Nov
25
Filed Under (Bahasa 言語) by imelda on 25-11-2008

OL…. sebuah singkatan yang sering dipakai di dunia maya. Tentu saja semua sudah tahu artinya.. yaitu Online. Tapi terus terang memang pemakaian kata OL ini membuat kami yang tinggal di Jepang agak bingung karena OL di Jepang berarti Office Lady, wanita yang bekerja di kantor. Jadi, mungkin Office Lady itu online, tapi mungkin juga tidak .

Waktu saya browsing kebetulan menemukan sejarah kata OL itu. Pada tanggal 25 November 1963, pertama kali kata Office Lady dimuat dalam majalah mingguan wanita “Josei Jishin“. Dengan penerbitan majalah itu, istilah OL menempati peringkat satu dari angket yang mereka lakukan kepada pembaca untuk menggantikan istilah BG atau Bussiness Girl yang dipakai sampai saat itu. Karena pemuatan di majalah ini maka kata OL menyebar luas ke seluruh Jepang dan dipakai sampai sekarang. Di sini kita bisa juga melihat betapa besar pengaruh media terhadap penyebaran sebuah kata. OL, OB dan OG adalah kata-kata yang ada hubungannya dengan kantor. OB adalah Old Boy dan OG adalah Old Girl, alumnus.

Dan tentu saja hari ini tanggal 25 November merupakan peringatan untuk pegawai wanita or wanita karir di Jepang.

Sep
06
Filed Under (Bahasa 言語, Intermezzo) by imelda on 06-09-2008

****terinspirasi oleh unclegoop *pelabuhan hati* dalam Pantai Kerang dan Karang

Bagai Gelombang

datang dan pergi
menghantam pantai hatiku
menyapu bersih rasa cinta
menyeretnya sampai ke tengah laut

betapa dasyatnya badai cinta itu datang
badai itu pun akan mereda
yang tinggal hanya
pantai yang tenang dan bersih

anggaplah cinta itu badai
yang datang tiba-tiba
tapi juga akan hilang tiba-tiba
dan begitu kau sadari
gelombang cinta itu telah pergi……
jauh…..
tak kembali…..

mengapa kau harus datang, jika kau akan pergi????
kubangun pagar tinggi penahan gelombang
tak mau hanyut kedua kali…..
dalam gelombang yang kau suarakan

***Truth Is Hurt***

Sep
02
Filed Under (Bahasa 言語, Buku * Books *本, Opini 意見) by imelda on 02-09-2008

Dalam pekerjaan saya sebagai narator, suara saya sering dipakai untuk komersial/advertising di radio, atau dalam video atau di pesawat JAL, atau dalam CD untuk pelajaran bahasa Indonesia seperti yang sudah saya masukkan dalam page logbook. Kadang saya tidak punya arsip untuk saya sendiri terutama jika itu untuk komersial dan video (but saya masih menunggu Alex katanya dia mau minta copy DVDnya Yamaha) . Kalau mau mendengar yang JAL berarti saya harus pulkam terus hhihihi (maunya sih gitu). Tapi ada satu CD yang lain dari yang lain, yaitu CD cerita anak-anak.

Bentuknya mungkin bukan seperti yang dituliskan oleh Bang Hery tentang Talking Book. Ada buku cerita bergambar dan ada CDnya. Saya harus mengerjakan terjemahannya dan setelah itu mengerjakan narasinya. Dalam proses menerjemahkannya saya terbentur pada masalah-masalah yang cukup rumit yaitu onomatope. Dalam bahasa Jepang banyak sekali dipakai onomatope dan itu ada yang bisa dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, dan banyak yang tidak bisa dicari kata-kata yang persis untuk bahasa Indonesianya. Misalnya ini :

onna no ko ameno naka wo tattaka tattaka hashitteimasu.

anak perempuan berlari-lari dalam hujan.

tattaka tattaka ini menggambarkan suara anak berlari…. nah… bahasa Indonesianya? ceplak cepluk? atau kalau gendut mungkin debam debum? hihihihi. Dan suara seperti tattaka tattaka ini berbeda tergantung subyeknya… penguin pettan pettan.… duhhhhhhhhhh pusing!!!

Jadi saya harus mengabaikan onomatope seperti itu dalam menerjemahkan.

Selain faktor onomatope yang rumit dalam bahasa Jepang, saya mau memberikan pengakuan yang sebetulnya “memalukan”. Begini, …. dalam cerita ada bagian tentang “Mandi dengan Ayah”. Di Jepang, istilah bagian badan itu sama semua… baik untuk anak-anak laki-laki maupun pria dewasa mengacu pada kata yang sama, yaitu o-chinchin (pasti ada yang sudah pernah mendengar lagu anak-anak chinchin ponpon… nah itu adalah kelamin pria, hampir semua benda dalam bahasa jepang berawal o- yang menyatakan hormat/sopan. Jadi kalau mencari di kamus harus mencari di kata chinchin…. yang dalam bahasa Indonesianya mengacu ke “ring” — makanya dalam misa perkawinan pasangan campur harus menghindari pemakaian kalimat, “Terimalah cincin (RING). ini sebagai lambang cintaku padamu”)

Nah, masalahnya pada tahun 2002 itu saya belum chatting. Coba kalau saya sudah mulai chatting mungkin saya tidak akan membuat kesalahan ini. Saya bisa mengadakan survey/angket ttg kata yang satu ini. Ya, saya hanya mengacu pada kata k**** untuk menerjemahkan kata chinchin ini. Terus terang (phillips terang terus hihihi) saya TIDAK INGAT (kalo lupa ya lupa aja deh ) sama sekali bahwa ada kata t**** …. Dan waktu saya cari di kamus… kata t**** ini berasal dari bahasa Jakarta. Jadi belum tentu dipakai di daerah lain (KBBI: Jk n kemaluan anak laki-laki ). Jadi saya bingung waktu itu dan memutuskan memakai kata k****  itu. Ini benar-benar merupakan pengalaman bagi saya dan semakin sadar betapa pluralnya masyarakat indonesia.

Setelah melalui proses penerjemahan, masuk studio sekitar bulan November 2002 waktu saya sedang hamil Riku. Tentu saja dalam narasi bagian “Mandi dengan Ayah” itu saya harus menahan jangan sampai tertawa atau malu-malu sampai pengucapan tidak jelas hihihi.

Ohanashi ehon ini diterbitkan dalam 25 bahasa oleh Lembaga Pendidikan Shichida. Bagi yang berminat, saya rasa masih dijual di toko buku terkenal di Tokyo.

Jun
27
Filed Under (Bahasa 言語, Buku * Books *本) by imelda on 27-06-2008

A father and his four children–a toddler, a preschool boy and two older girls–go on the traditional bear hunt based on the old camp chant: “We’re going to catch a big one. / What a beautiful day! / We’re not scared. / Oh-oh! Grass! / Long, wavy grass. / We can’t go over it. / We can’t go under it. / Oh, no! / We’ve got to go through it!” The family skids down a grassy slope, swishes across a river, sludges through mud and, of course, finally sees the bear, who chases them all back to their home. It’s a fantastic journey–was it real or imagined?–with the family’s actions (and interaction) adding to the trip a goodnatured, jolly mood. The design of the oversized volume alternates black-and-white drawings with gorgeous full-color watercolor paintings, which Oxenbury uses to wonderful effect. Readers accustomed to her board books will find a different style here, of puddled colors and sweeps of light and shadow. The scale of the pictures and the ease with which the text can be shouted aloud make this ideal for families or groups to share. Ages 4-9.
Copyright 1989 Reed Business Information, Inc.

Ini adalah preview dari sebuah Picture Book terkenal dari Michael Rosen dan Helen Oxenbury (illustrator) yang berjudul “We’re going on a Bear Hunt”. Bahasa Jepangnya “きょうはみんなでクマがりだ”.

Ini adalah PB yang disarankan oleh pembaca cerita di TV bersamaan dengan “Gajah yang Malang”. Tadi malam buku ini terpilih kembali untuk dibacakan sebelum Riku bobo. Bed time stories. Riku bilang bahwa buku ini dipakai dalam pelajaran bahasa Inggrisnya, karena itu saya browsing dan ternyata buku ini cukup terkenal sampai terpilih menjadi “7 cerita terbaik”. Lucu juga ngebayangin anakku ini belajar bahasa Inggris dengan buku ini.

Hari ini kita akan menangkap beruang.

Beruang yang besar!!
Hari yang cerah. Kami tidak takut…
Wah rerumputan. Tinggi-tinggi.
Kita tidak bisa lewat di atasnya
Apalagi lewat di bawahnya.
Kita harus melewatinya.

Karena bukunya besar, enjoy juga menikmati gambarnya, dan berimaginasi membayangkan suasana hari itu. Yang lucu kejadian pada akhir cerita. Karena berakhir di dalam selimut dalam tempat tidur.

Jun
19
Filed Under (Bahasa 言語, Opini 意見, Orang * Person * 人物) by imelda on 19-06-2008

Pasti pada berpikir, judul kok aneh begitu. Ceritanya posting ini mau menjawab pertanyaannya Ai-san mengenai perbedaan sapaan (atribut) orang Jepang (gara-gara nonton Naruto tuh hihihi).

  1. さん san.  Ini yang paling sering dipakai dan paling sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Ikkyu_san juga memakai san, bukan chan.  Seperti yang sudah saya katakan di posting yang lalu, san hanya dipakai untuk orang lain, bukan diri sendiri (atau anggota keluarga yang dianggap sudah merupakan bagian diri sendiri). Jadi saya tidak bisa mengatakan Imelda san.
  2. ちゃん chan. Ini dipakai biasanya untuk perempuan, atau anak kecil baik laki-laki atau perempuan. Mengandung nuansa “manis, imut-imut”. Jadi Bang Hery dan Jeng lala yang panggil saya Emi chan itu menganggap saya manis (doooh narsis…)  Sebtulnya sih biarpun tidak manis dan tidak lucu juga bisa dipanggil chan. Anak saya Riku, sejak kecil kita panggil Riku chan. Tapi di penitipan dia selalu dipanggil Riku-kun.
  3. Nah くん kun ini apa? Kun adalah panggilan untuk anak kecil laki-laki atau untuk lelaki yang lebih muda dari kita. Naruto kun, Riku kun, Kai kun…. Yang sering saya dengar di universitas (kalau tidak salah di Keio) pakai istilah Sho-kun 諸君 (Anda sekalian) daripada minna san. Jadi saya juga tidak bisa panggil Hery kun untuk Bang Hery (karena faktor umur, atau faktor penghormatan). Tapi saya bisa panggil Hangga -kun . (kemana nih Hangga… sibuk dia…)
  4. さま sama. Merupakan bentuk hormat dari -san.  Jadi kalau menulis surat  ~~様, atau dalam suasana formal dipakailah kata ini. Tanpa memandang umur. Jadi mungkin ada yang berkata danna sama kepada suaminya, berarti dia hormat sekali pada suami sampai suaminya dipanggil Tuan. Ya sama ini bisa diterjemahkan sebagai Tuan (Sir).
  5. 殿 どの dono (tono). Ini lebih sopan lagi dari -sama.  Dan biasanya dipakai dalam penulisan saja. Misalnya kepada yth いめるだ 殿. Jaman dulu sih  ada penggunaan Tonosama, yang merupakan penggabungan dari dono dan sama. Bahasa Inggrisnya jadi Lord (Bangsawan bukan Tuhan loh.
  6. selain itu ada juga pemakaian 氏 shi. Biasanya ini di penulisan yang tidak melihat pangkat atau status, misalnya di koran. Karena di percakapan tidak pernah dipakai, shi ini tidak usah dihapal deh.  Padahal shi itu kan mirip dengan si. Si Tanaka, Si Yamada dll.
  7. Nah yang buat kepala pusing sebetulnya jika pemanggilannya memakai “jabatan”. Misalnya yang paling sering dengar adalah sensei. 先生 Kalau Anda belajar huruf kanji bisa lihat artinya dia itu lahir duluan …sakini umareta. Jadi dia lebih “tahu”. Jadi guru dipanggil sebagai sensei. Kalau Anda mengikuti kuliah saya, ya harus panggil saya “Imelda sensei”. Yang lucunya orang Jepang yang belajar bahasa Indonesia, menerjemahkan secara harafiah dan memanggil saya “Guru Imelda”…. padahal cukup dengan Ibu Imelda saja. Dan kata sensei ini juga dipakai untuk mereka yang berprofesi Dokter, Pendidik (termasuk pekerja di penitipan bayi/anak karena mereka belajar dan punya license untuk menjadi itu), dan yang amat sangat tidak cocok menrut saya adalah dipakai juga untuk politikus. Jadi kalau Anda berkunjung ke parlemen jepang, semua dipanggil Sensei deh. Padahal belum tentu mereka pantas disebut sebagai sensei. (Saya bisa tahu ini karena saya pernah tinggal di rumah anggota parlemen Jepang).
  8. Panggilan lain menurut jabatan yaitu misalnya Imelda-shacho (direktur), Imelda Kacho (Kepala bagian), Imelda Bucho (Kepala Divisi — lebih tinggi dari Kacho), Imelda Tencho (pemilik toko), Imelda Senshu (atlit), Imelda Ana (singkatan dari announcer –penyiar TV), dll nanti kalau saya inget saya tambahkan lagi deh.

Semoga Ai-san dan mungkin yang lain yang sedang belajar bahasa Jepang bisa mendapat pencerahan hihihi.

BTW, hari ini adalah hari peringatan seorang pengarang Jepang terkenal yang bernama Dazai Osamu. Dia lahir tanggal 19 Juni 1909, dan meninggal (bunuh diri) tgl 13 Juni 1948 dalam usia 38 tahun. Karyanya yang berjudul Ningen Shikkaku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi No Longer Human. Kalau terjemahan harafiahnya “tidak memenuhi syarat menjadi manusia”. Buku ini kabarnya merupakan novel terlaris/ternama ke dua di Jepang, setelah “Kokoro” karangan Natsume Soseki. Pengarang ini benar-benar terobsesi pada kematian dan bunuh diri. Yang heran banyak orang Jepang yang suka, termasuk suami saya. Terus terang saya belum pernah baca karyanya, dan sepertinya kok malas ya membaca karya orang yang bunuh diri. prejudice lagi :(

Hidup di negara dengan empat musim itu memang menarik. Setiap 3 bulan ada pergantian musim yang berarti pula pergantian pemandangan, pergantian fashion trend dan pergantian musik!. Ya, saya juga heran karena ternyata memang ada lagu-lagu yang cocok untuk dinyanyikan pada musim tertentu. Misalnya di Jepang ada kelompok musik TUBE yang selalu merilis album pada musim panas, dan tema lagunya tidak jauh dari trend musik panas yaitu pantai, bikini dan matahari. Saya suka musik TUBE yang riang ini, meskipun liriknya kadang agak aneh dan seksi hihihi (gimana ya lirik seksi itu…..ada deh )

Tapi kali ini saya mau menceritakan tentang sebuah band yang bernama Southern All Stars (SAS), sebuah band rock/pop terkenal di Jepang. Memang SAS tidak hanya mengeluarkan album di musim panas, tapi biasanya mereka mengadakan konser pada musim panas dan malam tahun baru. Memulai debut musik mereka pada tahun 1975, dari sebuah kelompok musik universitas Aoyama Gakuin yang bernama “Better Days”. Hampir semua lagu-lagunya menempati tangga musik Jepang, bahkan HMV menyatakan kelompok band ini sebagai peringkat teratas 100 pemusik Jepang terkenal.

Read the rest of this entry »

May
20
Filed Under (Bahasa 言語, LIVING in Japan, Uncategorized) by imelda on 20-05-2008

Kalau di Indonesia mah sudah jelas, hari ini adalah hari Waisak dan Harkitanas (Kebangkitan loh, bukan Kesakitan …seperti yang tertulis di sebuah posting). Ada satu hal yang saya merasa beruntung dalam kaitan agama Buddha/Hindu, yaitu nama-nama dewa, atau istilah keagamaan yang ada biasanya memakai bahasa Sanksekerta kan. Misalnya Vishnu, Shiva, Ganecha dll. Nah saya pernah merasa bangga, waktu pergi ke kuil Sanjusangendo di Kyoto. Di kuil itu berbaris patung dewa-dewa sebanyak 1000 patung. Semuanya mempunyai nama dalam tulisan kanji, tapi dibawahnya tertulis bahasa Sanskrit. Dan ada beberapa dari nama-nama itu yang saya kenal, sehingga saya bisa “sombong” sedikit kepada teman Jepang saya.

Read the rest of this entry »

Apr
26

Dalam bahasa Jepang banyak masukan dari bahasa asing, dan bisa diketahui waktu penulisan yaitu dnegan huruf katakana. Satu yang terkenal adalah arubaito yang berasal dari bahasa Jerman arbeit. Namun dalam bahasa Jerman artinya bekerja, sedangkan dalam bahasa Jepang artinya kerja sambilan. Arti dalam bahasa Jepang mengalami pergeseran dari arti aslinya.

Akhir-akhir ini saya sering membaca survey yang diadakan situs bahasa jepang GOO. Banyak survey yang menarik dan dapat dipakai sebagai bahan pemikiran. Dan satu yang baru-baru ini diumumkan adalah tentang Bahasa Jepang English yang saya singkat jadi Jap-lish. Kalau singlish (Singaporean English) terkenal dengan pengucapan la… di akhir kalimat, kalau bahasa Jepang? Hmmm susah untuk didefinisikan. Karena dalam bahasa Jepang tidak ada bunyi konsonan berurut, pasti harus ada vokalnya sehingga terlalu banyak bedanya dengan bahasa Inggris. Satu contoh yang sering dibecandain bapak saya adalah pengucapan Mac Donald, dalam bahasa Jap-lish ini menjadi Maku donarudo. Gulliver menjadi garibaaaaa hehehe.

Tapi selain pengucapan ternyata ada banyak juga kata-kata yang sekilah seperti bahasa Inggris tapi sebenarnya itu hanya ada di Jepang saja. Seperti kata NAITAA ナイター yang mungkin kalau ditulis dengan huruf latin nighter. Kata ini merujuk pada pertandingan base ball yang diadakan pada malam hari. Kata ini juga hanya terdapat di Jepang, yang saya katakan Jap-lish itu. Sehingga pembaca berita NHK tidak pernah mengatakan nighter tapi night game, kata bahasa Inggris yang sebenarnya.
Photobucket Photobucket

(hambagu dan shukrimu)

Nah, yang terdapat pada survey GOO beberapa hari yang lalu adalah penggunaan Jap-lish dalam nama makanan di Jepang. Yang jika dipakai di luar negeri (oleh orang Jepang) tidak akan dimengerti. Urutan pertama adalah HAMBAGU- ハムバーグ, yang bahasa Inggrisnya adalah Hamburger. Kedua, SHUUKURIMU シュークリーム yang bahasa Inggrisnya Cream Puff, dari bahasa perancis chou ala creme. Ketiga, DEKORESHONKE-KI デコレーションケーキ , bahasa Inggrisnya Fancy Cake. Keempat, FURAIDO POTETO フライドポテート yang dalam bahasa Inggrisnya French Fries atau Chips. Kelima, KONBI-FU コンビーフ Corned Beef bukannya Corn beef…. Keenam, REMONTI- レモンティー , katanya bahasa Inggrisnya Tea with Lemon…tapi kayaknya di Indonesia bisa mengerti ya bahasa Jap-lish ini. Ketujuh, MIRUKUTI- ミルクティー ini juga katanya bahasa Inggrisnya Tea with milk. Kedelapan, RO-RUKYABETSU ロールキャベツ seharusnya Cabbage Roll. Kesembilan, KOROKKE dalam bahasa Indonesianya Kroket, berasal dari bahasa Perancis croqutte. Kesepuluh, SOFTKURIMU ソフトクリーム untuk ice cream corn atau soft serve ice cream. Kesebelas, AMERIKANKO-HI- アメリカンコーヒー yaitu kopi yang encer, seharusnya weak coffee. Keduabelas, HOTTOSANDO ホットサンド, sandwich yang panas, seharusnya dalam bahasa Inggris grilled Sandwich. Ketigabelas, HOTTOWAIN, ホットワイン , wine panas untuk gluhwein (jerman) atau mulled wine bahasa Inggrisnya. Keempatbelas, HAMUEGGU ハムエッグ untuk Ham and Egg. Kelimabelas, HOTTOKE-KI ホットケーキ untuk pancakes. Keenambelas, SHOTOKE-KI ショットケーキ untuk Cake, biasanya yang dilapis krim putih dan dihias Strawberry. Ketujuhbelas, RORUPAN, ロールパン untuk roll , bread roll. Kedelapanbelas, OMURAISU, オムライス Omellet Rice . Kesembilanbelas, SPAGHETTI NAPORITAN スパゲティナポリタン untuk fried spaghetti with tomato ketchup. Keduapuluh, PURINプリン untuk custard pudding.

Dalam ulasan juga dikatakan, jangan sampai salah bilang SHUKURIMU dengan maksud minta kue sus, tau tau nanti dikasih SHOE CREAM…krim sepatu hahaha
Photobucket
(Omuraisu)

Apr
21
Filed Under (Bahasa 言語) by imelda on 21-04-2008

6. 八方美人 はっぽうびじん happoubijin
Orang yang pintar mengambil hati dan supaya disukai semua orang. Tadinya saya pikir idiom ini merupakan pujian…. tapi gen bilang…. kalau dibilang seperti itu malah tidak bagus. Karena berarti kita dianggap pintar berbasa-basi tapi belum tentu itu yang sebenarnya.

7. 一刻千金 いっこくせんきん ikkokusenkin
Time is money. Waktu adalah emas.

8. 一所懸命 いっしょけんめい isshokenmei
Nah kalau idiom ini sudah aku pelajari sejak di Indonesia. Pasti keluar dalam contoh kalimat 一所懸命勉強します。 Akan belajar segiat mungkin/ belajar sungguh-sungguh.

9. 右往左往 うおうさおう uousaou
hilir mudik. ribet. Kalau lihat dari kanjinya bisa dimengerti. pergi ke kiri dan ke kanan…

10. 冠婚葬祭 かんこんそうさい kankonsousai
Kita pasti akan sering melihat kanji ini dalam kehidupan di Jepang. Dan dengan alasan itu kita bisa mendapatkan cuti dari sekolah/kantor. Melambangkan peringatan besar dalam kehidupan kita yaitu kelahiran (biasanya cuti 3 hari), menikah dan kematian. Aspek kehidupan yang penting ini sampai dibisniskan juga. Misalnya ada perusahaan yang mengurusi kematian atau pernikahan termasuk didalamnya perusahaan yang menyewakan peralatan waktu upacara, atau perusahaan catering yang menyediakan makanan khusus dalam upacara penting tersebut.

Apr
03
Filed Under (Bahasa 言語) by imelda on 03-04-2008

Dalam bahasa Jepang ada yang namanya 四字熟語 Yoji Jukugo yang artinya kata majemuk dari 4 huruf Kanji. Kadang bisa diartikan sebagai idiom atau bisa juga pepatah. Tapi syaratnya harus 4 kanji saja. Biasanya merupakan Idiom yang dikenal semua orang. Ada beberapa idiom yang sering dipakai dan patut diketahui mereka yang belajar bahasa Jepang. Saya kumpulkan beberapa yang sering saya dengar dan pakai.

1. 一期一会 (ichigo ichie)
bukan ikki ikkai meskipun bisa dibaca begitu. Artinya suatu pertemuan mungkin adalah yang pertama dan terakhir dalam kehidupan kita. Perkataan ini merupakan inti pemikiran Sado (茶道) The way of tea, yang diucapkan pertama kali oleh Yamanoue Souji, yang merupakan murid Sen no Rikkyu. Master of Tea Ceremony. Karena menganggap pertemuan itu untuk pertama dan terakhir, dengan penuh perasaan melayani tamu.

2. 二人三脚 (ninin sankyaku)
Arti harafiahnya 2 orang 3 kaki… mungkin bisa bayangkan permainan game di pramuka yang 3 orang kakinya diikat dan harus jalan sama-sama. Memang artinya Kalau dua orang bekerjasama bisa menghasilkan sesuatu yang bagus.

3. 四六時中 (shirokujichu)
Saya bertemu kata ini pertama kali dalam lirik lagu dari Southern All Stars …..shirokujichu suki to itte…. Artinya ichinichiju…satu harian, selalu…. Kenapa 46 shiroku? padahal kita tahu 1 hari saja hanya 24 jam…. ternyata dipakai 46 dari 4×6 =24 ..rupanya orang Jepang memang senang berhitung ya. Sampai pepatah saja pakai perkalian. hehehe

4. 大安吉日 (taiankichijitsu)
Kalau Anda pernah pergi ke pesta perkawinan orang Jepang, dan mengerti penanggalan Jepang, pasti tahu tentang TAIAN 大安. Hari yang membawa keberuntungan, sehingga semua acara yang berhubungan dengan masa depan pasti diadakan pada hari ini, dan biasanya hari cerah. Kichijitsu berarti hari baik. Jadi Taian kichijitsu arti = hari baik. Saya sendiri bukan berasal dari suku Jawa sehingga tidak mengerti soal pon, wage, legi kliwon pahing… penanggalan jawa, tapi pasti ada hubungannya antara nama hari dengan hari baik. Dan mungkin kalau di Jawa akan lebih ruwet lagi menentukan hari baik. Di Jepang cukup melihat kalender dan ditetapkan hari baik pada Taian.

5. 七転八起 (sichiten hakki)
sesuai kanjinya jatuh 7 kali bangun 8 kali. Berapa kalipun Anda gagal harus mengumpulkan keberanian untuk bisa bangkit lagi. Kok saya jadi lupa, apakah peribahasa seperti ini ada tidak ya di bahasa Indonesia…. pikun ….

6. bersambung………