Arsip Bulanan: September 2017

PUN = plesetan

Apa pula PUN itu?

Sebetulnya hari ini aku mau menulis soal goroawase 語呂合わせ, yaitu pemudahan pengucapan sebuah kata/huruf atau angka. Dan kalau mencari bahasa Inggrisnya adalah “pun”, yang diterjemahkan menjadi “plesetan”. Hmmm jauh juga ya pengertiannya.

Goroawase sulit diterima oleh orang Indonesia karena dalam bahasa Indonesia memang cuma ada “pelesetan” itu. Jadi contohnya terbatas. Aku sendiri kalau ditanya apa contoh goroawase dalam bahasa Indonesia, paling-paling teringat mejikuhibiniu. Padahal dalam bahasa Jepang cukup banyak, dan biasanya dipakai untuk menghafal deretan angka, atau menyingkat kata. Yang paling sering dipakai adalah 39 yang dibaca san-kyu = Thank You. atau 4649 dibaca yo-ro-shi-ku. Dan ssst aku kasih tahu kata sandi ipadku supaya Kai tidak bisa buka yaitu Sa-i-ko-ro 3156 loh hehehe

Nah hari ini tanggal 2 September kalau ditulis ala Jepang menjadi 9-2 yang bisa dibaca menjadi KU-JI. Merupakan peringatan hari KUJI atau undian. Tanggal ini ditetapkan menjadi hari (takara)kuji oleh Daiichikangin (Mizuho Bank sekarang) pada tahun 1967.

Yang kedua 9-2 ini juga bisa dibaca menjadi hari KU-TSU (Tsu adalah pelafalan bahasa Inggris untuk 2) sedangkan kutsu sendiri berarti sepatu. Tanggal ini ditetapkan oleh perusahan sepatu DIANA pada tahun 1992 (wah kutsu lagi deh 😀 )

Goroawase ini memudahkan kita untuk menghafal angka-angka, apalagi jika angkanya banyak.

 

Mitigasi Bencana

Hari ini tanggal 1 September adalah hari Mitigasi Bencana, Disaster Prevention Day atau bahasa Jepangnya Bousai no Hi 防災の日. Hari ini ditetapkan sebagai Hari Mitigasi Bencana karena pada hari ini tahun 1928, tepat pukul 11:58 siang terjadi Gempa Bumi Besar Kanto. Jadi biasanya hari ini dilakukan latihan-latihan menghadapi bencana di seluruh Jepang.

Tapi karena hari ini hari biasa, dan tepat hari masuknya murid-murid di daerah kami, latihan bencana sudah dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu yang lalu. Kebetulan SMP nya Riku menjadi pusat pengungsian daerah kami jika terjadi bencana, jadi pemda kami mengadakan latihan di SMP pada hari Sabtu lalu (26 Agustus) . Karena aku termasuk dalam pengurus inti PTA di SMP, sebagai tuan rumah kami wajib datang dan ikut bertugas dalam latihan mitigasi tersebut.

Kami diminta berkumpul pukul 9 pagi, dan hari itu dibanding hari sebelumnya cukup panas! Kami diberi tugas memasak nasi alpha yang pernah aku tulis di Nasi Jadi. Nasi Alpha ini cukup diberi air panas dan ditunggu 15 menit, jadi! Tapi kalau yang aku pernah punya ukuran 1 orang, kami harus menyediakan untuk 50-60 orang (ada 4 kelompok jadi membuat nasi untuk 300 orang). Jadi di dalam satu  kardus besar. Setelah nasi itu jadi, kami masukkan dalam plastik untuk dibagikan.

Sebetulnya acara hari itu sampai pukul 11:30, tapi karena aku harus pergi ke Saitama mencari sekolah SMA untuk Riku jadi aku minta ijin pulang duluan pukul 10 pagi.

gunting dari kertas

Ada satu yang aku perhatikan. Waktu membuka kardus berisi beras yang terdapat dalam plastik alumunium itu, selain tersedia sarung tangan plastik, plastik untuk pembagian nasi, sendok kecil, karet gelang untuk menutup plastik ada juga GUNTING DARI KERTAS. Gunting itu cukup memadai untuk membuka plastik itu. Hebat ya, orang Jepang itu memikirkan semuanya sampai ke detail begitu.