuro (berendam) dia anteng banget…senang mandi air panas. Kalau ini sifatnya sama dengan kakaknya Riku.

Kegiatan Kai sehari-hari:
7-8 pagi bangun, makan yoghurt
9 pagi naik baby car antar Riku ke TK (kalau tidak tidur)
10 pulang dari TK, main lalu makan sekitar jam 11…ini kalau tidak tidur, kalau tidak
12-13 siang makan dengan bubur +ikan tara, atau bubur +sisa sup
sesudah makan main atau bobo.
Jam 6 sore makan malam bubur
jam 7-8 malam berendam
10/11 tidur (biasanya kalau Gen pulang dia masih bangun, so Gen bisa enjoy ketawanya Kai. Anak ini bener-bener bisa menghibur orang tuanya dengan senyumnya).

Photobucket

Vaksin yang sudah diambil : DPT 1,2,3, BCG
Polio tgl 12 Mei
Berat sekarang : 10,8 kg
Sudah bisa : duduk, tengkurap dari duduk tapi belum bisa merangkak (gemuk sih)

Apr
12
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 12-04-2008

Gara-gara berita di TV tentang Sakura di Taman Takada di Niigata, Gen mengusulkan untuk pergi ke Takada, Niigata hari Sabtu 12 April dengan naik mobil pulang hari. Kita berangkat jam 6 pagi, naik Kan-etsu menuju Takada. Memang masuk propinsi Niigata, tapi bagian selatan sehingga sebtulnya dekat. Kita sampai dalam kota Takada pukul 10 pagi. Itu sudah pakai istirahat beberapa kali di Parking/Service Area. Dan seperti biasa aku kalau tidak menyetir mudah sekali untuk tertidur. Rupanya akibat kurang tidur beberapa hari terakhir membuat aku lebih enak lagi bobo di mobilnya.

Sesampai di Takada…hujan. Walah. padahal menurut prakiraan cuaca hari ini mustinya cerah tapi hujan hari MInggu sehingga si pembawa berita bilang lebih baik keluar rumah hari Sabtu. Kok di sini hujan? Memang kota Takada ini kecil tapi di mana-mana tampak pohon sakura bermekaran. Lalu kita menuju Takada Castle, taman sakura yang terkenal itu. Tapi….. mobil dari segala penjuru Jepang sudah antri untuk masuk parkir. Dan Tidak tanggung-tanggung parkiran terdekat dengan taman itu, hanya diperbolehkan untuk pengunjung cacat, sedangkan umum dipindahkan parkirannya ke bantaran sungai. Hmmmm….

Melihat keadaa seperti itu aku bilang pada Gen, lebih baik kita cari makan dulu. Nanti kalau sudah jam 12 akan sulit cari makannya. Aku juga sudah lapar, karena waktu sudah jam 11. Aku punya kebiasaan jelek yaitu cepat marah kalau perut kosong…nah loh. Belum masuk Taman, udah ke toko sake hehehe. Beli Sake yang terbuat dari daerah ini. Sake jepang yang terkenal dibuat di daerah yang dingin dan airnya bersih. Karena Sake dibuatnya hanya pada musim dingin. Jadi untuk jenis yang enak tidak dijual lagi, karena sudah lewat musimnya.

Keliling-keliling kota cari tempat makan. Dan di sekitar taman memang tidak terlihat satu restoran yang terkenal misalnya franchise dari Mac Donald, atau Royal Host dan family Restaurant yang lain. Heran juga aku. Akhirnya kita sampai di toko ramen. Lumayan enak…mungkin karena perut lapar. Kai juga makan banyak. Waktu aku kasih yoghurt saja kurang, akhirnya aku buka paket makanan dia, bubur dengan teri…habis juga… Waaaah Rakus!! Aku juga ngamuk makannya hehehe

Dari situ kita coba parkir untuk ke tamannya, tapi cukup jauh, dan pikir punya pikir, udah deh kita batalkan sakuranya menuju ke bekas castle Kasugayama. Setelah itu kita mencari keluarganya Gen di sini. Bapaknya gen berasal dari sini, dan merupakan keturunan pendeta Buddha. Untung saja Kakeknya”pergi” dari rumah sehingga Gen tidak usah menjadi pendeta Buddha heheheh. Kalau tidak? ya ngga ketemu saya deh.

Hari itu tidak bisa melihat keindahan sakura tapi hati puas melihat gen juga senang bisa menemukan bagian sejarah keluarganya. Kita sampai kembali di Tokyo jam 10 malam. Capekkk!

Apr
11
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 11-04-2008

Cuci mata secara harafiah memang aku sering. Apalagi sejak musim semi, banyak serbuk bunga yang beterbangan dan membuat alergi yang disebut Kafunsho. Kalau mata mulai gatal, terpaksa aku cuci dengan boor water.

Kalau cuci mata secara kiasan, yang artinya menghibur diri dengan melihat-lihat sesuatu yang bagus, mungkin jarang aku lakukan. Atau aku jarang bepergian ke tempat-tempat yang menurut orang muda itu bagus, misalnya harajuku atau ginza. “Ayo kita cuci mata ke Ginza… atau departement Store XXX” Bagiku bepergian ke shopping mall sama sekali bukan Cuci mata. Bukan selera aku mungkin ya. Kadang aku merasa diriku itu aneh. Bukan seperti wanita pada umumnya, aku tidak suka berlama-lama di departement store. Tapi, kalau suruh berlama-lama di akihabara atau pusat elektronik sih OK aja.

Nah, hari ini aku bisa cuci mata. Karena hari ini aku pergi ke Universitas Senshu untuk pelajaran pertama dalam musim semi tahun ini. Aku minta imel kecil untuk jaga Kai dan jemput riku, dan dia datang kemarin malam. So dari pagi aku udah tinggal siap-siap aja, print out bahan untuk kelas dasar dan kelas menengah. Yang paling nyebelin ngga tau harus siapin berapa copy. Kasih ganti baju riku, dan siap untuk berangkat eee dia muntah sampai dua kali dan emang badannya agak anget. Jadi aku putuskan lebih baik dia libur TK nya. Setelah telepon TK, aku siap-siap pergi. Dengan agak lega, karena imel berarti tinggal jaga anak-anak di rumah, tidak usah keluar rumah.

Sampai di stasiun mukogaoka yuen jam 10 teng. Yah berarti tidak keburu naik bus sekolah yang jam 10, harus berikutnya jam 10:15. Tapi ternyata aku slaah. Karena ada perubahan jam pelajaran (jam istirahat dimundurkan 5 menit, jadi yang mustinya berangkat 10:00 jadi berangkat 10:05… jadi mata ini mengantar kepergian bus yang 10:05 …sial juga. Lalu aku naik bus yang jam 12:20. Dari gedung 9 aku musti ke gedung 4, lalu siangnya harus kembali ke gedung 9 untuk rapat, lalu ngajar lagi di gedung 4…. hmmm bisa jadi diet ngga ya?

Kelas pertama adalah kelas menengah, pesertanya cuman 4 orang , mahasiswa pria…wahhh alamat banyak libur nih hehhehe. Lalu tengah-tengah pelajaran satu mahasiswi datang. Hmmm 5 orang? Mungkin nanti aku akan banyak belajar di ruang komputer aja deh.

Selesai jam pelajaran 12:15, langsung ke ruang sidang karena ada pertemuan dosen pengajar bahasa asing selain bhs inggris. Tumben juga kali ini disediakan makan siang berupa bentonya nasi. Tahun-tahun yang lewat cuman sandwich. Karena ruang pertemuannya jauh dari mana-mana tidak ada acara perkenalan sesama dosen. Buat aku no problem deh, soalnya sejak ruang guru pindah ke tempat yang baru, aku jarang berlama-lama di ruang guru. Ke ruang guru paling cuman untuk fotocopy dan buka internet.

Jam kedua kelas dasar. Agak berdebar-debar karena tidak ada bayangan akan berapa banyak orangnya. Aku cuma bikin copy untuk 35 orang. Ternyata cukup paling sekitar 25-30 orang. Dan… entah kenapa tahun ini pesertanya lumayan enak, bisa terima candaan aku dan mereka juga tidak malu-malu. Hmmm jadi semangat deh ngajarnya.

Yang aku maksud dengan cuci mata di sini sebetulnya lebih ke pemandangan dari gedung baru universitas. bener-bener kampusnya di atas bukit. rasanya langit itu luas sekali. Memang kompleks kampus disini luas juga dnegan 15 gedung. Selain itu yang cukup membuat aku heran yaitu adanya eskalator dalam gedung kampusnya…. kalau lift sudah biasa tapi eskalator? Harus punya ruang yang cukup. Dan tentu saja bisa dibayangkan juga biaya pembuatan dan pengoperasiannya. Universitas Senshu akan menyambut ulang tahun ke 130 tahun, sedangkan aku sendiri baru 9 tahun mengajar di sini. Boleh dikatakan universitas ini termasuk yang langka karena mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing kedua. Karena termasuk pelajaran wajib bagi beberapa fakultas, murid di sini juga rajin mengikuti kuliah karena kalau tidak lulus mata pelajaran bahasa Indonesia, tidak mendapat sks. Well, satu tahun ajaran baru… mudah-mudahan bisa berlangsung dnegan lancar.
Photobucket

Apr
10
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 10-04-2008

Sejak Riku libur musim semi, kerjaan aku dobel deh. Setiap saat riku tanya “Ada makanan enak yang bisa dimakan?” Jadi aku kreatif juga bikin snack dsb. Kalau cerah aku ajak jalan-jalan atau shopping. Pernah jalan kaki dari rumah ke stasiun yang makan waktu 25 menit. pulangnya naik taxi. Abis belanjaan juga banyak. Aku selalu beli susu Kai di drugstore dekat stasiun karena bedanya bisa sampai 500 yen per kaleng dengan toko lain. Lumayan kan kalau beli 2 kaleng, bisa beli takoyaki dan es krim hihihi.

Kai juga waktu bobonya semakin singkat. dia senang bisa liat kakaknya main/gambar atau bahkan teriak-teriak. Lalu dia makan juga sudah banyak. 3 kali sehari, pagi biasanya yoghurt, siang dan malam makan bubur yang aku campur-campur tergantung adanya apa. Hati ayam, ikan, natto, potato salads dll. Aku sendiri juga berasa badannya jadi berat gara-gara habisin makanannya Riku. Duhhh. Ditambah suka begadang, bobo jam 12 bangun jam 4 pagi…atau tidur jam 12 bangun jam 2 lalu bobo lagi jam 4. Bener-bener kurang waktu tidurnya.

Selama ini juga Gen sibuk terus. Masih untung kalo bisa pulang jam setengah 12. Sabtu minggu juga kerja…. kasian juga liatnya sampai akhirnya tgl 5 April lalu, aku dan anak-anak ngungsi ke rumah mertua, hanya untuk kasih gen bobo di hari minggu setelah 2 minggu lebih tidak ada istirahatnya. Sekaligus mau lihat sakura di taman-taman dekat rumah mertua. Kesempatan juga tgl 5 itu aku minum sake enak sendirian…. hmmm yummy. Tanggal 6 nya kita diantar otosan kembali ke rumah. Lalu aku pergi belanja sake dan otsumami, snack temennya sake dengan naik sepeda sementara gen jaga anak-anak. Tadinya mau beli sashimi, tapi tidak ada yang fresh jadi aku masak aja.

Kemarin tanggal 9 dua frater datang ke rumah untuk ngebakso. Enak juga meskipun sebelumnya aku tunggang langgang bersihin rumah. Hari ini gen ambil libur, dan setengahnya dipakai untuk bayar utang tidur, sementara aku beresin kamar komputer supaya imel bisa bobo disitu. Besok dia jaga anak-anak waktu aku ngajar di senshu univ, hari pertama semester baru. hmmm sudah malam padahal beres-beresnya belum siap…dan bahan pelajaran juga belum di print….

Oh ya hari ini sempat telpon Alex, sambil kita berdua marah-marah karena orang Jepang yang sekarang berubah banyak. Suatu proyek yang katanya harus selesai akhir maret, ditunda-tunda terus, dan sampai sekarang belum tahu kapan mau recordingnya. Lucunya aku belepotan bahasa Inggrisnya, tapi waktu mau switch ke bahasa Jepang juga aneh. Jadi campur deh… Dia orang Russia yang sudah tinggal di Jepang selama 22 tahun… sedangkan aku baru 16 tahun saja. Sempai Alex…..

Foto-foto selama 2 minggu terakhir:

Apr
08
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 08-04-2008

Photobucket

Ini perasaan aku pagi ini…kesal … Apa pasal?
Hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru TK untuk Riku. Jadi kita diharapkan untuk datang ke TK sebelum jam 8:40 pagi, dnegan membawa semua perlengkapan alat-tulis, bantal pelindung kepala jika gempa, kotak alat tulis, sepatu dalam kelas dll. Dan semua itu harus diberi nama. Untung beberapa perlengkapan sudah ada namanya, tetapi nama kelas berubah dari bara gumi (Kelas Mawar) menjadi ume gumi (Kelas Plum). Untuk itu aku buat stiker sendiri dnegan karakter kesukaan Riku tahun ini yaitu Yattaman. Kalau dulu gambarnya Ultraman Mebius…. sekarang Yatter Man, sebuah karakter dari komik yang sebtulnya terbit waktu Gen masih kecil, kemudian di re-cover kembali.

Photobucket

Tapi….sesudah semua siap, kita berangkat jam 8:30 dalam HUJAN…Yah aku kesal karena Hujan…dan hujannya tidak main-main. Angin juga kencang sehingga sempat mendorong kereta Kai Yang sudah aku tutupi plastik. Tentu saja Riku juga basah kuyup bagian bawahnya. Karena cepat-cepat aku tidak pakaikan dia jas hujan. Dan aku sudah suruh dia pakai sepatu boots karet khusus untuk hujan…tapi dia tidak mau. Duh… perjalanan masih jauh, pakaianku juga sudah basah. Hmmm aku bilang Riku “Riku kalau kita tidak pergi bagaimana? Kamu mau pergi ngga? Kalau kamu mau pergi, kita sekarang tetap pergi dalam hujan. Mama terserah Riku” Lalu Riku jawab, “Ngga usah deh, kasian Kai juga, mama juga. Pulang saja”. Jadi deh kita pulang kembali ke rumah. Dan sesampainya di rumah Riku berkata,”Mama, hari ini terima kasih ya. Udah susah-susah siapin barang untuk aku…terima kasih ya!” Duh…. saking keselnya aku jadi emosi, dan mendengar Riku bicara begitu aku langsung nangis. Kesal, kenapa tidak bisa pergi. Kalau naik mobil mungkin bisa, tapi hari ini kita tidak bisa datang dengan mobil karena tempat parkirnya harus reserved dulu jauh hari. Kita tetap HARUS jalan. Cuma cuaca tidak menunjang. Aku sudah belajar untuk tidak NGOYO kata orang jawa. Tidak paksa diri sendiri… MURI SHINAI kata orang Jepang. Tapi sulit memang, meskipun jauh lebih mendingan dibanding dulu. Dulu aku terlalu paksakan diri, segalanya harus perfect, sama sifat aku dnegan GEN. Aku sudah berubah banyak sedangkan Gen belum. Aku juga bisa berubah mungkin karena faktor umur ya. Dan faktor anak…. Mungkin kalau tidak ada anak, aku masih akan terus paksakan diri sendiri. Makanya aku juga bisa memahami wanita yang tidak menikah sampai tua. Yang orang-orang katakan sebagai perawan tua. Orang-orang boleh mencibir, tapi aku justru kagum dengan kekuatan mereka.

So, tepat jam 8:40 aku telepon sekolahnya Riku, dan katakan bahwa kita tidak bisa ke sana. Buka pintu rumah, tanggalkan baju dan mulai rutinitas sehari-hari. Kai juga agak rewel karena aku bangunkan dia tadi pagi untuk pergi padahal masih jam tidurnya dia. Setelah aku kasih susu 250 ml, dia tidur lelap, sementara Riku seperti biasanya nonton TV. Untuk persiapkan barang-barang Riku tadi malam aku tidur jam 3 pagi. Sembari membereskan kamar komputer dan cari celananya Riku yang nyelip entah kemana. Muak juga rasanya liat rumah berantakan, tapi apa boleh buat. Rumah kecil sedangkan aku tidak bisa buang barang. Yoshhhh hari ini kerja bakti, supaya bisa menyambut 2 tamu agung besok….. semoga sukses….

Riku “Mama…mau makan potato salada. Mama kalau masak enak deh, bikin dong!!!”…dasar tukang rayu…hihihi

NB: padahal aku kemarin tidak kesal sama sekali, waktu aku tahu semua domain aku eror. ternyata servernya dipindah ke IP yang lain sehingga butuh waktu. Seperti biasanya kalau pindahan gitu pasti makan waktu kurang lebih 24 jam…..

Apr
03
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記) by imelda on 03-04-2008

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.(Mat7:8)

Akhirnya selesai juga…..dengan bantuan M4rt3n (Thank you banget ten, you’re de best) Jejaring Doa selesai juga. Silakan intip dan tulis dan berdoa….

Kemarin aku juga terharu menerima message dari Keichan yang sudah lama tidak bertemu. Aku kenal Keichan di Yahoo Messenger sekitar 5 tahun yang lalu. Sudah lama tak berjumpa, tahu-tahu dia juga punya account di Multiply. Jadi deh contact aku….

Katanya:
Kalaupun aku mau menoleh ke belakang
Itu karena ada sosok mu disana..
Pernah mengisi hidupku..
Mengukir indah hariku..
Mana mungkin aku rela membiarkan hatiku tdk menoleh kebelakang?

Terimakasih Mami Emi Utk segala pelajaran, pengetahuan dan kebahagiaan yg sudah dibagi selama ini.

May God Bless Our Friendship…. even in this cyberworld.

Mar
27
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記, Opini 意見) by imelda on 27-03-2008

Apakah yang kamu dapat dengan adanya hubungan Internet ini? Banyak! Bahkan ada yang mengatakan lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Itu kalau kecanduan.

Tapi sebetulnya kalau kecanduannya pada segi positif, apa salahnya? Dengan adanya Internet kita bisa saling berhubungan dengan siapa saja di dunia ini tanpa dibatasi ruang dan waktu. In real time.

Dulu kalau mau menghubungi seseorang harus menelepon atau mengirim surat, atau selangkah lebih canggih adalah mengirim fax. Tetapi sekarang cara-cara demikian sudah usang. Cukup menulis elektronik mail lewat internet, maka hubungan Anda akan tersambung. Bahkan dengan sistem pengiriman email di Handphone, kita bisa memonitor perkembangan sesuatu tanpa terhalang kendala ada tidaknya komputer.

Banyak sekali yang sudah diberikan Internet kepada saya. Pengetahuan (browsing, e-learning), Teman (email, chat, blog), Kemudahan (berbelanja, e-banking, informasi) . Dan hari ini saya menemukan satu lagi kehebatan internet. Yaitu waktu saya membaca posting dari Romo Johanes Pujasumarta yang menulis tentang Internet of Prayers - Jejaring Sembahyang dan Doa. Alangkah baiknya jika jejaring ini bisa berlangsung terus. Komunitas maya memang dianggap sebagai komunitas yang rentan akan kejahatan dan dosa. Tapi saya yakin,asalkan kita selektif, maka komunitas maya bisa menjadi kekuatan yang juga bisa membantu penyebaran Kabar Baik.

Saya, yang tidak kenal dengan Romo Johanes, kemudian membuka-buka halamannya yang lain. Tulisan seorang pastor yang juga memikirkan “komunitas virtual” dnegan memberikan informasi, bahkan cerita pribadi yang dapat menguatkan iman. Saya sarankan untuk juga membaca blog Pastor Johanes ini. Saya sambil membaca blog ini menjadi terharu dan menangis. Bayangkan saya yang di Tokyo, serasa berada di Ambarawa dan sedang mendengarkan kotbah dari Romo Johanes. Saya juga merasa diingatkan akan hal-hal rohani yang porsinya sudah menjadi terlalu kecil dalam kehidupan saya. Seandainya tidak ada internet, saya tidak akan bertemu dengan Romo yang begitu melek IT, dan memakai IT untuk berkarya.

So, seperti tulisan Romo yang mengatakan akan berdoa bersama komunitas virtual pada pukul 22:00-23:00, saya juga akan usahakan untuk bisa berdoa bersama, dan itu berarti pukul 24:00-25:00. Semoga berhasil

Mar
26
Filed Under (Catatan Harian * Diary * 日記, Opini 意見) by imelda on 26-03-2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

IMELDA COUTRER MIYASHITA: Salam Pak EWA. Saya belajar menulis empat tahun, membiasakan menulis apa saja. Menyesal kenapa terlambat memulai.

KAPAN SAJA. Menulis adalah pekerjaan merdeka. Tidak ada istilah kapan memulai pabila berakhir. Dalam bahasa santainya, suka-suka. Orang bisa saja punya mau setinggi gunung, dan punya kemampuan lebih dari cukup, tetapi belum tentu menjadi penulis. Antara mau dan mampu telah dibahas pada tulisan terdahulu. Akan halnya ‘menjadi’ itu urusan lain lagi. Bisa saja, tiba-tiba muncul ‘kesadaran’ atau datang pemicunya, dan jadilah. Bisa-bisa ketagihan.

Yang penting, diri siap menulis. Siap dalam pengertian, apa-apa yang akan ditulis memang sudah tersedia di otak, dan atau, otak mampu mengolah apa yang akan ditulis. Orang yang banyak membaca, dan atau, punya pengetahuan luas, apalagi pengetahuan lebih khusus, lebih memungkinkan menulis, menjadi penulis. Bisa pula dikatakan, kalau posisi sudah stand by, tinggal menunggu pemicu.

Yang celaka, libido menulis menguasai ubun-ubun, pengetahuan cekak, penguasaan teori, tehnik, dana seterusnya nol koma nol. Mana sok pintar pula. Kalau mengidap penyakit sedemikian, akan sulit menulis. Hal tersebut harus diatasi terlebih dahulu.

selanjutnya baca di sini :

*********************

duuuh seneng deh komentar aku dulu dibahas oleh Pak Ewa. Aku menulis komentar atas tulisan “Menulis, ya menulis saja” begini:

Salam Pak Ewa, maaf baru menulis sekarang, padahal bapak sudah bertandang ke blog saya di http://13tahun.blogspot.com tepat sebulan yang lalu. Selama sebulan saya mempersiapkan website baru yang bisa menampung semua tulisan saya selama ini yang berserakan. Kalau Bapak ada waktu silakan berkunjung ke rumah maya saya yang baru, dan ditunggu kesannya.

Menanggapi tulisan Bapak yang ini, saya amat sangat setuju sekali dengan pendapat Bapak. Menulis, ya menulis saja. Kita toh menulis dalam bahasa kita, bahasa Indonesia, yang tentu saja sudah kita pelajari dari lahir atau paling tidak dari SD. Menulis itu merupakan ekspresi jiwa yang terekam dalam paduan huruf dan kata yang menjadi kalimat. Selama kita bisa bercakap-cakap dengan orang lain pasti kita bisa mengekspresikan isi percakapan itu dalam bentuk tulisan. Tapi memang benar menulis (mengarang) tidak dibiasakan dalam pendidikan kita. Sehingga kita akan canggung dan merasa TIDAK BISA.

Saya sendiri baru BELAJAR menulis 4 tahun lalu yaitu dengan membuka blog, dan membiasakan menulis apa saja. Di situ saya tahu kekurangan saya dalam menulis. Penyingkatan, tanda baca, terlalu kaku dsb. Menulis memang perlu stimulus, yang mungkin bagi saya waktu itu “Kenapa dia bisa punya blog. Saya sangat suka membaca tulisan dia, padahal isinya hanya keluhan terus. Kalau saya menuliskan kehidupan saya di sini pasti akan lebih menarik.” Lalu saya mulai menulis. Untuk saya umpannya adalah “rasa iri hati” itu. Kadang saya menyesal kenapa saya baru mulai 4 tahun yang lalu, kenapa tidak dari dulu-dulu. Kalau saya bisa menuangkan perasaan saya seperti kalau saya menulis sekarang, mungkin skripsi atau thesis saya akan lebih menarik, dan lebih singkat waktu yang diperlukan dalam penyusunan.

Hanya saja saya sarankan …pleaseeeee deh jangan tulis blog dengan kode kode sms. Jika kode sms seperti itu sudah begitu merasuk dalam kehidupan, sampai-sampai menulis di blog pun seperti itu, saya bisa bayangkan betapa kasihan hidupnya karena begitu dikejar-kejar waktu dan uang dan pasti orang itu lebih sibuk daripada bisnisman Jepang.

Jadi… cari umpan yang bisa menstimulus kemauan untuk mulai menulis. Dan seperti Zul katakan, aturan belakangan setelah kita menikmati enaknya menulis. Mulai dengan topik yang ringan dan singkat. Lama-lama Anda tidak sadar sudah menulis 10 halaman (seperti saya tahu-tahu sudah kepanjangan nih). Soal dibaca orang, atau dikomentari orang saya rasa tidak penting. Bener tidak pak Ewa…..

***Setuju esensinya. Ya, mari dibalik … menulis itu justru susah mengehentikannya. Jadi, siapa bilang susah memulai menulis?

**********************

dan untuk komentar “Tiada kata terlambat” saya tulis lagi komentar demikian:

waaaahhhh senang sekali baca tulisan bapak dengan topiknya saya. Betul tidak ada kata terlambat untuk menulis. Tapi namanya manusia selalu berpikir “kenapa tidak dari dulu”, “kenapa tidak begini, tidak begitu”. Dan benar kata Bapak yang penting kita SIAP lahir-batin untuk menulis. Saya juga sadar kalau saya menulis lebih awal, mungkin isi tulisan saya tidak akan se “dewasa” sekarang. Hanya berupa catatan-catatan bagaikan anak kecil. Meskipun saya tidak merendahkan tulisan anak kecil, tapi tentu itu tidak sesuai dengan umur saya.

Ada sosok satu orang yang selalu mengingatkan saya bahwa “tidak ada kata terlambat” yaitu mantan murid bahasa Indonesia saya. Seorang lelaki Jepang bernama Watanabe Ken, yang mulai belajar bahasa Indonesia (di kelas saya) waktu beliau berusia 83 tahun. Dan dia belum pernah sekalipun pergi ke Indonesia. Sekarang beliau berusia 92 tahun, masih sehat, masih belajar meskipun bukan di kelas saya, dan sudah pandai menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang. 92 tahun…. semangatnya patut kita contoh.

Pages: Prev 1 2 3 ...7 8 9 10 11 12 13 14 15 Next