Hari Olahraga

Setiap tahun Jepang memperingati hari Olahraga 体育の日 pada bulan Oktober. Sampai beberapa tahun yang lalu selalu jatuh tanggal 10 Oktober, karena pada tanggal 10 Oktober tahun 1964, Olimpiade musim panas ke 18 dilaksanakan di Tokyo. Tokyo Olimpic 東京オリンピック 1964 ini selain menjadi yang pertama untuk Jepang juga yang pertama untuk Asia.  Kemudian sejak tahun 1966 pemerintah menetapkan tanggal 10 Oktober ini sebagai Hari Olahraga. Dan sejak tahun 1966 sampai 1999, 34 tahun pelaksanaan hari olahraga ini, curah hujan lebih dari 1 mili hanya 5 kali saja. Berarti, setiap tanggal 10 Oktober PASTI cerah.

Nah salahnya sepertinya sejak tahun 2000 deh…. Karena sejak tahun 2000 ini dipindah tanggalnya, supaya hari Senin bisa libur, jadi bisa libur berturut-turut dari Sabtu-Minggu-Senin. Tanggal 10 yang lalu hari cerah (meskipun saya sakit) dan tanggal 11 yang rencananya dilaksanakan acara olahraga di TK nya Riku hujan dna diundur … Hari ini tanggal 12 akhirnya cuaca bersahabat. AKIBARE 秋晴れ (hari cerah di musim gugur). Lapangan tempat pertandingan hangat, tapi kami yang duduk di sekitar track di bawah pohon, benar-benar menggigil. Karena tidur cuman 2 jam, kepalanya saya kurang tajam, untuk mempersiapkan diri bahwa hari ini akan dingin, jadi cuma pakai baju satu lembar…. Brrrr. Untung saya selalu siapkan baju ganti untuk Kai, sehingga bisa didobel jadi dia tidak kedinginan.

Acara undokai (pertandingan olahraga) di TK Riku ini dimulai pukul 9:15, sesuai rencana, diawali dengan “mini marching band” yang disusul dengan “defile” peserta, 3×3 kelas TK… kelas Nensho 年少 (3 tahun), kelas Nenchu 年中 (4 tahun) dan kelas Nencho 年長 (5 tahun). Wahhh …. anakku pegang pianica dan katanya sih “No problem ma!”. Padahal sebetulnya aku harus melatih dia selama liburan musim panas lalu. Tapi …. wong mamanya ngga bisa alat musik, gimana musti ngajarin. Niatnya sih di jakarta beli pianica tapi ngga jadi. Dan setelah pulang dari mudik itu, sekitar 10 hari menjelang hari H, baru aku latih dia 1 kali hihihi. gomennasai.


Setelah pembukaan, untuk kelasnya RIku, ada pertandingan lari dengan satu kaki diikat dengan kaki papanya. Bahasa jepangnya Ninin sankyaku 二人三脚 (dua orang 3 kaki…bahasa Indonesia nya apa ya?). Kemudian ada parabaloon, memakai kain terpal berbentuk lingkaran membuat bentuk-bentuk balon, mengikuti irama lagu Dreams Come True…gaya deh. Yang menjadi neck (kendala) bagi Riku selama ini adalah relay (estafet) karena larinya lambat (maklum ndut sih)… but akhirnya bisa diselesaikan no problem. Dan terakhir adalah senam seluruh kelas Nencho… membuat bermacam bentuk seperti “suberidai” 滑り台(perosotan), Gunung Fuji, Pyramid, dll. Riku berada di tingkatan ke dua, padahal anak yang berdiri di atasnya kurang bisa menjaga balance. Dia selalu mengeluh…mama…tangan kaki aku skait loh…tapi aku akan berusaha.

Well son, you’ve done your best, and I am proud of you.

Foto di kanan adalah foto seorang teman Riku yang kakinya memakai alat bantu, karena terkena penyakit “moya-moyabyou” (semacam serangan stroke pada anak-anak dan biasanya anak perempuan…. saya pernah bahas di multiply tapi nanti detilnya kalau sudah terkumpul akan saya posting di kesempatan lain). Kami sebetulnya heran dia tetap datang dalam acara ini (mungkin kalau orang Idnoensia sudah “tahu diri” tidak akan hadir) Tapi…. semangatnya dan semangat IBUnya…. Kelas Riku tidak akan bisa menjadi juara, karena anak ini sudah tentu tidak bisa lari. Namun dia didampingi gurunya “gambaru” berusaha, berjalan sepanjang track dengan pandangan mata semua pengunjung….dan mau tidak mau kita semua bertepuk tangan memberi semangat, di setiap langkahnya.… saya tidak bisa menahan air mata… dan semua orang tua kelas Riku juga menangis melihat dia. Satu yang saya senang menyekolahkan Riku di sini, karena tahun lalu pun ada beberapa anak yang memang tidak mampu, tapi tidak ada satupun orang yang menghalangi keikutsertaan anak-anak yang kurang mampu begini. Saya tidak tahu apakah di sekolah (TK) lainnya begini atau tidak, tapi saya suka sekolah ini. Dan saya suka masyarakat Jepang, yang masih mau sabar mengahadapi orang yang lemah dan mempunyai kendala-kendala demikian. Semoga anak-anak Indonesia yang kurang mampu dan mempunyai kendala-kendala seperti ini bisa tetap menikmati pendidikan.

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, LIVING in Japan

This post was written by imelda on October 12, 2008

Tags: , , , , ,

Hubungan dari hantu ke hantu

Ada yang masih ingat? semoga masih ada, karena berarti seumuran saya atau pernah menikmati buku yang sama. Ya, hubungan dari hantu ke hantu ada dalam cerita Trio Detektif, yang terdiri dari Jupe, Pete dan Bob. Yaitu hubungan telepon untuk mendapatkan informasi. Ketiga anggota akan menelepon lima temannya, dan jika kelima temannya tidak tahu, mereka diminta untuk menelepon lima temannya yang lain, berantai terus sehingga, nantinya akan ada seseorang yang mengetahui info tertentu yang akan menelepon ke markas mereka. (Hmmm sambil tulis begini kok syaa jadi teringat MLM hehehe).

Tapi yang saya mau ketengahkan di sini bukan hubungan hantu ke hantu yang berfungsi untuk mendapatkan informasi. Lebih ke suatu jaringan antar orang tua murid (atau anggota suatu RT/RW) yang sudha disetting sebelumnya untuk memudahkan komunikasi. Saya tidak pernah mendengar ada jaringan yang teratur seperti ini di sekolah di Indonesia. Tapi di sekolah Jepang, TK dan SD (Saya belum tahu apakah SMP dan SMA) mempunyai suatu bagan jaringan hubungan telepon berantai yang dinamakan Renrakubou, yang sudah ditetapkan untuk menyampaikan pengumuman dari pihak sekolah atau suatu kegiatan dari sekolah. (Orang tua) ketua kelas misal A-san akan menghubungi B-san melalui telepon, lalu B-san akan menghubungi C-san, dst. Jika warganya banyak maka akan dibagi menjadi 3 regu, sehingga A-san akan menghubungi B, K, dan S san , baru kemudian menyebar, dan terakhirnya akan kembali ke A-san lagi.  Saya tidak tahu, mungkin sudah ada yang mempraktekkannya di Indonesia. Tetapi ini suatu sistem yang amat sangat bagus menurut saya. Karena hemat biaya telepon, hemat waktu juga.

Nah ceritanya tadi pagi…. eh sudah berganti hari ya… kemarin pagi (Sabtu pagi), saya mendapat telepon dari orang tua murid yang sebelum saya di jaringan yaitu Kobayashi-san, dnegan satu kata… YARIMASU (dilaksanakan). Apa yang dilaksanakan? Sport meeting. Setiap tahun menjelang Hari Olahraga yang tahun ini jatuh tanggal 13 Oktober, di setiap sekolah , TK dan SD Jepang pasti diadakan pertandingan-pertandingan olahraga. Nah rencananya hari Sabtu ini, TK nya Riku akan mengadakan class meeting (istilahnya kami dulu).

Memang sudah perjanjian bahwa jika cuaca tidak pasti akan dihubungi lewat jaringan telepon sekitar jam 6:30. Sesudah menerima telepon, saya membuat bekal makanan untuk dibawa, dan sekitar jam 7 saya turun ke bawah untuk buang sampah. Ternyata… hujan…dan melihat langit saya punya perasaan bahwa hujan ini akan berlanjut terus. Jadi saya agak malas-malasan untuk bersiap-siap sambil berharap akan ada telepon lagi membatalkan acara. Eeeee ternyata jam 8 ada telepon, dan pengumumannya…diundur satu jam …weleh…kok tidak diundur besok aja sih?

Jadi kami berangkat dari rumah jam 9:30 ke TK nya Riku bersama Melati-san… Dan di TK nya Riku tentu saja sudah penuh dnegan keluarga dari murid-murid yang menunggu DALAM HUJAN!!!. Dan kita harus menunggu keputusan dilaksanakan atau tidaknya sampai dengan jam 10:30…. beteeeeee. Sambil ngomongin kejelekannya orang Jepang dnegan Melati, kami menunggu dna menunggu… sambil maki-maki, masak tidak bisa ambil keputusan sih… jalan atau ngga? Mending aku saja yang jadi kep seknya hihihi.

Akhirnya jam 10:30 diputuskan BATAL dan diundur besok …huh… dan sebagai pengobat capek, kami akhirnya makan di resto Royal Host dekat rumah padahal ada bekal makanan banyak hehehhe. Trus pulang ke rumah aku sempat buat puding mousse coklat dan PIZZA untuk makan malam… Melati san otsukaresama,terima kasih sudah mau menemani kami dalam hujan sejak jam 8:15 pagi.

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, LIVING in Japan

This post was written by imelda on October 12, 2008

Tags: , , , , ,

Di atas lempeng besi panas

Pernah tahu teppanyaki? Itu adalah semua jenis makanan yang digoreng di atas selembar wajan datar. Biasanya di restoran Jepang, koki akan masak tepat di depan para tamunya. Apa saja di goreng/dibakar di situ, mulai dari daging, seafood sampai crepes mungkin. Tapi ada satu jenis makanan yang juga dimasak di atas wajan datar itu yang diberi nama OKONOMIYAKI. Kalau Anda perhatikan, teppanyaki dan okonomiyaki, mengandung satu kata yang sama yaitu yaki. Yaki sebetulnya artinya membakar, seperti Yakitori (Ayam bakar =satenya Jepang). Tapi kalau berurusan dengan Yakisoba (bakmi goreng) atau Yakimeshi (nasi goreng), yaki menjadi rancu sekali…. karena tidak mungkin bakmi bakar atau nasi bakar…. meskipun juga sebetulnya tidak tepat disebut goreng karena minyaknya yang dipakai sedikit…paling tepat dikatakan ditumis.

OK biarlah ahli masak yang berargumentasi soal penamaan masakan-masakan itu. Kita lihat saja dulu, apa sih Okonomiyaki itu. O-konomi, o itu sebutan hormat (perhatikan saja kebanyakan kata bahasa Jepang memakai o- ) konomi = yang disukai/kegemaran. Jadi sebetulnya kalau mau ditanya, okonomiyaki itu terbuat dari apa? Maka akan sulit. Karena Anda bisa memasukkan apa saja ke dalam adonan. Bisa daging, bisa seafood, bisa ayam, bisa urat, bisa kerang ….apa saja. Tapi adonan itu yang penting. Adonan itu adalah cabbage (kol)yang diiris halus dan diberi telur serta tepung. Itu saja. Jadi mudahnya, kita bayangkan saja DADAR TELOR, yang kemudian diisi macam-macam sesuai selera. Setelah adonan dicampur, dituangkan ke atas lempeng besi panas itu. Setelah jadi, diberi saus bulldog (seperti saus Inggris) dan mayoneisse. BOleh ditambah irisan bonito (katsuobushi) dan nori bubuk (nori = gagang laut). Dan bagi orang Indoensia tentu saja bisa menaruh sambal di atasnya…hmmm pasti yummy. Karena itu saya sendiri pikir bahwa masakan Jepang yang satu ini pasti akan laku di Indonesia. Saya tidak tahu apakah sudah ada restoran okonomiyaki atau tidak …tapi ini sebetulnya sebuah kesempatan bisnis yang bagus.

Okonomiyaki yang terkenal adalah dari Hiroshima. Ciri khasnya, di antara dua dadar diisi dengan bakmi goreng. Jadi seperti sandwich dadar isi bakmi goreng.

Hari ini kami pergi ke toko jas AOKI, untuk membeli jas bagi Gen… bukan karena mau lebaranan tapi karena dalam minggu ini ada akreditasi di universitas tempat dia bekerja. Jadi harus tampil rapi…. cieee… Dan kebetulan hari ini kami mau mengajak Riku pergi ke toko okonomiyaki, karena dia belum pernah makan itu. Ehhh kok kebetulan sekali persis di depan toko jas itu ada sebuah restoran okonomiyaki. Jadi sembari kami menunggu celana disesuaikan panjangnya, kami pergi ke restoran tersebut. Kamarnya tatami, sehingga ada bagusnya dan ada jeleknya. Bagusnya Kai bisa lihat apa yang dia makan, tapi jeleknya…amat sangat berbahaya karena dia bisa tempelkan tangannya juga di besi panas itu. Belum lagi dia bisa langsung ambil makanan yang mentah atau matang itu dan langsung masukkan mulutnya. Akhirnya saya sih biarkan saja…. sehingga lantai jadi kotor … Dan gen yang orang Jepang itu jadi senewen, maunya bersihkan terus… padahal saya bilang, nanti kan bisa sekalian sebelum pulang. Susah deh memang kalau bawa bayi/anak kecil ke restoran. Jadi akhirnya kami cepat-cepat pulang deh.

Mulai kemarin malam saya merasa badan tidak enak… akan flu kelihatannya. Dan ternyata dari tadi pagi Riku juga mulai batuk dan … muntah-muntah. Memang saya dan Riku punya kebiasaan kalau batuk pasti muntah. Tapi saya tidak menyangka bahwa akhirnya malamnya Riku terkena demam dan sempat mengigau dalam tidurnya. Kelihatannya besok saya harus liburkan dia. Sementara saya minum obat saja supaya masih bisa bertahan menjaga orang sakit + Kai yang sehat minta ampun dan sudah mulai kelihatan nakalnya.

Hari ini juga hari bersejarah untuk Riku karena pertama kali gigi susu dia copot dan berganti menjadi gigi dewasa. Rupanya dia juga mendengar cerita bahwa gigi yang tanggal itu jika disimpan di bawah bantal maka akan ada peri yang datang. Dan seperti kebiasaan kita, di Jepang jika yang tanggal gigi atas maka dilempar ke bawah, sedangkan gigi bawah, dilempar ke atas. Tapi akhirnya dua-duanya (taruh di bawah bantal atau dilempar) tidak dilakukan, karena saya yang suruh simpan saja….

Oh ya, satu hari ini saya sudah menyelesaikan page INDEX, yang berisi judul2 semua postingan saya sejak awal sampai hari ini. Sehingga dengan melihat judul saja, mungkin akan tertarik untuk membaca postingan yang dulu-dulu… Mungkin ada yang terlewat belum dibaca, karena kadang saya bisa posting 3-4 postingan sehari. Paling sedikit memudahkan saya dalam pemberian judul, sehingga jangan sampai ada judul postingan yang sama. Selamat membaca.

(menulis posting sambil mendengar lagunya Marcell yang Firasat… enak-enak juga lagunya dia ya)

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, Makanan/Minuman 飲食 Food& Bev

This post was written by imelda on September 28, 2008

Tags: , , , ,

Taifun no 13

Sejak hari Jumat lalu tanggal 19 sebetulnya diperkirakan bahwa Taifu nomor 13 akan mencapai Tokyokira-kira tanggal 20-21, tetapi ternyata angin mengubah arah sehingga kita tidak perlu harus mengalami taifu yang hebat. Memang bulan September adalah musimnya Taifun, dan Taifun di Jepang itu tidak diberi nama seperti di Amerika tapi diberi nomor. Jadi sebetulnya Taifun yang kemarin itu sudah yang ke 13 kalinya yang diperkirakan akan/sedang melintas Jepang.

Akibat Taifun itu kemarin pagi saya melihat langit bersih sekali, Dari pintu masuk apartemen saya terlihat langit biru, khas musim gugur. Mulai sekarang saya bisa menikmati birunya langit musim gugur yang lain daripada musim panas. Sulit untuk diterangkan tapi memang birunya lain. Sabtu seharian saya bermain dengan Riku dan Kai …. hmmm ngapain ya saya? paling-paling cuma posting dan menjawab komentar… ahh saya juga blogwalking ke mana-mana. Tapi sempat server domain saya ini ngadat selama 3-4 jam sore harinya. Saya pikir apa itu imbasnya Ike dan Gustaf ya? Entahlah.

Pagi harinya waktu saya buka domain saya, kaget juga melihat alexa rangking saya sudah berubah menjadi 1,691,165. Waktu pertama kali saya periksa rangking dengan Alexa itu, saya mendapat angka 4 juta sekian. (wah hebat dong, begitu pertama saya pikir ternyata semakin besar angkanya semakin tidak populernya situs kita hahahaha…baru tahu). Kemudian setelah seminggu saya lihat sudah bergerak naik menjadi 2,6 juta. Dan minggu ini 1,6 juta… lumayan lah. Meskipun saya tidak begitu peduli dnegan ranking-rangkingan , tapi senang memang kalau mengetahui bahwa situs milik kita dikunjungi orang kan? Yang pasti jumlah pengunjung bulan ini pada hari ke 21 = jumlah pengunjung bulan Agustus satu bulan, berarti jumlahnya akan menjadi lebih banyak lagi di akhir september. Semoga!.

Ternyata ada satu lagi teman blogger saya Hedi-san yang men-tag saya untuk menceritakan fact/habitnya, dan saya baru tahu setelah saya upload di postingan minggu lalu. Saya mau coba mencari facts/habits saya yang lain ya…genap sepuluh tidak ya?

  1. Saya suka masak (belum tentu enak loh), tapi tidak suka makan masakan sendiri. (nah tapi kenapa kamu bisa gemuk mel???  itu yang saya tidak tahu juga hihihi) So siapa yang mau saya masakin tinggal daftar deh hihihi.
  2. Lemari baju saya dominan dengan warna hitam 80%, merah 15%, biru dan warna lain 5%
  3. Pecinta kopi sama seperti adikku si Lala… tapi harus panas. Kalau mau minum dingin lebih baik minum teh dingin daripada kopi dingin.
  4. Mantan kolektor minyak wangi. Hampir setiap naik pesawat mampir ke duty free shop dan membeli minyak wangi paling sedikit 5 jenis hahaha. Tapi itu waktu masih kaya, sekarang tinggal menghabiskan koleksi dan kelihatannya sampai koleksi habis selama 5 tahun tidak perlu beli minyak wangi dulu.
  5. Belum pernah masuk disco…. hiks…
  6. Chocoholic tapi cuma mau bittersweet. Apalagi kalau pake marmalade (orange peel)
  7. Tidak suka barang bermerek, anti barang mahal, tidak mudah iri pada barang milik orang lain, tapi sangat iri pada kepandaian orang lain.
  8. Belum pernah pake bikini…even waktu masih kurus hahaha (gini-gini kau pernah kurus loh hihihi) But memang saya tidak suka berenang. Berenang hanya untuk nilai saja.
  9. Punya phobia ini : Acrophobia- Fear of heights; Demophobia- Fear of crowds  (Agoraphobia); Stenophobia- Fear of narrow things or places; Thalassophobia- Fear of the sea. Dromophobia- Fear of crossing streets. (lihat listnya) Yang ngga ada di listnya : Phobia kesepian hihihihi.
  10. Fffffhhhh terakhir ya… apa ya? Ngga pernah bisa hafal lirik satu lagu dengan sempurna sehingga harus nyanyi di karaoke atau bawa cunning paper heheheh. Kalau tidak ada, buat lirik sendiri deh hahaha.

Ok deh ternyata ngumpulin 20 facts/habits diri sendiri mulai menjadi sulit ya….. but jadi inget lagi eee ternyata aku ini begini loh.. Jadi Hedy san pe-er dari kamu udah selesai yah. Gini deh kalo orang iseng ngga ada kerjaan di hari Minggu kelabu, karena di luar hujan deras, dan sakit kepala tapi ngga bisa tidur. hiks.

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, curhat

This post was written by imelda on September 21, 2008

Tags: ,

Mencari Kebebasan

Saya capek mendengar tangisan Kai karena dia tidak mau lepas dari saya dalam setiap kesempatan. Dan puncaknya waktu dia tetap menangis waktu papanya gendong. Jadi saya memeutuskan untuk membiasakan dia lepas dari saya. Kemarin malam saya sempat menelepon Tempat Penitipan Anak (TPA) Himawari tempat saya menitipkan Riku dulu, dan membuat janji untuk mengantar Kai hari ini jam 9:30. Tadinya saya pikir cukup 2 jam saja, tapi akhirnya diperpanjang sampai 4 jam.

Read More…

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記

This post was written by imelda on September 17, 2008

Tags: ,

Terbuai Uncle Walter E. Disney

Hari Minggu yang lalu merupakan hari pertama libur untuk Gen dalam bulan September. Tiap hari paling cepat pulang jam 9 malam. Jadi hari Minggu pagi, begitu tahu bahwa hari itu tidak akan hujan, jam 1 siang kita berangkat ke Maihama, Chiba tempat Disney Resort berada. Waktu pergi kita rahasiakan pada Riku tujuan kita kemana. Dia pikir akan pergi ke Taman atau menangkap serangga saja. Tapi selama mempersiapkan perlengkapan untuk Kai seperti baju ganti, pampers, susu dsb makan waktu lama karena Kai smaa sekali tidak mau lepas dari aku. Digendong papanya juga nangis terus sampai histeris. Hmmm aku juga jadi bingung. Kayaknya musti reguler masukkan dia ke penitipan setiap hari nih. Kalau tidak bisa bingung aku kalau kerja.

Kita sampai di Disney sekitar jam setengah empat, setelah parkir mobil di tempat parkir yang gedenya se kebayoran, kita masih naik monorail untuk ke stasiun DisneyLand. Dan ada stasiun baru rupanya yang letaknya persis di depan gerbang Disneyland. Dulu kita masih musti jalan jauh untuk bisa sampai ke gerbang Disneylandnya. Rupanya di situ juga merupakan stasiun Hotel Disney yang baru dibuka bulan July lalu. Hmmm hotelnya bergaya eropa gitu…. mungkin perlu reserve tempat setengah tahun sebelumnya ya.

Photobucket Photobucket

Karena kita sampai sekitar jam 4 kita jadi bisa beli tiket Starlight Passport (Adult 4700 yen/child 3200 yen). Langsung masuk lewat gerbang utama, dan disambut dengan hiasan Halloween … Hiasan Summer sudah berganti dnegan Happy Halloween. Dan tahun ini TDL (Tokyo Disney Land) berusia 25 tahun. Aku jadi ingat waktu ulang tahun ke 15, persis mama datang ke Tokyo dan kita pergi sama-sama. Mama setiap ke Tokyo pastiiiiii mau ke Disneyland. Heran juga aku, tapi dengan semangatnya (mengalahkan yang muda-muda) ikut mengejar Chip and Dale, dan berfoto bersama hehehe. Memang DisneyLand bisa memukau segala usia.

Read More…

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, LIVING in Japan

This post was written by imelda on September 16, 2008

Tags:

Percakapan Dalam Keluarga di Jepang

Riku akhir-akhir ini cerewet sekali. Yang pasti memang dia suka mengikuti cara saya bicara. Dan kadang isinya jadi tidak sesuai dengan umurnya. Kadang saya dimarahi dia atau dinasehati.

Berikut adalah sebuah percakapan “khas” keluarga Jepang:

(Ttg Mama)

Riku : “Papa, saya pikir mama merasa papa tidak pernah perhatikan dia loh!”

Papa: “Mungkin karena papa selalu kerja, kerja, dan kerja terus ya?”

Riku : “Tanya dong sama mama!”

Papa: “Ogah!”

(日本人の家庭)
R:パパはママのことかんがえてないって、ママは思ってると思うよ。
俺:パパ、仕事のことばっかだから、そうかもしれないな。
R:ママにきいてみたら?
俺:やだ。
(Pekerjaan)

Riku : “Papa, besok kelihatannya akan hujan, Jadi cepat-cepat kerja dan cepat pulang ya!

Papa: “OK”

Riku : “Papa, kalau papa mengerjakan kerjaan yang menyebalkan dulu, baru kerjaan yang disukai, pasti kerjanya cepat selesai loh!. Riku juga selalu makan yang nggak enak dulu, baru makan yang enak loh!”

Papa: “Ok …Ok… nanati papa kerjakan pekerjaan yang ngga suka duluan deh”

(いい仕事)
R:パパ、あした雨みたいだからいい仕事してはやく帰ってきてね。
俺:ああ、そうするよ。
R:パパ、いやな仕事をさっさとやっちゃってからすきな仕事だったらすぐにおわれるでしょ。Rちゃんもおいしくないの先にたべちゃってからおいしいのたべるようにしてるんだよ。
俺:わかったわかった。いやなしごとからかたづけることにする。

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記

This post was written by imelda on September 16, 2008

Tags:

Solitaire = Sendiri = Kesepian?

Judulnya seperti tag aja yah… Tapi memang hari ini tema yang saya dengar atau jalanin memang itu sih. Dimulai pagi hari, saya mendapat telepon dari teman dosen yang baru pulang dari Bali (yang saya pinjamkan proteksi Skimming untuk Kartu Kredit itu) . Dia cerita bahwa dia senang sekali pergi ke Bali dan karena dipinjamkan proteksi itu dia merasa aman dan sangat enjoy. Lalu saya bilang, “Untunglah Anda enjoy, padahal Anda kan pergi sendiri….”

“Iya semua orang yang saya jumpai bilang apa enaknya wisata sendiri dan apakah tidak takut?… tapi saya enjoy bisa santai sendiri, di pool sendiri, jalan-jalan ditemani penerjemah saja….”

“Wah kalau begitu saya harus coba juga ya wisata sendirian nih bu. ”

“Ya…nanti kalau kamu pulang ke Jakarta, tinggalkan saja 3 boys di Jakarta, lalu pergi ke Bali sendirian. Pasti enjoy deh!”

“Hmmm iya deh, nanti saya rencanakan begitu”

Kemudian saya pergi menyelesaikan urusan-urusan di luar, karena ibu mertua sudah datang untuk menjagai Kai. Beliau bilang, “Mumpung saya ada di sini, bisa jaga Kai, kamu enjoy saja di luar. Makan siang yang enak” Tadinya saya mau ajak dia makan di luar tapi dia bilang, dia sedang jaga dietnya karena minggu depan akan ke dokter. So saya pergi ke kantor pos dsb,  kemudian berjalan ke shopping mall. Huh saya paling sebal sebetulnya ke shopping mall, malas untuk buang waktu…tapi saya paksakan saja. Keliling-keliling lihat barang-barang bagus, dan sama sekali tidak tertarik beli. Setelah belanja keperluan dapur, saya putuskan untuk makan yang light saja. Maunya sih makan spaghetti, tapi tahu pasti tidak akan bisa habis satu piring. Sayang dibuang.

Jadi saya pergi ke resto Sushi. Karena jam 2 sepi, dan begitu saya duduk di counter, tiba-tiba ada seorang ibu berkata,

“Saya belum selesai makan kok sudah diangkat!!! Saya baru ke WC saja kok, belum mau pulang”

“Maaf … kami akan sediakan lagi yang baru… Sekali lagi Maaf.”

Pelayan restoran mengucapkan maaf berkali-kali sambil membawakan sup, minuman, dan sushi (mengantar setiap item +kata maaf)

Hmmm saya berpikir di situ… si ibu ini memang makan sendiri, dan mungkin tengah makan dia mau ke WC, dan dia bawa semua barang (tasnya) bersama dia…. Pelayan yang melihat tidak ada orang, dan tidak ada barang, menganggap tamu sudah pulang, lalu diangkat. Susah juga ya pergi makan sendiri jika harus seperti itu. Saya sendiri waktu pertama kali datang ke Jepang, mengalami masalah yang sama. Yaitu harus makan sendiri di restoran. Karena, mau membeli makanan jadi pun saya tidak tahu harus makan di mana. Di kantor? saya tidak berkantor. Baru kemudian saya tahu bahwa orang-orang makan di taman! Jadi selama 2 tahun lebih saya selalu makan di restoran sendiri, atau tunggu saja sampai pulang ke rumah makan malam di rumah. Jika saya dalam kedudukan ibu tadi, saya pasti akan meninggalkan tas saya di situ (bawa dompetnya saja), atau buku atau plastik atau apa saja. Atau saya tahan tidak ke WC sampai saya selesai makan dan mau pulang. Atau sebetulnya ibu itupun, bisa berbicara pada pelayan, jangan di angkat dulu, saya mau ke WC.

Intinya… susah ya makan sendiri!!! Biarpun makanan enak tersaji di depan muka, rasanya aneh sekali makan sendiri. Mau sambil baca tidak sopan (meskipun kadang akhirnya saya begitu), mau sambil telepon apa lagi ( di Jepang biasanya HP tidak boleh dipakai karena mengganggu tamu lain). Terpaksa deh sambil melamun makan dengan pikiran menerawang ke mana-mana. Kebiasaan saya di Indonesia, kalau makan pasti tidak sendiri. Pasti akan mengajak orang untuk makan bersama. Pernah kejadian, rombongan pelajar Indonesia naik kereta di Tokyo. Karena kebiasaan orang Indonesia untuk menawarkan makanan, maka ketika ada yang mau memberikan permen ke temannya, dia juga menawarkan pada orang yang duduk di samping kiri-kanannya. Tentu saja ditolak, bahkan diperhatikan orang segerbong. (”Jangan tawari!” dalam hati saya berkata). Setelah saya jelaskan, mereka tetap tidak mengerti kenapa tidak boleh menawarkan permen itu kepada orang lain. Hmmm susah menjelaskannya, karena banyak alasan yang bisa dipakai dilihat dari kebudayaan Jepang.

Akhirnya si ibu tadi pulang dan waktu membayar, masih saya dengar permintaan maaf dari pelayan toko. Saya juga pulang, dan mengakhir jalan-jalan sendiri saya siang itu. Sambil mengayuh sepeda, saya berpikir… Saya tidak enjoy “cuci mata” di shopping mall tadi. Saya tidak enjoy makan sendirian tadi. Saya juga semestinya tidak bisa enjoy wisata sendirian ya? Misalnya saya pergi ke Bali, menikmati keindahan laut, berbaring di pantai menatap langit, awan yang menggumpal di atas…. sendiri, hening, indah… mungkin saat itu saya bisa relaks. Tapi begitu hari berganti malam…. yang didengar hanya deburan ombak, pekatnya malam, dan …. sepi. Kok saya jadinya takut? Takut pada kegelapan (dan memang ini termasuk phobia saya). Hmmmm

Tapi saya juga tahu, bahwa manusia dilahirkan sendiri ke dunia ini. Dan pasti akan kembali sendiri. Takut? pasti! … tapi mungkin saya memang harus pergi sendiri untuk meyakinkan dan menemukan jawaban, apakah saya takut sendiri? Apakah saya takut kesepian? Kalau tidak dicoba, bagaimana saya bisa tahu? Tentu saja saya pergi sendiri itu bukan dalam konotasi “dinas/bekerja” ya , tapi dalam rangka “berlibur”. Saya juga pernah disarankan teman untuk retreat sendiri. Memang sudah lama sekali saya tidak retreat. Terakhir waktu SMA…. tapi… itu juga tidak sendiri kok. Bersama teman-teman SMA. Hmmm mikir lagi deh. Kenapa juga timbul pikiran ini ya? mungkin karena musim gugur = musim sedih. Daun-daun yang hijau berubah merah, dan rontok jatuh ke tanah. Ibaratnya mati. Semakin mendekati akhir tahun, semakin dingin… menusuk tulang, perasaan “lonely” itu akan tiba (makanya menjelang akhir tahun banyak kasus bunuh diri di Jepang).Saya rasa semua yang tinggal di negara 4 musim pernah merasakannya.

Arggghhhh, saya ingin terbang mengejar matahari sampai sayapku tak bisa dikepakkan lagi.

NB: Maaf kok jadi berat ya isinya hehehe. Lupakan saja!!!

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, curhat

This post was written by imelda on September 12, 2008

Kala Riku Bernostalgia

Satu jam yang lalu, Kai yang sedang tidur terbangun dan saya memberikan susu untuknya. Tiba-tiba di luar kamar tidur terdengar sayup suara orang menangis. Wah, Riku kenapa? Langsung saya lari keluar dan mendapatkan dia setengah berbaring di lantai bersandar bantal. Dia menangis. Menangis sedih, bukan menangis kesakitan karena jatuh atau terbentur.

“Riku, kenapa kamu nangis sayang?” Sambil aku mendekap dia, membelai rambutnya.

“Aku sedih… aku kangen…..” Melihat dia menangis sampai segukan begitu membuat aku ikut mengeluarkan air mata.

“Riku kangen siapa?”

“Aku kangen teman-teman. Teman-teman di Himawari”…. Ya ampun…. Himawari adalah tempat penitipan bayi, tempat aku menitipkan Riku sejak dia usia 6 bulan sampai usia 4 tahun, karena aku harus bekerja. 4 hari seminggu terkadang dari pukul 9 pagi sampai 9 malam (Jam terbang dia sehari lebih banyak dari aku) Riku aku titipkan di sini (disebut Hoikuen). Kurikulumnya memang bermain, dan untuk 20 anak dijaga oleh 5-6 orang guru. Rupanya Riku kangen dengan teman-temannya di sini.

“Ya sudah besok mama telepon ke Himawari, lalu tanya apa masih ada teman Riku di situ” (Hoikuen itu menjaga bayi kita dari usia 50 hari sampai pre sekolah yaitu kurang dari 6 tahun, bagi yang mau)

” ………” masih menangis.

“Kalo Shun-kun mama ada email mamanya. Riku mau ketemu dia?”

Masih menangis. Berbagai cara aku pakai untuk membujuk Riku. Sampai akhirnya aku bilang, “Yuk kita telepon tante Mariko.” Baru dia bisa reda tangisnya, dan segera menelepon tantenya itu.

Ternyata seorang anak berusia 5 tahun pun bisa kangen pada temannya. Bisa kangen pada lingkungan tempat dia biasa hidup. Memang Riku amat perasa (seperti mamanya) sehingga dia kadang menangis untuk suatu hal yang rasanya “aneh” untuk ditangisi seorang anak kecil. Kuyashii, putus asa… kemarin dulu dia menangis putus asa karena dia tidak bisa bermain basket. Meskipun tante Mariko dan saya sudah bujuk-bujuk tetap menangis. Tapi memang sudah sejak dulu saya selalu tekankan pada Riku, bahwa manusia tidak mungkin BISA segalanya. Manusia itu bukan Tuhan. Coba, usaha, kalau tidak bisa, kita harus tahu juga bahwa mungkin itu bukan bakat kita. Kita bisa cari yang lain, yang mungkin lebih tepat. Saya benci pada ibu-ibu Jepang yang memaksakan anak-anaknya untuk ikut kegiatan/belajar sesuatu bukan karena si anak suka , tapi lebih merupakan “kewajiban” karena anak yang lain juga ambil, tidak mau tampil beda dari orang lain.

Rupanya hari ini adalah hari  mellow yellownya Riku. Besok pagi aku akan coba untuk hubungi salah satu teman akrabnya dan mungkin mereka bisa reuni… (aduh …hidup baruuuu 5 tahun loh ….)

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, curhat

This post was written by imelda on September 11, 2008

Nge-blog

Membaca tulisan dari Ibu Enny tentang Menyebarkan Virus Nge-blog, lalu melihat tulisan mas trainer tentang Trainee ngeblog, dan melihat daftar blogwalking saya yang semakin panjang, saya jadi ingin merenung kembali, kenapa sih saya nge-blog?  Dan kapan tuh mulainya?

Kebetulan dua hari yang lalu, saya tidak bisa tidur padahal sudah jam 2 malam (sebetulnya sudah biasa sih). Kemudian saya nyalakan Yahoo Mail saya dan iseng saya konek ke Chat. Dan di sebelah kiri biasanya berderet nama-nama id yang sedang online yang terdapat dalam daftar list saya. Dan waktu itu saya hampir berteriak melihat sebuah nama yang menyala. Id itu termasuk id awal-awal saya mulai chatting di tahun 2002 akhir. Saya mulai chatting juga karena saya hamil dari Riku dan dengan terpaksa saya harus membatalkan tiket mudik saya ke Jakarta, karena kehamilan saya bermasalah. Untuk mengurangi kesepian saya mulai chatting, dan mengenal cyber world di situ.

Id yang menyala itu kepunyaan Kiki, teman saya yang tinggal di Belanda. Kami memang jarang berhubungan tapi tanggal 24 Agustus kemarin saya teringat bahwa itu merupakan ulang tahunnya, dan saya kirim sms padanya. Hampir setahun saya tidak mendengar kabarnya, sejak kematian tantenya di Batam. Dan dua hari yang lalu itu, saya kembali bisa bercakap-cakap dengan dia.

Saya tahu Kiki tidak mau dikasihani, tapi terus terang awal perjumpaan saya dengan dia, karena simpati saya terhadapnya. Siapa yang mau menjadi janda sih? Lagi pula janda di luar negeri dan harus membesarkan dua anak sendiri. Dia bercerai persis kelahiran anak kedua, seorang angel, Felicia. Kiki banyak bercerita atau memperlihatkan fe lewat webcam nya. Such a cute girl!! Dan bersama anak pertama Arend, mereka hidup bertiga di Belanda. Kebanyakan topik pembicaraan kami seputar anak-anak. Meskipun kadang aku dan kiki terlibat juga percakapan yang “off the record”, pembicaraan sesama wanita.

( Fe n Arend  cute children  —– kiki lagi gaya di webcam hihihi)

Mungkin Anda bertanya apa hubungannya Kiki dengan Blog? Kiki mempunyai blog di Blogspot (Blogger.com) dan saya sering, bahkan hampir setiap jam membuka blognya. Hanya untuk tahu keadaan mereka, cerita kiki tentang anak-anak, tentang dia, tentang hatinya, tentang keluarganya, dan semuanya itu dia tulis dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Belanda. Saya salut dengan dia. Dia yang mengaku tidak mengecap pendidikan tinggi, tapi mampu menuliskan cerita-ceritanya dalam bahasa Indonesia dan asing dengan begitu lancar, dan mampu membuat saya sebagai pembaca ikut menangis, ikut tertawa dan ikut berpikir. Hmmm Saya paling pelit memberikan pujian, tapi saya tidak segan-segan memuji dia. Orang yang mau maju, mau belajar terus dan tegar menghadapi cobaannya. Saya lebih respek, lebih hormat pada orang yang mau maju meskipun tidak menyandang “S” di belakang namanya, daripada orang yang S nya berderet tapi mandeg dan sombong.

Karena blog Kiki itulah saya ikut nge-blog di blogspot. Mulai menulis tepatnya tanggal 28 April 2005, meskipun saya sudah punya account di blogger sejak Juni 2003.  Baru saat itu saya tahu blog itu apa, dan sejak itu berangsur-angsur kenikmatan berinternet pindah dari chatting yang hanya berhaha-hihi ke blog yang lebih serius. Sampai saking getolnya saya nge-blog saya mempunyai 11 blog yang isinya berlainan sesuai maksud dan tujuannya. Tapi yang paling banyak dan teratur adalah 13tahun karena itu merupakan blog-diary saya.

Dan karena itu adalah blog diary saya, saya tidak mau menerima komentar, saya matikan fungsi komentar dengan sengaja. Saya tidak mempromosikan blog saya kepada orang-orang, karena jika saya lakukan itu berarti saya membuka dan menyajikan isi perut saya sendiri. Saya hanya memberitahukan pada orang yang dekat saja, tapi tidak kepada keluarga saya.

Nah, kenapa saya kemudian memutuskan untuk membuat blog yang bisa dibaca umum seperti sekarang ini? Sembari nge-blog di blogspot dan di Multiply, saya punya beberapa domain. Dan saya mau membuat website keluarga saya. Tapi bingung juga isinya apa. Dari sebuah pengumuman di  multiply saya bergabung pada sebuah milis, dan di situlah saya bertemu pada seseorang  yang membuat saya ingin membuka blog pada umum dengan hosting pribadi memakai domain keluarga saya. Orang itu tidak lain adalah mas trainer yang dulu sekarang juga berprofesi sebagai makelar blog dan sekarang sekaligus sebagai penyebar virus cinta ngeblog. Saya membaca tulisan-tulisannya yang serius (awalnya serius loh…entah kenapa sekarang jadi ganjen) mengenai interview kerja, written test, presentation dll pokoknya tips mengenai bagaimana seharusnya jika melamar bekerja di suatu tempat. Karena saya belum pernah melamar orang kerja jadi saya pikir bagus juga kalau nanti saya mau melamar di kantor (duuuh sapa ya yang mau terima tante-tante gini hihihi). Tentu saja tulisan ini merupakan pengalamannya sebagai trainer yang seabrek-abrek itu.

Di situ saya mulai berpikir,  blog saya yang banyak dan beragam itu, yang sengaja saya pilah-pilah mengapa tidak saya jadikan satu saja sehingga akan memudahkan  mengurusnya. Dan dimasukkan dalam Domain keluarga yang saya punyai. Maka jadilah Twilight Express ini….

Karena itu dalam kesempatan ini (kayak pidato aja yah) saya mau mengucapkan terima kasih saya pada Kiki (memberi komentar dengan nama Uly) yang sudah memperkenalkan saya pada blog, dan mendorong saya untuk menulis. Kiki sekarang sedang mulai menulis lagi karena account yang dulu hilang, waktu blogger merging dengan google, dan mengharuskan pemakai untuk mempunyai gmail. Kami tunggu tulisannya ya ki. Juga kepada mas trainer yang membuat saya berani untuk membuka blog saya untuk umum dan menerima komentar. Katanya, “Kamu tidak tahu bahwa tulisan kamu yang kamu anggap tidak berguna ternyata bisa berguna untuk orang yang membacanya.” Yes, indeed… dan saya akhirnya sekarang bisa menikmati blogging dan bisa mempunyai teman blog yang demikian banyak, dan dari segala penjuru dunia dan yang paling utama saya punya 3 sahabat blog (mas trainer, bang hery dan lala) yang akhirnya kita menamakan kelompok 4 sekawan ini sebagai Asunaros (ttg Asunaros tunggu nanti saya akan ceritakan di posting lain ya). Berkat kedua orang ini, kiki dan mas trainer, saya pun menjadi peblogger…dan mungkin kelak juga bisa menyebarkan virus blog pada yang lain.

Posted under Catatan Harian * Diary * 日記, Orang * Person * 人物, Share, curhat

This post was written by imelda on September 11, 2008

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 ...11 12 13 Next