RSS
 

Archive for the ‘Catatan Harian * Diary * 日記’ Category

Musim Bunga

08 Mar

Seharusnya aku senang menyambut musim bunga yang mulai datang ke Jepang. Hari hangat bertambah banyak, yang kadang disertai hujan, walaupun memang belum bisa menyimpan coat tebal karena tiba-tiba cuaca bisa berubah dan kita masih perlu memakai coat.

Tapi ada satu yang benar-benar membuatku  menderita di awal musim semi ini yaitu Kafun atau serbuk bunga. Hari Rabu minggu lalu, aku bersepeda ke sana ke mari memakai masker untuk mengurangi serbuk bunga terhirup, meskipun masih juga bersin-bersin. Tapi yang paling menyeramkan waktu aku melihat mata aku di cermin lift. MERAH! dan gatal. Waaaahhh. Mungkin karena ketahanan tubuh kurang akibat kurang tidur menyelesaikan terjemahan, alergi aku terhadap serbuk bunga/pollen tahun ini amat sangat mengganggu.

Memang dari kecil aku punya alergi terhadap house dust, yang menyebabkan kamar kami selalu harus pakai AC dan tidak boleh memakai karpet atau tirai dari wool. Pilek dan bersin-bersin sudah biasa, sehingga kami sering berkata. “Pabrik tissue harus berterima kasih pada kami”.

Tapi waktu aku datang ke Jepang, sangat jarang aku bersin-bersin. Mungkin Tokyo udaranya lebih bersih dari Jakarta ya? Entahlah. Sampai pada suatu hari, kira-kira 5 tahun setelah tinggal di Jepang, waktu aku mengajar di rumah murid nun jauh di dekat bandara Narita sana. Tiba-tiba aku bersin-bersin pilek, sampai aku minta maaf pada tuan rumah. Baru pas pulang, dia berkata,
“Sensei kafunshou?”
“Tidak”
“Soalnya di belakang rumah ini adalah hutan pinus (pohon sugi) yang mengeluarkan serbuk bunga”
“Waaahhhh mungkin mulai hari ini saya kafun”
Sambil aku melihat deretan pohon pinus itu mengeluarkan serbuk bunganya yang ditiup angin. Gambarnya kira-kira seperti ini.

Serbuk bunga pinus yang beterbangan di awal musim semi

Ya memang selain pohon sugi atau pinus, ada beberapa jenis pohon yang menyebabkan kafunsho. Tapi pohon sugi ini yang paling banyak penderitanya. Menurut data dari Weather News tanggal 4 Maret lalu, lebih dari 30% orang Jepang menderita kafunshou. Daerah Kanto-Tokai (Tokyo dan sekitarnya) paling banyak , dan paling sedikit di daerah Kyushu (selatan Jepang). Daerah Shizuoka dianggap yang paling banyak menderita alergi serbuk bunga ini.

Jadi meskipun dikatakan alergi serbuk bunga, bukanlah akibat bunga-bunga cantik yang saya pasang di sini. Bunga Plum ini mekar di halaman belakang parkiran di apartemen kami. Satu lahan terbagi dua, sebelah kiri berwarna putih dan sebelah kanan berwarna pink. Cantik ya?

Nah, kebetulan ada teman yang bertanya mengenai apa bedanya bunga Momo (peach), bunga Ume (plum) dan bunga Sakura (cherry). Setelah cari-cari ke sana kemari ketemu deh perbedaan bunga tiga jenis, yang memang kalau sekilas mirip semua (dan waktu mekarnya sebenarnya berlainan)

Bunga Plum (Ume):

- tidak mempunyai tangkai bunga, sehingga seakan menempel pada batang
- satu kuntum satu bunga
- ujung kelopak bunga berbentuk bundar

Bunga Peach (Momo):

- tangkai bunganya amat pendek, sehingga terlihat keluar dari batang
- satu kuntum  dua bunga yang diapit bakal daun
- ujung kelopak bunga tajam

Bunga Cherry  (Sakura):

- tangkai bunganya panjang sehingga seakan menjuntai dari batang
- bunganya berumpun seperti anggur
- ujung kelopak bunga terpecah dua

Penjelasan dan gambar didapat dari sini.

Sekarang masih musim bunga Plum, sekitar akhir Maret/awal April baru bunga Sakura bermekaran.

 

Memang keluarga yang terbaik…

04 Mar

Setidaknya itu kata Riku di akhir pekan lalu. Pada hari ulang tahunnya, Kamis lalu, dia mengundang 6 orang temannya untuk bermain di rumah. Sengaja bukan aku yang mengundang, karena sebetulnya tidak ada kebiasaan di Jepang untuk membuat pesta ulang tahun. Apalagi membagikan kue-kue bingkisan ulang tahun di sekolah (kebiasaan membagikan “berkat” begitu idi sekolah ternyata masih ada, karena waktu aku pulkam tahun lalu, adikku sempat bingung akan membagikan apa waktu anaknya ultah) sama sekali tidak ada. Well orang Jepang jarang memperingati ulang tahun deh.

Jika aku menuliskan undangan, ibu anak-anak itu akan kewalahan untuk mencari kado. M-E-R-E-P-O-T-K-A-N. Kita orang Indonesia bisa bilang, “Tidak usah bawa apa-apa….datang saja”. Tapi orang Jepang TIDAK AKAN PERNAH BISA DATANG TANPA MEMBAWA APA-APA. Pernah beberapa kali teman Riku main ke rumah, mereka pasti membawa (dibawain ibunya sih) satu bungkus snack untuk dibagi/makan bersama (OMG Riku pernah bermain ke rumah temannya ngga ya? Aku kudu siapkan snack nih untuk membawakan Riku kalau dia bermain ke rumah temannya).

Jadi aku menyuruh Riku memanggil temannya, dan karena aku sedang sibuk mengerjakan terjemahan aku sediakan pizza dan kue ultah dari Baskin aja. Undangan disampaikan hari Senin. Hari Selasa Riku mendapat jawaban bahwa hanya 3 orang yang bisa datang. Lalu aku bilang, biar saja, lebih sedikit kan lebih banyak jatah makannya hihihi (dasar pikirannya makan mulu). Tapi hari Rabunya dia pulang dengan sedih dan berkata bahwa cuma 2 orang yang bisa datang esoknya.

Pas hari H, sesudah pulang sekolah, Riku menjemput temannya ke bawah. Ternyata hanya ada satu orang yang datang, dan ….. mereka bermain di bawah. Temannya ini membawa semacam permainan dengan tali. Tapi mungkin Riku mengikat salah atau bagaimana, tali itu tidak bisa diurai lagi. Oleh temannya itu, Riku harus memperbaiki (mengurai) tali itu dan jika tidak bisa game DS nya untuk dia. Wah Riku kan panik, karena dia tahu DS itu mahal. Akhirnya Riku minta maaf dan lari ke rumah.

Begitu masuk ke dalam rumah, dia menangis. Wah aku kan panik, ada apa nih… Mendengar ceritanya ternyata dia di”ancam” harus memberikan barangnya jika tidak bisa begini begitu. Aku ikut sedih, karena kok anak kelas 1 SD sudah bisa main palak-memalak begini. “Hari ulang tahun aku yang paling buruk!”… Ya kenapa mesti terjadi pas di hari ulang tahun. Kasihan Riku. Untuk sementara aku peluk dia, dan mengajak dia makan Pizza berdua. “Hari Sabtu, Minggu dan Senin kan papa libur, nanti Riku pergi saja sama papa ya. Kasih tahu papa, Riku mau ke mana”
“Cuma mama yang baik sama Riku…”
“LOH Riku… Riku kan anak mama. Masak mama mau jahat sama Riku. Riku nangis ya mama juga ikut nangis dong.”
“Iya ya…. hihihihi”

merayakan ultah Riku dengan sederhana

Setelah Gen pulang kantor (yang lebih cepat dari biasanya yaitu jam 7:30 malam) kami makan pizza dan kue yang tadinya diperuntukkan pesta kecilnya Riku. Padahal tadinya mau makan di luar tuh, soalnya aku ngga ada waktu untuk masak.

bergaya dengan sepeda barunya

Baru hari Sabtunya, Riku pergi bersama papanya untuk membeli kado ulang tahunnya, sementara aku di rumah bersama Kai dan mengerjakan pekerjaan terjemahan yang belum selesai. Sebuah sepeda baru karena sepedanya yang lama sudah “kekecilan”. Anakku sudah bertambah tinggi, sehingga sepeda “masa kanak-kanak”nya sudah terlalu pendek untuk kakinya. Jadi kami sepakat untuk memberikan sepeda dengan jari-jari 22 cm (tadinya 18 cm).

bedanya ternyata cukup banyak ya, Ban dengan jari-jari 18 cm dan 22 cm

Sepeda yang lama nanti akan diberikan ke Kai kalau dia sudah mau, karena sebetulnya kami masih menyimpan roda bantuan sehingga tinggal dipasang saja lagi. Kasihan si Kai jarang dapet barang yang baru, selalu lungsuran.

Untuk berlatih memakai sepedanya yang baru, Gen mengajak Riku ke stasiun dekat rumah kami. Dan ternyata di pos pemadam api dekat stasiun itu sedang mengadakan “open house”. Jadi deh Riku belajar mematikan api, dipakaikan baju pemadam, diperbolehkan naik mobil pemadam, dan juga belajar tali temali serta pernafasan buatan untuk bayi. wow! Aku melihat foto-fotonya saja jadi iri, dan juga iri untuk Kai karena dia tidak ikut. Tapi Kai juga masih terlalu kecil, bisa-bisa dia nggerecokin saja, Pasti ada waktunya juga untuk Kai.

Well, terobati sudah kekecewaan Riku di hari ulang tahunnya. Memang melewatkan waktu bersama keluarga adalah yang terbaik….

Riku dengan baju petugas pemadam ... pipoooo pipoooo

 

Happy Milad Bouya

25 Feb

Di sebuah iklan Disney Channel, ada sebuah pernyataan hati seorang ibu:

kemarin kamu tidak bisa apa-apa, sekarang sudah bisa…
tapi jangan cepat-cepat menjadi besar ya……

Tujuh tahun yang lalu kamu lahir, kecil dan tidak mampu apa-apa. Bahkan hari-hari  pertama harus kamu lewati di dalam inkubator.

Karena prematur, pertumbuhan motorik kamu juga tidak secepat teman-teman seangkatan kamu.

Meskipun badan kamu besar, kadang hati kamu masih kecil. Karena teman sekelasmu  berbeda usia hampir satu tahun.

Tapi mama tahu kamu selalu mau berusaha, menjadi murid yang baik. Anak yang baik, dan kakak yang baik.

Terima kasih ya sayang, kamu tidak pernah menolak satu kalipun kalau mama minta tolong sesuatu. Meskipun kamu sering menolak kalau mama suruh tunggu sendirian di rumah, karena takut.

Maafkan mama ya kalau akhir-akhir ini mama sering marah dan bersuara keras sehingga kamu pikir mama bentak kamu. Bukan maksud mama memojokkan kamu di depan Kai, hanya ingin tahu mengapa kalian bertengkar. Itu saja.

Dan satu lagi Riku… Mama senang sekali waktu tadi malam kamu merapat ke mama karena takut waktu mama bacakan buku yang diminta Kai.

Jam berdentang…. dong…dong…dong….
Siapa yang masih bangun jam segini?
Burung Hantu? Kucing hitam? Tikus yang nakal? Atau… pencuri?
Bukan….bukan…. tengah malam adalah waktunya HANTU
Ehh… ada yang masih bermain tengah malam begini?
Jadilah kamu hantu dan terbang ke dunia hantu….

Sesekali manja ya Riku… mama kangen peluk kamu. Mama tahu kamu sering kecewa karena Kai merebut mama dan minta dipeluk begitu kamu peluk mama. Tapi percayalah, mama sayang kamu sama besarnya dengan Kai.
Apalagi kamu sudah menemani mama 7 tahun … jauh lebih lama dari Kai yang baru 2,5 tahun kan?

Kamu….

Paulus Riku Miyashita

kamu istimewa…

Jadi… di hari jadi kamu hari ini 25 Februari 2010, mama mau mengucapkan selamat ulang tahun. Selamat menjadi lebih besar 1 tahun lagi. Tapi…. jangan cepat-cepat ya besarnya.

Mama mau menikmati hari-hari kita bersepeda bersama menjemput Kai.
Masih mau mendengar, “Mama lapar, ada snack apa?”.
Masih ingin menggandeng tangan kamu dan pulang bersama dari sekolah, karena kamu mau pulang sama-sama. Bahkan kamu pamer ke teman-teman, “Ini mama gue…”
Masih mau date bersama, makan es krim dan takoyaki…
Masih mau ini dan itu bersama-sama…sebelum kamu bosan dengan mama (semoga tidak ya)

Kado ulang tahun? Tunggu hari Minggu ya? Nanti kita cari sama-sama papa dan Kai…..


 

Lupa

24 Feb

Lupa sudah pasti bukan hanya monopoli orang lanjut usia. Anak-anak pun bisa lupa makan, lupa belajar kalau sudah asyik bermain. Biasanya kita mudah lupa kalau dalam keadaan “setengah sadar” alias mengantuk atau sibuk. Menurut data, orang Jepang paling sering kelupaan barang di dalam kereta atau taksi (ya karena inilah transportasi orang Jepang yang paling banyak di pakai).  Asyik berbicara dengan teman, bengong, mengantuk atau bahkan ketiduran menyebabkan kita tidak sadar bahwa kita ketinggalan barang (untung bukan orang ya hihihi). Dan yang paling banyak tertinggal di dalam kereta adalah payung, baju, handphone dan belanjaan.

Enaknya kalau di Jepang, jika kita tahu bahwa kita ketinggalan barang langsung begitu turun, kita bisa langsung memberitahukan petugas stasiun. Apalagi kalau kita tahu sebelumnya kita duduk di gerbong nomor berapa. Biasanya petugas akan menghubungi petugas di stasiun berikutnya, untuk mengambilkannya. Tak jarang kami tertahan sebentar karena petugas mengambil barang di gerbong yang diberi tahu, dan menahannya untuk kita. Kita bisa naik kereta berikutnya untuk “menjemput” barang kita itu.

Jika tidak langsung sadar bahwa kita ketinggalan, bisa menghubungi “Lost and Found” dan melaporkan ketinggalan apa dan meninggalkan nomor telepon kita. Biasanya sih tidak lama akan ada panggilan untuk mengambil barang tersebut.

Itu kalau kelupaan atau jatuh di kereta atau di taksi. Kalau di jalan? Biasanya sih orang Jepang jika menemukan dompet, atau handphone (saya juga pernah tuh menitipkan handphone orang yang nyangkut di baju saya ke petugas  kereta), buku, bungkusan dsb akan melaporkan penemuannya ke petugas. Jika menemukan barang itu di toko, ya kepada petugas toko. Jika di stasiun memberikan ke petugas stasiun. Di sekolah, kepada guru/petugas sekolah. Tapi kalau di jalan ya melaporkannya ke kantor polisi, seperti yang dilakukan Riku beberapa hari lalu.

Waktu aku cari data mengenai barang apa yang terbanyak “ketinggalan” atau “jatuh” ternyata aku mendapatkan data dari kepolisian Jepang. Yang menuliskan bahwa dalam tahun 2009, ada sebanyak  2.630.000 kasus penemuan barang. Yang terbanyak adalah baju sebanyak 390.000 kasus, payung 370.000 kasus, surat-surat/dokumen sebanyak 250.000 kasus. Orang yang menemukan akan diberikan surat penemuan, dan biasanya orang yang telah melaporkan kehilangan dengan memberikan ciri-ciri khusu pada barangnya, akan mendapatkan barangnya kembali. Jika kehilangan barang dan mencarinya ke pos polisi terdekat biasanya setelah diperiksa isi dan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan pengakuan si empunya dan cocok, maka barang akan dikembalikan.

Aku pernah ketinggalan dompet uang receh di stasiun bertahun yang lalu. Wah aku pikir pasti tidak akan ketemu deh, karena aku tidak taruh nama atau tanda khusus, cuma ada beberapa kartu bus dan kartu discount. Ehhh iseng tanya ke petugas stasiun, dia bertanya, “warna apa?”. Coklat kecil…. “Ada apa saja isinya?” Lalu aku bilang, “uang kecil dan kartu bus, kartu kartu”. Langsung deh diberikan dompet uang kecil itu kepada saya. Tapi waktu itu, dia menyuruh saya menelepon orang yang menemukan dan bilang terima kasih. Saya dipinjamkan telepon di situ loh. Hebat! masih bisa ketemu dompet tanpa nama di Jepang! Dan tentu saja tidak keluar biaya apa-apa (ada banyak kasus teman-teman saya juga yang masih bisa menemukan dompet. T.P san bahkan sampai 2 kali kehilangan dompet dan kembali)

Barang-barang yang ditemukan akan disimpan di pos polisi sampai 1 bulan, dan sesudah itu akan di pool di pusat penemuan barang sampai 3 bulan. Sesudah 3 bulan, jika si pemilik tidak muncul akan dibuang atau menjadi milik si penemu . Karena itu perlu mengisi formulir penemuan barang. (dan sebetulnya Riku berhak mendapat 10 yen uang yang dia laporkan waktu itu hehehhe)

Untuk keterangan mendetil mengenai lost and found di Jepang bisa melihat website kepolisian Jepang di sini. (sayang berbahasa Jepang, yang berbahasa Inggris hanya info penting saja, tidak lengkap)

Aku menuliskan ini, karena kebetulan suamiku baru kehilangan dompetnya. Baru sadar tadi malam waktu pulang kantor. Dan karena pikir mungkin ada di kantor, tadi pagi Gen pergi tanpa dompet ke kantor. Tapi cari di kantor tidak ketemu! Nah loh. Akhirnya aku yang panik telepon kartu kredit untuk memblokir kartu kreditnya. Untung dia tidak pernah bahwa kartu ATM bank (aku yang pegang soalnya :D ). Oleh kantor Kartu Kreditnya disuruh melapor ke polisi. Tapi aku ragu, dan rasa lebih baik Gen sendiri yang melapor ke polisi. Karena sebetulnya tadi pagi dia pergi ke kantor naik mobil tanpa SIM, jadi lebih baik dia sendiri yang menjelaskan (apakah mau berbohong atau tidak ….hihihi). Nah di telepon aku tanya, kemarin dia pergi ke mana? beli apa? mungkin waktu beli rokok jatuh tuh dompetnya. Baru dia sadar dia pergi ke toko konbini dekat kantor. Jadi dia pergi ke toko itu untuk menanyakan dompetnya …. dan A D A. Ternyata ada orang yang menemukan dan memberikan ke petugas tokonya. HEBAT ya bisa ketemu. (Iya sih uang di dalamnya ngga sampai 5000 yen hihihi) .

Memang Gen kemarin lagi sibuk sekali dan tegang karena ada audit di kantornya. Untung semua lolos dan ditambah dompetnya ketemu hari ini. Kesalahan dia hanya mengemudikan mobil dari kantor ke rumah tadi malam, dan dari rumah ke kantor tadi pagi, tanpa SIM… untung juga tidak terjadi apa-apa sehingga tidak perlu menunjukkan SIM pada polisi. Serba untung deh… (ternyata kami sudah menjadi orang Jawa nih, yang menganggap semua masih untung!)

 

Cara Mengusir Ngantuk

23 Feb

Hmmm dasar Jepang, segalanya dibuat angket. Iseng baca-baca ketemu angket tentang “Cara kamu mengusir ngantuk waktu sedang bekerja”. Ada 10 yang terpilih, dan yang paling dipilih orang adalah : “Pergi ke WC“…. sayangnya tidak dispesifikasi lagi, pergi ke WC untuk apa? Tidur di WC, atau cuci muka, atau buang air atau ngacaan ngeliat tampang sendiri sampai terbangun (tampang drakula mungkin yah hihihi), atau merokok, atau ML (Menyikat Lantai) atau yang lain …..

Nah yang kedua baru “Minum Kafein” alias ngopi… sayangnya aku ngga mempan tuh minum kafein. Wong abis minum langsung tidur juga bisa jeh. Yang ketiga “Olahraga ringan atau strech“. Nah kalau ini sih aku gampang, bersihin rumah aja bisa buat melek… saat itu saja. Kembali ke depan komputer ya ngantuk lagi hihihi.

Yang keempat : “Makan permen karet“. Wah aku ngga suka ngunyah permen karet, yang ada malah sakit kepala kebanyakan memamah biak hihihi. Yang kelima adalah “Mencuci Muka atau Tangan“. Untuk wanita mungkin kalau sedang di kantor ya tidak bisa. Soalnya musti perbaiki make up lagi dong. (Jadi ingat kalau om-om jepang terima handuk panas langsung lap mukanya…)

Yang keenam : “Meneteskan obat mata“… ini memang sering dilakukan orang Jepang. Yang aku takuti apakah tidak pengaruh ya untuk kesehatan mata. Tapi karena banyak orang Jepang pemakai contact lens, jadi memang perlu mungkin ya.Aku sendiri jarang sekali pakai tetes mata. Kalau mau tetes mata selalu minta tolong mama. Setelah di Jepang karena terpaksa baru bisa netes mata sendiri (dan anak-anakku). Yang ketujuh : “Memijat mata/kepala“… ntar keenakan malah jadi bobo deh :D

Yang kedelapan : “Ngobrol” horeeee… memang ini paling bagus untukku juga. Chatting juga termasuk kan? Tapi biasanya sih jadi keterusan ngobrol dan pekerjaan tidak maju-maju deh. hihihi.

Yang kesembilan: “Makan permen menthol” dan terakhir “Memijat titik-titik peredaran darah”. Nah, ada cara lain yang ampuh juga tidak ya??? Aku butuh nih, karena biasanya aku insomnia, susah tidur. Tapi pas ada kerjaan terjemahan kok insomnianya sembuh tuh. Apalagi kalau Kai sudah memanggil : “Mama, bobo sini. Peluk!!!” aduuuh susah deh menolaknya hehehe.

Mungkin kalau sekarang bisa ditambah dengan “Fesbuking” dan “Blogging” ya?

Kai menguap... ayooo hati-hati tutup mulut Anda. Katanya menguap itu menular loh hihihi

Angket dalam bahasa Jepang diambil dari sini.