Benar atau Betul?

Benar atau Betul?

Pemandangan sebelum fajar benar-benar (betul-betul) indah. Indah betul!
Pemandangan sebelum fajar benar-benar (betul-betul) indah. Indah betul (benar)!  Ini diksi saya 😀

Kemarin malam, aku mendapat pertanyaan dari salah satu murid orang Jepangku.

“Sensei, apa bedanya benar dan betul? Saya tanya pada 3 orang dan selalu dijawab ‘sama’. Memang sama ya?”

Sama, tapi juga tidak sama. Pemakaian bisa saja sama, tapi mungkin perlu ada pembedaan yang mendasar. Kalau menurutku, `betul’ itu pada sesuatu yang terlihat (nyata) dan mempunyai standar. Sedangkan ‘benar’ itu lebih pada sesuatu yang tidak terlihat (kualitas/abstrak) dan kebanyakan sulit menentukan standarnya. Mungkin sama seperti kata 正解 dan 正確 dalam bahasa Jepang.

Untuk soal matematika, tentu bisa dipakai keduanya. 1+1 =2 itu ‘betul’, dan ‘benar’ sebagai lawan kata ‘salah’.

Tapi untuk pemakaian dengan kalimat lainnya, belum tentu sama.

Misalnya:

Jawaban itu betul (sesuai dengan pertanyaan). Tapi isi jawaban benar atau tidak, aku tidak berhak menentukannya.

Atau

Ya, betul Robin Hood mencuri untuk orang miskin. Tapi apakah perbuatan Robin Hood itu benar? Tergantung. 😀

Atau kalau sulit memahami hanya dengan kata ‘betul’ dan ‘benar’, kita bisa memakai penambahan awalan/akhiran.

Kebetulan tidak sama dengan kebenaran. Pembetulan juga tidak sama dengan pembenaran. Di sini terlihat bedanya kan? Lagipula kalau ‘betul’ dan ‘benar’ itu sama, tentu KBBI tidak akan membuat betul dan benar sebagai lema terpisah kan?

Memang banyak sinonim kata, kata-kata yang berarti sama. Tapi, sebetulnya tidak akan sama persis. Pasti ada bedanya meskipun sedikit. Kalau sama persis, buat apa dibuat kata lain kan?Karena itu perlu konteks kapan bisa pakai kata x atau kapan bisa pakai kata y.  Untuk orang Indonesia mungkin bisa membedakan dengan ‘perasaan’ 😀 tapi bagi orang asing yang sedang belajar bahasa Indonesia, perlu ada penjelasan yang lebih detil untuk pembedaan kata-kata yang dikatakan ‘sama’. Dan jangan cepat-cepat berkata: “Oh itu sama!” karena itu akan memperlihatkan bahwa kamu tidak mau berpikir dan menjelaskan hehehe. Juga usahakan untuk memakai kata yang tepat dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari.

Sebagai penutup, saya akan mengatakan, “Betul, saya blogger. Benar, saya blogger. Tapi saya blogger benar atau tidak, saya tidak tahu :D. Karena akhir-akhir ini saya sering absen menulis di blog ini. Tapi saya akan menegaskan sekali lagi bahwa betul, saya akan berusaha ngeblog terus sampai mati :D”

Selamat Hari Blog Nasional, 27 Oktober 2016!

Dan ternyata aku cukup rajin menulis pas hari Blog Nasional di tahun-tahun yang lalu 😀

 

Hari Blogger?

Rasa Bangga

HP untuk Anak-anak

Orang tua bodoh = Bangga

7 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :