my journey from dawn to dusk

Author Archive

Belajar (+Wisata) Lagi di Kyoto

Sepuluh hari yang lalu, tepatnya tgl 14-15 November aku pergi ke Kyoto. Sendiri, dalam arti tanpa anak-anak. Karena aku pergi ke sana bukan untuk berwisata, tapi untuk belajar. Lagi. Jadi mulai awal tahun lalu aku menjadi anggota sebuah Himpunan yang diberi nama Himpunan Peneliti Indonesia Seluruh Jepang atau dalam bahasa Jepangnya Nihon Indonesia Gakkai 日本インドネシア学会( untuk …

Read More

Merintang Waktu

Bukan merentang waktu loh… tapi mengisi waktu luang dengan melakukan sesuatu. Atau bahasa Inggrisnya kill time.  Kebanyakan orang memilih untuk duduk di coffee shop atau cuci mata di dalam mall. Tapi aku dalam dua kesempatan memilih untuk berjalan-jalan di taman. Apalagi musim gugur, rasanya sayang untuk melewati cuaca bagus di dalam ruangan.
Hari Rabu yang lalu, …

Read More

Orang tua bodoh = Bangga

Lah, kok orang tua bodoh malah bangga?
Bukan, ini adalah istilah bahasa Jepang: Oyabaka 親ばか, yang secara harafiah diterjemahkan menjadi orang tua bodoh. Oya = orang tua, baka = bodoh. Mengacu pada orang tua yang suka memamerkan dan memuji anaknya sendiri, sehingga terlihat bodoh di hadapan orang lain. Bangga pada anak yang kelewatan gitu. Padahal dalam …

Read More

Makasih ya!

Salah satu kelas bahasa Indonesia yang kuajar adalah kelas orang dewasa, dalam artian pegawai atau ibu rumah tangga sehingga pelajaran dilakukan malam hari. Kebanyakan mereka adalah orang-orang Jepang yang pernah pergi ke Indonesia. Atau kalaupun belum pernah, pasti kantornya berhubungan dengan Indonesia, atau dia akan dipindahtugaskan ke Indonesia. Jadi minat dan perhatian mereka lain dengan …

Read More

100 Karung Beras

Judul aslinya “Kome Hyappyou 米百俵” , samar-samar aku mengingat  sebuah cerita sejarah yang melatarbelakangi slogan “100 karung  beras” ini. Peristiwa ini terjadi di domain (=藩 han = daerah yang dikepalai seorang Hanshu, semacam “raja kecil”)  Nagaoka, di prefektur Niigata sekitar tahun 1860-an. Saat itu daerah ini kalah perang Boshin, dan mengalami kelaparan. Melihat kondisi ini, …

Read More

Tidak ada lawan(g) na

Aku mungkin tidak berhak menulis tentang bahasa Makassar, karena aku memang tidak menguasai bahasa Makassar. Mungkin dibanding bahasa Jawa, aku masih bisa mengerti 40% bahasa Jawa, dan 10% untuk bahasa Makassar. TAPI aku tentu mengenal logat bahasa Makassar yang khas, yang kukatakan seperti bernyanyi :D.  Dan itu terbukti, waktu aku dan Riku menuruni tangga di …

Read More

Naik Perahu

Pernah naik perahu? atau boat atau kapal?
Tentu aku pernah. Pernah naik ferry ke danau Toba sekian puluh tahun silam, atau waktu menyeberang dari Kumamoto ke Shimabara. Pernah naik kapal (bukan kapal pesiar) yang mengelilingi danau Ashi di kaki gunung Fuji. Pernah naik boat menuju pulau di Kepulauan Seribu. Pernah naik perahu di danau Tsutsujigaoka melihat rumpun …

Read More

Sliver Week dan 23

Bagi kebanyakan orang Jepang mulai tanggal 19 September 2015 lalu, mereka menikmati liburan panjang yang diberi nama Silver Week. Sebetulnya tanggal merahnya cuma tgl 21 untuk memperingati hari Lansia dan tgl 23 untuk memperingati Equinox Day. Lalu oleh pemerintah Jepang, hari terjepit tgl 22 dijadikan “cuti bersama”. Panjang kan 5 hari? Dan bisa jadi 9 …

Read More

Pulang Hari

DeMiyashita memang sering mengadakan perjalanan dalam satu hari, pulang hari istilahnya,  jadi tidak menginap. Tapi tentu saja tujuan dari perjalanan kami itu biasanya tidak terlalu jauh dari Tokyo. Sampai ke Fukushimapun yang berjarak 250 km dari rumah kami, pernah  kami jalani. Tapi tgl 22 Agustus 2015, hari Sabtu yang lalu kami memecahkan rekor dengan pergi …

Read More
Februari 2018
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

yang mau cari-cari

yang bersahabat